p-Index From 2021 - 2026
10.113
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BASASTRA JURNAL KONFIKS Edukasi: Jurnal Pendidikan RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa Indonesia Prima Multilingual UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Cakrawala Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Telaga Bahasa : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Dedikasi Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Nuances of Indonesian Language DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Phonologie : Journal of Language and Literature INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Tamaddun TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Jurnal Pendidikan Terapan Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Pengabdian Masyarakat Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Indonesian Language Teaching & Literature Journal LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bisai: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Media Digital Guru Bahasa Indonesia di UPTD SMP Negeri 3 Parepare dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Andi Annisa Tasrik; Usman Usman; Sakaria Sakaria
Cakrawala Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v10i1.1919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik penggunaan media digital oleh guru Bahasa Indonesia di UPTD SMP Negeri 3 Parepare, meliputi: (1) pemanfaatan media pembelajaran digital, (2) penggunaan media sosial dalam proses belajar mengajar, dan (3) pemakaian mesin pencari sebagai sumber materi ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan media digital dalam pembelajaran, terutama video pembelajaran (YouTube, Instagram, TikTok) dan media visual (seperti Canva). Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, gangguan jaringan internet, serta kurangnya keterampilan teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mengatur jadwal, mengikuti pelatihan, dan memanfaatkan platform digital gratis. Penggunaan media sosial seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok dinilai efektif karena informatif, menarik, dan mampu meningkatkan motivasi siswa. Sementara itu, dalam mencari referensi, guru menggunakan berbagai mesin pencari seperti Google, Google Scholar, Bing, Yahoo!, Brainly, ChatGPT, dan Scribd. Kendala yang dihadapi dalam pencarian informasi adalah kurangnya akurasi dan keterbatasan referensi. Guru mengatasinya dengan memilih sumber yang telah diverifikasi.
Peningkatan Keterampilan Berpidato dengan Menerapkan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Campalagian Marwah Al Mukarramah; Anshari Anshari; Sakaria Sakaria
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2387

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpidato siswa melalui penerapan metode demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengacu pada teori keterampilan berbicara dan berpidato yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan, Safari, serta teori metode demonstrasi menurut Joyce & Weil. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas VIII C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes keterampilan berpidato. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada keterampilan berpidato siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 70,96 dengan tingkat ketuntasan sebesar 37,50%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, dengan nilai rata-rata 82,18 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi efektif dalam membantu siswa meningkatkan penguasaan materi, intonasi, ekspresi, kelancaran berbicara, serta rasa percaya diri saat berpidato.
Analisis Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Buku Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI SMA Hardina; Sakaria; Asis Nojeng
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.2781

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah upaya dalam mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik ke tingkat yang lebih tinggi dan berperan penting untuk menyelesaikan suatu persoalan yang kompleks. Oleh sebab itu, implementasi soal-soal HOTS pada pembelajaran terutama dalam buku ajar sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan dan bentuk soal HOTS pada buku Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas XI SMA oleh Rahmah Purwahida dan Maman. Peneliti menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah muatan dan bentuk soal kategori HOTS berdasarkan Taksonomi Bloom Edisi Revisi yang mengacu pada kata kerja operasional (KKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan soal HOTS dominan ditemukan pada tingkatan mengevaluasi (C5). Muatan soal HOTS ditemukan berjumlah 143 soal terdiri atas tiga tingkatan yaitu mengevaluasi (C5) berjumlah 85 soal, menganalisis (C4) ditemukan berjumlah 41 soal, dan terakhir mencipta (C6) ditemukan berjumlah 17 soal. Bentuk soal HOTS diklasifikasikan ke dalam dua bagian yaitu tes subjektif (uraian) adalah soal yang dominan ditemukan berjumlah 130 soal dan tes objektif ditemukan berjumlah 13 soal.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.
Pengembangan Model Pembelajaran SNC Berbasis Teori Strukturalisme, Generativisme, dan Nativisme untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Nurhaedah Nurhaedah; Jufri Jufri; Sakaria Sakaria
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8562

Abstract

This study aims to develop an SNC (structuralism, generativism, and nativism) learning model for fifth grade elementary school students. The study uses a research and development (R&D) approach with a 4D development model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The developed model is assessed through validity and practicality tests. The validity test involved learning model experts and subject matter experts, while the practicality test was conducted through observation of the learning process, teacher responses, and student responses. The average score of the model validation test by two validators was 3.64, which is in the highly valid category. The results of the practicality test based on the observation results showed that the model was highly practical. The results of the SNC model practicality test based on teacher questionnaire responses covering the aspects of clarity, ease, suitability, and usefulness showed an average score of 3.48, which is in the very practical category. The results of the student response questionnaire for the practicality test of the model showed an average score of 3.46, which is in the very practical category. Thus, the SNC learning model is recommended as an alternative learning model in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran SNC (struktural, nativism, dan generativism) di kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan jenis research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, Disseminate. Penilaian model yang dikembangkan dilakukan melalui uji validitas dan kepraktisan. Uji validitas melibatkan ahli model pembelajaran dan ahli materi, sedangkan uji kepraktisan dilakukan dengan observasi pelaksanaan pembelajaran, respons guru, dan respons peserta didik. Rerata skor uji validasi model oleh dua validator menunjukkan nilai 3,64 atau berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil observasi menunjukkan kategori sangat praktis. Hasil uji kepraktisan model SNC berdasarkan respons angket guru yang memuat aspek kejelasan, kemudahan, kesesuaian, dan kemanfaatan menunjukkan rerata nilai 3,48 atau berada pada kategori sangat praktis. Hasil angket respons peserta didik untuk uji kepraktisan model menunjukkan rerata nilai 3,46 atau berkategori sangat praktis. Adapun efektivitas model pengembangan ini yakni mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam memahami teks yang kompleks, sekaligus menumbuhkan kemandirian literasi yang berkelanjutan di level pendidikan dasar. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam cara memandang proses membaca pemahaman siswa SD, bukan sekadar sebagai aktivitas mekanis-reseptif, melainkan sebagai proses kognitif kompleks yang memanfaatkan potensi alami kebahasaan (Language Acquisition Device) untuk membedah struktur teks dan membangun makna baru secara generatif. Dengan demikian, keterkaitan ketiga teori linguistik ini dalam model SNC menciptakan sebuah ekosistem pembelajaran yang holistik; mulai dari pemanfaatan potensi biologis anak, penguasaan sistem tanda yang teratur, hingga pencapaian kemandirian kognitif dalam merekonstruksi makna bacaan di tingkat pendidikan dasar. Model pembelajaran SNC di SD Inpres Bira 2 Makassar mengintegrasikan tiga pilar linguistik untuk meningkatkan membaca pemahaman: Nativisme mengoptimalkan potensi alami otak (LAD) dalam menyerap bahasa, Strukturalisme melatih ketelitian siswa membedah pola kalimat secara sistematis, dan Generativisme mendorong kemampuan siswa mentransformasikan teks menjadi pemahaman konsep yang mendalam. Sinergi ini memastikan siswa tidak hanya mampu mengenali struktur kebahasaan, tetapi juga secara kritis memproduksi makna dari setiap bacaan. Sehingga, model pembelajaran SNC layak direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran di sekolah dasar.
Banalities in Kelong Makassar Asis Nojeng; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4955.193-206

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of banality in Makassar kelong, namely the tendency of degradation of meaning due to commercialization, use outside its original cultural context, and the influence of digital media in its distribution. The research method used is a qualitative approach. This research was conducted from May to December 2025. The data sources for this study consist of primary and secondary data. Data collection techniques used are literature study, documentation, observation, data transcription, and data classification. Meanwhile, data analysis is carried out using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions, then the final stage is data validity. The results of the study show that banality in Makassar kelong occurs in several forms, such as simplification of meaning, adaptation that eliminates philosophical values, and dissemination through social media that tends to prioritize entertainment aspects over cultural substance. This phenomenon shows that kelong is no longer only part of a sacred oral tradition, but has also undergone a transformation into a pragmatic popular cultural product. This study provides a theoretical contribution to the field of oral literature by combining semiotics and banality. These findings serve as a reflection to preserve kelong so that it does not lose its depth of meaning in more modern cultural flows. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena banalitas dalam kelong Makassar, yaitu kecenderungan degradasi makna akibat komersialisasi, penggunaan di luar konteks budaya aslinya, serta pengaruh media digital dalam persebarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu Mei hingga Desember 2025. Sumber data penelitian ini terdari dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, dokumentasi, observasi, transkripsi data, dan klasifikasi data,. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penariksan kesimpulan, kemudian tahap akhir adalah keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banalitas dalam kelong Makassar terjadi dalam beberapa bentuk, seperti simplifikasi makna, adaptasi yang menghilangkan nilai filosofis, serta penyebaran melalui media sosial yang cenderung mengutamakan aspek hiburan dibandingkan substansi budaya Fenomena ini menunjukkan bahwa kelong tidak lagi hanya menjadi bagian dari tradisi lisan yang sakral, tetapi juga mengalami transformasi menjadi produk budaya populer yang bersifat pragmatis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam bidang sastra lisan dengan memadukan semiotika dan banalitas. Hasil temuan ini berfungsi sebagai refleksi untuk melestarikan kelong agar tidak kehilangan kedalaman maknanya dalam arus budaya yang lebih modern.
Pengembangan Model PE2RCV untuk Pembelajaran Membaca Inferensial di Perguruan Tinggi Muh. Bahly Basri; Jufri Jufri; Sakaria Sakaria; Iin Nur Yasinta
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9554

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran membaca inferensial PE2RCV (Prediction, Exploration, Reflect, Recite, Construction, Verification) di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Universitas Negeri Makassar. Penelitian menggunakan jenis research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Sumber data penelitian meliputi ahli model pembelajaran, ahli materi membaca, dosen pengampu mata kuliah keterampilan membaca, dan mahasiswa sebanyak 35 orang yang mengikuti uji coba terbatas. Penilaian model yang dikembangkan dilakukan melalui uji validitas dan kepraktisan. Uji validitas melibatkan ahli model pembelajaran dan ahli materi, sedangkan uji kepraktisan dilakukan dengan observasi pelaksanaan pembelajaran, respons dosen, dan respons mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor uji validasi model oleh dua validator menunjukkan nilai 3,60 atau berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil observasi menunjukkan rerata skor 3,67 atau kategori sangat praktis. Hasil uji kepraktisan model PE2RCV berdasarkan respons angket dosen yang memuat aspek kejelasan, kemudahan, kesesuaian (karakteristik mahasiswa dan alokasi waktu), dan kemanfaatan menunjukkan rerata nilai 3,48 atau berada pada kategori sangat praktis. Hasil angket respons mahasiswa untuk uji kepraktisan model menunjukkan rerata nilai 3,49 atau berkategori sangat praktis. Dengan demikian, model pembelajaran membaca inferensial PE2RCV layak direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran di perguruan tinggi.
Pengaruh Metode Debat Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Sakaria Sakaria; Usman Usman; Gusti Putri Milenia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1568

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pre-experimenal design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode debat terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMAN 1 Toraja Utara. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode debat dan variabel terikat adalah kemampuan menulis teks eksposisi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa jurusan IPA kelas X SMAN 1 Toraja Utara sebanyak 2 kelas sedangkan sampel penelitian adalah kelas X IPA 1 dengan jumlah siswa 27 orang siswa. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil pre-test dan post-test pembelajaran menulis teks eksposisi. Teknik analisis data yaitu dengan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode debat berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMAN 6 Toraja Utara. Hal ini, dapat dibuktikan, berdasarkan perbandingan nilai thitung dan ttabel = 11,301>1,701.
Inovasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi melalui Blended Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Kritis Mahasiswa Sakaria Sakaria; Asis Nojeng
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21609

