Articles
Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematic Education terhadap Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Siswa Sekolah Dasar
Mardiah Mardiah;
Ahmad Fauzan;
Yanti Fitria;
Hendra Syarifuddin;
Farida F;
Desyandri Desyandri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.340
Artikel ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran didominasi oleh guru, sehingga siswa cenderung pasif dan kegiatan menjadi kurang bermakna serta kurang bervariasi. Siswa hanya menerima materi pelajaran dari guru, serta menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pembelajaran melalui pendekatan RME. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME terhadap pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa berdasarkan kemampuan awal pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Data penelitian diperoleh dari hasil tes kemampuan awal dan tes akhir berupa soal pemahanan konsep matematis serta angket disposisi matematis. Berdasarkan hasil analisis data uji anova dua arah dan pembahasan yang dilakukan, diperoleh bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi berbeda secara signifikan dengan pemahaman konsep matematika siswa yang memiliki kemampuan awal rendah. Pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan RME berbeda secara signifikan dengan pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan RME dan kemampuan awal dalam mempengaruhi pemahaman konsep matematis siswa. Disposisi matematis siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi berbeda secara signifikan dengan disposisi matematis siswa yang memiliki kemampuan awal rendah. Disposisi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan RME berbeda secara signifikan dengan disposisi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu, tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan awal dalam mempengaruhi disposisi matematis siswa.
Model-Model Evaluasi Pendidikan dan Model Sepuluh Langkah dalam Penilaian
Meila Yufriana Devi;
Rahma Hidayanthi;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1934
Dalam penyelenggaraan pendidikan tidak terlepas dari pola atau model evaluasi pendidikan guna untuk melakukan evaluasi yaang seesuai deengan aaturan yaang telaah ditetaapkan daalam suaatu modeel peendidikan.. Peenelitian ini beertujuan uuntuk mengekprolasi serta meenganalisis teentang peentingnya kompetensi guuru dalam melakukan evaluasi berdasarkan model-model pendidikan yang ada, dengan model-model evaluasi nantinya guruu akaan leebih mudaah untuuk menyesuaikan model evauasi deengan karakteristik pesertaa didiik agar evaluasi yang dilakukan menjadi lebih baik. Meetode peenelitian ini meenggunakan jeenis peenelitian studii keepustakaan (libraary reseaarch) deengan peendekatan peenelitian deeskriptif kuaalitatif. Haasil Penelitiaan ini adalah terdapat empat moodel-moodel evaaluasi Peendidikan yaitu (1) Goaal Orienteed Evaluaation, (2) Goaal Freee Eevaluation, (3) Foormatif Suumatif Evaaluation, (4) Countenaance Evaluaation. Terdaapat moodel sepuluh langkah dalam penilaian pendidikan yang tertuang dalam buku Tenbrink. Sebagai program instruktif memerlukan penilaian untuk memeriksa apakah tujuan yang diatur program dapat diketahui. Beberapa hal yang harus diketahui tentang siswa seperti guru harus melakukan evaluasi setelah selesai melakukan pembelajaran agar nantinya guru bisa mengukur sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang telah guru lakukan.
Perbedaan Model Problem Based Learning dengan Discovery Learning terhadap Higher Order Thingking Skills dan Self Directed Learning di Sekolah Dasar
Friska Efendi;
Yanti Fitria;
Farida F;
Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.647
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan yang menggunakan model Discovery Learning (DL) pada pembelajaran tematik terpadu Kelas V di SD Negeri 03 Sintuak Toboh Gadang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain Quasi Exsperimental dengan bentuk non equivalent control group design. Teknik sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan berdasarkan hasil normalitas dan homogenitas maka terrpilihlah SDN 03 Sintuak Toboh Gadang dengan sampel yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen I kelas V.A menggunakan model Problem Based Learning yang berjumlah 24 siswa dan kelas eksperimen II kelas V.B menggunakan model Discovery Learning yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian terlihat bahwa hasil uji-t diperoleh thitung -3,6 < ttabel 1,7 maka Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penggunaan model Problem Based Learning dengan Discovery Learning terhadap High Order Thinking Skills dan Self Directed Learning di kelas V Sekolah Dasar.
Pengembangan Buku Ajar Tema 5 tentang Bagaimana Tubuh Mengolah Makanan Berbasis Model PJBL Di Sekolah Dasar
Nurradiati Nurradiati;
Yanti Fitria;
Darnis Arief;
Mudjiran Mudjiran
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1329
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan RPP dan Buku ajar. Hal ini terlihat banyaknya langkah-langkah pembelajaran pada RPP sama persis dengan yang ada dibuku guru. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V Sekolah Dasar dikota Padang Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan model 4-D yaitu: define, design, develop dan disseminate. Data uji validitas diperoleh melalui lembar penilaian respon guru dan siswa. Penilaian proses dan hasil belajar dari penggunaan buku ajar tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Buku ajar yang dikembangkan telah valid dengan nilai rata-rata 3,2 (2) Buku ajar telah praktis dengan nilai rata-rata 3,6 (3) Buku ajar yang dikembangkan telah efektif dilihat berdasarkan hasil pengamatan aktivitas peserta didik dengan 90 % kategori sangat baik dan hasil belajar aspek pengetahuan nilai rata-rata 85, aspek keterampilan nilai rata-rata 88.
Pemanfaatan Sarana dan Sumber Belajar pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
Yulia Narmi;
Maria Montessori;
Yanti Fitria;
M. Fachri Adnan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1774
Penelitian ini dilatarbelakangi kurang maksimalnya pemanfaatan sarana dan sumber belajar pada pembelajaran IPS di SD, belum semua sekolah memilki sarana dan sumber belajar, masuh kurangnya kemampuan guru dalam pemanfaatan sumber belajar dan keterampilan IT yang kurang memadai di kalangan guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan sarana dan sumber belajar beserta hambatan – hambatan dalam pembelajaran IPS di kelas 4, 5 dan 6 SD Negeri dan SD Swasta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang kepala sekolah yang terdiri dari SD Negeri dan SD Swasta, 12 orang guru kelas 4, 5 dan 6 yang mana masing – masing sekolah 6 orang, 4 orang guru mata pelajaran masing – masing sekolah 2 orang, 12 orang wali murid masing – masing sekolah 6 orang dan 30 orang peserta didik masing – masing sekolah 15 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi, kemudiak dilakukan teknik penjamin keabsahan data dari data yang diperoleh. Pemanfaatan sarana dan sumber belajar sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar di sekolah. Hasil dari observasi dan wawancara sarana dan sumber belajar sangat mendukung kegiatan pembelajaran, karena membuat pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Pembelajaran IPA Terintegrasi di Sekolah Dasar
Desi Dwisetiarezi;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1136
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa pada pembelajaran IPA terintegrasi dalam konteks literasi sains siswa yang meliputi aplikasi sains, pengetahuan sains, proses sains, dan sikap. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah mendefinisikan kemampuan literasi sains siswa kelas V pada pembelajaran IPA terintegrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan jumah subjek 13 orang siswa. Teknik yang digunakan adalah mengumpulkan data, mengolah data, dan mendeskripsikan hasilnya. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa siswa mampu pada aplikasi sains dan pengetahuan sains. Siswa belum mampu pada proses sains yaitu melaksanakan indikator mengidentifikasi pertanyaan ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Siswa belum mampu pada aspek sikap yaitu melaksanakan indikator ilmuwan melek pada gagasan baru dan ilmu pengetahuan menjadi poin dari kebiasaan cendikiawan. Kesimpulannya adalah siswa mampu pada aplikasi sains dan pengetahuan sains (79,23%) dibandingkan proses sains (43,08%) dan sikap (60,26%). Pembelajaran yang bervariasi serta dapat memotivasi siswa sangat diperlukan untuk menambah kemampuan literasi sains siswa pada pembelajaran IPA terintegrasi di Sekolah Dasar
PEMBELAJARAN IPA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR
Vivi Lusidawaty;
Yanti Fitria;
Yalvema Miaz;
Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.333
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan keterampilan proses dan motivasi belajar siswa pada kelas IV SD Negeri 24 Ganting Singgalang dengan menggunakan strategi pembelajaran Inkuiri. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 24 Ganting Singgalang sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan pada siklus 1 keterampilan proses sains siswa 73% meningkatkan pada siklus 2 menjadi 85% dan motivasi belajar siswa pada siklus 1 53% meningkat pada siklus 2 dengan menjadi 85%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi inkuiri di kelas IV Sekolah Dasar dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan motivasi belajar siswa. Jadi, strategi inkuiri dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN 24 Ganting Singgalang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGENAL JENIS-JENIS PEKERJAAN MELALUI METODE JIGSAW DENGAN MEDIA POP UP DI KELAS III SDN 11 AIR KALAM
Nelli Herawani;
Hadiyanto Hadiyanto;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.309 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.14
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mengenal jenis-jenis pekerjaan melalui metode Jigsaw dengan media pop up di kelas III SDN 11 Air Kalam. Masalahnya guru lebih dominan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Ini terjadi karena ketersediaan media yang sesuai untuk pembelajaran di sekolah sangatlah kurang sehingga siswa biasanya kurang tertarik dan kurang termotivasi, sehingga hasil belajarnya pun belum mencapai target KKM yang ditentukan yaitu 70. Jenis penelitian yang digunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi dan (4) Refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN 11 Air Kalam yang berjumlah 20 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Data hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus yaitu 56,36, mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 66,82, dan pada siklus II meningkat menjadi 81,36. Persentase ketuntasan pada siklus I 68% dan siklus II 82%. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan metode Jigsaw dengan media pop up dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan materi mengenal jenis-jenis pekerjaan.
Efektifitas Penggunaan Modul Digital Berbasis Model PBL terhadap Penguasaan Konsep IPA Tematik di Sekolah Dasar
Siti Hajar;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2808
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sehingga siswa sulit dalam menyimpulkan pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau disebut dengan research development dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subyek penelitian Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kabun. Hasil penelitian menunjukan 1) modul digital berorientasi problem based learning telah valid dengan perolehan rata-rata 3.70, 2) Modul digital berorientasi problem based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa kelas V sekolah dasar sangat praktis digunakan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji praktikalitas dengan menggunakan angket guru dan siswa sehingga diperoleh rata-rata 89 dan 87 dengan kategori sangat praktis. 3) Modul digital berorientasi problem based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa kelas V sekolah dasar sangat efektif., dapat disimpulkan bahwa modul digital berorientasi problem based learning yang dikembangkan telah valid, praktis dan efektif
Pengaruh Model RADEC pada Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar
Selfi Rahmi Andini;
Yanti Fitria
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.960
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan pengaruh di model pembelajaran RADEC terhadap hasil perolehan belajar peserta didik sekolah dasar pada tema lingkungan sahabat kita. Penelitian ini jenisnya ialah kuantitatif dalam bentuk quasy eksperiment design. Desain yang diterapkan ialah The Non equivalent Control Group Design. Teknik yang diambil untuk pengambilan sampel ialah cluster random sampling, Populasi sebanyak 7 SD dalam lingkup Gugus II Kec. Tanjung Raya. Penelitian dilakukan di SDN 01 Maninjau kelas Va beranggota 19 peserta didik untuk kelas eksperimen dan kelas Vb untuk kelas kontrolnya yang beranggotakan 20 peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan ialah menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitasnya kemudian uji homogenitasnya serta uji hipotesisnya menggunakan uji t. Rata-rata pada pre-test di kelas eksperimen ialah 44,05263, setelah menerapkan model pembelajaran RADEC diperoleh post-test 82,47. Pada kelas kontrol memperoleh rata-ratanya di pretest 44,15 dan post-test setelah dibelajarkan menggunakan pendekatan konvensional 69,5. Setelah dilakukan uji-t diperoleh thitung= 3,68 dan ttabel 1,68709 dengan taraf nyata 0,05. Dengan demikian thitung = 3,68 > ttabel = 1,68709 maka disimpulkan ditemukan pengaruh model RADEC terhadap hasil perolehan belajar peserta didik SD tema lingkungan sahabat kita