p-Index From 2021 - 2026
6.718
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Food and Pharmaceutical Science Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Biomedical Journal of Indonesia JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Journal of Sport Coaching and Physical Education Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Sains Kesehatan Jurnal Health Sains Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Kesehatan Tambusai Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Indonesian Journal of Sport Science and Coaching Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

KADAR PROTEIN DAN KALSIUM PADA COOKIES HATI SAPI DAN TEPUNG KACANG MERAH Sari, Nadia Purnama; Flora, Rostika; Febry, Fatmalina
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1320

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu masalah gizi yang dihadapi di Indonesia pada saat ini adalah KEK (Kekurangan Energi Kronis). Kekurangan energi protein (KEK) dapat disebabkan karena meningkatnya kebutuhan gizi pada saat kehamilan serta adanya ketidakseimbangan asupan gizi (energi dan protein) sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukup mengakibatkan pertumbuhan tubuh baik fisik dan mental tidak sempurna. Cookies adalah makanan yang mengenyangkan, memiliki daya simpan relative panjang, dapat dicetak dalam bentuk yang disukai dan berukuran kecil. Hati sapi dan kacang merah merupakan sumber bahan pangan nabati dan hewani yang memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam pembuatan makanan camilan sebagai upaya penanggulangan masalah KEK pada ibu hamil. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan kalsium pada cookies hati sapi dan tepung kacang merah formula terpilihMetode: Penelitian ini adalah penelitian desain eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penambahan tepung hati sapi dan tepung kacang merah pada pembuatan cookies. Hasil uji organoleptik oleh panelis semi terlatih sebanyak 25 orang. Uji statistik dari organoleptik menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan uji kruskall wallis sedangkan untuk uji data laboratorium (analisis kimia) tidak dilakukan uji statistik karena hanya dipilih berdasarkan perlakuan terpilih.Hasil: Pada Perlakuan F2 adalah perlakuan terpilih dari cookies dengan penambahan hati sapi dan tepung kacang. Uji organoleptik pada perlakukan F2 diperoleh hasil dengan persentase warna sebesar 4,12%, aroma sebesar 3,95%, tekstur sebesar 3,96% dan rasa sebesar 3,72% Formulasi F2 ini memiliki kandungan protein yang tinggi sebesar 10,3% dan kalsium sebesar 143 mg/100 g .Kesimpulan: Pada uji organoleptic yang telah dilakukan formulasi yang terpilih adalah cookies dengn formulasi F2 (75% tepung terigu : 10 % tepung hati sapi dan 15% tepung kacang merah). Cookies dengan formulasi terpilih F2 memiliki kandungan protein sebesar 10,3% sedangkan kandungan kalsium pada cookies terpilih sebesar 143 mg/100 gr
HUBUNGAN KADAR INSULIN GROWTH FACTOR 1 SERUM DENGAN TINGKAT KECERDASAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN MUSI RAWAS Rismiati, Meti; Flora, Rostika; Zulkarnain, Zulkarnain
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1725

Abstract

Latar belakang: Intelligence Quotient (IQ) merupakan skor yang diperoleh melalui tes intelegensi, yang merupakan salah satu tanda perkembangan otak atau kecerdasan intelektual dimana dalam dunia pendidikan bermanfaat untuk mengetahui prestasi belajar individu yang dapat di capai. Kecerdasan intelektual pada anak-anak dipengaruhi faktor gizi, zat gizi yang kurang mengakibatkan sel-sel neuron yang terbentuk lebih sedikit yang mengakibatkan kemampuan berfikir intelektual anak juga akan menurun yang dapat dilihat dari skor IQ yang lebih rendah di banding anak seusianya dengan gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Kadar Insulin Growth Factor (IGF-1) dengan tingkat kecerdasan pada anak Sekolah Dasar di Kabupaten Musi Rawas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 77 anak diambil secara random dari anak sekolah dasar di Kabupaten Musi Rawas. Data karekteristik anak dan orang tua diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data Kadar IGF-1 serum diperoleh dengan metode ELISA. Tingkat kecerdasan diukur dengan metode CFIT dan data kadar IGF-1 dihubungkan dengan tingkat kecerdasan dianalisis menggunakan uji regresi linier. Hasil: Hasil Analisis regresi linier sederhana antara kadar IGF-1 serum dengan tingkat kecerdasan (IQ) anak diperoleh nilai p=0,000 dan B=0,270 yang artinya setiap kenaikan kadar IGF-1 sebesar 1% akan menambah 0,270 tingkat kecerdasan lebih besar. Dengan nilai p kurang dari 0,05, maka terdapat hubungan antara kadar IGF-1 serum dengan tingkat kecerdasan secara signifikan.
Analisis Persepsi Manfaat Berdasarkan Teori Health Belief Model dengan Inisiasi Menyusui Dini dalam Pencegahan Stunting Sulaningsi, Kiki; Ananingsih, Esti Sri; Wulanda, Ayu Febri; Fajar, Nur Alam; Flora, Rostika
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2233

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu bentuk kegagalan tumbuh kembang yang disebabkan penumpukan kekurangan gizi yang dimulai sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, dengan Kabupaten Musi Rawas melaporkan angka sebesar 25,4%. Percepatan penurunan stunting dapat dilakukan dengan intervensi diet khusus dengan mendorong bayi untuk menerima Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Perilaku kesehatan dalam melaksanakan tindakan tersebut dapat dilaksanakan dengan meningkatkan persepsi ibu terhadap manfaat yang diperoleh. Penelitian ini untuk menganalisis manfaat yang dirasakan dari pemberian Inisiasi Menyusu Dini dalam pencegahan stunting di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan uji hipotesis perbedaan dua proporsi dan diperoleh 154 responden. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,030) dan sikap (p=0,017) dengan tindakan IMD. Namun, umur, pendidikan, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan IMD. Analisis multivarian menunjukkan sikap kurang baik sebesar 4,9 kali untuk tidak melakukan tindakan IMD dan dikontrol oleh variabel pengganggu pengetahuan dan pendapatan keluarga.. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan persepsi ibu tentang manfaat melalui pendidikan pemerintah dan peningkatan pendapatan keluarga dapat memengaruhi persepsi mereka secara positif. Kata kunci: Inisiasi, menyusui, persepsi, manfaat, stunting ABSTRACT Background: Stunting is a form of growth and development failure caused by the accumulation of malnutrition that begins in the womb until the age of two years. In 2022, the prevalence of stunting in Indonesia was 21.6%, with Musi Rawas Regency reporting a figure of 25.4%. Acceleration of stunting reduction can be done with special dietary interventions by encouraging babies to receive early initiation breastfeeding (IMD). Health behavior in carrying out these actions can be implemented by increasing mothers' perceptions of the benefits obtained. This study aims to analyze the perceived benefits of providing Early Breastfeeding Initiation in the prevention of stunting in Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. Samples were taken using purposive sampling with hypothesis testing of differences in two proportions and 154 respondents were obtained. Data analysis using chi-square and multiple logistic regression. Results: There was a significant relationship between maternal knowledge (p=0.030) and attitude (p=0.017) with IMD actions. However, age, education, maternal occupation, family income, and number of family members did not have a significant relationship with IMD actions. Multivariant analysis showed unfavorable attitude was 4.9 times to not give IMD action and controlled by confounding variables of knowledge and family income Conclusion: The study suggests that improving mothers' perceptions of benefits through government education and increased family income can positively influence their perceptions. Keywords: Initiation, breastfeeding, perception, benefits, stunting
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL IBU DAN STATUS GIZI ANAK DI NEGARA BERKEMBANG : TINJAUAN PUSTAKA Lubis, Fatma Juwita; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Fajar, Nur Alam; Sunarsi, Elvi; Rahmiwati, Anita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38259

Abstract

Peran ibu adalah inti dari sebuah rumah tangga. Sebagai peran inti, kesehatan mental seorang ibu merupakan hal prioritas. Gangguan kesehatan mental ibu berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis ibu itu sendiri dan juga pada anak. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi bukti terkini tentang hubungan antara kesehatan mental ibu dan status gizi anak di negara-negara berkembang. Tinjauan ini merupakan tinjauan sistematis untuk mensintesiskan studi penelitian yang ditemukan dalam basis data di Google Scholar, Science Direct, dan PubMed tentang hubungan antara kesehatan mental ibu dan status gizi anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu dengan gejala gangguan mental 9 kali lebih mungkin memiliki anak dengan pertumbuhan indeks tinggi/usia abnormal (pendek/sangat pendek) dibandingkan dengan ibu tanpa gejala gangguan mental. Selain itu, kesehatan mental ibu yang buruk dapat mengakibatkan berkurangnya kehadiran ibu di Pelayanan Antenatal dan Postnatal, meningkatnya risiko preeklamsia, meningkatnya risiko kesulitan menyusui, praktik pengasuhan yang buruk, dan cakupan gizi yang tidak memadai pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara gangguan kesehatan mental ibu dan status gizi yang buruk, meskipun dalam beberapa penelitian, hal tersebut tidak memberikan bukti yang jelas. Terlepas dari arah hubungan tersebut, program gizi anak di negara berkembang harus mempertimbangkan untuk menggabungkannya dengan program promosi kesehatan mental ibu.
Kebiasaan Mengunyah Sirih dan Kaitannya dengan Kondisi Periodontal: Tinjauan Naratif Jasmine, Annisah Biancika; Flora, Rostika; J, Rahmi Fitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i2.2425

