p-Index From 2021 - 2026
9.772
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA METANA JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Prosiding Seminar Nasional MIPA Prosiding Seminar Biologi Management of Aquatic Resources Journal (Maquares) Journal of Marine Research Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Buana Informatika Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Jurnal Teknik Kimia Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam PAWIYATAN Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Fisika Unand Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Indonesian Journal of Cancer Jurnal Kelautan Tropis Unnes Science Education Journal JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis Jurnal Ilmiah Wijaya Babali Nursing Research Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling Proceeding Biology Education Conference Journal of Tourism Economics and Policy Golden Ratio of Marketing and Applied Psychology of Business AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Jurnal Impresi Indonesia Pawiyatan Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) Education Journal: Journal Educational Research and Development Journal Of Artificial Intelligence And Software Engineering MANGGALI Ekobisman : Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Journal Innovations Computer Science Serambi Engineering Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Journal of Midwifery Tiara Bunda Edubiologica: Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF SELF-REGULATED LEARNING THROUGH ONLINE TUTORIALS INTEGRATING LEARNING STRATEGY IN IMPROVING THE INDEPENDENCE AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF BIOLOGY EDUCATION STUDENTS Rahayu, Ucu; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 6 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v6i2.15823

Abstract

The students of long distance education were demanded to had high self-regulated learning so that they could survive and success in their study. Therefore, they had to be trained to do self-regulated learning so that they could improve their academic achievements. This research was a quasi-experimental research involved 63 the students of long distance education of Biology Education who got used to do self-regulated learning through online tutorials integrating learning strategy and were given a guide of self-regulated learning and 48 the students who did not receive the treatments. After the online tutorials finished, the students filled the scale of self-regulated learning and had final exams. Besides, they filled open ended questioners and were interviewed. Based on the statistical results, the students who got self-regulated learning through online tutorials integrating the learning strategy and the learning guide significantly got higher score of self-regulated learning compared to the students who did not. Likewise the students' academic achievements were significantly higher than the students without treatments. In the future, it was suggested that the integration of the learning strategy into online tutorials should be done to all courses so that the students could had higher self-regulated learning influenced the academic achievements.
Kajian Morfometri dan Tingkat Kematangan Gonad Rajungan di Perairan Betahwalang, Demak Maulana, Iqbal; Irwani, Irwani; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.29247

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas laut yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dimana berbanding lurus dengan penangkapan yang terus meningkat. Tingkat pemanfaatan yang tidak mengindahkan ukuran dan kondisi rajungan dapat mempengaruhi struktur ukuran dan stok rajungan di suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, hubungan lebar dan berat rajungan serta distribusi tingkat kematangan gonad (TKG) di perairan Betahwalang, Demak. Penelitian menggunakan metode survey dengan analisis yang bersifat deskriptif yang dilakukan secara “time-series”. Pengamatan sampel rajungan sebesar 10% dari hasil tangkapan yang didaratkan oleh setiap nelayan di pengepul rajungan.. Hasil dari penelitian ini menujukkan dari 3030 ekor rajungan yang diamati diketahui distribusi lebar karapas rajungan berkisar antara 35 – 185 mm dan kisaran berat sebesar 10 – 350 gram. Rajungan yang terdapat di perairan Betahwalang memiliki pertumbuhan yang bersifat allometrik positif pada rajungan jantan dan betina pada bulan Januari serta Februari.  Hasil nilai b sebesar 3,29 dan 3,08 (Januari & Februari) pada rajungan jantan. Nilai b sebesar 3,10 dan 3,15  pada rajungan betina (Januari & Februari) serta nilai b sebesar 3,14 pada keseluruhan rajungan. Sehingga diketahui pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan bobot rajungan. Sedangkan distribusi tingkat kematangan gonad rajungan betina adalah 21% pada TKG 1; 63% pada TKG 2; serta 16% pada TKG 3, dengan ukuran pertama kali matang gonad adalah 141,51 mm. Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a marine commodity has a high economic value , which is causing the crab catch to rise as well. The catch rate that does not consider the size and maturity of sea crab can affect the size structure and population stock of sea crab in waters. This study aims to determine the size distribution,the relationship of width and weight of Blue swimming crab and distribution of gonad maturity in Betahwalang, Demak. There’s a descriptive survey method used in this study with time-series observations. The sample size is about 10% of the total number landed crab from each fisherman. The results of this study showed that from 3030 crabs observed, the distribution of crab carapace width ranged from 35 – 185 mm and the weight range at 10 – 350 gram. The results showed the all crabs has a positive allometric on growth parameters. The value of  b 3,29 and 3,08 (January & February) in male blue swimming crab, 3.10 and 3.15 (January & February) on female sea crabs, and 3.14 on whole sea crabs. So it is known that the growth of carapid width is faster than the weight of crab. While the distribution of female crab gonad maturity level is 21% in level 1; 63% in level 2; and 16% in level 3, with the first size of mature gonad at 141,51 mm.
Studi Morfometrik Kepiting Bakau (Scylla serrate) Forsskål, 1775 (Malacostraca : Portunidae) di Kecamatan Wedung, Demak, Jawa Tengah Panatar, Jakfar Shodiq; Djunaedi, Ali; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i4.25960

Abstract

ABSTRAK : Kepiting bakau (Scylla serrata) adalah jenis kepiting yang hidup di perairan pantai, tambak, dan hutan bakau (mangrove). Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia, terutama kepiting yang sudah dewasa serta gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik kepiting bakau (Scylla serrata) seperti kelimpahan relatif kepiting bakau (Scylla serrata), distribusi lebar karapas, dan hubungan lebar karapas – berat kepiting bakau (Scylla serrata). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelimpahan realatif kepiting dan analisis regresi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2019 di Kecamatan Wedung, Demak. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel kepiting bakau (Scylla serrata) hasil tangkapan nelayan di daerah tersebut. Kepiting bakau hasil tangkapan nelayan tersebut dihitung jumlahnya, diidentifikasi jenis kelaminnya, diukur lebar karapas dan ditimbang beratnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepiting bakau (Scylla serrata) yang tertangkap pada bulan Februari – April 2019 diperoleh 300 individu yang terdiri dari 202 jantan dan 98 betina. Rata – rata ukuran lebar karapas tertinggi berkisar 9.8 cm pada hasil tangkapan di bulan Februari. Hubungan lebar karapas – berat Kepiting bakau (Scylla serrata) baik jantan maupun betina menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. ABSTRACT : Giant mud crab (Scylla serrata) are types of crabs that live in coastal waters, ponds, and mangrove forests. Giant mud crab (Scylla serrata) is a high economic value export commodity that has the potential to be developed and has high economic value in Indonesia, especially crabs that are mature and fat. The purpose of this study was to determine the morphometric characteristics of giant mud crab (Scylla serrata) such as relative abundance of giant mud crab (Scylla serrata), carapace width distribution, and the relationship between carapace width - weight of giant mud crab (Scylla serrata). The analysis used in this study is the relative abundance of giant mud crab and regression analysis. This research was conducted in February - April 2019 in the subdistrict of Wedung, Demak. The material used in this study was a sample of giant mud crab (Scylla serrata) from the fishermen catch in the area. The giant mud crab captured by the fishermen are counted, identified by sex, measured in carapace width and weighed. The results showed that giant mud crab (Scylla serrata) caught in February - April 2019 obtained 300 individuals consisting of 202 males and 98 females. The highest average carapace width ranges from 9.8 cm in catches in February. Relationship between carapace and weight of giant mud crab (Scylla serrata) both male and female showed negative allometric growth patterns. 
Kajian Tingkat Kerentanan Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Desa Tunggulsari Kabupaten Rembang Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi; Redjeki, Sri; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i1.28247

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) adalah salah satu sumber daya hayati laut Indonesia. Rajungan merupakan komoditas utama  perikanan di Indonesa, baik untuk lokal maupun ekspor. Nilai ekonomis rajungan yang tergolong tinggi mengakibatkan penangkapan rajungan dilakukan secara besar-besar dan dapat memicu terjadinya kepunahan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan rajungan di Perairan Desa Tunggulsari dan mengetahui karakteristik morfometri dari rajungan yang ditangkap pada lokasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Productivity and Susceptibility Analysis (PSA). Wawancara dilakukan kepada 60 nelayan di Desa Tunggulsari. Pengukuran parameter kualitas perairan meliputi suhu, oksigen terlarut, salinitas, dan pH. Pengukuran morfometri dilakukan pada salah satu pengepul di desa. Hasil dari wawancara diketahui bahwa nelayan di Desa Tunggulsari menggunakan 2 macam alat tangkap yaitu bubu lipat dan jaring insang dasar. Penilaian atribut produktivitas rajungan masuk dalam kategori tinggi, sedangkan penilaian atribut kerentanan tergolong pada resiko rendah untuk penggunaan kedua alat tersebut. Nilai MSC untuk alat tangkap bubu lipat adalah 96,0 dan 98,2 untuk alat tangkap jaring insang dasar. Nilai MSC > 80 menunjukkan bahwa tingkat kerentanan rajungan pada lokasi tersebut masuk pada kategori rendah. Selanjutnya, pola pertumbuhan rajungan di Desa Tunggulsari adalah allometrik negatif baik untuk rajungan jantan maupun betina. Hal ini menunjukkan pertumbuhan panjang dan lebar karapas lebih cepat dibandingkan penambahan berat rajungan. The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of the Indonesian marine biological resources. The blue swimming crab is a main commodity of fisheries in Indonesia, both for local and export. Economic value of blue swimming crab classified as high involve over-exploitation of blue swimming crab and can lead to extinction. This research is aimed to determine level of vulnerability of blue swimming crab in Tunggulsari waters and to discover morphometry characteristic of blue swimming crab that caught at that location. The method used in this research is Productivity and Susceptibility (PSA) method. Interviews were conducted with 6 fishermen in the village of Tunggulsari. Measurement of water quality parameters including temperature, dissolved oxygen, salinity, and pH. Morphometry measurement was carried out in one of the collectors in the village. The results of the interview revealed that fishermen in the village of Tunggulsari used 2 fishing tools namely bubu lipat and bottom set gillnet. Assessment of blue swimming crab productivity attributes is included in the high category, while the assessment of vulnerability attributes is classified as low risk for the use of both tools. The MSC value for bubu lipat is 96,0 and 98,2 for bottom set gillnet. The MSC value is more than 80 indicates that the level of blue swimming crab vulnerability at that location is in the low category. Further, blue swimming crab growth pattern in the village of Tunggulsari are negative allometrics for both male and female blue swimming crabs. This shows the growth in length and width carapace is faster than the addition of blue swimming crab weight.
Indeks Kondisi Kerang Bambu yang Didaratkan Di TPI Tasik Agung, Rembang, Jawa Tengah Ramadhani, Aulia Dessy; Redjeki, Sri; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.29999

Abstract

Kerang bambu merupakan  salah  satu  jenis  Moluska  dari  famili  Solenidae  yang mempunyai nilai ekonomis. Potensi sumberdaya hayati kerang bambu ini menarik untuk diteliti lebih dalam mengingat permintaannya yang semakin meningkat. Upaya pengambilan kerang bambu jika tidak diimbangi dengan selektivitas ukuran dan dilakukan penangkapan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan hilangnya organisme ini. Mengingat masih minimnya informasi mengenai kerang bambu (Solen sp.) sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai morfometri, hubungan panjang dan berat serta indeks kondisi kerang bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan panjang cangkang dan berat total serta nilai indeks kondisi dari kerang bambu (Solen sp.). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur aspek morfometri seperti panjang, lebar dan berat total. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara panjang cangkang dan berat total memiliki nilai b = 3,99 dan R2=0.5742. Nilai indeks kondisi kerang bambu (Solen sp.) dari TPI Tasik Agung, Rembang, Jawa Tengah pada kategori kurus sebesar 1.9% dengan jumlah 1 ekor, kategori sedang sebesar 13,3% dengan jumlah 67 ekor dan kategori gemuk sebesar 86.4% dengan jumlah 433 ekor.Bamboo clams are type of mollusc from the Solenidae family that have economic value. The potential of bamboo clam is interesting to be investigated more deeply considering its increasing demand. Efforts to collect bamboo clams of it’s not balanced with size selectivity and continuous fishing can result in the loss of these organisms. Given the lack of information on bamboo clams (Solen sp.) it is necessary to conduct research on morphometry, length and weight relationship and condition index of bamboo clams. The purpose of this study was to determine condition index value of bamboo clams (Solen sp.). This research was conducted by measuring morphometric aspects such as length, width, and total weight. The result showed that the condition index value of bamboo clams (Solen sp.) in TPI Tasik Agung, R, Central Java in the thin category was 1.9% with 1 individuals, the moderate category was 13.3% with 67 individuals and the fat category was 86.4% with 433 individuals.
MODEL LATIHAN INKUIRI (MLI) DIPADU PETA KONSEP PADA PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISTEM MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Sujayanty, Sri; S Tapilouw, Fransisca.; Redjeki, Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p154-157

Abstract

An effective thinking skill, which is considered as an important characteristic, is needed for all grades at school. Teaching thinking skill, blending thinking skill and teaching materials (curriculum) and assesing of higher order thinking can help student to be an effective critical and creative thinker. The lecture is seldon teach about thinking, such as system thinking. Teaching thinking skill explicitly through lecturing content material could help student of Biology teacher to be effective thinker in the future. In order to improve the thinking ability of the student of Biology teacher, it could be through implementing an appropriate model of teaching such as Inquiry Training Model (ITM) combined with concept mapping. Result shown that it is about 70,33 of biology teacher candidate students are in a enough category of sistem thinking ability after following blended Inquiry Training Model (ITM) and concept mapping on general biology instruction, the achievement of indicator system thinking students was categorized good, student’s understanding about air pollution was categorized good, the correlation between student’s understanding and system thinking shows high correlation.Keterampilan berpikir yang efektif merupakan suatu karakteristik penting di sekolah pada setiap jenjangnya. Mengajarkan keterampilan berpikir secara eksplisit, memadukannya dengan materi pembelajaran (kurikulum) dan melakukan assessment berpikir tingkat tinggi dapat membantu mahasiswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif secara efektif. Kemampuan berpikir seperti berpikir sistem jarang diajarkan secara khusus dan terpisah oleh dosen di kelas. Mengajarkan kemampuan berpikir secara eksplisit dengan memadukannya pada materi perkuliahan akan membantu mahasiswa calon guru Biologi menjadi pemikir yang efektif. Upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir sistem calon guru Biologi dapat dilakukan dengan menyesuaikan materi perkuliahan Biologi Umum dengan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir sistem, antara lain yang dikemas dalam bentuk model latihan Inkuri dipadukan dengan peta konsep. Hasil analisis menunjukkan kemampuan berpikir sistem mahasiswa calon guru Biologi setelah mengikuti perkuliahan menggunakan MLI dipadu peta konsep pada materi Pencemaran udara rata rata 70,33 dikategorikan cukup, persentasi pencapaian indikator kemampuan berpikir sistem rata rata 74,33% dikategorikan baik, penguasaan konsep mahasiswa pada materi pencemaran udara rata rata 66,10 dikategorikan baik, korelasi antara penguasaan konsep dan kemampuan berpikir sistem (r) 0.9753 menunjukan korelasi tinggi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA DENGAN MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MELALUI INTEGRASI STRUKTUR PADA FUNGSI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL NESTED Hindriana, Anna Fitri; Rahmat, Adi; Redjeki, Sri; Riandi, Riandi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p158-163

Abstract

Integration of teaching subject of plant structure into plant function using nested model aimed to improve student thinking skills when they are receiving information with high interconnection causing cognitive load. To facilitate the thinking skills especially on either inductive or deductive are  required a learning model that can decrease cognitive load  when the students receiving information caused by the teaching method  (extranous load). This research using pre-experimental method with One Group Pre test – Post Test design. Participants of this study were 22 students have took Plant Anatomy Course in previous semester. There are two main data collected in this study, qualitative and quantitative data. Qualitative data were gathered using documents collected from student tasks. Quantitative data were collected using paper and pencil test containing 30 items test measuring students’ reasoning skills about plant physiology comprehensively. The result shows that after learning using nested type student  thinking  skills  were  increased  especially in inductive  reasoning.  Most  students  had  thinking  skill  and analysis information skill categorized by good criteria. The reasoning skills of 68 % students had categorized by good criteria and only 32% of students had reasoning skills belong to sufficient criteria.  The experiment design skills of 65% students were be affiliated with good criteria. We found that no more than 35% students should be guided during they do the tasts covering experimental design skills.Integrasi Struktur pada Fungsi Tumbuhan  menggunakan model  nested  bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan berpikir  mahasiswa. Model  ini  diperlukan  pada  saat  mahasiswa  menerima informasi dengan interkoneksi tinggi,  yang  dapat menimbulkan    beban  kognitif. Untuk  memfasilitasi keterampilan berpikir  terutama penalaran baik  induktif maupun  deduktif diperlukan  adanya  model  pembelajaran  yang  dapat  menurunkan  beban  kognitif  pada  saat  mahasiswa  menerima  informasi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pre test – Post Test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan  kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari tugas mahasiswa pada saat melakukan  analisis informasi dan angket untuk mengetahui beban kognitif  mahasiswa pada saat menerima informasi ketika implementasi pembelajaran. Data kuantitatif dikumpulkan dari hasil tes penalaran yang terdiri dari 30 soal pilihan berganda beralasan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir terutama penalaran induktif  setelah diterapkan pembelajaran model nested. Sebagian besar mahasiswa memiliki keterampilan berpikir dan menganalisis informasi dengan kategori baik. Kemampuan penalaran  mahasiswa  sebesar  68  %  termasuk  dalam  kriteria  baik  dan  32%  termasuk   dalam   kriteria   cukup. Kemampuan merancang  eksperimen  mahasiswa sebesar 65% termasuk dalam kriteria baik. Hanya 35% mahasiswa yang masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait dengan keterampilan merancang penelitian.
PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK (Cei-ba pentandra) MENGGUNAKAN KATALIS NiMo/ɣ-Al2O3 DENGAN PROSES HIDROGENASI DAN FRAKSINASI Ristanti, Rahmadita Aulya; Sagara, Bangkit Putra; Murti, SD Sumbogo; Redjeki, Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2298

