Articles
Peran Kemampuan Organisasi Kelas dan Inovasi Guru dalam Mengatasi Tantangan Implementasi Kurikulum IPS di Sekolah Menengah Pertama
Kasanah, Uswantun;
Lasmawan, I Wayan;
Kertih, I Wayan
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 12, No 3: SEPTEMBER 2024
Publisher : Pascasarjana UM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan organisasi kelas dan inovasi guru memiliki kontribusi yang bisa dianalisis bagaimana pengaruh variabel faktor terhadap dependen keberhasilan guru dalam mengatasi tantangan implementasi kurikulum IPS di SMP. Penelitian kuantitatif eksperimen dengan populasi guru-guru pendidik IPS di jenjang SMP di beberapa sekolah Buleleng dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial melalui uji linearitas dan regresi linear berganda dengan melalui uji prasyarat. Hasil analisis uji linearitas variabel X1 dan X2 keduanya dan bersifat linear positif. Melalui regresi linear berganda pada uji t (signifikansi variabel dan uji t-tabel) secara parsial dan uji f (signifikansi variabel dan uji f tabel) secara simultan memiliki daya dukung kontribusi pada koefisien determinasi dengan signifikansi linear terhadap variabel dependen.
Buku Cerita Bergambar Bermuatan Nilai Karakter Utama Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca
Yugakisha, Made Savitri;
I Wayan Kertih;
Desak Putu Parmiti
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i2.80644
Nilai-nilai karakter belum sepenuhnya ditanamkan. Beberapa fenomena kenakalan yang sering dilakukan siswa SD dan tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter yang baik meliputi berkelahi, mengejek, bullying, perilaku kekerasan dan tindakan-tindakan negative lainnya. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan buku cerita bergambar bermuatan nilai karakter utama untuk meningkatkan keterampilan membaca. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuisioner). Subjek dalam penelitian ini adalah 2 pakar/ahli materi, 2 pakar/ahli media, 1 guru dan 30 siswa. Instrumen pengumpulan data pada angket (kuisioner) meliputi angket penilaian media, materi, respon guru dan respon siswa. teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini yaitu validitas buku cerita dengan kriteria sangat valid, kepraktisan guru dengan kriteria sangat praktis, kepraktisan siswa yang tergolong sangat praktis. Pada uji efektivitas menunjukan buku cerita bergambar bermuatan nilai karakter utama ini efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas II SD. Disimpulkan buku cerita bergambar bermuatan nilai karakter utama efektif digunakan dalam pembelajaran.
Sitem Subak Sebagai Sumber Belajar IPAS dalam Pendidikan di Bali : Sistem Subak Sebagai Sumber Belajar IPAS dalam Pendidikan di Bali
Sriariani, Ni Luh Made;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Kertih
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 1 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/jpg.v6i1.18001
The purpose of this study was to analyze the science and social studies (IPAS) learning materials that can be inserted with Balinese subak local wisdom. This research method is a literature review by analyzing materials and articles that have been published over the past five years. The results of the study are that science and social studies learning in Bali stages C and D can be inserted with Balinese subak local wisdom in the material on the geographical conditions of the residential environment. Research articles that discuss subak local wisdom in learning include five articles consisting of pre-experimental research, development of videos and teaching materials, and literature reviews. The conclusion of this study is that the materials that can be inserted with subak local wisdom are the geographical conditions of the residential environment, experimental-based learning, teaching materials, and learning videos. It is recommended that Balinese subak local wisdom can continue to be maintained and other local wisdom can be implemented in learning models, teaching materials, and learning media.
PEMETAAN KEARIFAN LOKAL BALI DALAM PEMBELAJARAN IPS TOPIK HARMONI DALAM EKOSISTEM PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Arta, I Kadek;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Kertih
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 1 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/jpg.v6i1.18079
This study aims to analyze Balinese local wisdom in social studies learning on the topic of Harmony in Ecosystems. This study uses a qualitative descriptive research method with a case study approach. Data collection was carried out by purposive sampling using all grade V elementary schools in the General Sudirman Cluster, Bali Province, data collection techniques were carried out by interviews, observations, and documentation. The results of the study showed that the types of local wisdom that can be inserted into social studies learning on the topic of harmony in ecosystems are: local wisdom of Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana, Tumpek, and subak. The conclusion in this study is that the insertion of Balinese local wisdom in social studies learning for grade V elementary schools in the General Sudirman Cluster, Bali Province on the topic of harmony in ecosystems consists of local Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana, Tumpek, and subak. Suggestions in further research can insert innovative learning models with Balinese local wisdom in social studies learning with different topics.
Menelisik Tradisi Manak Salah di Desa Padangbulia Ditinjau Dari Perspektif UUD RI 1945 dan HAM
Dewa Ayu Devi Purnami;
I Wayan Kertih;
I Putu Windu Mertha Sujana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i1.2248
Tradisi Manak Salah merupakan suatu tradisi bagi bayi kembar buncing untuk melakukan penyucian di campuhan tradisi ini sudah sejak dulu dilakukan oleh masyarakat Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tradisi Manak Salah dianggap bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 1951 tentang penghapusan tradisi Manak Salah di Bali. Selain itu, tradisi Manak Salah dianggap bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tradisi Manak Salah yang masih berlaku di Desa Padangbulia dan relevansi tradisi Manak Salah dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Hak Asasi Manusia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data: studi kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ini masih menerapkan mengedepankan hak asasi manusia dalam pelaksanaan tradisi ini, orangtua dan bayi diberikan fasilitas yang memadai baik dari rumah, Kesehatan, dan yang lainnya.
PENERAPAN KLAUSULA FORCE MAJEURE TERHADAP DEBITUR DI LEMBAGA PERKREDITAN DESA METRA BANGLI YANG MENGALAMI KREDIT MACET PADA MASA COVID-19
I Gusti Ngurah Ari Karuniawan;
Komang Febrinayanti Dantes;
I Wayan Kertih
Jurnal Komunitas Yustisia Vol. 6 No. 1 (2023): Maret, Jurnal Komunitas Yustisia
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jatayu.v6i1.60289
Penelitian ini dilatarbelakangi akibat adanya penarikan jaminan pada masa pandemi Covid-19 di Lembaga Perkreditan Desa Metra. Penarikan jaminan ini dilaksanakan karena tidak diterapkanya klausula Force Majeure oleh Lembaga Perkreditan Desa Metra dalam menangani kredit macet pada masa pandemi Covid-19. Pada masa Covid-19 seharusnya dalam menangani kredit macet LPD menerapkan klausula Force Majeure dengan tidak melakukan penarikan jaminan justru memberikan keringanan kepada debitur yang terdampak Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai penerapan klausula Force Majeure yang diatur dalam Pasal 1245 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bagi Lembaga Perkreditan Desa Metra dalam menangani kredit macet pada masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris (non doctrinal). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang didapat melalui wawancara dan observasi bersama Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Metra. Data sekunder diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami dari literatur, buku-buku, serta dokumen seperti SK Pendirian LPD Metra Bangli, awig-awig, laporan Riwayat kredit, profil lembaga, buku-buku yang terkait, internet, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penarikan terhadap jaminan yang digunakan debitur untuk melakukan pinjaman pada LPD Metra Bangli tetapi didasari atas kesepakatan dari pihak kreditur dengan debitur untuk dilakukan penarikan terhadap jaminanya.
The Effect of Project-based Learning Model on Science Learning Outcomes Reviewed from the Scientific Attitude
Suryanata, I Putu Agus;
Kertih, I Wayan;
Lasmawan , I Wayan
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/lectura.v16i1.25764
Science is a combination of systematically arranged knowledge that discusses all matters of natural phenomena based on experiments, thoughts and observations carried out by a group of people. This study aims to determine the effect of the Project Based Learning model on the results of learning science in terms of scientific attitudes in grade V elementary school students in Cluster I, Gianyar District. The type of research conducted in this study is a quasi-experimental study with a posttest only control group design. The population of this study were all grade V in Cluster I, Gianyar District, students consisting of 281 students. A total of 83 students were selected as samples determined by random sampling techniques. The experimental class consisted of 43 people and the control class consisted of 40 people. Data collection used the multiple-choice objective test method to measure students’ science learning outcomes and non-test methods in the form of instrument questionnaires to measure the level of scientific attitudes possessed by each student. Data were analyzed using ANOVA AB analysis. The results of the study showed the F coefficient between models (FA) is 107,964 with a significance level of 0.000 and the F coefficient of interaction between models and scientific attitudes (FAB) is 5,318 with a significance level of 0.026. So it can be concluded that the project based learning model has an influence on the outcomes of science learning as seen in from the scientific attitude of grade v elementary school students in Cluster I, Gianyar District.
Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Keterampilan Sosial Dan Berpikir Kreatif
Kusadi, Ni Made Risa;
Sriartha, I Putu;
Kertih, I Wayan
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/tscj.v3i1.24661
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) pengaruh secara simultan model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan sosial dan keterampilan berpikir kreatif siswa, (2) pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan sosial siswa dan (3) pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimen dan menggunakan desain penelitian posttest-only control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII dengan sampel kelas VIIIA dan VIIIB yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes. Uji hipotesis menggunakan uji-F dan uji Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh secara simultan model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan sosial dan keterampilan berpikir kreatif siswa, (2) ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan sosial siswa, (3) ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Dalam model pembelajaran project-based learning menampilkan semua disposisi intelektual dan sosial yang penting dibutuhkan untuk memecahkan masalah dunia nyata. Dengan mampu menguasai dan mengaplikasikan model pembelajaran tersebut, diharapkan calon pendidik dan pendidik memiliki kemampuan mendesain dan mengorganisasi pembelajaran yang baik, sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang optimal bagi peserta didik dan kepuasan bagi pengajar.
Model Pembelajaran Role playing Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Andari, Ni Wayan Puji;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Kertih
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i4.86496
Masih banyak siswa yang mendapatkan hasil belajar yang rendah sehingga perlu ditingkatkan. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu menganalis keefektifan model pembelajaran role playing dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas V yang berjumlah 23 orang. Model penelitian tindakan meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar soal tes. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu analisis data pra-siklus menunjukan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 49.56 sehingga berada pada kualifikasi kurang. Nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 74.56 sehingga berada pada kualifikasi cukup. Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas V pada siklus II yaitu 84.7 sehingga berada pada kualifikasi sangat baik. Terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V sekolah dasar.
Model Pembelajaran Berbasis Proyek Meningkatkan Motivasi Belajar IPAS Pada Siswa Sekolah Dasar
Arianti, Ni Nyoman Sri;
I Wayan Lasmawan;
I Wayan Kertih
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jear.v8i4.86497
Permasalahan saat ini yaitu siswa kesulitan dalam belajar IPAS. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu menganalis penerapan Project-Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V yang berjumlah 33 orang dan peneliti. Model penelitian tindakan pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar kuesioner observasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu Rata-rata yang diperoleh pada pra siklus yaitu 51.09. Hal ini menunjukan bahwa hasil dari pra-siklus berada pada kriteria sedang, sehingga perlu ditingkatkan lagi. Hasil rata-rata motivasi belajar pada siklus I yaitu 60.6. Hal ini menunjukan bahwa hasil dari siklus I berada pada kriteria sedang, sehingga perlu ditingkatkan lagi. Hasil rata-rata motivasi belajar pada siklus II yaitu 81.75. Hal ini menunjukan bahwa hasil dari siklus II berada pada kriteria sangat tinggi. Disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis projek dapat meningkatkan motivasi belajar IPAS pada siswa kelas V SD.