Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN IMPLEMENTASI SANITASI DAN HIGIENE PADA PROSES PENGOLAHAN IKAN ASAP KENJERAN Pramono, Heru; Andriyono, Sapto; Wisudyawati, Dita; Sari, Alfi Hermawati Waskita; Hasan, Veryl; Hidayati, Nuning Vita
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.3.1.20-29

Abstract

Penerapan higiene dan sanitasi merupakan aspek penting dalam keamanan pangan, termasuk pada pengolahan ikan asap. Kesadaran para pengolah ikan asap akan pentingnya keamanan pangan serta tata cara penerapan higiene dan sanitasi sangat diperlukan. Artikel ini melaporkan proses sosialisasi penerapan higiene dan sanitasi pada pengolahan ikan asap di Kenjeran, Surabaya, Indonesia. Metode pelaksanaan program dimulai dengan brainstorming dengan aparat pemerintah setempat, dilanjutkan dengan pelatihan internasional oleh pembicara Malaysia dan Indonesia, praktik penggunaan peralatan keselamatan, kelas memasak, dan expo. Dari diskusi awal terlihat jelas bahwa masyarakat memahami pentingnya penerapan higiene dan sanitasi, namun masih membutuhkan informasi mengenai peningkatan ukuran pasar (market size). Selama pelatihan internasional, pembicara dari Malaysia dan Indonesia membahas korelasi pemasaran online dan higiene dan sanitasi serta strategi memasak alternatif yang kemudian diimplementasikan pada expo. Produk siap santap (RTE) yang dihasilkan oleh masyarakat potensial untuk dipasarkan lebih lanjut melalui pendekatan online, namun aspek pengemasan dan pemasaran masih perlu dikaji lebih lanjut. Dari penelitian ini, penerapan higiene dan sanitasi di fasilitas pengolahan ikan asap mungkin efektif jika dipadukan dengan cara memasak dan pemasaran alternatif.
KARAKTERISASI KARAGINAN PADA RUMPUT LAUT MERAH (Chondrus crispus) YANG DI EKSTRAKSI MENGGUNAKAN KONSENTRASI KALIUM HIDROKSIDA (KOH) BERBEDA Sapto Andriyono; Naufal Rifqi Pratama; Patmawati Patmawati
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.286

Abstract

Karaginan merupakan polisakarida yang diekstraksi dari beberapa spesies rumput laut merah penghasil karaginan atau karaginofit. Sumber bahan karaginan terbesar saat ini dapat ditemukan pada spesies rumput laut Eucheuma spinosum dan Eucheuma cottoni. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik karaginan setelah penambahan konsentrasi KOH dan menghasilkan karaginan berdasarkan uji rendemen. Metode eksperimen pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diberikan yaitu pada konsentrasi KOH (10%, 12%, dan 14%). Hasil menunjukkan penambahan konsentrasi KOH dapat meningkatkan rendemen karaginan pada konsentrasi 12%. Penambahan konsentrasi KOH 12% mendapatkan hasil rendemen sebesar 2.43%. Hasil proksimat pada bahan baku rumput laut yang digunakan, yaitu kadar protein 14.68%, lemak 0.4%, karbohidrat 18.8%, air 7.4%, dan abu 46.43%.
STUDI PENAMBAHAN BAHAN PENSTABIL KARAGENAN DALAM PEMBUATAN SIRUP Mangrove ROSELLA Mochamad Alauddin Perdana Putra; Dwitha Nirmala; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.349

Abstract

Tanaman mangrove pedada (Sonneratia caseolaris) merupakan komoditas sektor perikanan dan kelautan yang dinilai kaya akan nilai pemanfaatan mulai dari bagian batang hingga buahnya. Adapun keunggulan dari buah ini dapat langsung dimakan serta memiliki berbagai kandungan gizi, vitamin, dan metabolit sekunder. Salah satu diversifikasi produk buah pedada yaitu sirup. Larutan sirup perlu penstabil guna bahan utama mampu terperangkap dalam struktur gel sehingga tidak terjadi endapan serta menghasilkan nilai kekentalan yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat menguji pengaruh karagenan terhadap karakteristik sirup serta nilai kesukaan terhadap kualitas sirup mangrove rosella yang dihasilkan. Sirup mangrove rosella dibuat dari buah mangrove jenis Sonneratia caseolaris dengan ditambah dengan pewarna alami dari kelopak bunga rosella. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengulangan sebanyak tiga kali pada lima perlakuan yang diterapkan. Perlakuan yang dilakukan yaitu penambahan konsentrasi karagenan diantaranya Kontrol (0%), P1 (0,50%), P2 (0,75%), P3 (1%), dan P4 (1,25%). Parameter utama dalam penelitian ini yaitu gula reduksi, total asam, viskositas dan aktivitas antioksidan sedangkan parameter pendukungnya yaitu uji hedonik. Analisis data menggunakan analisis varians (ANOVA) dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf tingkat kepercayaan 95%. Hasil sidik ragam menunjukkan penambahan karagenan dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap gula reduksi, total asam, viskositas, aktivitas antioksidan dan kenampakan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan rasa sirup mangrove rosella yang dihasilkan. Berdasarkan uji hedonik, sirup mangrove rosella terbaik pada penambahan karagenan 0,75% yang berpengaruh terhadap rata–rata skor 3,69 yang menunjukkan tingkat kesukaan.
STUDI BIOAKUMULASI LOGAM BERAT (Pb, Cd, DAN As) PADA RUMPUT LAUT (Caulerpa racemosa) DARI TAMBAK TRADISIONAL DI BRONDONG, LAMONGAN Cindi Koes Farizky; Mirna Fitriani; Nuning Vita Hidayati; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.401

Abstract

Rumput laut (Caulerpa racemosa) merupakan salah satu makroalga yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat, sehingga dijadikan sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Wilayah pesisir Lamongan, termasuk di Kecamatan Brondong terdapat berbagai kegiatan industri. Buangan limbah kegiatan industri tersebut akan meningkatkan resiko pencemaran logam berat. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan analisis Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif dengan perhitungan berdasarkan Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut (C. racemosa), air, dan sedimen dari tambak tradisional di Brondong, Lamongan mengandung logam berat (Pb, Cd, dan As) dengan konsentrasi yang rendah. Rata-rata konsentrasi Pb, Cd, dan As pada rumput laut (C. racemosa) berturut-turut adalah 0,0901 mg/kg, 0,0124 mg/kg, dan 0,2357 mg/kg. Konsentrasi Pb dan Cd pada air tidak terdeteksi, sedangkan rata-rata konsentrasi As pada air adalah 0,0158 mg/l. Konsentrasi Pb, Cd, dan As pada sedimen berturut-turut adalah 12,3 mg/kg, 0,171 mg/kg, dan 3,74 mg/kg. Nilai Igeo dan CF menunjukkan bahwa logam berat (Pb, Cd, dan As) mengindikasikan tingkat pencemaran dan tingkat kontaminasi yang rendah (0<Igeo<1 dan CF<1). Nilai BCF yang rendah juga menunjukkan bahwa tingkat akumulatif rumput laut (C. racemosa) dikategorikan rendah (BCF<100). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa tambak tradisional di Brondong, Lamongan tergolong aman untuk dilakukan kegiatan budidaya rumput laut (C. racemosa).
STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT Pb, Cd, As PADA UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis) DARI TAMBAK TRADISIONAL Muhammad Syahrian; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.500

Abstract

Lamongan merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi dalam pengembangan produk perikanan khususnya air laut dan air payau. Selain banyak digunakan sebagai lokasi tambak budidaya, wilayah pesisir utara ini juga banyak digunakan sebagai sentra industri yang mana akan membuang banyak limbah dan dapat mempengaruhi kualitas air pada perairan. Pencemaran perairan dapat berdampak pada kondisi kesehatan biota serta kualitas produk perikanan yang dihasilkan. Salah satu limbah yang memiliki sifat racun dan berbahaya bagi makhluk hidup adalah logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsenik (As) yang tergolong polutan yang tidak dapat terdegradasi dan jika terakumulasi di lingkungan perairan akan berpotensi merusak rantai makanan dan menjadi kontaminan bagi organisme akuatik. Pada penelitian ini digunakan udan jerbung (Fenneropenaeus merguiensis) sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya akumulasi logam berat pada udang jerbung dan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor Index (CF), dan Bio-Concentration Factor (BCF). Penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian dengan metode study observation dengan rancangan deskriptif. Sampel udang jerbung yang didapat diujikan di Laboratorium Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (UPT PMP2KP). Hasil yang didapat dari pengujian laboratorium menunjukkan akumulasi logam berat pada udang jerbung dengan nilai 0,0465 mg/kg untuk timbal (Pb); 0,0035 mg/kg untuk kadmium (Cd), dan 0,8229 mg/kg untuk arsenik. Pada pemeriksaan sampel air diperoleh nilai 0,0158 mg/kg akumulasi logam berat arsenik (As), sedangkan untuk pemeriksaan pada sedimen menunjukkan hasil tertinggi adalah 12,30 mg/kg untuk logam berat timbal (Pb) dan terendah 0,0171 mg/kg untuk logam berat kadmium (Cd).
ANALSIS BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN ARSEN (As) PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI TAMBAK TRADISIONAL DESA BANJAR KEMUNING, KABUPATEN SIDOARJO Sapto Andriyono; Ainun Ma’rifa; Nina Nurmalia Dewi
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.744

Abstract

Sidoarjo has a large aquaculture area, but it is a dense city with rapid industrial development. Thus, aquaculture activities such as milkfish, which is a leading commodity, are threatened by water pollution by waste and decreased water quality. Related to this, the purpose of this study is to examine the content of heavy metals lead (Pb) and arsenic (As) in milkfish (Chanos chanos). These metals are substances that have the potential to pollute river aquaculture water sources because they are found in many industrial and household wastes such as paint waste, batteries, insecticides, and pesticides, which are also likely to accumulate in aquatic biota.  This study used observation and purposive sampling methods for sampling and measuring water quality, while testing heavy metals Pb and As with ICP-MS, and quantitative descriptive data analysis of several parameters including Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), and Bio-Concentration Factor (BCF). Based on the results of the study, Pb content in water at the three points was not detected / ND. As in water obtained an average of 0.030 mg/l. While, lead in sediment the average value is 7.84 mg/kg, and 3.30 mg/kg for As. Pb in milkfish was found to average 0.082 mg/kg, and As was 0.277 mg/kg. Overall, Pb and As at the three points were still below the established threshold. However, the average concentration of As metal in water has exceeded the quality standard of KepMen LH No. 51 Th. 2004.  Based on the calculation data of the Igeo index, CF, and BCF, the accumulation rate is low so that the level of pollution and contamination is considered safe. Water quality measurements are said to be good for milkfish aquaculture growth at all three points because they meet the optimal value standards for salinity, pH, DO, brightness and temperature.
STRUCTURAL MODEL COMPARISON OF HISTIDINE DECARBOXYLASE (HDC) OF HISTAMINE-PRODUCING BACTERIA MORGANELLA MORGANII CONSTRUCTED BY ALPHAFOLD2 AND SWISSMODEL Heru Pramono; Aulia Dista Mahrunisa; Aghnina Elvia Fauziah; Hanidhan Dwiretno Widiana; Muhammad Ichwan Firmansyah; Mochammad Bayu Apriliyanto; Sapto Andriyono; Nuruddin Haquel Islam; Melani Larasati; Miftakhul Ulum
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.812

Abstract

ANALISIS PROKSIMAT DAN UJI ORGANOLEPTIK BISKUIT PEDADA (Sonneratia caseolaris) SEBAGAI SUMBER PANGAN ALTERNATIF Andriyono, Sapto; Hasanah, Uswa; Pujiastuti, Dwi Yuli; Hidayati, Nuning Vita
Journal of Aquatropica Asia Vol 10 No 1 (2025): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v10i1.6192

Abstract

Biskuit merupakan salah satu produk makanan ringan yang digemari oleh banyak kalangan Masyarakat yang saat ini banyak sekali inoasi ang dikembangkan. Salah satu biskuit yang dikembangkan dari sumber tepung alternatif adalah biscuit pedada yang dibuat dari tepung buah mangrove jenis Sonneratia caseolaris. Penelitian telah dilaksanakan dar Desember 2022 hingga Februari tahun 2024 di Laboratorium Pengolahan Pangan, Laboratorium Mikrobiologi, dan Laboratorium Kimia dan Analisis di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Parameter pengujian selain analisis proksimat pada produk juga dilakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji proksimat, biskuit dengan substitusi tepung pedada menunjukkan rata-rata penilaian kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar air pada setiap perlakuan yaitu P0 kontrol (0%), 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3). Sementara hasil pengujian organoleptik yang dilakukan memiliki penilaian kualitas warna (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara substitusi tepung pedada terhadap kualitas warna, aroma, rasa, dan tesktur pada biskuit. Substitusi tepung terigu dengan tepung buah pedada pada biskuit berpengaruh terhadap meningkatkan karbohidrat serta rendah protein dan lemak dan mengurangi kadar gluten. Pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan hasil terbaik ialah pada P1, konsentrasi tepung pedada 25% memiliki warna, tekstur, dan aroma yang paling disukai panelis.
Feasibility of Probiotic Lactobacillus casei FNCC 0090 to Improve Growth and Immune Response of Catfish (Clarias gariepinus) toward Aeromonas hydrophila Infection Aini, Nurul; Wahyuningsih, Sri Puji Astuti; Fatimah; Andriyono, Sapto; Do, Hoang Dang Khoa; Bachruddin, Muhammad
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.4.931-939

Abstract

Aeromonas hydrophila can cause motile Aeromonas septicemia, leading to high mortality in catfish. An effective alternative to treat this bacterial infection is administering the probiotic Lactobacillus casei FNCC 0090. However, proper fisheries management is crucial for long-term success. The aim of this research is to determine the effect of administering the probiotic L. casei FNCC 0090 on the growth parameters and immune system of catfish. 200 catfish were divided into 5 different treatments in 5 replicates. The treatments were KN (negative control: without probiotic and infected), KP (positive control: without probiotic and not infected), A (5% probiotic and infected), B (10% probiotic and infected), C (probiotic 15% and infected). The density of probiotics administered is 108 CFU/ml. The fish were kept for 42 days; on the 35th day, the fish were infected with 1 x 108 CFU/ml A. hydrophila intramuscularly. The parameters observed in this study are fish growth (specific growth rate, SGR; feed conversion ratio, FCR; and survival rate, SR) and the immune system (phagocytic activity and the amount of lysozyme enzyme). The data obtained were analyzed with SPSS One Way ANOVA. The results showed that the administration of 15% probiotic L. casei FNCC 0090 had a significant effect on the growth parameters and immune system.
Kelimpahan Dan Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Brantas Wilayah Hilir (Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya) Aulia Maulidah; Syifania Hanifah Samara; Wahyu Isroni; Sapto Andriyono
Juvenil Vol 6, No 1: Februari (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i1.26683