Abstract

Potensi minyak biji kapuk untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati sangatlah besar karena minyak biji kapuk tidak dapt dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehingga tidak mengganggu ketahanan pangan membuatnya menjadi bahan baku potensial untuk sintesis green diesel. Pre-treatment minyak biji kapuk dilakukan untuk mengurangi kadar FFA (Free Fatty Acid) yang terkandung sebelum di proses menjadi green diesel. Proses hidrogenasi dilakukan dengan bantuan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3.  Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat green diesel dari minyak biji kapuk menggunakan proses hidrogenasi dan fraksinasi dengan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3 serta mengetahui karakterisasi green diesel dengan bahan baku minyak biji kapuk. Kondisi yang dijalankan yaitu waktu reaksi ( 2 x 30 menit, 2 x 60 menit, dan 2 x 90 menit) dengan tekanan awal 30 bar, temperatur reaksi 400 ℃ dan dijalankan 2 stage. Dari hasil penelitian didapatkan waktu terbaik pembuatan green diesel yaitu 2 x 60menit. Sedangkan untuk hasil karakterisasi didapat bahwa untuk kandungan sulfur, pour point, cloud point dan cetane number memenuhi standar SNI, namun untuk nilai kinematic viscosity belum memenuhi standar SNI.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2298
Studi Pertumbuhan Portunus pelagicus Linnaeus, 1758 (Portunidae:Malacostrata) di Perairan Tunggulsari, Rembang Mustofa, Diah Ayu; Redjeki, Sri; Pringgenies, Delianis
Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i3.29157

Abstract

Rajungan merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati baik dalam maupun luar negeri. Permintaan rajungan meningkat setiap tahunnya. Desa Tunggulsari merupakan desa penghasil rajungan di Rembang. Desa ini terletak di Kecamatan Kaliori dengan 78,35% penduduknya nelayan. Penangkapan rajungan terjadi setiap hari tanpa adanya restocking. Kondisi ini dapat menyebabkan overfishing dan berdampak pada kelestarian rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan rajungan (Portunus pelagicus) hasil tangkapan nelayan di Desa Tunggulsari, Rembang meliputi distribusi lebar karapas dan pola pertumbuhan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini berlangsung selama 30 hari dengan pengambilan 100 sampel rajungan per hari. Hasil penelitian ini diketahui ukuran rajungan terdistribusi antara 49–178 mm dengan pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai b=2,8575. Berdasarkan penelitian terdapat 64 % rajungan yang layak tangkap dan 36 % rajungan yang tak layak tangkap meliputi rajungan muda berukuran <10 cm. Berdasarkan data, nelayan belum menerapkan PERMEN KP No. 12 Tahun 2020 tentang penangkapan rajungan. Hal ini akan berdampak pada kondisi rajungan di wilayah Tunggulsari.  Blue swimming crab fishery commodity that has high demand both at home and abroad. Tunggulsari is one of the villages in Rembang where people catch blueswimmingcrab. It’s located in Kaliori Sub-district with 78.35% population of fishermen. Blue swimming crab is catched every day without any restocking. This condition cause overfishing and impact on the sustainability of blue swimming crab. This research aims to study the growth of blueswimming crab (Portunus pelagicus) in Tunggulsari, Rembang include distribution of width and growth pattern. The method used in this research is descriptive. This research lasted for 30 days by taking 100 sample/day. The results is the width is distributed between 49–178 mm and has a negative allometric growth pattern with value of b=2.8575. Based on the research, there are 64% blueswimming crab that worth to catch and 36% blueswimming crab that doesn’t worth to catch include young crab which size <10 cm. Based on the data, fishermen have not implemented Government Regulation No. 12, 2020 regarding catching crabs. This impact on the condition of the crabs in the Tunggulsari area.‎ Based on the research, there are 64% of crabs that are suitable for catching and 36% of crabs that are not suitable for catching include young crabs measuring <10 cm Based on the data, fishermen have not implemented Government Regulation No. 12, 2020 concerning the Crab Regulation. This will have an impact on the chopping conditions in the Tunggulsari area.‎ 
PRODUKSI GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT Redjeki, Sri; ., Iriani
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang pantai 99,093 km, luas laut 3.257.357 km², dimana hasil garam seharusnya cukup melimpah. Kendala yang dihadapi negara Indonesia adalah hanya sebagian laut/pantai yang dapat menghasilkan garam. Hampir 90% garam di Indonesia berasal dari garam rakyat yang kadar garamnya hanya sekitar 84%, dan ini hanya bisa digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga. Untuk dapat memproduksi garam farmasi atau industri, Indonesia membutuhkan garam dengan persentase kandungan garam yang lebih banyak, padahal kebutuhan garam untuk industri dan farmasi cukup menjanjikan. Oleh karena itu perlu dicari inovasi teknologi untuk dapat menjadikan garam rakyat menjadi garam sesuai standar industri yaitu sekitar 99%. Dalam larutan garam yang diambil dari laut kandungan garamnya mengandung NaCl dan senyawa lain antara lain magnesium, kalsium, dan kalium. Proses peningkatan kadar NaCl hingga 99% sesuai standar garam industri dapat dilakukan dengan cara menurunkan kadar air dan garam lain yang terkandung dalam larutan (MgSO4, CaSO4, CaCl2, MgCl2). Tujuan Penelitian tahun adalah melakukan proses JART Test untuk mengetahui penambahan reagen NaOH dan Na2CO3 yang terbaik dalam pengendapan bahan kimia yang ditambahkan pada proses penghilangan garam selain NaCl dari garam rakyat. Variabel penambahan reagen: 5%, 10%, 15%, 20% berlebih kondisi stokiometri. Penambahan reagen Na2CO3 dan NaOH diperoleh hasil terbaik pada penambahan berlebih 20%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846
Co-Authors ., Iriani Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Ghofar Achmad Edi Subiyanto Achmad Munandar Achyani Achyani, Achyani Ade Hari Siswanto Adi Rahmat Afandi, Yusuf Agus Indarjo Agus Sabdono Agus, Elsa Lusia Ahdiansyah, M Hafidz Aini, Firly Nur Alburhana, Lathifatusy Syifa Ali Djunaedi Almagribi, Ahmad Bilal Ambariyanto , Amin, Nashrul Anam, Aufa Anandita, Assifa Yusan Andrie Wijaya, Shendy Angga Dewi, Widya Novi Anggara, Muhammad Alyfansyah Rizky Anggaraeni, Chaterine Oktavia Anggraheny -, Anggraheny Anna Fitri Hindriana Anna Triningsih Ari Widodo Ariesta Artamevia, Nazwa Aris Ismanto Ayu Larasati Ayu Lestari, Mita Ayu Puspitasari, Ayu Ayu Rosyida Zam Zam Azizah T.N., Ria Badik, Muhammad Bagus Eko Hardiono Baharudin, Muhammad Teguh Baidhowie, Lutfil Hakim Bambang Yulianto Banun Sri Haksasi Baskoro Rochaddi Bayong Tjasyono Bustomi Cahyono, Arie Eko Chrisna Adhi Suryono Delianis Pringgenies Desyandri Desyandri Devi Nandita Choesin, Devi Nandita Dewi Novitasari Diah Permata Wijayanti Dodon Turianto Nugrahadi Duduh Abdul Bara Dwi Jatmiko, Dwi Dyah Suci Perwitasari, Dyah Suci Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Soesanto Edy Supriyadi Elfi Rimayati Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Eny Inayati, Eny Erliyanti, Nove Kartika Fajar, Surya FIRDAUSI, Ifrohatul Dini Fitria Olivia franisa, anggi Fuad Ashari Fulgensius Surianto G. Sri Redjeki Gerhani, Febrina Gerry Firmansyah Gita, Irma Hadi Endrawati Hadi, Nur Halizah Haksan Darwangsa Handayani, Dwi Asih Kumala Hapsara, Hudanu Hariadi Hariadi Harry Firman Hartadi, I Gede Haryono, Yoyo Haula Robbi, M. Kautsar Heryoso Setiyono Hutagaol, Inggrid Debora I Nyoman P Aryantha Ika Ayuningtyas Indarwati, YM Iqbal Maulana Iriawati Iriawati Irwani Irwani Irwanto, Eko Islamiyah, Syuaibatul Ismawati Ismawati Ita Riniatsih Jihadi, Muhammad Shulhan Jusup Suprijanto K. Susilo, David Käll, Sofia Khaerul Umam, Khaerul Khasanah Khasanah Khonsa Rezkania, Gita khusnul khotimah Krisiyanto, Krisiyanto Kunarso Kunarso Kusdarjanti, Endang Kusumadiani, Tazkia Aulia Lelono, Satrio Kusumo Lies Mardiyana, Lies Lilik Maslukah Lita Rosa, Mia Laksmi Luky Adrianto Luluk Edahwati Luluk Elyana Maharani, Galung Dhiva Marini . Marselino, Frendy Mayunar Mimin Nurjhani K Mr Kusnadi Mrs Sariwulan Diana Muchamad Fajar Alamsyah Muh Yusuf Muhaimin, M. Hadid Muhajirin, Al Muhammad Reza Faisal, Muhammad Reza Muhammad Zainuri Mujayatun, Siti Muslih, Muhamad Musthofa, Danis Nurul Mustofa, Diah Ayu Mutiara Nurul Fajar Utami Mutiari Nurul Syam Utami Naufal, Nabil Neviyani Neviyani, Neviyani Ningrum, Marsella Ivon Citra Novi, Widya Nugroho Agus D Nugroho, Aditya Dwi Nur Halimah, Anisa Nur Taurif Syamsudin Putra Jaya Nur, Sofyan Hasanuddin Nurasyah Dewi Napitupulu Nuryani Rustaman Nusaputro, Kurnia Adi Oktarini, Rahmi Panatar, Jakfar Shodiq Panjaitan, Renova Philipus Uli Basa Hutabarat Pradana, Henrian Rizki Prameswari, Devi Diyah Ayu Praressha Wizurai Prasetiyorini, Pudhak Prasetyo, Sigit Nian Pratama, Candrika Prayoga Nugraha Taunay Prihandoko, Tri Leksono Purba, Sariaman Purwati K. Suprapto Putri Novianingrum, Milka putri, Ferninda Rahardiyana Putri, Hawa Aritma Sunarko Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Radityo Adi Nugroho Rahayu, Fenny Winda Rakhmawan, Aditya Ramadhani, Aulia Dessy Rasid, Harun Al Raudina, Anggit Sapta Retno Hartati Retno, Yosy Ria Azizah Tri Nuraini Ria, Intan Ade Riandi Riandi Ristanti, Rahmadita Aulya Rizkina, Nurnazmilaila rojanah, rojanah rojanah Rudhi Pribadi S Tapilouw, Fransisca. Sagara, Bangkit Putra sanjaya, deki dwi Santi, Shinta Soraya Sari, Vini Fita Satori, Djam'an Satriani, Bayu Satrio, Wahyu Sugeng Bagus Satriya Pranata SD Sumbogo Murti Setiyadi, Agus Setyowati, Okti Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sianiwati Goenharto Sihite, Mombang Sintha Soraya Santi Siti Munawaroh Sri Mulyani Sri Redjeki Sri Sayekti Sri Turni Hartati Sri Wahjuni Sri Wulandari Sujati Sujayanty, Sri Sunarto, Sandy Ryan Hendrawanto Sunaryo Sunaryo Susilowati Tania, Sara TATI NURHAYATI Taufan, Anas Taufiq-Spj, Nur Tony Hadibarata, Tony Tri Mulyati, Tri Trianna, Nurul Widji Ubay, Jufri Ucu Rahayu Wafi, Azmi Sabilakisbatul Wahyu, Rindika Widhorini, Widhorini Widi Purwianingsih Wilis Ari Setyati Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Yagus Cahyadi Yenny Anwar Yogaswara, Rachmad Ramadhan Yudhatama, Bayu Khrisna Yuliana Yuliana Yunika Ayu Setya W Ayu Setya W. Yunita Yunita Yustin Ragil Dewanti Yusuf Hilmi Adisendjaja Zihni Ihkamuddin