p-Index From 2021 - 2026
5.828
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Efektivitas Salin Normal dengan Udara dalam Pengembangan Balon Pipa Endotracheal untuk Mengurangi Risiko Sakit Tenggorokan Pascaintubasi Adhriyani, Dessy; Harimin, Kusuma; Saleh, Irsan
Majalah Anestesia dan Critical Care Vol 32 No 1 (2014): Februari
Publisher : Perdatin Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membandingkan efektivitas penggunaan saline normal dan udara dalam pengembangan balon pipa endotrakeal untuk mengurangi risiko sakit tenggorokan pascaintubasi pada pasien yang mendapatkan anestesi umum inhalasi dan N2O. Penelitian ini merupakan uji klinik secara tersamar buta ganda terhadap 70 pasien dengan status fisik American society of anesthesiologist (ASA) I-II yang akan menjalani anestesi umum. Pasien dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah masing-masing 35 pasien. Kelompok pertama menggunakan udara sebagai media pengembangan balon pipa endotrakeal, sedangkan kelompok kedua menggunakan saline normal. Rasa nyeri dinilai dengan mengunakan skala VAS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan balon pipa endotrakeal pada kelompok salin normal lebih rendah dibandingkan dengan kelompok media udara dimana rata-rata tekanan balon selama operasi pada kelompok salin normal 26,71±0,92 mmHg dengan rata-rata VAS adalah 0,91±1,29 cm sedangkan pada kelompok media udara 34,63±4,81 mmHg dengan rata-rata VAS adalah 2,37±1,190 cm (p<0,0001). Penggunaan salin normal lebih efektif dibandingkan dengan media udara dalam pengembangan cuff ETT untuk mengurangi risiko sakit tenggorokan pascaintubasi pada pasien yang mendapatkan anestesi umum inhalasi dan N2O. Kata kunci: Sakit Tenggorokan, salin normal, udara Comparison between The Effectiveness of Normal Saline and Air With The Expansion of Endotracheal Tube Cuff to Reduce The Risk of Sore Throat Postintubation To compare the effectiveness of using normal saline and air medium with the expansion of endotracheal tube cuff to reduce the risk of sore throat postintubation in patients under general anesthesia using N2O.Method. This study is a randomized controlled trial with double blind method. Total patients are 70, ASA I-II status with general anestesi. Patients divided into 2 groups, where each group composed of 35 patients. The first group will be using air as a media inflation of cuff ETT, and the second group uses normal saline. The pain is examined using VAS.The result shows that mean pressure of intracuff in normal saline group is lower than media air group where there is intracuff mean pressure undergoing surgery in normal saline group is 26,71±0,92 mmHg with VAS 0,91±1,29 cm but for media air group 34,63±4,81 mmHg with VAS 2,37±1,190 cm where p<0,0001.The using of normal saline is more effective compared to air medium in the expansion of ETT cuff to reduce the risk of sore throat postintubation in patients under general anesthesia using N2O. Key words: Air, normal saline, sore throat Dullenkopf A, Gerber AC, Weiss M. Nitrous oxide diffusion into tracheal tube cuffs: comparison of five different tracheal tube cuffs. Acta Anaesthesiol Scand. 2004;48:1180–40. Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ. Airway management. Dalam: Clinical Anesthesiology. Edisi Ke-4. McGraw-Hill Companie. 2006. Hlm. 91–116. Fine GF, Borland LM. The future of the cuffed endotracheal tube. Pediatric Anesthesia. 2004;14: 38–42. Prerana P, Shroff, Vijay P. Efficacy of cuff inflation media to prevent postintubation related emergence phenomenon: air, saline and alkalinized lignocaine. Eur J Anaesthesiol. 2008;18:458–60. Nguyen H, Saidi N, Lieutaud T, Duvaldestin P. Nitrous oxide increases endotracheal cuff pressure and the incidence of tracheal lesions in anesthetized patients. Anesth Analg. 1999;89:187–90. Cerqueiera JR, Camacho LH, Takata IH. Endotracheal tube cuff pressure: need for precise measurement. Sao Paulo Med J/Rev Paul Med. 1999;117(6):243–7. Felten ML, Schmautz E, Orliaguet GA, Carli PA. Endotracheal tube cuff pressure 2003;97:1612–16. Karasawa F, Ozhima T, Takamatsu I, Uchihashi Y dkk. The effect on intracuff pressure of various nitrous oxide concentration used for inflating an endotracheal tube cuff. Anesth Analg. 2000;91:708–13. Karasawa F, Takita A, Mori T, Takamatsu I at all. The brandtm tube system attenuates the cuff deflationary phenomenon after anesthesia with nitrous oxide. Anesth Analg. 2003;96:606–10. Fitriyadi D, King LS. A simple endotracheal tube cuff pressure measuring device: an inexpensive alternative [Thesis]. Manilla: Santo Tomas University Hospital; 2004. Devys JM, Schauvliege F, Taylor G, Plaud B. Cuff compliance of pediatric and adult cuited tracheal tubes: an experimental study. Pediatric Anesthesia. 2004;14:676–80. Karasawa S, Okuda T, Mori T, Oshima T. Maintenance of stable cuff pressure in the Brandttm tracheal tube during anaesthesia with nitrous oxide. Br J Anaesth. 2002; 89(2):271–6. Fagan C, Frizelle HP, Laffey J, dkk. The effects of intracuff lidocaine on endotracheal-tubeinduced emergence phenomena after generalanesthesia. Anesth Analg. 2001;92:1075. Bennett MH, Isert PR, Cumming RG. Postoperative sore throat and hoarseness following tracheal intubation using air or saline to inflate the cuff–a randomized controlled trial. Anaesth Intensive Care. 2000;28:408–13. Raeder JC, Borchgrevink PC, Sellevold OM. Tracheal tube cuff pressures. The effects of different gas mixtures. Anaesthesia. 1985;40:444–7. Karasawa F, Tokunaga M, Aramaki Y, saizukuisai M, Satoh T. An assassment of a method of inflating cuffs with nitrous oxide mixture to prevent on increase in intracuff pressure in five different tracheal tube designs. Anesthesia. 2001;56:155–9. Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ. The Practice of anesthesiology. Dalam: Clinical Anesthesiology.4th ed. McGraw-Hill Companies, Dalam;2006. Hlm. 1–9. Darsch JA, Darsch SE. Tracheal tubes. In: Understanding anesthesia equipment penyunting. edisi ke 4. Williams and Wilkins Pennsylvania; 1999. Hlm. 557–635. Combes X, Schauvliege F, Peyrouset O, etal. Intracuff pressure and tracheal morbidity: influence of filling with saline during nitrous oxide anesthesia. Anesthesiology. 2001;95:1120–4. Mitchell V, Adams T, Calder I. Choice of cuff inflation medium during nitrous oxide anaesthesia. Anaesthesia. 1999; 54: 32–6. Hata TM, Moyers JR. Preoperative evaluation and management. Dalam: Barash PG, Cullen BF, Stoelting RK, penyunting. Clinical Anesthesia. Edisi ke-5. Lippincott Williams and Wilkins; 2006. Hlm. 475–9.
Hubungan Polimorfisme Gen XRCC1 Arg399Gln Terhadap Kejadian Kanker Serviks Pada Wanita Ras Melayu Sary, Mega; Legiran, Legiran; Saleh, Irsan
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/BJI.V4I1.7958

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim, suatu daerah yang terletak pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim (uterus) dan liang senggama atau vagina. Insiden terjadinya kanker serviks dipengaruhi oleh Human Papiloma Virus (HPV), usia, usia terlalu muda berhubungan seksual, paritas, riwayat keluarga dan RAS. Gen XRCC1 sebagai perancah dalam BER yang terlibat dalam membantu memperbaiki kesalahan-kesalahan selama replikasi DNA serta  menjaga integritas genom. Single Nukleotida Polymorphism (SNP) di XRCC1 telah dikaitkan dengan pengembangan yang terjadi pada kanker serviks yang dapat mengurangi aktivitas perbaikan DNA, meningkatkan terjadinya mutasi sehingga kerentanan terhadap kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dengan kejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang wanita kanker serviks dan 35 orang wanita normal yang setiap sampel memiliki RAS melayu Jambi. Identifikasi polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dilakukan dengan teknik PCR-RLFP amplifikasi dengan primer spesifik yang digunakan untuk melihat mutagenesis. Hasil analisis dengan uji Chi-Square genotipe G/G (Wild Type), G/A (Mutant Heterozigot) dan G/A (Mutant Heterozigot) terhadap kanker serviks nilai ? = 0,032 (OR : 10.074 ; CI : 1,186 -85,570). Kesimpulan ada hubungan polimorfisme genotip gen XRCC1 Arg399Gln terhadap kejadian kanker serviks pada wanita RAS Melayu Jambi. 
Single Nucleotide Polymorphism Promoter -765g/C Gen Cox-2 Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Karsinoma Kolorektal Triwani, Triwani; Saleh, Irsan
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma kolorektal (KKR) merupakan keganasan yang berasal dari transformasi neoplastik sel-sel epitel kolon dan rektum, menempati urutan ketiga terbanyak dari seluruh kanker di seluruh dunia.Berbagai perubahan DNA dapat terjadi akibat paparan dengan lingkungan dan karsinogen. DNA yang gagal berpasangan menimbulkan instabilitas genetik, mutagenesis, dan kematian sel, disebut sebagai single nucleotide polymorphisms (SNPs).  Polimorfisme adalah perubahan atau mutasi pada gen yang tidak menimbulkan perubahan struktur protein   hanya mengakibatkan variasi fungsi protein, tidak bermanifestasi klinis, hanya  bisa menentukan kerentanan terhadap penyakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional pada gen COX-2 dengan metode PCRRFLP. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah case series, dilakukan di Laboratorium Klinik RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang selama 4 bulan, dari bulan Mei sampai dengan November 2012. Terdapat empat puluh (40) orang subjek penelitian yang merupakan penderita KKR, semuanya berasal dari seluruh etnis yang berdomisili di Sumatera Selatan dan bersedia ikut serta dalam penelitian. Penderita karsinoma kolorektal yang berjenis kelamin laki-laki (52,5%) lebih banyak daripada wanita (47,5%), lokasi karsinoma pada daerah kolon (25%) lebih banyak daripada daerah rektum (75%), dan penderita  dengan adenokarsinoma (77,5%) merupakan jenis terbanyak diikuti musinus adenokarsinoma (17.5%) dan adenoskuamous karsinoma (5%). Distribusi genotip CC (mutan) sebanyak 10%, genotip GC (heterozygot) sebanyak 10%, dan, genotif GG (normal) sebanyak 80%. Sedangkan Distribusi alel C (mutan) sebanyak 16% dan alel G (normal) sebanyak 84%. Penelitian ini terbatas pada identifikasi polimorfisme gen COX2 pada kasus KKR, tidak melihat hubungan atau pengaruh polimorfisme gen COX-2 terhadap kejadian KKR.  Perlu dilakukan wawancara lebih lanjut terhadap pasien mengenai suku, etnis, riwayat keluarga. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan polimorfisme promoter -765G/C Gen COX-2 dengan kejadian karsinoma kolorektal.
Efek Antiinflamasi Fraksi Daun Andong (Cordyline Fruticosa L) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Spraque Dawley Wijaya, Leni; Saleh, Irsan; Theodorus, Theodorus; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologik. Pengurangan peradangan atau respon inflamasi menggunakan obat golongan steroid dan antiinflamasi non steroid (AINS). Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol air dari ekstrak metanol daun andong (Cordyline fruticosa L) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang diinduksi dengan karagenin 1%. Subyek penelitian adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I adalah plasebo yang diberi CMC 1%, kelompok 2 diberi fraksi nheksan, kelompok 3 diberi fraksi etil asetat, kelompok 4 diberi fraksi metanol air masing-masing dengan dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok 5 diberi Meloxicam sebagai kontrol positif. Parameter efek antiinflamasi berupa volume edema kaki tikus dan penghitungan jumlah neutrofil pada sediaan hapus darah tepi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan daun andong  mempunyai efek antiinflamasi lebih aktif atau kuat dibandingkan dengan fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L), tidak berbeda nyata dibandingkan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley, fraksi n-heksan daun andong (Cordyline fruticosa L) mengandung golongan senyawa fenol dan steroid terpenoid yang diduga berperan dalam aktivitas antiinflamasi, dan potensi antiinflamasi fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L) lebih kecil dibandingkan dengan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley.
Hubungan Polimorfisme Gen CYP1A1 (Ile462Val) dengan Kejadian Karsinoma Epitel Ovarium Tursia, Anita; Saleh, Irsan; Nita, Sri
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/BJI.V4I1.7952

Abstract

Karsinoma epitel ovarium adalah salah satu kanker ovarium yang menyumbang 90% dari kasus kanker ovarium dan selalu menjadi penyebab utama kematian di antara keganasan ginekologi. Salah satu faktor resiko yang dapat menimbulkan kanker ovarium adalah genetik. CYP1A1 (Cytochrome P450 Family 1 Subfamily A member 1) adalah gen penyandi protein yang menyandi sejumlah enzim sitokrom P450 yang berperan dalam metabolisme obat dan bahan-bahan asing (xenobiotic) yang masuk ke dalam tubuh, juga berperan penting pada karsinogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen CYP1A1 (Ile462Val) dengan kejadian karsinoma epitel ovarium. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional, rancangan penelitian case control yang dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada bulan Maret-April 2017. Sampel adalah koleksi sampel darah pasien di Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang yang didiagnosis kanker ovarium yang dibuktikan dengan gambaran histopatologi sebanyak 30 subjek kelompok karsinoma epitel ovarium dan 30 subjek kelompok bukan karsinoma epitel ovarium. Pemeriksaan polimorfisme gen CYP1A1 (Ile462Val) menggunakan metode PCR-RFLP. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara  polimorfisme gen CYP1A1 (Ile462Val) dengan kejadian kanker epitel ovarium (p=0,020). 
Progesterone Receptor Gene Polymorphism Promoter Region +331G/A Increases Risk of Endometriosis Alkaf, Syifa; Chakra, Aerul; Said, Usman; Saleh, Irsan
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 4, No. 1, January 2016
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.419 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v4i1.73

Abstract

Objective: To identify relationship between progesterone receptor gene polymorphism promoter region +331G/A with the risk of endometriosis. Method: An observational case-control study. Population are women with endometriosis and/or adenomyosis who have been performed laparotomy/laparoscopy at Obstetrics and Gynecology Department Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang, January-November 2013. Subjects fulfilled inclusion criteria, given informed consent and performed blood sampling continued by PCRRFLP. Results were divided into A/A genotype (homozygote mutant), G/A (heterozygote mutant), and G/G (homozygote wild type). Data were analyzed by SPSS 21.0 version. Result: PCR-RFLP results for+331G/A genotype were 26 (54.1%) in case group and 14 (26.4%) in control. +331A/A genotype was not found in both groups. There was significant increase risk of endometriosis in women carrying genotype +331G/A to those with genotype +331G/G with OR 3.29 (p
Transforming Growth Factor β1 and Tropoelastin Expression in Uterine Prolapse Alvilusia, Alvilusia; Fauzi, Amir; Azhari, Azhari; Wresnindyatsih, Wresnindyatsih; Saleh, Irsan
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 4, No. 2, April 2016
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.898 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v4i2.78

Abstract

Objective: To know the correlation of the expression of transforming growth factor beta (TGF-β1) and tropoelastin in uterine prolapse. Method: A cross-sectional study of 30 subjects suffered from uterine prolapse in the Department of Obstetrics and Gynecology Dr. Mohammad Hoesin hospital Palembang. The study was conducted since December 1st, 2014 until July 31st, 2015. The sample was from the sacrouterine ligament and immunohistochemical examination was conducted to see the expression of TGF-β1 and tropoelastin. Result: Of the 30 subjects obtained, the expression of TGF-β1 was on 30 subjects consisting of 18 (60%) for weak expression and 12 (40%) for strong expression. Meanwhile, the strong tropoelastin expression was on 18 subjects (60%) and weak tropoelastin expression on 12 subjects (40%). There was a positive correlation between TGF-β1 and tropoelastin expression with moderate correlation (p=0.014; r=0.44). Conclusion: There is a positive correlation between the TGF-β1 and tropoelastin expression of sacrouterine ligament in uterine prolapse with moderate correlation. [Indones J Obstet Gynecol 2016; 4-2: 70-74] Keywords: transforming Growth Factor Beta 1, tropoelastin, uterine prolapse
The Association of Bladder Wall Thickness with Severity of Symptoms in Patients with Overactive Bladder Adrian, Ronny; Bernolian, Nuswil; Fauzi, Amir; Saleh, Irsan
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 5, No. 4, October 2017
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.4 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v5i4.564

Abstract

Objective: To investigate the association of bladder wall thickness (BWT) with severity of symptoms in overactive bladder patients in Obstetrics and Gynecology Department Dr. Mohammad Hoesin general hospital Palembang. Methods: An analytical observational study was conducted at Gynecology clinic Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang from November 2015 to August 2016. Data were analyzed with SPSS 16.0 for Windows. Bivariate analysis with the Chi square and association Rank-Spearman test was used to assess the association between BWT and visual analog scale (VAS). Results: Fourty subjects were included in the study. The mean BWT in the overactive bladder group was thicker compared to those without overactive bladder (5.8522  0.5783 vs 5.2176  0.67937). There was significant association between BWT and overactive bladder complaints. Abnormal group (5mm) had 12 times risk of overactive bladder compared to normal sample (5mm) (p = 0.029, RR = 12). Conclusion: Thus, the thickness of the urinary bladder wall measured with ultrasound examination (USG) can be used to assess the status and degree of urinary disorders in women with complaints of painful urinate and urinary disorders.  Keywords: bladder wall thickness, detrusor overactivity, overactive bladder, visual analog scale
Pengaruh Low Level Laser Therapy (LLLT) terhadap Kadar Creatine Kinase (CK) dan Lactate Dehydrogenase (LDH) pada Proses Pemulihan Setelah Latihan Interval Intensitas Tinggi Amani, Patwa; Liana, Phey; Irfanuddin, Irfanuddin; Saleh, Irsan
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Low Level Laser Therapy (LLLT) pada subjek manusia maupun hewan coba telah diketahui memberikan hasil positif terhadap penanganan penyakit inflamasi, perbaikan jaringan, dan penanganan nyeri. Meskipun demikian penggunaan LLLT pada bidang kedokteran olahraga masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh LLLT terhadap kadar creatine kinase (CK) dan lactate dehydrogenase (LDH) sebagai biomarker kerusakan otot setelah latihan interval intensitas tinggi. Penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan single-blind, randomized, placebo controlled dilakukan dengan 20 orang subjek laki-laki sehat yang tidak terlatih. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok dengan LLLT aktif dan kelompok kontrol plasebo. Setiap kelompok akan melakukan latihan interval intensitas tinggi mneggunakan sepeda statis dengan intensitas kayuh 50%-80% HR maksimal selama 30 menit. Segera setelah latihan fisik kelompok perlakuan akan diberikan LLLT (810nm, 5mW, 40 Joule) menggunakan probe multi diode pada 4 titik untuk masing-masing tungkai bawah, sedangkan kelompok kontrol menerima plasebo. Kadar CK dan LDH diukur dua kali, yakni sebelum latihan interval intensitas tinggi dan 24 jam setelahnya. Terdapat perbedaan kadar CK yang signifikan antara kelompok LLLT (105,50 ± 47,12) dan kelompok kontrol (182,91 ± 49,77) (p<0,05). Hasil pengukuran kadar LDH juga menunjukan hasil yang signifikan dengan rerata kelompok LLLT 144,37 ± 15,96 dan kelompok kontrol 183,88 ± 30,19 (p<0,05).
Chitosan Menurunkan Kadar Ferritin Serum dan Deposit Besi Jantung pada Tikus Putih Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Model Iron Overload Sari, Febrina; Saleh, Irsan; Hariani, Poedji Loekitowati
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan chitosan untuk mengikat besi dapat diketahui dengan cara mengukur kadar ferritin serum dan deposit besi jantung pada tikus putih wistar (Rattus norvegicus) jantan model iron overload. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen laboratorium in vivo. Tiga puluh (30) ekor  tikus wistar jantan dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal (N) diberi makanan standar dan tanpa perlakuan tertentu, kelompok control negative (K-) diberi makanan standar dan diinjeksikan iron sucrose 75 mg/KgBB selama lima minggu (3x seminggu) secara intraperitoneal. Kelompok perlakuan terdiri dari P1, P2, P3 diinjeksikan iron sucrose 75mg/kgBB selama lima minggu (3x seminggu) serta diberikan tambahan perlakuan yang berbeda. Selain diberikan makanan standar, kelompok P1 diberikan chitosan secara oral 16 mg/KgBB/hari, kelompok P2 diberikan chitosan secara oral 32 mg/KgBB/hari, sedangkan kelompok P3 diberikan chitosan oral 64 mg/KgBB/hari. Kelompok control positif (K+) pada penelitian ini diinjeksi iron sucrose dan diberikan deferiprone 75mg/KgBB/hari secara oral. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian chitosan 16mg/KgBB/hari yang diberikan secara oral tidak memiliki perbedaan secara signifikan (p>0,05) dari pemberian deferiprone oral dalam menurunkan kadar ferritin serum dan deposit besi jantung.
Co-Authors Abdi Wijaya Abdulwahab Hakimi Ade Suryaman Aditiawati Aditiawati Adnan Abadi, Adnan Adrian, Ronny Ahmad Rasyid ahmad rasyid, ahmad Ahmad, Zen AK Ansyori Akmal, Reza Ali Ghanie Ali Ghanie Ali Ghanie Alif Fathur Rachman, Muhammad Alvilusia, Alvilusia Alwi Shahab Amir Fauzi Amir Fauzi Andi Putra Siregar Anggeria, Septa Anita Tursia Ansyori, AK Anwar, Chairil Arlis Karlina Aseptianova Aseptianova Athiah, Medina Ayeshah A Rosdah Azhari Azhari Banun, Syahri Bastian Bastian Bastian Bintang Arroyantri Prananjaya Chairil Anwar Chakra, Aerul Dalillah Dalillah Dessy Adhriyani, Dessy Dian Wahyuni Dwi Handayani Dwi Handayani Dwirini Retno Gunarti Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Eeng Yoneska Effendi, Ian Effendi, Kms. Yusuf Efman EU Manawan Efman Manawan Efrieni Yusuf Ella Amalia, Ella Emilia Eny Rahmawati, Eny Ernawati Sinaga Erwin Sukandi Erwin Sukandi Evi Lusiana Fatmawati Fatmawati Ferdi, Roni Ferry Usnizar Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fuad Bakry Gita Dwi Prasasty Hafizzanovian, Hafizzanovian Handayati, Debby Heni Maulani, Heni Herdana, Nova Hermansyah Hu, Owen Ian Effendi Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ika Kartika Imran Saleh Irfannuddin Irfannuddin Irfanuddin Irfanuddin Istiqomah, Amelia Izzah, Puspita Nurul Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Marwoto Jusak Nugraha Kamaluddin Kamaluddin Kartini Wulan Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kendenan, Margaretha Kesty, Cindy Kms Yusuf Effendi Krisna Murti kurniati, nova Kusrini, Ida Kusuma Harimin, Kusuma Larasati, Veny Legiran Legiran Leni Wijaya, Leni Lubis, Fadhyl Zuhry Makbruri Amin Margaretha Kendenan Maria Ulfa Mediarty Medina Athiah Mega Sary Mezfi Unita Mudinillah, Adam Muhamad Ayus Astoni Muhammad Hadi Wijaya Muhammad Haryadi Ade Kurnadi Nadia Karimah Amalia Zulfadli Nita Parisa Nova Herdana Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Novadian Novadian Novadian, Novadian Nugroho, Suroso Adi Nur Riviati, Nur Nuswil Bernolian Oktariana, Desi Pahlawan, M Kaisar Patwa Amani, Patwa Peby Maulina Lestari, Peby Maulina Phey Liana Poedji Loekitowati Hariani Purwoko, Izazi Hari Puspa Zuleika, Puspa Putra, Hadrians Kesuma Rachmat Hidayat RACHMAT HIDAYAT Radiyati Umi Partan Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahadiyanto, Kemas Ya’kub Ramadhan, Philosophia Ramzi Amin Ramzi Amin, Ramzi Ratih Pratiwi Reza Akmal Riani Erna Rieke Cahyo Budi Utami Rizal Zainal Rizani Amran Rizda, Dian Permata Rizki Andini Nawawi Ronny Adrian Rostika Dewi Rukiah Chodilawati Rukiah Chodilawati Sabri Prihantika Safyudin Salmon Charles Pardomuan Tua Siahaan Salni Salni Salni Salutondok, Welly Sari, Febrina Sary, Mega Sastradinata, Irawan Shahab, Alwi Soenarto Kartowigno Sri Nita Sri Nita Sri Nita, Sri Stevanny, Bella Subandrate Sudarto Sudarto Sulfa Esi Warni Suprapti Suprapti Suprapti Suprapti Sutandar, Vivi Hendra Syamsu Indra Syifa Alkaf Tanoehardjo, Francisca Srioetami Tanoehardjo, Francisca Srioetami Tanzil, Iswadi Tati Lahmuddin, Tati Tatit Nurseta Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Tengku Arfi Sulaiman Theodarus, Theodarus Theodorus Theodorus Tiara Fatrin Triwani Triwani Triwani Triwani Tursia, Anita Usman Said, Usman Usman, Fatimah Widyastuti Wina Safutri Wresnindyatsih Wresnindyatsih, Wresnindyatsih Yeni Agustin Yenny Dian Andayani Yesi Astri Yudhie Tanta Yulia Farida Yahya Yundari, Yundari Zen Ahmad Zen Hafy Ziske Maritska Zulfadli, Nadia Karimah Amalia Zulfiawan, Zulfiawan Zulkarnain Musa, Zulkarnain Zulkhair Ali Zulkhair Ali Zulkhair Ali Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli