p-Index From 2021 - 2026
10.679
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Buletin Udayana Mengabdi E-Jurnal Medika Udayana AL KAUNIYAH Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat WMJ (Warmadewa Medical Journal) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Media Ilmu Kesehatan JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Acta Biochimica Indonesiana Jurnal Bidan Komunitas ISM (Intisari Sains Medis) : Jurnal Kedokteran Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Abdi Insani Science Midwifery Jurnal Peduli Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bali Membangun Bali Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Impresi Indonesia Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Postgraduated Community Service Journal Aesculapius Medical Journal Warmadewa Minesterium Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia World Psychology Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Community Services Journal (CSJ) Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

The Impact of Cognitive-Behavioral Therapy on Decreased Symptoms of PTSD in Victims of Natural Disasters Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Tan, Ethan; Lim, Sofia
World Psychology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v4i1.800

Abstract

Post-traumatic stress disorder (PTSD) is a significant mental health issue faced by individuals who have experienced natural disasters. Survivors of such events often endure long-lasting psychological effects, including flashbacks, hyperarousal, and emotional numbness, which hinder their ability to reintegrate into normal life. Cognitive-behavioral therapy (CBT) has emerged as an effective intervention for PTSD, offering tools for individuals to reframe distressing thoughts and regulate emotional responses. This study investigates the impact of CBT on the symptoms of PTSD in victims of natural disasters. The primary aim is to evaluate whether CBT can reduce the severity of PTSD symptoms in affected individuals. A quasi-experimental design was used, with 100 participants who were victims of a recent natural disaster. Participants underwent 8 weeks of CBT sessions, with pre- and post-assessment using the PTSD Checklist for DSM-5 (PCL-5). The results indicated a significant reduction in PTSD symptoms, with a marked decrease in both intrusive thoughts and hyperarousal behaviors. The findings suggest that CBT is an effective therapeutic approach for alleviating PTSD symptoms in disaster survivors. The study concludes that integrating CBT into post-disaster mental health care programs can significantly improve the well-being of disaster victims.
Ulasan: Beberapa Jamur Liar yang Berpotensi Menyebabkan Keracunan di Indonesia Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gede Suranaya; Putra, Ivan Permana
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v1i1.34781

Abstract

AbstrakJamur merupakan fungi dengan bentuk makroskopik yang terdistribusi pada berbagai relung ekologi. Pemanfaatan jamur sebagai bahan pangan dan medis telah dilakukan sejak lama di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, karena secara morfologi tubuh buah jamur sering kali terlihat identik antara satu dengan lainnya, keracunan jamur menjadi resiko yang sering muncul. Hingga saat ini catatan keragaman, potensi pemanfaatan, dan informasi mengenai keracunan jamur liar di Indonesia masih sangat minim. Ulasan ini bertujuan untuk memberikan informasi beberapa jamur liar beracun (hasil penelitian penulis, diskusi dengan penggiat jamur, dan studi literatur) yang dilengkapi dengan deskripsi jamur sebagai media diseminasi ilmu mikologi. Sebanyak 11 kelompok jamur diuraikan pada tulisan ini yaitu Amanita spp., Chlorophyllum molybdites, Clarkeindat trachodes, Cantharocybe cf. virosa, dan Coprinus spp. Pada fase tua, Gymnopilus sp., Inocybe sp., Lepiota sp., Panaeolus sp., Podostroma cornu-damae, dan Scleroderma spp.Beberapa jamur tersebut telah dilaporkan menyebabkan keracunan hingga kematian di Indonesia. Sebagian besar kasus keracunan terjadi akibat kesalahan identifikasi beracun sebagai jamur edible. Namun, beberapa  genus jamur yang dilaporkan juga memiliki spesies yang bisa dikonsumsi pada jenis yang tepat atau umur tubuh buah. Identifikasi yang baik dan pengalaman saat merambah jamur liar merupakan salah satu cara untuk membedakan jamur liar beracun dan konsumsi.AbstractMushrooms are macroscopic forms of fungi that are distributed in various ecological niches. The utilization of mushrooms as food and medical ingredients has been done for a long time all over the world, including Indonesia. However, because morphologically the fruiting bodies of mushrooms often look identical to each other, mushroom poisoning is a risk that often arises. Until now, records of diversity, potential utilization, and information on wild mushroom poisoning in Indonesia are still minimal. This review aims to provide information on several poisonous wild mushrooms (the results of the author's research, discussions with mushroom activists, and literature studies) equipped with mushroom descriptions as a medium for disseminating mycological science. A total of 11 groups of fungi are described in this paper, namely Amanita spp., Chlorophyllum molybdites, Clarkeindat trachodes, Cantharocybe cf. virosa, and Coprinus spp. in the old phase, Gymnopilus sp., Inocybe sp., Lepiota sp., Panaeolus sp., Podostroma cornu-damae, and Scleroderma spp. Some of these fungi have been reported to cause poisoning and death in Indonesia. Most of the poisoning cases occurred due to misidentification of the poisonous mushrooms as edible mushrooms. However, some of the reported fungal genus mushrooms also have species that can be consumed at the right type or age of the fruiting body. Good identification and experience when foraging for wild mushrooms is one way to differentiate between poisonous and edible wild mushrooms.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Limbah Kulit Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis) dengan Pelarut Polar, Semipolar, dan Nonpolar Nirmalasari, Ni Kadek Diah Ayu; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Udiyani, Desak Putu Citra; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Dewi, Erly Sintya
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.19385

Abstract

Jeruk memiliki banyak komponen nutrisi yang berperan sebagai sumber antioksidan alami. Namun, sebagian besar nutrisi tersebut terdapat pada kulit jeruk yang jarang dimanfaatkan. Kulit Jeruk Siam mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, vitamin C, likopene, pektin, serta tannin, sehingga memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan pada limbah kulit jeruk siam kintamani dengan berbagai jenis pelarut. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, dan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan melalui metode Diphenylpicrylhydrazil (DPPH). Hasil dari penelitian ini adalah pelarut metanol berhasil mengubah larutan DPPH yang memiliki warna ungu menjadi berwarna kuning, selain itu pengujian dengan pelarut etil asetat juga mampu mengubah larutan DPPH menjadi warna kuning atau bening. Namun perubahan warna dari ungu ke kuning tidak tampak signifikan pada pelarut n-hexana. Nilai IC50 untuk pelarut metanol sebesar 136,17 atau 0,13617 mg/ml, etil asetat sebesar 1412,05 atau 1,41205 mg/ml dan n-hexana sebesar 1736,71 atau 1,73671 ml/mg. Apabila ketiganya dibandingkan maka dapat disimpulkan pelarut metanol memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan dengan pelarut lainnya.
Pelatihan Pemilahan Sampah dan Eco Enzyme Guna Pengembangan dan Menggagas Rumah Kompos Menjadi Wahana Eduwisata Di Gianyar Bali Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gede Suranaya; Dewi, Ni Wayan Erly Sintya; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Welfare : June 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v1i2.531

Abstract

The government system in Indonesia, the village or ward, is the lowest organizational unit of government. The rural population is the essential capital of development. If the rural population can be fostered as well as possible, then it is hoped that it will become a very valuable human resource for development. In this regard, the government establishes policies, especially in the area of equal distribution of opportunities to obtain education and information for all Indonesians, that are directed at increasing the nation's intelligence and increasing the ability to participate in development activities. Batu Putih Kenek is a village area with a population that is classified as not too dense. Through the latest data obtained from the village office and the results of interviews with the head and village officials, we obtained data on the population of Batu Putih Kenek Village, namely 2,965 people, with details by gender, namely male population = 1,390 people and female population = 1,573. In implementing the village library, many obstacles arise, among them inadequate human resource competence, low public interest in reading, a limited number of collections, and the most dominant problem, the limited budget for the development of the library itself. Even though the library has a significant and strategic role as a partner in supporting the national goal, namely educating the nation's youth, the allocation of funds for library development still needs to be improved. Because this problem is fundamental in nature, it directly impacts all library development programs at all types and levels, especially at the village or ward library level.
Peningkatan Imunitas pada Kelompok Prolanis Puskesmas IV Denpasar Selatan Selama Pandemi COVID-19 Lestarini, Asri; Subrata, Tanjung; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15446

Abstract

Banyak faktor yang dapat menurunkan imunitas tubuh, di antaranya diet yang tidak sesuai, kurangnya olahraga serta stres baik fisik maupun psikologis. Selama masa pandemi ini kegiatan Kelompok Program Lansia (Prolanis) Puskesmas IV Denpasar Selatan menjadi menurun. Hal ini mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik, motivasi, kualitas hidup serta menurunkan imunitas. Selain aktivitas fisik, imunitas juga dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga pola makan (diet) yang sesuai dengan penyakit yang diderita serta mengombinasikannya dengan olahraga secara teratur. Mitra terdiri dari pasien lanjut usia yang menderita penyakit diabetes melitus yang memerlukan penerapan diet dan olahraga sehingga dapat meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19. Pemberdayaan mitra ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menerapkan diet yang sesuai serta melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah khususnya bagi pasien diabetes melitus. Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut di antaranya melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang diet, dan exercise berupa Resistance and Aerobic Exercise Combination (RabEC) bagi penderita diabetes melitus sampai dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra. Kegiatan dilakukan di Puskesmas IV Denpasar Selatan, dengan melibatkan peserta sebanyak 17 orang peserta. Hasil program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (81,17) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (58,23). Setelah diobservasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan exercise kombinasi tersebut. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga meningkatkan keterampilan anggota Prolanis puskesmas IV Denpasar Selatan dalam exercise kombinasi RabEC.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PROLANIS GEMPITA DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN PENGELOLAAN DIABETES MELLITUS Sri Agung Aryastuti, Anak Agung; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Sri Yenny, Luh Gede; Naya Kasih Permatananda, Pande Ayu; Nita Cahyawati, Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4136-4142

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, sehingga memerlukan upaya pengelolaan yang efektif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Puskesmas Ubud 1 melalui program Pemberdayaan Kelompok Prolanis Gempita berupaya mengembangkan kemandirian pengelolaan DM dengan melibatkan pasien dalam pendidikan kesehatan, pelatihan keterampilan, dan pembentukan dukungan sosial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perubahan perilaku peserta dalam mengelola diabetes secara mandiri, termasuk dalam pemantauan gula darah, pengaturan pola makan, olahraga, dan manajemen obat. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di Puskesmas Ubud 1 dan diikuti oleh 23 peserta Prolanis. Dari kegiatan ini, seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan tentang manajemen DM yang diketahui dari hasil pre-test dan post-test. Kelompok prolanis yang saat ini berjalan menjadi sarana bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman dan motivasi. Melalui pendekatan yang terintegrasi, diharapkan peserta dapat meningkatkan kemandirian dalam mengelola DM dan meminimalisir risiko komplikasi. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala memastikan efektivitas program ini dalam meningkatkan kemandirian peserta dalam pengelolaan DM. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dan menjadi model pemberdayaan kelompok kesehatan lainnya di masyarakat
EDUKASI DAN DEMONSTRASI PENATALAKSANAAN LUKA DI DESA BAYUNG GEDE, KINTAMANI Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Cahyawati, Putu Nita; Lestarini, Asri
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1608

Abstract

Bayung Gede Village is a tourist village that located in the Kintamani area and included in the cycling tourism route in Bali. Apart from that, Bayung Gede village is belong to one of vulnerable areas to rabies in Bali. This community service activity was carried out to enhance the understanding and skills of Bayung Gede Village residents in managing wounds, including the bite wounds of rabies infectious animals. The activities were started with socialization, initial discussions with partners, and the preparation of infrastructure. The provision of material was conducted through socialization, counseling methods, and wound demonstration. The monitoring and evaluation of activities is seen from three indicators, including input, process, and output indicators. In terms of input, the activity was successful as planned and attended by 15 participants who were village apparatus and villagers of Bayung Gede. Seeing from the process indicators, the participants looked enthusiastic and following the entire activity from start to finish. This activity also met the output indicators, with the majority of participants (>90%) answered the entire posttest question correctly. Through this community service, all participants are expected to independently apply all the knowledge and skills acquired from all the process and able to disseminate to other residents.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI BUDIDAYA TANAMAN PENGUSIR NYAMUK DI KELURAHAN PEDUNGAN, BALI Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Lestarini, Asri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28354

Abstract

Prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar, termasuk Kelurahan Pedungan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga saat ini belum ada terapi definitif untuk mengatasi penyakit ini, sehingga pencegahan dinilai menjadi upaya yang paling baik dalam manajemen DBD. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi dengan topik pencegahan DBD, terutama melalui penggunaan tanaman pengusir nyamuk. Kegiatan ini dihadiri oleh 5 peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Edukasi yang diberikan dinyatakan efektif dan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pretest sebesar 48 poin dan nilai rata-rata posttest sebesar 100 poin. Seluruh peserta berhasil menjawab seluruh pertanyaan posttest dengan benar. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat diselenggarakan secara berkala dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
PENDAMPINGAN KELUARGA BINAAN DESA BAYUNG GEDE, KINTAMANI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gde Suranaya; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Lestarini, Asri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29874

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis. Pendampingan Keluarga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah stunting. Program ini dilakukan di Desa Bayung Gede, Kintamani yang merupakan salah satu desa lokus Stunting di Bali. Program ini diawali dengan pelatihan pendamping keluarga dan dilanjutkan dengan pendampingan kepada keluarga binaan selama 6 bulan. Satu kelompok mahasiswa mendampingi satu keluarga binaan. Evaluasi peningkatan pemahaman keluarga dilakukan melalui pretest dan posttest. Program dijalankan pada bulan September 2023 hingga Januari 2024 dengan sasaran 5 keluarga binaan di Desa Bayung Gede, Kintamani. Sebagian besar anak dalam keluarga binaan memiliki status gizi pendek berdasarkan tinggi badan per umur. Bentuk pendampingan keluarga yang diberikan meliputi identifikasi dan penyelesaian masalah, pemantauan status gizi, dan edukasi kesehatan terkait stunting. Program dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan pemahaman keluarga dengan seluruh peserta berhasil mendapatkan nilai lebih dari 70 pada posttest. Untuk meningkatkan efektivitas program, ke depan diperlukan pelatihan yang berkelanjutan terhadap pendamping serta kolaborasi lintas sektor yaitu pemberi layanan kesehatan dan pendidikan.
Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada Pedagang Perempuan di Kota Denpasar Pradnyawati, Luh Gede; Cahyawati, Putu Nita; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.34 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1376

Abstract

ABSTRAKMasalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini meningkat di negara maju maupun di negaraberkembang. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannyaterutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasiberisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS danHIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimanapopulasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Dari hasil wawancara dengan kaderdidapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalahminimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentangpencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Badung Kota Denpasar. Dari hal tersebutpemberdayaan perempuan di Pasar Badung Kota Denpasar sangat diperlukan untuk pencegahanIMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metodeyang digunakan adalah metode dialog interaktif, pelatihan dan pendampingan untukmeningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Secara umum,program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yangditentukan yaitu meningkatnya jumlah pedagang perempuan yang berkunjung ke klinikkesehatan reproduksi di Pasar Badung. Kegiatan “peer” yang dilakukan oleh kader sudahberjalan di kalangan pedagang perempuan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar parakader dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDSsecara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan parapedagang yang ada di Pasar Badung Kota Denpasar untuk menurunkan masalah IMS danHIV/AIDS.Kata kunci : pemberdayaan, perempuan, IMS, HIV/AIDS, pasar, DenpasarABSTRACTProblem of STIs (sexually transmitted infections) is currently increasing in developed anddeveloping countries. STIs and HIV/AIDS are a group of diseases which are transmitted mainlythrough sexual contact. In addition to high-risk population groups, low-risk population groupssuch as women traders in the market are also vulnerable to STIs and HIV/AIDS. One of theplaces in Bali where high community interaction takes place is the market, where the populationis classified as a low risk group. From interviews with trainers, several problems related to STIand HIV/AIDS prevention programs were found, one of them was the minimum informationobtained by the cadres and their low level of knowledge related to STI and HIV/AIDSprevention in Pasar Badung of Denpasar City. Based on the facts, empowering women tradersin this location is highly necessary to prevent the STIs and HIV/AIDS. There were 5 cadresempowered. The method used were an interactive dialogue, training and mentoring method toincrease partners’ knowledge of STI prevention and HIV / AIDS. In general, this program issaid to be successful due to the ability reach the prescribed indicators, which is the increasingnumber of female traders visiting reproductive health clinics in the Pasar Badung. “Peering”activities carried out by cadres are already conducted among women traders. It isrecommended that cadres are the most important role to carry out STI and HIV/AIDS prevention programs in a sustainable manner in their respective regions, therefore they can empower traders such as the case in the Pasar Badung of Denpasar City to reduce the problem of STIs and HIV/AIDS.Keywords: empowerment, women, STIs, HIV/AIDS, market, Denpasar
Co-Authors Aceng Ali Awaludin Agus Santosa Anak Agung Gede Budhitresna, Anak Agung Gede Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Istri Kaila Kirtaniya Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya Anak Agung Raka Budayasa Anak Agung Sri Agung Aryastut Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anny Eka Pratiwi Apriliasari, Komang Vitri Apriliasari Aryastuti , Anak Agung Sri Agung Asri Lestarini Asri Lestarini Asri Lestarini Asri Lestarini Asri Lestarini Asri Lestarini Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Bunga Mardhotillah Cahyawati , Putu Nita Cahyawati, Putu Nita Cokorda Agung Prasetya Dwipayana D. Wijaya Dariraditya Pemayun, Tjokorda Gde Agung Deivita, Yan Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Citra Udiyani Dewa Ngakan Gede Sathyananda Wacika Dewi, Erly Sintya Dewi, Ni Kadek Evi Komala Dewi, Ni Kadek Novia Puspita Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Dewvi, Putu Ayu Savitri Didik Cahyono Eka Ariawan Suyasa Erlita Khrisinta Dewi Gede Budhitresna, Anak Agung Gunawan, Untung Gusti Ayu Putu Ratna Wati Heppi Syofya, Heppi Hotnida Nainggolan I Gde Suranaya Pandit I Gde Suranaya Pandit I Gede Suranaya Pandit I Gede Suranaya Pandit I Gusti Agung Made Adnyana Putra I Ketut Irianto I Made Wandia, I Made I Made Wira Supanji I Nengah Suaria I Putu Gede Eka Ariawan Suyasa, I Putu Gede Eka Ariawan I Putu Jaya Suputra I Putu Wirasatya Eka Putra I Wayan Eka Arsana I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Sudiarta I Wayan Sumardika I Wayan Wesna Astara Ian Astarina Mas'ud Ivan Permana Putra Kobayashi, Riko Lestarini, Asri Lim, Sofia Luh Gde Evayanti Luh Gde Evayanti Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Indra Wijaya MADE RATNA SARASWATI . Maidelwita, Yani Meilla Ayu Suryaningsih Ni Ketut Witri Cahyani Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Made Wenny Novtana Dharma Putra Ni Nyoman Yuni Wiastri Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra Ni Wayan Ni Wayan Diana Ekayani Ni Wayan Erly Sintya Dewi Ni Wayan Rusni Ni wayan Sedani, Ni wayan Ni Wayan Widhidewi Ningsih, Ni Luh Anik Puspa Nirmalasari, Ni Kadek Diah Ayu Nita Cahyawati, Putu Pandit I Gde Suranaya Parameswara, A A Gde Agung Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah Pebrianti, Kadek Tari Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati, Luh Gede Prima Dewi Kusumawati Pt Amelia Agustini Siadja Putra, I Putu Rustama Putri, Anak Agung Ayu Radismarani Putu Ayunda Trisnia Putu Nita Cahyawati Putu Nita Cahyawati Putu Nita Cahyawati Rabith Madah Khulaili Harsya Ratna Juwita Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Restu Widyo Sasongko Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia Sari, Made Harlina Purnama Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika Sri Agung Aryastuti Sri Agung Aryastuti, Anak Agung Sudiadewi, Ni Putu Eka Sumadewi, Komang Trisna Sunariasih, Ni Nyoman Suyasa, Eka Ariawan Suyasning Hastiko Indonesiani Tan, Ethan Tanjung Subrata Tjokorda Gde Agung Dariraditya Pemayun Udiyani , Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Citra Udiyani, Desak Putu Citra Wacika, Dewa Ngakan Gede Sathyananda Wardana, Made Kusuma Wayan Erly Sintya Dewi, Ni Wesna Astara, I W2 Wibawa, I Komang Satriya Wijaya, D. Winarningsih, Rahayu Arum Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Yamamoto, Sota Yogiswara, Gde Candra Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi Zulfayeni Zulfayeni