p-Index From 2021 - 2026
6.431
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora SAINSMAT bionature Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Diskursus Islam Biotik Auladuna Prosiding Seminar Biologi Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JICSA Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Jurnal Bioedukasi UNM Journal of Biological Education Biology Teaching and Learning Jurnal Ilmiah Pena: Sains dan Ilmu Pendidikan Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Biota Biolearning Journal Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) Al-Qalam Jurnal Biotek Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Education and Human Development Journal Journal of Islam and Science CERMIN: Jurnal Penelitian ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Jurnal Scientia Jurnal Pijar MIPA Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Panrita Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Golden Ratio of Data in Summary Al-Ahya: Jurnal Pendidikan Biologi Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Educational Journal of Learning Technology Agency Journal of Management and Business Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Socratika Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Kawasan Penelitian Pendidikan Islam Ahmad Mudzakkir; Syarifuddin Ondeng; Khalifah Mustami; Suarni
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 1 No. 3 (2024): Socratika Oktober 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v1i3.286

Abstract

This study aims to map the Islamic Education Research Area with a descriptive-analytical approach through library research methods. The field of Islamic education covers several main areas, including teaching materials, philosophy, history, institutions, systems, and curriculum. Each of these areas has unique characteristics and requires a different research approach to understand it comprehensively. Data were collected from sources in the form of books, scientific journal articles, and classical and contemporary references in Islamic education. Content analysis techniques were used to interpret the main concepts in each area, with source triangulation techniques applied to maintain the validity and objectivity of the data. The results of this study provide a systematic description that facilitates the mapping of Islamic education areas and offers relevant guidance for researchers and academics in determining research topics that focus on the development of Islamic education that is in accordance with contemporary needs.
PENELITIAN NARATIF DAN ETNOGRAFI: PERBANDINGAN DAN APLIKASI Maemunah, St.; Ondeng, Syarifuddin; Mustami, Khalifah
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendekatan kualitatif yang populer dalam penelitian sosial, yaitu pendekatan naratif dan etnografi, serta mengeksplorasi kelebihan, keterbatasan, dan aplikasi masing-masing metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, di mana peneliti mengkaji literatur terkait dan sumber-sumber relevan untuk memahami karakteristik, teknik pengumpulan data, dan analisis yang diterapkan dalam kedua pendekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan naratif lebih fokus pada cerita individu dan pengalaman subjektif, sementara etnografi berfokus pada pengamatan dan pemahaman budaya serta praktik sosial dalam konteks kelompok. Kelebihan pendekatan naratif terletak pada kemampuannya untuk menggali makna mendalam dari pengalaman individu, sedangkan etnografi memberikan pemahaman yang lebih luas tentang konteks sosial dan budaya. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peneliti memilih metode yang sesuai berdasarkan tujuan penelitian dan konteks yang diteliti, serta potensi pengembangan kedua pendekatan di masa depan untuk menjawab tantangan kompleks dalam kajian sosial dan budaya. Kata Kunci: Pendekatan naratif, etnografi, penelitian kualitatif ABSTRACT This study aims to compare two qualitative approaches that are popular in social research, namely narrative and ethnographic approaches, and explore the advantages, limitations, and applications of each method. The method used in this study is a literature study, in which the researcher examines the relevant literature and relevant sources to understand the characteristics, data collection techniques, and analysis applied in both approaches. The results show that the narrative approach focuses more on individual stories and subjective experiences, while ethnography focuses on the observation and understanding of culture and social practices in the context of groups. The advantage of a narrative approach lies in its ability to unearth the deep meaning of individual experiences, while ethnography provides a broader understanding of social and cultural contexts. The implications of this study are the importance of researchers choosing appropriate methods based on the research objectives and the context being studied, as well as the potential for the development of both approaches in the future to address complex challenges in social and cultural studies.
HUBUNGAN ANTARA LITERASI DIGITAL DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK DITINJAU DARI JENIS KELAMINNYA Debitama, Hanif; Mustami, Muhammad Khalifah; Ali, Ahmad
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2024): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v8i1.47

Abstract

Digitalisasi telah merambah dunia pendidikan saat ini, menambah pentingnya peserta didik untuk menguasai keterampilan literasi digital. Keterampilan tersebut dapat memicu kemandirian  peserta didik untuk memanfaatkan perangkat digital untuk mencari informasi edukatif yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi digital dengan kemandirian belajar biologi peserta didik kelas XI MA Madani Alauddin Pao-Pao ditinjau dari jenis kelaminnya. Jenis penelitian ini merupakan ex-post facto dengan desain penelitian korelasional tipe explanatory design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 121 peserta didik. Sampel yang digunakan sebanyak 55 peserta didik yang diperoleh dengan menggunakan teknik  probability sampling tipe simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengumpulkan data literasi digital dan kemandirian belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa gambaran literasi digital peserta didik ditinjau dari jenis kelamin masing-masing tergolong tinggi yang dibuktikan dari nilai mean, yaitu 78,36 (laki-laki) dan 81,40 (perempuan). Begitupun gambaran kemandirian belajar peserta didik ditinjau dari jenis kelamin juga tergolong tinggi dengan nilai mean, yaitu 88,96 (laki-laki) dan 90,17 (perempuan). Selanjutnya, literasi digital dengan kemandirian belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan yang dapat dilihat dari nilai sig. α = 0,000<0,05 serta rhitung = 0,532 > rtabel = 0,2656.
Genetic Box: Character, Validity, Practicality, and Effectiveness as A Learning Media Susiani; Jamilah; Khalifah Mustami; Syahriani; Azmi Fathin Eka Nugraha
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 16 No 1 (2024): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v16i1.17

Abstract

This study employed research and development (R & D) with a four-dimensional development model that includes four stages: define, design, develop, and disseminate. This research aimed to determine the characteristics, level of validity, practicality, and effectiveness of genetic box learning media for class XII genetic material at SMA Negeri 22 Bone. The genetics box learning media is a product that is being developed and will be tested through validity, practicality, and effectiveness tests. The research subjects were 29 class XII students at SMA Negeri 22 Bone. The instruments in this study included student and educator response questionnaires to obtain product practicality data, media characteristic sheets to obtain the characteristics of the developed genetics box media, and learning achievement tests to obtain product effectiveness data. According to the findings of this study, the media have an appealing appearance, are clear and neat, and use appealing color combinations. Genetic box media is easy to operate and does not require electronic facilities or equipment to use. In addition, the genetics box has value in helping students understand the material and can provide a comprehensive learning experience. The genetics box media also has quite good tool durability because it is made of hard materials such as wood and boards. The genetics box media formulates learning objectives and refers to material items that support the achievement of those objectives. In addition, the genetics box learning media for class XII genetic material at SMA Negeri 22 Bone has a validity level of expert validity and a material expert value of 3.72 with a very valid category. The response of students and educators to the level of practicality is worth a total of 3.52 in the positive category. The learning achievement test of students using the genetics box learning media on genetic material for class XII at SMAN 22 Bone is in the effective category because it reaches 100%, so the genetics box learning media for class XII genetic material at SMAN 22 Bone is feasible to use because it meets valid, practical, and effective criteria.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD INPRES UNGGULAN PURI TAMAN SARI MAKASSAR Azhar, Nurhamida; Khalifah Mustami, Muh.; Basam, Fajri
JIPMI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah) Vol 8 No 1: FEBRUARI (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jipmi.v8i1.65353

