p-Index From 2021 - 2026
8.328
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Text-Based Modeling Strategy (TBMS) in Teaching Writing Skills: The Indonesian Context Sudaryat, Yayat
EDUCARE Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : EDUCARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.144 KB)

Abstract

ABSTRACT: This study was based on the issue that the Indonesia high school student’s writing ability was still low. Therefore, it was needed to find out the factors causing the problem and solution to overcome in through the implementation of the Text-Based Modelling Strategy (TBMS). The study used the experimental methods with the Randomized Pretest-Posttest Comparison Group Design. The data were collected in the forms of essay, questionnaire, interviews result, document, and observation result. The main sources of the data were the students of SMA YAS (Sekolah Menengah Atas Yayasan Atikan Sunda or Senior High School of the Sundanese Education Foundation) in Bandung. Beside, the Indonesian teacher and some documents from the school saced as the additional source of the data. The result of this study proved that the TBMS could overcome the hindrance of writing, and it was also effective in increasing the students competence of writing an essay. The result was also valid for significance value of the essay writing aspect’s competence (substantive, textual, lexical, syntactic, and graphemic). Though they altogether increased the writing competence, it was seen that the TBMS was much better and more effectictive than the BMS (Basic Modeling Strategy) and CLS (Conventional Learning Strategy). The study found that the procedure composed and applied in the TBMS, that has never done before, contributed positively to the increasing of writing competence.KEY WORDS: Learning and teaching strategy, modeling, Text-Based Modelling Strategy, essays, and  writing competence.About the Author: Dr. Yayat Sudaryat is a Lecturer at the Department of Sundanese Language Education, Faculty of Language and Art Education UPI (Indonesia University of Education), Jalan Dr. Setiabudhi No.229, Bandung 40154, West Java, Indonesia. He can be reached at: kisudaryat_sunda@yahoo.comHow to cite this article? Sudaryat, Yayat. (2010). “Text-Based Modeling Strategy (TBMS) in Teaching Writing Skills: The Indonesian Context” in EDUCARE: International Journal for Educational Studies, Vol.3(1) August, pp.85-102. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung, West Java; and FKIP UMP in Purwokerto, Central Java, ISSN 1979-7877.Chronicle of the article: Accepted (June 25, 2010); Revised (July 25, 2010); and Published (August 17, 2010).
MUTU MANAJEMEN PROSES PEMBELAJARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Sudaryat, Yayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v14i1.3221

Abstract

Pokok masalah yang diteliti adalah apakah faktor-faktor input yang yang meliputi Kinerja Kepala Sekolah, Pembiayaan, Kemitraan, Manajemen Sekolah, Sarana/Prasarana, dan Implementasi Kurikulum berpengaruh terhadap kinerja tenaga pendidik dan perilaku peserta didik serta mutu manajemen proses pembelajaran di SMK berstandar nasional (SSN) dan sekolah unggulan Eks. RSBI di Jawa Barat. Penelitian ini deskriptif dan verifikatif, dengan metode survey explanatory. Pengolahan data menggunakan Analisis Regresi Multipel. Data dikumpulkan dari persepsi guru melalui kuesioner dengan populasi sebanyak 1.910 guru, dengan sampel 320 responden. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa pada umumnya SMK SSN dan SMK unggulan eks RSBI di Jawa Barat: (1) memiliki kepala sekolah dengan kinerja tinggi (yang dicirikan oleh Kompetensi Instruksional, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, Kepribadian, Kompetensi Sosial); (2) Pembiayaan dipersepsi sudah tinggi (meliputi: Perencanaan Biaya, Penggunaan Biaya dan Pertanggungjawaban); (3) pelaksanaan Kemitraan tinggi (meliputi: MoU, Penyusunan Program, Pelaksanaan Praktek dan Penilaian/Sertifikasi), (4) Manajemen Sekolah tinggi (meliputi: Perencanaan Strategis, Implementasi Program dan Evaluasi Program Sekolah; (5) memiliki Sarana Prasarana tinggi (meliputi: Sarana Fisik, Media Pembelajaran, Perpustakaan Laboratorium, Fasilitas Praktek, Sarana Teknologi Informasi), (6) Implementasi Kurikulum tinggi (meliputi: Tujuan dan Sasaran, Muatan Kurikulum, Aktivitas Pembelajaran, Evaluasi Kurikulum), (7) Kinerja Tenaga Pendidik tinggi (meliputi: Kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional), (8) Perilaku Peserta Didik tinggi (meliputi: Potensi,Motivasi, Aktivitas, dan Kepuasan (9) Mutu manajemen proses pembelajaran tinggi (meliputi: Perencanaan; Pelaksanaan; Penilaian; Pembelajaran Aktif dan Pengawasan). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: Kinerja Kepala Sekolah, Pembiayaan, Kemitraan, Manajemen Sekolah, Sarana/Prasarana, dan Implementasi Kurikulum berpengaruh kuat, positif, dan signifikan terhadap Kinerja Tenaga Pendidik dan peserta didik yang muaranya pengaruh terhadap mutu manajemen proses pembelajaran di SMK berstandar nasional (SSN) dan sekolah unggulan Eks. RSBI di Jawa Barat di Jawa Barat.
WACANA IKLAN DALAM MEDIA MASSA SUNDA (Analisis Sintaksis dan Pragmatik) Sandiansyah, Sandri; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14202

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakagi fakta bahwa wacana iklan merupakan informasi yang disampaikan ke masyarakat. Tujuannya untuk mendeskripsikan wacana iklan bahasa Sunda dikaji dari jihat sintaksis dan pragmatisnya. Mengumpulkan data menggunakan studi bibliografi dan sadap rekam selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan. Data terkumpul sebanyak 201 wacana. Dikaji dari struktur sintaksisnya mencakup kohesi (gramatikal dan leksikal), konjungsi (koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat), dan koherensi (referensial dan tekstual). Dikaji dari jihat pragmatis mencakup deiksis (eksoforis dan endoforis), presuposisi (eksistensial, faktif, leksikal, struktural, dan konterfaktual), implikatur, tindak tutur (komisif, impositif, ekspresif, dan asertif), dan struktur koversasi (prinsip kerja sama dan kesopanan).AbstractThis paper is based on the fact that the advertising discourse is the information communicated to the public. This study aims to describe the Sundanese advertisements discourse studied from syntactic and pragmatic perspective. The data collecting techniques are bibliographic studies and tapping records that is analyzed and described. Data collected are 201 discourses. The books of the syntactic structure include cohesion (grammatical and lexical), conjunctions (coordinative, subordinate, correlative, and inter-clause), and coherence (referential and textual). The judgments of pragmatic jurisprudence include deixis (exophoric and endophoric), presuppositions (existential, factive, lexical, structural, and counterfactual), implicatures, speech acts (commissive, impositive, expressive, and assertive), and the conversation structure (principle of cooperation and modesty).
MEDIA E-LEARNING DENGAN APLIKASI EDMODO DAN SKYPE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Rabiussani, Rani; Kuswari, Usep; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedudukan e-learning dalam meningkatkan minat dan kemampuan menulis puisi Sunda siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media e-learning menggunakan aplikasi Edmodo dan aplikasi Skype dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung. Metode yang digunakan adalah studi eksperimen melalui desain penelitian Alternatif Treatment Post test Only with Non-equivalent Group Design. Sumber data penelitian adalah siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Negeri 13 Bandung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes, observasi, dan angket. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan analisis t-test. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, rata-rata nilai hasil belajar menulis puisi siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung yang menggunakan aplikasi Edmodo adalah 76,48 dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Hal tersebut membuktikan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi. Sedangkan rata-rata nilai yang menggunakan aplikasi Skype adalah 70,83, yang artinya siswa belum mampu menulis puisi. Setelah dilaksanakan analisis t-test terbukti bahwa  ttabel dari df (58) dengan kepercayaan 95%, 2,004, serta jumlah thitung adalah 7,19. Berdasarkan hasil uji hipotesis bisa disimpulkan bahwa thitung ≥ ttabel, atau 7,19  ≥ 2,004 yang berarti hipotésis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Artinya bahwa media e-learning menggunakan aplikasi Edmodo lebih unggul dibandingkan dengan aplikasi Skype dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI SMKN 13 Bandung tahun ajaran 2016-2017. AbstractThis research is motivated by the importance of e-learning in improving the interest and ability to write Sundanese poetry of class XI SMK Negeri 13 Bandung students in 2016-2017academic year. This study aims to determine the implementation of e-learning media by using Edmodo and Skype application in improving the writing poetry ability of students of class XI SMK Negeri 13 Bandung. The method used is experimental study through Alternative Treatment Post Test Only with Non-equivalent Group Design research design. The data source is the students of class XI Computer Network Engineering (TKJ) SMK Negeri 13 Bandung. Instruments used to collect the data are test instruments, observations, and questionnaires. The data obtained were analyzed by using t-test. Based on the research results, the average score of students’writing poetry is 76.48 from Minimum Criterion (KKM) 75. It proves that students have been able to write poetry. While the average score using the Skype application is 70.83, which means students have not been able to write poetry. After conducted t-test analysis, the results proved that ttable of df (58) with 95% degree of confidence, 2.004, and tcount is 7.19. Based on hypothesis, test result can be concluded that tcount≥ ttable, or 7,19 ≥ 2,004 which mean alternative hypotesis (H1) is accepted and null hypothesis (H0) is rejected. This means that the e-learning media by using Edmodo application is more benefited than the Skype application in improving the writing poetry ability of students of class XI SMKN 13 Bandung in academic year 2016-2017.
KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi) Nurlatifah, Eva; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14197

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh anggapan bahwa seluruh kosa kata bahasa Sunda yang digunakan oleh penutur dalam berkomunikasi sehari-hari merupakan bahasa asli. Padahal sebagian dari kosa kata tersebut merupakan kata serapan dari bahasa lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kata serapan bahasa Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif, dengan teknik mengumpulkan data menggunakan teknik dokumentasi. Sumber data berupa majalah Manglé nomor 2517 yang terbit bulan Maret 2015. Pengolahan data menggunakan teknik analisis unsur langsung dengan pendekatan etimologi, morfologi, dan grafologi. Hasil dari penelitian ini ditemukan lima hal, diantaranya adalah (1) ditemukan 12 asal kata serapan, kata serapan terbanyak berasal dari bahasa Arab yaitu sejumlah 61 kata; (2) ada lima bentuk kata serapan bahasa Sunda, jumlah data terbanyak adalah bentuk kata dasar (63,81%); (3) proses pembentukan kata pada kata serapan bahasa Sunda terdapat 12 proses penyerapan, kebanyakan dari data yang telah ditemukan mengalami proses adaptasi sebanyak 32 data; (4) ditemukan 41 pola penulisan kata serapan, delapan pola memiliki kesamaan dengan pola yang terdapat dalam bahasa Indonesia, delapan pola lainnya memiliki pola yang berbeda dalam penulisan fonem kata serapan, sedangkan 29 pola lain merupakan pola baru yang ditemukan dalam proses penyerapan; dan (5) perbandingan makna kata serapan bahasa Sunda dan makna pada kata asal ditemukan lima pola yang berbeda. AbstractThis research is motivated by the assumption that all Sundanese vocabularies used by speakers in everyday communication are the original language. However, some of the vocabularies are borrowing words of other languages. The purpose of this study is to describe the Sundanese borrowing words. The method used in this research is descriptive method, and documentation technique is used as data collecting technique. The data source is Manglé magazine number 2517 which was published in March 2015. Data processing used direct element analysis technique with etymology, morphology and graphology approach. The results of this study found five things, i.e. (1) there are 12 original borrowing words, the borrowing words come from the Arabic word are 61 words; (2) there are five forms of Sundanese borrowing word, the largest amount of data is root word (63,81%); (3) the process of word formation in the Sundanese borrowing words consisted of 12 borrowing processes, most of the data found that have adaptation process are 32 data; (4) there are 41 borrowing word writing patterns, eight patterns have similarities to the patterns contained in the Indonesia language, eight other patterns have different patterns in the writing of phonemes of the borrowing words, whereas 29 patterns are new patterns found in the borrowing process; and (5) the comparison between Sundanese borrowing word meaning and the meanings in the original word found five different patterns.
LEKSIKON ANYAMAN BAMBU DI KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG (Kajian Etnolinguistik) Setiani, Puspa Endah; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 9, No 1 (2018): Vol. 9, No. 1, April 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i1.15673

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempertahankan tradisi, adat-istiadat, dan bahasa daerah yang merupakan kekayaan suatu bangsa. Anyaman bambu merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan saat ini dalam himpitan kehidupan modern sangat penting untuk dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui leksikon anyaman bambu yang ada di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah para pengrajin anyaman bambu di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara dan observasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis berdasarkan kajian etnolinguistik. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, terdapat 19 leksikon anyaman bambu yang ada di kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Leksikon anyaman bambu tersebut diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, yaitu (1) alat dapur, (2) alat rumah tangga, (3) alat pertanian, (4) alat perikanan, dan (5) alat bangunan rumah. Sedangkan berdasarkan kajian etnolinguistik, terdapat istilah-istilah anyaman awi yang mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi yang erat hubunganna sistem kepercayaan yang ada pada masyarakat. AbstractThis research is motivated by the importance of maintaining traditions, customs, and regional languages, which constitute national property. Bamboo woven, one of the traditions that still survive today though under the pressure of modern life is very important to be preserved. This study aims to find out bamboo woven lexicon in Pacet of Bandung district. The method used was the descriptive method with a qualitative approach. The source of the research data is bamboo woven craftsmen in Pacet, Bandung District. The instrument used to collect data was interviews and observations. The data obtained was analyzed based on ethnolinguistic studies. Based on the results of the research, there are 19 woven bamboo lexicons. The lexicon of woven bamboo is classified based on its functions, i.e. (1) kitchen utensils, (2) household appliances, (3) agricultural tools, (4) fishing equipment, and (5) house building tools. Whereas based on ethno-linguistic studies, there are woven terms that contain high cultural values that are closely related to the belief system that exists in society.
TATAKRAMA BAHASA SUNDA DALAM KOMUNIKASI LISAN MASYARAKAT KAMPUNG JEMO KABUPATEN SUMEDANG Wulandari, Sri Rizki; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 5, No 2 (2014): Vol. 5, No. 2, Okt 2014
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v5i2.15958

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tatakrama dalam komunikasi lisan masyarakat yang berada di Kampung Jémo, Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta mendeskripsikan tatakrama bahasa Sunda, dalam komunikasi lisan masyarakat Kampung Jémo Desa Nagrak Buahdua Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Tehnik yang digunakan adalah tehnik observasi dan wawancara. Adapun instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dengan dilengkapi alat perekam berupa ponsel. Hasilnya: (1) sebagian besar masyarakat Kampung Jémo mengetahui tentang tatakrama bahasa Sunda, tetapi tidak menggunakannya dalam percakapan sehari-hari; (2) kontéks situasi dalam pemakaian tatakrama bahasa Sunda, dilakukan dalam situasi santai dan formal. Jika diberi pertanyaan mengunakan bahasa Sunda, umumnya (42,10%) menjawab menggunakan bahasa Sunda yang halus; dan (3) tahapan kata yang dipakai oleh masyarakat Kampung Jémo, lebih banyak menggunakan bahasa kasar (41,1%). Hal ini menunjukan jika masyarakat mengetahui tatakrama bahasa Sunda, tetapi tidak digunakan dalam pembicaraan sehari-hari, dan lebih banyak menggunakan bahasa kasar.AbstractThe background of this research is to know and describe the etiquette of the society live in Jemo village in Nagrak, the district of Buahdua in Sumedang regency, in spoken communication. The purpose of this research is to know and describe the etiquette of sundanese language in spoken language used by Jemo villagers in Nagrak, the village of Sumedang regency. This research paper uses descriptive method and the data were gained through observation and interview. The instrument of this research was in the form of interview that was recorded through cellular phone. The results are: (1) The majority of Jemo villagers know the etiquette of Sundanese language, but they do not use it in their daily conversation; (2) the context of Sundanese language etiquette is applied in the formal and informal situation. If they are asked by using Sundanese language, generally (42,10%) they answer it in polite Sundanese language.; and (3) the word’s phase used by jemo villagers are rude utterance. In the data analysis, there are (41,1%) of the rude utterance spoken by them. So, the result shows that people know the etiquette of Sundanese language, but they do not apply it in their daily conversation, They tend to speak the rude utterance