Abstract

Innovations in higher education learning systems that adapt to advances in digital technology are designed to encourage students to be more active in learning activities and to improve their critical thinking and problem-solving skills. Critical reading is a critical thinking skill that consists of mental processes such as analysis, synthesis, and evaluation. The blended learning model is an innovative approach to higher education that combines face-to-face learning with online learning. Through video conferencing and online discussion forums, students can interact with reading materials, share ideas, and clarify their understanding. This study aims to analyze the impact of implementing blended learning on improving students' critical reading skills in higher education. The results of the study indicate that the implementation of the blended learning model has an impact on improving students' critical reading skills. This is evidenced by the difference between the average initial and final critical reading skills of students. The blended learning model encourages students' independent engagement in learning outside the classroom, enabling them to be more active in analyzing, synthesizing, and evaluating reading texts.
PENGARUH MODEL SCAFFOLDING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI SISWA SMP Nur Salsabila; Kembong Daeng; Sakaria Sakaria
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i2.108555

Abstract

Siswa cenderung memandang proses pembelajaran menulis sebagai aktivitas yang sulit dan kurang menarik. Perasaan bosan dan kesulitan yang mereka rasakan tidak sepenuhnya berasal dari dalam diri siswa, melainkan juga dipengaruhi oleh kurang optimalnya kemampuan guru untuk menarik perhatian siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya menulis. Guru sebaiknya menerapkan pendekatan pengajaran menarik yang dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh penerapan model scaffolding berbantuan media gambar terhadap kemampuan menulis teks narasi siswa kelas VII UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif yang menerapkan model pre-eksperimental. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Populasi sebanyak 365 siswa, dipilih sampel yang terdiri atas 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks narasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil uji-t menunjukkan Asymp. Sig (2-tailed) 0,00 < 0,05, artinya penerapan model scaffolding berbantuan media gambar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis teks narasi siswa kelas VII UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Haliq, Abdul Abdul Rahman Adi Sutrisno Adrian Tawai Akmal Hamsa Amal Akbar Andi Annisa Tasrik Andi Fakhira Hasda Andi Palompai. A Anshari Anshari Anshari Anshari Anshari Anshari Anshari, Anshari Anti, Amri Anti, Amri Apriani Apriani Aprilianti Aprilianti Ariani, Hera Arini Junaeny Asdar Asdar Asia M Asia M Asia M Asia M Asia M Asia NFN Asis Nojeng Asis Nojeng Asis Nojeng Asri Ismail Aswati Asri Atiqah, Ramdani Azharina Azharina Azis Azis Baharman bahly Basri, Rahmaniar Cahyani, Regita Purnama Deni Indrawan Deni Indrawan Deni Indrawan Eka Sartika, Eka Eliza Junita Fahira Raihani Ananda S Faisal Faisal Fatihah, Nur fatur Rahman, fatur Fitriansal Gusti Putri Milenia Gusti Putri Milenia Hardina Hasbi, Nur Hasriani Hasriani Hasriani Hasriani, Hasriani Hasriawanda Ummy Haris Hera Ariani Idawati Idawati Idawati Iin Nur Yasinta Isra Deviyanti Jufri Jufri Jufri, Jufri Junaedi Wardana Karim, Deden Hidayati Kartika Kartika Kembong Daeng M, Asia Mardawati, Mardawati Marwah Al Mukarramah mattayang, alif nurqalbi Ma’ruf, Amir Muh. Bahly Basri Muh. Syukri Gaffar Muhammad Alba Muhammad Ilham Muhammad Rapi Muhammad Rapi Muhammad Rapi NFH, Alifya NFN Nursyamsi Nirdayanti Mustarih Nur Salsabila Nurfadillah Nurfadillah Nurfaizah, Nanni Nurfatimah Nurfatimah Nurhaedah Nurhaedah Nurhusna Nursyamsi Nursyamsi Nurul Asmaul Husnah R, Mantasia Rahmawati Ramly, Ramly Ratnawati Ratnawati Reza Reynaldi Rinandi, Rinandi Riska Riska Rizki Herdiani Rufi'i Ryan Rayhana Sofyan, Ryan Rayhana S.S., S.Pd., M.Pd., Dr. Sakaria, Salam Salam Salam Salam Sari R, Putri Shalihah, Mar’atus Sri Asrianti Abidin St Syamsudduha Sulfia Arianti Sultan Sultan Sultan Sultan Syariani, Syariani Syarif, St. Nuraisyah Tazkia Mayada Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Vivi Febriyanti Wahyudi Syahrir Yasdin, Yasdin Yunidia Yunidia Yunidia, Yunidia Yusri Yusri