Abstract

Augmented Reality merupakan suatu teknologi interaksi yang menggabungkan antara dunia nyata (real world) dan dunia maya (virtual world). Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mengetahui pengimplementasian media pembelajaran Augmented Reality pada pembelajaran IPA kelas V SD Inpres Unggulan Puri Taman Sari Makassar, 2) Untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPA dengan media pembelajaran Augmented Reality, dan 3) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPA dengan media pembelajaran Augmented Reality. Jenis penelitian ini tergolong mixed method dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksplanatori sekuensial. Adapun sumber data penelitian ini adalah guru dan peserta didik. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, tes soal dan wawancara. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dengan melalui dua tahap, penelitian ini diawali dengan pendekatan kuantitatif, lalu dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif untuk melengkapi dan memperkaya temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa observasi terhadap aktivitas guru selama tiga pertemuan menunjukkan rata-rata skor sebesar 88,23% dengan kategori Sangat Baik. Hasil angket motivasi belajar juga menunjukkan kategori Sangat Baik pada seluruh indikator, dengan skor tertinggi pada aspek penguatan guru (90%). Wawancara dengan peserta didik bermotivasi tinggi dan rendah mengungkapkan bahwa media Augmented Reality mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan semangat belajar, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan perangkat. Hasil tes belajar menunjukkan 89,2% peserta didik berada pada kategori Sangat Baik. Implikasi dari penelitian ini adalah media pembelajaran Augmented Reality layak diterapkan secara luas karena mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM HUMANISTIK DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING DI MTsN 1 BOMBANA Akmal, Agus; Said, Nurman; Mustami, Muhammad Khalifah
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 3 (2018): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i3.6543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis humanistik dengan pendekatan active learning di MTs Negeri 1 Bombana; 2) mengetahui hasil pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis humanistik dengan pendekatan active learning di MTs Negeri 1 Bombana, 3) mengetahui kendala yang dihadap oleh siswa dan guru pada pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis humanistik dengan pendekatan pembelajaran aktif (active learning) di MTs Negeri 1 Bombana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan konstruktivisme, pendekatan saintifik, pendekatan realistik, dan pendekatan pedagogis. Adapun sumber data penelitian ini adalah: Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dewan guru, dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu: reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pembelajaran PAI humanistik dengan pendekatan active learning, harus melalui tiga tahapan yakni: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi, beberapa upaya yang yang harus dilakukan yakni melengkapi berbagai buku referensi atau buku penunjang pembelajaran, guru diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan workshop atau pelatihan, paling tidak sesering mungkin bertukar pikiran dengan guru terkait pembelajaran PAI humanistik dengan pendetan active learning. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Pembelajaran PAI humanistik dengan pendekatan active learning, perlu dikembangkan terutama terkait implementasi pola pembelajaran PAI yang humanis; 2) Metode Pembelajaran PAI dengan pendekatan active learning harus lebih variatif agar siswa tidak merasa merima pelajaran dengan metode yang monoton. 3) Hasil pembelajaran PAI humanistik dengan pendekatan active learning, harus terpenuhi tiga ranah pendidikan yakni: ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. 4) Partisipasi orang tua pada kegiatan proses pembelajaran hendaknya sejalan dengan program pembelajaran yang diterapkan di sekolah terutama dalam pembelajaran PAI agar program pembelajaran tercapai sesuai yang diinginkan.
PERAN KOMITE SEKOLAH SEBAGAI ADVISORY AGENCY DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 19 BONE Syam, Andi Asasi; Syamsudduha, St.; Mustamin, Muhammad Khalifah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7087

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam implementasi manajemen berbasis sekolah di SMA Negeri 19 Bone. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 19 Bone, yang terletak di Desa Masago Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogik, sosiologis, dan manajerial. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, ketua komite, guru dan tenaga kependidikan sekolah, orang tua siswa dan masyarakat. Sedangkan data sekunder berupa dokumentasi penting menyangkut profil sekolah dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, cacatan lapangan, dan studi dokumentasi. Instrument yang digunakan oleh peneliti yaitu panduan observasi, pedoman wawancara, dan format catatan dokumentasi. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komite sekolah di SMA Negeri 19 Bone sebagai pemberi pertimbangan, berjalan sesuai dengan prosedur, dengan asumsi bahwa komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan di satuan pendidikan melibatkan semua unsur, baik dari unsur sekolah ataupun dari luar sekolah seperti orang tua siswa dan masyarakat. Karena dari pelibatan semua unsur komite sekolah, orang tua siswa dan masyarakat akan sangat penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
MODEL PELATIHAN DALAM PERBAIKAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA JAYAPURA Sileuw, Marwan; Usman, Syahruddin; Mania, Siti; Mustamin, Muhammad Khalifah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 3 (2019): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i3.12530

Abstract

Penelitian ini mengelaborasi tentang model pelatihan dalam perbaikan kinerja guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jayapura dengan variabel perencanaan pelatihan, Jenis Kegiatan Pelaksanaan pelatihan, Metode pelatihan, materi pelatihan, penentuan instruktur, Jadwal pelatihan, Sarana Pelatihan, Peserta Pelatihan dan Evaluasi pelatihan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Pendekatannya adalah fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Balai Diklat, Widyaiswara BDK, Staf BDK, Ketua MGMP, Sekertaris MGMP, Guru PAI, Kepala Sekolah. Metode Pengumpulan data digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis datanya menggunakan yang disarankan oleh Miles dan Humberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Pelatihan yang di lakukan dalam perbaikan kinerja guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jayapura yang oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Propinsi Papua,  Kementerian Agama Propinsi Papua adalah mengarah kepada model klasik, yakni model yang dilakukan dengan memenuhi aspek perencanaan, teknik pelaksanaan, metode, pelatihan, materi pelatihan, Instruktur pelatihan, Penjadwalan, peserta pelatihan, dan evaluasi pelatihan.
THE IMPLEMENTATION OF STANDARD EDUCATION PROCESS IN ISLAMIC EDUCATION AND CHARACTER AT SMA NEGERI 17 MAKASSAR Asrar, Muh.; Mustami, Muh. Khalifah; Muzakkir, Muzakkir; Rahman, Ulfiani
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 3 (2021): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i3.25629

Abstract

This study aims to describe and analyze the process of implementing standard educational processes in Islamic religious education and Characters subjects (PAI and Budi Pekerti) at SMA Negeri 17 Makassar, the supporting and inhibiting factors for implementing educational process standards, and the success rate of implementing Standard Education Process in supporting the success of Islamic Education and Character at SMA Negeri 17 Makassar. Qualitative research is included in this study. The method employed is Pedagogical. Teachers of Islamic religious education, school principals, education unit supervisors, and associated papers were used as data sources. Data was collected using the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Testing the validity of the data is done by increasing persistence, doing triangulation, discussing with colleagues, and member checking. An important finding in this study is that the process of implementing the standard educational process on subjects of Islamic religious education and manners at SMA Negeri 17 Makassar begins with the preparation of a lesson plan. It refers to the Standard Education Process in terms of types, procedures, principles, and components in the lesson plan. After preparing the plan, the teacher carries out the learning process using a scientific approach and learning models that are relevant to the Standard Education Process. Furthermore, the teacher analyses the learning process and results both during and after the learning process takes place using authentic assessments and other forms of assessment appropriate to the domains of attitudes, knowledge, and skills.
The efficacy of Pj4CS (integrated project-based and 4C-scaffolding) on higher-order thinking skills Astuti Muh Amin; Fitriyah Karmila; Muh Khalifah Mustami; Noor Hujjatusnaini; Romi Adiansyah; Atia Cahyani Putri Cando; Siti Fatimah Albaar
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v11i1.37574