Abstract

ABSTRAKHilir Sungai Brantas mencakup kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya. Komoditas budidaya air tawar dengan volume produksi tertinggi di wilayah hilir Sungai Brantas adalah ikan lele. Sungai Brantas wilayah hilir telah mengalami penurunan kualitas air. Makrozoobentos dapat digunakan untuk mengetahui kualitas air. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelimpahan tidak merata dengan yang terendah 1% dan yang tertinggi 95,4%, sedangkan indeks keanekaragaman makrozoobentos yang didapatkan berkisar antara 0,187-1,267 yang masuk dalam keanekaragaman rendah sampai sedang dengan kategori tercemar sedang sampai berat. Substrat dasar yang didapatkan cukup beragam dikarenakan lokasi stasiun yang jauh serta kondisi sungai yang berbeda. Hasil pengukuran kualitas air di Sungai Brantas wilayah hilir, didapatkan suhu antara 25,5-28,9 oC, kecerahan antara 25-30 cm, pH antara 7,8-8, DO antara 3,1-5,2 mg/L, BOD antara 5,5-9 mg/L, COD antara 45-65 mg/L, dan TSS antara 400-900 mg/L.Kata kunci: Hilir, Sungai Brantas, kelimpahan, keanekaragaman, kualitas air.ABSTRACTThe downstream of the Brantas River includes Mojokerto city, Sidoarjo Regency and Surabaya city. The freshwater aquaculture commodity with the highest production volume in the lower reaches of the Brantas River is catfish. The downstream Brantas River has experienced a decline in water quality. Macrozoobenthos can be used to determine water quality. This study used a survey method with descriptive quantitative data analysis. The results of this study showed an uneven abundance value with the lowest being 1% and the highest being 95.4%, while the macrozoobenthos diversity index obtained ranged from 0.187 to 1.267 which is included in low to moderate diversity with moderate to heavily polluted categories. The basic substrate obtained is quite diverse due to the remote location of the stations and the different conditions of the river. The results of water quality measurements in the downstream Brantas River, obtained temperatures between 25.5-28.9 oC, brightness between 25-30 cm, pH between 7.8-8, DO between 3.1-5.2 mg/L, BOD between 5.5-9 mg/L, COD between 45-65 mg/L, and TSS between 400-900 mg/L.Keywords: Downstream, Brantas River, abundance, diversity, water quality.
Co-Authors A. Shofy Mubarak Abdillah, Annur Ahadi Achmad Rifky Ananda Adrian Damora Adriana Monica Sahidu Adzhari , Natasya Syafa Aghnina Elvia Fauziah Agung Satriyo Bayu Agustin Indrawati Agustin Sukistyanawati Agustin Sukistyanawati Agustono - Ahasan Habib Ahmad Fahrul Syarif Aini Nurul Ainun Ma’rifa Akhmad Taufiq Mukti Alfi Hermawati Waskita Sari Alifia Rizky Novitasari Alma Ika Fatmawati Alvin Rahardian Alviano Amit Kumer Neogi Andi Aliah Hidayani Andi Aliah Hidayani Andi Aliah Hidayani Andi Parenrengi ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Apriliyanto, Mochammad Bayu Asmi Citra Malina Asmi Citra Malina A. R. Tasakka Aulia Dista Mahrunisa Aulia Maulidah Aulia, Nabila Bachruddin, Muhammad Bagus Dwi Hari Setyono Bagus Suseno Boedi Setya Rahardja Chaniful Fuadi, Muhammad Cicik Kurniawati, Cicik Cindi Koes Farizky Crhisnawati Vega Daniel Elkana DARMAWAN SETIA BUDI Daruti Dinda Nindarwi Dewi, Nina Nurmalia Diamahesa, Wastu Ayu Diniariwisan, Damai Dita Wisudyawati Diyah Retnosari, Fenny Do, Hoang Dang Khoa Dwi Yuli Pujiastuti Dwitha Nirmala Dyah Wahjuning Listyarini Dyahruri Sanjayasari Eka Nurinsani, Anisa Eka Saputra Elmanaviean Endang Dewi Masithah Eva Ayuzar, Eva Fairuzalfa, Najma Fadila Faridha Kusumaningrum Farizky, Cindi Koes Fatimah Fauziah, Aghnina Elvia Firdha Farah Pramesti Firmansyah, Muhammad Ichwan Fitriani, Mirna Gunanti Mahasri Hanidhan Dwiretno Widiana Hanif Azhara, Muhammad Hari Pramono Haris, Mochamad Hasanah, Uswa Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi Hendrayana Hendrayana, Hendrayana Heru Cahyono Heru Pramono Heru Pramono Hidayat, Rizqi Rizaldi Hidayati, Nuning Vita Hudawi, Mohammad Nuh Husni, Iqbal Ali Hyun-Woo Kim Islam, Nuruddin Haquel Isroni, Wahyu Kenconojati, Hapsari Laksmi Sulmartiwi Laksono Trisnantoro Larasati, Melani Lila Gardenia Maharani, Rossa Mahrunisa, Aulia Dista Mardya Syaifudin S Ma’rifa, Ainun Md. Jobaidul Alam Md. Jobaidul Alam Md. Jobaidul Alam Meilina, Sinta Cahya Melani Larasati MIFTAKHUL ULUM Miftakhul Ulum, Miftakhul Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitriani Mochamad Alauddin Perdana Putra Mochammad Amin Alamsjah Mochammad Bayu Apriliyanto Mohammad Faizal Ulkhaq Moka, Wilma J.C. Mufasirin Muhamad Amin Muhammad Amin Muhammad Chaniful Fuadi Muhammad Ichwan Firmansyah Muhammad Syahrian Mutiara Rahmawati Mu’alimah Hudatwi N. Juni Triastuti Nafiqoh, Nunak Naufal Rifqi Pratama Nita Rukminasari Nor Sa'adah Novian Aji Pradana Novita, Hessy Nuning Vita Hidayati Nuning Vita Hidayati Nuning Vita Hidayati Nunuk Dyah Retno Lastuti Nur Indah Sari Arbit Nuri Muahiddah Nurito, Nurito Nurmalia Dewi, Nina Nuruddin Haquel Islam Octoriani, Widyanti Oktavia Putri Oktaviana Elsa Dewi Oktaviani, Dian P Kumaladewi Pangestu, Chandra Trisna Panosa, Alief Erwanda Parikesit, Prismadian Aji Patmawati Patmawati Patmawati Patmawati, Patmawati Penataseputro, Tanjung Pipin Suciati Pratama, Naufal Rifqi Pursetyo, Kustiawan tri Putra, Mochamad Alauddin Perdana Putri, Ricke Diana Rachmawati Rusydi, Rachmawati Rahmawati, Ghishella Ayu Rangga Idris Affandi Reza Istiqomatul Hidayah Reza Istiqomatul Hidayah Rikky Leonard Rochma, Shinta Ainur Rofiq Ulinuha, Mohamad Rohsarifuddin, Fadiya Furuujihim Rr. Juni Triastuti Safitri, Diah Ayu Samara, Syifania Hanifah Saputra, Alfian Rahmadhani Satria Hani Saroso, Heri Setiadi Setiadi Shohifah, Isnatul Umu Siti Gusti Ningrum, Siti Gusti SITI HOTIJAH Siti Nur Jannah Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Sri Puji Astuti Sri Subekti Suciyono, Suciyono Syahidah, Dewi Syahrian, Muhammad Tatak Dwi Cahyono Tjahjaningsih, Wahju Tjahjaningsih, Wahju Uni Purwaningsih Van Keulen, Mike Veryl Hasan Visakhadevi, Jelena Wahju Thajaningsih Wattiheluw, Muhammad Subhan Widiana, Hanidhan Dwiretno Widyastuti Umar Wijanarko, Puguh Yugo Win Darmanto Woro Hastuti Satyantini Woro Hastuti Satyantini Woro Hastuti Setyantini Yuli Pujiastuti, Dwi Yusuf Bangun Lastianto