Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL MAHAMIMPI ANAK NEGERI KARYA SUYATNA PAMUNGKAS Marlina, .; Seli, Sesilia; Wartiningsih, Agus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Mahamimpi Anak Negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument kunci. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mahamimpi Anak Negeri karya Suyatna Pamungkas. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ditemukan 101 data yang mengandung nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam lima permasalahan utama yaitu: 20 data pada nilai pendidikan karakter  yang berhubungan dengan Tuhan. 53 data pada nilai pendidikan karakter yang berkenaan dengan diri sendiri. 16 data pada nilai pendidikan karakter yang berkenaan dengan sesama. 3 data pada nilai pendidikan karakter yang berkenaan dengan kebangsaan. 9 data pada nilai pendidikan karakter yang berhubungan dengan lingkungan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar bagi guru untuk membentuk karakter siswa melalui karya sastra berupa novel.   Kata kunci: nilai, pendidikan karakter, dan novel Abstract: This study aimed to describe the educational value of the characters contained in the novel Mahamimpi Anak Negeri. The method usedis descriptive method, form of qualitative research. Data collection technigues usung documentary study. Data collection tool used was the researcher as the key instrument. Sources of data in this study is novel Mahamimpi Anak Negeri work Suyatna Pamungkas. Based on the analysis of research data found 101 containing the data character education values contained in five main issues: 20 data on the value of character education related to God. 53 data on the value of character education regarding self. 16 data on character education values associated with neighbor. 3 data on the value of character education relating to natoinaliti. 9 data on the value of character education is associated with environmental. The results of this study can be used as teaching materials for teachers to students through literary works such as novels.   Keywords: value, character education, and novel  
EMANSIPASI PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN KEDUA KARYA LABIBAH ZAIN: SEBUAH KAJIAN FEMINISME Mardilla, Rangga; Effendy, Chairil; Seli, Sesilia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Emansipasi Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Perempuan Kedua Karya Labibah Zain bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan perempuan dan bentuk perjuangan perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bentuk kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk ketidakadilan perempuan berupa marginalisasi di sektor publik yaitu di masyarakat dan negara, sedangkan di sektor domestik terjadi di keluarga dan diri pribadi. Subordinasi di sektor publik yaitu di negara, sedangkan di sektor domestiknya di keluarga. Stereotipe terjadi di sektor publik yaitu di masyarakat, sedangkan di sektor domestiknya di keluarga dan diri pribadi. Kekerasan di sektor publik berupa kekerasan seksual dan kekerasan fisik, sedangkan di sektor domestik berupa kekerasan emosional, kekerasan fisik, kekerasan pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan kekerasan ekonomi. Bentuk perjuangan perempuan yaitu memberikan pemahaman, menolak dan mengutarakan pendapat, menerima dengan syarat, melakukan perlawanan, dan mengakhiri hubungan dengan strategi. Kata kunci: emansipasi perempuan, feminisme, kumpulan cerpen Abstract: Research on Womens Emancipation in the Perempuan Kedua Short Stories Collection by Labibah Zain aims to describe the sub-problems forms of gender inequality and the forms of struggles did by women. The research method that is used is descriptive method in qualitative with feminist literary criticism approach. The results of this study show that the forms of injustice to women occurred in the form of marginalization in the public sector as in the society and the state, while in the domestic sector occurred in the family and personality. Subordination occurred in the public sector (particularly in the country), while in the domestic sector occurred in the family. Stereotyping happened in the public sector as in the community, while in the domestic sector happened in the family and personality. Violence that occurred in the public sector were in the form of sexual violence and physical abuse, while in the domestic sector were in the form of emotional abuse, physical abuse, sexual abuse violence, sexual violence, and economic violence. The forms of womens struggles were to give an understanding with reaction to cry, refuse and express opinions, accepting with conditions, to fight, and ending the relationship with the strategy. Keywords: womens emancipation, feminism, short stories collection
ANALISIS PERKEMBANGAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE Saimah, Dessy Isnaini; Seli, Sesilia; Wartiningsih, Agus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan karakter tokoh dan mendeskripsikan implementasi penelitian dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penelitian berupa penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan psikologi behavioristik. Sumber datanya yang digunakan adalah novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye. Hasil penelitian tokoh Melati yaitu tidak peduli, tindakan kekerasan, tidak sopan,  mengamuk, kecewa, penerimaan, tidak mengamuk, penerimaan, motivasi diri, bahagia, ketekunan, kemandirian, dan perhatian. Tokoh Bunda yaitu kewajiban dalam berhubungan, perhatian, tidak dapat memotivasi diri, menepati janji, kepedulian, perhatian, dan bersyukur. Tokoh Karang yaitu tidak peduli, tidak dapat memotivasi diri, tidak bertanggung jawab pada diri sendiri, tidak memiliki tujuan-tujuan yang ingin diraih, bertanggung jawab, keras, kepedulian, kasar, perhatian, integritas, memiliki pandangan positif ke depan, bersyukur, dan memotivasi diri. Tokoh Tuan HK yaitu  perhatian, bijaksana, tidak dapat menerima orang lain, pemarah, tidak peduli, kasar, penerimaan, tidak marah, dan penghormatan.   Kata kunci : perkembangan, karakter, tokoh.   Abstract: This research was for describing the development of actors’ characters and the research’s implementation in learning Bahasa Indonesia in the school. The research method used was descriptive method with a research of qualitative research. The approach used was behavioural psychology approach. The date resources used was a novel entitled Moga Bunda Disayang Allah written by Tere Liye. The results of this research were the character of Melati was selfish, violent, disrespectful, spitfire, disappointed, accepting, calm, could motivate herself, happy, diligent, independent, and considerate. Bunda was compulsory on relationship, considerate, could not motivate herself, keep a promise, caring, accepting, and grateful. Karang was selfish, could not motivate himself, unresponsible on himself, did not have goals to achieve, responsible, strict, caring, rude, considerate, integrity, had a positive view, grateful, and could motivate himself. HK was considerate, wise, could not accept the others, angry, selfish, rude, accepting, calm, and respect.   Keywords: development, character, actor.  
Kemampuan Menulis Surat Dinas dan Surat Lamaran Pekerjaan Berpandukan Modul Pada Mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Tanjungpura Seli, Sesilia; Anggih, Zeno
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i3.37744

