p-Index From 2021 - 2026
9.153
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA METANA Prosiding Seminar Nasional MIPA Management of Aquatic Resources Journal (Maquares) Journal of Marine Research Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Buana Informatika Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Jurnal Teknik Kimia Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam PAWIYATAN Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Fisika Unand Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Indonesian Journal of Cancer Jurnal Kelautan Tropis Unnes Science Education Journal JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis Jurnal Ilmiah Wijaya Babali Nursing Research Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling Journal of Tourism Economics and Policy Golden Ratio of Marketing and Applied Psychology of Business AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Pawiyatan Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) Education Journal: Journal Educational Research and Development Journal Of Artificial Intelligence And Software Engineering MANGGALI Ekobisman : Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Journal Innovations Computer Science Journal Serambi Engineering (JSE) Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Journal of Midwifery Tiara Bunda Edubiologica: Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMUNCULAN KETERAMPILAN SPESIFIK LAB MIKROBIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI BERBASIS PROYEK INKUIRI “MINI-RISET” MAHASISWA BIOLOGI Kusnadi, Kusnadi; Rustaman, Nuryani Y.; Redjeki, Sri; Aryantha, I Nyoman P
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36052

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menganalisis kemunculan keterampilan laboratorium mikrobiologi melalui program pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri (P2MBPI) mini-riset. Penelitian melibatkan sejumlah mahasiswa semester IV Program Studi Biologi di salah satu LPTK Negeri di kota Bandung (n=33), yang mengikuti perkuliahan mikrobiologi. Program pembelajaran dirancang dalam setting laboratorium berbasis proyek inkuiri kelompok (free inquiry labs). Data penelitian dijaring melalui laporan mini-riset, presentasi oral dan poster serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2MBPI mini-riset setiap kelompok memberikan kontribusi terhadap kemunculan keterampilan laboratorium mikrobiologi yang cukup beragam. Hal ini selaras dengan tahapan proyek mulai dari pemilihan masalah dan topik mini-riset, sampai pengambilan keputusan proyek yang dilaksanakan oleh kelompok. Secara umum ruang lingkup topik proyek mini-riset mencakup empat bidang, yaitu mikrobiologi pertanian (tanah), mikrobiologi lingkungan (air), mikrobiologi kesehatan, dan mikrobiologi pangan. Hasil analisis kemunculan jenis keterampilan spesifik lab mikrobiologi dari laporan, presentasi oral, dan poster, serta wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok menunjukkan persentase kemunculan jenis keterampilan yang tinggi (100)%), yaitu pada keterampilan bekerja aseptik, keterampilan mengisolasi mikroba, sterilisasi, dan menggunakan mikroskop. Kemunculan jenis keterampilan dengan persentase sedang (75%) pada keterampilan identifikasi dan kultivasi mikroorganisme. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara mendalam pada 7 orang mahasiswa, menyatakan bahwa program pembelajaran mikrobiologi berbasis proyek inkuiri mini-riset ini juga sangat berarti, disamping mendapatkan keterampilan lab mikrobiologi, juga dapat membekali keterampilan meneliti (research skill) mahasiswa biologi. Dengan demikian P2MBPI mini-riset ini, perlu terus dikembangkan karena memberikan konstribusi yang berarti dalam membekali mahasiswa calon ilmuwan biologi bekerja di laboratorium dan melakukan penelitian biologi.ABSTRACTEmergence of specific laboratory skills in microbiology through inquiry-based project “mini-research” has been analysed. The analysis involved the 4th semester university students of Biological Study Program (n = 33), who were attended the microbiology course. Course program was designed in a group free inquiry laboratory setting. The research data was collected through a mini-research reports, oral and poster presentations and in depht-interview. The results showed that the inquiry project of each group identified give diverse contribution to their microbiology laboratory skills. This is consistent with the stages of the project ranging from selection problems and mini-research topics to the decision making of projects undertaken by the group. In general, scope of the topic of a mini-research project covered four areas,as follow, agriculture, environmental, medical, and food microbiology. Moreover, the results of data also indicated that most groups showed occurrence percentage of high skill (100)%) on aseptic work skills, microbes isolation, sterilization, and operating a microscope, whereas skills on identification and cultivation of microorganisms exhibited moderate percentage (75%). However, low percentage (37.5%) of laboratory skills were on inoculation and enumeration of microorganisms. Furthermore, based on the interviews, students argued that the microbiology project-based learning program was meaningful to improve not only the laboratory skills, but also biological research skills for biology students. Thus, the mini-research project should be developed in the class for providing biological students work in laboratories and conduct the microbiological research.
GAMBARAN PANDANGAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DAN GURU IPA TENTANG INKUIRI ILMIAH Adisendjaja, Yusuf Hilmi; Rustaman, Nuryani; Redjeki, Sri; Satori, Djam'an
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 21, No 1 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 1, 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v21i1.36260

Abstract

ABSTRAKInkuiri ilmiah merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran sains yang disarankan kurikulum namun pelaksanaannya tidak seperti yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman inkuri ilmiah mahasiswa calon guru biologi/IPA dan guru IPA. Sebanyak 34 orang mahasiswa program studi Pendidikan Biologi semester 7 dan 25 orang guru IPA terlibat dalam penelitian ini. Gambaran pemahaman inkuiri ilmiah dieksplor dengan menggunakan kuesioner VASI (Views About Scientific Inquiry. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa calon guru Biologi/IPA lebih baik daripada guru IPA pada beberapa aspek inkuiri ilmiah. Namun demikian, kedua kelompok responden masih memiliki pemahaman yang kurang pada aspek karakteristik penyelidikan ilmiah, fungsi pertanyaan dalam sebuah penelitian, hubungan antara pertanyaan, prosedur dan kesimpulan. Kedua kelompok juga belum memahami tentang bukti ilmiah, alasan memilih prosedur, dan hubungan antara data yang ditemukan dengan penelitian sebelumnya.ABSTRACTScientific inquiry is the main objective of science education. However, its practice was not as we want it to be. This research objective was to explore prospective biology teachers’ and science teachers’ views on scientific inquiry. Thirty four-seventh semester biology students and 25 science teachers participated in this research. Scientific inquiry was explored using Views About Scientific Inquiry (VASI) Questionnaire. Results showed that understanding level of pre-service biology teachers was better than science teachers understanding in some aspects of scientific inquiry. However, both respondents lack understanding of some aspects in scientific inquiry, i.e. scientific investigation characteristics, an investigation begin with a question, question guides a procedure, scientific evidence, procedure selection, and the relation data collecting and previous investigation.
KEMAMPUAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU BIOLOGI YANG BERPENGALAMAN DAN YANG BELUM BERPENGALAMAN Anwar, Yenny; Rustaman, Nuryani Y.; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 1 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 1, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.36155

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru biologi senior (mengajar 20 th) dan guru junior ( mengajar 10 th). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, partisipannya adalah dua orang guru biologi junior dan dua orang guru biologi senior. Kemampuan ini diukur dengan meminta guru membuat CoRes dan PaP-eRs pada materi transportasi zat yang dilanjutkan dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru senior memunculkan tujuh konsep penting yang harus diajarkan sedangkan guru junior memunculkan antara delapan sampai 10 konsep. Guru senior lebih fokus pada konsep-konsep yang cenderung menimbulkan miskonsepsi dan pada bagian sulit dipahami oleh siswa seperti konsep difusi dan osmosis, serta pembelajaran lebih kepada penggunaan metode. Guru senior lebih fleksibel menggunakan strategi mengajar, disesuaikan dengan kondisi dilapangan dan keadaan siswa. Guru junior lebih fokus pada kedalaman materi dan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Penggunaan strategi cenderung kurang fleksibel, lebih dikaitkan pada perencanaan yang sudah dibuat.ABSTRACTThis study aims to describe the ability of a senior biology teacher (teaching 20 years) and junior teachers (teaching 10 years) on Pedagogical Content Knowledge (PCK). This research was a case study, and the participants were two junior biology teachers and two senior biology teachers. This ability was measured by asking teachers to make CoRes and PaP-ers on the transport of material substance, followed by interview. Data were analyzed with descriptive qualitative techniques. The analysis showed that the senior teachers raises seven important concept that should be taught while the junior teacher raises between eight to 10 concepts. The senior teachers were more focus on the concepts that lead to misconception, such as the concepts about diffusion and osmosis, and more to learning methods. The senior teachers were more flexible in the use of teaching strategies according to students conditions and circumstances. The junior teachers were focus more on the depth of the material and learning models that will be used. The use of strategies tend to be less flexible, more linked to the planning that has been made.
THE EFFECT OF SELF-REGULATED LEARNING THROUGH ONLINE TUTORIALS INTEGRATING LEARNING STRATEGY IN IMPROVING THE INDEPENDENCE AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF BIOLOGY EDUCATION STUDENTS Rahayu, Ucu; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 6 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v6i2.15823

Abstract

The students of long distance education were demanded to had high self-regulated learning so that they could survive and success in their study. Therefore, they had to be trained to do self-regulated learning so that they could improve their academic achievements. This research was a quasi-experimental research involved 63 the students of long distance education of Biology Education who got used to do self-regulated learning through online tutorials integrating learning strategy and were given a guide of self-regulated learning and 48 the students who did not receive the treatments. After the online tutorials finished, the students filled the scale of self-regulated learning and had final exams. Besides, they filled open ended questioners and were interviewed. Based on the statistical results, the students who got self-regulated learning through online tutorials integrating the learning strategy and the learning guide significantly got higher score of self-regulated learning compared to the students who did not. Likewise the students' academic achievements were significantly higher than the students without treatments. In the future, it was suggested that the integration of the learning strategy into online tutorials should be done to all courses so that the students could had higher self-regulated learning influenced the academic achievements.
PENYULUHAN ASPEK HUKUM PEMBIAYAAN TERHADAP UMKM DALAM PEMBERDAYAAN UMKM BINAAN DI KECAMATAN CIATER SUBANG DI ERA INDUSTRI 4.0 Hartadi, I Gede; Olivia, Fitria; Redjeki, Sri; Widarto, Joko; Siswanto, Ade Hari; Subiyanto, Achmad Edi; Triningsih, Anna
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v8i03.5206

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan. Aspek hukum UMKM meliputi UU No. 20 Tahun 2008 dan KUHPerdata Pasal 1313 tentang perjanjian. Problematika UMKM yang sering terjadi adalah menyangkut sejumlah persoalan, seperti ketimpangan struktural dalam alokasi dan penguasaan sumber daya, dan pengembangan strategi industrialisasi, kinerja yang relatif terbatas pada hal yang klasikal (sumber daya manusia atau SDM, permodalan dan akses terhadap kelembagaan keuangan, teknologi, manajemen, pemasaran dan informasi). Mitra dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah UMKM binaan Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini dimulai dengan adanya permintaan dari mitra (Kecamatan Ciater Subang Jawa Barat) untuk dapat dilaksanakannya kegiatan penyuluhan hukum terkait aspek hukum pembiayaan terhadap UMKM. Kemudian dilanjutkan dengan audiensi, rapat pembahasan tema, penandatangan kerjasama dan pelaksanaan edukasi/penyuluhan. Setelah itu, kami menyepakati bahwa pelaksanaan akan diselenggarapak pada tanggal 04-05 Desember 2021 di Aula lembah Sarimas Subang, Jawa Barat. Kata Kunci: Perjanjian Pembiayaan, UMKM
Morfometri Dan Hubungan Panjang Berat Kerang Hijau (Perna veridis) dari Perairan Tambak Lorok, Semarang Dan Morosari, Demak, Jawa Tengah Ubay, Jufri; Hartati, Retno; Redjeki, Sri
Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i4.31737

Abstract

Kerang Hijau (Perna viridis) adalah salah satu spesies dari kelas Bivalvia yang banyak ditemukan di perairan Tambak Lorok, Semarang dan di perairan Morosari, Demak, sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengukuran morfomeri kerang hijau, mengetahui pertumbuhan  dan indeks kondisi populasi kerang hijau (P. viridis) di kedua prairan tersebut. Sebanyak 50 individu kerang hijau diambil dari lokasi penelitian pada bulan Desember 2020, Januari 2021 dan Februari 2021. Hasil pengukuran morfometri menunjukkan bahwa selama penelitian, populasi kerang hijau di kedua lokasi terdiri dari satu kelompok ukuran, dengan puncak kelas ukuran yang bergeser ke kanan yang menunjukkan adanya pertumbuhan. Hubungan panjang  dan berat kerang hijau  menunjukkan kisaran nilai b 2,22-2,27 dan 1,0-2,5 berturut-turut di perairan Tambak Lorok dan Morosari dan pertumbuhannya bersifat alometri negatif, dengan nilai ƿ berkisar 0,76-0,88 (korelasi positif kuat) di perairan Tambak Lorok dan 0,33-0,80 (korelasi lemah sampai kuat) di perairan Morosari.  Nilai indeks kondisi kerang hijau di  Perairan Tambak Lorok dan Morosari sebesar 36,89-47,91 yang  menunjukkan kondisi yang sedang. Dari data morfometri nampak adanya rekruitmen dari proses reproduksi  dan mortalitas karena penangkapan pada populasi kerang hijau di kedua lokasi penelitian. Green mussel (Perna viridis) is one of the species from the class Bivalvia which is commonly found in the waters of Tambak Lorok, Semarang and Morosari, Demak, so that it becomes a source of income for the coastal communities in those area. The purpose of this study was to measure the morphometry of green mussels, to determine the growth and condition index of the population of green mussels (P. viridis) in the waters of Tambak Lorok, Semarang and Morosari, Demak. A total of 50 green mussels were taken from the study sites in December 2020, January 2021 and February 2021. The results of morphometric measurements showed that during the study, the green mussel population in both locations consisted of one size group, with the size class peaks shifting to the right indicating growth. The relationship between length and weight of green mussels showed a range of b values of 2.22-2.27 and 1.0-2.5 respectively in Tambak Lorok and Morosari waters and the growth was negative allometric, with correlation values ranging from 0,76-0.88 (strong positive correlation) in Tambak Lorok waters and 0.33-0.80 (weak to strong correlation) in Morosari waters. The condition index value of green mussels in Tambak Lorok and Morosari waters is 36.89-47.91 which indicates moderate conditions. From the morphometry data, it appears that there is a recruitment process and mortality due to capture in the green mussel population in both research locations. 
Komunitas Fitoplankton Dan Kualitas Air Budidaya Udang Vannamei di Marine Science Techno Park Jepara Krisiyanto, Krisiyanto; Sunaryo, Sunaryo; Redjeki, Sri
Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i4.31664

Abstract

Bahan organik dari sisa pakan udang yang terakumulasi di perairan dapat memicu terjadinya senyawa Ammonia yang dapat menyebabkan racun sehingga mengakibatkan penurunan kualitas air budidaya. Keberadaan komunitas fitoplankton yang bersinergi dengan bakteri, mempunyai peranan penting dalam mengurai bahan organik. Fitoplankton mampu membuat ikatan-ikatan organik kompleks dari bahan anorganik yang sederhana. Selanjutnya bakteri mempunyai peran dalam mengurai bahan organik melalui proses aerobik. Penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di tambak udang Vannamei MSTP UNDIP Jepara pada masa pemeliharaan 30 hari. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis data menggunakan indeks ekologi, meliputi: analisis kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks saprobik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan jenis fitoplankton yang diperoleh, yaitu: kelas Bacillariophyceae dengan persentase 43%, kelas Cyanophyceae 28% dan kelas Dinophyceae 29%. Keanekaragaman fitoplankton yang diperoleh termasuk dalam ketegori rendah, di mana nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh <2,30. Indeks keseragaman fitoplankton yang diperoleh berada pada kondisi rendah dan indeks dominansi fitoplankton di perairan tersebut dalam kategori tidak ada yang dominan. Indeks saprobik menunjukkan bahwa kriteria perairan tersebut tergolong dalam pencemaran ringan-sedang dengan fase β/α-Mesosaprobik dan oligosaprobik. Organic matter from the rest of the shrimp feed that accumulates in the waters can trigger the occurrence of Ammonia compounds which can cause toxins that can lead to a decrease in the quality of aquaculture water. The existence of a phytoplankton community that synergizes with bacteria has an important role in breaking down organic matter. Phytoplankton are able to make complex organic bonds from simple inorganic materials. Furthermore, bacteria have a role in breaking down organic matter through an aerobic process. This study was to determine the structure of the phytoplankton community in the Vannamei shrimp pond MSTP UNDIP Jepara during the 30-day maintenance period. This study uses a case study method with data analysis using an ecological index, including: abundance analysis, diversity index, uniformity index, dominance index and saprobic index. The results showed that the abundance of phytoplankton species obtained were: class Bacillariophyceae with a percentage of 43%, class Cyanophyceae 28% and class Dinophyceae 29%. The phytoplankton diversity obtained is included in the low category, where the diversity index value obtained is < 2.30. The phytoplankton uniformity index obtained was in a low condition and the phytoplankton dominance index in the waters was in the none dominant category. The saprobic index indicates that the waters are classified as light-moderate pollution with pencemaran/α-Mesosaprobic and oligosaprobic phases.
Biodiversitas dan Tingkah Laku Kemunculan Cetacea di Perairan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur Raudina, Anggit Sapta; Redjeki, Sri; Taufiq-Spj, Nur
Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i4.30433

Abstract

Perairan Indonesia memiliki lebih dari sepertiga jenis paus dan lumba-lumba dunia, termasuk juga beberapa jenis yang dikategorikan langka dan terancam punah. Beberapa jenis Cetacea yang menggunakan jalur migrasi melalui perairan Indonesia bagian Timur, antara lain Samudera Hindia dan Pasifik melalui perairan Kepulauan Komodo, Solor-Lembata (NTT), Laut Banda (Maluku), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Sorong-Fakfak (Papua). Hal ini menunjukkan bahwa Laut Sawu merupakan area pengasuhan dan mencari makan paus. Laut Sawu menjadi tempat potensial karena dijadikan jalur migrasi berbagai spesies Cetacea secara rutin. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keanekaragaman dan tingkah laku Cetacea yang bermigrasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2018 di perairan sekitar Teluk Kupang dan Sulamu dengan menggunakan metode pengamatan single platform yang telah dimodifikasi. Data diolah melalui aplikasi ArcGIS 10.4 dan Microsoft Office Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kemunculan Cetacea berbeda-beda tiap spesiesnya dengan total 114 kali kemunculan. Aktivitas yang dilakukan Cetacea saat kemunculan sangat beragam, namun yang paling banyak yaitu aerials dan bowriding dari jenis lumba-lumba, kemudian logging dan spyhopping dari jenis paus. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa, lumba-lumba mempunyai kebiasaan untuk cenderung bermigrasi dalam satu kelompok besar. Sehingga kemunculan lumba-lumba sangat mendominasi di perairan Laut Sawu dibanding kemunculan paus yang cenderung soliter maupun dalam kelompok lebih kecil. More than one third of the world's whales and dolphins are found in Indonesian waters, including several that are categorized as rare and endangered species. Several types of cetaceans - migrate use eastern part of Indonesian waters as a migration route, i.e. between the Indian and Pacific Oceans through the waters of the Komodo Islands, Solor-Lembata (NTT), Banda Sea (Maluku), Southeast Sulawesi, North Sulawesi and Sorong-Fakfak (Papua). This indicated that the Savu Sea is a region for whales feeding ground and for their breeding.Apart from being a potential place for the Savu Sea to be used as a regular migration route for various cetacean species, it also has very promising tourism potential. Other than that, Migratory cetacean species are also very diverse, so this research was aims to analyze the diversity and behavior of cetaceans that migrate every year. This research was done in November 2018 around the Bay of Kupang and Sulamu, and a modified single platform observation method was used. The data were processed through the ArcGIS 10.4 and Microsoft Office Excel. The result shows that the occurrence number of cetaceans was in different species with a total of 114 appearances. The activities carried out by cetaceans at the time of emergence were varied, but the most common were aerials and bow-riding by dolphins, then logging and spyhopping by whales. Dolphins themselves are animals that tend to group in one large group so that their appearance is very dominant compared to whales which tend to be solitary and aggregated in small groups.
Studi Komparasi Antara Sikap Kepemimpinan Dengan Sikap Kedisiplinan Siswa Smk Penerbangan Kartika Aqasa Bhakti Semarang Handayani, Dwi Asih Kumala; Redjeki, Sri; Rimayati, Elfi
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.061 KB)

Abstract

Sikap kedisiplinan penting dan harus dimiliki oleh setiap siswa. Disiplin membantu siswa dalam proses pembentukan sikap, prilaku dan akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan ketika bekerja nanti. Disiplin dapat terjadi karena dorongan kesadaran diri, dengan kesadaran yang datang dari diri sendiri ini sikap kedisiplinan akan lebih baik. Tujuan kegiatan; mengetahui bagaimana mengembangkan sikap kepemimpinan dan sikap disiplin pada pengurus organisasi sekolah. Mengetahui peran organisasi sekolah dalam membentuk sikap kepemimpinan dan sikap disiplin. Metode Pengabdian pada Masyarakat diselenggarakan dengan metode ceramah atau penyuluhan interaktif, metode pelatihan atau permainan/simulasi, dan test. Hasil uji analisis bahwa responden telah memiliki sikap kepemimpinan yang cukup tinggi, dan juga telah memiliki sikap kedisiplinan yang cukup baik. Pretest dan posttest yang dilakukan, membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan meningkatkan perolehan nilai sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan siswa. Dan hasil paired samples t-test membuktikan bahwa sikap kepemimpinan tidak mempengaruhi terhadap sikap kedisiplinan siswa. Peningkatan nilai pada masing-masing variable adalah hasil dari pelatihan. Sikap kepemimpinan memiliki nilai yang lebih tinggi. Simpulan: Organisasi Sekolah dalam membentuk sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan memiliki peran yang sangat baik. Pengembangan sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan pada pengurus organisasi sekolah dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, serta kegiatan lain yang menunjang sikap kepemimpinan dan kedisiplinan. Kata Kunci: Sikap kepemimpinan, sikap kedisiplinan, SMK
Studi Deskriptif Faktor Yang Memengaruhi Kesulitan Belajar Mahasiswa Sayekti, Sri; Redjeki, Sri; Handayani, Dwi Asih Kumala
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.463 KB)

Abstract

Kesulitan belajar merupakan keadaan dimana mahasiswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Mahasiswa program studi bimbingan dan konseling, baik mahasiswa yang bekerja maupun yang tidak bekerja memiliki kesulitan belajar dalam mengikuti perkuliahan. Tujuan penelitian: mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar, mendeskripsikan factor kesulitan belajar, mendeskripsikan upaya mengatasi kesulitan belajar. Hasil analisis deskriptif terhadap tiga variabel, Variabel Bentuk kesulitan belajar: Kesulitan memotivasi diri 55,8%, Kesulitan memahami kelebihan dan kekurangan 48,8%, Kesulitan memiliki stategi belajar yang baik 46,5%. Variabel Faktor kesulitan belajar: Pengguna media sosial yang berlebihan (eksternal) 48,8%, Motivasi belajar yang kurang mendukung (internal) 44,2%, Kesulitan mempelajari materi kuliah (internal) 39,5%. Variabel Upaya mengatasi kesulitan belajar: Meningkatkan kedisiplinan belajar 75,6%, Bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dosen 73,3%, Teman kuliah sebagai sharing dalam mengatasi kesulitan belajar 72,1%. Simpulan: (1) Bentuk kesulitan belajar memperoleh nilai tertinggi ada 3, (a) Kesulitan memotivasi diri, (b) Kesulitan memahami kelebihan dan kekurangan, (c) Kesulitan memiliki stategi belajar yang baik. (2) Faktor kesulitan belajar: faktor Internal (7 indikator), dan faktor eksternal (5 indikator). (3) Upaya mengatasi kesulitan belajar memperoleh nilai tertinggi adalah: (a) Meningkatkan kedisiplinan belajar, (b) Bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dosen, dan (c) Teman kuliah sebagai sharing dalam mengatasi kesulitan belajar. Kata Kunci: Kesulitan belajar, Mahasiswa
Co-Authors ., Iriani Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Ghofar Achmad Edi Subiyanto Achmad Munandar Achyani Ade Hari Siswanto Adi Rahmat Afandi, Yusuf Agus Indarjo Agus Sabdono Agus, Elsa Lusia Ahdiansyah, M Hafidz Aini, Firly Nur Alburhana, Lathifatusy Syifa Ali Djunaedi Almagribi, Ahmad Bilal Ambariyanto , Amin, Nashrul Anam, Aufa Anandita, Assifa Yusan Andriyani, Widyastuti Angga Dewi, Widya Novi Anggara, Muhammad Alyfansyah Rizky Anggraheny -, Anggraheny Anisa Nur Halimah Anna Fitri Hindriana Anna Triningsih Annisaul Khasanah Wulandari Khasanah Wulandari, Annisaul Khasanah Wulandari Khasanah Ari Widodo Ariesta Artamevia, Nazwa Aris Ismanto Ayu Puspitasari, Ayu Ayu Rosyida Zam Zam Azizah T.N., Ria Badik, Muhammad Bagus Eko Hardiono Baharudin, Muhammad Teguh Baidhowie, Lutfil Hakim Bambang Yulianto Banun Sri Haksasi Baskoro Rochaddi Bayong Tjasyono Bustomi Cahyono, Arie Eko Chrisna Adhi Suryono Delianis Pringgenies Desyandri Desyandri Devi Nandita Choesin, Devi Nandita Dewi Novitasari Diah Permata Wijayanti Dodon Turianto Nugrahadi Duduh Abdul Bara Dwi Jatmiko, Dwi Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Soesanto Edy Supriyadi Elfi Rimayati Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Eny Inayati, Eny Erliyanti, Nove Kartika Fajar, Surya FIRDAUSI, Ifrohatul Dini Fitria Olivia franisa, anggi Fuad Ashari Fulgensius Surianto G. Sri Redjeki Gerhani, Febrina Gita, Irma Hadi Endrawati Hadi, Nur Halizah Haksan Darwangsa Handayani, Dwi Asih Kumala Handayani, Latifah Fitri Hapsara, Hudanu Hariadi Hariadi Harry Firman Hartadi, I Gede Haryono, Yoyo Haula Robbi, M. Kautsar Heryoso Setiyono Hutagaol, Inggrid Debora I Nyoman P Aryantha Ika Ayuningtyas Indarwati, YM Iqbal Maulana Iriawati Iriawati Irwani Irwani Irwanto, Eko Ismawati Ismawati Ita Riniatsih Jihadi, Muhammad Shulhan Jusup Suprijanto K. Susilo, David Käll, Sofia Khaerul Umam, Khaerul Khonsa Rezkania, Gita khusnul khotimah Krisiyanto, Krisiyanto Kunarso Kunarso Kusdarjanti, Endang Kusumadiani, Tazkia Aulia Lelono, Satrio Kusumo Lies Mardiyana, Lies Lilik Maslukah Lita Rosa, Mia Laksmi Luky Adrianto Luluk Elyana Maharani, Galung Dhiva Marini . Marselino, Frendy Mayunar Mimin Nurjhani K Mr Kusnadi Mrs Sariwulan Diana Muchamad Fajar Alamsyah Muh Yusuf Muhaimin, M. Hadid Muhajirin, Al Muhammad Reza Faisal, Muhammad Reza Muhammad Zainuri Mujayatun, Siti Musthofa, Danis Nurul Mustofa, Diah Ayu Mutiara Nurul Fajar Utami Mutiari Nurul Syam Utami Naufal, Nabil Neviyani Neviyani, Neviyani Ningrum, Marsella Ivon Citra Novi, Widya Nugroho Agus D Nugroho, Aditya Dwi Nur Khasanah Apriliasari, Nur Khasanah Nur Taurif Syamsudin Putra Jaya Nur, Sofyan Hasanuddin Nurasyah Dewi Napitupulu Nurohman, Muhamad Nuryani Rustaman Nusaputro, Kurnia Adi Oktarini, Rahmi Panatar, Jakfar Shodiq Philipus Uli Basa Hutabarat Pradana, Henrian Rizki Praressha Wizurai Prasetiyorini, Pudhak Prasetyo, Sigit Nian Pratama, Candrika Prayoga Nugraha Taunay Prihandoko, Tri Leksono Purba, Sariaman Purwati K. Suprapto Putri Novianingrum, Milka putri, Ferninda Rahardiyana Putri, Hawa Aritma Sunarko Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Fenny Winda Rakhmawan, Aditya Ramadhani, Aulia Dessy Rasid, Harun Al Raudina, Anggit Sapta Retno Hartati Retno, Yosy Ria Azizah Tri Nuraini Ria, Intan Ade Riandi Riandi Ristanti, Rahmadita Aulya Rizkina, Nurnazmilaila rojanah, rojanah rojanah Rudhi Pribadi S Tapilouw, Fransisca. Sagara, Bangkit Putra sanjaya, deki dwi Satori, Djam'an Satriani, Bayu Satriya Pranata SD Sumbogo Murti Setiyadi, Agus Setyowati, Okti Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sianiwati Goenharto Sihite, Mombang Sintha Soraya Santi Siti Munawaroh Sri Mulyani Sri Redjeki Sri Sayekti Sri Turni Hartati Sri Wahjuni Sri Wulandari Sujati Sujayanty, Sri Sunarto, Sandy Ryan Hendrawanto Sunaryo Sunaryo Sunil Wahidah, Tiara Anggarani Syuaibatul Islamiyah Tania, Sara TATI NURHAYATI Taufan, Anas Taufiq-Spj, Nur Tony Hadibarata, Tony Tri Mulyati, Tri Trianna, Nurul Widji Ubay, Jufri Ucu Rahayu Wafi, Azmi Sabilakisbatul Wahyu, Rindika Widhorini, Widhorini Widi Purwianingsih Wilis Ari Setyati Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Yagus Cahyadi Yenny Anwar Yogaswara, Rachmad Ramadhan Yudhatama, Bayu Khrisna Yuliana Yuliana Yunika Ayu Setya W Ayu Setya W. Yunita Yunita Yustin Ragil Dewanti Yusuf Hilmi Adisendjaja Zihni Ihkamuddin