p-Index From 2021 - 2026
6.613
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Biomedical Journal of Indonesia JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Journal of Sport Coaching and Physical Education Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Sains Kesehatan Jurnal Health Sains Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Kesehatan Tambusai Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Indonesian Journal of Sport Science and Coaching Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : DETERMINAN KEJADIAN STUNTING DI PEMUKIMAN LAHAN BASAH Fitria, Fitria; Sitorus, Rico Januar; Flora, Rostika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.37944

Abstract

Lingkungan lahan basah erat kaitanya dengan sanitasi lingkungan. Lingkungan lahan basah dapat mengalami berbagai penyakit seperti diare, kurangnya asupan nutrisi yang baik bagi anak, dan kurangnya energi kronik bagi remaja putri dan ibu hamil, serta terhambatnya pertumbuhan pada balita merupakan akibat dari sanitasi yang tidak layak. Penyakit tersebut akan berpengaruh di kemudian hari pada anak yang akan dilahirkan seperti anak mengalami stunting. Indonesia menempati urutan ke-108 dari 132 negara untuk kejadian stunting pada tahun 2018. Hasil SSGI tahun 2022, prevalensi kejadian stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Sarana air minum dan sanitasi layak berpengaruh dalam peningkatan stunting di Indonesia. Stunting merupakan kendala utama dalam bidang kesehatan yang dialami oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Stunting menggambarkan suatu keadaan ketidakmampuan dalam berkembang pada anak-anak di bawah umur lima tahun karena gangguan kesehatan yang berkelanjutan, yaitu kurangnya gizi kritis khususnya pada 1000 hari pertama. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Determinan kejadian Stunting di Lahan Basah. Penulisan artikel ini menggunakan systematic literature review. Artikel yang disertakan terbatas pada artikel yang diterbitkan pada tahun 2017-2023. Penelitian didapatkan 6 artikel untuk dianalisis. Faktor risiko stunting dapat dipengaruhi oleh ketersediaan air bersih, pembuangan tinja dan pengelolaan sampah. Diharapkan pemerintah dapat menyediakan sarana prasarana seperti tempat penampungan sampah, pembuatan jamban umum, serta pembuatan sumur sebagai sumber air bersih yang dapat digunakan oleh masyarakat di pemukiman lahan basah. Masyarakat diharapkan untuk memperhatikan pola asuh dan higine personal terutama yang memiliki bayi dan atau balita.
Determinan Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Indonesia: Literature Review Hervilanti, Putri; Flora, Rostika; Sunarsih, Elvi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1496

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are vulnerable to experiencing anemia due to low hemoglobin levels. The increase in cases globally demands appropriate prevention efforts, one of which is adherence to iron supplement tablet (TTD) consumption. This study aims to identify the factors influencing TTD consumption behavior among adolescent girls. The method used is a narrative review of 20 scientific articles published from 2019 to 2024 from the Google Scholar and PubMed databases, focusing on risk factors and behavioral determinants. The analysis results show that knowledge, attitudes, peer support, parental involvement, teachers, and health workers are the main factors influencing TTD consumption behavior. These findings can be used as a basis for formulating educational strategies and nutritional interventions to reduce the prevalence of anemia among adolescents. Keywords: Factors, Anemia, Iron Supplement Tablets and Adolescents
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pola Asuh Pemberian Makan pada Anak Usia 6-59 Bulan Nursalim, Alfina Putri; Flora, Rostika
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.29-43

Abstract

Pola asuh makan merupakan aspek penting dalam proses makan yang mencakup sikap, kepercayaan, dan pemilihan makanan yang dikonsumsi. Pola asuh yang baik dari seorang ibu berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola asuh pemberian makan pada anak usia 6-59 bulan di Dusun Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, jumlah sempel yang didapatkan 53 balita berusia 6-59 bulan. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji statistik spearman’s rho dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistiK ganda. Hasil penelitian analisis univariat didapatkan pola asuh pemberian makan tidak tepat 64,2%, balita dengan status gizi pendek 34%, anak yang berusia 6-24 bulan 52,8%, jenis kelamin anak laki-laki 54,7%, keluarga dengan status ekonomi kurang 64,2%, ibu yang tidak bekerja 90,6% ibu yang sekolah 69,8% dan ibu dengan pengetahuan cukup 58,5%. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan ibu (p=0,001) dan usia anak (p=0,047) dengan  pola asuh pemberian makan. Faktor yang paling berhubungan dengan pola asuh pemberian makan yaitu pengetahuan ibu (p=0,001;OR=12,629). Kesimpulan : ibu yang memiliki  pengetahuan  kurang beresiko 12,629 kali mempunyai pola asuh pemberian makan yang kurang baik dibandingkan ibu dengan pengetahuan baik. Perlu dilakukan edukasi terkait pemberian makan pada balita, sehingga status gizi kurang pada anak dapat dihindari.Kata Kunci: balita, ibu, makan, pola asuh
PENGARUH PERILAKU (KEBIASAAN BUANG AIR BESAR) DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INFEKSI KECACINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Septiani, Eichi; Fajar, Nur Alam; Sitorus, Rico J; Anwar, Chairil; Zulkarnain, Mohammad; Flora, Rostika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.579

Abstract

Latar Belakang: Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki iklim dan kelembaban yang mendukung parasit cacing untuk tetap melangsungkan hidupnya. Kecacingan merupakan suatu masalah kesehatan yang masih dijumpai pada  masyarakat khususnya yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Infeksi kecacingan lebih sering di jumpai pada anak, baik itu pra sekolah ataupun sekolah dasar. Tujuan: Untuk menganalisis pengarh perilaku dan sanitasi lingkungan terhadap infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan  rancangan studi cross-sectional yang dilakukan di Kabupaten Seluma yang dilaksanakan pada April 2020. Sampel berjumlah 140  anak yang  merupakan anak Sekolah Dasar usia 9-12 tahun dan berasal dari 5 kecamatan.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui infeksi kecacingan. Hasil: Hasil pemeriksaan feses didapatkan bahwa 37,9% anak mengalami infeksi kecacingan,  45,0% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai kebiasaan defikasi kurang baik, 45,7% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai sumber air kurang baik serta 25,0% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai tempat BAB kurang baik. Hasil uji chi square antara infeksi kecacingan dengan kebiasaan defikasi didapatkan nilai p= 0,201 dan PR = 1,66 ; infeksi kecacingan dengan sumber air didapatkan nilai p= 0,028 dan PR 2,3 ; infeksi kecacingan dengan  kebersihan kuku didapatkan nilai p=0,268 dan PR=0,57. Saran: Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma dan jajarannya diharapkan terus menggalakkan lagi edukasi tentang pencegahan dan bahaya penyakit kecacingan serta melakukan pemberian obat cacing lebih rutin (6 bulan 1x) dan melakukan skrining infeksi STH untuk sebagai upaya preventif. Kata Kunci : Perilaku, Sanitasi Lingkungan, Kecacingan, Anak Sekolah Dasar
HUBUNGAN LAMA KERJA MENJADI KADER, SIKAP DAN PENGETAHUAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI KOTA PALEMBANG Fretty, Heni; Misnaniarti, Misnaniarti; Flora, Rostika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.387

Abstract

Latar belakang: Kader mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan posyandu mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan posyandu. Bila kinerja kader kurang maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan dapat mengakibatkan status gizi Balita tidak dapat dideteksi secara dini dengan jelas. Kader sangat penting dalam posyandu karena merupakan ujung tombak pelaksanaan posyandu. adanya ketidaksesuaian capaian dan target posyandu merupakan masalah kesehatan yang penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana hubungan karateristik individu, sikap dan pengetahuan terhadap kinerja kader Posyandu yang berada diwilayah kerja Puskesmas di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling yaitu teknik pengambilan dilakukan secara acak dan sampel diambil berdasarkan proporsi dari populasi penelitian untuk masing- masing kelompok karateristik, besar sampel sebanyak 180 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu analis univariat untuk mendeskripsikan setiap variabel dan analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: Hasil yang diperoleh, terdapat hubungan yang bermakna/ signifikan antara lama menjadi kader dengan kinerja kader Posyandu di Kota Palembang. Saran: Penambahan frekuensi pelatihan dan pembinaan kader Posyandu agar pengetahuan dan sikap kader Posyandu dapat meningkat melalui refreshing kader Posyandu serta materi pelatihan lebih banyak tentang penimbangan dan  pengisian KMS. Kata Kunci:Posyandu, Kinerja, Kader
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan PHBS dengan Stunting pada Balita Usia 0-59 Bulan di Dusun Sembilang Jayanti, Jahia; Flora, Rostika
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i1.2863

Abstract

Background: Stunting is a problem that occurs in low and middle-income countries including Indonesia, especially in rural areas. Stunting has a detrimental functional effect on child growth and development. Some indirect causes of stunting include environmental sanitation and clean and healthy living behavior. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation and clean and healthy living behavior with stunting in toddlers aged 0-59 months.. Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional research design. The population of this study involved toddlers aged 0 to 59 months with sample of 50 toddlers, the sampling technique used being a purposive sampling according to the inclusion criteria. The research instruments for environmental sanitation and clean and healthy living behavior were measured through a questionnaire. The stunting variable was measured directly using a infantometer and stadiometer. Data analysis used univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test. Results: There is no significant relationship between environmental sanitation with stunting (p=1.000). There is a significant relationship between clean and healthy living behavior with stunting (p=0.005). Conclusion: Clean and healthy living behavior plays an important role in the incidence of stunting in toddlers aged 0–59 months, while environmental sanitation does not show a significant relationship. Education is needed regarding increasing clean and healthy living behavior in an effort to reduce the prevalence of stunting.
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PESISIR SUNGAI MUSI PALEMBANG Ramdika, Sari Bema; Fajar, Nur Alam; Flora, Rostika; Rosyada, Amrina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.304

Abstract

Abstract: Stunting is a condition of impaired growth in children resulting from chronic nutritional deficiencies, with long-term consequences on cognitive development, immune function, and future productivity. Inappropriate practices of exclusive breastfeeding and complementary feeding (MP-ASI), often influenced by low maternal knowledge and attitude, have been identified as major risk factors for stunting. This study aims to analyze the relationship between exclusive breastfeeding practices, maternal knowledge and attitudes related to MP-ASI, and the incidence of stunting among children under five in Palembang City. A cross-sectional study design was employed using a quantitative approach. Data were collected from 196 mothers with children aged 6–59 months across four sub-districts in Palembang City through multistage random sampling. Validated questionnaires were used as research instruments, and data were analyzed using the chi-square test. No significant association was found between knowledge (p=0.265) and attitude (p=0.652) regarding MP-ASI and stunting incidence. However, children of mothers with poor knowledge had a 2.175 times higher risk of stunting. Exclusive breastfeeding practices also showed no significant association with stunting (p=0.915), although children who were not exclusively breastfed had a 1.097 times higher risk of experiencing stunting. Although not statistically significant, low maternal knowledge on complementary feeding and lack of exclusive breastfeeding may increase the risk of stunting. Educational interventions promoting appropriate infant feeding practices are essential to reduce stunting prevalence in Palembang City. Keywords: attitude, complementary feeding, exclusive breastfeeding, knowledge,stunting Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, imunitas, dan produktivitas di masa depan. Praktik pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI yang tidak tepat, sering kali dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan sikap ibu, telah diidentifikasi sebagai faktor risiko penting terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian ASI, pengetahuan, dan sikap terkait MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak balita di Kota Palembang. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada 196 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan di empat kecamatan Kota Palembang menggunakan metode multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,265) dan sikap (p=0,652) terkait MP-ASI dengan kejadian stunting. Meskipun demikian, anak dari ibu dengan pengetahuan yang kurang baik memiliki risiko 2,175 kali lebih tinggi mengalami stunting. Praktik pemberian ASI eksklusif juga tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,915), namun balita yang tidak menerima ASI eksklusif memiliki risiko 1,097 kali lebih tinggi untuk mengalami stunting. Meskipun tidak signifikan secara statistik, rendahnya pengetahuan ibu terkait MP-ASI dan tidak diberikannya ASI eksklusif berpotensi meningkatkan risiko stunting. Intervensi edukatif mengenai praktik pemberian makan yang tepat sangat penting untuk menurunkan angka stunting di Kota Palembang. Kata kunci: ASI eksklusif, MP-ASI, pengetahuan, sikap, stunting
KEJADIAN SARIAWAN PADA PEROKOK AKTIF DAN PASIF BERBASIS DATA IFLS 5 (Recurrent Aphthous Stomatitis among Active and Passive Smoker from Indonesian Family Life Survey 5) Kusuma Aerosta, Danny; Januar Sitorus, Rico; Flora, Rostika
HEARTY Vol 8 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v8i2.4564

Abstract

Sariawan tercatat sebagai penyakit yang dikeluhkan seperlima populasi dunia. Dan beberapa studi mengungkapkan tidak adanya pengaruh antara kebiasaan merokok dengan kejadian sariawan. Namun penelitan sebelumnya memiliki jumlah sampel yang tidak besar. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan prevalensi dan distribusi sariawan dengan kebiasaan merokok pada perokok aktif dan pasif. Metode penelitian yang dipergunakan adalah cross-sectional dengan mempergunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 sebagai data induk untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dan kejadian sariawan. Prevalensi sariawan didapatkan dari keterangan lisan partisipan terhadap keluhan sariawan dalam sebulan terakhir. Kebiasaan merokok adalah kategori paparan rokok antara perokok aktif dan pasif. Distribusi paparan didasarkan atas usia, jenis kelamin, pendidikan, gejala depresi, riwayat hipertensi dan diabetes, dan jenis makanan yang dikonsumsi dalam sepekan terakhir.  Peluang kejadian dari faktor pajanan dominan dihitung dengan analisis multivariat regresi logistik. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan angka kejadian sariawan sebesar 17,89%. Dan hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian sariawan. Peluang kejadian sariawan dari faktor resiko dominan, antara lain kebiasaan merokok, usia, gejala depresi, riwayat diabetes melitus, konsumsi mie instan, minuman berkarbonasi, makanan pedas dan gorengan sebesar 55,40%. Dari penelitian tersebut didapatkan kesimpulan terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian sariawan dengan pvalue>0,0001.
Factors Associated with the Activeness of Posyandu Cadres in Providing Supplementary Food in Banyuasin District Apriliani, Ferenadia; Fajar, Nur Alam; Rahmiwati, Anita; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Sunarsih, Elvi; Lubis, Adelina Irmayani
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 4: October 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.4.259-270

Abstract

Background: Stunting is a condition of failure to thrive in toddlers (babies under the age of five) due to chronic malnutrition, causing children to have a shorter height than they should for their age. Banyuasin Regency has the third highest prevalence of stunting in South Sumatra Province (13.3% in 2022). The Supplementary Feeding Program (PMT) is designed to improve the nutritional status of under-fives, and posyandu cadres play an important role in its successful implementation. This study aims to analyze the factors associated with the active role of posyandu cadres in providing supplementary food in Banyuasin Regency.Method: Quantitative research with a cross-sectional design using 100 samples with the Proportional random sampling method which was carried out in early October - early November 2024 in Banyuasin Regency.Result: The results of the chi square test showed that knowledge (p = 0.001), attitude (p = 0.025), age (p = 0.039), education (p = 0.524), incentives (p = 0.269), training (p = 0.019), length of time as a cadre (p = 0.045) facilities and infrastructure (p = 0.090) and active cadres as many as 59 posyandu cadres. This study indicates that the better the cadres’ knowledge, attitudes, and experience, and the more frequently they attend training, the more likely they are to play an active role in implementing the PMT program. In contrast, educational background, the provision of incentives, and the availability of facilities do not necessarily influence the cadres’ active involvement in the delivery of the PMT program. Efforts to increase the training of posyandu cadres are the main recommendations to support the success of the PMT program in stunting prevention in Banyuasin district.
ANALISIS MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA BAGIAN PEMANENAN KELAPA SAWIT PT. X Novitrie, Ayu; Malaka, Tan; Flora, Rostika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1424

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan suatu gejala yang disebabkan atau diperparah oleh pekerjaan, lingkungan kerja dan performansi kerja sehingga menimbulkan gangguan musculoskeletal. Aktivitas kerja bagian pemanenan kelapa sawit yang dilakukan secara manual berisiko untuk menyebabkan Musculoskeletal Disorder (MSDs). Tujuan: untuk menganalisis risiko Musculoskeletal Disorder (MSDs) serta keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bagian pemanenan kelapa sawit PT. X Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar kerja REBA, WAC 296-62-051 Ergonomics, dan Nordic Body Map. Sampel penelitian berjumlah 84 pemanen kelapa sawit PT. X Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang dipilih secara simple random sampling. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa pekerja yang mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) sebanyak 66 orang (78,6%). Faktor risiko yang berpengaruh terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah skor REBA (risiko Musculoskeletal Disorder)  p-value 0,020 (OR 24,325; 95% CI 1,636-361,731) dan kebiasaan olahraga p-value 0,000 (OR 0,005; 95% CI 0,000-0,067). Bagian tubuh yang berisiko dengan bagian tubuh yang mengalami keluhan berkesesuaian sebesar 78,6% sehingga dikategorikan sebagai Work-related. Saran: Diharapkan manajemen perusahaan mengaplikasikan program yang mengurangi risiko ergonomi dan dilakukan kegiatan olahraga seperti angkat barbel untuk melenturkan otot bahu. Kata Kunci: Musculoskeletal Disorders (MSDs), Skor REBA, Pemanen Kelapa Sawit.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Adela, Novita adelina irmayani lubis Aguscik, Aguscik Aini, Putri Citra Qurrothu Alam Fajar, Nur Amalia, Risa Nur Amrina Rosyada Ananingsih, Esti Sri Andrianti, Septi Anggriani, Bayu Anita Rahmiwati Annisa Rahmawaty Antasari, Dwi Appulembang, Yeni Anna Apriliani, Ferenadia Ariana, Rika Aurora, Wahyu Indah D. Ayu Wulan Sari Bethy S. Hernowo Bina Melvia Bina Melvia Girsang Bingsih, Windi Indah Fajar Chairil Anwar Dwi Apriani Dwi Inda Sari, Dwi Inda Dwifitri, Uthu Eichi Septiani Elvi Sunarsih Elyantari, Gresi Fatmalina Febry Fitri Fitri Fitria Fitria Fitria, Fitra Fitriani, Novi Fitriawati, Fitriawati Fontani, Bernardin Dwi Frans Ferdinal Fretty, Heni Haerawati Idris, Haerawati Hakim, Dwi Ratnawaty Hamzah Hasyim HANS-JOACHIM FREISLEBEN Hardhono Susanto Harto, Toto Hayati, Thursina Vera Hervilanti, Putri Ikhsan Ikhsan Indah Yuliana Indahsari, Siti Rachmi Irawan, Purna Iyakrus Januar Sitorus, Rico Jasmine, Annisah Biancika Jayanti, Jahia Juniarti, Elda Kiki Sulaningsi Kirana, Junneka Sarah Kurniati, Halisa Kusuma Aerosta, Danny Lasepha, Ani Lubis, Fatma Juwita M. Zulkarnain M. Zulkarnain, M. Zulkarnain Mariana Mariana Marissa, Febi Marissa Meirizal Usra, Meirizal misnaniari, Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Mohamad Sadikin Moriskha, Moriskha Mukni Mukni, Mukni Nabilah, Defa Nuzul Nadia Purnama Sari Najmah, Najmah Ngudiantoro . Ningsih, Windi Indah Fajar Nirmalasari, Melisa Yuni Novitrie, Ayu Novrika, Novrika Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Novrinda, Hilza Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi Nursalim, Alfina Putri Ocktariana, Ocktariana Ocktariyana, Ocktariyana Octariyana, Octariyana Permana Putra, Dicky Pradisa, Dea Purnama, Yetti Puspita, Tari Rahima Rahima Rahmi Fitri J Ramdika, Sari Bema Rico Januar Sitorus Riris Diana Rachmayanti Rismiati, Meti Risnawati Tanjung Rizma Adlia Syakurah Rosaria, Rini Rosaria Samwilson, Samwilson Sari, Novrika Sari, Yuanita Windu Septelia I. Wanandi Shaputra, Roni Zakaria Sigit Purwanto Sitorus, Rico J Suhendra, Ahmad Adi SUKENDRO SUKENDRO, SUKENDRO Sukirno Sukirno Sulung, Neshy Sunarsi, Elvi Suryadi Tjekyan Susanti Susanti Syamsuryadi Tan Malaka Theodorus Theodorus Udin Bahrudin, Udin Wahyu Indra Bayu Wijaya, Bagas Rindra Wulanda, Ayu Febri Yuanita Windusari Yuliantari, Devy Yuliastuti, Maria Eka Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, HM Zulkarnain, M. Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad