p-Index From 2021 - 2026
8.934
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Sosiohumaniora Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) BAHASA DAN SASTRA Jurnal Penelitian Pendidikan LOKABASA Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas Jurnal Sains Teh dan Kina Journal Of Vocational Health Studies EDUCARE Tawarikh : Journal of Historical Studies Jurnal SOLMA Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior Media Karya Kesehatan Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Kalatanda : Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Seni Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Komitmen : Jurnal Ilmiah Manajemen eProceedings of Art & Design DIMASATRA MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan International Journal of Multidisciplinary Sciences Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda International Journal of Language and Culture
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Penggunaan Bahasa Sunda Baku di Daerah Majalengka dan Ciamis Rama Kurnia Santosa; Tri Indri Hardini; Dadang Sunendar; Yulianeta Yulianeta; Yayat Sudaryat; Hernawan Hernawan
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.49694

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk menjelaskan perbandingan penggunaan bahasa Sunda di daerah Ciamis dan Majalengka, Jawa Barat. Sebagai sebuah fenomena bahasa, bahasa Sunda memiliki kekhasan yang berbeda di setiap daerahnya. Meski begitu, bahasa Sunda hanya memiliki satu bahasa lulugu yang dirancang sebagai alat komunikasi antar banyak penutur berbeda. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik angket, yaitu menyebarkan angket ke 39 mahasiswa UPI yang berasal dari daerah Majalengka dan Ciamis. Hasil penelitian ini, menjelaskan penutur bahasa Sunda di daerah Ciamis dan Majalengka ternyata masih menggunakan bahasa Sunda lulugu di dalam situasi dan kondisi tertentu; lalu ditemukannya beberapa kosakata yang sama namun maknanya berbeda (homonim) dengan bahasa Sunda lulugu pada umumnya.
Kedwibahasaan dan Diglosia dalam Pembelajaran Bahasa Sunda di SMA Kota Bandung Deni Abdul Ghoni; Tri Indri Hardini; Dadang Sunendar; Yulianeta Yulianeta; Yayat Sudaryat; Hernawan Hernawan
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.55719

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kontak masyarakat Kota Bandung dengan masyarakat luar yang menyebabkan masyarakatnya bilingual, bahkan multilingual, termasuk pelajarnya di lingkungan sekolah yang kemudian memengaruhi timbulnya fenomena kedwibahasaan dan diglosia dalam pembelajaran bahasa termasuk bahasa Sunda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kedwibahasaan dan diglosia terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Sunda di SMA Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik survei angket dan wawancara. Sumber data dijaring sebanyak 129 responden siswa SMA di Kota Bandung dan 3 orang guru pelajaran bahasa Sunda. Hasilnya menunjukan bahwa kedwibahasaan dan diglosia berperan dalam menentukan bahan ajar, memilih metode ajar, serta dalam mempertegas materi yang kurang dipahami dengan data bahwa 84% siswa lebih mengerti ketika guru menjelaskan menggunakan bahasa Sunda-Indonesia untuk mempertegas materi.
PERANCANGANSTORYBOOK SEJARAH HUTAN MATI PAPANDAYAN Dwi Lisyana Aufa Rahmadhia; Yayat Sudaryat; Riky Taufik Afif
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.4086

Abstract

Erupsi Gunung Papandayan tahun 1772 merupakan sebuah bencana alam yang sangat besar. Sebanyak 40 desa dan 2.951 jiwa menjadi korban. Tak hanya itu, erupsi juga menghanguskan ratusan pohon di sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Hutan Mati. Walaupun terlihat suram, keunikan Hutan Mati menjadikannya salah satu wisata alam yang menarik untuk dikunjungi oleh para pendaki Gunung Papandayan. Untuk memperkenalkan Hutan Mati kepada anak-anak, dibuat perancangan yang ditampilkan dalam media storybook. Karakter dalam cerita dirancang sesuai dengan data terkait Hutan Mati, dengan memperhatikan unsur fisiologi, psikologis, dan sosiologis. Penggabungan genre fiksi sejarahdengan fantasi membuat cerita menjadi informatif dan menarik, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik. Hasil dari perancangan ini adalah storybook yang menggambarkan sejarah terbentuknya Hutan Mati. Melalui perancangan ini, diharapkan anak-anak dapat mengenal dan ikut menjaga keindahan alam yang terdapat disekitar kita. Kata Kunci: Gunung Papandayan, ilustrasi karakter, Storybook, Wisata Hutan Mati.
Kajian Etnopedagogi pada Kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut YANTI TIANAWATI; Dedi Koswara; Yayat Sudaryat
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut.
Antioxidant activity of ten grades of Indonesia black tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) liquor Yayat Sudaryat; Mimin Kusmiyati; Citra Ratu Pelangi; A Rustamsyah; Dadan Rohdiana
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.70

Abstract

Tea is one kind of plant that is popular as a beverage. These plants contain antioxidant potential of flavonoids derived from polyphenol compounds. The research aimed to examine the antioxidant activity and to determine the con-tent of total phenols and total flavonoids from ten grades of Indonesian black tea liqour. Antioxidant activity was measured by the method of free radical scavenging by DPPH, total phenol content measured by Follin-Ciocalteu method, and total flavonoid content was measured by the method of AlCl3. The results of this research showed that The highest total phenol content contained in Dust III with 225,80 mgGAE/100 g and the lowest content is BTL with 111,26 mgGAE/100 g. The test results showed that BBL has the highest total flavonoid content with 0,151 mg/g, while the lowest is BTL flavonoid with 0,086 mg/g. Meanwhile the highest antioxidant activity of ten grade of Indonesian black tea infusion obtained by Dust I, with IC50 97,00 μg/ml. Meanwhile the lowest antioxidant activity with IC50 178,56 μg/ml was obtained by BTL.
Antioxidant activity, phenol total, and flavonoid total of green tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) from three West Java tea estate Mimin Kusmiyati; Yayat Sudaryat; Isti Agnia Lutfiah; Ardi Rustamsyah; Dadan Rohdiana
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.71

Abstract

Green tea has bioactive component, it is polyphenol which has strong antioxidant. As the largest component of polyphenol, flavonoid is very effective as an antioxidant. The purpose of this study was to determine antioxidant activity, phenol total and flavonoid total in green tea from three different estates, they were Cikajang Kab. Garut, Taraju Kab. Tasikmalaya, and Ciwidey Kab. Bandung. The results of this study show that seven samples have good antioxidant activity, but green tea which came from Cikajang (P-IRT No. 810320501698) has the highest IC50 grade it was 21,44 μg/ml. Beside that samples from Cikajang (P-IRT No. 810320501698) has highest total phenol content it was 334,68± SD 0,89/100 g samples and also has the highest total flavonoid it was 0,34 mg Kuersetin/g samples ± SD 0,21. On the contrary, green tea which has the lowest IC50 grade came from Taraju, the grade was 28,03 μg/ml, the samples has the lowest total phenol content it was 208,91± SD 4,47 mgGAE/100 g, and also has the lowest total flavonoid it was 0,207 mg Kuersetin/g samples ± SD 0,00.
Counseling Independent Curriculum for Middle School Sundanese Language Teachers in Bandung City Nunuy Nurjanah; Yayat Sudaryat; Rostika Srihilmawati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i4.4166

Abstract

Participants in the Implementation of the Service Program are junior high school teachers in the Bandung City Education Office Area. The number of participants who attended online was approximately 100 people while those offline were 10 people. Counseling is related to six things: (1) Independent Curriculum; (2) Sundanese Local Content Subjects; (3) Sundanese Language Learning Foundation; (4) Learning Outcomes of Sundanese Language Subjects; (5) Flow of Learning Objectives; (6) Teaching Module. The steps for implementing the service consist of (1) the preparation stage which includes initial observations, (2) the implementation stage which includes the entire series of extension activities and (3) the evaluation stage, relating to the participants, time and service material (including the overall counseling implementation report). The results of the service program in the form of counseling are based on the results of the pretest and posttest carried out for PKM participants.
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN “MERDEKA BELAJAR” BAGI GURU BAHASA SUNDA DI KOTA SUKABUMI Ruhaliah, Ruhaliah; Sudaryat, Yayat; Isnendes, Retty; Hendrayana, Dian
Dimasatra Vol 1, No 1 (2020): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.948 KB) | DOI: 10.17509/dm.v1i1.30157

Abstract

Program Merdeka Belajar merupakan program baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, karena itu harus dilakukan sosialisasi termasuk yang berkaitan dengan bidang studi Bahasa Sunda. Selain itu, adanya pandemik sejak bulan Maret 2020 ini menyebabkan guru harus kreatif agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung tetapi tidak menjadi beban berat bagi semua pihak. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru-guru bahasa Sunda di Kota Sukabumi dalam menyusun perangkat pembelajaran “Merdeka Belajar” dan memadukan dengan situasi pandemi. Pesertanya adalah guru-guru bahasa Sunda jenjang SMP dan SMA di Kota Sukabumi. Kegiatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan pelatihan untuk mempersiapkan guru-guru bahasa Sunda dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Selain itu, adanya pandemi saat ini menyebabkan banyak perubahan dalam proses pembelajaran. Kota Sukabumi dipilih sebagai tempat pelatihan dikarenakan potensi akan perubahan yang cepat dan belum ada pelatihan yang sama sebelumnya, sehingga guru bahasa Sunda di sana harus lebih dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan ini. Pelatihan ini menuntut peningkatan keterampilan guru dalam menyusun perangkat “Merdeka Belajar” dengan tetap menyesuaikan dengan tuntutan dari kurikulum 2013 revisi 2017. Guru juga dipersiapkan untuk Menyusun perangkat pembelajaran dengan memanfaatkan micro learning agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Kegiatan dilakukan dengan tatap muka serta dilanjutkan dengan webinar
PENYULUHAN KURIKULUM MERDEKA DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA BAGI GURU-GURU SMP DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG Nurjanah, Nunuy; Sudaryat, Yayat; Haerudin, Dingding; Koswara, Dedi; Kuswari, Usep; Kosasih, Dede; Ruhaliah, Ruhaliah
Dimasatra Vol 3, No 1 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.795 KB) | DOI: 10.17509/dm.v3i1.55263

Abstract

Tulisan dengan judul Pembelajaran Paradigma Baru dalam Mulok Bahasa Daerah berkaitan dengan enam hal: (1) Kurikulum Merdeka; (2) Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Sunda; (3) Landasan Pembelajaran Bahasa Sunda; (4) Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Sunda; (5) Alur Tujuan Pembelajaran; (6) Modul Ajar. Tulisan ini memuat informasi awal mengenai perangkat ajar mata pelajaran bahasa Sunda sebagai bagian dari Kurikulum Operasional Sekolah (KOS), mengingat perangkat ajar Mapel Mulok Bahasa Sunda tidak disediakan oleh pemerintah, tetapi harus disusun sendiri di daerah, terutama pada satuan pendidikan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dalam rangka mengembangkan pembelajaran bahasa Sunda di Jawa Barat.
PERANCANGANSTORYBOOK SEJARAH HUTAN MATI PAPANDAYAN Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa; Sudaryat, Yayat; Afif, Riky Taufik
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.4086

