Claim Missing Document
Check
Articles

Konseling di Perguruan Tinggi: Counseling in Higher Education Desman; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4844

Abstract

Konseling di perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan akademik, emosional, dan karir mahasiswa. Abstrak ini membahas latar belakang, tujuan, dan pendekatan konseling di konteks perguruan tinggi. Konseling di tingkat perguruan tinggi bertujuan untuk membantu mahasiswa mengatasi tantangan akademik, mengelola stres, memahami diri sendiri, dan merencanakan masa depan karir mereka. Dengan memanfaatkan metode konseling yang holistik, konselor di perguruan tinggi membantu mahasiswa mengeksplorasi minat, bakat, dan nilai-nilai pribadi mereka. Selain itu, konseling juga berperan dalam memberikan dukungan terkait penyesuaian diri dengan lingkungan kampus, mengatasi masalah interpersonal, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Melalui kerja sama dengan fakultas dan staf, konselor di perguruan tinggi berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan mahasiswa. Dengan demikian, konseling di perguruan tinggi menjadi bagian integral dari upaya untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus.
Konsep Dasar Konseling Pendidikan Islam: Basic Concepts of Islamic Education Counseling Al Ikhlas; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4858

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami konsep dasar konseling dalam Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Data-data terkait konseling dianalisa menggunakan teknik content analysis dan kemudian diinterpretasikan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan dan simpulan dalam artikel ini adalah, konseling Islam merupakan aktivitas pemberian nasihat, bimbingan, pelajaran kepada individu yang membutuhkan yang aplikasinya didasarkan pada landasan ajara Islam, yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah. Berdasarkan al-Qur’an, konseling Islam setidaknya harus memuat tiga konsep utama yaitu al-hikmah, al-mauidhah al-hasanah, dan almuajadalah bi al-ihsan. Sementara berdasarkan hadits, pelaksanaan konseling Islam mengedepankan konsep nasihat-menasihati dimana konselor harus menjadi teladan atau uswatun hasanah. Konseling Islam juga harus dielaborasi dengan landasan filosofis, psikologis, teologis, sufistik, sosial budaya, dan landasan pedagogis.
Konseling Traumatis: Traumatic Counselling Hendrayadi; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma adalah tingkah laku individu yang tidak normal karena mengalami suatu kejadikan yang sangat membekas sehingga menggangu psikis dan sulit untuk dilupakan. Trauma yang dialami sangatlah berpengaruh dengan kesehatan mental yang bisa mengakibatkan aktivitasnya terganggu. Ketika seseorang sudah mengalami trauma dibutuhkan menanganan oleh ahlinya seperti memberikan konseling psikologi yang diharapkan bisa membantu kesehatan jiwanya dan bisa pulih kembali. Jadi, individu yang mengalami trauma sangatlah membutuhkan penanganan seperti konseling psikologi yang diharapkan bisa membuat psikisnya bisa sehat kembali. Dalam trauma, tingkah laku yang tidak normal ditunjukkan oleh individu yang mengalami kejadian yang sangat membekas sehingga memengaruhi kesehatan mental dan sulit untuk dilupakan. Trauma yang dia alami sangat memengaruhi kesehatan mentalnya, yang dapat mengganggu aktivitasnya. Ketika seseorang mengalami trauma, mereka harus dirawat oleh profesionalnya, seperti konseling psikologi, yang diharapkan akan membantu kesehatan jiwa dan pemulihannya. Oleh karena itu, orang yang mengalami trauma sangat membutuhkan perawatan, seperti konseling psikologi, yang diharapkan dapat membantu mereka pulih secara mental. Luka fisik dan psikis sama pentingnya, dan keduanya akan berdampak buruk pada penderita jika tidak mendapat penanganan yang tepat karena luka akan semakin memburuk. Studi ini menemukan bahwa konseling traumatik adalah proses yang signifikan bagi klien yang mengalami trauma dan bagi konselor yang membantu mereka.
Nasehat Untuk Anak Usia Sekolah (SD/MI): Advice For School Age Children (SD/MI) Andi Fery; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya bimbingan konseling terhadap Anak di Sekolah Dasar. Peserta didik merupakan individu yang sangat membutuhkan bimbingan untuk tercapainya keinginan minat bakat, cita-cita dan kepribadiannya dalam pembentukan sikap dan moralnya siswa diarahkan untuk mendapatkan bimbingan dari sekolah, dalam usia nya anak masih diarahkan dalam kemandiriannya, pemahaman dirinya, serta pengendalian dirinya. Bimbingan bisa mengarahkan anak-anak kepada aspek akademik, emosional, minat bakat, dan sosialnya. Bimbingan dan Konseling adalah suatu layanan pemberian bantuan yang dilakukan konselor kepada peserta didik, agar peserta didik dapat memahami dirinya sendiri, membuat keputusan, memahami potensi dirinya yang dimiliki, mengetahui bagaimana mengembangkan potensinya, dan memiliki sifat tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambilnya
Konseling Untuk Remaja: Counseling for Teenagers Izzi Fekrat; Lisa Candra Sari; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi; Sisri Wahyuni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4864

Abstract

Anak usia sekolah menengah, SMP/MTs, SMA/MA, atau SMK/MAK, adalah siswa yang berumur 13-19 tahun dan merupakan utama yang dimilki adalah setia, cinta, peduli dan bijak dengan isu dan tugas perkembangan antara peranan identitas lawan peranan kebingungan. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR), sebuah metode penelitian yang merangkum hasil penelitian primer untuk menyajikan fakta-fakta yang lebih komprehensif dan berimbang. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa keadaan remaja dari dulu hingga sekarang problematika yang dihadapinya tidak terlalu jauh berbeda, namun yang membedakannya adalah faktor penyebabnya, dan dimungkinkanpada masa-masa yang akan datang pastinya lebih kompleks lagi. Untuk mencegah problematika yang dihadapi para remaja tersebut maka hal-hal yang dapat dilakukan adalah seperti: menciptakan keluarga yang harmonis, tidak menyamaratakan antara remaja satu dengan lainnya, pengembangan remaja melalui pendidikan, mendorong remaja agar aktif di organisasi, pengembangan remaja melalui minat dan bakat. Selanjutnya, apabila remaja sudah terkena masalah yang berat maka cara penanganannya melalui pertama, penanganan individual semisal remaja ditangani sendiri dalam tatap muka empat mata dengan psikolog atau konselor, kedua, penanganan keluarga semisal menangani masalah remaja sekaligus terhadap seluruh atau sebagian anggota keluarga (ayah, ibu dan anak-anak), ketiga, penanganan kelompok hampir sama dengan penangan keluarga dan keempat, penanganan pasangan. Semisal klien ditangani berdua dengan temannya, sahabatnya atau salah satu anggota keluarganya dan sebagainya.
Konseling Karir di Sekolah dan Dunia Kerja: Career Counseling in School and the World of Work Tabrani; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4880

Abstract

Bimbingan karir di sekolah sangat membantu siswa untuk mempunyai keterampilan dalam mengambil keputusan dengan karirnya, keberadaan nya tidak secara langsung membantu peserta didik dalam berkarir, namun lebih banyak bersifat memberi informasi, Supaya peserta didik bisa memahami potensi dirinya dengan baik dan mengetahui pekerjaan dan persyaratan yang harus dipenuhi agar terbentuk kecocokan dengan potensi minat dan kemampuan yang dimiliki nya. Tidak hanya di sekolah, di dunia kerjapun, kebutuhan akan konseling juga semakin meningkat dan sangat di butuhkan ke-eksistensi nya, tentu nya itu akibat dari semakin beragamnya dan konflek nya masalah-masalah yang dihadapi di dunia kerja. Konselor diharapkan dapat membantu menangani masalah atau kondisi tersebut, dengan cara memberi bantuan berupa bimbingan agar individu menjadi pribadi yang lebih baik, sehat, puas dalam pekerjaannya serta efektif dalam bekerja.
Perbedaan Nasehat Barat dan Nasehat Islam: The Difference Between Western Counsel and Islamic Counsel Ujang Sayuti; Gusril Kenedi; Ulfatmi; Afnibar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4881

Abstract

Bimbingan Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam tulisan ini ingin diangkat permasalahan tentang perbedaan Konseling Islam dengan Konseling Barat, model aplikasi bimbingan Konseling Islam berdasarkan kajian teoretis, kreativitas konselor dalam mengambil keputusan, teknik-teknik konseling, konsep dasar kelompok dan dinamika kelompok, dan yang terakhir tentang kedudukan bimbingan individu dan kelompok. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau analisis dokumenter berkenaan dengan apa yang sudah dikemukakan oleh para ahli psikologi, lebih utama lagi oleh para ahli konseling Islam. Yang mana dari uraian data yang dikemukakan terkuak tentang makna Konseling dalam perspektif Islam, pada prinsipnya bukanlah teori baru, karena ajaran Islam tertuang dalam Alquran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan ajaran untuk manusia memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat.
Konseling di Sekolah Tinggi: Counciling in Higher Schools Zulfahman Siregar; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4882

Abstract

Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Problem akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam merencanakan rencana kedepannya. Ada beberapa problem sosial pribadi yang mungkin dihadapimahasiswa adalah sebagai berikut diantaranya :1) Kesulitan ekonomi / Biaya Kuliah, 2) Kesulitan berkenaan dengan masalah pemondokan, 3) Kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sesame mahasiswa baik di lingkungan mahasiswa, khususnya mahasiswa pendatang, 4) Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa khususnya mahasiswa pendatang, 5) Kesulitan karena masalah keluarga, 6) Kesulitan karena masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk menelaah pentingnya konseling di perguruan tinggi. Agar tujuan dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi tercapai, hal ini harus dilakukan oleh profesional agar bimbingan dan konseling mendapatkan hasil yang optimal. Bimbingan karir mempermudah mahasiswa memahami tentang dunia kerja dan tugas pekerjaan. Melalui bimbingan karir ini para mahasiswa tahun semester akhir, fresh graduate, para lulusan atau alumni yang tengah berada dalam masa penantian untuk memperoleh pekerjaan akan lebih siap menghadapi tuntutan untuk pekerjaan sehingga dapat meminimalisir masalah yang akan timbul berkaitan dengan kekhawatiran yang tidak siap memasuki dunia kerja.
Konsultasi Keluarga: Family Consulting Erwin; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4894

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, upaya yang dilakukan untuk mencegah perceraian, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, dan hasil dari pelaksanaannya di Biro Konsultasi Hukum Islam dan Keluarga. Penelitian deskriptif kualiatif digunakan. Konselor dan klien adalah subjek data. Kebasahan data diuji dengan triangulasi sumber. Studi ini menemukan bahwa (1) unsur-unsur konseling belum terpenuhi dalam praktik konseling keluarga; (2) faktor yang mendukung adalah klien yang terbuka, adanya kedua klien (suami dan istri) lengkap, kerjasama yang baik antara konselor dan klien, dan konselor yang berpengalaman dalam menangani masalah; dan (3) faktor yang menghalangi adalah administrasi, ruang layanan yang tidak memadai, pasangan yang tidak lengkap, dan sebagainya.
Effects of power and hand–eye coordination on volleyball smash accuracy of vocational students Wangi Daratista; Gusril Gusril; Muhamad Sazeli Rifki; Yuni Astuti
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 4 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256626