Abstract

The enhancement of higher-order thinking skills (HOTS) can be achieved through the implementation of active learning models. The current study aimed to examine the efficacy of the Pj4CS (Integrated Project-Based and 4C-Scaffolding) learning model on pre-service biology teachers’ HOTS. This study employed a quasi-experimental design. The independent variable in this study was the Pj4CS (Integrated Project-Based and 4C-Scaffolding) learning model, while the dependent variable was HOTS. The research sample consisted of 50 biology education students. Prior to its use, the HOTS instrument had gone through a validation process. The findings indicated that the mean post-test HOTS score in the experimental group utilizing the Pj4CS model was 81.135, whereas the mean post-test HOTS score in the control group employing the STAD model was 43.183. According to the results, it was concluded that the Pj4CS model could enhance students’ HOTS more effectively than the STAD Model. The findings also underlined the efficacy of the Pj4CS model on pre-service biology teachers’ HOTS. The Pj4CS model’s stages which comprise Critical reading; Communication for project determination; Collaborative participation; Scaffolding; Creativity exploration, were proven effective in promoting HOTS. The findings of this study may facilitate subsequent research focused on the application of learning models in the classroom to address 21st-century educational needs.
Co-Authors . Suryadin . Suryadin, . A. Surianti Ningsi Abd Rahman Getteng Agung Raharjo, Muhammad Ahmad Afif Ahmad Ali Ahmad Ali Ahmad Mudzakkir Ainul Uyuni Taufiq Akmal, Agus Aksa, Nursyam Alajaili, Hetham M Alaitori Alimuddin Ali Alir, Rahmat Fajrin Amnah, Alifah Zul Amrah Kasim Ana Fergina Andi Asmawati Aziz Andi Maulana Andi Mu'nisa Andi Nurmiati Andi Syahrul Annisa Dwi Fitria Aras, Astina Asrar, Muh. Asri asri Astina Aras Astuti Muh Amin Atia Cahyani Putri Cando Azhar, Nurhamida Azizah, St Azmi Fathin Eka Nugraha Basam, Fajri Cut Muthiadin Debitama, Hanif Dian Safitri Eka Damayanti Faisal Faisal Fatmawati Nur Firman Firman Fitrahayu Fitri Mulya Wahyuni Fitriani A Fitriyah Karmila Hafsan Hajrah Hajrah, Hajrah Hamansah Hardiyanti Hardiyanti Hartono Hartono Haslipa M Hasmiati Hasmiati Hermawan, Isna Ainun Humairah, Andi Eliyah Ikra Mursalim Ilyas Ilyas Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Iting, Andi Jamaluddin Jamaluddin Jamilah Jirana, Jirana Jumadin ., Jumadin Karisma, Afianty Kholifatun, Umi Nur Kurnia Adiati Putri Maemunah, St. Mahfut Mania, Siti Marcia Bunga Pabendon Maryam Maryam Mashuri Masri Masriany, Masriany MISYKAT MALIK IBRAHIM Mudzakkir, Ahmad Muh. Nasir Muh. Rapi Muh. Rapi Muh. Teguh Iman Alhakim Muh. Yusuf T. Muhammad Irwansyah Muhammad Sultani Taufik Muhammad Yaumi Musdalifah Musdalifah Mustakim Mustakim Muzakkir Muzakkir Noor Hujjatusnaini Nurdiyanti Nurdiyanti Nurfadila Lira Nurfajriani Ulva Nurirdasari, Nurirdasari Nurlindah Nurlindah Nurman Said Nursyam Aksa Nurul Hikmah Pagga Pagga Rafiuddin Anwar Ramlah Ramlah Ramlah Rapi, Muh Risdawati Risdawati Riskawati Riskawati, Riskawati Risnayanti, Risnayanti Romi Adiansyah Rosdiana Ngitung Rosdianah, Rosdianah Ruhul Yusuf Salmawati Salmawati Samira Samira Saprin Saprin, Saprin Sileuw, Marwan Siti Fatimah Albaar Siti Mania Siti Rabiatul Adawiyah Siti Rabiatul Adawiyah, Siti Sri Putri Dinar St Syamsudduha Suaib, Andi Suarni Suarni Suarni Suarti, Suarti sudianto Sudirman, Randi Suradi Tahmir, Suradi Suryafly, Fanny Dhea Susiani Sutraningsi Sutraningsi Syahriani Syahriani Syahriani Syahriani, Syahriani Syahruddin Syahrul Basri Syam, Andi Asasi Syarbini, Nuzul Syaridawati Syarifuddin Ondeng Ulfiani Rahman Ulva, Nurfajriani Umar Sulaiman Ummu Kalsum Upreti, Brij Mohan Wahyuni Ismail Yusawinur Barella Yusuf T Zulkarnaim