Abstract

Keterampilan menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan  pengetahuan dan keterampilan dalam bidang korespondensi sehingga mahasiswa tidak kebingungan untuk mengajukan lamaran pekerjaan kepada berbagai instansi yang mereka minati. Menyikapi hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan  kebermanfaatan modul,  kemampuan  menulis surat dinas; kemampuan menulis surat lamaran; dan  kemampuan  dalam menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan berpandukan modul pada mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Tanjungpura Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, teknik  survey melalui google form ,dan teknik pengukuran. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 65,7% responden mengatakan bahwa  modul yang digunakan dalam menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan sangat bermanfaat;  rata-rata kemampuan  menulis surat dinas sebesar 83,6, berada dalam rentangan 76−85 dengan kategori baik; rata-rata kemampuan mahasiswa menulis surat lamaran pekerjaan sebesar  85,4, berada pada rentangan 76−85 dengan kategori baik; dan rata-rata kemampuan mahasiswa menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan sebesar 84,5, berada dalam rentangan 76−85 dengan kategori baikKata Kunci: Kemampuan Menulis;  Modul; Surat Dinas; Surat Lamaran Pekerjaan.
Pengembangan Modul Pembelajaran Teks Buku Fiksi dan Nonfiksi Berbasis Model Addie Hera Mudita; Christanto Syam; Sesilia Seli
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v10i2.3486

Abstract

Penilaian ini dilatarbelakangi oleh minat terhadap menurunnya kualitas pendidikan. Salah satunya dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada kemampuan siswa dalam memahami pengetahuan buku fiksi dan nonfiksi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pontianak. Pengembangan modul untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerima informasi isi buku fiksi dan nonfiksi serta menyajikan peta konsep buku fiksi dan nonfiksi dalam modul pengembangan yang peneliti kembangkan. Tujuannya agar siswa memperoleh bahan ajar lain selain buku yang diwajibkan oleh pemerintah dan bagaimana respon guru terhadap modul yang dikembangkan serta respon siswa yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Pengembangan ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research development kualitatif.
Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre Sesilia Seli
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v19i2.4326

Abstract

Motivasi terbesar untuk meneliti mantra tolak bala komunitas Dayak didasarkan pada fenomena bahwa mantra tersebut masih hidup dan digunakan sebagai sarana komunikasi dalam menghadapi dan memaknai setiap peristiwa hidup yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis dan interpretasi terhadap makna mantra tolak bala melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik; matrik dan model dalam mantra tolak bala; dan hipogram dalam mantra tolak bala komunitas Dayak Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan semiotik Riffaterre. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa secara heuristik dan hermeneutik, makna mantra tolak bala berisi permohonan kepada Tuhan agar masyarakat terhindar dari COVID-19, bencana, malapetaka, dan hal-hal buruk yang menggangu kehidupan manusia. Matriks tidak hadir secara langsung dalam teks mantra,  model tampil sebagai aktualisasi matriks, dan makna mantra terfokus melalui penetuan model. Hipogram dalam mantra ini merupakan hipogram potensial yang didasarkan pada realita bahwa penggunaan mantra tolak bala telah menjadi ritual yang sakral dan turun-temurun yang mereka yakini dan percayai dapat melindungi mereka dari ancaman marabahaya, malapetaka, dan sakit-penyakit termasuk COVID-19. Mantra tolak bala berfungsi sebagai media komunikasi untuk mengusir makhluk halus yang mendatangkan penyakit, bencana, atau malapetaka.
Kemampuan Menulis Surat Dinas dan Surat Lamaran Pekerjaan Berpandukan Modul Pada Mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Tanjungpura Sesilia Seli; Zeno Anggih
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i3.37744

Abstract

Keterampilan menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan  pengetahuan dan keterampilan dalam bidang korespondensi sehingga mahasiswa tidak kebingungan untuk mengajukan lamaran pekerjaan kepada berbagai instansi yang mereka minati. Menyikapi hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan  kebermanfaatan modul,  kemampuan  menulis surat dinas; kemampuan menulis surat lamaran; dan  kemampuan  dalam menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan berpandukan modul pada mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Tanjungpura Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, teknik  survey melalui google form ,dan teknik pengukuran. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 65,7% responden mengatakan bahwa  modul yang digunakan dalam menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan sangat bermanfaat;  rata-rata kemampuan  menulis surat dinas sebesar 83,6, berada dalam rentangan 76−85 dengan kategori baik; rata-rata kemampuan mahasiswa menulis surat lamaran pekerjaan sebesar  85,4, berada pada rentangan 76−85 dengan kategori baik; dan rata-rata kemampuan mahasiswa menulis surat dinas dan surat lamaran pekerjaan sebesar 84,5, berada dalam rentangan 76−85 dengan kategori baikKata Kunci: Kemampuan Menulis;  Modul; Surat Dinas; Surat Lamaran Pekerjaan.
NARRATIVE STRUCTURE OF NE’ BARUAKNG KULUP TALE ORAL LITERATURE OF DAYAK KANAYATN: A STUDY OF ACTANTIAL A.J. GREIMAS Sesilia Seli; Antonius Totok Priyadi; Sisilya Saman; Laurensius Salem
ICoTE Proceedings Vol 2, No 1 (2018): ICoTE Proceedings 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.086 KB)

Abstract

 This study is based on the importance of conducting an in-dept study of the characters of Ne’ Baruakng Kulup story of Dayak Kanayatn’s oral literature. This story narrates an attempt made by Baruakng to bring paddy into the earth which was full of obstacles so that he was named Ne’ Baruakng Kulup. The life dynamic of Baruakng is interesting to study more in-depth by using the study of narrative structure based on the thinking of A.J. Greimas. This qualitative study was focused on three important elements, namely: (1) the actantial scheme and functional structure in the story of Ne’ Baruakng Kulup; (2) the correlation between the actantial scheme and the functional structure in the story of Ne’ Baruakng Kulup; and (3) Compiling a lecture plan of the Prose Study by applying the results of Actantial study on the story of Ne’ Baruakng Kulup. The results of this study indicate that there are 14 actantial schemes and 14 functional structures. Four actant schemes and 4 perfect functional structures and 10 actant schemes, and 10 imperfect functional structures. The main actant scheme lies in scheme 6. There a correlationrelationship between the actant scheme and the functional structure. The character of Ne’ Baruakng Kulup is a hero in the story analyzed. In accordance with this, a Semester Lecture Plan has been designed for Prose Study by implementing an actantial analysis based on A.J. Greimas on the tale of Ne’ Baruakng Kulup in practicing analyzing folklore.
Narrative Structure of the Ne’ Baruakng Kulup Story Oral Literature of Dayak Kanayatn: A Study of Actantial A.J. Greimas Sesilia Seli; Antonius Totok Priyadi; Sisilya Saman; Laurensius Salem
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2 September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.887 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v5i2.2250

Abstract

This study is based on the importance of conducting an in-depth study of the characters of Ne’ Baruakng Kulup story of DayakKanayatn’s oral literature. This story narrates an attempt made by Baruakngto bring paddy into the earth which was full of obstacles so that he was named Ne’ BaruakngKulup. The aims of this study to describe the actantial schemes and functional structures in the Ne’BaruakngKulup story. The life dynamic of Baruakngis interesting to study more in-depth by using the study of narrative structure based on the thinking of A.J. Greimas. This qualitative study was focused on two important elements, namely: (1) the actantial scheme in the story of Ne’ BaruakngKulup; and (2) the functional structure in the story of Ne’ BaruakngKulup.The techniques of collecting data in this study were a documentary study and analyzed using structural approaches.The results of this study indicate that there are 14 actantial schemes and 14 functional structures. Four actant schemes and 4 perfect functional structures and 10 actantial schemes, and 10 imperfect functional structures. The main actantial scheme lies in the sixth actant scheme. There is a correlational relationship between the actant scheme and the functional structure. The character of Ne’ BaruakngKulup is a hero in the story analyzed.
INNER STRUCTURE AND LOCAL WISDOM IN NYANGAHATN BABURUKNG ORAL TRADITION OF DAYAK KANAYATN Sesilia Seli
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.262 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.816

Abstract

Nyangahatn Baburukng is the mantra of the Kanayatn Dayak community that is uttered at the Baburukng ritual as the initial stage of the farming tradition (bahuma). This study was conducted to provide a deeper meaning to the inner structure and local wisdom of the Nyangahatn Baburukng and as a means of inheritance to the next generation. The objective of this study is to analyze the inner structure and forms of local wisdom in Nyangahatn Baburukng. The study is based on theories of local wisdom, mantra, and structure of mantra by using qualitative descriptive methods, objective approaches and sociology of literature. The results of this study indicate that the inner structure of the Nyangahatn Baburukng text includes (1) The theme includes belief in Jubata as a helper and giver of blessings; carefully reading the signs of nature (listening to the sound of the bird/rasi) to determine the type of land suitable for farming (bahuma); offerings as a means to communicate with Jubata, ghosts, demons/devils; and offerings as symbols of gratitude, sacrifice, restoration of relationships, purity, and sincerity.  (2) The tone includes the tone of gratitude, the tone of surrender, the tone of the sacred; pleading tone, friendly tone, and hopeful tone. (3) Feelings include feelings of joy, optimism, cooperation, togetherness, solidarity, and full of blessings. (4) Mantra's mandate includes that humans must be able to establish good communication with Jubata, the spirits of the ancestors, and the devil so that they can coexist and not be disturbed by the power of the devil; the implementation of the Baburukng ritual is a form of obedience to tradition and complete surrender to Jubata; cooperation, togetherness, and high solidarity need to be preserved. The forms of local wisdom in the Nyangahatn Baburukng text include (1) local knowledge; (2) local values; (3) local skills and technology; and (4) elements of local leadership.Nyangahatn Baburukng adalah mantra komunitas Dayak Kanayatn yang diucapkan pada ritual Baburukng sebagai tahap awal dari tradisi berladangan (bahuma). Kajian ini dilakukan untuk memberikan makna yang lebih mendalam terhadap struktur batin dan  kearifan lokal Nyangahatn Baburukng dan sebagai alat pewarisan kepada generasi penerus. Objektif kajian dalam penelitian ini adalah penganalisisan terhadap struktur batin  dan bentuk-bentuk kearifan lokal dalam Nyangahatn Baburukng. Kajian didasarkan pada teori-teori kearifan lokal, mantra, dan struktur mantra dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan objektif dan sosiologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur batin teks Nyangahatn Baburukng meliputi (1) Tema meliputi keyakinan kepada Jubata sebagai penolong dan pemberi berkat; cermat membaca tanda-tanda alam (mendengarkan bunyi burung/rasi) untuk menentukan jenis lahan yang cocok untuk berladang (bahuma); persembahan sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Jubata, hantu, setan/iblis; dan bahan-bahan persembahan sebagai simbol dari rasa syukur, pengorbanan, pemulih hubungan, kesucian, dan keikhlasan. (2) Nada meliputi nada bersyukur, nada penyerahan diri, nada sakral; nada memohon, nada bersahabat, dan nada penuh harapan. (3) Rasa meliputi rasa gembira, optimis, kerjasama, kebersamaan, solider, dan penuh berkat.   (4) Amanat mantra meliputi manusia harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan Jubata, roh para leluhur, dan iblis agar dapat hidup  berdampingan  dan tidak terganggu oleh kuasa iblis; pelaksanaan ritual Baburukng merupakan wujud kepatuhan pada tradisi dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Jubata; kerja sama, kebersamaan,  dan solidaritas yang tinggi perlu terus dilestarikan. Bentuk-bentuk kearifan lokal dalam teks Nyangahatn Baburukng meliputi (1) pengetahuan lokal; (2) nilai-nilai lokal; (3) keterampilan dan teknologi lokal; dan (4) unsur kepemimpinan lokal.
Co-Authors . Anita . Bernadeta . Luxman A Totok Priyadi a. totok priyadi A. Totok Priyadi Abd. Rasyid Syamsuri Abdu, Wamaungo Juma Agnes Natalia Midah Semi Agus Wartaningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agustina, Delima Ahadi Sulissusiawan Ahadi Sulissusiawan Ahmad Rabiul Muzammil Ahmad Rabi’ul Muzammil Akbar, Ari Rizky Albino, Serillus aloysius mering Amalia, Chika Ambarita, Getha Novianti Amri Amri Amriani Amir Andini Linarsih Anggelina, Marsiana Anggi Putri Pratiwi Anggih, Zeno Anisa, Rahmatul Antonius Totok Priyadi Antonius Totok Priyadi Antonius Totok Priyadi Antonius Totok Priyadi Antonius Totok Priyadi Apriyanti, Mariana Ari Rizky Akbar Arti, Winda Asriah Nurdini M. Astonis, St. Sempuen Auliya Anggraini Bagong, Virminus Beli, Hermina Chairil Effendy Chairil Effendy Christanto Syam Christanto Syam Christanto Syam Darmalia, Venni Deden Ramdani Deden Ramdani Desilianti Desilianti Desinta, Cecillia Cris Desni Yuniarni Devi Mutiarani Dian Miranda Dian Miranda Dian Miranda Diana, Santi Didi Suryadi Dwi Riyanti Dwi Riyanti Dwi Riyanti Dwi Riyanti DWI SURYANTO Dyoty Auliya Vilda Ghasya Edith Wenny Puspitasari Ella Fauziah Elofhia, Loriya Era Indriati Ernandi, Juliansyah Eta Yulandari Eva Mareta Faiz, Alfidiya Falah, Utin Amanda Chandrika Fariza, Fariza Firman Susilo Fitriyani, Ellma Frelians, Pricilla Pascadeany Fuji Alfira Halida Halida Hardi, Novri Hartina Suriyani Henny Sanulita Hera Mudita Herlina Ovianti Hotma Simanjuntak I Gusti Ayu Agung Ratnadewi F11610004 Isti Dwi Puspitawati Istiana Istiana Jaya, Hilarius Frendi Julianus Julianus Juniarti, Putri Juniawati, Anggi Kadarsih, Nunung Karimah, Nia Asmaul Kelsy Pratiwi Laila Laila, Laila Laurensius Salem Laurensius Salem Laurensius Salem Lily Thamrin Liza Elisabeth, Liza Madeten, Sisilya Saman Malinda Erda Margareta Leni Fatmawati Mariyadi mariyadi Markus Beno, Markus Marlina . Martono . Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Mashud Mateus Herman Melianti, Melianti Meriyanti, Meriyanti Milda Hastuti Muhammad Iqbal Muniri . Muzammil, Ahmad Rabi'ul Muzammil, Ahmad Rabi’ul Nadela, Liony Vidya Nainggolan, Kristina Natalia Febrina Nanang Heryana Natalia Rosi Heavenlim Noni Anjeli Norminawati, Siti Nukarta, Ali Nurbaitiana, Nurbaitiana Nursuki Mustaqim Nurul Fahmi Oktaviany, Hariya Oktiyadi, Rizky Pamurani, Ary Paternus Hanye Patriantoro . Pincawan, Gebry Ariel Ponco Prastio Pratiwi, Anggi Putri Anggi Priyadi,, A. Totok Puspitasari, Edith Wenny Putri Putri Putri Tipa Anasi Rahma Fitriani Rahma, Putri Alifia Rangga Mardilla Ratna Anggraini Ratna Sari Ratna Sari Widianti, Ratna Sari Reni Yulira Riadi, Gregorius Octa Rianti, Lusia Tania Lisa Rio Pranata Rio Pranata Riyadi, Ifan Rizky Oktiyadi Sagita, Dian Saimah, Dessy Isnaini Sajidin Muttaqin Putra Saman, Sesiliya Saputra, Yohanes Welli Savitri, Veronika One Selvi Rita Sari Septy Nurillah Sesiliya Saman Sesilya Saman Madeten Shella Angellia Rimang Silvester Izzr Harel Sinto Sinto, Sinto Sisilya Saman Sisilya Saman Sisilya Saman Siti Hardiyanti Soleha, Ana Fadhiatus Sri Indayati Suhardi Suhardi Sunarni Sunarni Sutriana, Ernie Syambasril, Syambasril Syamsul Arifin Syarmila, Syarmila Tamara, Tasya Teguh Trisanto Thessa Conayda Totok Priyadi touvan samodra Tria Widarti Turnip, Lamria Uray Gustian Uray Gustian Uray Gustian Utin Nurlina Veronika, Tjen Wahyudi Wahyudi Wamaungo Juma Abdu Willi, Videlia Rika WINDHA WINDHA Wulandari, Nabila Sri Y. Touvan Juni Samodra Y. Touvan Juni Samodra Yati, Umni Yesi, Yesi yeti, yeti Yoga Mandala Yuniarti Yuniarti Yuniyarti, Yuniyarti Zeno Anggih