Abstract

Background: Betel quid chewing is associated with the periodontal status, in which it may increase the risk and severity of periodontal disease. The objectives of this narrative review were to provide an overview of the literature about the association between betel quid chewing habit and periodontal status. Methods: The review analyzed several studies that examined the habit of betel quid chewing and its association with periodontitis in different populations. Results: Betel quid chewing was associated with a high prevalence of bleeding on sulcus probing, plaque index, gingival inflammation, deeper probing depth, and greater attachment loss. Additionally, the severity of periodontal disease was enhanced in subjects chewing betel quid with tobacco and alcohol consumption. Discussions: These results could be due to common components detected in the chewed substances and the synergistic effect between smoking and alcohol consumption with betel quid chewing habit. Conclusions: Prolonged and excessive use of betel quid can induce significant adverse effects on human health, including an increased risk of periodontitis. The findings of this review highlight the importance of addressing the impact of betel quid chewing on periodontal status.
Menjelajahi Dinamika Pangan di Era Perubahan Iklim Terhadap Dampak di Indonesia dan Proyeksi Masa Depan: A Systematic Review Hakim, Dwi Ratnawaty; Rahmiwati, Anita; Flora, Rostika; Novrikasari
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 3 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i3.1411

Abstract

Indonesia is heavily dependent on the agricultural industry, which is one of the primary pillars of the country's economy, hence food security is very crucial. Since the majority of people work in agriculture, ensuring there is a sufficient supply of food is essential to preserving social and economic stability. Furthermore, Indonesia's geographical and cultural diversity poses particular difficulties in addressing the various dietary requirements of its many areas. In light of climate change, natural disasters, and other global issues that may have an impact on food supply, food security is also a strategic consideration. The project aims to (1) assess the degree of susceptibility of Indonesia's food system to climate change and (2) develop solutions for adaptation and mitigation that may be put into practice to enhance food security in the face of these consequences. This study provides an organized overview of food dynamics in the context of climate change and how it affects Indonesia. The literature from prestigious national and international journal articles is one of the research data sources. The findings demonstrate how difficult it is to comprehend how climate change is affecting Indonesia's food supply, which emphasizes how complicated the problems are. Farmers have put adaptation plans into place, but resource access and climate unpredictability still present obstacles. Climate change has an impact on the national economy and export-related activities. Therefore, to attain both economic stability and food security, comprehensive support and integrated policies are required. To meet the difficulties of climate change in the agricultural sector, farmers' adaptation methods, cross-sectoral cooperation, and access to climate information are essential.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : DETERMINAN KEJADIAN STUNTING DI PEMUKIMAN LAHAN BASAH Fitria, Fitria; Sitorus, Rico Januar; Flora, Rostika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.37944

Abstract

Lingkungan lahan basah erat kaitanya dengan sanitasi lingkungan. Lingkungan lahan basah dapat mengalami berbagai penyakit seperti diare, kurangnya asupan nutrisi yang baik bagi anak, dan kurangnya energi kronik bagi remaja putri dan ibu hamil, serta terhambatnya pertumbuhan pada balita merupakan akibat dari sanitasi yang tidak layak. Penyakit tersebut akan berpengaruh di kemudian hari pada anak yang akan dilahirkan seperti anak mengalami stunting. Indonesia menempati urutan ke-108 dari 132 negara untuk kejadian stunting pada tahun 2018. Hasil SSGI tahun 2022, prevalensi kejadian stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Sarana air minum dan sanitasi layak berpengaruh dalam peningkatan stunting di Indonesia. Stunting merupakan kendala utama dalam bidang kesehatan yang dialami oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Stunting menggambarkan suatu keadaan ketidakmampuan dalam berkembang pada anak-anak di bawah umur lima tahun karena gangguan kesehatan yang berkelanjutan, yaitu kurangnya gizi kritis khususnya pada 1000 hari pertama. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Determinan kejadian Stunting di Lahan Basah. Penulisan artikel ini menggunakan systematic literature review. Artikel yang disertakan terbatas pada artikel yang diterbitkan pada tahun 2017-2023. Penelitian didapatkan 6 artikel untuk dianalisis. Faktor risiko stunting dapat dipengaruhi oleh ketersediaan air bersih, pembuangan tinja dan pengelolaan sampah. Diharapkan pemerintah dapat menyediakan sarana prasarana seperti tempat penampungan sampah, pembuatan jamban umum, serta pembuatan sumur sebagai sumber air bersih yang dapat digunakan oleh masyarakat di pemukiman lahan basah. Masyarakat diharapkan untuk memperhatikan pola asuh dan higine personal terutama yang memiliki bayi dan atau balita.
Determinan Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Indonesia: Literature Review Hervilanti, Putri; Flora, Rostika; Sunarsih, Elvi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1496

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are vulnerable to experiencing anemia due to low hemoglobin levels. The increase in cases globally demands appropriate prevention efforts, one of which is adherence to iron supplement tablet (TTD) consumption. This study aims to identify the factors influencing TTD consumption behavior among adolescent girls. The method used is a narrative review of 20 scientific articles published from 2019 to 2024 from the Google Scholar and PubMed databases, focusing on risk factors and behavioral determinants. The analysis results show that knowledge, attitudes, peer support, parental involvement, teachers, and health workers are the main factors influencing TTD consumption behavior. These findings can be used as a basis for formulating educational strategies and nutritional interventions to reduce the prevalence of anemia among adolescents. Keywords: Factors, Anemia, Iron Supplement Tablets and Adolescents
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pola Asuh Pemberian Makan pada Anak Usia 6-59 Bulan Nursalim, Alfina Putri; Flora, Rostika
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.29-43

Abstract

Pola asuh makan merupakan aspek penting dalam proses makan yang mencakup sikap, kepercayaan, dan pemilihan makanan yang dikonsumsi. Pola asuh yang baik dari seorang ibu berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola asuh pemberian makan pada anak usia 6-59 bulan di Dusun Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, jumlah sempel yang didapatkan 53 balita berusia 6-59 bulan. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji statistik spearman’s rho dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistiK ganda. Hasil penelitian analisis univariat didapatkan pola asuh pemberian makan tidak tepat 64,2%, balita dengan status gizi pendek 34%, anak yang berusia 6-24 bulan 52,8%, jenis kelamin anak laki-laki 54,7%, keluarga dengan status ekonomi kurang 64,2%, ibu yang tidak bekerja 90,6% ibu yang sekolah 69,8% dan ibu dengan pengetahuan cukup 58,5%. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan ibu (p=0,001) dan usia anak (p=0,047) dengan  pola asuh pemberian makan. Faktor yang paling berhubungan dengan pola asuh pemberian makan yaitu pengetahuan ibu (p=0,001;OR=12,629). Kesimpulan : ibu yang memiliki  pengetahuan  kurang beresiko 12,629 kali mempunyai pola asuh pemberian makan yang kurang baik dibandingkan ibu dengan pengetahuan baik. Perlu dilakukan edukasi terkait pemberian makan pada balita, sehingga status gizi kurang pada anak dapat dihindari.Kata Kunci: balita, ibu, makan, pola asuh
PENGARUH PERILAKU (KEBIASAAN BUANG AIR BESAR) DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INFEKSI KECACINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Septiani, Eichi; Fajar, Nur Alam; Sitorus, Rico J; Anwar, Chairil; Zulkarnain, Mohammad; Flora, Rostika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.579

Abstract

Latar Belakang: Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki iklim dan kelembaban yang mendukung parasit cacing untuk tetap melangsungkan hidupnya. Kecacingan merupakan suatu masalah kesehatan yang masih dijumpai pada  masyarakat khususnya yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Infeksi kecacingan lebih sering di jumpai pada anak, baik itu pra sekolah ataupun sekolah dasar. Tujuan: Untuk menganalisis pengarh perilaku dan sanitasi lingkungan terhadap infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan  rancangan studi cross-sectional yang dilakukan di Kabupaten Seluma yang dilaksanakan pada April 2020. Sampel berjumlah 140  anak yang  merupakan anak Sekolah Dasar usia 9-12 tahun dan berasal dari 5 kecamatan.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui infeksi kecacingan. Hasil: Hasil pemeriksaan feses didapatkan bahwa 37,9% anak mengalami infeksi kecacingan,  45,0% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai kebiasaan defikasi kurang baik, 45,7% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai sumber air kurang baik serta 25,0% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai tempat BAB kurang baik. Hasil uji chi square antara infeksi kecacingan dengan kebiasaan defikasi didapatkan nilai p= 0,201 dan PR = 1,66 ; infeksi kecacingan dengan sumber air didapatkan nilai p= 0,028 dan PR 2,3 ; infeksi kecacingan dengan  kebersihan kuku didapatkan nilai p=0,268 dan PR=0,57. Saran: Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma dan jajarannya diharapkan terus menggalakkan lagi edukasi tentang pencegahan dan bahaya penyakit kecacingan serta melakukan pemberian obat cacing lebih rutin (6 bulan 1x) dan melakukan skrining infeksi STH untuk sebagai upaya preventif. Kata Kunci : Perilaku, Sanitasi Lingkungan, Kecacingan, Anak Sekolah Dasar
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Adela, Novita Aguscik, Aguscik Aini, Putri Citra Qurrothu Alam Fajar, Nur Amalia, Risa Nur Amrina Rosyada Ananingsih, Esti Sri Andrianti, Septi Anggriani, Bayu Anita Rahmiwati Annisa Rahmawaty Antasari, Dwi Ariana, Rika Aurora, Wahyu Indah D. Ayu Wulan Sari Bethy S. Hernowo Bina Melvia Bina Melvia Girsang Bingsih, Windi Indah Fajar Chairil Anwar Dwi Apriani Dwi Inda Sari, Dwi Inda Dwifitri, Uthu Eichi Septiani Elvi Sunarsih Elyantari, Gresi Fatmalina Febry Febri, Fatmalina Fitri Fitri Fitria Fitria Fitriani, Novi Fitriawati, Fitriawati Fontani, Bernardin Dwi Frans Ferdinal Fretty, Heni Haerawati Idris, Haerawati Hakim, Dwi Ratnawaty Hamzah Hasyim HANS-JOACHIM FREISLEBEN Hardhono Susanto Harto, Toto Hayati, Thursina Vera Hervilanti, Putri Ikhsan Ikhsan Indah Yuliana Indahsari, Siti Rachmi Irawan, Purna Iyakrus Januar Sitorus, Rico Jasmine, Annisah Biancika Jayanti, Jahia Juniarti, Elda Khairunnisa Khairunnisa Kiki Sulaningsi Kirana, Junneka Sarah Kurniati, Halisa Kusuma Aerosta, Danny Lasepha, Ani Lubis, Fatma Juwita M. Zulkarnain M. Zulkarnain, M. Zulkarnain Mandeka, Febria Mariana Mariana Marissa, Febi Marissa Meirizal Usra, Meirizal misnaniari, Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Mohamad Sadikin Moriskha, Moriskha Muhammad Yusuf, Fathullah Munadi, Abu Qasim, Muhammad Yusuf, Muharramah, Disa Hijratul Mukni Mukni, Mukni Nabilah, Defa Nuzul Nadia Purnama Sari Najmah, Najmah NauE, Dian Adhe Bianggo Ngudiantoro . Ningsih, Windi Indah Fajar Nirmalasari, Melisa Yuni Novrika, Novrika Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nurlaili Nurlaili Nurmalia Ermi Nursalim, Alfina Putri Ocktariana, Ocktariana Ocktariyana, Ocktariyana Octariyana, Octariyana Purnama, Yetti Putri, Dinda Andini Rahima Rahima Rahmi Fitri J Ramdika, Sari Bema Rico Januar Sitorus Riris Diana Rachmayanti Rismiati, Meti Risnawati Tanjung Rosaria, Rini Rosaria Saputra, Yoerdy Agusmal Sari, Novrika Sari, Yuanita Windu Septelia I. Wanandi Shaputra, Roni Zakaria Sigit Purwanto Sitorus, Rico J Sri Martini Suhendra, Ahmad Adi Sukirno Sukirno Sulung, Neshy Sunarsi, Elvi Suryadi Tjekyan Susanti Susanti Syamsuryadi Theodorus Theodorus tri wahyuni Udin Bahrudin, Udin Wahyu Indra Bayu Wijaya, Bagas Rindra Wulanda, Ayu Febri Yuanita Windusari Yuliastuti, Maria Eka Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, M. Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad