p-Index From 2021 - 2026
9.153
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA METANA Prosiding Seminar Nasional MIPA Management of Aquatic Resources Journal (Maquares) Journal of Marine Research Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Buana Informatika Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Jurnal Teknik Kimia Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam PAWIYATAN Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Fisika Unand Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Indonesian Journal of Cancer Jurnal Kelautan Tropis Unnes Science Education Journal JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Jurnal E-Bis: Ekonomi Bisnis Jurnal Ilmiah Wijaya Babali Nursing Research Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling Journal of Tourism Economics and Policy Golden Ratio of Marketing and Applied Psychology of Business AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Pawiyatan Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) Education Journal: Journal Educational Research and Development Journal Of Artificial Intelligence And Software Engineering MANGGALI Ekobisman : Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Journal Innovations Computer Science Journal Serambi Engineering (JSE) Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Journal of Midwifery Tiara Bunda Edubiologica: Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi BAABU AL-ILMI: Ekonomi dan Perbankan Syariah Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Karakteristik Sarang Semi Alami Terhadap Daya Tetas Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Paloh Kalimantan Barat Nugroho, Aditya Dwi; Redjeki, Sri; Taufiq-SPJ, Nur
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.322 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25886

Abstract

ABSTRAK : Populasi penyu hijau (Chelonia mydas) saat ini mulai berkurang bahkan sudah masuk kedalam hewan terancam punah dan semakin menyempitnya habitat bertelur akibat rusaknya vegetasi pantai diduga salah satu penyebab turunnya populasi penyu hijau. Keberhasilan penetasan telur penyu hijau ditentukan oleh kondisi lingkungan dan posisi sarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang semi alami. Sampel sarang secara dipilih secara rata setiap lahan, penelitian ini menggunakan tiga lahan yaitu lahan terbuka, lahan semak, dan lahan bawah pohon. Jumlah sarang yang digunakan sebanyak 13 sarang. Persentase penetasan penyu hijau di Pantai Paloh yang bervariasi dari 47,78-93,74%. 75% yang berhasil menetas dari sarang yang berada di lahan semak. Sarang teduh menunjukkan angka penetasan yang paling tinggi. Suhu substrat pada inkubasi bervariasi dari 28,87–33,30°C. Komposisi substrat sarang dominan pasir. Lahan semi alami semak yang mendukung untuk penetasan telur penyu hijau di kawasan Pantai Paloh.  ABSTRACT : Green Sea Turtle (Chelonia mydas) population is shrinking even been entered into the endangered animals and the narrowing nesting habitat due to damage to coastal vegetation allegedly of the causes of the decline of the green turtle population. Green turtle egg hatching success is determined by the environmental conditions and the position of the nest. This study aims to investigate the characteristics of the semi-natural nest. Samples nests have been evenly every land, this study uses three fields, namely open land, bushland, and land under the trees. The number of nests that are used as many as 13 nests. The percentage of green turtles hatching on the beach Paloh varied from 47,78% - 93,74%. 75% were successfully hatched from nests located in bushland. Shady nest showed the highest hatching. A substrate temperature of incubation time varies from 28.87 ° C - 33.30 ° C. The dominant nest is sand substrate composition. Semi-natural shrublands that support the green turtle eggs hatching in the Paloh Coast region.
Sebaran Ukuran Lebar Karapas Dan Berat Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Betahwalang Demak Anam, Aufa; Redjeki, Sri; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.087 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i4.25922

Abstract

ABSTRAK : Rajungan (Portunidae) merupakan salah satu famili kepiting (Brachyura) Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting di Indonesia, karena berfungsi sebagai komoditas ekspor yang permintaannya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Faktor harga komoditi yang tinggi dan pasar yang jelas tersebut mendorong peningkatan eksploitasi rajungan dari alam (wild catch) di wilayah perairan Pantai Utara Jawa. Perairan Betahwalang merupakan salah satu daerah penangkapan rajungan di Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Betahwalang serta mengetahui hubungan lebar dan berat rajungan di daerah perairan Betahwalang Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2016 di perairan Betahwalang, Demak. Pengumpulan data dilakukan dengan ikut melaut bersama nelayan rajungan Betahwalang. Pengambilan data penelitian meliputi data lebar dan panjang rajungan, serta data parameter lingkungan. Hasil analisa memperlihatkan bahwa pertumbuhan rajungan memiliki nilai b 2,518 yang menunjukkan sifat pertumbuhan allometrik negatif dengan sex rasio 1:1,4. Ukuran rajungan pertama kali tertangkap adalah 109 mm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, 62,4% rajungan pada Zona 1 tidak termasuk kedalam Minimum Legal Size, sedangkan pada Zona 2, 90,5% rajungan tergolong kedalam Minimum Legal Size. ABSTRACT : Blue swimming crab (Portunidae) is one of the crab family (brachyura) and swimming crab (Portunus pelagicus) is an economic value commodity that is important in Indonesia, because it serves as an export commodity that the demand increased year to year. High commodity prices and the clear market crab encourage increased natural exploitation (wild catch) in the territorial waters of the North Coast of Java. Betahwalang waters is one small fishing crab area in Indonesia. The purpose of this study is to know the distribution of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in the Betahwalang waters and to determine the relationship of the carapace width and weight of crab. This research was conducted from September to October 2016 in the Betahwalang waters, Demak. The data collection was done by contributing to the sea with the Betahwalang crab fishermen. Retrieval of research data includes width and length, as well as the data of the environmental parameters. Results of the analysis showed that the growth of crab, value b was 2.518 which exhibits a allometric negative growth with the sex ratio was 1: 1.4. First caught crab size was 109 mm. The results showed that, 62.4% of crab in zone 1 was not included into the Minimum Legal Size, whereas in zone 2, 90.5% rajungan classified into the Minimum Legal Size.
KETERKAITAN JUMLAH TANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DENGAN DISTRIBUSI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN CITRA MODIS DI LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR Ashari, Fuad; Redjeki, Sri; Kunarso, Kunarso
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.801 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6009

Abstract

Laut Indonesia sangat kaya akan sumberdaya perikanan, terutama ikan pelagis yang menjadi hasil tangkapan utama nelayan. Peramalan daerah tangkapan ikan bisa menggunakan indikator suhu permukaan laut dan kadar klorofil-a. Hasil peramalan daerah tangkapan ikan belum digunakan oleh nelayan dari Kecamatan Juwana Kabupaten Pati karena belum yakin adanya keterkaitan kadar klorofil-a dan SPL dengan hasil tangkapan.Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan tingkat keterkaitan jumlah tangkapan ikan pelagis kecil dengan sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut di Laut Jawa dan Selat Makassar.Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2013. Daerah pengambilan data berada di Laut Jawa sampai Selat Makassar, berada pada Lintang 2 - 7⁰ LS dan Bujur 112 – 118⁰ BT. Data penelitian yang digunakan berupa hasil tangkapan, arah dan kecepatan arus, serta koordinat titik tangkapan, juga data sebaran klorofil-a dan SPL yang diperoleh dari citra satelit MODIS level-3 periode 8-harian dan data angin dari website www.ecmwf.int. Kadar klorofil-a yang ditentukan secara detail per lokasi tangkapan berkaitan sangat lemah dengan hasil tangkapan ikan layang, tongkol, semar dan banyar yang ditangkap menggunakan alat tangkap purse seine. Kadar klorofil-a yang ditentukan secara rerata keseluruhan di area penangkapan berkaitan kuat dengan hasil tangkapan ikan layang, tongkol, semar dan banyar yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring purse seine dengan nilai koefesien korelasi (r) 0,638. Suhu permukaan laut baik yang ditentukan detail per lokasi tangkapan maupun secara rerata keseluruhan area tangkapan mempunyai tingkat keterkaitan sedang dengan hasil tangkapan ikan layang, tongkol, semar dan banyar yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring purse seine dengan nilai kisaran koefesien korelasi (r) –(0,502 – 0,534). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan nelayan  purse seine dalam melakukan proses penangkapan disamping kadar klorofil-a dan SPL juga arah arus permukaan dan arus dalam serta arah angin.
Morfometri Octopus vulgaris Cuvier, 1797 (Cephalopoda : Octopodidae) dari Perairan Popisi, Pulau Banggai Laut, Sulawesi Tengah Hutagaol, Inggrid Debora; Redjeki, Sri; Susilo, Endang Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.182 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i2.25095

Abstract

Penting adanya informasi dasar tentang gurita dari perairan Indonesia untuk memperbesar pengelolahan dan pelestarian potensi laut Indonesia. Secara historis dibeberapa negara telah mengalami penurunan hasil tangkap gurita dalam beberapa tahun. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk melihat morfometri pada gurita vulgaris (Octopus vulgaris) dari Perairan Desa Popisi, Pulau Banggai Laut, Sulawesi Tengah dengan parameter panjang mantel, panjang lengan, berat, dan jenis kelamin. Sampel ditangkap oleh nelayan dengan alat pancing sederhana pada kedalaman 10-30 m dari perairan Banggai Laut. Gurita dibagi kedalam 4 kategori berdasarkan berat yang digunakan pengepul, yaitu kategori A, B, C, D. Gurita dari Desa Popisi pada bulan Maret 2018 dalam ukuran yang baik untuk di jual dan di ekspor, yaitu 87% gurita hasil tangkapan berukuran besar dengan kategori A, B, dan C. Pulau Banggai Laut menjadi salah satu wilayah yang masih baik dalam penangkapan gurita karena penangkapan yang konservatif. It is important to have basic information about octopus from Indonesian waters to enlarge the management and preservation of Indonesia's marine potential. Historically, in some countries, there has been a decline in octopus capture results in several years. The purpose of this study was to look at morphometry in octopus vulgaris (Octopus vulgaris) from the waters of Popisi Village, Banggai Laut Island, Central Sulawesi with parameters of mantle length, arm length, weight, and sex. The sample was captured by fishermen with a simple fishing rod at a depth of 10-30 m from the waters of Banggai Laut. Octopus is divided into 4 categories based on the weight used by collectors, namely categories A, B, C, D. Octopus from Popisi Village in March 2018 in a good size to sell and export, namely 87% large-sized octopus with categories A, B, and C. Banggai Laut Island is one of the areas that is still good in capturing octopuses due to conservative arrests.
Identifikasi Penyakit dengan Gejala Awal Demam Menggunakan K-Nearest Neighbor (K-NN) Redjeki, Sri
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.329

Abstract

Abstract. K-Nearest Neighbor (K-NN) is a method that uses a supervised algorithm where the results from the new sample test are classified based on the majority of the category on K-NN. K-Nearest Neighbor method (K-NN) is one of the clinical decision making method known as Clinical Decision Support System (CDSS). This Research employs the data of patients who have fever symptoms, in order to be classified into 10 possible diseases. The Research  objects are 82 data and 72 data are used for training while 10 data are used for testing. Value K=3, will be used for the best results in the disease grouping, with the accuracy value result of classification  is 97,2%. It is shown that the K-NN method is part of the CDSS because the value of accuracy that can be tolerated for grouping diseases reaches more than 97%.Keywords: Classification of disease, fever symptoms, K-NN. Abstrak. K-Nearest Neighbor (K-NN) adalah suatu metode yang menggunakan algoritma supervised dimana hasil dari sampel uji yang baru diklasifikasikan berdasarkan mayoritas dari kategori pada K-NN. Metode K-NN merupakan salah satu dari metode pengambilan keputusan klinik atau Clinical Decision Support System (CDSS). Penelitian ini menggunakan data pasien dengan gejala awal demam untuk mengelompokkan penyakit yang terdiri dari 10 penyakit. Obyek penelitian menggunakan data sebanyak 82 dengan 72 data digunakan untuk training dan 10 data digunakan untuk testing. Hasil terbaik pengelompokan penyakit menggunakan nilai K=3 dengan nilai akurasi hasil pengelompokkan sebesar 97,2%. Hal ini menunjukkan bahwa metode K-NN merupakan bagian dari CDSS karena nilai akurasi yang dapat ditoleransi untuk pengelompokan penyakit harus mempunyai nilai akurasi diatas 97%. Kata kunci: Gejala awal demam, K-NN, penyakit.
DESAIN PROGRAM DIKLAT PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU BIOLOGI SMA Darwangsa, Haksan; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Desain program diklat partisipatif ini bertujuan untuk mengembangkan program diklat yang telah ada dalam upaya mencapai hasil yang efektif. Dari hasil  identifikasi kebutuhan guru biologi SMA  maka program diklat didesain dengan melibatkan calon peserta diklat secara bersama-sama untuk merumuskan tujuan dan cara pencapaian tujuan program tersebut. Dengan mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh guru-guru dan melibatkan secara aktif sejak perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi program diklat guru-guru dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan akan termotivasi dan memiliki keinginan yang kuat untuk lebih berpartifasi aktif dalam mencapai tujuan progaram diklat tersebut. Untuk mendesain program ini diperlukan data-data awal mengenai pola-pola pelaksanaan diklat yang telah dilakukan oleh instansi terkait, seperti LPMP atau Dinas Pendidikan serta mengidentifikasi secara akurat kebutuhan guru-guru di lapangan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data tersebut melalui instrumen, wawacara, dan analisis program diklat yang telah dilaksanakan di LPMP. Hasil analisis program diklat yang ada di salah satu LPMP di Indonesia mulai dari tahun 2007 sampai 2011 menunjukkan bahwa pola pelaksanaan diklat masih bersifa top down. Beradasarkan hasil survei terhadap guru-guru yang pernah mengikuti diklat menunjukkan bahwa 70% guru tidak dilibatkan dalam perencanaan program diklat. Lebih lanjut hasil studi tersebut menunjukkan sekitar 94.7% menyatakan setuju dan sangat setuju kalau para peserta diklat terlibat/dikutsertakan sejak perencanaan program diklat. Hasil analisis data dari responden yang tersebar pada 3 lokasi yaitu Kota Samarinda, Kab Kuningan dan Kab Subang didapatkan bahwa subjek materi/materi akademik yang diperlukan berdasarkan urutan kebutuhannya yaitu; Bioteknologi, Metabolisme, Genetika Sel dan Sistem Regulasi Manusia sedangkan untuk materi pedagogi/kependidikan urutan kebutuhannya yaitu; Media pembelajaran, Pengelolaan Laboratorium Biologi dan Model-model pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut maka model diklat yang dapat diharapkan untuk dapat peningkatan profesionalisme guru yaitu melalui pendekatan partisipatif.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA DENGAN MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MELALUI INTEGRASI STRUKTUR PADA FUNGSI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL NESTED Hindriana, Anna Fitri; Rahmat, Adi; Redjeki, Sri; Riandi, Riandi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p158-163

Abstract

Integration of teaching subject of plant structure into plant function using nested model aimed to improve student thinking skills when they are receiving information with high interconnection causing cognitive load. To facilitate the thinking skills especially on either inductive or deductive are  required a learning model that can decrease cognitive load  when the students receiving information caused by the teaching method  (extranous load). This research using pre-experimental method with One Group Pre test ? Post Test design. Participants of this study were 22 students have took Plant Anatomy Course in previous semester. There are two main data collected in this study, qualitative and quantitative data. Qualitative data were gathered using documents collected from student tasks. Quantitative data were collected using paper and pencil test containing 30 items test measuring students? reasoning skills about plant physiology comprehensively. The result shows that after learning using nested type student  thinking  skills  were  increased  especially in inductive  reasoning.  Most  students  had  thinking  skill  and analysis information skill categorized by good criteria. The reasoning skills of 68 % students had categorized by good criteria and only 32% of students had reasoning skills belong to sufficient criteria.  The experiment design skills of 65% students were be affiliated with good criteria. We found that no more than 35% students should be guided during they do the tasts covering experimental design skills.Integrasi Struktur pada Fungsi Tumbuhan  menggunakan model  nested  bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan berpikir  mahasiswa. Model  ini  diperlukan  pada  saat  mahasiswa  menerima informasi dengan interkoneksi tinggi,  yang  dapat menimbulkan    beban  kognitif. Untuk  memfasilitasi keterampilan berpikir  terutama penalaran baik  induktif maupun  deduktif diperlukan  adanya  model  pembelajaran  yang  dapat  menurunkan  beban  kognitif  pada  saat  mahasiswa  menerima  informasi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pre test ? Post Test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan  kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari tugas mahasiswa pada saat melakukan  analisis informasi dan angket untuk mengetahui beban kognitif  mahasiswa pada saat menerima informasi ketika implementasi pembelajaran. Data kuantitatif dikumpulkan dari hasil tes penalaran yang terdiri dari 30 soal pilihan berganda beralasan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir terutama penalaran induktif  setelah diterapkan pembelajaran model nested. Sebagian besar mahasiswa memiliki keterampilan berpikir dan menganalisis informasi dengan kategori baik. Kemampuan penalaran  mahasiswa  sebesar  68  %  termasuk  dalam  kriteria  baik  dan  32%  termasuk   dalam   kriteria   cukup. Kemampuan merancang  eksperimen  mahasiswa sebesar 65% termasuk dalam kriteria baik. Hanya 35% mahasiswa yang masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait dengan keterampilan merancang penelitian.
THE EFFECT OF SELF-REGULATED LEARNING THROUGH ONLINE TUTORIALS INTEGRATING LEARNING STRATEGY IN IMPROVING THE INDEPENDENCE AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF BIOLOGY EDUCATION STUDENTS Rahayu, Ucu; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 6 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v6i2.15823

Abstract

The students of long distance education were demanded to had high self-regulated learning so that they could survive and success in their study. Therefore, they had to be trained to do self-regulated learning so that they could improve their academic achievements. This research was a quasi-experimental research involved 63 the students of long distance education of Biology Education who got used to do self-regulated learning through online tutorials integrating learning strategy and were given a guide of self-regulated learning and 48 the students who did not receive the treatments. After the online tutorials finished, the students filled the scale of self-regulated learning and had final exams. Besides, they filled open ended questioners and were interviewed. Based on the statistical results, the students who got self-regulated learning through online tutorials integrating the learning strategy and the learning guide significantly got higher score of self-regulated learning compared to the students who did not. Likewise the students' academic achievements were significantly higher than the students without treatments. In the future, it was suggested that the integration of the learning strategy into online tutorials should be done to all courses so that the students could had higher self-regulated learning influenced the academic achievements.
Kajian Morfometri dan Tingkat Kematangan Gonad Rajungan di Perairan Betahwalang, Demak Maulana, Iqbal; Irwani, Irwani; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.29247

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas laut yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dimana berbanding lurus dengan penangkapan yang terus meningkat. Tingkat pemanfaatan yang tidak mengindahkan ukuran dan kondisi rajungan dapat mempengaruhi struktur ukuran dan stok rajungan di suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran, hubungan lebar dan berat rajungan serta distribusi tingkat kematangan gonad (TKG) di perairan Betahwalang, Demak. Penelitian menggunakan metode survey dengan analisis yang bersifat deskriptif yang dilakukan secara “time-series”. Pengamatan sampel rajungan sebesar 10% dari hasil tangkapan yang didaratkan oleh setiap nelayan di pengepul rajungan.. Hasil dari penelitian ini menujukkan dari 3030 ekor rajungan yang diamati diketahui distribusi lebar karapas rajungan berkisar antara 35 – 185 mm dan kisaran berat sebesar 10 – 350 gram. Rajungan yang terdapat di perairan Betahwalang memiliki pertumbuhan yang bersifat allometrik positif pada rajungan jantan dan betina pada bulan Januari serta Februari.  Hasil nilai b sebesar 3,29 dan 3,08 (Januari & Februari) pada rajungan jantan. Nilai b sebesar 3,10 dan 3,15  pada rajungan betina (Januari & Februari) serta nilai b sebesar 3,14 pada keseluruhan rajungan. Sehingga diketahui pertumbuhan lebar karapas lebih cepat dibandingkan bobot rajungan. Sedangkan distribusi tingkat kematangan gonad rajungan betina adalah 21% pada TKG 1; 63% pada TKG 2; serta 16% pada TKG 3, dengan ukuran pertama kali matang gonad adalah 141,51 mm. Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is a marine commodity has a high economic value , which is causing the crab catch to rise as well. The catch rate that does not consider the size and maturity of sea crab can affect the size structure and population stock of sea crab in waters. This study aims to determine the size distribution,the relationship of width and weight of Blue swimming crab and distribution of gonad maturity in Betahwalang, Demak. There’s a descriptive survey method used in this study with time-series observations. The sample size is about 10% of the total number landed crab from each fisherman. The results of this study showed that from 3030 crabs observed, the distribution of crab carapace width ranged from 35 – 185 mm and the weight range at 10 – 350 gram. The results showed the all crabs has a positive allometric on growth parameters. The value of  b 3,29 and 3,08 (January & February) in male blue swimming crab, 3.10 and 3.15 (January & February) on female sea crabs, and 3.14 on whole sea crabs. So it is known that the growth of carapid width is faster than the weight of crab. While the distribution of female crab gonad maturity level is 21% in level 1; 63% in level 2; and 16% in level 3, with the first size of mature gonad at 141,51 mm.
Studi Morfometrik Kepiting Bakau (Scylla serrate) Forsskål, 1775 (Malacostraca : Portunidae) di Kecamatan Wedung, Demak, Jawa Tengah Panatar, Jakfar Shodiq; Djunaedi, Ali; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i4.25960

Abstract

ABSTRAK : Kepiting bakau (Scylla serrata) adalah jenis kepiting yang hidup di perairan pantai, tambak, dan hutan bakau (mangrove). Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia, terutama kepiting yang sudah dewasa serta gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik kepiting bakau (Scylla serrata) seperti kelimpahan relatif kepiting bakau (Scylla serrata), distribusi lebar karapas, dan hubungan lebar karapas – berat kepiting bakau (Scylla serrata). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelimpahan realatif kepiting dan analisis regresi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2019 di Kecamatan Wedung, Demak. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel kepiting bakau (Scylla serrata) hasil tangkapan nelayan di daerah tersebut. Kepiting bakau hasil tangkapan nelayan tersebut dihitung jumlahnya, diidentifikasi jenis kelaminnya, diukur lebar karapas dan ditimbang beratnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepiting bakau (Scylla serrata) yang tertangkap pada bulan Februari – April 2019 diperoleh 300 individu yang terdiri dari 202 jantan dan 98 betina. Rata – rata ukuran lebar karapas tertinggi berkisar 9.8 cm pada hasil tangkapan di bulan Februari. Hubungan lebar karapas – berat Kepiting bakau (Scylla serrata) baik jantan maupun betina menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. ABSTRACT : Giant mud crab (Scylla serrata) are types of crabs that live in coastal waters, ponds, and mangrove forests. Giant mud crab (Scylla serrata) is a high economic value export commodity that has the potential to be developed and has high economic value in Indonesia, especially crabs that are mature and fat. The purpose of this study was to determine the morphometric characteristics of giant mud crab (Scylla serrata) such as relative abundance of giant mud crab (Scylla serrata), carapace width distribution, and the relationship between carapace width - weight of giant mud crab (Scylla serrata). The analysis used in this study is the relative abundance of giant mud crab and regression analysis. This research was conducted in February - April 2019 in the subdistrict of Wedung, Demak. The material used in this study was a sample of giant mud crab (Scylla serrata) from the fishermen catch in the area. The giant mud crab captured by the fishermen are counted, identified by sex, measured in carapace width and weighed. The results showed that giant mud crab (Scylla serrata) caught in February - April 2019 obtained 300 individuals consisting of 202 males and 98 females. The highest average carapace width ranges from 9.8 cm in catches in February. Relationship between carapace and weight of giant mud crab (Scylla serrata) both male and female showed negative allometric growth patterns. 
Co-Authors ., Iriani Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Ghofar Achmad Edi Subiyanto Achmad Munandar Achyani Ade Hari Siswanto Adi Rahmat Afandi, Yusuf Agus Indarjo Agus Sabdono Agus, Elsa Lusia Ahdiansyah, M Hafidz Aini, Firly Nur Alburhana, Lathifatusy Syifa Ali Djunaedi Almagribi, Ahmad Bilal Ambariyanto , Amin, Nashrul Anam, Aufa Anandita, Assifa Yusan Andriyani, Widyastuti Angga Dewi, Widya Novi Anggara, Muhammad Alyfansyah Rizky Anggraheny -, Anggraheny Anisa Nur Halimah Anna Fitri Hindriana Anna Triningsih Annisaul Khasanah Wulandari Khasanah Wulandari, Annisaul Khasanah Wulandari Khasanah Ari Widodo Ariesta Artamevia, Nazwa Aris Ismanto Ayu Puspitasari, Ayu Ayu Rosyida Zam Zam Azizah T.N., Ria Badik, Muhammad Bagus Eko Hardiono Baharudin, Muhammad Teguh Baidhowie, Lutfil Hakim Bambang Yulianto Banun Sri Haksasi Baskoro Rochaddi Bayong Tjasyono Bustomi Cahyono, Arie Eko Chrisna Adhi Suryono Delianis Pringgenies Desyandri Desyandri Devi Nandita Choesin, Devi Nandita Dewi Novitasari Diah Permata Wijayanti Dodon Turianto Nugrahadi Duduh Abdul Bara Dwi Jatmiko, Dwi Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Soesanto Edy Supriyadi Elfi Rimayati Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Eny Inayati, Eny Erliyanti, Nove Kartika Fajar, Surya FIRDAUSI, Ifrohatul Dini Fitria Olivia franisa, anggi Fuad Ashari Fulgensius Surianto G. Sri Redjeki Gerhani, Febrina Gita, Irma Hadi Endrawati Hadi, Nur Halizah Haksan Darwangsa Handayani, Dwi Asih Kumala Handayani, Latifah Fitri Hapsara, Hudanu Hariadi Hariadi Harry Firman Hartadi, I Gede Haryono, Yoyo Haula Robbi, M. Kautsar Heryoso Setiyono Hutagaol, Inggrid Debora I Nyoman P Aryantha Ika Ayuningtyas Indarwati, YM Iqbal Maulana Iriawati Iriawati Irwani Irwani Irwanto, Eko Ismawati Ismawati Ita Riniatsih Jihadi, Muhammad Shulhan Jusup Suprijanto K. Susilo, David Käll, Sofia Khaerul Umam, Khaerul Khonsa Rezkania, Gita khusnul khotimah Krisiyanto, Krisiyanto Kunarso Kunarso Kusdarjanti, Endang Kusumadiani, Tazkia Aulia Lelono, Satrio Kusumo Lies Mardiyana, Lies Lilik Maslukah Lita Rosa, Mia Laksmi Luky Adrianto Luluk Elyana Maharani, Galung Dhiva Marini . Marselino, Frendy Mayunar Mimin Nurjhani K Mr Kusnadi Mrs Sariwulan Diana Muchamad Fajar Alamsyah Muh Yusuf Muhaimin, M. Hadid Muhajirin, Al Muhammad Reza Faisal, Muhammad Reza Muhammad Zainuri Mujayatun, Siti Musthofa, Danis Nurul Mustofa, Diah Ayu Mutiara Nurul Fajar Utami Mutiari Nurul Syam Utami Naufal, Nabil Neviyani Neviyani, Neviyani Ningrum, Marsella Ivon Citra Novi, Widya Nugroho Agus D Nugroho, Aditya Dwi Nur Khasanah Apriliasari, Nur Khasanah Nur Taurif Syamsudin Putra Jaya Nur, Sofyan Hasanuddin Nurasyah Dewi Napitupulu Nurohman, Muhamad Nuryani Rustaman Nusaputro, Kurnia Adi Oktarini, Rahmi Panatar, Jakfar Shodiq Philipus Uli Basa Hutabarat Pradana, Henrian Rizki Praressha Wizurai Prasetiyorini, Pudhak Prasetyo, Sigit Nian Pratama, Candrika Prayoga Nugraha Taunay Prihandoko, Tri Leksono Purba, Sariaman Purwati K. Suprapto Putri Novianingrum, Milka putri, Ferninda Rahardiyana Putri, Hawa Aritma Sunarko Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Fenny Winda Rakhmawan, Aditya Ramadhani, Aulia Dessy Rasid, Harun Al Raudina, Anggit Sapta Retno Hartati Retno, Yosy Ria Azizah Tri Nuraini Ria, Intan Ade Riandi Riandi Ristanti, Rahmadita Aulya Rizkina, Nurnazmilaila rojanah, rojanah rojanah Rudhi Pribadi S Tapilouw, Fransisca. Sagara, Bangkit Putra sanjaya, deki dwi Satori, Djam'an Satriani, Bayu Satriya Pranata SD Sumbogo Murti Setiyadi, Agus Setyowati, Okti Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sianiwati Goenharto Sihite, Mombang Sintha Soraya Santi Siti Munawaroh Sri Mulyani Sri Redjeki Sri Sayekti Sri Turni Hartati Sri Wahjuni Sri Wulandari Sujati Sujayanty, Sri Sunarto, Sandy Ryan Hendrawanto Sunaryo Sunaryo Sunil Wahidah, Tiara Anggarani Syuaibatul Islamiyah Tania, Sara TATI NURHAYATI Taufan, Anas Taufiq-Spj, Nur Tony Hadibarata, Tony Tri Mulyati, Tri Trianna, Nurul Widji Ubay, Jufri Ucu Rahayu Wafi, Azmi Sabilakisbatul Wahyu, Rindika Widhorini, Widhorini Widi Purwianingsih Wilis Ari Setyati Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Yagus Cahyadi Yenny Anwar Yogaswara, Rachmad Ramadhan Yudhatama, Bayu Khrisna Yuliana Yuliana Yunika Ayu Setya W Ayu Setya W. Yunita Yunita Yustin Ragil Dewanti Yusuf Hilmi Adisendjaja Zihni Ihkamuddin