Claim Missing Document
Check
Articles

Asam Folat: Peran dalam Metabolisme dan Metode Pemeriksaan Subandrate Subandrate; Medina Athiah; Safyudin Safyudin; Ella Amalia; Irsan Saleh; Hermansyah Hermansyah; Dwirini Retno Gunarti
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p51-62.2022

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui peran asam folat dalam metabolisme dan metode pemeriksaan asam folat serum. Metode: Artikel ini dibuat dengan mengumpulkan sumber rujukan dari Sinta, Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect.  Artikel-artikel yang berisi mengenai asam folat (folic acid) atau folat (folate) dan metode pemeriksaan  asam folat (folate detection method, folate analysis method) tahun 2005-2020 dikumpulkan kemudian dibahas dan ditarik kesimpulan secara umum. Hasil: Bentuk aktif asam folat, tetrahidrofolat, berperan dalam metabolisme purin, pirimidin (timin), dan metionin dengan cara mendonorkan unit satu karbon (metil, metilen, metenil, formimino atau formil). Kadar asam folat serum normal adalah 6-20 ng/ml. Beberapa metode digunakan untuk memeriksa kadar asam folat serum yakni mikrobiologi, HPLC dan protein binding assay. Metode mikrobiologi merupakan baku emas, tetapi membutuhkan waktu yang lama, mudah terkontaminasi dan perlu tenaga mikrobiologi khusus.  Metode HPLC memberikan hasil yang lebih cepat, tetapi mahal dan kurang sensitif. Metode protein binding assay merupakan metode baru yang menggunakan protein ikat folat. Metode ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Kekurangan pada metode ini adalah penyimpanan reagen dan kalibrasi. Kesimpulan: Asam folat dibutuhkan dalam metabolisme nukleotida dan asam amino. Metode pemeriksaan asam folat diharapkan dapat dikembangkan untuk pemeriksaan asam folat yang lebih sederhana, murah dan cepat.
Hubungan Polimorfisme Gen XRCC1 Arg399Gln terhadap Kejadian Kanker Serviks pada Wanita Ras Melayu Mega Sary; Legiran; Mgs. Irsan Saleh
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim, suatu daerah yang terletak pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim (uterus) dan liang senggama atau vagina. Insiden terjadinya kanker serviks dipengaruhi oleh Human Papiloma Virus (HPV), usia, usia terlalu muda berhubungan seksual, paritas, riwayat keluarga dan RAS. Gen XRCC1 sebagai perancah dalam BER yang terlibat dalam membantu memperbaiki kesalahan-kesalahan selama replikasi DNA serta menjaga integritas genom. Single Nukleotida Polymorphism (SNP) di XRCC1 telah dikaitkan dengan pengembangan yang terjadi pada kanker serviksyang dapat mengurangi aktivitas perbaikan DNA, meningkatkan terjadinya mutasi sehingga kerentanan terhadap kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dengan kejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-controldengan jumlah sampel sebanyak 35 orang wanita kanker serviks dan 35 orang wanita normal yang setiap sampel memiliki RAS melayu Jambi. Identifikasi polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dilakukan dengan teknik PCR-RLFPamplifikasi dengan primer spesifik yang digunakan untuk melihat mutagenesis. Hasil analisis dengan uji Chi-Squaregenotipe G/G (Wild Type), G/A (Mutant Heterozigot) dan G/A (Mutant Heterozigot) terhadap kanker serviks nilai ρ = 0,032 (OR : 10.074 ; CI : 1,186 -85,570). Kesimpulan ada hubungan polimorfisme genotip gen XRCC1 Arg399Glnterhadap kejadian kanker serviks pada wanita RAS Melayu Jambi.
Hubungan Polimorfisme Gen CYP1A1 (Ile462Val) dengan Kejadian Karsinoma Epitel Ovarium Anita Tursia; Irsan Saleh; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma epitel ovarium adalah salah satu kanker ovarium yang menyumbang 90% dari kasus kanker ovarium dan selalu menjadi penyebab utama kematian di antara keganasan ginekologi. Salah satu faktor resiko yang dapat menimbulkan kanker ovarium adalah genetik. CYP1A1 (Cytochrome P450 Family 1 Subfamily A member 1) adalah gen penyandi protein yang menyandi sejumlah enzim sitokrom P450 yang berperan dalam metabolisme obat dan bahan-bahan asing (xenobiotic) yang masuk ke dalam tubuh, juga berperan penting pada karsinogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen CYP1A1 (Ile462Val) dengan kejadian karsinoma epitel ovarium. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional, rancangan penelitian case control yang dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada bulan Maret-April 2017. Sampel adalah koleksi sampel darah pasien di Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang yang didiagnosis kanker ovarium yang dibuktikan dengan gambaran histopatologi sebanyak 30 subjek kelompok karsinoma epitel ovarium dan 30 subjek kelompok bukan karsinoma epitel ovarium. Pemeriksaan polimorfisme gen CYP1A1 (Ile462Val) menggunakan metode PCR-RFLP. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara polimorfisme gen CYP1A1 (Ile462Val) dengan kejadian kanker epitel ovarium (p=0,020).
Sekresi IFN-γ dan IL-10 Setelah Stimulasi Antigen Fusi ESAT-6-CFP-10 (EC610) pada Penderita TB Aktif dan TB Laten Sabri Prihantika; Nova Kurniati; Kemas Ya'kub Rahadiyanto; M.Irsan Saleh; Zen Hafy; Fransisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i3.8897

Abstract

Sistem imunitas seluler sangat berperan dalam melawan infeksi TB yaitu peran sel limfosit T yang berdiferensiasi menjadi sel Th1 mensekresikan sitokin pro inflamasi IFN-γ dan sel Th2 yang mensekresi sitokin anti inflamasi IL-10. Antigen fusi EC610 bersifat spesifik dan memiliki antigenitas yang kuat terhadap stimulasi sel T. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan rerata kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 pada penderita TB aktif dan TB laten. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu secara in vitro dengan kultur PBMC yang distimulasi oleh antigen EC610 pada kelompok TB aktif dan TB laten. Penelitian dan pemeriksaan dilakukan di RSK Paru Provinsi Sumsel dan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta Pusat. Terdapat 21 subjek penderita TB aktif dan 28 subjek penderita TB laten yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran kadar IFN-γ dan IL-10 dilakukan menggunakan ELISA-Reader. Hasil penelitian menunjukkan kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten. Tingginya kadar IFN-γ pada penderita TB aktif menunjukkan adanya respon imun protektif terhadap kuman M.tb sedangkan tingginya kadar IL-10 menunjukkan perannya sebagai anti inflamasi . Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar IFN-γ pada penderita TB aktif dan TB laten (p=0,769) dan terdapat perbedaan bermakna reata kadar IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten (p=0,000).
IFN-γ and IL-4 Secretion after Stimulation of EC610 Fusion Antigens (ESAT-6-CFP-10) in Patients With Active Pulmonary TB and Latent TB Wina Safutri; Eddy Mart Salim; Kemas Ya'kub Rahadiyanto; Muhammad Irsan Saleh; Nova Kurniati; Rachmat Hidayat; Fransisca Srioetami Tanoerahardjo
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v6i1.9087

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis (M.tb) and is still a major health problem in the world. Immunity against tuberculosis is very complex because it involves almost all components of the immune system. One of the cells that are responsible for cell-mediated immunity are lymphocytes, especially T helper lymphocytes are divided into Th1 (proinflammatory cytokines IFN-γ) and Th2 (anti-inflammatory cytokine IL-4). EC610 fusion antigens (ESAT-6-CFP-10) is a peptide containing a specific antigen M.tb. Order to determine the differences between the secretion of IFN-γ and IL-4 after stimulation EC610 fusion antigens (ESAT-6-CFP-10) in patients with active pulmonary TB and latent TB.Research with a quasi-experimental design in laboratory in vitro in patients with active pulmonary tuberculosis group of 21 samples and 28 samples of latent TB. Venous blood sampling in vitro anticoagulants heparin and PBMCs isolated using a Ficoll-Paque ™, then cultured with antigen fusion EC610 for 24-72 hours with a CO2 incubator at a temperature of 370 C. The levels of IFN-γ and IL-4 by ELISA method. Statistical analysis with alternative test non-parametric Mann Whitney. IFN-γ secretion in patients with active pulmonary TB group (6700 pg / ml) was higher than the latent (6000 pg / ml) after stimulation by antigen fusion EC610, but not significant (p = 0.769). While the secretion of IL-4 levels (180 and 60 pg / ml) there was a significant difference between the groups (p = 0.000).
IFN-γ and IL-2 Secretion after ESAT-6-CFP-10 (EC-610) Fusion Antigen Stimulation from Patients with Active Lung Tuberculosis and Latent Lung Tuberculosis Bastian; Nova Kurniati; Kemas Ya'kub Rahadiyanto; M.Irsan Saleh; Zen Hafy; Fransisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v6i2.10741

Abstract

The Secretion of IFN-γ and IL-2 After ESAT-6-CFP-10 Fusion Antigen Stimulation in Active and Latent TB Patients. This study held to discover how immune responses work and to know the pathogenesis of active TB and latent TB patients. This study used PBMC to stimulate T Cells with ESAT-6 and CFP-10 antigen fusion, and measure the level of IFN-γ and IL-2 with ELISA antibody sandwich (U-Cytech). 16 ml of blood were drawn to 5 tubes. ESAT-6 CFP-20 inducted one tube with QuantiFERON for IFN-γ assay. The other four tubes were PBMC isolated using Ficoll-Paque, and pre-incubated with stimulation of ESAT-6 CFP-10 fusion antigen for 24-72 hours at 370 C and measured using T-Spot and ELISA reader. We got from this study that there are no significant differences in IFN-γ levels for both groups with active TB and latent TB. Measurement of IL-2 levels showed significant differences between the two group.
Profil risiko sindrom metabolik pada komunitas Majelis Taklim Nurul Hikmah Palembang Nita Parisa; Masagus Irsan Saleh; Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Veny Larasati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V1I1.2

Abstract

The incidence of Metabolic Syndrome is 20-25% in the world and 13.13% in Indonesia. Metabolic syndrome is not a diagnosis but a collection of various symptoms that can develop into diseases or chronic conditions such as hypertension, hypercholesterolemia and diabetes mellitus (DM), which results in cardioserebrovascular disease. Metabolic Syndrome is more common in women than men. This community service is carried out at the request of the Taklim Assembly ladies Nurul Hikmah in the neighborhood of RW.15 Unsri lecturer’s residents, Bukit Lama, Ilir Barat 1 Palembang, mostly aged over 40 years. In this activity it was found that the majority of participants' awareness of the dangers of Metabolic Syndrome was still low. This is indicated by the number of participants who had excess body weight and waist circumference (44.29%), increased blood pressure (45.71%) and increased cholesterol levels (77.14%). The participants felt very helped and hoped that these community service activities or similar could be routinely carried out in the future.
Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus) Model Diabetes Anggeria, Septa; Kamaluddin, Kamaluddin; Saleh, Irsan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.256 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5155

Abstract

Di Indonesia angka prevalensi diabetes mengalami peningkatan cukup signifikan selama lima tahun terakhir. Di tahun 2013, angka prevalensi diabetes pada orang dewasa mencapai 6,9 % dan ditahun 2018 angka terus melonjak menjadi 8,5%. Alpukat adalah salah satu buah yang memiliki efek antidiabetik yang dapat membantu tubuh dalam mengkompensasi adanya gula darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas antara ekstrak etanol biji alpukat dengan acarbose terhadap penurunan kadar glukosa darah 2 jam post prandial. Metode yang digunakan merupakan penelitian eksperimental secara in vivo dalam bentuk pre and post test only. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus dan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok dengan jumlah tikus lima ekor perkelompok yaitu kontrol positif (Acarbose), Kontrol negatif (NaCMC), ekstrak etanol biji alpukat 250 mg/kgBB, ekstrak etanol biji alpukat 500 mg/kgBB dan ekstrak etanol biji alpukat 1000 mg/kgBB. Seluruh kelompok diinduksi aloksan 160 mg/kgBB sehingga memiliki glukosa darah 2 jam post prandial (>180 mg/dL) (pretest). Setelah 14 hari diberi perlakuan dilakukan pengukuran glukosa darah 2 jam post prandial (posttest). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol biji alpukat efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah 2 jam post prandial hampir menyerupai kontrol positif (Acarbose)
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Rambai (Baccaurea Dulkis Muell.Arg) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat dan Ekspresi Tgf-Β1 Pada Tikus Putih Jantan Zulfiawan, Zulfiawan; Kamaluddin, Kamaluddin; Saleh, Irsan; Theodarus, Theodarus; Salni, Salni; Fatmawati, Fatmawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.432 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5192

Abstract

Daun rambai Baccaurea dulkis Muell. Arg. merupakan salah satu tumbuhan khas kalimatan tengah dan kalimatan selatan yang daunnya secara empiris dapat digunakan masyarakat sebagai obat luka serta penghilang bekas luka pada kulit. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai efektivitas ekstrak etanol daun rambai (Baccaurea dulkis Muell. Arg) Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek topikal ekstrak daun rambai Baccaurea dulkis Muell. Arg. Arg terhadap kadar TGF-β1 pada fase inflamasi akut luka sayat tikus (Rattus norvegicus) Jantan galur Wister. Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimental laboratorium in vivo, dengan metode pre and post test only pada tikus Wister. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan oktober tahun 2020. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Biomolekuler dan Animal House Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Subjek penelitan berupa tikus putih wister dengan jenis kelamin jantan yang dibagi ke dalam 5 (lima) kelompok perlakuan secara random, yaitu kelompok kontrol negatif (aquades), kelompok kontrol positif (povidone iodine), kelompok ekstrak daun rambai konsentrasi 1%, kelompok ekstrak daun rambai 2% dan kelompok kelompok konsentrasi 4%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic menggunakan SPSS versi 19 dengan Uji uji parametrik, uji T berpasangan (paired t-test) uji T tidak berpasangan (Independen t-test) atau Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan waktu penyembuhan luka sayat tikus putih jantan pada hari ke 3 konsentrasi ekstrak etanol daun Baccaurea dulkis Muell.Arg. 2% dan 4% tidak berbeda bermakna dengan efektivitas Povidone Iodine dan pemberian daun rambai pada tikus luka sayat dengan Povidone Iodine dilihat dari kadar rerata TGF-β 1 pada penyembuhan luka. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar rerata TGF-β1 pada tikus luka sayat dengan penggunaan daun rambai dengan Povidone Iodine pada penyembuhan luka
The Effectiveness of Garlic Extract (Allium sativum) against Decreased Serum Levels Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) in Chronic Hemodialysis Patients at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Eeng Yoneska; Zulkhair Ali; Mgs. Irsan Saleh
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 7 No. 1 (2023): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v7i1.760

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a pathophysiological process with various etiologies resulting in a progressive decline in kidney function and generally ends in kidney failure. During hemodialysis, inflammation and activation of TNF-α and other proinflammatory cytokines occur. This inflammatory condition causes a decrease in the effectiveness of HD in reducing the mortality of patients with CKD. Garlic has the potential as an anti-inflammatory agent due to its high antioxidant content in garlic. This study aimed to determine the effectiveness of garlic extract (Allium sativum) on decreasing serum levels of tumor necrosis factor-α (TNF-α) in chronic hemodialysis patients at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia. Methods: This study is an experimental study with a randomized, controlled, double-blind trial crossover design. A total of 40 research subjects participated in this study which was grouped into treatment (garlic extract) and placebo groups. TNF-α levels were measured using the ELISA method. Data analysis was carried out using SPSS univariate and bivariate. Results: The results of the study showed that the administration of garlic extract was able to reduce TNF-α levels by 12.5 pg/mL, p<0.05. In contrast, in the placebo group, there was an increase in TNF-α levels of 8.3 pg/mL, p<0.05. Conclusion: Garlic extract (Allium sativum) is effective in reducing tumor necrosis factor-α (TNF-α) serum levels in chronic hemodialysis patients at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia.
Co-Authors Abdi Wijaya Abdulwahab Hakimi Ade Suryaman Aditiawati Aditiawati Adnan Abadi, Adnan Adrian, Ronny Ahmad Rasyid ahmad rasyid, ahmad Ahmad, Zen Aisya Turridho AK Ansyori Akmal, Reza Ali Ghanie Ali Ghanie Ali Ghanie Alif Fathur Rachman, Muhammad Alvilusia, Alvilusia Alwi Shahab Amir Fauzi Amir Fauzi Amrina Andi Putra Siregar Anggeria, Septa Anita Tursia Ansyori, AK Arlis Karlina Aseptianova Aseptianova Athiah, Medina Ayeshah A Rosdah Azhari Azhari Banun, Syahri Bastian Bastian Bastian Bintang Arroyantri Prananjaya Chairil Anwar Chairil Anwar Chakra, Aerul Dalillah Dalillah Debby Handayati Desi Oktariana Dessy Adhriyani, Dessy Diah Komala Sari Dian Puspitasari Dian Wahyuni Dwi Handayani Dwi Handayani Dwirini Retno Gunarti Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Eeng Yoneska Effendi, Ian Effendi, Kms. Yusuf Efman EU Manawan Efman Manawan Efrieni Yusuf Ella Amalia, Ella Emilia Eny Rahmawati, Eny Ernawati Sinaga Erwin Sukandi Erwin Sukandi Evi Lusiana Fadhyl Zuhry Lubis Fatmawati Fatmawati Fatmawati Ferdi, Roni Ferry Usnizar Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fuad Bakry Gita Dwi Prasasty Hafizzanovian, Hafizzanovian Heni Maulani, Heni Herdana, Nova Hermansyah Ian Effendi Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ika Kartika Imran Saleh Irawan Mangunatmadja Irfannuddin Irfannuddin Irfanuddin Irfanuddin Istiqomah, Amelia Izzah, Puspita Nurul Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Marwoto Jusak Nugraha Kamaluddin Kamaluddin Kartini Wulan Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kendenan, Margaretha Kesty, Cindy Kms Yusuf Effendi Krisna Murti Krisna Murti kurniati, nova Kusrini, Ida Kusuma Harimin, Kusuma Legiran Legiran Leni Wijaya, Leni Makbruri Amin Margaretha Kendenan Maria Ulfa Mediarty Mega Sary Mezfi Unita Mudinillah, Adam Muhamad Ayus Astoni Muhammad Hadi Wijaya Muhammad Haryadi Ade Kurnadi Nadia Karimah Amalia Zulfadli Nia Savitri Tamzil Ningrum, Evi Dodik Novita Nita Parisa Nova Herdana Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Novadian Novadian Novadian, Novadian Nugroho, Suroso Adi Nur Riviati, Nur Nuswil Bernolian Oktariana, Desi Owen Hu Pahlawan, M Kaisar Patwa Amani, Patwa Peby Maulina Lestari, Peby Maulina Phey Liana Poedji Loekitowati Hariani Purwoko, Izazi Hari Puspa Zuleika, Puspa Putra, Hadrians Kesuma Rachmat Hidayat RACHMAT HIDAYAT Raden Muhammad Indra Radiyati Umi Partan Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahadiyanto, Kemas Ya’kub Ramadhan, Philosophia Ramzi Amin Ramzi Amin, Ramzi Ratih Pratiwi Reza Akmal Riani Erna Rieke Cahyo Budi Utami Rizal Zainal Rizani Amran Rizda, Dian Permata Rizki Andini Nawawi Ronny Adrian Rostika Dewi Rukiah Chodilawati Rukiah Chodilawati Sabri Prihantika Sabrina, Tia Safyudin Salmon Charles Pardomuan Tua Siahaan Salni Salni Salni Sari, Febrina Sary, Mega Sastradinata, Irawan Shahab, Alwi Shaum Shiyan Soenarto Kartowigno Sri Nita Sri Nita Sri Nita, Sri Stevanny, Bella Subandrate Sudarto Sudarto Sulfa Esi Warni Suprapti Suprapti Suprapti Suprapti Susilawati Susilawati Sutandar, Vivi Hendra Syamsu Indra Syifa Alkaf Tanoehardjo, Francisca Srioetami Tanoehardjo, Francisca Srioetami Tanzil, Iswadi Tati Lahmuddin, Tati Tatit Nurseta Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Tengku Arfi Sulaiman Theodarus, Theodarus Theodorus Theodorus Tiara Fatrin Triwani Triwani Triwani Triwani Tursia, Anita Usman Said, Usman Usman, Fatimah Veny Larasati Welly Salutondok Widyastuti Wina Safutri Wresnindyatsih Wresnindyatsih, Wresnindyatsih Yeni Agustin Yeni Agustin Yenny Dian Andayani Yesi Astri Yudhie Tanta Yulia Farida Yahya Yulia Iriani Yundari, Yundari Zahrah Aliyah Qonitah Zen Ahmad Zen Ahmad Zen Hafy Ziske Maritska Zulfadli, Nadia Karimah Amalia Zulfiawan, Zulfiawan Zulkarnain Musa, Zulkarnain Zulkhair Ali Zulkhair Ali Zulkhair Ali Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli