p-Index From 2021 - 2026
10.646
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Lahan Suboptimal AL KAUNIYAH Jurnal Sains Dasar ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Journal of Aquatropica Asia International Journal of Applied Biology JURNAL ENGGANO Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology al-Afkar, Journal For Islamic Studies Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Biosel: Biologi Science and Education Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan GANEC SWARA Scripta Biologica AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Journal of Tropical Marine Science Jurnal Biogenerasi MARLIN : Marine and Fisheries Science Technology Journal Jurnal Perikanan Pantura Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) PUCUK REBUNG: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Miyang : Ronggolawe Fisheries and Marine Science Journal Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Aquaculture Indonesia Journal of Fish Health Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Jurnal Pengabdian West Science Teknovokasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kapas: Kumpulan Artikel Pengabdian Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Integratif: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Humanities and Social Studies Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Prawara Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BINI SIMPUR (DILENIA SP.), KEDEBIK (MELASTOMA SP.) DAN MENGKIRAI (TREMA ORIENTALIS) TERHADAP BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA TIARA PUSPA ANJANI; KHADIJAH KHADIJAH; DWI FEBRIANTI; ARDIANSYAH KURNIAWAN; EVA LESTARI; OLIVIA KHANATI; DONA LISTA; LINDIATIKA LINDIATIKA
GANEC SWARA Vol 17, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i3.547

Abstract

Bini simpur, kedebik, and mengkirai are plants that grow a lot on Bangka Island. This plant has benefits as herbal medicine. The novelty of this research is that the Bini Simpur, Kedebik and Kirai plants can be used to treat fish infected with Aeromonas hydrophila bacteria. This research method is to use disc diffusion. The results of the phytochemical screening test proved that the leaves of Bini Simpur, Kedebik and Kirai contain flavonoids, tannins and saponins. Kedebic plants can inhibit bacteria by 12.7 mm; bini simpur 11.55 mm; and approx 10.8 mm. Conclusion Bini Simpur, Kedebik, and Kirai leaf extracts have antibacterial activity against Aeromonas hydrophila.
Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Daging Ikan Cupang Alam (Betta Sp.) di Kolong Pascatambang Timah Sungai Selan, Bangka Tengah Putri Rohanti Zulfa; Putri Arinda; Yussa Putri; Ardiansyah Kurniawan
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v8i2.28434

Abstract

ABSTRAK Ikan cupang alam (Tepalak/Tempalak) juga tersebar luas di Kepulauan Bangka Belitung mengingat lokasinya dengan karakteristik perairan rawa gambut cukup tinggi. Ikan Cupang Alam mendiami habitat perairan rawa dengan pH yang cukup rendah (4-5), Cupang Alam hususnya di Sungai Selan, biasanya dijadikan sebagai ikan konsumsi, Peneliitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2022, pengambilan sampel ikan Tepalak bertempat di perairan terterelim pascatambang timah yang terdapat di Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Untuk pengujian kadar Pb pada sampel ikan dilakukan di Laboratorium di PT Global Quality Analitical, Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ni adalah metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dengan menggunakan sampel ikan Cupang Alam yang terdapat di lubang bekas galian tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung. Parameter uji dari program ini adalah menguji kadar Timbal (Pb) pada Ikan Cupang Alam seperti daging. Analisis data dari program ini disajikan dalam bentuk grafik yang disajikan secara kuantitatif, dan didapatkan hasil 0,4, 1,9, 1,7 mg/Kg dengan rata-rata 1.33 mg/Kg, standar deviasi kandungan Timbal pada ikan cupang alam 0,33. Hasil tersebut ternyata telah melebihi ambang batas yang ditetapkan pada SNI-7387:2009, sehingga berbahaya jika dikonsumsi, karena dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Timbal, Cupang Alam, Perairan Tertutup Pascatambang Timah
RESPON ORGANOLEPTIK CUMI-CUMI (Loligo sp) YANG DIRENDAM DENGAN MENTIMUN (Cucumis sativus) PADA DURASI DAN KONSENTRASI BERBEDA ayu oktari; Endang Bidayani; Denny Syaputra; Ardiansyah Kurniawan
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 1 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i1.4210

Abstract

Squid (Loligo sp) is one of the most essential fishery commodities and ranks third after fish and shrimp in commercial fisheries. The freshness of the squid is a very important factor and is closely related to its economic value. One of the actors in the marine commodity storage business at Rebo Beach, Bangka Regency uses Cucumbers to maintain the quality of Squid. Until now there has been no scientific research that proves that Cucumber can be used as a preservative for Squid. For this reason, it is necessary to research to examine the effect of using cucumber at different concentrations and soaking times on the organoleptic assessment of squid quality. This research was conducted in February 2020. The handling process for the Squid was carried out at the Squid shelter in Baturusa, Merawang District, Bangka Regency. In contrast, the organoleptic tests were carried out at the Aquaculture Laboratory of the University of Bangka Belitung. The research was conducted by experimental method. The research variables were differences in the concentration of grated Cucumber and differences in the length of soaking Squid. This study used RAL (Completely Randomized Design) Factorial pattern with 2 factors and 3 replications. Treatment factor by giving grated Cucumber and control or using ice cubes at different times and doses. The soaking times in this study were 24 hours and 48 hours with grated cucumber measurements of 50, 100, and 150 grams per 5 liters of water. Data analysis in this study used the Kruskarwalis test. Squid treated with grated cucumber had the same brightness level as ice cubes after 24 hours of soaking. Giving grated Cucumber does not affect the taste and texture of Squid to the level of people's preferences. Giving grated Cucumber as much as 150 g with 24 hours of soaking time can be accepted by consumers and can compete with Squid which is given ice cube treatment.
Aktifitas Selulolitik dan Patogenisitas Bacillus cereus_TSS4 dari Serasah Daun Mangrove Yustiana Dewi; Robin Robin; Eva Prasetiyono; Ardiansyah Kurniawan
Depik Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.1.12748

Abstract

Abstract. Leaf litter of mangrove has the potential for cellulolytic bacteria that are beneficial in aquaculture feed. Tin mining in Bangka Island impact for mangrove and allows for new strains of cellulolytic bacteria. Identification and safety evaluations are needed to knows the applied to aquaculture. This study aims to obtain and evaluate the potential impact on the aquaculture of cellulolytic bacteria from the Tukak Sadai mangrove, South Bangka.  The effects were shown on the survival and clinical symptoms of fish through pathogenicity testing of the selected bacteria. This research was done from March 2017 until March 2018. Leaf litter was a sample taken from mangroves and isolated using 1% Carboxymethyl Cellulosa (CMC) media. Qualitative test of cellulase enzyme activity uses congo red and bacterial identification to use biochemical characterization with Microbact TM. There were six cellulolytic bacterial isolates from the mangrove leaves of Tukak Sadai, South Bangka. TSS4 isolates had the highest cellulolytic index of 26.4 mm compared to other strains. Biochemical characterization of TSS4 isolates show similarities with Bacillus cereus. Pathogenicity test on Bacillus cereus_TSS4 isolates show that it was not pathogenic with normal fish conditions until the end of maintenance, fish survival reached 100%, and no damage to internal organs occurred.Keywords: Bacillus cereus,  mangrove leaf litter, pathogenicity, cellulolytic bacteriaAbstrak. Serasah daun mangrove memiliki potensi bakteri selulolitik yang bermanfaat pada pakan dalam akuakultur. Penambangan timah di Pulau Bangka berdampak pada hutan bakau dan memungkinkan strain bakteri selulolitik baru. Identifikasi dan evaluasi keamanan diperlukan untuk mengetahui penerapan pada budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengevaluasi dampak potensial pada akuakultur dari bakteri selulolitik hutan bakau Tukak Sadai, Bangka Selatan. Dampaknya   ditunjukkan  pada   kelangsungan   hidup   dan   gejala   klinis  ikan  melalui   pengujian patogenisitas dari bakteri yang dipilih. Penelitian ini dilakukan mulai Maret 2017 hingga Maret 2018. Serasah daun merupakan sampel yang diambil dari mangrove dan diisolasi menggunakan media Carboxymethyl Cellulosa (CMC) 1%. Uji kualitatif aktivitas enzim selulase menggunakan congo red dan identifikasi bakteri untuk menggunakan karakterisasi biokimia dengan MicrobactTM. Ada enam isolat bakteri selulolitik dari daun mangrove Tukak Sadai, Bangka Selatan. Isolat TSS4 memiliki indeks selulolitik tertinggi 26,4 mm dibandingkan dengan jenis lainnya. Karakterisasi biokimia isolat TSS4 menunjukkan kesamaan dengan Bacillus cereus. Uji patogenisitas pada isolat Bacillus cereus_TSS4 menunjukkan bahwa tidak patogen dengan kondisi ikan normal sampai akhir pemeliharaan, kelangsungan hidup ikan mencapai 100%, dan tidak terjadi kerusakan pada organ internal.Kata kunci: Bacillus cereus, serasah daun mangrove, patogenisitas, bakteri selulolitik
APLIKASI KOLAM BUNDAR DAN BIOFLOK PADA PEMBESARAN IKAN LELE DI KELOMPOK REMAJA MASJID PARITPADANG, SUNGAILIAT, BANGKA Ardiansyah Kurniawan; Euis Asriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i2.156

Abstract

Permasalahan umum pada budidaya ikan lele yang juga terjadi pada kelompok pembudidaya ikan di Sungailiat, kabupaten Bangka adalah penekanan biaya produksi dan peningkatan produktifitas. Penekanan biaya produksi dapat meningkatkan pendapatan atau keuntungan dimana harga ikan lele telah terstandart oleh pasar dan memiliki fluktuasi yang rendah sehingga potensi peningkatan pendapatan pada pengelolaan biaya produksi. Penekanan jumlah kematian, pencegahan penyakit, dan percepatan pertumbuhan dapat memberikan pendapatan yang lebih baik bagi pengusaha budidaya ikan. Remaja masjid di Parit Padang, Bangka telahmerintis usaha bersama dalam pembesaran ikan Lele dan bekerjasama sebagai mitra dalam penerapan teknologi kolam bundar dan bioflok. Teknologi kolam bundar dan pemanfaatan bakteri probiotik dalam teknologi bioflok memiliki potensi membantu penyelesaian masalah dengan produktifitas yang tinggi. Kolam bundar dan bioflok meningkatkan kepadatan tebar, menyediakan pakan alami berupa flok, membantu pencernakan ikan dan mempertahankan kualitas air dengan perombakan unsur organik dalam kolam yang berpotensi meningkatkan kadar amonia dalam media budidaya. Penerapan teknologi dilaksanakan secara bersama antara tim UniversitasBangka Belitung dengan kelompok pembudidaya ikan mitra dengan metode demplot melalui tahap penyamaan visi dan teknis program, pembuatan kolam, persiapan bioflok, penebaran benih, pemeliharaan ikan dan monitoring serta evaluasi. Aplikasi teknologi kolam bundar dan bioflok terlaksana dengan kerjasama yang baik dan memberikan pengalaman berbeda dengan teknologi yang telah digunakan sebelumnya dalam pembesaran ikan lele. Penerapan teknologi bioflok meminimalkan pergantian air, proses grading dan dapat diaplikasikan dengan mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas untuk kepadatan yang tinggi.
Identification of Phytoplankton at Ephemeral Pond with Acidic pH in Bangka Regency Andri Kurniawan; Ardiansyah Kurniawan; Robin Robin
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.28608

Abstract

 AbstractEphemeral waters, the temporary aquatic environment become an interesting habitat to explore extremophile organism, include phytoplankton. Furthermore, the waters have an acidic condition or low pH that impact to metabolisms, community structure, and diversity of phytoplankton. This study was conducted on June until August 2022 in Bangka Regency, Bangka Belitung Archipelago Province, Indonesia. We analyzed the phytoplankton presence at acidic ephemeral waters to indicated their potential as primary producer in food web, bioindicator, and ecological succession agent. This study was conducted by exploration method of phytoplankton diversity. The research observed and found five class and twelve genera that consist of class Chlorophyceae (genera Enteromorpha, Ankistrodesmus, Prasiola, Pleurococcus, and Coleochaete), class Rhodophyceae (genera Lemanea), class Diatoms (genera Diatoma, Synedra, and Navicula), class Xanthophyceae (genera Ophiocytium), and class Cyanobacteria (genera Oscillatoria and Anabaena). The class Chlorophyceae, genera Enteromorpha were the highest community at the both of acidic waters and they could survive at pH 3.52 + 0.5 to 3.71 + 0.8.AbstrakPerairan ephemeral, lingkungan perairan musiman menjadi suatu habitat yang menarik untuk mengeksplorasi organisme ekstremofil, termasuk fitoplankton. Lebih jauh lagi, perairan tersebut memiliki kondisi asam atau pH rendah yang berdampak pada metabolisme, struktur komunitas, dan diversitas fitoplankton. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2022 di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Kami menganalisis keberadaan fitoplankton di perairan ephemeral asam untuk mengindikasikan potensi fitoplankton sebagai produsen utama, bioindikator dan agen suksesi lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksplorasi diversitas fitoplankton. Penelitian ini mengobservasi dan menemukan lima kelas dan dua belas genus yang terdiri atas kelas Chlorophyceae (genus Enteromorpha, Ankistrodesmus, Prasiola, Pleurococcus, dan Coleochaete), kelas Rhodophyceae (genus Lemanea), kelas Diatoms (genus Diatoma, Synedra, dan Navicula), kelas Xanthophyceae (genus Ophiocytium), dan kelas Cyanobacteria (genus Oscillatoria dan Anabaena). Kelas Chlorophyceae, genus Enteromorpha adalah komunitas tertinggi pada kedua perairan asam dan mampu bertahan pada pH 3.52 + 0.5 to 3.71 + 0.8.
Model Budidaya Kepiting Soka Skala Rumah Tangga Sistem Apartemen Sebagai Sarana Edukasi Masyarakat Pulau Bangka Ardiansyah Kurniawan; Muhammad Haikal; Nur Rahmadina; Sonia Berliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/jurnalpengabdianmasyarakatdaninovasi.v2i1.1199

Abstract

Mangrove crab is one of the important and potential economic commodities on Bangka Island. One of the products is soka crab. Opportunities and prospects for soft crab cultivation have led to the emergence of aquaculture ponds. Cultivation of this horizontal system requires high costs and is less applicable for household scale. Bangka Belitung University students build a fish farming business unit with a vertical apartment system. The apartment uses plastic boxes arranged vertically equipped with water re-circulation. The duration of crabs reached molting at 27 -30 days rearing with 100% survival. In addition to being a student entrepreneurship lesson, this business unit is an educational model for the people of Bangka Island. The local government also sent envoys to study the production of this soft crab. This business provides opportunities for new entrepreneurs from the academic community on campus, becomes the choice of the local government to move the regional economy, as well as an option for the people of Bangka who are trying to escape from dependence on tin mining
PROXIMATE ANALYSIS OF “KERAPING MALITA” FISH AMPIANG WHICH IS SUBSTITUTED WITH CATFISH Augusta Pratama; Ardiansyah kurniawan; Liza Febrilia; Mar Tiana
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 2 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i2.4581

Abstract

Ampiang ikan merupakan produk kerupuk khas Pulau Bangka. Umumnya ampiang diproduksi dengan bahan baku ikan laut, sementara terdapat Ikan Lele yang lebih stabil ketersediaan dan harganya. Produk ampiang “Keraping Malita” dengan substitusi Ikan Lele menggantikan ikan laut telah diproduksi dan mendapatkan respon positif dari konsumen. Namun masih banyak masyarakat yang sangsi dengan nutrisinya sehingga perlu dilakukan kajian terkait proksimatnya. Ampiang “Keraping Malita” memiliki nilai proksimat dengan protein sebesar 13,44%, lemak 49,22%, kadar air 3,16%, dan abu 3,30%. Protein, air dan serat telah memenuhi standar SNI 01-2713-1999. Kadar lemak terlalu tinggi akibat belum optimalnya penirisan setelah penggorengan. Kadar abu lebih tinggi karena terikutnya tulang ikan dalam proses pembuatan ampiang. Perlu perbaikan proses produksi terutama pada penggunaan peniris minyak mekanis. Kata Kunci: ampiang, protein, nutrisi, Ikan Lele
Aktifitas Selulolitik dan Patogenisitas Bacillus cereus_TSS4 dari Serasah Daun Mangrove Yustiana Dewi; Robin Robin; Eva Prasetiyono; Ardiansyah Kurniawan
Depik Vol 9, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.1.12748

Abstract

Abstract. Leaf litter of mangrove has the potential for cellulolytic bacteria that are beneficial in aquaculture feed. Tin mining in Bangka Island impact for mangrove and allows for new strains of cellulolytic bacteria. Identification and safety evaluations are needed to knows the applied to aquaculture. This study aims to obtain and evaluate the potential impact on the aquaculture of cellulolytic bacteria from the Tukak Sadai mangrove, South Bangka.  The effects were shown on the survival and clinical symptoms of fish through pathogenicity testing of the selected bacteria. This research was done from March 2017 until March 2018. Leaf litter was a sample taken from mangroves and isolated using 1% Carboxymethyl Cellulosa (CMC) media. Qualitative test of cellulase enzyme activity uses congo red and bacterial identification to use biochemical characterization with Microbact TM. There were six cellulolytic bacterial isolates from the mangrove leaves of Tukak Sadai, South Bangka. TSS4 isolates had the highest cellulolytic index of 26.4 mm compared to other strains. Biochemical characterization of TSS4 isolates show similarities with Bacillus cereus. Pathogenicity test on Bacillus cereus_TSS4 isolates show that it was not pathogenic with normal fish conditions until the end of maintenance, fish survival reached 100%, and no damage to internal organs occurred.Keywords: Bacillus cereus,  mangrove leaf litter, pathogenicity, cellulolytic bacteriaAbstrak. Serasah daun mangrove memiliki potensi bakteri selulolitik yang bermanfaat pada pakan dalam akuakultur. Penambangan timah di Pulau Bangka berdampak pada hutan bakau dan memungkinkan strain bakteri selulolitik baru. Identifikasi dan evaluasi keamanan diperlukan untuk mengetahui penerapan pada budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengevaluasi dampak potensial pada akuakultur dari bakteri selulolitik hutan bakau Tukak Sadai, Bangka Selatan. Dampaknya   ditunjukkan  pada   kelangsungan   hidup   dan   gejala   klinis  ikan  melalui   pengujian patogenisitas dari bakteri yang dipilih. Penelitian ini dilakukan mulai Maret 2017 hingga Maret 2018. Serasah daun merupakan sampel yang diambil dari mangrove dan diisolasi menggunakan media Carboxymethyl Cellulosa (CMC) 1%. Uji kualitatif aktivitas enzim selulase menggunakan congo red dan identifikasi bakteri untuk menggunakan karakterisasi biokimia dengan MicrobactTM. Ada enam isolat bakteri selulolitik dari daun mangrove Tukak Sadai, Bangka Selatan. Isolat TSS4 memiliki indeks selulolitik tertinggi 26,4 mm dibandingkan dengan jenis lainnya. Karakterisasi biokimia isolat TSS4 menunjukkan kesamaan dengan Bacillus cereus. Uji patogenisitas pada isolat Bacillus cereus_TSS4 menunjukkan bahwa tidak patogen dengan kondisi ikan normal sampai akhir pemeliharaan, kelangsungan hidup ikan mencapai 100%, dan tidak terjadi kerusakan pada organ internal.Kata kunci: Bacillus cereus, serasah daun mangrove, patogenisitas, bakteri selulolitik
Implementasi Teknologi Produksi dan Kemasan pada Usaha Kemplang Ikan di Pulau Panjang, Bangka Selatan Ardiansyah Kurniawan; Tiara Puspa Anjani; Denny Saputra; Zindi Sapeti Sari; Andika Saputra; Uswatun Khasana; Zeli Zuyadi; Inas Razzaqu Alam; Noviar Kandiaz; Eva Lestari
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i3.1368

Abstract

Panjang Island, one of the islands in the Bangka Belitung Archipelago Province, has a significant capture fishery potential. The fishermen's wives manage by-products from fish catches as raw materials for fish kemplang production. However, the development of the kemplang fish business has not been optimal with various obstacles. University of Bangka Belitung team is trying to help kemplang processors on Panjang Island improve the production and packaging. Empowerment is carried out through socialization and training. Socialization was carried out to convey good manufacturing practice (GMP) and sanitation in kemplang production, while training was conducted on the use of cutting tools and packaging of kemplang products. The kemplang cutter can adjust the thickness and uniformity of the kemplang slices. Standing pouch packaging and using a sealer can increase the quality of kemplang's shelf life and provide an attractive appearance. Implementing production and packaging technology can be accepted by business actors making fish kemplang on Panjang Island.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abd. Rasyid Syamsuri Abu Bakar Sambah Abu Bakar Sambah Achmad Basorudin Ade Zaenul Mutaqin Adianto, Wisnu Agus Budi Santoso Agus Budi Santoso Ahmad Aji A Kurniawan Ahmad Aji A Kurniawan Ahmad F. Syarif Ahmad Fahrul Syarif Ajang Ramdani Aji A Kurniawan, Ahmad Akbar Ridhanie, AL Aldin Maulana Ali Iqbal, Ramadhan Aliakbar, Muhammad Almagribi, Siti P N I K Almagribi, Siti PNIK Alrozi, Prastowo Yusuf Alya Maisan Safitri Andi Kurniawan Andi Kurniawan Andika Kurniawan Andika Saputra Andika Saputra ANDIKA SAPUTRA Andini, Anisah Meiga ANDRI KURNIAWAN Anggara, Heru Anggi Anggi, Anggi Anjani, Tiara P Anjani, Tiara P. Anjani, Tiara Puspa Anjelita Pasaribu, Tania Aprilia Aprilia, Aprilia Aprillysa M. Putri Apriyani, Rina Apriyanti, Rina Arezki, Tio Artin Indrayati Arya Damanta, Virlian Asep A. Prihanto Asep Awaludin Prihanto Augusta Pratama Augusta Pratama Aulya, Augien Devina ayu oktari Ayu Permata Sari Ayu Permata Sari Ayu Permatasari Ayu Permatasari Ayu Safitri Bebbi Lestari Berliani, Sonia DAMAYANTI, SILVI M Damayanti, Tiara Dara Novera Jumita Dasa Yuli Pramono Denny Saputra Denny Syaputra Destra Ramadhanu Dewa Gede Raka Wiadnya, Dewa Gede Diah Mustikasari Dian Fitri K DONA LISTA Donalista, Donalista Dwi Febrianti DWI FEBRIANTI Dwi Febrianti Dwi Febrianti, Dwi Dzaki Ramadhan Edian Taufansyah Eka Nurcahyono Eka NURCAHYONO Emia Pepayocha Endang Bidayani Erlan Widinata Ester Paulina Kristin Euis Asriani Euis Asriani Euis Asriani Euis Asriani Euis Asriani EVA LESTARI Eva Lestari Eva Lestari Eva Prasetiyono Febi Kurniawati Febi KURNIAWATI Febrilia, Liza Fenny Widyanthi Fitri K, Dian Gunawan Gunawan Gunawan Hafidz, Agus Miftahudin Hari Fitriyanto Hariati, Anik Martinah Hasna Muharomah, Annisa Hernandez Kendrick Vautrin Heru Anggara Heru Anggara Heru Ramdani HUTABARAT, NAOMI Ichsan, Muhamad Inas R Alam Inas Razzaqu Alam Indrayati, Artin Ipung Hidayat Iqbal, Ramadhan Ali Ira Triswiyana Ira Triswiyana Ira Triswiyana Ira Triswiyana Ira Triswiyana Ira Triswiyana Ira Triswiyana Ira Triswiyana Jeny Setiawan Jeny Setiawan Jojo Subagja Juandi Juandi K, Dian Fitri Kanaah, Akhlakul Kandiza, Noviar Kartika Kartika Khadijah Khadijah KHADIJAH KHADIJAH Khanati, Olivia Khoirul Muslih Khoirul Muslih Kholishah, Nur Afifah Kiki Arizona Kiki Arizona KRISTIN, ESTER P Kuniawan, Andri Kurniawati, Febi Laras Maharani Lestari , Eva Lestari, Bebbi Lia R Ayu Lili Liana Lindiatika LINDIATIKA LINDIATIKA Lindiatika, Lindiatika Lista, Dona Liza Febrilia Liza Janatul Khulud M.A. Hari Fitriyanto Mahendra, Nadhiva Mahrus Ali Manik, Cici Priya Mar Tiana Mardani, Dede Aji Martiana Martiana, Martiana Muhammad Ali Akbar, Muhammad Ali Muhammad Fakhri Muhammad Fakhry Muhammad Fiky Muhammad Haikal Muhammad Haikal Muhammad I. Nurfaizi Muharoma, Annisa Hasna Muntoro, Muntoro Mustobi Prananda Mustobi Prananda Neri Rizkika Neri Rizkika Neri Rizkika Noviar Kandiaz Noviar Kandiaz Nugroho, Teguh Willy Nuning Mahmudah Noor Nur Rahmadina Nur Rahmadina Nurcahyono, Eka oktari, ayu Olivia Khanati OLIVIA KHANATI Olivia KHANATI PASARIBU, TANIA A Permatasari, Sheny Pramono, Dasa Yuli Prananda, Mustobi Prastowo Yusuf Alrozi Pratama, Augusta Pratama, Eko Pratama, Ricky Hadi Priya Manik, Cici Purnama, Fajri Puspa Anjani, Tiara Putri Anggita Putri Arinda Putri Putri Putri Putri, Putri Putri Rohanti Zulfa Putri, Yussa Putri, Zakia A Ramadhan A. Iqbal Ramadhan, Dzaki reza Reza, Reza Riko Rina APRIYANTI Rina Apriyanti Rina Apriyanti Riswandi, Agung Robin Robin Robin Robin Robin Robin, Robin Ryand Daddy Setyawan S, Merin Safitri, Alya M Sandika Wahyudi Sandika Wahyudi Saputra, Farhan Afif Saputra, Septiyahadi Sartili Sartili Selvi Csintia Setiadi, Jhodi Silaen, Johannes OH Silvia Maryuni Damayanti Siti Puan NIK Almaghribi Soleha Soleha Sonia Berliani Sonia Berliani Subriyono Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspitasari Sujaka, Sujaka Syaputra, Denny Syarif, Ahmad F Tampubolon, Alexandria Christie Tanisya Apindri Tiara Elgifienda Tiara P Anjani TIARA PUSPA ANJANI Tiara Puspa Anjani Tiara Puspa Anjani Tiara Puspa Anjani Tio Arezki Triswiyana, Ira Triswiyana, Ira Ufi Ayu Wulandari Ulfa Dwinda Icas Uswatun uswatun khasana Uswatun Khasana Uswatun Khasana, uswatun khasana Valina, Rahmi Varandry R, Reisza Vautrin, Hernandez Kendrick Vautrin, Hernandez Kendrik Vega Lestari Verry Andre Fabiani Virlian Wati, Mailida Wijaya, Imam Wijayanti, Amalia Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi Yulian Fakhrurrozi, Yulian Yussa Putri yussa yussa Yussa, Yussa Yustiana Dewi Zeli Zuyadi Zeli Zuyadi Zindi S Sari Zindi Sapeti Sari