p-Index From 2021 - 2026
14.355
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Unes Law Review Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Jurnal Hukum Positum Jurnal Yustitia SIGn Jurnal Hukum Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences LEGAL BRIEF NOMOI Law Review Jurnal Hukum Lex Generalis Buletin Konstitusi Law_Jurnal Jurnal Ekonomi Indonesian Journal of International Law Journal Equity of Law and Governance Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Bulletin of Community Engagement Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Proceeding International Seminar of Islamic Studies International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Suloh : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Locus Journal of Academic Literature Review JURNAL JUSTIQA Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology (IHERT) QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Riwayat: Educational Journal of History and Humanities MILRev: Metro Islamic Law Review Socius: Social Sciences Research Journal Law and Economics Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Journal of Law & Policy Review Jurnal Media Akademik (JMA) Acta Law Journal Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga INSPIRING LAW JOURNAL Jurnal Intelek Insan Cendikia Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences ULJLS
Claim Missing Document
Check
Articles

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SERTIFIKAT TANAH BERBASIS ELEKTRONIK (Studi pada Kantor Pertanahan Kota Medan) Tarigan, Christina Margaretha br; Purba, Hasim; Siregar, Mahmul
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4307

Abstract

Abstract: The electronic certificate program still has loopholes for abuse of authority by the government, especially for the general public who do not understand electronic certificates and also the electronic certificate program. Electronic certificates do not fulfill one of the objectives of the law, namely justice, because there are still many areas that have limited internet access. The legal basis for regulating the issuance of electronic-based certificates as the basis for proof of ownership of land rights is regulated in the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 3 of 2023 concerning the Issuance of Electronic Documents in Land Registration Activities which regulates electronic systems, electronic documents, data, databases and electronic signatures. Legal protection for holders of electronic-based land certificates in Medan City in terms of proving electronic land certificates is not a problem because electronic land certificates.Keyword: Legal Protection, Certificates, ElectronicAbstrak: Program sertifikat elektronik masih saja memiliki celah penyalahgunaan kewenangan oleh pemerintah khususnya bagi masyarakat awam yang belum memahami tentang sertifikat elektronik dan juga program sertifikat elektronik. Sertifikat elektronik tidak memenuhi salah satu tujuan hukum yakni keadilan dikarenakan masih banyak daerah yang memiliki akses internet yang terbatas. Dasar hukum pengaturan penerbitan sertifikat berbasis elektronik sebagai dasar atas bukti kepemilikan hak atas tanah diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Penerbitan Dokumen Elektronik Dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah yang mengatur mengenai sistem elektronik, dokumen elektronik, data, pangkalan data dan tanda tangan elektronik. Perlindungan hukum terhadap pemegang sertifikat tanah berbasis elektronik di Kota Medan dari segi pembuktian sertifikat tanah elektronik tidak menjadi masalah karena sertifikat tanah elektronik.Kata kunci: Perlindungan Hukum, Sertifikat, Elektronik
ANALISIS HUKUM PEMBERIAN HAK ASUH ANAK DI BAWAH UMUR KEPADA AYAH PECANDU NARKOTIKA Ardilia, Novi Rizki; Purba, Hasim; Sembiring, Rosnidar
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.672

Abstract

Pengasuhan anak di bawah umur (hadhanah) yang merupakan salah satu akibat dalam perceraian dalam Pasal 105 KHI menyatakan bahwa pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau yang belum berusia 12 (duabelas) tahun adalah hak ibu kandung. Adapun permasalahan penelitian ini yaitu: Bagaimana konsep pemberian hak asuh dalam perspektif Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Kompilasi Hukum Islam? Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memberikan hak asuh anak yang masih di bawah umur kepada ayah pecandu narkotika pada Putusan No. 1039/Pdt.G/2023/PA. Lpk Jo Putusan Nomor 89/Pdt.G/2023/PTA.Mdn Jo Putusan Mahkamah Agung No. 103K/Ag/2024)? dan bagaimana implikasi dari putusan hakim yang memberikan hak asuh anak di bawah umur kepada ayah pecandu narkotika? Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa konsep pemberian hak asuh dalam perspektif Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak fokus utamanya adalah terletak pada perlindungan hukum anak, sedangkan konsep pemberian hak asuh dalam perspektif KHI mengatur secara rinci tentang kekuasaan orang tua terhadap anak. Pertimbangan hukum hakim dalam memberikan hak asuh anak yang masih di bawah umur kepada ayah pecandu narkotika pada Putusan No. 1039/Pdt.G/2023/PA. Lpk didasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh Tergugat dan keterangan saksi dari Tergugat yang menyatakan bahwa Penggugat seorang ibu yang bekerja dan sering bepergian keluar kota. Pertimbangan hukum hakim tersebut didasarkan juga kepada Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 110K/AG/2007. Majelis hakim di tingkat banding berpendapat pertimbangan di tingkat pertama telah menyimpangi ketentuan normatif Pasal 105 huruf a KHI. Pada Putusan Mahkamah Agung No. 103K/Ag/2024, majelis hakim menolak Kasasi yang diajukan oleh Tergugat, dengan pertimbangan bahwa putusan majelis hakim dalam tingkat banding tidak bertentangan dengan hukum.
Perlindungan Hukum melalui Itsbat Nikah pada Poligami Siri: Tinjauan atas Putusan PA No. 43/Pdt.G/2021/PA.Batg Muchlis, Muhammad; Purba, Hasim; Barus, Utary Maharany
JOM Vol 6 No 3 (2025): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, September
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/

Abstract

A valid marriage under Article 2 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 is one conducted in accordance with religious law, provided it does not contradict the Marriage Law. However, in practice, unregistered marriages, including polygamous ones, still occur and generate significant legal consequences, particularly in divorce cases. This study aims to examine the validity of itsbat nikah (marriage validation) for unregistered polygamous marriages within Indonesia’s positive law, to analyze its position as a form of legal protection for wives in divorce proceedings, and to evaluate judicial considerations in Religious Court Decision Number 43/Pdt.G/2021/PA.Batg. Using a normative juridical approach, supported by literature review and case analysis, this research finds that the rejection of itsbat nikah in this case was legally flawed. The absence of valid evidence of the husband’s first marriage led to the neglect of the wife’s rights. Article 71 of the Compilation of Islamic Law (KHI) clearly states that itsbat nikah is designed to acknowledge marriages valid under religion, even when unregistered, rather than to legitimize unlawful polygamy. These findings highlight the need for more consistent judicial interpretation to ensure the protection of women’s rights in unregistered polygamous marriages.
Pembatalan Akta Hibah Akibat Pelanggaran Hak Mutlak Ahli Waris Legitimaris : (Putusan Mahkamah Agung Nomor 2954K/PDT/2017) Sebayang, Nurhalimah Br; Purba, Hasim; T. Keizerina Devi A.
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze, (1) legal protection of the absolute rights of legitimate heirs in cases of gifts that violate the legitime portie; (2) legal consequences related to the cancellation of the gift deed due to violation of the absolute rights of the legitimate heirs; (3) as well as analyzing the judge's legal considerations in canceling the gift deed due to a violation of the absolute rights of the legitimate heir. The legal theories used are the theory of legal protection, legal consequences and judge's consideration. The research method used is normative juridical. The primary source of material comes from statutory regulations relating to grants, namely the KUHPerdata and Putusan Mahkamah Agung No. 2954K/Pdt/2017, while secondary data comes from books, magazines, scientific journals, articles, free articles from the internet and newspaper. The results of this research are (1) regarding the grant deed in the aquo case, the author found that there were several conditions that were not fulfilled in granting the grant, making the status of the grant deed considered legally defective and therefore null and void; (2) Because the deed of gift is null and void and causes harm to the subjective rights of other heirs, the judge's decision regarding land that cannot be divided is based on legitiieme portie to be auctioned.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI UNIT APARTEMEN YANG HAK DAN KEWAJIBANNYA TIDAK DITUANGKAN DALAM AKTA NOTARIS : (Studi Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 323 K/Pdt/2021) Miranti, Indah; Purba, Hasim; Leviza, Jelly; Tony, Tony
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 9 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan jual-beli apartemen ini dilakukan dengan cara memesan atau indent terlebih dahulu yang kemudian dituangkan dalam bentuk perikatan pendahuluan atau perikatan jual beli yang lebih dikenal dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli sebagai pedoman untuk mengamankan kepentingan para pihak. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah bagaimana  perlindungan hukum terhadap pembeli yang hak dan kewajibannya tidak diikat dalam akta pengikatan perjanjian jual beli dihadapan notaris, bagaimana  perjanjian jual beli unit apartemen yang tidak dituangkan dalam akta pengikatan perjanjian jual beli dihadapan notaris, bagaimana penyelesaian sengketa antara pembeli dan developer dalam transaksi jual beli unit apartemen pada putusan Mahkamah Agung RI No 323/Pdt/2021. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian hukum, yaitu yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan suatu keadaan atau gejala atau untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain. Teknik pengumpulan data digunakan adalah studi dokumen. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap pembeli yang hak dan kewajibannya tidak diikat dalam akta pengikatan perjanjian jual beli dihadapan notaris adalah perlindungan hukum dalam bentuk preventif. Perjanjian tersebut dapat dijadikan suatu bentuk perlindungan hukum karena dapat menjadi suatu alat bukti dengan kekuatan pembuktian yang lemah. Perjanjian jual beli unit apartemen yang tidak dituangkan dalam akta pengikatan perjanjian jual beli dihadapan notaris mengakibatkan ketidak pastian bagi pengembang maupun pembeli.  Kekuatan hukumnya terbatas dibandingkan dengan akta otentik atau akta yang dibuat oleh notaris. Penyelesaian hukum terhadap sengketa dalam transaksi jual beli unit apartemen dalam putusan Mahkamah Agung RI Nomor 323 K/Pdt/2021 adalah berupa penggantian biaya rugi dan bunga seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun dan penulis setuju dengan putusan hakim sebab perjanjian jual beli apartemen yang tidak dibuat dalam akta notaris yaitu perjanjian pemesanan sebagai wadah hukum bagi para pihak dalam melakukan hubungan hukum pengikatan jual beli berlaku mengikat bagi para pihak sehingga keterlambatan pengembang menyerahkan unit apartemen merupakan perbuatan wanprestasi.
Pertimbangan Hukum Hak Asuh Anak di Bawah Umur bagi Ayah Pecandu Narkotika: Analisis Putusan No. 1039/Pdt.G/2023/PA.Lpk Jo No. 89/Pdt.G/2023/PTA.Mdn Jo No. 103K/Ag/2024 Rizki Ardilia, Novi; Purba, Hasim; Sembiring, Rosnidar
JOM Vol 6 No 3 (2025): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, September
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v6i3.8166

Abstract

This study aims to analyze the judges’ legal considerations in granting child custody to a father who is a drug addict, as reflected in Decision No. 1039/Pdt.G/2023/PA.Lpk Jo No. 89/Pdt.G/2023/PTA.Mdn Jo No. 103K/Ag/2024. Using a normative juridical method with statutory and case approaches, the research focuses on examining the conformity between the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law No. 35 of 2014 on Child Protection in relation to judicial reasoning in hadhanah (child custody) cases. The findings reveal that the Child Protection Law emphasizes legal safeguards for children, while the KHI provides detailed provisions on parental rights and responsibilities in child care. At the first level, the court granted custody to the father based on the mother’s busy work schedule, referring to Supreme Court Jurisprudence No. 110K/AG/2007. However, the appellate court ruled that such reasoning contradicted Article 105(a) of the KHI, which clearly stipulates that custody of children who are not yet mumayyiz belongs to the mother. The Supreme Court subsequently rejected the cassation appeal, affirming that the appellate decision was consistent with the law. This study underscores the importance of upholding the principle of the best interest of the child as the primary consideration in all custody determinations.
Legal Consequences of a Sale and Purchase Deed Declared Void Due to an Unlawful Act (Decision Study Number: 2811 K/Pdt/2019) Lumban Tobing, Ruth Yiska; Purba, Hasim; Siregar, Mahmul
LEGAL BRIEF Vol. 13 No. 5 (2024): December: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v13i5.1168

Abstract

This study examines the legal issues regarding the sale of collateral objects that are not bound by a deed of debt recognition, where in Decision No. 2811 K/Pdt/2019 there is a deed of sale and purchase issued as a guarantee of the return of rights. Through the normative legal research method, it was found that the sale of collateral objects based on a power of attorney to sell when the credit is in default is only valid if the debtor is proven to be in default and there is an agreement of the parties in accordance with Article 20 paragraphs (2) and (3) of the UUHT, while the power of attorney to sell made when the credit is binding is invalid because it is contrary to Law No. 4 of 1996 concerning Mortgage Rights and results in the cancellation of the power of attorney by law
Validity of Deed of Gift That Eliminates Heirs' Rights (Study of Sidoarjo Religious Court Decision No. 3937/Pdt.G/2021/PA.Sda Dated May 18, 2022 Ritonga, Arifin Syahputra; Purba, Hasim; Barus, Utary Maharany
LEGAL BRIEF Vol. 13 No. 5 (2024): December: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v13i5.1169

Abstract

This study analyzes the validity of a deed of gift that eliminates the rights of heirs through a study of the Sidoarjo Religious Court Decision No. 3937/Pdt.G/2021/PA.Sda dated May 18, 2022. Using a normative legal research method with an analytical descriptive approach, this study examines three main problems: the position of the deed of gift in relation to the cancellation of the deed due to the loss of heirs' rights, legal protection for the recipient of the gift, and a legal analysis of the Sidoarjo Religious Court Decision No. 3937/Pdt.G/2021/PA.Sda. The results of the study indicate that a deed of gift that eliminates the rights of heirs does not have binding legal force and can be canceled through the Religious Court, legal protection for the recipient of the gift only applies if it does not exceed 1/3 of the assets or obtains the consent of the heirs, and the court decision in this case is considered inappropriate because it cancels 3/4 of the gift even though the recipient of the gift should still be entitled to 1/3 of the part according to the provisions of the Compilation of Islamic Law.
Pendaftaran Tanah Karena Pewarisan yang tidak Memasukkan Keseluruhan Ahli Waris pada Sertifikat Hak Atas Tanah (Studi Putusan Negeri Sorong No. 77/Pdt.G/2017/PN.Son) Siregar, Mutia Sari; Kamello, Tan; Purba, Hasim
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 3 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i3.3614

Abstract

Pendaftaran tanah karena pewarisan dilaksanakan untuk menjamin kepastian hukum yang diadakan oleh pemerintah di seluruh wilayah Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2021 terkait permohonan pendaftaran peralihan hak atas tanah dengan mewajibkan ahli waris atau kuasanya dengan melampirkan surat tanda bukti sebagai ahli waris. Kasus yang terjadi adalah Maria Mustiah Siauta Daeng selaku Tergugat meningkatkan sertifikat Hak Guna Bangunan menjadi sertifikat Hak Milik secara sepihak dan tidak memasukkan keseluruhan ahli waris pada permohonan pendaftaran peralihan hak atas tanah melalui Surat Keterangan Ahli Waris kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif empiris dengan menggunakan data primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan melalui studi pustaka dan penelitian lapangan dengan metode wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses peningkatan sertifikat tersebut merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang merugikan para ahli waris dan bertentangan dengan Pasal 34 ayat (8) dan Pasal 36 (3) Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan. Keabsahan dan penerbitan Sertifikat Hak Milik Nomor 200 Tahun 2009 dinyatakan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat karena ahli waris lain masih dalam keadaan hidup dan tanah sebagai objek waris tersebut masih utuh atau belum terbagikan oleh para ahli waris lain.
Analisis Yuridis Sengketa Merek Ikea Produk Perabotan dan Peralatan Rumah Tangga Antara Inter Ikea System B.V. dan PT. Ratania Khatulistiwa (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 264K/Pdt.Sus-HKI/2015 Antara Inter Ikea System B.V. dan PT. Ratania Khatulistiwa) Glory, Ivania; Saidin, Saidin; Purba, Hasim
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 3 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i3.3615

Abstract

Merek memegang peran besar dalam mengidentifikasi asal usul barang atau jasa, dimana sengketa merek sering terjadi karena reputasi merek yang memiliki nilai filosofis tinggi sebagai jaminan kualitas barang. Penelitian hukum yuridis normatif yang bersifat deskriptif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), dengan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumenter untuk dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKEA Swedia sebagai merek terkenal yang telah terdaftar di Indonesia belum mendapatkan perlindungan hukum yang memadai berdasarkan UU No. 15 Tahun 2001 maupun UU No. 20 Tahun 2016, sehingga dalam perkara No. 264K/Pdt.Sus-HKI/2015 atas gugatan IKEA Surabaya, IKEA Swedia kehilangan merek dagangnya karena hakim tidak mempertimbangkan prinsip first to file, asas itikad dan nilai filosofis dalam pendaftaran merek.
Co-Authors Abd. Rahim Lubis Adam, Putri Maulia Ade Irawan Damanik Aflah Aflah, Aflah Agus Yudha Hernoko Agusmidah Agusmidah Agustining Agustining Agustining Agustining, Agustining Alberto Sitanggang Amalia, Tasya Angga, Suheri Antary, Cut Rizki Aprilyana S., Idha Ardilia, Novi Rizki Ariza, Mega Atisya Septika Yoja Azwar, Tengku Keizerina Devi Azzumar Azza Akbar Balqis Davya Guci, Samira Bertha Milionita S Bridail, Bridail Burhan Sidabariba Chindy, Cathryn Aurora Christiany Purba, Ennyta Damanik, Sari Maisyarah Daulay, Rizky Ayunisa Dedi Harianto Devi Anwar, Tengku Keizerina Devi Azwar, T. Keizerina Dinarta Gundari Dyssa Novita Edy Ikhsan Edy Ikhsan Edy Syah Putra Surbakti Effendy, Dicky Elsa Aprilia Rambe Fahreza, Redy Farhan Fahriza Hafiz Fara Dhia Altahira Feisal Al Jufri Aryul Ferari, Matthew Bias Fredick Broven Ekayanta Ginting Suka, Sri Endhayani Gita Regina Malela Glory, Ivania Goklas Mario Sitindaon Guslihan Dasa Cipta Matondang Halida Rahardhini Harahap, Nur Aini Harialdi Dharmawan Syahputra Helen, Helen Henny Putri Raya Bernice Marpaung Hutabarat, Nidea Novresia Idha Aprilyana Sembiring Irfan Hadi Isdiana Syafitri Jelly Leviza Joni Emirzon Juliani Simalango, Yessica Kaban, Maria Kartika, Sahnaz Keizerina Devi Keizerina Devi Azwar Kelvin Bixby Surbakti Koeswoyo, Josephine Lovita Apriliana Sari Pinem Lubis, Carissa Vialyta Lumban Tobing, Ruth Yiska M Hadyan Yunhas Purba M. Rizki Harahap Mahmud Mulyadi , Mahmud mahmul Seregar MAHMUL SIREGAR Mahmul Siregar Malkany, Fadhil Yusuf Maria Kaban Mar’ie Muhammad Setianegara Maulana Ibrahim Miranti, Indah Muhammad arief muhtadin Purba Muhammad Fajar Tanjung Muhammad Imam Mirza Muhammad Muchlis Muhammad Yaasir Syauqii Pohan Muhammad Yamin Muhammad Yamin Munthe, M.Alvicki Nadeak, Larasati Angelica Napitupulu, Yazmine Nabila Natasha Karina Sianturi Natasya Sirait, Ningrum Nency Paska Sari Sembiring Nurhilmiyah Nurhilmiyah, Nurhilmiyah OK. Saidin Parlin Dony Sipayung Pinem, Faisal Hadi Purba, Sarah Putri F Putra, Hadian Indrawan Putri, Samitha Andimas Rahma Dewi, Novia Rahmadsyah, Muhammad Fikri Rambe, Nurfahlita Dewi Reihans Ghivandy Argisandya Rendhat Nainggolan Rentina Lucy Andriaini Retno Amelia Rina Rina Rissa Putri Bert Ritonga, Almi Ramadhani Ritonga, Arifin Syahputra Ritonga, Rina Yozarni Rizki Ardilia, Novi Rizki, Mohd. Arif Rosanna Anwar, Sarah Rosmery Rosnidar Sembiring Rudi Haposan Siahaan Rudy Haposan Siahaan S, Suprayitno Safrida Safrida Saidin saidin, saidin Saleem Awud Nahdi Samitha Andimas Putri Sayyida Faradiba Vahlevi Sebayang, Nurhalimah Br Sidabariba, Burhan Simamora, Agustin Adisaputra Sinaga, Mohd Rizky SINAGA, SUDARMAN Sinaga, Tria Asmita Despiona Sindy Nurihta Br. Ginting Siregar, Mutia Sari Siti Nurahmi Nasution Siti Rohana Hasibuan Sitorus, Boni Fransius Situmorang, Josua Pebruanto Mangihut Situmorang, Reward Stefani Kamajaya Stefani Kamajaya Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Sukarja, Detania Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi SUPRAYITNO Suprayitno Suprayitno Suprayitno Suprayitno Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Syafa Nabilla Syafira, Rizki Putri Syahira Sumantri, Nabila T. Keizerina Devi A T. Keizerina Devi A. T. Keizerina Devi Azwar Tan Kamello Tan Kamello Tania Novebriani Lase Tanjung, Khairunissa Isyarah Tarigan, Christina Margaretha br Tarsisius Murwadji Tasya Veronika Anrori Ginting Thesia Elestika Simanjuntak Tiyana Br. Situngkir, Anggis Tony Tony Tony Tony Tony Ujung, Lolonta Gabriella Exaudita Utary Maharany Barus Wanda Jaya Silaen Wau, Hilbertus Sumplisius M. Widya Sari Yefrizawati Yefrizawati Yefrizawati Yordinand, Yordinand Yosua Leo Ezra Roito Simamora Zhavira, Zhavira Zulkarnain Sitompul Zulkifli