p-Index From 2021 - 2026
9.153
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA METANA Prosiding Seminar Nasional MIPA Management of Aquatic Resources Journal (Maquares) Journal of Marine Research Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Buana Informatika Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Jurnal Teknik Kimia Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam PAWIYATAN Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Fisika Unand Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Indonesian Journal of Cancer Jurnal Kelautan Tropis Unnes Science Education Journal JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis Jurnal Ilmiah Wijaya Babali Nursing Research Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling Journal of Tourism Economics and Policy Golden Ratio of Marketing and Applied Psychology of Business AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Pawiyatan Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) Education Journal: Journal Educational Research and Development Journal Of Artificial Intelligence And Software Engineering MANGGALI Ekobisman : Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Journal Innovations Computer Science Journal Serambi Engineering (JSE) Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Journal of Midwifery Tiara Bunda Edubiologica: Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Tingkat Kerentanan Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Desa Tunggulsari Kabupaten Rembang Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi; Redjeki, Sri; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i1.28247

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) adalah salah satu sumber daya hayati laut Indonesia. Rajungan merupakan komoditas utama  perikanan di Indonesa, baik untuk lokal maupun ekspor. Nilai ekonomis rajungan yang tergolong tinggi mengakibatkan penangkapan rajungan dilakukan secara besar-besar dan dapat memicu terjadinya kepunahan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan rajungan di Perairan Desa Tunggulsari dan mengetahui karakteristik morfometri dari rajungan yang ditangkap pada lokasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Productivity and Susceptibility Analysis (PSA). Wawancara dilakukan kepada 60 nelayan di Desa Tunggulsari. Pengukuran parameter kualitas perairan meliputi suhu, oksigen terlarut, salinitas, dan pH. Pengukuran morfometri dilakukan pada salah satu pengepul di desa. Hasil dari wawancara diketahui bahwa nelayan di Desa Tunggulsari menggunakan 2 macam alat tangkap yaitu bubu lipat dan jaring insang dasar. Penilaian atribut produktivitas rajungan masuk dalam kategori tinggi, sedangkan penilaian atribut kerentanan tergolong pada resiko rendah untuk penggunaan kedua alat tersebut. Nilai MSC untuk alat tangkap bubu lipat adalah 96,0 dan 98,2 untuk alat tangkap jaring insang dasar. Nilai MSC > 80 menunjukkan bahwa tingkat kerentanan rajungan pada lokasi tersebut masuk pada kategori rendah. Selanjutnya, pola pertumbuhan rajungan di Desa Tunggulsari adalah allometrik negatif baik untuk rajungan jantan maupun betina. Hal ini menunjukkan pertumbuhan panjang dan lebar karapas lebih cepat dibandingkan penambahan berat rajungan. The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of the Indonesian marine biological resources. The blue swimming crab is a main commodity of fisheries in Indonesia, both for local and export. Economic value of blue swimming crab classified as high involve over-exploitation of blue swimming crab and can lead to extinction. This research is aimed to determine level of vulnerability of blue swimming crab in Tunggulsari waters and to discover morphometry characteristic of blue swimming crab that caught at that location. The method used in this research is Productivity and Susceptibility (PSA) method. Interviews were conducted with 6 fishermen in the village of Tunggulsari. Measurement of water quality parameters including temperature, dissolved oxygen, salinity, and pH. Morphometry measurement was carried out in one of the collectors in the village. The results of the interview revealed that fishermen in the village of Tunggulsari used 2 fishing tools namely bubu lipat and bottom set gillnet. Assessment of blue swimming crab productivity attributes is included in the high category, while the assessment of vulnerability attributes is classified as low risk for the use of both tools. The MSC value for bubu lipat is 96,0 and 98,2 for bottom set gillnet. The MSC value is more than 80 indicates that the level of blue swimming crab vulnerability at that location is in the low category. Further, blue swimming crab growth pattern in the village of Tunggulsari are negative allometrics for both male and female blue swimming crabs. This shows the growth in length and width carapace is faster than the addition of blue swimming crab weight.
Indeks Kondisi Kerang Bambu yang Didaratkan Di TPI Tasik Agung, Rembang, Jawa Tengah Ramadhani, Aulia Dessy; Redjeki, Sri; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.29999

Abstract

Kerang bambu merupakan  salah  satu  jenis  Moluska  dari  famili  Solenidae  yang mempunyai nilai ekonomis. Potensi sumberdaya hayati kerang bambu ini menarik untuk diteliti lebih dalam mengingat permintaannya yang semakin meningkat. Upaya pengambilan kerang bambu jika tidak diimbangi dengan selektivitas ukuran dan dilakukan penangkapan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan hilangnya organisme ini. Mengingat masih minimnya informasi mengenai kerang bambu (Solen sp.) sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai morfometri, hubungan panjang dan berat serta indeks kondisi kerang bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan panjang cangkang dan berat total serta nilai indeks kondisi dari kerang bambu (Solen sp.). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur aspek morfometri seperti panjang, lebar dan berat total. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara panjang cangkang dan berat total memiliki nilai b = 3,99 dan R2=0.5742. Nilai indeks kondisi kerang bambu (Solen sp.) dari TPI Tasik Agung, Rembang, Jawa Tengah pada kategori kurus sebesar 1.9% dengan jumlah 1 ekor, kategori sedang sebesar 13,3% dengan jumlah 67 ekor dan kategori gemuk sebesar 86.4% dengan jumlah 433 ekor.Bamboo clams are type of mollusc from the Solenidae family that have economic value. The potential of bamboo clam is interesting to be investigated more deeply considering its increasing demand. Efforts to collect bamboo clams of it’s not balanced with size selectivity and continuous fishing can result in the loss of these organisms. Given the lack of information on bamboo clams (Solen sp.) it is necessary to conduct research on morphometry, length and weight relationship and condition index of bamboo clams. The purpose of this study was to determine condition index value of bamboo clams (Solen sp.). This research was conducted by measuring morphometric aspects such as length, width, and total weight. The result showed that the condition index value of bamboo clams (Solen sp.) in TPI Tasik Agung, R, Central Java in the thin category was 1.9% with 1 individuals, the moderate category was 13.3% with 67 individuals and the fat category was 86.4% with 433 individuals.
MODEL LATIHAN INKUIRI (MLI) DIPADU PETA KONSEP PADA PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISTEM MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Sujayanty, Sri; S Tapilouw, Fransisca.; Redjeki, Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p154-157

Abstract

An effective thinking skill, which is considered as an important characteristic, is needed for all grades at school. Teaching thinking skill, blending thinking skill and teaching materials (curriculum) and assesing of higher order thinking can help student to be an effective critical and creative thinker. The lecture is seldon teach about thinking, such as system thinking. Teaching thinking skill explicitly through lecturing content material could help student of Biology teacher to be effective thinker in the future. In order to improve the thinking ability of the student of Biology teacher, it could be through implementing an appropriate model of teaching such as Inquiry Training Model (ITM) combined with concept mapping. Result shown that it is about 70,33 of biology teacher candidate students are in a enough category of sistem thinking ability after following blended Inquiry Training Model (ITM) and concept mapping on general biology instruction, the achievement of indicator system thinking students was categorized good, student’s understanding about air pollution was categorized good, the correlation between student’s understanding and system thinking shows high correlation.Keterampilan berpikir yang efektif merupakan suatu karakteristik penting di sekolah pada setiap jenjangnya. Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit, memadukannya dengan materi pembelajaran (kurikulum) dan melakukan assessment berpikir tingkat tinggi dapat membantu mahasiswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif secara efektif. Kemampuan berpikir seperti berpikir sistem jarang diajarkan secara khusus dan terpisah oleh dosen di kelas. Mengajarkan kemampuan berpikir secara eksplisit dengan memadukannya pada materi perkuliahan akan membantu mahasiswa calon guru Biologi menjadi pemikir yang efektif. Upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir sistem calon guru Biologi dapat dilakukan dengan menyesuaikan materi perkuliahan Biologi Umum dengan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir sistem, antara lain yang dikemas dalam bentuk model latihan Inkuri dipadukan dengan peta konsep. Hasil analisis menunjukkan kemampuan berpikir sistem mahasiswa calon guru Biologi setelah mengikuti perkuliahan menggunakan MLI dipadu peta konsep pada materi Pencemaran udara rata rata 70,33 dikategorikan cukup, persentasi pencapaian indikator kemampuan berpikir sistem rata rata 74,33% dikategorikan baik, penguasaan konsep mahasiswa pada materi pencemaran udara rata rata 66,10 dikategorikan baik, korelasi antara penguasaan konsep dan kemampuan berpikir sistem (r) 0.9753 menunjukan korelasi tinggi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA DENGAN MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MELALUI INTEGRASI STRUKTUR PADA FUNGSI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL NESTED Hindriana, Anna Fitri; Rahmat, Adi; Redjeki, Sri; Riandi, Riandi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p158-163

Abstract

Integration of teaching subject of plant structure into plant function using nested model aimed to improve student thinking skills when they are receiving information with high interconnection causing cognitive load. To facilitate the thinking skills especially on either inductive or deductive are  required a learning model that can decrease cognitive load  when the students receiving information caused by the teaching method  (extranous load). This research using pre-experimental method with One Group Pre test – Post Test design. Participants of this study were 22 students have took Plant Anatomy Course in previous semester. There are two main data collected in this study, qualitative and quantitative data. Qualitative data were gathered using documents collected from student tasks. Quantitative data were collected using paper and pencil test containing 30 items test measuring students’ reasoning skills about plant physiology comprehensively. The result shows that after learning using nested type student  thinking  skills  were  increased  especially in inductive  reasoning.  Most  students  had  thinking  skill  and analysis information skill categorized by good criteria. The reasoning skills of 68 % students had categorized by good criteria and only 32% of students had reasoning skills belong to sufficient criteria.  The experiment design skills of 65% students were be affiliated with good criteria. We found that no more than 35% students should be guided during they do the tasts covering experimental design skills.Integrasi Struktur pada Fungsi Tumbuhan  menggunakan model  nested  bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan berpikir  mahasiswa. Model  ini  diperlukan  pada  saat  mahasiswa  menerima informasi dengan interkoneksi tinggi,  yang  dapat menimbulkan    beban  kognitif. Untuk  memfasilitasi keterampilan berpikir  terutama penalaran baik  induktif maupun  deduktif diperlukan  adanya  model  pembelajaran  yang  dapat  menurunkan  beban  kognitif  pada  saat  mahasiswa  menerima  informasi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pre test – Post Test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan  kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari tugas mahasiswa pada saat melakukan  analisis informasi dan angket untuk mengetahui beban kognitif  mahasiswa pada saat menerima informasi ketika implementasi pembelajaran. Data kuantitatif dikumpulkan dari hasil tes penalaran yang terdiri dari 30 soal pilihan berganda beralasan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir terutama penalaran induktif  setelah diterapkan pembelajaran model nested. Sebagian besar mahasiswa memiliki keterampilan berpikir dan menganalisis informasi dengan kategori baik. Kemampuan penalaran  mahasiswa  sebesar  68  %  termasuk  dalam  kriteria  baik  dan  32%  termasuk   dalam   kriteria   cukup. Kemampuan merancang  eksperimen  mahasiswa sebesar 65% termasuk dalam kriteria baik. Hanya 35% mahasiswa yang masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait dengan keterampilan merancang penelitian.
PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK (Cei-ba pentandra) MENGGUNAKAN KATALIS NiMo/ɣ-Al2O3 DENGAN PROSES HIDROGENASI DAN FRAKSINASI Ristanti, Rahmadita Aulya; Sagara, Bangkit Putra; Murti, SD Sumbogo; Redjeki, Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2298

Abstract

Potensi minyak biji kapuk untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati sangatlah besar karena minyak biji kapuk tidak dapt dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehingga tidak mengganggu ketahanan pangan membuatnya menjadi bahan baku potensial untuk sintesis green diesel. Pre-treatment minyak biji kapuk dilakukan untuk mengurangi kadar FFA (Free Fatty Acid) yang terkandung sebelum di proses menjadi green diesel. Proses hidrogenasi dilakukan dengan bantuan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3.  Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat green diesel dari minyak biji kapuk menggunakan proses hidrogenasi dan fraksinasi dengan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3 serta mengetahui karakterisasi green diesel dengan bahan baku minyak biji kapuk. Kondisi yang dijalankan yaitu waktu reaksi ( 2 x 30 menit, 2 x 60 menit, dan 2 x 90 menit) dengan tekanan awal 30 bar, temperatur reaksi 400 ℃ dan dijalankan 2 stage. Dari hasil penelitian didapatkan waktu terbaik pembuatan green diesel yaitu 2 x 60menit. Sedangkan untuk hasil karakterisasi didapat bahwa untuk kandungan sulfur, pour point, cloud point dan cetane number memenuhi standar SNI, namun untuk nilai kinematic viscosity belum memenuhi standar SNI.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2298
Studi Pertumbuhan Portunus pelagicus Linnaeus, 1758 (Portunidae:Malacostrata) di Perairan Tunggulsari, Rembang Mustofa, Diah Ayu; Redjeki, Sri; Pringgenies, Delianis
Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i3.29157

Abstract

Rajungan merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati baik dalam maupun luar negeri. Permintaan rajungan meningkat setiap tahunnya. Desa Tunggulsari merupakan desa penghasil rajungan di Rembang. Desa ini terletak di Kecamatan Kaliori dengan 78,35% penduduknya nelayan. Penangkapan rajungan terjadi setiap hari tanpa adanya restocking. Kondisi ini dapat menyebabkan overfishing dan berdampak pada kelestarian rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan rajungan (Portunus pelagicus) hasil tangkapan nelayan di Desa Tunggulsari, Rembang meliputi distribusi lebar karapas dan pola pertumbuhan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini berlangsung selama 30 hari dengan pengambilan 100 sampel rajungan per hari. Hasil penelitian ini diketahui ukuran rajungan terdistribusi antara 49–178 mm dengan pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai b=2,8575. Berdasarkan penelitian terdapat 64 % rajungan yang layak tangkap dan 36 % rajungan yang tak layak tangkap meliputi rajungan muda berukuran <10 cm. Berdasarkan data, nelayan belum menerapkan PERMEN KP No. 12 Tahun 2020 tentang penangkapan rajungan. Hal ini akan berdampak pada kondisi rajungan di wilayah Tunggulsari.  Blue swimming crab fishery commodity that has high demand both at home and abroad. Tunggulsari is one of the villages in Rembang where people catch blueswimmingcrab. It’s located in Kaliori Sub-district with 78.35% population of fishermen. Blue swimming crab is catched every day without any restocking. This condition cause overfishing and impact on the sustainability of blue swimming crab. This research aims to study the growth of blueswimming crab (Portunus pelagicus) in Tunggulsari, Rembang include distribution of width and growth pattern. The method used in this research is descriptive. This research lasted for 30 days by taking 100 sample/day. The results is the width is distributed between 49–178 mm and has a negative allometric growth pattern with value of b=2.8575. Based on the research, there are 64% blueswimming crab that worth to catch and 36% blueswimming crab that doesn’t worth to catch include young crab which size <10 cm. Based on the data, fishermen have not implemented Government Regulation No. 12, 2020 regarding catching crabs. This impact on the condition of the crabs in the Tunggulsari area.‎ Based on the research, there are 64% of crabs that are suitable for catching and 36% of crabs that are not suitable for catching include young crabs measuring <10 cm Based on the data, fishermen have not implemented Government Regulation No. 12, 2020 concerning the Crab Regulation. This will have an impact on the chopping conditions in the Tunggulsari area.‎ 
PRODUKSI GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT Redjeki, Sri; ., Iriani
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang pantai 99,093 km, luas laut 3.257.357 km², dimana hasil garam seharusnya cukup melimpah. Kendala yang dihadapi negara Indonesia adalah hanya sebagian laut/pantai yang dapat menghasilkan garam. Hampir 90% garam di Indonesia berasal dari garam rakyat yang kadar garamnya hanya sekitar 84%, dan ini hanya bisa digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga. Untuk dapat memproduksi garam farmasi atau industri, Indonesia membutuhkan garam dengan persentase kandungan garam yang lebih banyak, padahal kebutuhan garam untuk industri dan farmasi cukup menjanjikan. Oleh karena itu perlu dicari inovasi teknologi untuk dapat menjadikan garam rakyat menjadi garam sesuai standar industri yaitu sekitar 99%. Dalam larutan garam yang diambil dari laut kandungan garamnya mengandung NaCl dan senyawa lain antara lain magnesium, kalsium, dan kalium. Proses peningkatan kadar NaCl hingga 99% sesuai standar garam industri dapat dilakukan dengan cara menurunkan kadar air dan garam lain yang terkandung dalam larutan (MgSO4, CaSO4, CaCl2, MgCl2). Tujuan Penelitian tahun adalah melakukan proses JART Test untuk mengetahui penambahan reagen NaOH dan Na2CO3 yang terbaik dalam pengendapan bahan kimia yang ditambahkan pada proses penghilangan garam selain NaCl dari garam rakyat. Variabel penambahan reagen: 5%, 10%, 15%, 20% berlebih kondisi stokiometri. Penambahan reagen Na2CO3 dan NaOH diperoleh hasil terbaik pada penambahan berlebih 20%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846
PENGETAHUAN KONTEN PEDAGOGI (PCK) DAN URGENSINYA DALAM PENDIDIKAN GURU Purwianingsih, Widi; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 15, No 2 (2010): JPMIPA: Volume 15, Issue 2, 2010
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i2.35997

Abstract

A serius effort to reach students aspects of content, syntactically and substantively, will not be achieved without being accompanied by the knowledge of teaching strategies adopted appropriate by the teachers. Teachers should understand and be able to integrate content knowledge into knowledge about the curriculum, learning, and especially students. Such knowledge is expressed as Pedagogical Content Knowledge (PCK). To identify and assess developments of their PCK, a teacher needs a rich conceptual understanding as well as integrate with expertise in using teaching procedures, strategies and approaches, to be implemented in the classroom. PCK is considered as a strategic answer for transforming of content/subject matter into a form of presentation in the classroom. Because of PCK is one of the main components in teaching, to produce qualified teachers, equip ability PCK becomes a crucial thing to be done by the teacher-producing institutions. This is due to the PCK is important in improving teaching and learning process which aims to provide [a] better understanding of students. PCK is as important as knowledge about subject matter which is used as the subject of any learning process. Without PCK, the process of transformation of a subject matter in the effort to construct students' knowledge, will not take place very well.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VISUOSPATIAL (3D) UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF CALON GURU BIOLOGI PADA KONSEP ANATOMI TUMBUHAN Suprapto, Purwati K.; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri; Rahmat, Adi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36051

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang penggunaan model visuospatial (VS) untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan telah dilakukan secara diskriptif. Model-VS adalah model pembelajaran yang melibatkan kemampuan tiga dimensi (3D). Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas model-VS dalam meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa melalui matakuliah anatomi tumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester empat, tahun 2011 di Universitas Siliwangi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 108 orang yang dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing dengan tipe Model-VS berbeda, yaitu Induktif Play doh (IP), Induktif-Gambar (IG) dan Deduktif-Gambar (DG). Pengukuran kemampuan kognitif C1, C2 dan C3 dilakukan secara tertulis dengan menggunakan 32 item soal, sedangkan kemampuan menganalisis (C4) dan kemampuan berkreasi diukur dengan menggunakan item test berupa gambar 2D dan 3D secara terpisah. Kemampuan mengevaluasi (C5) diukur melalui pengamatan pada saat presentasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model-VS dapat mengembangkan kemampuan kognitif mahasiswa. Model-VS dengan perlakuan Induktif-Gambar (IG) dapat mengembangkan pemahaman (C2) mahasiswa pada materi jaringan tumbuhan, sedangkan perlakuan Deduktif-Gambar (DG) mampu mengembangkan kemampuan mengaplikasinya (C3). Ketiga tipe Model-VS tidak dapat mengembangkan kemampuan analisis (C4) dengan baik melalui pengamatan mikroskopis. Akan tetapi, dalam Induktif-Play doh kemampuan mengingat (C1), mengevaluasi (C5) dan kreasi (C6) gambar 3D berkembang sangat baik.ABSTRACTThe study on the implementation of visuospatial teaching models (VS-Model) for the enhancement of cognitive ability of prospective teacher on plant anatomy concept has been done descriptively. VSmodel is a model of learning to involve the ability of three-dimensional (3D). The study aimed to determine the effectiveness of VS-Model on improving cognitive ability of prospective biology teacher on plant anatomy concept. Participants of the study were 108 fourth semester biology education students attending Plant Anatomy Course in academic year of 2011 of Siliwangi University of Tasikmalaya, West Java. All participants were divided into three different class. Each class implemented three different type of VS-Model, e.g. Inductive Play doh (IP), Inductive Images (IG), and Deductive Images (DG). Cognitive abilities of C1, C2 and C3 were measured by a written test consisted of 32 item tests and the analyzing ability (C4) and creating ability (C6) were measured using 2D images and 3D images item tests respectively. To measure the evaluating ability (C5) of student it was conducted using observation method through student presentation. The results showed that the VS-Model can improve the cognitive abilities of students. VS-Model with Inductive-Images (IG) could improve student understanding (C2) on plant anatomy, whereas Deductive-Images (DG) was able to develop student ability to apply (C3) the concept of plant anatomy in a new learning object. All the three types of VS-Models could not well develop the analyzing (C4) ability of student through microscopic observation. In Inductive-Play doh (IP), however the ability of student to remember (C1), to evaluate (C5) and to create (C6) 3D images was very well developed.
PEMBERDAYAAN ASISTEN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN UNTUK MELAKSANAKAN PEER ASSISTED LEARNING (PAL) DITINJAU DARI TAKSONOMI BARU MARZANO Diana, Sariwulan; Rustaman, Nuryani; Redjeki, Sri; Iriawati, Iriawati
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 2 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 2, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.36179

Abstract

ABSTRAKStudi tentang Pemberdayaan Asisten Praktikum Morfologi Tumbuhan dilakukan untuk mengungkap kemampuan mahasiswa asisten praktikum Morfologi Tumbuhan mulai dari tingkat seleksi, pembekalan untuk melaksanakan Peer Assisted Learning (PAL) pada praktikum, pelaksanaan praktikum, evaluasi hasil praktikum, serta capaian hasil belajar praktikan, ditinjau dari Taksonomi Baru Marzano. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods yang melibatkan data kualitatif tentang kemampuan dua mahasiswa asisten praktikum dan data kuantitatif tentang capaian hasil belajar 41 mahasiswa praktikan. Data penguasaan materi praktikum dan keterampilan lab oleh asisten dijaring secara berkala menggunakan instrumen seleksi asisten. Kinerja asisten diobservasi menggunakan lembar observasi, sedangkan kemampuan asisten dalam menilai laporan praktikum menggunakan rubrik penilaian laporan, dan ketepatan soal praktikum bertakson Marzano yang disusun asisten dikonfirmasi berdasarkan karakter masing-masing level pemrosesan taksonomi baru Marzano. Capaian hasil belajar praktikan dijaring melalui pretes-postes, penilaian Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), laporan praktikum serta skor pra UAS dan UAS. Hasil penelitian menunjukkan hampir semua kemampuan asisten praktikum Morfologi Tumbuhan pada setiap level pemrosesan sudah berkembang dengan sangat baik. Rata-rata kemampuan praktikan pada sistem kognitif, sistem metakognitif dan sistem diri juga berkembang dengan baik. Secara keseluruhan program PAsPAL ditanggapi sangat positif oleh asisten praktikum dan hampir semua praktikan. ABSTRACTStudy of Plant Morphology practicum’s assistant empowerment was conducted to find out the ability of Plant Morphology practicum’s assistants since selection phase, preparation/training phase for peer assisted learning (PAL) implementation, practicum activity and practicum evaluation, and the gain of practicant’s achievement, according to Marzano’s New Taxonomy. This study used mixed methods design that included qualitative data about the practicum assistants’ competencies and quantitative data about the gain of 41 practicant’s achievement. Assistant’s practicum mastery and laboratory skills were reviewed periodically using assistants selection instruments. Assistant’s performance was observed using observation sheets, assistants’ ability in evaluating practicum report was evaluated using report rubrics, and the accuracy of Marzano’s taxon based-practicum questions composed by the assistants was confirmed according to characters of Marzano’s new taxonomy. Practicant’s achievement was found out by pretest-posttest score, student worksheet, work report and exam score. Results showed that assistants’ ability in almost every processing level was already very well-develop. The average ability of cognitive, metacognitive and self system of the practicants was also already well-develop. In overall, the PAsPAL program was positively welcomed by most of practicants and every practicum assistants.
Co-Authors ., Iriani Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Ghofar Achmad Edi Subiyanto Achmad Munandar Achyani Ade Hari Siswanto Adi Rahmat Afandi, Yusuf Agus Indarjo Agus Sabdono Agus, Elsa Lusia Ahdiansyah, M Hafidz Aini, Firly Nur Alburhana, Lathifatusy Syifa Ali Djunaedi Almagribi, Ahmad Bilal Ambariyanto , Amin, Nashrul Anam, Aufa Anandita, Assifa Yusan Andriyani, Widyastuti Angga Dewi, Widya Novi Anggara, Muhammad Alyfansyah Rizky Anggraheny -, Anggraheny Anisa Nur Halimah Anna Fitri Hindriana Anna Triningsih Annisaul Khasanah Wulandari Khasanah Wulandari, Annisaul Khasanah Wulandari Khasanah Ari Widodo Ariesta Artamevia, Nazwa Aris Ismanto Ayu Puspitasari, Ayu Ayu Rosyida Zam Zam Azizah T.N., Ria Badik, Muhammad Bagus Eko Hardiono Baharudin, Muhammad Teguh Baidhowie, Lutfil Hakim Bambang Yulianto Banun Sri Haksasi Baskoro Rochaddi Bayong Tjasyono Bustomi Cahyono, Arie Eko Chrisna Adhi Suryono Delianis Pringgenies Desyandri Desyandri Devi Nandita Choesin, Devi Nandita Dewi Novitasari Diah Permata Wijayanti Dodon Turianto Nugrahadi Duduh Abdul Bara Dwi Jatmiko, Dwi Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Soesanto Edy Supriyadi Elfi Rimayati Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Eny Inayati, Eny Erliyanti, Nove Kartika Fajar, Surya FIRDAUSI, Ifrohatul Dini Fitria Olivia franisa, anggi Fuad Ashari Fulgensius Surianto G. Sri Redjeki Gerhani, Febrina Gita, Irma Hadi Endrawati Hadi, Nur Halizah Haksan Darwangsa Handayani, Dwi Asih Kumala Handayani, Latifah Fitri Hapsara, Hudanu Hariadi Hariadi Harry Firman Hartadi, I Gede Haryono, Yoyo Haula Robbi, M. Kautsar Heryoso Setiyono Hutagaol, Inggrid Debora I Nyoman P Aryantha Ika Ayuningtyas Indarwati, YM Iqbal Maulana Iriawati Iriawati Irwani Irwani Irwanto, Eko Ismawati Ismawati Ita Riniatsih Jihadi, Muhammad Shulhan Jusup Suprijanto K. Susilo, David Käll, Sofia Khaerul Umam, Khaerul Khonsa Rezkania, Gita khusnul khotimah Krisiyanto, Krisiyanto Kunarso Kunarso Kusdarjanti, Endang Kusumadiani, Tazkia Aulia Lelono, Satrio Kusumo Lies Mardiyana, Lies Lilik Maslukah Lita Rosa, Mia Laksmi Luky Adrianto Luluk Elyana Maharani, Galung Dhiva Marini . Marselino, Frendy Mayunar Mimin Nurjhani K Mr Kusnadi Mrs Sariwulan Diana Muchamad Fajar Alamsyah Muh Yusuf Muhaimin, M. Hadid Muhajirin, Al Muhammad Reza Faisal, Muhammad Reza Muhammad Zainuri Mujayatun, Siti Musthofa, Danis Nurul Mustofa, Diah Ayu Mutiara Nurul Fajar Utami Mutiari Nurul Syam Utami Naufal, Nabil Neviyani Neviyani, Neviyani Ningrum, Marsella Ivon Citra Novi, Widya Nugroho Agus D Nugroho, Aditya Dwi Nur Khasanah Apriliasari, Nur Khasanah Nur Taurif Syamsudin Putra Jaya Nur, Sofyan Hasanuddin Nurasyah Dewi Napitupulu Nurohman, Muhamad Nuryani Rustaman Nusaputro, Kurnia Adi Oktarini, Rahmi Panatar, Jakfar Shodiq Philipus Uli Basa Hutabarat Pradana, Henrian Rizki Praressha Wizurai Prasetiyorini, Pudhak Prasetyo, Sigit Nian Pratama, Candrika Prayoga Nugraha Taunay Prihandoko, Tri Leksono Purba, Sariaman Purwati K. Suprapto Putri Novianingrum, Milka putri, Ferninda Rahardiyana Putri, Hawa Aritma Sunarko Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Fenny Winda Rakhmawan, Aditya Ramadhani, Aulia Dessy Rasid, Harun Al Raudina, Anggit Sapta Retno Hartati Retno, Yosy Ria Azizah Tri Nuraini Ria, Intan Ade Riandi Riandi Ristanti, Rahmadita Aulya Rizkina, Nurnazmilaila rojanah, rojanah rojanah Rudhi Pribadi S Tapilouw, Fransisca. Sagara, Bangkit Putra sanjaya, deki dwi Satori, Djam'an Satriani, Bayu Satriya Pranata SD Sumbogo Murti Setiyadi, Agus Setyowati, Okti Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sianiwati Goenharto Sihite, Mombang Sintha Soraya Santi Siti Munawaroh Sri Mulyani Sri Redjeki Sri Sayekti Sri Turni Hartati Sri Wahjuni Sri Wulandari Sujati Sujayanty, Sri Sunarto, Sandy Ryan Hendrawanto Sunaryo Sunaryo Sunil Wahidah, Tiara Anggarani Syuaibatul Islamiyah Tania, Sara TATI NURHAYATI Taufan, Anas Taufiq-Spj, Nur Tony Hadibarata, Tony Tri Mulyati, Tri Trianna, Nurul Widji Ubay, Jufri Ucu Rahayu Wafi, Azmi Sabilakisbatul Wahyu, Rindika Widhorini, Widhorini Widi Purwianingsih Wilis Ari Setyati Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Yagus Cahyadi Yenny Anwar Yogaswara, Rachmad Ramadhan Yudhatama, Bayu Khrisna Yuliana Yuliana Yunika Ayu Setya W Ayu Setya W. Yunita Yunita Yustin Ragil Dewanti Yusuf Hilmi Adisendjaja Zihni Ihkamuddin