Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan pada Tn. E dengan Post Operasi Cholesystectomy Hari ke 2 di Ruang Kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Asna, Lutfi Yuhan; Siswanti, Henny; Hartinah, Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cholangitis merupakan sebuah keadaan di mana infeksi terjadi pada saluran empedu. Saluran empedu memiliki fungsi penting dalam mengalirkan cairan empedu dari hati menuju usus dan kantong empedu. Penyebab utama dari kolangitis adalah bakteri. Keadaan ini biasanya muncul ketika saluran empedu terhalang oleh berbagai hal, seperti batu empedu atau tumor. Infeksi yang mengarah pada kondisi ini juga berpotensi menyebar ke hati. Secara umum, cholangitis dapat dikenali melalui gejala demam, mual, dan nyeri di bagian atas perut atas sebelah kanan. Tujuan: untuk mendokumentasikan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi cholesystectomy hari ke 2 Di Ruang Kana RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Metode: Kasus ini menggunakan metode proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil: Dari pengkajian terhadap klien didapatkan 3 diagnosa yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pecedera fisik, resiko infeksi dibuktikan dengan efek procedure invasive, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan progam pembatas gerak Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan sesuai intervensi dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi sebagian. Kesimpulan: Dalam melakukan asuhan keperawatan ini kerja sama yang baik dengan pasien dan tim medis diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan.
Hubungan Periode Sakit, Spiritualitas, dan Efikasi Diri dengan Fatigue Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Juwana Kabupaten Pati Fatmawati, Diah; Lestari, Diana Tri; Hartinah, Dewi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.384

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat gangguan produksi insulin yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu masalah yang sering dialami penderita adalah fatigue dimana penderita merasa cepat lelah. Fatigue disebabkan oleh perubahan metabolisme energi yang dapat menurunkan produksi ATP sehingga menyebabkan beberapa faktor seperti periode sakit, spiritualitas dan efikasi diri. Periode sakit yang lama dapat menyebabkan gula darah tidak stabil, gangguan tidur dan penurunan energi. Spiritualitas membantu penderita menerima penyakitnya, mengurangi stres dan meningkatkan motivasi diri. Sedangkan efikasi diri dapat membantu penderita lebih percaya diri dalam mengelola penyakitnya sehingga dapat mengurangi fatigue. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara periode sakit, spiritualitas.dan efikasi diri dengan fatigue pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di bulan Mei 2025 menggunakan rumus slovin didapatkan sampel berjumlah 67 responden teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi adalah penderita diabetes melitus tipe 2 ≥18 tahun sedangkan kriteria eksklusi adalah penderita yang dengan komplikasi akut dan mengalami gangguan kognitif yang memengaruhi kemampuan memberikan jawaban kuesioner secara mandiri. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang periode sakit, spiritualitas menggunakan Spiritual-Self CarePractice Scale (SSCPS) dan efikasi diri menggunakan The Diabetes Management Self Efficacy Scale for tipe 2 DM (DMSES) dengan fatigue menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS) pada variabel dependen yaitu fatigue dan variabel independent yaitu periode sakit, spiritualitas dan efikasi diri. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian memiliki hubungan yang signifikan dengan fatigue, periode sakit memiliki hubungan yang lemah (r= -0,355, p= 0,003), sedangkan spiritualitas (r= -0,277, p= 0,023), kemudian efikasi diri (r= -0,292, p= 0,016). Puskesmas dapat memperhatikan aspek spiritualitas, dan efikasi diri dalam penanganan fatigue pada penderita diabetes melitus tipe 2.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA PURWOGONDO KALINYAMATAN Indah Ayu Sundari; Dewi Hartinah; Edi Wibowo
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1601

Abstract

This study aims to identify personal hygiene in housewives; identify the incidence of vaginal discharge in housewives; and analyze the relationship between personal hygiene and the incidence of vaginal discharge in housewives. Most housewives, 71.6% of respondents, reported poor personal hygiene. This indicates that personal hygiene, particularly genital hygiene, is still not optimal. While 59.1% of respondents experienced normal vaginal discharge, the incidence of abnormal vaginal discharge remained quite high at 40.9%. This suggests that vaginal discharge remains a reproductive health issue that requires greater attention. A significant correlation was found between personal hygiene and vaginal discharge among housewives in Purwogondo Kalinyamatan Village, with a p-value of 0.003 and a correlation value of r = -0.314. This indicates a low-moderate negative correlation, meaning that better personal hygiene reduces the likelihood of abnormal vaginal discharge.
Pengaruh Stabilitas Sampel Darah EDTA Terhadap Pemeriksaan Hemoglobin dan Hematokrit pada Karyawan Puskesmas Kedung II Metode Otomatis Anjani, Anisa Ayu; Hartinah, Dewi; Kurnia, Shinta Dwi; Rusidah, Yunita; Saputro, Arief Adi
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 7 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i1.12872

Abstract

This study aims to determine the effect of EDTA blood sample stability on hemoglobin (Hb) and hematocrit (Ht) examination results using an automatic method. EDTA blood samples from 38 employees of Kedung II Public Health Center were examined immediately (0 hours), after a 1-hour delay at room temperature (17–210C), and after a 1-hour delay in a refrigerator (2–80C). The results were analyzed using a Two-Way ANOVA test. The study showed no significant differences in hemoglobin and hematocrit levels between the three storage conditions (ρ > 0.05). The average hemoglobin levels were 12.834 g/dL at 0 hours, 12.797 g/dL after 1 hour at room temperature, and 12.829 g/dL after 1 hour in the refrigerator. The average hematocrit levels were 38.484% at 0 hours, 38.321% after 1 hour at room temperature, and 38.434% after 1 hour in the refrigerator. The conclusion of this study is that storing EDTA blood samples for 1 hour, whether at room temperature or in the refrigerator, does not significantly affect hemoglobin and hematocrit examination results.
Family Support and Self-Efficacy in The Management of Diabetes Mellitus Among The Elderly Faressya, Dessinnta; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 7 No 3 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.3.16355

Abstract

Elderly individuals with diabetes mellitus often face challenges in managing their disease, which requires a high level of self-efficacy to consistently maintain a healthy lifestyle. Self-efficacy is crucial in managing diabetes treatment among elderly patients. Family support plays a significant role in helping elderly individuals with diabetes improve their self-efficacy or confidence in performing self-care activities. The aim of this study was to determine the relationship between family support and self-efficacy in managing diabetes mellitus among the elderly at Health Center A. This research used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 114 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were validated and reliable questionnaires, namely the Family Support Questionnaire and the Diabetes Management Self-Efficacy Scale. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The cross-tabulation results between family support and self-efficacy showed that among those who received good family support, the majority—45 respondents (69.23%)—had good self-efficacy, and half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy.Meanwhile, among those who received poor family support, nearly half—20 respondents (30.77%)—had good self-efficacy, half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy, and one respondent (100%) had low self-efficacy.Based on the Spearman’s rho test, a p-value of 0.024 (< 0.05) was obtained, indicating a significant relationship between family support and self-efficacy in elderly individuals managing diabetes mellitus at Health Center A in 2025.It is expected that families will continue to provide support to patients, thereby improving their self-efficacy.
Combination Foot Care and Massage Reducing Peripheral Neuropathy Symptoms in Clients With Diabetes Mellitus Auliya, Arida; Hartinah, Dewi; Jauhar, Muhamad; Lasmini, Lasmini
Journal of Bionursing Vol 7 No 3 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.3.17375

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is the most challenging public health problem in the 21st century. This disease is classified as chronic, and its treatment is a challenge for the global health care system. The increasing prevalence of DM is a side effect of the transformation of life. The rise in DM complications has a serious impact on the quality of life of DM clients. Complications of this disease continue to worsen the client's condition if they do not receive appropriate intervention, leading to dysfunction in almost every organ of the body. DM complications account for the largest portion of the National Health Insurance (JKN) program's medical expenses. The aim of this study was to analyze the effect of a combination of foot care and massage on symptoms of peripheral neuropathy in DM clients. The research design used a quasi-experimental pre-posttest with a control group. The independent variable is a combination of foot care and massage, while the dependent variable is the symptoms of peripheral neuropathy. This study was conducted on diabetes mellitus in April 2025. The study sample consisted of 14 DM clients for each intervention and control group, using a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was 10 g monofilament. Combination therapy foot care and massage are given 3 times per week for 2 weeks, with a duration of 25-30 minutes per session. Data analysis used the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. The results of the study showed that there was a combined effect of foot care and massage on symptoms of peripheral neuropathy in DM clients with a p-value of 0.000 (p<0.05). Combination therapy/foot care and massage has a positive effect in reducing symptoms of peripheral neuropathy in DM clients. Follow-up is needed to integrate this combination therapy with community health activities, especially for DM clients.
Perbandingan Nilai Hematokrit Metode Mikrohematokrit dan Metode Automatik Hematology Analyzer Zybio Z3 Menggunakan Darah Vena di Klinik Utama Restu Ibu Jepara Asmawati, Dwi; Hartinah, Dewi; Saputro, Arief Adi
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 7 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i2.12934

Abstract

Pregnant women are one of the populations at risk of contracting Sexually Transmitted Infections (STIs) such as HIV, Syphilis, and Hepatitis B. The prevalence of HIV/AIDS transmission from mother to child is 20-50% where 5-10% occurs during pregnancy. Syphilis transmission is 69-80% and Hepatitis B transmission is more than 90% with the potential for transmission during pregnancy and childbirth being very high. Based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia, regulation No. 52 of 2017 concerning the Elimination Program for Transmission of Human Immunodeficiency Virus, Syphilis, and Hepatitis B from Mother to Child or often called "Triple Elimination" aims to stop transmission from mother to child with laboratory examinations on pregnant women at least once during pregnancy. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and behavior of healthy reproductive age pregnant women in the first trimester at the Lebdosari Health Center. In general, this research method is qualitative with an analytical observational approach and cross-sectional design, namely researchers come and analyze the problem directly. Data collection is carried out at once within a certain time. The population  is pregnant women in the first trimester at the Lebdosari Health Center, with a sample size of 49 people selected based on the Purposive Sampling technique. Data analysis was carried out descriptively and then continued with a bivariate test with the Kendal Tau test because the data was not normally distributed. The results of the study showed that the results of the bivariate test with the Kendal Tau test showed that there was no relationship between knowledge and behavior because the significance value p = 0.888> 0.05 with a positive correlation coefficient value (0.19) which means that there is a positive relationship between knowledge and behavior even though the relationship is weak because the value is less than 1, so that if knowledge increases, behavior will be better. It is recommended that pregnant women are advised to always maintain personal hygiene and implement a clean and healthy lifestyle to prevent infectious diseases.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Psikologi Sosial pada Lansia Yulisetyaningrum, Y; Faridah, Umi; Hartinah, Dewi; Setiawan, Iwan Sulis
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia adalah bagian dari proses tumbuhkembang. Manusia tidak secara tiba – tiba menjadi tua, tetapiberkembang dari bayi, anak – anak, dewasa dan akhirnya menjaditua. Hal ini normal, dengan perubahan fisik dan tingkah laku yangdapat di ramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat merekamencapai usia tahap perkembangan kronologis tertentu (Azizah,2011).Perkembangan penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesiamenarik diamati. Dari tahun ke tahun jumlahnya cenderungmeningkat. Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat(KESRA) melaporkan, jika tahun 1980 usia harapan hidup (UHH)52,2 tahun dan jumlah lansia 7.998.543 orang (5,54%) maka padatahun 2006 menjadi 19 juta orang (8,90%) dan UHH juga meningkat(66,2 tahun). Pada tahun 2010 penduduk lansia mencapai 23,9 jutaatau 9,77% dan UHH sekitar 67,4 tahun. Sepuluh tahun kemudianatau pada 2020 perkiraan penduduk lansia di Indonesia mencapai28,8 juta atau 11,34% dengan UHH sekitar 71,1 tahun(Kusumowardani, 2014).Lansia akan merasa lebih aman apabilahidup ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan dukunganemosional. Keluarga mempunyai fungsi psikologis yaitu memberikankasih sayang dan rasa aman, memberikan anggota keluarga,membina keluarga. Pemenuhan kebutuhan kebutuhan perhatianpendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitasfungsi alektif keluarga merupakan tempat lansia (Nugroho, 2007).Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungandukungan keluarga dengan psikologi sosial pada Lansia. Metode:Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatancross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini sebanyak 110lansia di desa Surodadi (Bidan, 2016). Sample yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 52 orang lansia. Alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jenis analisabivariate yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Kesimpulandalam penelitian ini adalah ada Hubungan Dukungan Keluargadengan Psikologi Sosial Lansia di Desa Surodadi Tahun 2017dengan ? value sebesar 0,001 (? < 0,05) dengan tingkat korelasisedang (0,535). Semoga keluarga yang mempunyai lansia dapatmemberikan perhatian lebih dan kasih sayang pada lansia agarpsikologi sosial pada lansia baik.
KEJADIAN PRE EKLAMSIA PADA PERSALINAN BERDASARKAN FAKTOR USIA IBU PREECLAMPSIA DURING LABOR BASED MOTHER'S AGE Tristanti, Ika; Hartinah, Dewi; Suciatun, Suciatun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah , udem dan proteinuria. Komplikasi pada ibu yaitu terjadi dengan kejang (eklampsia) dan gagal organ ganda, pada janin dapat terjadi gangguan pertumbuhan dan abrapsio plasenta.Pre eklamsia dapat terjadi sejak masa kehamilan, bersalin sampai dengan masa nifas. Faktor usia dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya Pre eklamsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor usia ibu dengan kejadian pre eklamsia pada masa bersalin. Penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis RS Permata Bunda. Data yang diambil adalah data usia ibu bersalin dan kejadian pre eklamsia pada bulan September, Oktober dan November tahun 2017. Populasi sejumlah 114 orang. Jumlah sampel adalah 89 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Simple random sampling . Variabel bebas yaitu usia ibu. Variabel terikat yaitu kejadian pre eklamsia. Instrumen penelitian berupa ceklist. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian yaitu usia responden di RS Permata Bunda Purwodadi sebagian besar tidak berisiko (20-35 tahun) sejumlah 54 (60,7%). Kejadian pre eklamsia di RS Permata Bunda Purwodadi sebagian besar pre eklamsia berat sejumlah 50 (56,2%). Terdapat hubungan usia responden dengan kejadian pre eklamsia di RS Permata Bunda Purwodadi (p=0,001).
PENGARUH MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Hartinah, Dewi; Karyati, Sri; L, Nur Rochma Hestu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massage effleurage, merupakan salah satu dari metode massage yang digunakan dalam mengatasi nyeri persalinan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD Kelet Kabupaten Jepara Tahun 2017. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian quasy eksperimen dengan menggunakan pre test dan post test nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini 22 responden dengan 11 kelompok intervensi dan 11 kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan uji analisa wilcoxon dikarenakan data non parametrik (skala nominal dan ordinal). Hasil uji statistik dengan wilcoxon test didapatkan nilai P 0,002 < 0,05, maka Ho ditolak. Artinya Ada Penurunan Yang Signifikan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Setelah Diberikan Massage Effleurage. Kesimpulan Massage Effleurage berpengaruh yang signifikan terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di Rsud Kelet Kabupaten Jepara Tahun 2017
Co-Authors Abdul Mannan, Siti Sofiyah Afifah, Siti Nur Agung Prihandono Ali Solikin Amalia Rahmawati Andriani, Diah Anik Wiyarni Anjani, Anisa Ayu Annisah, Yuni Anny Rosiana Anny Rosiana M Anny Rosiana Masithoh anny Rosiana Masitoh Arief Adi Saputro Asmawati, Dwi Asna, Lutfi Yuhan Asrinie, Rina Aulia Chusna, Arda Auliya, Arida Aziz, Muhammad Nur Blacius Dedi David reveindra Afif permana David Rivaindra Afif Permana Deni Ristiawan Desi Ayu Natalia Dewi Nuraini Dhita Wulan Prabandari Diah Andriani Diah Andriani Kusumastuti Diah Fatmawati, Diah Dian Heni Susanti Diana Tri Lestari Dika Anggara Putra Dika Anggara Putra Djauhar Arif Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Diadara Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Edy Soesanto Edy Soesanto Eko Winarto Emi Catur Cahyani Eswanti, Noor Evita Dian Lestari Faressya, Dessinnta Farida, Naimatul Fauziyah, Aulia Faza Ilya Fella Hanna Arsyitha Fina Oktafiani Fitriana Kartikasari Hasriyani Hasriyani Hastoro D Hastoro Hastoro henny Siswanti Heny Siswanti Herlina Julia Rahmawati Holyness Nurdin Singadimedja Ida Ayu Putu Sri Widnyani ika tristanti Ika Widyawati Ilham Syarochman Putra Ilyana Sari indah ayu sundari Iswatun Iswa Qasanah Iswatun Qasanah Iswatun Qasanah Iwan Sulis Setiawan Jelita, Monica Artha Junariah Junariah Kanza Putri Khamid Khanafi Kharisma Aprilita Rosyidah Kurdiningsih Kurdiningsih L, Nur Rochma Hestu Lasmini Lasmini, Lasmini Leonny Vega Maharani Luluk Nailil Fadilah Luluk Ulya Luluk yuliatin Mardiana, Sri Siska Masitoh, anny Rosiana Mohammad Andhika Setyawan Muhamad Jauhar Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muttaqim, M Nadya Asyh Selvya Naimatul Farida Nanang Prabowo Nasriyah - Nasriyah Nasriyah Nindiawaty, Nuning Noor Azizah Noor Chandiq Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Hidayah Nor Himawati Nuning Nindiawaty Nuning Nindiawaty Nur Rochma Hestu L Nur Setyawati Anjayani Nur Setyawati Anjayani Nurhefi Nurhefi Nurhefi, Nurhefi Paksi, Dewi Purwanti Kartika Eka permana, David reveindra Afif Permana, David Rivaindra Afif Permatasari, Inggit Dyah Prabandari, Dhita Wulan Prabowo, Nanang Puji Krisbiantoro Pusparatri, Edita Putra, Ilham Syarochman Putri, Aristya Vika Aprilia Putri, Dwi Dyah Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Ashri Maulida Rahmawati, Rahmawati Ramadin, Fariza Ainur Rina Asrinie Risa Wulandari Rita Dewi Sunarno Rizka Himawan Rokhani, Siti Rona Fahrida Rusnoto - rusnoto rusnoto Rusnoto, R S Sukarmin Sari, Sri Wulan Setiawan, Iwan Sulis Setyaningrum, Yuli Setyawan, Indra Bagus Shinta Dwi Kurnia Sigit Yuliardi Cahyo Siti Nur Afifah Siti Rokhani Sitta Hasanatin Sholihah Sofia Nur Halisa Solly Aryza Sri Karyati Suarmin Sukarmin Suciatun Suciatun Suciatun, Suciatun Sukarmin, S Susanti, Dian Heni Suwarto Suwarto Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Teguh Umbarsemi Teguh Umbarsemi TRI LESTARI, DIANA Tri Suwarto Tristanti, Ika Tutuk Wizariah Ulil Ni’am Ulil Ni’am Ni’am Umi Faridah Umi Faridah Widaningsih Widaningsih Widiawati, Endang Widiyaningsih Widiyaningsih Wigati, Atun Wiyarni, Anik Y Yulistyaningrum Yuli Susanti Yuli Susanti Yulisetyaningrum Yulistyaningrum, Y Yunita Rusidah Yusuf Ardiansyah Zumrotun Nisak, Ana Zunia Khairunnisa