p-Index From 2021 - 2026
8.341
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Jurnal Komunikasi Pembangunan Jurnal Penyuluhan Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis Buletin Peternakan Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan Sosiohumaniora Jurnal Manajemen Teknologi JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Jurnal Hortikultura Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis WARTAZOA Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences AGRISE Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Accounting and Investment Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen AGRIMOR Jurnal Penelitian Karet Unnes Civic Education Journal Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Informatika Pertanian Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Sosial Humaniora JURNAL AGRIBISAINS Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Agro Bali: Agricultural Journal Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Manajemen Jurnal Bisnis Tani Jurnal Agro Ekonomi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA) Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Agristan International Journal of Social Service and Research Jurnal Ekonomi Jurnal Penyuluhan Pertanian Agroteksos International Journal of Agriculture System Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis AGRIC Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PINJAMAN DAN BIAYA PINJAMAN DALAM POLA BAGI HASIL USAHA GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Campina Illa Prihantini; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni (2016)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.595 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v11i1.3176

Abstract

Masalah keterbatasan modal sering dihadapi dalam pengembangan bisnis pertanian pedesaan.Usaha garam rakyat di Kabupaten Pamekasan juga menghadapinya. Pada umumnya, petanipenggarap memutuskan untuk berpartisipasi dalam sistem bagi hasil, yang menyediakan pinjaman,untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengestimasi biaya pinjaman yangditanggung petani penggarap; (2) mengidentifikasi faktor penentu besarnya pinjaman yang diperoleholeh petani penggarap, dan; (3) mengidentifikasi faktor penentu biaya pinjaman yang ditanggung olehpetani penggarap. Penelitian ini menggunakan teknik purposive dan snowballing sampling. Metodeanalisis yang digunakan adalah analisis biaya pinjaman dan analisis regresi linier berganda. Biayapinjaman yang harus ditanggung oleh petani penggarap ternyata jauh lebih besar daripada tingkatsuku bunga pinjaman formal. Biaya pinjaman berada dalam kisaran angka 6.00% hingga 93.45% perbulan. Besarnya pinjaman yang diperoleh oleh petani penggarap dipengaruhi secara signifikan olehlama pinjaman, jumlah anggota keluarga petani penggarap, biaya pinjaman, keuntungan yang diterimapetani penggarap, asal daerah petani penggarap, ketersediaan jaminan, sumber pinjaman lain, dan polabagi hasil. Biaya pinjaman dipengaruhi secara signifikan oleh lama pinjaman, harga garam, produksigaram, ketersediaan jaminan, sumber pinjaman lain, dan pola bagi hasil. Pemerintah perlu bekerjasamadengan perbankan daerah untuk memberikan pinjaman bersubsidi. Hal ini dilakukan untuk mengatasipermasalahan biaya pinjaman yang sangat tinggi.Title: Analysis of Credit and Cost of Fund in Sharecropping System of Salt Production Business in Pamekasan Regency, East JavaLimited capital problem is often faced in developing rural agricultural business. Salt production business in Pamekasan Regency also faced it. Generally, the sharecroppers choosed to join sharecropping system, providing credit, to finish that problem. The objectives of this research are : (1) to estimate cost of fund paid by the sharecropper; (2) to identify the determinants of credit accepted by the sharecropper; and (3) to identify the determinants of cost of fund paid by the sharecropper. This research use purposive and snowballing sampling technique. Analysis methods of this research are the cost offund analysis and multiple linier regression analysis. Cost of fund paid by the sharecropper is more higher than the credit formal interest rate. It was about 6.00% to 93.45% per mounth. Credit nominalaccepted by the sharecropper is affected significantly by duration, number of sharecropper’s family, cost of fund, sharecropper’s profit, sharecropper’s region, collateral, another credit, and sharecroppingsystem. Cost of fund is affected significantly by are duration, price, number of output, collateral, another credit, and sharecropping system. The government should cooperate with the regional bank to give subsidized credit. It can solve the cost of fund problem that is very high. 
PERBANDINGAN KEUNTUNGAN DENGAN SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Campina Illa Prihantini; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.059 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v12i1.3628

Abstract

Salah satu indikator ketidakefisienan usaha pertanian yang dijalankan dengan sistem bagi hasiladalah adanya perbedaan keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak yang diterima oleh kedua belah pihak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis keuntungan yang diterima oleh pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil usaha garam rakat. Pihak-pihak yang terlibat dalam sistem bagi hasil usaha garam rakyat adalah pemilik lahan dan petani penggarap. Lokasi penelitian adalah tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis keuntungan usaha tani, kemudian membandingkan tingkat keuntungan antara pemilik lahan dan petani penggarap untuk setiap pola bagi hasil. Hasil perbandingan keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak disebut nilai keuntungan relatif (μ). Metode penentuan responden yang digunakan adalah purposive dan snowballing sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keutungan yang diterima oleh pemilik lahan dan petani penggarap. Nilai keuntungan relatif (μ) yang dihasilkan menunjukkan bahwa nilai tersebut masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah bahwamemang terdapat ketidakefiisienan dalam usaha garam rakyat yang dijalankan dengan sistem bagi hasil di Kabupaten Pamekasan.Title: Comparison of Profit at Different Sharecropping System in Traditional Salt Production in Pamekasan Regency, East JavaOne of inefficient indicators in agricultural busineess with sharing system is the difference of profit get by each participant. The main objective of this research is to identify profit accepted by the participants in salt production business. Stakeholders in salt production busineess with profit sharing system are landlord and salt farmer. Research location is in Pamekasan regency.This research usedprofit analysis, then the value of their profit is comparing each other for every type of sharing system in this regency. The value of comparation’s profit is called rellative profit value (μ). Respondents selected by using purposive and snowballing sampling. The result showed that there area signifficant difference of profit accepted by the landlord and the salt farmer. The result of rellative profit value (μ) does not match with this research hypothesis. The final conclusion of this research is salt production business with profit sharing system in Pamekasan regency is inefficient.
PERBANDINGAN POLA BAGI HASIL DALAM USAHA GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Campina Illa Prihantini; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.643 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v7i1.4997

Abstract

Usaha garam rakyat pada umumnya dijalankan dengan sistem bagi hasil di KabupatenPamekasan. Pola bagi hasil yang umum dilakukan adalah pola bagi dua (merdua) dan pola bagi tiga(mertelu). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan perbedaanpelaksanaan dua pola bagi hasil usaha garam rakyat di Kabupaten Pamekasan. Beberapa indikator yangdigunakan dalam menganalisis perbedaan kedua pola bagi hasil ini dijelaskan dengan menggunakananalisis deskriptif. Kesimpulan pertama menunjukkan bahwa perbedaan paling dasar antara dua polabagi hasil adalah karakteristik lahan garam yang digarap oleh petani penggarap. Selain itu, penelitianini juga menjabarkan beberapa hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat dalam sistembagi hasil. Kesimpulan lainnya adalah terdapat perbedaan hak dan kewajiban antara pemilik lahan danpetani penggarap. Salah satu kelemahan sistem bagi hasil dalam usaha garam rakyat adalah dominasiperan pemilik lahan. Pemerintah diharapkan dapat berperan dalam pembatasan kepemilikan lahan. Halini bertujuan agar pemilik lahan tidak terlalu dominan dalam usaha garam rakyat, terlebih di KabupatenPamekasan.Title: Comparison of Sharecropping System Salt Production Busineessin Pamekasan Regency, East JavaSalt production business generally used sharecropping system in Pamekasan regency.This system has two type, 1:1 sharecropping system (it is called merdua) and 1:2 sharecropping system(it is called mertelu). The main objective of this research is to identify and to compare the differencesof two types in salt production business with sharecropping system in Pamekasan regency. Someindicators are used to analyze the differences using descriptive analysis. The first conclusion showed themain difference of those types of sharecropping system is the salt-land characteristic. Besides that, thisresearch also explain the rights and the obligations each participant in sharecropping system. The otherconclusion is there is a difference right and obligation between the landlord and the sharecropper. Oneof sharecropping weakness is the landlord’s domination. The government should make regulation aboutrestrictions on tenure rights. It aims to minimize the landlord’s domination in salt production business,especially in Pamekasan regency.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS KOMODITAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT Nurul Risti Mutiarasari; Anna Fariyanti; Netti Tinaprilla
Jurnal Agristan Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.788 KB) | DOI: 10.37058/ja.v1i1.1365

Abstract

Usahatani komoditas bawang merah masih menghadapi beberapa kendala, seperti tingginya harga benih berkualitas baik serta penggunaan input produksi yang tidak efektif, sehingga produksi yang dihasilkan tidak dapat dimaksimalkan. Selain itu, kendala lainnya adalah fluktuasi harga jual komoditas bawang merah, pengetahuan petani yang rendah, ancaman iklim yang tidak dapat dikendalikan, dan penggunaan faktor-faktor produksi yang tidak tepat. Kabupaten Majalengka merupakan salah satu sentra komoditas bawang merah di Jawa Barat. Objek penelitian ini adalah untuk melakukan analisis efisiensi teknis dari usahatani komoditas bawang merah di Kabupaten Majalengka. Responden petani bawang merah ditentukan dengan pendekatan purposive. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 37 petani bawang merah di Kabupaten Majalengka. Metode analisis yang digunakan adalah fungsi roduksi stokastik frontier Cobb-Douglass dan diestimasi menggunakan MLE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani bawang merah efisien secara teknis, dengan nilai efisiensi 0.82 yang menunjukkan bahwa komoditas bawang merah tergolong efisien secara teknis. Oleh karena itu, efisiensi perlu ditingkatkan secara merata pada setiap petani dan hal tersebut harus diperhatikan oleh pemerintah melalui program penyuluhan dan mengubah pola pikir petani mengenai manfaat dalam partisipasi program penyuluhan.
Pembandingan Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Konsumsi dan Benih di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah Timbul Rasoki; Anna Fariyanti; Amzul Rifin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.422 KB) | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.145-160

Abstract

EnglishDemand for shallot, used for consumption and seed, tends to increase. However, there are some problems of discontinuity and price fluctuation in its marketing. This research aims to analyze the supply chain of consumption and seed shallot, particularly in Brebes Regency. The research was conducted in the period of April–December 2015 using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews using a questionnaire from 30 farmers based on purposive sampling and 18 traders using a snowball sampling method. Data were analyzed descriptively using a supply chain approach. The results showed that supply chain of shallot for seed was managed better than thatfor consumption purposes. This situation is in line with marketing efficiency. The market of shallot for seed is more efficient than that for consumption indicated by marketing margin and farmer’s share. It is necessary that the government improvesshallot supply chain management particularly for certified high-quality shallot seed provision at affordable price.IndonesianPermintaan bawang merah baik untuk konsumsi maupun benih cenderung meningkat. Namun demikian masih terdapat kendala diskontinuitas serta fluktuasi harga dalam pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok bawang merah untuk konsumsi dan benih, khususnya di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan April–Desember 2015 menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner secara langsung dengan responden sebanyak 30 orang petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling serta pedagang bawang merah sebanyak 18 orang dengan metode snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok bawang merah untuk benih lebih terkelola daripada rantai pasok bawang merah untuk konsumsi. Pasar bawang merah untuk benih lebih efisien dibandingkan dengan pasar bawang merah untuk konsumsi,yang tercermin dari indikator margin pemasaran dan farmer’s share. Diperlukan kebijakan perbaikan manajemen rantai pasokan bawang merah yang berorientasi pada penyediaan benih bermutu/bersertifikat dengan harga yang terjangkau petani.
Dampak Faktor Eksternal terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Tebu Keprasan di Jawa Tengah Fadilla Ristya Aminda; Bonar Marulitua Sinaga; Anna Fariyanti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.641 KB) | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.127-150

Abstract

EnglishCentral Java Province is one of sugarcane producing centers in Indonesia and Pati is one of sugarcane producing regencies in the province. A total of 5,905 households in Pati regency conduct sugarcane farming as their primary income source. However, sugarcane farmers deal withlimited capital to adopt productivity improving technologies. This study aimed to analyze factors influencing economic decisions of sugarcane farmers in allocating working hours, production, and household’s expenditure, as well as to analyze the impact of changes in input prices, output price, credit, and sugar level on sugarcane farmer household’s welfare in Central Java. Simultaneous equation models consisting of 21 structural equations and 22 identity equations were estimated using Two-Stage Least Squares (2SLS) method. The results showed that an increase in credit, sugar price, and sugar level could compensate increases in fertilizer price and labor wage and had positive impact on farmers’ welfare. Increases in fertilizer price and labor wage could be compensated through credit, sugar price, and sugar level enhancement. It is necessary that the Government increases sugar price and ensures farmers’ access to credit. It aims to encourage farmers to adopt technology through replanting (ratoon replacement) to improve sugarcane productivity and farmers’ welfare.IndonesianJawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi tebu di Indonesia. Salah satu kabupaten sentra produksi tebu di Jawa Tengah adalah Pati. Sebanyak 5.905 rumah tangga petani tebu di Kabupaten Pati memiliki usaha tani tebu sebagai sumber pendapatan utama. Rumah tangga petani tebu dihadapkan pada masalah keterbatasan modal sehingga kemampuan adopsi teknologi rendah dan budi daya tidak optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ekonomi rumah tangga petani tebu dalam alokasi curahan kerja, produksi, dan pengeluaran rumah tangga, serta dampak perubahan harga input, harga ouptut, kredit, dan rendemen terhadap kesejahteraan rumah tangga petani tebu. Penelitian menggunakan data cross section dengan jumlah sampel sebanyak 56 rumah tangga petani tebu. Model ekonomi rumah tangga petani dibangun sebagai sistem persamaan simultan yang terdiri dari 21 persamaan struktural dan 22 persamaan identitas, lalu diestimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan harga gula, jumlah kredit, dan rendemen gula berdampak positif terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Peningkatan harga pupuk dan upah tenaga kerja luar keluarga mampu dikompensasi dengan peningkatan jumlah kredit, harga gula, dan rendemen gula. Pemerintah sebaiknya meningkatkan harga patokan petani dan juga memperbesar jumlah kredit yang dapat diakses petani untuk mendorong adopsi teknologi dengan melakukan peremajaan tanaman (bongkar ratoon) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan rumah tangga.
DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP DAYA SAING KOMODITAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN MAJALENGKA Lola Rahmadona; Anna Fariyanti; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.3.1.39-46

Abstract

Bawang merah adalah salah satu komoditas yang bernilai tinggi sehingga banyak petani yang membudidayakannya. Namun Indonesia masih tetap sebagai pengimpor bawang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap pertanian bawang merah di Kabupaten Majalengka. Data telah dianalisis dengan metode Policy Analysis Matrix (PAM) untuk menentukan dampak dari kebijakan tersebut. Sebanyak 37 petani dipilih sebagai responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya bawang merah di kabupaten Majalengka secara finansial menguntungkan, tetapi secara ekonomi tidak menguntungkan. Analisis kebijakan pemerintah terhadap output memberikan perlindungan terhadap harga bawang merah. Sementara itu, kebijakan pemerintah terhadap input masih merupakan disinsentif bagi petani. Petani bawang merah harus membayar lebih mahal dari yang seharusnya. Tetapi secara bersamaan, kebijakan pemerintah tentang input dan output masih mendukung produksi bawang merah di negara ini.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI BAWANG MERAH BERDASARKAN MUSIM DI TIGA KABUPATEN SENTRA PRODUKSI DI INDONESIA Haris F. Aldila; Anna Fariyanti; Netti Tinaprilla
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 11, No 2 (2015): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v11i2.14188

Abstract

The  objectives  of  this  research  are  (1)  to  analyze  the  characteristics  of farmers  and the  performance  of shallot  farming and  (2) to  analyze the profitability of shallot  farming  in  production  centers  in  Java.  The  research  was  conducted  in Cirebon,  Brebes,  and  Tegal  regency  with  the  number  of  respondents  each  of  40 farmers. Farm profitability level indicated by R/C ratio in every season (rainy season, first  dry  season  and  second  dry  season)  during  2013/2014.  The results  showed  that shallot  farming in Cirebon, Brebes, and Tegal feasible and profitable  to cultivate in every season. Farmers in Cirebon had the biggest gain in the second dry season of Rp 47 million per hectare with R/C of 1.65. Farmers in Brebes had the biggest gain in the first  dry season amounted to Rp 23 million per hectare with R/C of 1.42. Farmers in Tegal had the biggest gain in the rainy season of Rp 31 million per hectare with R/C of 1.48.
Pengaruh Risiko Produksi terhadap Perilaku Rumahtangga Petani Rumput Laut di Kabupaten Wakatobi Jufri Muhammad; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.758 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.05.10

Abstract

Risiko produksi merupakan risiko yang selalu dihadapi dalam usahatani. Salah satunya adalah usahatani rumput laut. Adanya risiko produksi ini akan memberikan pengaruh pada perilaku rumahtangga petani rumput laut dalam keputusan produksi. Penelitian ini dilakukan di empat kecamatan (Wangi-Wangi Selatan, Kaledupa, Kaledupa Selatan, dan Tomia Timur) di kabupaten Wakatobi pada bulan April-Mei 2018. Penelitian ini dilakukan pengukuran risiko produksi kemudian dimasukan kedalam model perilaku rumahtangga petani rumput laut dalam keputusan produksi (permintaan input) menggunakan Two Stage Least Square (2SLS). Hasil Penelitian menunjukkan risiko produksi yang dihadapi oleh petani beragam berdasarkan luas lahannya. Risiko tinggi pada kategori lahan luas sedangkan yang terendah pada kategori lahan sempit. Dalam model perilaku rumahtangga petani rumput laut, risiko produksi berpengaruh negatif terhadap permintaan input usahatani rumput laut, sedangkan ekspektasi produksi berpengaruh positif terhadap permintaan input usahatani rumput laut. 
Analisis Transmisi Harga Cabai Merah Besar di Provinsi Jawa Barat Vera Erviana; Yusman Syaukat; Anna Fariyanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.8

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan sentra terbesar dalam produksi cabai merah besar di Indonesia. Cabai merah besar merupakan salah satu komoditas yang sering mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi harga membuka peluang bagi pedagang untuk memainkan harga di tingkat produsen dengan alasan terjadinya perubahan harga di tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transmisi harga cabai merah besar di tingkat produsen sampai konsumen melalui tingkat pedagang grosir menggunakan pendekatan Asymmetric Error Correction Model (AECM), dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga di tingkat produsen menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa transmisi harga asimetri pada tingkat konsumen oleh pedagang grosir tidak terbukti pada jangka pendek, maupun jangka panjang. Hal ini menunjukan bahwa pasar cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat efisien dari segi efisiensi harga. Pada analisa faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga produsen menunjukan bahwa pembentukan harga dipengaruhi oleh harga produsen periode sebelumnya dan jumlah pasokan cabai merah besar.
Co-Authors ,, Burhanuddin A. Faroby Falatehan Abd Fajar Adhitya Marendra Kiloes Ahsanah Mukarromah Arifin Ainurrahman, Fahmi Al Jaktsa Al Jaktsa Alfira Yanamisra Ali Djamhuri Amzul Rifin Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Andriyono Kilat Adhi Anggita Tresliyana Anggita Tresliyana Suryana Anggraini Sukmawati Anisa Dwi Utami Aprilia Anggi Santoso ari abdul rouf Ari Abdul Rouf Arief Daryanto Arief Daryanto Arief Daryanto Arif Ravi Wibowo Astina Astina Astuti Rahmawati Astuti Rahmawati Astuti Rahmawati Atabani, Afton Ayuka, Izumi Risma Bambang Juanda Basri, Moh. Hasan Bayu Krisnamurthi Bayu Sumantri Bayu Sumantri Bonar Marulitua Sinaga Budi Yoko Burhani, Al-May Abbyan Izzy Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Dadan Permana Darwis Abubakar Deda Annasia Yuliastri Dedi Rahmat Setiadi Dewi Mulia Sari Dini Anggraeni Dwi Rachmina Dwi Rachmina Dwi Shinta Agustina DWI SURYANTO Eko Ruddy Cahyadi Elvina Elvina Etriya Etriya Fadila Jzuqynova Burhani Fadila Jzuqynova Burhani Fadilla Ristya Aminda Faroby Faletehan Fauji Yamin Febriansyah, Wivan Feryanto Feryanto Halil (1 Hardiyanti Sultan Hari Hermawan Harianto Haris F. Aldila Haris Fatori Aldila Harmini, Harmini Hartoyo Hartoyo Hasnah Sabrina Siregar Hasnawati Hasnawati Hendrik Johannes Nadapdap Herawati Herawati Indah Kartika Sandra Indah Maharani Iqbal Reza Fazlurrahman Irawan Wibisonya Jemmy Rinaldi JEMMY RINALDI Joko Purwono Jufri Muhammad Kania Larasati Hartoyo keluarga jamas, wildan Kuntias, Agisa Kuntjoro Kuntjoro Kuntjoro, nFN Kurniasari, Novia Tri Kusumarini, R.R. Ajeng Pratiwi Indah Lola Rahmadona Lola Rahmadona, Lola Lukman M. Baga Lukman M. Baga Lukytawati Anggraeni Maharani, Indah Mahendra, Roy Maisarah, Nadia Putri Mariyah Mariyah Martauli, Elvin Desi Marvita Debora Ginting MAT SYUKUR Mayhilda Nitami Mega Amelia Putri, Mega Amelia Mega Mustika Miranda , Vanesha Miranda, Vanesha Mirfatul Hidayah Mochamad Ramdani Muhamad Ridwan Muhamad Rizky Ramadhan Muhammad Firdaus Muhammad Ismail Muhammad Luthfie Fadhilah Natasa Apriana Netti Tinaprilla nFN Kuntjoro nFN Puspitasari Nia Kurniawati Hidayat Nia Kurniawati Hidayat, Nia Kurniawati Normal Bivariant Padangaran Noviana, Rosita Nunung Kusnadi Nur Fatonny Nurmalita, Ika Nurul Lainan Najmi Nurul Risti Mutiarasari Pattiasina, Trees Augustine Prasetyo, Kunandar Pratica Dewi Prihantini, Campina Illa Purwanti, Nurani Yuni PUTRA - IRWANDI Putri Larasati Widhiasih Putri Larasati Widhiasih Putri, Astri Aminova Putri, Tursina Andita Rachmat Pambudy Rahman, Fahmi Ainur Rahmawati, Astuti Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winardi Asmarantaka Ratnawati, Melania Isti Relanti Irene Sopacua Reny Hidayati Rina Karuniawati Rina Karuniawati Ristiyanto, Nirwan Rita Nurmalia Rita Nurmalina Rohi, Jullyo Gideon Rosiana, Nia Rosita Noviana Salsabila, Unik Hanifah Sayid Akbar, M. Wildan Septiana, Bella Setiyaningsih Setiyaningsih Siti Jahroh Siti Syamsiah Siti Syamsiah Solehah, Putri Febrilla Soraya Astia Putri Sri . Handayani Sri Ariani Safitri Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Hartoyo - Sri Mulatsih Sri Utami Kuntjoro Sriyani Wahyuni Tangahu Suharno Suharno Suharno Suharno Sumantri, Bayu Suprehatin Suprehatin Suryana, Anggita Tresliyana Suryo Wiyono Syafira Aulia Rangganis Syaima Tanti Novianti Teki Sinatria Theresia, Valentina Timbul Rasoki Triana Gita Dewi Trisno, Andhika Muhammad Fadil Umbu Joka Ummy Qalsum Utami, Anisa Dwi Valentina Theresia Valentina Theresia Vela Rostwentivaivi Vera Erviana Vista Uli Sihombing vista uli sihombing Wahyu Budi Priatna Wanti Fitrianti Wianggawati, Hesty Dharmanita Wibisonya, Irawan Winandi, Ratna Wita Juwita Ermawati Wujud Rolesya Yamin, Fauji Yanamisra, Alfira Yanti Nuraeni Muflikh Yanuar, Rahmat Yulianti, Ayu Yusalina Yusalina Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusnina, Yusnina