Abstract

This study aims investigated the effects of arm muscle power, leg muscle power, and hand–eye coordination on smash accuracy among male volleyball players at SMK Negeri 2 Kerinci. The research employed a quantitative design using path analysis to examine direct, indirect, and simultaneous relationships among variables. The population consisted of 30 male volleyball athletes, with total sampling applied. Arm muscle power was measured using the one-hand medicine ball put test, leg muscle power using the vertical jump test, hand–eye coordination using the ball werfen und fangen test, and smash accuracy through a standardized smash accuracy test. Data were analyzed using path analysis at a significance level of α = 0.05. The results showed that arm muscle power, leg muscle power, and hand–eye coordination each had significant direct effects on smash accuracy, with hand–eye coordination contributing the strongest influence. In addition, arm and leg muscle power exerted significant indirect effects on smash accuracy through hand–eye coordination. Simultaneously, all variables explained a substantial proportion of variance in smash accuracy. These findings highlight the importance of integrating physical power and coordination training in volleyball instruction at the school level.
Co-Authors *Jannatul Khairoh A Asril Abrar, Khairul Aditya Fernando Adriantoni, Adriantoni Afnibar afnibar, afnibar Ahmad Yamin Ai Syah Putri Akhramil Azizah Al Firdaus Al Ikhlas Aldo Naza Putra Alfiyandri, Alfiyandri Andi Fery Andolin Putra Andri Gemaini Andus Suhendro Anton Komainni Ardimen Argantos, Argantos Arsil Arsil Asep Sujana Asep Sujana Wahyuri Asmaiwaty Arief Asraf Kurnia Azizah Nofrianti Bafirman HB Chaeroni, Ahmad Damrah Dano Faisyal Akbar Denilsa yona elvantini Deski Ramanda Desman Desrimayumita Hasnah Donie Donie Duski Samad Engla Rizka Eri Barlian Erwin Fadhlil Hadi Fahmil Haris Fardi, Adnan Febby Mardesryadi Fiky Zarya Firman Fitrah Arrasyih Fitri Yuliana Gusmaweti Gustian Indra Hardivizon Hardivizon Hendrayadi Hendro Hendro Herry Zulman Hidayati Suhaili hoheng lee Icuk Sugiarto Ihsan, Sartika Fortuna Ilham Mahendri Ilham Ramadhan Ilpi Zukdi Izzi Fekrat Julfi, Alfath Juliana Batubara Kaema, Muhammad Tolal Khadijah Khadijah Khadijah Khadijah Komaini, Anton Kurnia, Asraf Lisa Candra Sari Maiteningsih, Melisa Zulkar Mardianto Mardianto Minallahalibada, Nurhablum Mufti, Zaki Aulia Mufti, Zulfi Aulia Muhamad Ichsan Sabillah Muhammad Zalnur Muhammad Zalnur Muhammad Zambri Mujahidil Mustqim Murisal Murisal Mustqim, Mujahidil Mutathahirin, Mutathahirin Noprijon Nova Wati Nurfarida Deliani Nurhasnah Nurhasnah Nurhasnah Nursyamsi Nurul Ihsan Padli Akbar Padli Padli Pandika Pandika Pratiwi, Sekar Harum R Rezki Radianus Radianus Rafsel Tas'adi Rahmadani Rahmadani Ramanda, Deski Randi Kurniawan Rehani rehani Rehani rehani REMISWAL REMISWAL Rendy Estigana Rivdya Eliza Rivdya Eliza Rizka, Engla Roby Jasmanedi Rosdialena Rosdialena RUDI HARTONO Samad, Duski Sari, Lisa Candra Sartika Fortuna Ihsan Sazeli Rifki, Muhamad Sisri Wahyuni Suanti, Linda Suhaili, Hidayati Syahrastani, Syahrastani Tabrani Tanjung, Romi Fajar Tiffani, Tiffani Titit Indriani Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw Ujang Sayuti Uldiman, Uldiman Ulfatmi Ulfatmi Ulfatmi Umar Umar Wahyu Hidayat Wangi Daratista Willadi Rasyid Willy Ranata Windo Wiria Dinata, Windo Wulandari, Roza Yendrizal Yosnela, Tiwi Putria Yovhandra Ockta Yusrina Tambunan Zulfahman Siregar Zulfi Aulia Mufti Zulkifli Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim Zulmuqim, Zulmuqim Zulvia Trinova