KALIMAT BAHASA SUNDA DALAM TEKS PROSA SUNDA KUNO ABAD KE-16 (Analisis Struktur dan Semantis) Nurwansah, Illam; Sudaryat, Yayat; Ruhaliah, Ruhaliah
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14199

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis struktur kalimat dengan menggunakan pendekatan tagmémik. Sumber data diambil dari transliterasi teks Carita Parahiyangan yang memakai berbahasa Sunda kuno. Penelitian ini dilakukan karena belum ada analisis mengenai struktur kalimat bahasa Sunda kuno secara mendalam, sebagai informasi linguistik bahasa Sunda temporal. Metode yang dipakai yaitu analisis deskriptif. Bentuk kalimat yang terdapat dalam bahasa Sunda kuno berupa kalimat lengkap dan kalimat ringkasan. Kalimat tunggal sederhana yang ditemukan memiliki tiga pola yaitu (1) S-P, (2) S-P-O, (3) S-P-Pel, sedangkan kalimat tunggal perluasan terdapat empat pola yaitu (1) S-P-K, (2) K-S-P-K, (3) S-P-O-K, dan (4) S-P-Pel-K. Kalimat majemuk setara yang ditemukan berupa kalimat asindetis dan sindetis. Kalimat majemuk asindetis tersusun dari dua klausa, tiga klausa dan empat klausa, sedangkan kalimat sindetis tersusun dari dua klausa. Pola kalimat majemuk bertingkat yaitu berupa kalimat majemuk bertingkat subjektif dan adverbial. Hubungan makna unsur kalimat yang ditemukan yaitu berdasarkan peran semantis subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Hubungan makna antarklausa dalam kalimat majemuk setara terdapat dua jenis yaitu (1) kalimat pertentangan, dan (2) kalimat lanjutan. Hubungan makna antarklausa kalimat majemuk bertingkat terdapat enam jenis, yaitu (1) kalimat waktu, (2) kalimat syarat, (3) kalimat penyebab, (4) kalimat akibat, (5) kalimat pernyataan, dan (6) kalimat guna.AbstractThis research has purpose to analyze sentence structure by using tagmémik approach. Sources of data are taken from Carita Parahiyangan transliteration text that uses ancient Sundanese. This research is conducted because there is no analysis about ancient Sundanese sentence structure deeply, as temporal linguistic information of Sundanese. The method used is descriptive analysis. The sentence forms contained in ancient Sundanese consists of complete sentences and summary sentences. Simple sentences found have three patterns i.e. (1) S-P, (2) S-P-O, (3) S-P-C, while single sentences extension have four patterns i.e. (1) S-P-A, (2) A-S-P-A, (3) S-P-O-A, and (4) S-P-C-A. Compound sentences are found in the form of asindetis and syndetic sentences. Asindetis compound sentences are composed of two clauses, three clauses, and four clauses, while the syndetic sentences are composed of two clauses. Multilevel compound sentence pattern that is in the form of compound sentences with subjective and adverbial level. Relation of the sentence meaning found is based on the role of semantic subject, predicate, object, complement and adverb. The meaning relation between clauses in equal compound sentences consist two types i.e. (1) conflicting sentences, and (2) advanced sentences. The meaning relation between clauses in different degree compound sentences consist of six types i.e. (1) temporal sentence, (2) requirement sentence, (3) causal sentence, (4) effect sentence, (5) statement sentence, and (6) order sentence.
TRADISI NYALIN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUNDA (Kajian Struktur dan Etnopedagogik) Yanuariska, Yogi Yogaswara; Sudaryat, Yayat; Isnendes, Retty
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14204

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tradisi nyalin sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya dan belum terungkapnya niali-nilai kebaikan dalam tradisi nyalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) struktur (teks dan ko-teks) dan fungsi (konteks) tradisi nyalin dalam kehidupan masyarakat Sunda, (2) ciri kelisanan yang tampak dalam tradisi nyalin dalam kehidupan masyarakat Sunda, (3) nilai etnopedagogik dalam tradisi nyalin dalam kehidupan masyarakat Sunda. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma kualitatif dalam kajian tradisi lisan. Hasil penelitiannya, yaitu (1) struktur tradisi nyalin yang mencakup tahapan tradisi nyalin, tatahar ngawengku gempungan, kukumpul, majang, jeung riungan, ngukusan, sanduk-sanduk, mitembeyan mipit paré, dan ngaarwahan. Unsur-unsur tradisi nyalin mencakup nama kegiatan, pelaku kegiatan, barang-barang dalam kegiatan, makanan dalam kegiatan, gerakan, tempat berlangsungnya kegiatan, dan waktu berlangsungnya. Teks dalam tradisi nyalin adalah kapamalian, dongeng, mantra, diksi dan ungkapan. Fungsi tradisi nyalin sebagai (1) wujud rasa sukur pada Tuhan atas hasil panen yang didapat, (2) ciri kelisanan dalam tradisi nyalin, yaitu pemikiran lisan, ekspresi lisan, dan naratif lisan, 3) nilai etnopedagogik dalam tradisi nyalin, yaitu (1) pandangan hidup manusia dengan dirinya, (2) pandangan hidup manusia dalam lingkungan masyarakat, (3) pandangan hidup manusia dengan alam, (4) pandangan hidup manusa dengan Tuhan, (5) manusia dalam mengejar kemajuan lahir dan kebahagiaan batin. Kesimpulan dari penelitian ini, setelah diteliti secara struktur dan etnopedagogik memiliki nilai-niali luhur yang sudah ada di masyarakat sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai teladan dalam bidang pendidikan formal dan kehidupan masyarakat umum.AbstractThe background of this research is Nyalin tradition that has begun to be abandoned by the society and the values in Nyalin traditions that have not been revealed yet. The purpose of this study is to describe (1) the structure (text and co-text) and the function (context) of the nyalin tradition in the Sundanese life, (2) the visible oral features of the tradition in the Sundanese life, (3) the ethnopedagogic value in Nyalin tradition in the Sundanese society’s life. The research method used is a qualitative paradigm in the study of oral tradition. The results of his research are the structure of nyalin tradition includes its stages i.e. tatahar ngawengku gempungan, kukumpul, majang, riungan, ngukusan, sanduk-sanduk, mitembeyan mipit paré, and ngaarwahan. Elements of Nyalin tradition include the name of the activity, the performer, the goods, the food, the movement, the place, and the time it takes place. The texts in Nyalin tradition are kapamalian, dongeng, mantra, diction and idiom. The functions of Nyalin tradition are (1) a form of gratefulness to God over the results of harvesting, (2) the verbal characteristic of Nyalin tradition i.e.oral thought, oral expression, and oral narrative, 3) ethnopedagogic values in Nyalin tradition i.e.(1) the perspective of human life with themselves (2) the perspective of human life in the society, (3) the perspective of  human life with nature, (4) the perspective of human life with God, (5) the effort of human to reach physical and spiritual satisfaction. The conclusion of this study, after being structurally studied by using ethno pedagogic approach, Nyalin tradition has noble values that already exist in the community that can be used as an example in the field of formal education and public life.
UNSUR PELESAPAN KALIMAT DALAM BUKU SISINDIRAN JEUNG WAWANGSALAN ANYAR KARYA DÉDY WINDYAGIRI UNTUK BAHAN AJAR MENULIS SISINDIRAN DI SMP KELAS VIII Nugraha, Triya; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 9, No 2 (2018): Vol. 9, No. 2, Oktober 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i2.15685

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa sisindiran merupakan susunan kalimat. Kalimat-kalimat yang terdapat pada sisindiran merupakan kalimat majemuk dan terdapat unsur yang dilesapkan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan unsur pelesapan dan bentuk pelesapan yang terdapat pada kalimat sisindiran serta pamakaiannya pada pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan analisis unsur langsung. Sumber data didapatkan dari buku Sisindiran jeung Wawangsalan Anyar karya Dédy Windyagiri. Hasil penelitian menemukan dua hal, yaitu unsur lesapan dan bentuk lesapan kalimat. Unsur lesapan meliputi 1) pelesapan tunggal yang mencakup pelesapan unsur S, P, O, dan Konj.; 2) pelesapan majemuk yang mencakup pelesapan unsur S+P, S+O, S+K, S+Pel., S+Konj., O+Konj., S+P+Konj., S+O+Konj., dan S+Pel.+Konj. Bentuk pelesapan kalimat berdasarkan prosesnya yang ditemukan adalah 1) delisi tékstual; 2) delisi situasional; dan 3) delisi struktural. Delisis situasional dan unsur lesapan subjek paling banyak ditemukan. Hal ini berhubungan dengan cara penyebarannya yang secara lisan, dalam obrolan langsung si pembicara jarang mengucapkan semua maksudnya secara lengkap karena pasti bisa dimengerti oleh lawan bicaranya dengan dibantu isyarat dari pembicara. Hasil penelitian pelesapan kalimat ini dapat dipakai untuk bahan pengajaran menulis sisindiran. AbstractThe background of this study is because of the reality that sisindiran consists of sentence. Sisindiran sentences is a compound sentence and there are deletion elements. This study aimed to describe deletion elements and the type of deletion contained in sisindiran sentence and its use in learning. This study used a descriptive method with documentation study techniques to collect data. A data analyzed with direct element analysis. Data  sourced in Dedy Windyagiri’s book, Sisindiran jeung Wawangsalan Anyar. The findings show there are two things, deletion elements and type of deletion elements. Deletion elements are: 1) single deletion are include deletion S, P, O, and Konj.. element; 2) plural deletion are include S+P, S+O, S+K, S+Pel., S+Konj., O+Konj., S+P+Konj., S+O+Konj., dan S+Pel.+Konj. elements. Deletion type based on the process that found are 1) textual deletion; 2) situational deletion; and 3) structural deletion. Situational deletion and subject deletion elements are the most found. That is related to the way they are spread orally. Results of this study is can be used for writing study material.
Co-Authors , R.Didi Djadjuli A Rustamsyah A Rustamsyah, A ADE SUTISNA, ADE Afifah Rahmawati Agus Suherman Ahmad Juliarso AI PARIDAH, AI Ainun Nadhifah, Ainun Alaida Maharani, Nazwa Andika Putra, Hanif Akbar Ardi Rustamsyah Ardi Rustamsyah Ayu Puspitasari, Annisya Dyah Ayuni, Rhea A’dhawiah, Ira Robbaitul Baharsyah, Sang Balakosa, Zhafif Belliny Manullang, Tryastuti Irawati Citra Ratu Pelangi Citra Ratu Pelangi, Citra Ratu Dadan Rohdiana Dadang Sunendar Danan Darajat Dea Widiari, Ni Kadek Dede Farhan Mubarok Dede Kosasih Dedi Koswara Deni Abdul Ghoni Dhani Rahman, Mahendra Rama Dharmawan, Aliefki Pradithya Dicki Bakhtiar Purkon Dingding Haerudin Dwi Lisyana Aufa Rahmadhia Eet Saeful Hidayat Elvi Trinovani, Elvi Faizah Min Fadhlillah Fatimah, Cucu Fitriah, Nurul Aeni Ghoni, Deni Abdul Haq, Razzan Dhiya Ul Hendrayana, Dian Herawati, Auliana Herdiana, Irfan Herlina, Yeni Hermawan Hermawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hidayat, Neng Tanti Septiani Hotimah, Alni Khusnul I Gusti Bagus Wiksuana Imas Diana Aprilia Iskandar, Muhammad ISKANDARWASSID ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID Isti Agnia Lutfiah Isti Agnia Lutfiah, Isti Agnia Kusumah, Raden Minda Lina Marliani Maigoda, Tonny Cortis Maria Immaculata Iwo Maryanika, Leni Mimin Kusmiyati, Mimin Mohammad Roseno Mulyani, Noni Nainggolan, Aurelya Veny Kurnia Nia Kurniasih nia kurniasih Ningsih, Padmasari Diah Ayu Kumala Noni Mulyani Nonong Rowiyah Novelia, Chelsy Nugraha, Triya Nunuy Nurjanah Nurhadi, Jatmika Nurhuda, Denny Adrian Nursolah, Mila Nurwansah, Illam O. SOLEHUDIN, O. Pratama, Krisna Setya Prawira, Naufal Lukita Putri, Shafa Shafira Adinda Rabiussani, Rani Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa Rahmah, Firda Aulia Rahman Rahmatuloh, Gani Raihan Fadhilah, Sania Rama Kurnia Santosa Retty Isnendes Rhamadianto, Muhamad Iqbal Riky Taufik Afif Rila Muspita Roseno, Mohammad Rostika Srihilmawati RUHALIAH Dr., RUHALIAH Salma Atsriya Setiani Sandiansyah, Sandri Sandya, Cathleen Setiani, Puspa Endah Shakina, Intan Nazla SISKA PERTIWI, SISKA SITI MARYAM MAULIDA, SITI MARYAM Soemardji, Adreanus Andaja Sofia, Poppy Sofyan, I Wahyudi Sondari, Dea Srihilmawati, Rostika Srinati, Ine Sufa, Hafizah Ilmi Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Tanika Miatul Hadid Temmy Widyastuti Temmy Widyastuti TIANAWATI, YANTI Tri Agustini Gandaresmi Tri Indri Hardini Tri Widyastuti Tryastuti Irawati Belliny Manullang Usep Kuswari Wafi, Abdurrahman Widyastiwi Widyastiwi Wikramaditya, I Made Phalguna Winci Firdaus Wiwin Setiawati Wulandari, Sri Rizki YANTI TIANAWATI Yogi Yogaswara Yosa Fiandra Yulianeta Zahra Anggraeni Zaini Ramdhan Zuhdi, Hafidz Ali