Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI BIOAKUMULASI LOGAM BERAT (Pb, Cd, DAN As) PADA RUMPUT LAUT (Caulerpa racemosa) DARI TAMBAK TRADISIONAL DI BRONDONG, LAMONGAN Cindi Koes Farizky; Mirna Fitriani; Nuning Vita Hidayati; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.401

Abstract

Rumput laut (Caulerpa racemosa) merupakan salah satu makroalga yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat, sehingga dijadikan sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Wilayah pesisir Lamongan, termasuk di Kecamatan Brondong terdapat berbagai kegiatan industri. Buangan limbah kegiatan industri tersebut akan meningkatkan resiko pencemaran logam berat. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan analisis Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif dengan perhitungan berdasarkan Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut (C. racemosa), air, dan sedimen dari tambak tradisional di Brondong, Lamongan mengandung logam berat (Pb, Cd, dan As) dengan konsentrasi yang rendah. Rata-rata konsentrasi Pb, Cd, dan As pada rumput laut (C. racemosa) berturut-turut adalah 0,0901 mg/kg, 0,0124 mg/kg, dan 0,2357 mg/kg. Konsentrasi Pb dan Cd pada air tidak terdeteksi, sedangkan rata-rata konsentrasi As pada air adalah 0,0158 mg/l. Konsentrasi Pb, Cd, dan As pada sedimen berturut-turut adalah 12,3 mg/kg, 0,171 mg/kg, dan 3,74 mg/kg. Nilai Igeo dan CF menunjukkan bahwa logam berat (Pb, Cd, dan As) mengindikasikan tingkat pencemaran dan tingkat kontaminasi yang rendah (0<Igeo<1 dan CF<1). Nilai BCF yang rendah juga menunjukkan bahwa tingkat akumulatif rumput laut (C. racemosa) dikategorikan rendah (BCF<100). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa tambak tradisional di Brondong, Lamongan tergolong aman untuk dilakukan kegiatan budidaya rumput laut (C. racemosa).
STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT Pb, Cd, As PADA UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis) DARI TAMBAK TRADISIONAL Muhammad Syahrian; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.500

Abstract

Lamongan merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi dalam pengembangan produk perikanan khususnya air laut dan air payau. Selain banyak digunakan sebagai lokasi tambak budidaya, wilayah pesisir utara ini juga banyak digunakan sebagai sentra industri yang mana akan membuang banyak limbah dan dapat mempengaruhi kualitas air pada perairan. Pencemaran perairan dapat berdampak pada kondisi kesehatan biota serta kualitas produk perikanan yang dihasilkan. Salah satu limbah yang memiliki sifat racun dan berbahaya bagi makhluk hidup adalah logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsenik (As) yang tergolong polutan yang tidak dapat terdegradasi dan jika terakumulasi di lingkungan perairan akan berpotensi merusak rantai makanan dan menjadi kontaminan bagi organisme akuatik. Pada penelitian ini digunakan udan jerbung (Fenneropenaeus merguiensis) sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya akumulasi logam berat pada udang jerbung dan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor Index (CF), dan Bio-Concentration Factor (BCF). Penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian dengan metode study observation dengan rancangan deskriptif. Sampel udang jerbung yang didapat diujikan di Laboratorium Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (UPT PMP2KP). Hasil yang didapat dari pengujian laboratorium menunjukkan akumulasi logam berat pada udang jerbung dengan nilai 0,0465 mg/kg untuk timbal (Pb); 0,0035 mg/kg untuk kadmium (Cd), dan 0,8229 mg/kg untuk arsenik. Pada pemeriksaan sampel air diperoleh nilai 0,0158 mg/kg akumulasi logam berat arsenik (As), sedangkan untuk pemeriksaan pada sedimen menunjukkan hasil tertinggi adalah 12,30 mg/kg untuk logam berat timbal (Pb) dan terendah 0,0171 mg/kg untuk logam berat kadmium (Cd).
ANALSIS BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN ARSEN (As) PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI TAMBAK TRADISIONAL DESA BANJAR KEMUNING, KABUPATEN SIDOARJO Sapto Andriyono; Ainun Ma’rifa; Nina Nurmalia Dewi
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.744

Abstract

Sidoarjo has a large aquaculture area, but it is a dense city with rapid industrial development. Thus, aquaculture activities such as milkfish, which is a leading commodity, are threatened by water pollution by waste and decreased water quality. Related to this, the purpose of this study is to examine the content of heavy metals lead (Pb) and arsenic (As) in milkfish (Chanos chanos). These metals are substances that have the potential to pollute river aquaculture water sources because they are found in many industrial and household wastes such as paint waste, batteries, insecticides, and pesticides, which are also likely to accumulate in aquatic biota.  This study used observation and purposive sampling methods for sampling and measuring water quality, while testing heavy metals Pb and As with ICP-MS, and quantitative descriptive data analysis of several parameters including Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), and Bio-Concentration Factor (BCF). Based on the results of the study, Pb content in water at the three points was not detected / ND. As in water obtained an average of 0.030 mg/l. While, lead in sediment the average value is 7.84 mg/kg, and 3.30 mg/kg for As. Pb in milkfish was found to average 0.082 mg/kg, and As was 0.277 mg/kg. Overall, Pb and As at the three points were still below the established threshold. However, the average concentration of As metal in water has exceeded the quality standard of KepMen LH No. 51 Th. 2004.  Based on the calculation data of the Igeo index, CF, and BCF, the accumulation rate is low so that the level of pollution and contamination is considered safe. Water quality measurements are said to be good for milkfish aquaculture growth at all three points because they meet the optimal value standards for salinity, pH, DO, brightness and temperature.
STRUCTURAL MODEL COMPARISON OF HISTIDINE DECARBOXYLASE (HDC) OF HISTAMINE-PRODUCING BACTERIA MORGANELLA MORGANII CONSTRUCTED BY ALPHAFOLD2 AND SWISSMODEL Heru Pramono; Aulia Dista Mahrunisa; Aghnina Elvia Fauziah; Hanidhan Dwiretno Widiana; Muhammad Ichwan Firmansyah; Mochammad Bayu Apriliyanto; Sapto Andriyono; Nuruddin Haquel Islam; Melani Larasati; Miftakhul Ulum
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.812

Abstract

ANALISIS PROKSIMAT DAN UJI ORGANOLEPTIK BISKUIT PEDADA (Sonneratia caseolaris) SEBAGAI SUMBER PANGAN ALTERNATIF Andriyono, Sapto; Hasanah, Uswa; Pujiastuti, Dwi Yuli; Hidayati, Nuning Vita
Journal of Aquatropica Asia Vol 10 No 1 (2025): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v10i1.6192

Abstract

Biskuit merupakan salah satu produk makanan ringan yang digemari oleh banyak kalangan Masyarakat yang saat ini banyak sekali inoasi ang dikembangkan. Salah satu biskuit yang dikembangkan dari sumber tepung alternatif adalah biscuit pedada yang dibuat dari tepung buah mangrove jenis Sonneratia caseolaris. Penelitian telah dilaksanakan dar Desember 2022 hingga Februari tahun 2024 di Laboratorium Pengolahan Pangan, Laboratorium Mikrobiologi, dan Laboratorium Kimia dan Analisis di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Parameter pengujian selain analisis proksimat pada produk juga dilakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji proksimat, biskuit dengan substitusi tepung pedada menunjukkan rata-rata penilaian kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar air pada setiap perlakuan yaitu P0 kontrol (0%), 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3). Sementara hasil pengujian organoleptik yang dilakukan memiliki penilaian kualitas warna (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara substitusi tepung pedada terhadap kualitas warna, aroma, rasa, dan tesktur pada biskuit. Substitusi tepung terigu dengan tepung buah pedada pada biskuit berpengaruh terhadap meningkatkan karbohidrat serta rendah protein dan lemak dan mengurangi kadar gluten. Pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan hasil terbaik ialah pada P1, konsentrasi tepung pedada 25% memiliki warna, tekstur, dan aroma yang paling disukai panelis.
Feasibility of Probiotic Lactobacillus casei FNCC 0090 to Improve Growth and Immune Response of Catfish (Clarias gariepinus) toward Aeromonas hydrophila Infection Aini, Nurul; Wahyuningsih, Sri Puji Astuti; Fatimah; Andriyono, Sapto; Do, Hoang Dang Khoa; Bachruddin, Muhammad
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.4.931-939

Abstract

Aeromonas hydrophila can cause motile Aeromonas septicemia, leading to high mortality in catfish. An effective alternative to treat this bacterial infection is administering the probiotic Lactobacillus casei FNCC 0090. However, proper fisheries management is crucial for long-term success. The aim of this research is to determine the effect of administering the probiotic L. casei FNCC 0090 on the growth parameters and immune system of catfish. 200 catfish were divided into 5 different treatments in 5 replicates. The treatments were KN (negative control: without probiotic and infected), KP (positive control: without probiotic and not infected), A (5% probiotic and infected), B (10% probiotic and infected), C (probiotic 15% and infected). The density of probiotics administered is 108 CFU/ml. The fish were kept for 42 days; on the 35th day, the fish were infected with 1 x 108 CFU/ml A. hydrophila intramuscularly. The parameters observed in this study are fish growth (specific growth rate, SGR; feed conversion ratio, FCR; and survival rate, SR) and the immune system (phagocytic activity and the amount of lysozyme enzyme). The data obtained were analyzed with SPSS One Way ANOVA. The results showed that the administration of 15% probiotic L. casei FNCC 0090 had a significant effect on the growth parameters and immune system.
Kelimpahan Dan Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Brantas Wilayah Hilir (Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya) Aulia Maulidah; Syifania Hanifah Samara; Wahyu Isroni; Sapto Andriyono
Juvenil Vol 6, No 1: Februari (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i1.26683

Abstract

ABSTRAKHilir Sungai Brantas mencakup kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya. Komoditas budidaya air tawar dengan volume produksi tertinggi di wilayah hilir Sungai Brantas adalah ikan lele. Sungai Brantas wilayah hilir telah mengalami penurunan kualitas air. Makrozoobentos dapat digunakan untuk mengetahui kualitas air. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelimpahan tidak merata dengan yang terendah 1% dan yang tertinggi 95,4%, sedangkan indeks keanekaragaman makrozoobentos yang didapatkan berkisar antara 0,187-1,267 yang masuk dalam keanekaragaman rendah sampai sedang dengan kategori tercemar sedang sampai berat. Substrat dasar yang didapatkan cukup beragam dikarenakan lokasi stasiun yang jauh serta kondisi sungai yang berbeda. Hasil pengukuran kualitas air di Sungai Brantas wilayah hilir, didapatkan suhu antara 25,5-28,9 oC, kecerahan antara 25-30 cm, pH antara 7,8-8, DO antara 3,1-5,2 mg/L, BOD antara 5,5-9 mg/L, COD antara 45-65 mg/L, dan TSS antara 400-900 mg/L.Kata kunci: Hilir, Sungai Brantas, kelimpahan, keanekaragaman, kualitas air.ABSTRACTThe downstream of the Brantas River includes Mojokerto city, Sidoarjo Regency and Surabaya city. The freshwater aquaculture commodity with the highest production volume in the lower reaches of the Brantas River is catfish. The downstream Brantas River has experienced a decline in water quality. Macrozoobenthos can be used to determine water quality. This study used a survey method with descriptive quantitative data analysis. The results of this study showed an uneven abundance value with the lowest being 1% and the highest being 95.4%, while the macrozoobenthos diversity index obtained ranged from 0.187 to 1.267 which is included in low to moderate diversity with moderate to heavily polluted categories. The basic substrate obtained is quite diverse due to the remote location of the stations and the different conditions of the river. The results of water quality measurements in the downstream Brantas River, obtained temperatures between 25.5-28.9 oC, brightness between 25-30 cm, pH between 7.8-8, DO between 3.1-5.2 mg/L, BOD between 5.5-9 mg/L, COD between 45-65 mg/L, and TSS between 400-900 mg/L.Keywords: Downstream, Brantas River, abundance, diversity, water quality.
PHYSICOCHEMICAL CHARACTERIZATION OF PEDADA FRUIT (Sonneratia caseolaris) SLICE JAM WITH THE ADDITION OF CARAGEENAN Fairuzalfa, Najma Fadila; Rochma, Shinta Ainur; Andriyono, Sapto; Saputra, Eka
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1228

Abstract

This study aims to evaluate the effect of carrageenan addition on the physicochemical properties of fruit slice jam made from Sonneratia caseolaris. This mangrove fruit contains 0.32% pectin, making it a potential raw material for jam production. However, conventional jam has limitations in practicality, leading to the development of fruit slice jam, which has a compact, non-sticky, and plastic-like texture. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: P0 (control, 2% pectin), P1 (1.25% carrageenan), P2 (1.50% carrageenan), and P3 (1.75% carrageenan), each replicated five times. The physical parameters analyzed included hardness, cohesiveness, adhesiveness, and springiness, while the chemical parameters consisted of moisture content, ash content, reducing sugar, and pH. Data were analyzed using one-way ANOVA at a 95% confidence level, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results indicated that increasing carrageenan concentration significantly (P<0.05) decreased adhesiveness, springiness, and moisture content, while hardness, cohesiveness, ash content, reducing sugar, and pH increased. Thus, carrageenan addition significantly influences the physicochemical properties of fruit slice jam made from S. caseolaris, offering a promising innovation for fruit-based jam products
MARINE DEBRIS AT INDRAMAYU TOURISM BEACH, WEST JAVA: DENSITY AND COMPOSITION Adzhari , Natasya Syafa; Hidayati, Nuning Vita; Hendrayana, Hendrayana; Andriyono, Sapto
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1363

Abstract

Marine debris is a solid material that is intentionally or unintentionally left in the waters and can directly threaten the condition and productivity of water areas. Tirta Ayu Beach and Balongan Beach are tourist destinations that are threatened by marine debris. The presence of tourists on the beach is very beneficial for increasing regional and community income, but it can also result in an increase in the generation of waste generated so that a lot of this waste accumulates and is distributed to various places and has a negative impact on the waters. This study aims to determine the species composition, weight, density, and distribution of marine debris at Tirta Ayu Beach and Balongan Beach. Sampling was conducted at 8 research stations, then classified and analyzed based on UNEP and KLHK provisions. The results showed that the types of marine debris found on Tirta Ayu Beach and Balongan Beach included plastic, plastic foam, rubber, paper and cardboard, wood, glass, cloth, and other materials. Plastic is a type of marine debris dominating Balongan Beach (89%) and Tirta Ayu Beach (81%). The highest density value of marine debris based on quantity and weight was found on Tirta Ayu Beach with a value of (5.0 ± 1.9 items/m2) and a weight of 25.8 ± 16.3 gram/m2.
THE EFFECT OF LONG STORAGE ON MANGROVE (Sonneratia caseolarisi) FRUIT SLICE JAM ON TOTAL PLATE COUNT (TPC) VALUE AND ANTIOXIDANT ACTIVITY Maharani, Rossa; Pangestu, Chandra Trisna; Andriyono, Sapto; Saputra, Eka
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1387

Abstract

The mangrove apple (Sonneratia caseolarisi) has potential as an alternative food source due to its high nutritional and antioxidant content. This study aims to analyze the effect of storage duration on mangrove apple-based fruit slices' microbiological and chemical quality by adding rosella extract, focusing on Total Plate Count (TPC) value, antioxidant activity, and proximate analysis. The slices were made by adding 50% rosella extract based on the weight of the fruit pulp and were tested during storage at 0, 7, 14, 21, and 28 days. The research methods included TPC testing to count microorganisms, antioxidant activity testing using the DPPH method, and proximate analysis to determine moisture, fat, protein, ash, and carbohydrate content. The results showed that TPC values increased significantly with longer storage time, with the highest increase in the fourth week. Antioxidant activity also decreased over time, indicating the degradation of antioxidant compounds due to oxidation. Proximate testing revealed increased moisture and fat content, while protein, ash, and carbohydrate levels decreased as storage duration increased.
Co-Authors A. Shofy Mubarak Abdillah, Annur Ahadi Achmad Rifky Ananda Adrian Damora Adzhari , Natasya Syafa Aghnina Elvia Fauziah Agung Satriyo Bayu Agustin Indrawati Agustin Sukistyanawati Agustin Sukistyanawati Agustono - Ahasan Habib Ahmad Fahrul Syarif Aini Nurul Ainun Ma’rifa Akhmad Taufiq Mukti Alfi Hermawati Waskita Sari Alifia Rizky Novitasari Alma Ika Fatmawati Alvin Rahardian Alviano Amit Kumer Neogi Andi Aliah Hidayani Andi Aliah Hidayani Andi Aliah Hidayani Andi Parenrengi ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Apriliyanto, Mochammad Bayu Asmi Citra Malina Asmi Citra Malina A. R. Tasakka Aulia Dista Mahrunisa Aulia Maulidah Aulia, Nabila Bachruddin, Muhammad Bagus Dwi Hari Setyono Bagus Suseno Boedi Setya Rahardja Catlya Tasya Adella Tasya Adella Chaniful Fuadi, Muhammad Cicik Kurniawati, Cicik Cindi Koes Farizky Crhisnawati Vega Daniel Elkana DARMAWAN SETIA BUDI Daruti Dinda Nindarwi Diamahesa, Wastu Ayu Diniariwisan, Damai Dita Wisudyawati Diyah Retnosari, Fenny Do, Hoang Dang Khoa Dwi Anggorowati Rahayu Dwi Yuli Pujiastuti Dwitha Nirmala Dyah Wahjuning Listyarini Dyahruri Sanjayasari Eka Nurinsani, Anisa Eka Saputra Elmanaviean Endang Dewi Masithah Eva Ayuzar, Eva Fairuzalfa, Najma Fadila Faridha Kusumaningrum Farizky, Cindi Koes Fatimah Fauziah, Aghnina Elvia Firdha Farah Pramesti Firmansyah, Muhammad Ichwan Fitriani, Mirna Gde Raka Angg Kartika Gunanti Mahasri Hanidhan Dwiretno Widiana Hari Pramono Haris, Mochamad Hasanah, Uswa Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi Hendrayana Hendrayana, Hendrayana Heru Cahyono Heru Pramono Heru Pramono Hidayat, Rizqi Rizaldi Hidayati, Nuning Vita Hudawi, Mohammad Nuh Husni, Iqbal Ali Hyun-Woo Kim Irfan Wahyudi Islam, Nuruddin Haquel Isroni, Wahyu Kenconojati, Hapsari Lailatul Lutfiyah, Lailatul Laksmi Sulmartiwi Laksono Trisnantoro Larasati, Melani Layli Hamida Lila Gardenia Maharani, Rossa Mahrunisa, Aulia Dista Maradona, Maradona Mardya Syaifudin S Ma’rifa, Ainun Md. Jobaidul Alam Md. Jobaidul Alam Md. Jobaidul Alam Md. Jobaidul Alam Meilina, Sinta Cahya Melani Larasati MIFTAKHUL ULUM Miftakhul Ulum, Miftakhul Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitriani Mochamad Alauddin Perdana Putra Mochammad Amin Alamsjah Mochammad Bayu Apriliyanto Mohammad Faizal Ulkhaq Moka, Wilma J.C. Mufasirin Muhamad Amin Muhammad Amin Muhammad Chaniful Fuadi Muhammad Hanif Azhar Muhammad Ichwan Firmansyah Muhammad Syahrian Mutiara Rahmawati Mu’alimah Hudatwi N. Juni Triastuti Nafiqoh, Nunak Naufal Rifqi Pratama Nina Nurmalia Dewi Nita Rukminasari Nor Sa'adah Novian Aji Pradana Novita, Hessy Nuning Vita Hidayati Nuning Vita Hidayati Nuning Vita Hidayati Nunuk Dyah Retno Lastuti Nur Indah Sari Arbit Nur Izzati Mohd Noh Nuri Muahiddah Nurito, Nurito Nurmalia Dewi, Nina Nuruddin Haquel Islam Octoriani, Widyanti Oktavia Putri Oktaviana Elsa Dewi Oktaviani, Dian P Kumaladewi Pangestu, Chandra Trisna Panosa, Alief Erwanda Parikesit, Prismadian Aji Patmawati Patmawati Patmawati Patmawati, Patmawati Penataseputro, Tanjung Pipin Suciati Pratama, Naufal Rifqi Pursetyo, Kustiawan tri Putra, Mochamad Alauddin Perdana Putri, Ricke Diana Rachmawati Rusydi, Rachmawati Rahmawati, Ghishella Ayu Rangga Idris Affandi Reza Istiqomatul Hidayah Reza Istiqomatul Hidayah Rikky Leonard Rochma, Shinta Ainur Rofiq Ulinuha, Mohamad Rohsarifuddin, Fadiya Furuujihim Rr. Juni Triastuti Safitri, Diah Ayu Sahidu, Adriana Monica Samara, Syifania Hanifah Saputra, Alfian Rahmadhani Satria Hani Saputra, Hijrah Saroso, Heri Setiadi Setiadi Setyantini, Woro Hastuti Shohifah, Isnatul Umu Siti Gusti Ningrum, Siti Gusti SITI HOTIJAH Siti Nur Jannah Sri Endah Kinasih Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Sri Puji Astuti Sri Subekti Suciyono, Suciyono Syahidah, Dewi Syahrian, Muhammad Tatak Dwi Cahyono Tjahjaningsih, Wahju Tjahjaningsih, Wahju Uni Purwaningsih Van Keulen, Mike Veryl Hasan Visakhadevi, Jelena Wahju Thajaningsih Wattiheluw, Muhammad Subhan Widiana, Hanidhan Dwiretno Widyastuti Umar Wijanarko, Puguh Yugo Win Darmanto Woro Hastuti Satyantini Woro Hastuti Satyantini Yuli Pujiastuti, Dwi Yuniawan Heru Santoso Yusuf Bangun Lastianto