Abstract

Erupsi Gunung Papandayan tahun 1772 merupakan sebuah bencana alam yang sangat besar. Sebanyak 40 desa dan 2.951 jiwa menjadi korban. Tak hanya itu, erupsi juga menghanguskan ratusan pohon di sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Hutan Mati. Walaupun terlihat suram, keunikan Hutan Mati menjadikannya salah satu wisata alam yang menarik untuk dikunjungi oleh para pendaki Gunung Papandayan. Untuk memperkenalkan Hutan Mati kepada anak-anak, dibuat perancangan yang ditampilkan dalam media storybook. Karakter dalam cerita dirancang sesuai dengan data terkait Hutan Mati, dengan memperhatikan unsur fisiologi, psikologis, dan sosiologis. Penggabungan genre fiksi sejarahdengan fantasi membuat cerita menjadi informatif dan menarik, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik. Hasil dari perancangan ini adalah storybook yang menggambarkan sejarah terbentuknya Hutan Mati. Melalui perancangan ini, diharapkan anak-anak dapat mengenal dan ikut menjaga keindahan alam yang terdapat disekitar kita. Kata Kunci: Gunung Papandayan, ilustrasi karakter, Storybook, Wisata Hutan Mati.
Co-Authors , R.Didi Djadjuli A Rustamsyah A Rustamsyah, A ADE SUTISNA, ADE Afifah Rahmawati Agus Suherman Ahmad Juliarso AI PARIDAH, AI Ainun Nadhifah, Ainun Alaida Maharani, Nazwa Alamsyah, Zulfikar Ammirulhaz, Moch Dhymas Andika Putra, Hanif Akbar Ardi Rustamsyah Ardi Rustamsyah Ardy Aprilian Anwar Ayu Puspitasari, Annisya Dyah Ayuni, Rhea A’dhawiah, Ira Robbaitul Baharsyah, Sang Balakosa, Zhafif Belliny Manullang, Tryastuti Irawati Citra Ratu Pelangi Citra Ratu Pelangi, Citra Ratu Dadan Rohdiana Dadang Sunendar Danan Darajat Dea Widiari, Ni Kadek Dede Farhan Mubarok Dede Kosasih Dedi Koswara Deni Abdul Ghoni Dhani Rahman, Mahendra Rama Dharmawan, Aliefki Pradithya Dicki Bakhtiar Purkon Dingding Haerudin Dwi Lisyana Aufa Rahmadhia Eet Saeful Hidayat Elvi Trinovani, Elvi Faizah Min Fadhlillah Fatimah, Cucu Fitriah, Nurul Aeni Ghoni, Deni Abdul Haq, Razzan Dhiya Ul Haris Santosa Nugraha Hendrayana, Dian Herawati, Auliana Herdiana, Irfan Herlina, Yeni Hermawan Hermawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hidayat, Neng Tanti Septiani Hotimah, Alni Khusnul I Gusti Bagus Wiksuana Imas Diana Aprilia Iskandar, Muhammad ISKANDARWASSID ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID Isti Agnia Lutfiah Isti Agnia Lutfiah, Isti Agnia Kusumah, Raden Minda Lina Marliani Maigoda, Tonny Cortis Maria Immaculata Iwo Maryanika, Leni Mimin Kusmiyati, Mimin Mohammad Roseno Mulyani, Noni Nainggolan, Aurelya Veny Kurnia Nia Kurniasih nia kurniasih Ningsih, Padmasari Diah Ayu Kumala Noni Mulyani Nonong Rowiyah Novelia, Chelsy Nugraha, Triya Nunuy Nurjanah Nurhadi, Jatmika Nurhuda, Denny Adrian Nursolah, Mila Nurwansah, Illam O. SOLEHUDIN, O. Pratama, Krisna Setya Prawira, Naufal Lukita Putra, Putu Raka Setya Putri, Shafa Shafira Adinda Rabiussani, Rani Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa Rahmah, Firda Aulia Rahman Rahmatuloh, Gani Raihan Fadhilah, Sania Rama Kurnia Santosa Retty Isnendes Rhamadianto, Muhamad Iqbal Riky Taufik Afif Rila Muspita Roseno, Mohammad Rostika Srihilmawati RUHALIAH Dr., RUHALIAH Sabarudin, Yudistira Fitra Sabarudin Salma Atsriya Setiani Sandiansyah, Sandri Sandya, Cathleen Setiani, Puspa Endah Shakina, Intan Nazla SISKA PERTIWI, SISKA SITI MARYAM MAULIDA, SITI MARYAM Soemardji, Adreanus Andaja Sofia, Poppy Sofyan, I Wahyudi Sondari, Dea Srihilmawati, Rostika Srinati, Ine Sufa, Hafizah Ilmi Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Tanika Miatul Hadid Temmy Widyastuti Temmy Widyastuti TIANAWATI, YANTI Tri Agustini Gandaresmi Tri Indri Hardini Tri Widyastuti Tryastuti Irawati Belliny Manullang Usep Kuswari Usep Kuswari Wafi, Abdurrahman Widyastiwi Widyastiwi Wikramaditya, I Made Phalguna Winci Firdaus Wiwin Setiawati Wulandari, Sri Rizki YANTI TIANAWATI Yogi Yogaswara Yosa Fiandra Yulianeta Zahra Anggraeni Zaini Ramdhan Zuhdi, Hafidz Ali