Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Kehilangan Gigi Posterior pada Santriwati di Pondok Pesantren Munawarah, Husnadatul; Rahman, Waljuni Astu; Sari, Emilda; Nuryati, Sri
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v1i1.94

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut salah satunya adalah masalah kehilangan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi posterior pada santriwati Tingkat Ulya di Pondok Pesantren Martapura. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian menggunakan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 56 orang. Berdasarkan penelitian ini didapatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut lebih banyak dalam kategori pengetahuan baik yaitu 71,4 % dan untuk kejadian kehilangan gigi posterior lebih banyak dalam kategori sehat yaitu 71,4 %. Hasil uji Chi-Square didapatkan hasil p-value hitung < p-value alpha (0,05), yaitu 0,042 < 0,05 sehingga Ho ditolak Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan pengctahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi posterior pada santriwati tingkat Ulya di Pondok Pesantren Martapura.
EVALUASI PENGGUNAAN BAMBU SEBAGAI TULANGAN PADA STRUKTUR PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) JALAN RAYA Darma, Eko; Gunarti, Anita Setyowati Srie; Nuryati, Sri; Yulius, Elma; Paryati, Ninik
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 3 No 01 (2017): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v3i01.60

Abstract

Bambu mempunyai sifat mekanik yang baik karena hampir menyerupai sifat mekanik baja. Bambu dapat digunakan pada konstruksi bangunan sipil sebagai material alternatif pengganti baja seperti perkerasan kaku jalan raya (rigid pavement). Pada rigid pavement baja digunakan sebagai tulangan yang berfungsi untuk menahan retak susut akibat suhu dan menambah kapasitas beban jalan. Penelitian ini menggunakan bambu pada rigid pavement. Spesimen yang dibuat adalah meshing tulangan bambu dan baja dengan panjang 5 m dan lebar 3,5 m, diameter 12 mm dan tulangan dipasang pada jarak setiap 100 mm. Meshing tersebut masingmasing dipasang pada tiap segmen jalan yang berukuran panjangxlebarx tinggi yaitu 3,5m x 5m x 0,3m pada kedalaman 20 cm dari permukaan jalan. Uji dilakukan dengan menggunakan beban kendaraan yang divariasikan mulai dari 1000 Kg sampai dengan 14000 Kg dan diamati responnya seperti defleksi, regangan, tegangan. Defleksi terbesar pada perkerasan rigid pavement tulangan bambu adalah 0,6 mm pada beban 9323 Kg. Tegangan maksimum yang dihasilkan pada tulangan baja memanjang dan melintang adalah 1062,6 Kg/cm2 dan 686,7Kg/cm2 dengan nilai E baja 2100000Kg/cm2 , sedangkan pada bambu tegangan terbesar yang dihasilkan adalah 118,62Kg/ cm2 dan 86,87Kg/ cm2 dengan nilai E bambu 313810Kg/cm2 pada kondisi ini tegangan yang terjadi masih dalam batas elastis. Hasil penelitian menunjukkan bambu layak dipakai sebagai tulangan pada rigid pavement
HUBUNGAN PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR NEGERI KANDANGAN UTARA 2 KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Nurhasanah; Rahmawati, Ida; danan, danan; Nuryati, Sri
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan penunjang tercapainya kesehatan tubuh yang optimal. Menurut karakteristik Provinsi Kalimantan Selatan dalam Riskesdas 2018 pada kelompok umur 5 – 9 tahun gigi rusak / berlubang / sakit sebesar 56,17%, dan kelompok umur 10 – 14 tahun gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 47,67%. Kebersihan gigi dan mulut yang terawat baik dapat terwujud dengan pengetahuan dan perilaku yang baik terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan menggosok gigi dengan  karies gigi pada murid kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Kandangan Utara 2 Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, menggunakan metode penelitian Analitik dengan pendekatan Cross Sectional  dan teknik sampel yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah sampel 91 orang. Hasil penelitian pengetahuan menggosok gigi murid Sekolah Dasar kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Kandangan Utara 2 sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik, dan hasil penelitian karies gigi pada murid kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Kandangan Utara 2 sebagian besar memiliki status karies gigi yang rendah. Hasil uji statistic Chi Square diperoleh angka signifikan atau nilai  p Value=0,000 yang berarti  p < 0,05.
Perbedaan Mengunyah Buah Bengkoang dengan Buah Pepaya terhadap Indeks Plak pada Siswa Kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum Kabupaten Banjar Rahmawati, Nur; Rahmawati, Ida; Nuryati, Sri; Astu Rahman, Waljuni
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jtgm.v5i1.85

Abstract

School age is the right time to improve the ability to maintain dental hygiene. Based on data from the UPT Puskesmas Martapura 2 which had conducted screening related to teeth and mouth at Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum in September 2022, out of 29 students, 27 students experienced dental caries and 2 students had a Debris Index with an average of 3.0 (high). This study aims to determine the difference between chewing bengkoang fruit and papaya fruit on the Plaque Index in Class VII and VIII students of Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum, Banjar Regency. This research is an analytic research with a quasi-experimental design and samples were taken by purposive sampling technique with a total sample of 58 respondents. The results showed that the difference in the average (mean) plaque index before and after chewing bengkoang fruit was 2.0765 and the average (mean) plaque index before and after chewing papaya was 1.2358. The results of this study indicate that the difference in the average (mean) bengkoang fruit is greater than papaya fruit. Bengkoang fruit is better at lowering the dental plaque index than papaya fruit. The results of the analysis test using the Independent T-Test obtained the value of ρ<α, so that Ho was rejected and Ha was accepted. In conclusion, there is a difference between chewing bengkoang fruit and papaya fruit on the Plaque Index in class VII and VIII students of Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum, Banjar Regency. The advice given is that students can keep their teeth and mouth clean and eat foods that are good for their teeth and mouth such as bengkoang fruit or papaya fruit which are proven to reduce plaque found on the tooth surface.
Hubungan Jenis Air Konsumsi dengan Erosi Gigi pada Siswa di Bantaran Sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar Septia Armayani, Dilla; Amperawati, Metty; Nuryati, Sri; Rahmawati, Ida
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perairan seperti sungai Martapura mempunyai pH sebesar 6,06 – 6,6, sedangkan air sumur mempunyai pH sebesar 6,69 – 7,13. Potensial of Hydrogen (pH) air pada kondisi asam dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada gigi salah satunya adalah erosi gigi. Air yang bersifat asam dapat mengakibatkan menurunnya kekerasaan permukaan enamel gigi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis air konsumsi dengan erosi gigi pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar. Rancangan penelitian ini menggunakan Cross Sectional, sampel penelitian diambil menggunakan teknik Purposive Sampling sebesar 68 siswa, uji statistik menggunakan uji Chi Square.Dari hasil penelitian didapatkan jenis air konsumsi yang terbanyak pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar yaitu air sungai (54,4%) dan air sumur (45,6%). Erosi gigi pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar sebagian besar siswa tidak mengalami erosi gigi (76,5%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil ρ=0,021 <????=0,05.Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan jenis air konsumsi dengan erosi gigi pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar. Disarankan untuk siswa yang masih mengonsumsi air sungai dan air sumur untuk keperluan sehari-hari diharapkan untuk menggantinya dengan air galon atau air isi ulang agar tidak terjadi erosi gigi.
PENGARUH KEAKTIFAN MAHASISWA BERORGANISASI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Nuryati, Sri; Suryani, Dessy Rizki; Dadi, Oswaldus
Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jumadikavol6iss1year2024page7-17

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh keaktifan mahasiswa berorganisasi dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Musamus. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi kuantitatif-kualitatif (Mixed Methods) dengan desain sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika yang berjumlah 128 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan diperoleh 97 mahasiswa sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara, kemudian data dari hasil angket dianalisis menggunakan analisis regresi dan diperkuat kembali dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara keaktifan mahasiswa berorganisasi dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Musamus, baik dari masing-masing variabel maupun secara simultan (bersamaan). Tingkat pengaruh variabel keaktifan mahasiswa berorganisasi terhadap prestasi belajar mahasiswa adalah 7,5%, tingkat pengaruh variabel motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar sebesar 6,5%, sedangkan secara simultan tingkat pengaruh kedua variabel terhadap prestasi diketahui sebesar 14,7%.
Pengaruh Berkumur Air Kelapa Muda Jenis Genjah Entok Terhadap pH Saliva Pada Murid SDN Di Martapura. Rahmadiniyah, Rahmadiniyah; said, Fahmi; Nuryati, Sri; Sari, Emilda
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi disebabkan oleh demineralisasi jaringan keras gigi yang terjadi karena penurunan pH saliva. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan resiko adanya karies. Air kelapa muda, dikenal sebagai minuman yang menyehatkan mengandung tannin, kalium, natrium, kalsium, dan vitamin C. Hasil pengambilan data awal pada murid kelas IV dan V SDN Pasayangan 2 di Bulan Oktober 2022 pada 10 orang murid diperoleh rata-rata pH saliva 6,3 yang menunjukkan pH asam sehingga bisa menyebabkan karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur air kelapa muda (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) jenis genjah entok terhadap pH saliva murid kelas IV dan V SDN Pasayangan 2 di bantaran Sungai Martapura. Jenis penelitian analitik dengan eksperimen semu dengan rancangan penelitian Pretest dan Posttest One Group Design. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling dengan mengambil sampel 44 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pH saliva sebelum berkumur air kelapa muda (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) jenis genjah entok sebanyak 30 ml sebesar 6,9, sedangkan rata-rata pH sesudah berkumur sebesar 6,5. Bedasarkan hasil uji statistik dengan uji Paired T-Test didapatkan hasil nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan ada pengaruh berkumur air kelapa muda (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) jenis genjah entok terhadap pH saliva murid kelas IV dan V SDN Pasayangan 2 di bantaran Sungai Martapura. Disarankan mengonsumsi air kelapa muda setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat basa, karena air kelapa muda dapat menurunkan pH saliva.
Gambaran Pendidikan Ibu Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Stunting di Desa Pulau Nyiur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Bunga Nurwati; Isnawati, Isnawati; Nuryati, Sri
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jtgm.v5i2.120

Abstract

Stunting is one of the most common forms of malnutrition. This condition can hinder a child's development, including the development of the oral cavity. Children who experience stunting are more vulnerable to dental caries due to changes in the characteristics of saliva. This study aims to understand the relationship between maternal education level and the incidence of dental caries in children with stunting in Pulau Nyiur Village, Karang Intan Subdistrict, Banjar Regency, South Kalimantan. Dental caries in stunted children can be influenced by several factors, including the mother's knowledge and education in maintaining children's dental health and dietary habits. This research uses a quantitative descriptive method with data collected through questionnaires distributed to mothers of stunted children in the village. The results of the study are expected to provide an overview of the impact of maternal education level on the prevalence of dental caries in stunted children, as well as to offer insights for child health improvement programs, particularly in rural areas.
SNP2-Lys-C markers inheritance, genes expression, and the resistance of second-generation Catfish Clarias gariepinus against Aeromonas hydrophila infection Hanggara, Yudha; Alimuddin, Alimuddin; Tri Soelistyowati, Dinar Tri Soelistyowati; Nuryati, Sri
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.1-9

Abstract

High mortality rates in catfish seed caused by motile Aeromonas septicemia disease caused by Aeromonas hydrophila infection. The primary focus is on the genetic selection of the second generation (G2) catfish for resistance to A. hydrophila, utilizing the type-C lysozyme gene at SNP-2 genotype TT. The objective is to assess the inheritance of the SNP2-Lys-C genetic marker from the first generation (G1) Sangkuriang breeders and to evaluate the resistance of the G2 seed to infection. In the experiment, G1 breeders with the TT genotype were spawned, and the resulting G2 seed were challenged with A. hydrophila. The findings indicate that all G2 seed possess the TT genotype and exhibit a higher survival rate compared to the dominant CT genotype seed. The expression of the Lys-C gene in G2 seed is elevated at the onset of infection, decreasing after the seventh day. The expression of the MHC1a and IL-1b genes is also associated with a higher survival rate. The survival of G2 seed correlates with the white blood cell and lysozyme activity, along with an increase in phagocytic activity peaking on the seventh day post-challenge. The conclusion of this study suggests that G2 catfish seed with the TT genotype have stronger resistance to A. hydrophila infection compared to seed with the dominant CT genotype. Keywords: Aeromonas hydrophila, catfish, genotype, lysozyme, resistance ABSTRAK Mortalitas tinggi yang terjadi pada benih lele yang disebabkan oleh penyakit motile aeromonas septicemia akibat Aeromonas hydrophila. Fokus utama adalah pada seleksi genetik generasi kedua (G2) lele untuk resistensi terhadap A. hydrophila, menggunakan gen lisozim tipe-C pada SNP-2 genotipe TT. Studi ini bertujuan menilai pewarisan marka genetik SNP2-Lys-C dari induk sangkuriang generasi pertama (G1) dan mengevaluasi ketahanan benih G2 terhadap infeksi. Dalam eksperimen, induk G1 genotipe TT dipijahkan dan benih G2 yang dihasilkan diuji dengan bakteri A. hydrophila. Hasil menunjukkan bahwa semua benih G2 memiliki genotipe TT dan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT. Ekspresi gen Lys-C pada benih G2 tinggi pada awal infeksi, menurun setelah hari ketujuh. Ekspresi gen MHC1a dan IL-1b juga terkait dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Kelangsungan hidup benih G2 berkorelasi dengan jumlah sel darah putih dan aktivitas lisozim, serta peningkatan aktivitas fagositik yang mencapai puncak pada hari ketujuh. Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa benih lele G2 dengan genotipe TT memiliki resistensi yang lebih kuat terhadap infeksi A. hydrophila dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT. Kata Kunci: Aeromonas hydrophila, genotipe, ikan lele, lisozim, resistan
Histopathology of liver, kidney, intestine, spleen, and bile of catfish with Jaundice Asrido, Farhan; Nuryati, Sri; Widanarni, Widanarni
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.2.250-261

Abstract

Jaundice is a disease that can affect catfish, resulting in low or unsalable selling prices. The yellow colour in catfish is associated with tissue/organ disorders, particularly bile or liver function. This study aims to compare the histopathological structure of the liver, kidney, intestine, spleen, and bile of naturally jaundiced catfish and those injected with bacteria associated with jaundice. The study employed the observation method, using three variables: healthy catfish as a control (K), yellow catfish treated with Aeromonas spp. bacteria associated with jaundice (KP), and yellow catfish from the farm (KL). The results of the observation showed that the field scale variable (KL) had a higher level of necrosis damage in each organ compared to the laboratory scale variable (KP). The yellow colour in catfish is caused by disrupted organ tissue, particularly in the bile or liver. This can be observed in the liver, intestines, kidneys, spleen, and bile, where the field variable consistently indicates high levels of necrosis damage, with scores ranging from 1.11 to 2.48. Some of these scores indicate moderate damage, with a necrosis percentage of 40% ≤ P < 60% in the liver, kidneys, and bile organs. Keyword: Clarias sp., histopathology, jaundice, necrosis ABSTRAK Salah satu penyakit yang menyerang ikan lele adalah penyakit kuning atau dikenal juga dengan jaundice, yang dapat mengakibatkan harga jual menjadi rendah atau bahkan tidak dapat dijual. Warna kuning pada ikan lele dikaitkan dengan gangguan jaringan / organ, terutama empedu atau fungsi hati. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur histopatologi organ hati, ginjal, usus, limpa, dan empedu ikan lele yang sakit kuning baik yang alami maupun yang diinjeksi dengan bakteri yang berasosiasi dengan penyakit kuning. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan tiga variabel yaitu ikan lele sehat sebagai kontrol (K), ikan lele kuning yang diberi perlakuan injeksi dengan bakteri yang berasosiasi dengan penyakit kuning yaiatu bakteri Aeromonas spp. (KP), dan ikan lele kuning yang berasal dari farm (KL). Hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel skala lapangan (KL) memiliki tingkat kerusakan nekrosis paling tinggi pada setiap organnya dibandingkan dengan variabel skala laboratorium (KP). Warna kuning pada ikan lele berhubungan dengan terganggunya jaringan organ terutama empedu atau fungsi hati. Terlihat pada organ hati, usus, ginjal, limpa, dan empedu bahwa variabel lapangan selalu mendapatkan skor tingkat kerusakan nekrosis yang tinggi dengan kisaran nilai skoring 1,11-2,48 yang sebagian tergolong kerusakan sedang dengan persentase nekrosis 40% ≤ P<60% pada organ hati, ginjal, dan empedu. Kata kunci: Clarias sp., histopatologi, nekrosis, penyakit kuning
Co-Authors , Alimuddin , Rahman, , , Rusli, , , Sofian, , , Yuliyanti . Kurdianto . Taukhid A. Santika A. Suwanto Ade Sunarma, Ade Adi Susanto, Riki Aditya, Tiya Widi Afif Abdurrahman Afiff , Usamah Agung Cahyo Setyawan Agus Oman Sudrajat Agussalim, Anita Mardiana Ahmad Beni Rouf Ahmad Firdaus, Ahmad Ahmad Muzaki Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin Alimuddin amperawati, metty Amperawati2, Metty Andi Tiara Eka Diana Puteri, Andi Tiara Eka Diana Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Anis Nugrahawati Anita Setyowati Srie Gunarti Ardana Kurniaji Asrido, Farhan Astu Rahman, Waljuni Ayi Santika Ayi Santika Ayu Dhita Juliadiningtyas, Ayu Dhita Bagus Rahmat Basuki Brite, Margie BUNGA NURWATI D. Meha D. Puspitaningtyas D. Wahjuningrum Dadi, Oswaldus Danan, Danan DEDI JUSADI Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah Dendi Hidayatullah, Dendi Dian Febriani Dian Hardiantho Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Dwi Hany Yanti Dwi Hany Yanti Eddy Supriyono Eko Darma Elma yulius Elman Efzi, Agno Eni Kusrini Eni Kusrini Erni Susanti F.B.P. Sari F.H. Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fajar Prihesnanto, Fajar Fajrin, Anang Falah, Fazrul Faoziyatunnisa, Nurul Fateah, Nur Fauzan Wahib Alsani Firdausi, Amalia Putri Firmansyah, Arif Lukman Fitriyah Husnul Khotimah Goro Yoshizaki Gusti Ngurah Permana Habibah, Siti Sab'atul Habibah, Siti sabatul Hanggara, Yudha Harton Arfah Haryanti Haryanti Haryanti Haryanti Hasan Nasrullah Hidayah, Winda Alfina Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi IDA RAHMAWATI Iis Widiani Ikhsan Khasani Indah Mastuti ISNAWATI Isnawati Isnawati Isni Rahmatika Sari Julie Ekasari K. Sumantadinata Kai, Meggy Wulandari Ketut Mahardika Ketut Sugama Ketut Sugama Khotimah, Fitriyah Husnul Kisworo Utami, Naning Komar Sumantadinata Kukuh Nirmala L.S. Harti La Ode Muhammad Arsal Lili Sholihah Lilis Nurjanah M. Zairin Junior M.A. Suparman Maharani, Rizqya Mia Setiawati Mira Mawardi Muchtar, Muthahharah MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Mukni Mukni, Mukni Mulyani, Rahma Munawarah, Husnadatul MUNTI YUHANA N. Ashry N.A. Maswan Nababan, Yanti Inneke Nadia Aulia, Nadia Nasrullah, Hasan Ninik Paryati Nisa, Hilwatun Nugroho, Sigit Dani Nur Rahmawati Nurbariah Nurbariah Nurhasanah Nurina Pratiwi Nurly Faridah Nurly Faridah NURWATI, BUNGA Odang Carman P. Giri P. Hariyadi Priyoutomo, Nur Bambang Puteri, Rafilah Putri, Elva Khairina Putri, Fadhila Maharani Qorie Astria R.D. Soejoedono Raharjo, Pamuji Gesang Rahma Mulyani Rahmadiniyah, Rahmadiniyah Rahman Rahman, Waljuni Astu Rahmi, Kurnia Anggraini Rahminiwati, Min Ramadhan, Afriani Ramadhani, Danika Athirah Ramadhina, Erina Tri Retno Damayanti Soejoedono Rizkiyanti, Ita S.H. Sholeh Said, Fahmi Sari Anggraeni, Sukma Sari Budi Moria Sembiring Sari Budi Moria Sembiring Sarjito - SATRIYAS ILYAS Sekar Ayu Chairunnisa Sekar Ayu Chairunnisa Sekar Sulistyaning Hadiwibowo Septia Armayani, Dilla Siti Khodijah Siti Murniasih Siti Salamah Siti Zubaidah Slamet Budi Prayitno Soko Nuswantoro sri murtini . Suhermanto, Achmad Sukenda . Sukenda . Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda, Sukenda, Suryani, Dessy Rizki Taufiq Abdullah, Taufiq Tiara Puspa Anjani Tira Silvianti Titin Kurniasih Trian Rizky Febriansyah Tuti Sumiati Tuti Sumiati Ulfah, Rasuna Utami, Naning K. Utomo, Nurbambang Priyo Uttari Dewi Wahyuwardani , Sutiastuti Wasmen Manalu Wida Lesmanawati WIDANARNI WIDANARNI Y. Hadiroseyani Y. Kuswardani Yanti, Mauliza Yuni Puji Hastuti Yusril Pratama, Muhammad Zakki Zainun Zulhelmi, Arif