p-Index From 2021 - 2026
8.267
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KEMBARA JURNAL KONFIKS ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Journal of Language and Literature Studies Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Jurnal Media Akademik (JMA) Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa An-Nas : Jurnal Humaniora JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan An Nafi’; Multidisciplinary Science Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Tahapan Moral dalam Novel Garis Waktu Karya Fiersa Bersari Hasanah, Annisa Dallilatul; Alivardani, Eka Nova; Suaedi, Hasan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1644

Abstract

This study investigates the representation of moral stages in Fiersa Besari's novel Garis Waktu, focusing on Lawrence Kohlberg's Theory of Moral Development in conjunction with Ian Watt's Sociological Approach to Literature. The primary research problem lies in analyzing how the main character's ethical reasoning evolves under social pressure. Utilizing a descriptive qualitative method, the research aims to identify and analyze two specific stages: Conventional Stage 4 (Law and Order Orientation) and Postconventional Stage 5 (Social Contract and Individual Rights Orientation). The findings reveal that the protagonist's moral development reflects a dynamic conflict between adherence to social institutions (Stage 4), often interpreted as the author's and society's emphasis on formal order, and the defense of self-chosen universal principles (Stage 5), mirroring the modern societal struggle between conventional norms and individual rights. This interdisciplinary analysis contributes to both literary sociology and ethical studies by demonstrating how the novel functions as a medium for reflecting complex human moral and social dilemmas. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tahapan moral dalam novel Garis Waktu karya Fiersa Besari menggunakan Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg dan Pendekatan Sosiologi Sastra Ian Watt. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan mendalam dan pencatatan kutipan yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui kategorisasi berdasarkan tahapan moral Kohlberg dan konsep sosiologi sastra Ian Watt,  dilanjutkan dengan penafsiran dan deskripsi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh protagonis merepresentasikan dua tahapan moral, yaitu: tahapan konvensional tahap 4 (Orientasi Hukum dan Tatanan Sosial) yang tercermin dalam kepatuhan pada norma dan tanggung jawab sosial, serta tahapan pascakonvensional tahap 5 (Orientasi Kontrak Sosial dan Hak Individu) yang tercermin melalui pembelaan terhadap prinsip universal dan hak individu. Perkembangan moral tokoh mencerminkan konflik dinamis antara tuntutan masyarakat akan ketertiban formal dengan perjuangan mempertahankan prinsip-prinsip universal yang dipilih sendiri.
The Language Attitude of Madurese Speakers in Jember: The Sociolinguistic Identity of a Multilingual Community Hasan Suaedi; Fitri Amilia; Yeni Mardiyana Devanti; Astri Widyaruli Angraeni; Nurkamilah Nurkamilah; Indah Werdiningsih
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.37871

Abstract

Language attitude refers to the behavior of speakers toward a language and its usage. There are differences in the language attitudes of Madurese speakers on Madura Island and those in Java. These differences arise from cultural contact among language speakers. This study aims to explore the language attitudes of Madurese speakers in Jember. Jember is a regency characterized by harmonious cultural interactions. Many residents in Jember are multilingual, speaking Indonesian and two regional languages: Javanese and Madurese. This research employs a phenomenological approach to capture the language attitudes of Madurese speakers in Jember as a representation of a multilingual society. The data were gathered through indicators of language attitudes using a questionnaire distributed via Google Forms. The respondents targeted were Madurese speakers with varied educational backgrounds, balanced in terms of gender. The questionnaire covered aspects such as comprehension, usage, preservation, and transmission of the Madurese language in their surroundings. The data were analyzed descriptively to identify the language attitudes of Madurese speakers. The analysis revealed both positive and negative attitudes. Positive attitudes were marked by comprehension, usage, preservation, and transmission of the Madurese language within families and local communities. Positive attitudes were evident in private and public settings, demonstrating pride in the language and its use. On the other hand, negative attitudes were also observed. These included partial pride in the Madurese language—speakers were willing to use the language but reluctant to preserve or pass it down to their children. Some speakers used the language but resisted being labeled as Madurese. The key finding of this study is the distinction between the language attitudes of Madurese speakers on Madura Island and those outside it. Madurese speakers on Madura Island are primarily monolingual or bilingual (Madurese and Indonesian). At the same time, those outside the island often belong to multilingual communities and display a complex sense of pride in multiple languages. Multilingual Madurese speakers often identify themselves as "Madura Swasta." They take pride in speaking Madurese but do not identify fully as Madurese. For "Madura Negeri," being Madurese means living on Madura Island and using the Madurese language exclusively. Those who live outside the island, even if fluent in Madurese, often have a dual attitude toward their regional language and the other languages they use.
UNCOVERING POWER IN USTADZ JAELANI’S DISCOURSE IN THE FILM QORIN: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Nuning Indahwiya; Hasan Suaedi; Agus Milu Susetyo
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kbshk860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan fungsi wacana kekuasaan dalam tuturan Ustadz Jaelani pada film Qorin dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough. Analisis difokuskan pada dua dimensi, yaitu dimensi teks dan dimensi praktik wacana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan tuturan dalam film. Pada dimensi teks, hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Ustadz Jaelani ditandai oleh penggunaan bahasa yang tegas, mengikat, dan cenderung satu arah, sehingga mencerminkan dominasi sebagai figur otoritas di lingkungan pesantren. Pilihan kata, struktur kalimat, serta gaya penyampaian memperkuat posisi kuasa yang dimiliki tokoh tersebut. Sementara itu, pada dimensi praktik wacana, bahasa yang digunakan berfungsi untuk mempertahankan struktur sosial yang hierarkis, mengarahkan perilaku santri, serta membangun kepatuhan melalui legitimasi peran ustadz sebagai pemegang otoritas. Temuan ini menunjukkan bahwa kekuasaan dalam film Qorin tidak hanya direpresentasikan melalui tindakan, tetapi juga melalui bahasa yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk hubungan sosial, mengontrol perilaku, serta memperkuat posisi kekuasaan dalam lingkungan pesantren.
Strategi Simulasi dalam Pembelajaran Teks Negosiasi Siswa Kelas X-3 di SMA Negeri Kalisat Hasan Suaedi; Yeni Mardiyana Devanti; Febbi Mivia Rira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4488

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara, kemampuan bernegosiasi, dan keaktifan peserta didik melalui strategi simulasi dalam pembelajaran teks negosiasi. Kegiatan dilaksanakan pada peserta didik  di SMA N Kalisat menggunakan metode partisipatif dan praktik langsung. Adapun peserta pengabdian adalah siswa kelas X 3 yang berjumlah 25 siswa. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2026. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi tentang struktur dan kaidah teks negosiasi, pelaksanaan simulasi, serta evaluasi pembelajaran. Strategi simulasi diterapkan melalui kegiatan bermain peran yang menempatkan peserta didik pada situasi negosiasi nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa strategi simulasi mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap teks negosiasi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama, dan keterampilan menyusun argumen. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan komunikatif. Simpulan pengabdian ini menunjukkan bahwa strategi simulasi efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran teks negosiasi
Co-Authors Adilah Puja Rahmawati Afifah, Uni Nur Afriliya, Novi Afrizal, Mohammad Agus Milu Susetyo agus milu susetyo Alivardani, Eka Nova Alivia Rosita Wahyuni Amaliatuz Zahrah Anang Santoso Andini Fatima Azizah Anggraeni, Astri Widyaruli Anindya Oktaviona Ervinawati Annisa Dallilatul Hasanah Arini Ika Ramadhanti Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Angraeni Audy Yourdiansyah Firdaus Ayunda Putri Nazarrina Bagas Eko Firmansyah Bahtiar Hari Hardovi Bintang Ramadhan, M Dwi Bintang Ramadhan, Muhammad Dwi Callista Azalia Nur Firdaus Cantika Kunthi Prabandari Dela Febriyanti Devanti, Yeni Mardiana Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna, Dzarna Eka Nova Ali Vardani Erdita Nur Rahmawati Fadilah Rahmawati Fatkurochman, Henri Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatqurhohman Fatqurhohman Febbi Mivia Rira Febriyanti, Weni Filia Dwi Lestari Fitri Amilia Fitri Amilia Fitri Sakinah Fitrianingsih, Rina Ayu Hanina Zahra Al Muhdlar Hasanah, Annisa Dallilatul Hasanah, Lina Umayatul Henri Fatkurochman Indah Werdiningsih Irfan Kholid Sofhan Isnaini Nur Azizah Isnaini Nur Azizah Isnanda, Wheka Isti'anah Jasmin Fauzia Jessinta Dwi Lestari Kevin Ferdian Agarta Khoirun Nadia Krisdianti, Cucuk Laila Nurmayanti Lestari, Desy Elok Mega Lestari, Marselia Dwi M. Dwi Bintang Ramadhan M. Toyyib Mustofa Lathif Maesaroh, Galuh Marisa Nur Rohma Melinda Disti Nuraulia Mijianti, Yerry Mohamad Afrizal Muhamad Ipnu Hasan Muhammad Amin Amirullah Musoffa, Laylatul Nabiilah, Deffa Nadila Devi Tsabita Neyskia Ramadila Nia Anggraeni Novi Afriliya Nuning Indagwiya Nuning Indahwiya Nurkamilah Nurkamilah Nurul Imamah Nurul Kurniawati, Nurul Oktaviani, Dwi Sinta Oktaviona, Anindya Pahlawan, Sunan Reza Palupi, Sucitra Risa Permatasari, Marsella Putri Putri, Elisa Kurnia Renita, Stella Rintan Amalia Rohar Rohar, Rintan Amalia Rohimah, Ainur Salman Faris, Muhammad Sholahuddin Ayyubi Sholihah, Mar’atus Sila Rahmatina Siti Husnul Amaliyah Sofhan, Irfan Kholid Sulistiyawati, Eka Susetyo, Agus Milu Tasya Madinah Taufiq Ahmad Ranasanto Tri Endang Jatmikowati Ukhtul Iffah Daat Arina Uni Nur Afifah Uqraniyyah, Siti Murtifatul Vardani, Eka Nova Ali Vardani, Eka Nova Ali Wahyudi Siswanto Wahyuni, Alivia Rosita Warda, Humairotul Weni Febriyanti Widyaruli Anggraeni, Astri Widyaruli, Astri Wilujeng, Dinda Ayu Yeni Mardiyana Devanti Yeni Mardiyana Devanti Yessy putri Wulandari Yuni Pratiwi Yuniar Firjinia Fatwa Zakiyah, Nurul Lailatuz