p-Index From 2021 - 2026
8.491
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KEMBARA JURNAL KONFIKS ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Journal of Language and Literature Studies Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Jurnal Media Akademik (JMA) Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa An-Nas : Jurnal Humaniora JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan An Nafi’; Multidisciplinary Science Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

UNCOVERING POWER IN USTADZ JAELANI’S DISCOURSE IN THE FILM QORIN: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Nuning Indahwiya; Hasan Suaedi; Agus Milu Susetyo
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kbshk860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan fungsi wacana kekuasaan dalam tuturan Ustadz Jaelani pada film Qorin dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough. Analisis difokuskan pada dua dimensi, yaitu dimensi teks dan dimensi praktik wacana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan tuturan dalam film. Pada dimensi teks, hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Ustadz Jaelani ditandai oleh penggunaan bahasa yang tegas, mengikat, dan cenderung satu arah, sehingga mencerminkan dominasi sebagai figur otoritas di lingkungan pesantren. Pilihan kata, struktur kalimat, serta gaya penyampaian memperkuat posisi kuasa yang dimiliki tokoh tersebut. Sementara itu, pada dimensi praktik wacana, bahasa yang digunakan berfungsi untuk mempertahankan struktur sosial yang hierarkis, mengarahkan perilaku santri, serta membangun kepatuhan melalui legitimasi peran ustadz sebagai pemegang otoritas. Temuan ini menunjukkan bahwa kekuasaan dalam film Qorin tidak hanya direpresentasikan melalui tindakan, tetapi juga melalui bahasa yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk hubungan sosial, mengontrol perilaku, serta memperkuat posisi kekuasaan dalam lingkungan pesantren.
Strategi Simulasi dalam Pembelajaran Teks Negosiasi Siswa Kelas X-3 di SMA Negeri Kalisat Hasan Suaedi; Yeni Mardiyana Devanti; Febbi Mivia Rira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4488

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara, kemampuan bernegosiasi, dan keaktifan peserta didik melalui strategi simulasi dalam pembelajaran teks negosiasi. Kegiatan dilaksanakan pada peserta didik  di SMA N Kalisat menggunakan metode partisipatif dan praktik langsung. Adapun peserta pengabdian adalah siswa kelas X 3 yang berjumlah 25 siswa. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2026. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi tentang struktur dan kaidah teks negosiasi, pelaksanaan simulasi, serta evaluasi pembelajaran. Strategi simulasi diterapkan melalui kegiatan bermain peran yang menempatkan peserta didik pada situasi negosiasi nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa strategi simulasi mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap teks negosiasi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama, dan keterampilan menyusun argumen. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan komunikatif. Simpulan pengabdian ini menunjukkan bahwa strategi simulasi efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran teks negosiasi
Seni Persuasif dalam Podcast: Kajian Sintaksis Rintan Amalia Rohar; Fitri Amilia; Hasan Suaedi
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.4941

Abstract

This study discusses the persuasive art in the preaching utterances of Habib Husein Ja’far Al-Hadar on Deddy Corbuzier’s YouTube channel, particularly in the Log-in Season Episode, through a syntactic analysis based on Austin and Searle’s speech act theory. The purpose of this research is to describe the types of sentences used by Habib Ja’far in delivering persuasive messages an to explain the accompanying illocutionary function. The method used is qualitative with observastion and note taking techniques, in which verbal utterances are classified according to sentence types (declarative, imperative, prohibitive, and interrogative) and analyzed in relation to their pragmatic functions. The results of the study show that Habib Ja’far employs various syntactic structures to create strong persuasive effects. Declarative sentences are used to instill moral and spiritual values, imperative and prohibitive sentences serve to guide the audience’s behavior, while interroative sentences function to evoke the listener’s awareness through reflection. The combination of sentencesstructure and illocutinary meaning forms a preaching style that is gentle, logical, and emotional, making religious messages more easily accepted by diverse audience.
Disfemisme sebagai Representasi Konflik Sosial dalam Film Kontemporer Pengepungan di Bukit Duri Laila Nurmayanti; Hasan Suaedi; Astri Widyaruli Anggraeni
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8422

Abstract

This study aims to describe the forms of dysphemism found in the film “Pengepungan di Bukit Duri” and to explain their meanings and functions within the context of character interaction. This research employs a qualitative method through observation and documentation, in which the film was watched repeatedly to identify utterances containing dysphemism. Data were analyzed using the dysphemism classification proposed by Allan & Burridge. The findings indicate that five categories of dysphemism appear in the film, namely direct swearing, zoonym dysphemism, excretory dysphemism, appearance dysphemism, and disability dysphemism. The use of dysphemism does not merely serve as an expression of anger or insult, but also plays a role in shaping character identity, strengthening conflict atmosphere, and reflecting the social conditions portrayed in the narrative. Therefore, dysphemism in this film has a significant pragmatic function as a means of representing the social reality experienced by the characters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk disfemisme yang muncul dalam film Pengepungan di Bukit Duri serta menjelaskan makna dan fungsi penggunaannya dalam konteks interaksi tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi, yaitu dengan menonton film secara berulang untuk mengidentifikasi tuturan yang mengandung disfemisme. Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi disfemisme menurut Allan & Burridge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film ini ditemukan lima kategori disfemisme, yaitu direct swearing, zoonym dysphemism, excretory dysphemism, appearance dysphemism, dan disability dysphemism. penggunaan disfemisme tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi kemarahan atau penghinaan, tetapi juga berperan dalam membangun karakter tokoh, mempekuat suasana konflik, serta mencerminkan kondisi sosial yang penuh ketegangan dan diskriminasi. Dengan demikian, disfemisme dalam film ini memiliki fungsi pragmatis yang signifikan sebagai sarana representasi realitas sosial tokoh dalam cerita.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN SISWA DAN GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI TAMANAGUNG Elisa Kurnia Putri; Hasan Suaedi; Yerry Mijianti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.9191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk lingual dan makna dari bentuk implikatur guru dan siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tamanagung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa percakapan atau tuturan antar guru dan siswa berkebutuhan khusus yang mengandung implikatur. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data model Miles dan Hubermen. Aktivitas dalam menganalisis data yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian berupa bentuk lingual kalimat pernyataan dan bentuk lingual kalimat perintah. Makna implikatur pada penelitian ini meliputi: meminta, menginformasikan, melaporkan, dan memerintah.Kata kunci: Implikatur, siswa, guru, Sekolah Luar Biasa
Penggunaan Tindak Tutur Bahasa Madura dalam Percakapan Santri Putri Pondok Pesantren Al-Inaroh Jenggawah Jember Nurul Lailatuz Zakiyah; Mar’atus Sholihah; Laylatul Musoffa; Hasan Suaedi
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2024): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v2i2.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan tingkat tutur dalam bahasa Madura, khususnya dalam percakapan santri putri di Pondok Pesantren Al-Inaroh Jenggawah, Jember. Dengan latar belakang beragamnya latar belakang sosial santri, penelitian ini berfokus pada tiga ragam tingkat tutur: ɛngghi-bhuntǝn (halus), ɛngghi-ǝntǝn (pertengahan), dan ǝnjǝ-iyǝ (biasa). Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tingkat tutur dalam komunikasi antar santri dan pengasuh sangat penting untuk menjaga kesantunan dan penghormatan terhadap pengasuh, pengurus serta ustadz,ustadzah. Tingkat tutur ɛngghi-bhuntǝn digunakan dalam konteks formal, mencerminkan sikap hormat kepada kyai dan pengurus pesantren, sedangkan ɛngghi-ǝntǝn digunakan dalam situasi yang lebih santai namun tetap sopan saat berinteraksi dengan ustadz dan ustadzah. Di sisi lain, tingkat tutur ǝnjǝ-iyǝ lebih umum digunakan dalam komunikasi antar santri yang memiliki hubungan akrab. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kekayaan bahasa Madura, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian bahasa daerah dan pemahaman tentang nilai-nilai sosial dalam interaksi antar individu. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi linguistik dan pendidikan bahasa daerah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Madura, sehingga generasi muda dapat lebih menghargai dan melestarikan bahasa dan budaya mereka. Penelitian ini juga berpotensi menjadi acuan bagi penelitian lebih lanjut mengenai interaksi sosial dan penggunaan bahasa dalam konteks yang lebih luas di masyarakat Madura di tengah arus globalisasi relevan.
Co-Authors Adilah Puja Rahmawati Afifah, Uni Nur Afriliya, Novi Afrizal, Mohammad Agus Milu Susetyo agus milu susetyo Alivardani, Eka Nova Alivia Rosita Wahyuni Amaliatuz Zahrah Anang Santoso Andini Fatima Azizah Anggraeni, Astri Widyaruli Anindya Oktaviona Ervinawati Annisa Dallilatul Hasanah Arini Ika Ramadhanti Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Angraeni Audy Yourdiansyah Firdaus Ayunda Putri Nazarrina Bagas Eko Firmansyah Bahtiar Hari Hardovi Bintang Ramadhan, M Dwi Bintang Ramadhan, Muhammad Dwi Callista Azalia Nur Firdaus Cantika Kunthi Prabandari Dela Febriyanti Devanti, Yeni Mardiana Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna Dzarna, Dzarna Eka Nova Ali Vardani Elisa Kurnia Putri Erdita Nur Rahmawati Fadilah Rahmawati Fatkurochman, Henri Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatqurhohman Fatqurhohman Febbi Mivia Rira Febriyanti, Weni Filia Dwi Lestari Fitri Amilia Fitri Amilia Fitri Amilia Fitri Sakinah Fitrianingsih, Rina Ayu Hanina Zahra Al Muhdlar Hasanah, Annisa Dallilatul Hasanah, Lina Umayatul Henri Fatkurochman Indah Werdiningsih Irfan Kholid Sofhan Isnaini Nur Azizah Isnaini Nur Azizah Isnanda, Wheka Isti'anah Jasmin Fauzia Jessinta Dwi Lestari Kevin Ferdian Agarta Khoirun Nadia Krisdianti, Cucuk Laila Nurmayanti Laila Nurmayanti Laylatul Musoffa Lestari, Desy Elok Mega Lestari, Marselia Dwi M. Dwi Bintang Ramadhan M. Toyyib Mustofa Lathif Maesaroh, Galuh Marisa Nur Rohma Mar’atus Sholihah Melinda Disti Nuraulia Mijianti, Yerry Mohamad Afrizal Muhamad Ipnu Hasan Muhammad Amin Amirullah Nabiilah, Deffa Nadila Devi Tsabita Neyskia Ramadila Nia Anggraeni Novi Afriliya Nuning Indagwiya Nuning Indahwiya Nurkamilah Nurkamilah Nurul Imamah Nurul Kurniawati, Nurul Nurul Lailatuz Zakiyah Oktaviani, Dwi Sinta Oktaviona, Anindya Pahlawan, Sunan Reza Palupi, Sucitra Risa Permatasari, Marsella Putri Putri, Elisa Kurnia Renita, Stella Rintan Amalia Rohar Rintan Amalia Rohar Rohimah, Ainur Salman Faris, Muhammad Sholahuddin Ayyubi Sila Rahmatina Siti Husnul Amaliyah Sofhan, Irfan Kholid Sulistiyawati, Eka Susetyo, Agus Milu Tasya Madinah Taufiq Ahmad Ranasanto Tri Endang Jatmikowati Ukhtul Iffah Daat Arina Uni Nur Afifah Uqraniyyah, Siti Murtifatul Vardani, Eka Nova Ali Vardani, Eka Nova Ali Wahyudi Siswanto Wahyuni, Alivia Rosita Warda, Humairotul Weni Febriyanti Widyaruli Anggraeni, Astri Widyaruli, Astri Wilujeng, Dinda Ayu Yeni Mardiyana Devanti Yeni Mardiyana Devanti Yerry Mijianti Yessy putri Wulandari Yuni Pratiwi Yuniar Firjinia Fatwa