p-Index From 2021 - 2026
9.569
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Sosiohumaniora Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) BAHASA DAN SASTRA Jurnal Penelitian Pendidikan LOKABASA Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas Jurnal Sains Teh dan Kina Journal Of Vocational Health Studies EDUCARE Tawarikh : Journal of Historical Studies Jurnal SOLMA Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior Media Karya Kesehatan Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Kalatanda : Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Seni Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Komitmen : Jurnal Ilmiah Manajemen eProceedings of Art & Design DIMASATRA MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan International Journal of Multidisciplinary Sciences Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda International Journal of Language and Culture Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Character Education Values in the Lyrics Of “Cangkurileung” Songs by Mang Koko Sofyan, I Wahyudi; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i2.15

Abstract

Mang Koko is a second-generation artist after Raden Machyar Anggakoesoemadinata, who was involved in the history of Sundanese traditional music (karawitan) development in the 20th century. He created hundreds of traditional Sundanese songs that remain popular and cherished by the Sundanese community today. Due to his creativity and the diversity of his works, he is recognized as a reformer in Sundanese traditional music. Besides being skilled in arranging songs, Mang Koko was adept at composing lyrics. One of his works is compiled in the Cangkurileung Volumes 1–3 songbook series. This paper aims to explore and reveal the values of character education embedded in the lyrics of these songs. The method used is descriptive, employing literature review techniques. The results indicate that the lyrics of Cangkurileung contain character education values that serve as guidelines for both the present and the future.
Kajian Etnopedagogi pada Kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut TIANAWATI, YANTI; Koswara, Dedi; Sudaryat, Yayat
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut.
Tindak tutur ilokusi dalam novel Budak Teuneung karya Samsoedi (kajian pragmatik) Hidayat, Neng Tanti Septiani; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.76317

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas lebih dalam mengenai tindak tutur ilokusi, fungsi tindak tutur ilokusi, serta sipat dan wujud ucapan yang ada dalam novel Budak Teuneung karya Samsoedi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik kajian pustaka yang diolah dengan teknik analisis unsur langsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kartu data. Hasil dalam penelitian ini terdapat 91 data yang termasuk ke dalam tindak tutur ilokusi, yang seterusnya dibagi-bagi lagi berdasarkan fungsi, sipat dan wujud ucapan. Ada lima fungsi tindak tutur ilokusi yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif dan deklaratif. Berdasarkan sipatnya, tindak tutur ilokusi terbagi jadi dua yaitu omongan langsung dan omongan tidak langsung. Sedangkan berdasarkan wujudnya, tindak tutur ilokusi terbagi menjadi dua yaitu literal dan tan-literal.AbstractThe aim of this research is to discuss more deeply about illocutionary speech acts, the function of illocutionary speech acts, as well as the nature and from of speech in the novel "Budak Teuneung" by Samsoedi. This research uses descriptive qualitative. The data collected used literature review techniques which were processed using direct elemental analysis techniques. The instrument used in this research is a data card. The results of this research contained 91 data which were included in illocutionary speech acts, which were further divided based on function, nature and form of speech. There are five functions of illocutionary speech acts, namely assertive, directive, expressive, commisive and declarative. Based on their their nature, illocutionary speech acts are divided into two, namely direct speech and indirect speech. Meanwhile, based on their from, illocutionary speech acts are divided into two, namely literal and tan-literal.
Pengaruh Tindak Tutur Direktif terhadap Psikologis Anak dalam Video TikTok #Dediphobia: Analisis Psikopragmatik Alaida Maharani, Nazwa; Yayat Sudaryat; Temmy Widyastuti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif dalam fenomena viral #Dediphobia di TikTok yang dipopulerkan oleh Dedi Mulyadi serta dampaknya terhadap kondisi psikologis anak. Kajian ini menyoroti bentuk tindak tutur direktif yang muncul, mekanisme interpretasi anak terhadap tuturan tersebut, serta pengaruhnya terhadap aspek emosional, perilaku, dan kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sumber data utama berupa video bertagar #Dediphobia dari akun resmi Dedi Mulyadi dan beberapa akun pengguna lain, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur mengenai tindak tutur direktif, psikopragmatik, dan teori psikososial Erikson yang menjelaskan dinamika pembentukan identitas dan kontrol diri anak. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan klasifikasi direktif Searle, kajian psikopragmatik atas persepsi anak, serta interpretasi fenomenologis terhadap pengalaman subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dalam fenomena #Dediphobia meliputi perintah, larangan, ajakan, peringatan, izin, dan penegasan komitmen. Strategi komunikasi menonjolkan figur otoritas dan afeksi untuk memperkuat daya persuasif tuturan. Fenomena ini berpengaruh terhadap pembentukan rasa takut, kepatuhan, identitas sosial, dan kontrol diri anak.
Pendampingan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dalam Penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik–Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) di Kota Bandung Widyastiwi, Widyastiwi; Roseno, Mohammad; Sudaryat, Yayat
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.7769

Abstract

Pendahuluan: Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) wajib menerapkan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB-IRT) dalam kegiatan produksinya. Rendahnya penerapan CPPB-IRT dikhawatirkan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan sehingga pangan yang dihasilkan kurang terjamin mutu, kelayakan dan keamanan bagi kesehatan. Pendampingan IRTP bertujuan untuk meningkatkan penerapan CPPB-IRT sehingga dapat memenuhi level CPPB-IRT yang memenuhi persyaratan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Metode: Pendampingan dilakukan pada dua mitra IRTP di Kota Bandung dengan level CPPB-IRT rendah dengan mempertimbangkan resiko bahaya terjadinya cemaran pangan. Dilakukan observasi awal penerapan CPPB-IRT dengan format standar BPOM untuk menentukan level penerapan CPPB-IRT, kemudian dilakukan pelatihan dan pendampingan dalam perbaikan penyimpangan CPPB-IRT. Pendampingan dilakukan sampai kedua mitra mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Hasil: Pada observasi awal level penerapan CPPB-IRT menunjukkan bahwa kedua mitra memiliki level penerapan IV, yang merupakan level paling rendah. Setelah dilakukan proses pelatihan dan pendampingan, didapatkan perbaikan pada bangunan dan fasilitas, higienitas dan sanitasi karyawan, penyimpanan bahan baku dan bahan jadi, alur produksi, serta pelabelan pangan. Hasil pemeriksaan akhir menunjukkan adanya peningkatan level penerapan CPPB-IRT dari level IV menjadi level I. Kedua mitra juga telah mendapatkan SPP-IRT. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan IRTP berkontribusi pada peningkatan level penerapan CPPB-IRT kedua mitra dan penerbitan SPP-IRT atas produk pangan yang diproduksinya.
Pelatihan Teknik Stroboskopik untuk Komunitas Fotografi Snaphot Kabupaten Bandung: Mendokumentasikan Tari Tradisi dalam Mengangkat Budaya Lokal Fiandra, Yosa; Setya Putra, Putu Raka; Sudaryat, Yayat
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i2.15829

Abstract

Teknik pencahayaan stroboskopik dalam fotografi memungkinkan perekaman gerakan berulang kali dalam satu frame sehingga menampilkan ritme serta pola gerakan yang lebih dinamis. Teknik ini sangat berguna untuk mencatat gerakan tarian, terutama tarian tradisional yang memiliki banyak ekspresi, pola, dan ritme gerakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan setiap individu dari komunitas fotografi dapat menguasai teknik stroboskopik untuk membuat dokumentasi budaya tradisional, terutama seni tari, menjadi lebih baik. Pelatihan ini akan mencakup pengenalan lengkap semua teori dasar pencahayaan strobo fotografi, praktik langsung cara memotret dengan berbagai pengaturan strobo, dan evaluasi dari setiap karya peserta. Empat puluh tiga peserta diajarkan cara menghitung frekuensi dan durasi pencahayaan serta eksposur yang dipergunakan. Selain itu, mereka belajar menyinkronkan teknologi kamera dan flash lighting dengan gerakan penari, untuk dapat menghasilkan gambar yang indah serta representasi pola gerakan yang lebih jelas. Setelah kegiatan ini selesai, para peserta akan lebih memahami dalam cara proses pemotretan dinamika gerakan tari menggunakan metode pencahayaan artificial light  karena metode ini mampu menampilkan karya foto gerakan penari secara jelas dalam 3-5 fase gerakan dalam satu frame. Indikator dari pemahaman ini adalah mampu menghasilkan gambar dengan menggunakan teknik stroboskopik yang dipresentasikan pada saat preview karya. Pelatihan ini sangat penting karena dapat meningkatkan pemahaman setiap peserta tentang fotografi gerak secara teknis fotografi dan pengaplikasian pada saat proses pemotretan. Melalui pelatihan ini peserta meningkatkan keahlian untuk menvisualkan seni tari tradisional melalui medium karya visual fotografi. Teknik fotografi stroboskopik ini dapat menampilkan bentuk visual dua dimensi yang lebih menarik dan bermanfaat untuk mendokumentasikan budaya serta menjaga dan meningkatkan citra seni budaya indonesia. The stroboscopic lighting technique in photography allows for repeated motion recording in a single frame, thus displaying rhythms and more dynamic movement patterns. This technique is highly essential for recording dance movements, especially traditional dances that have a lot of expression, patterns, and rhythms of movements. This activity aims to improve the individual skill of the photography community, particularly developing stroboscopic technique in order to be more capable of capturing dance. This training involved a complete introduction to all the basic theories of photographic strobe lighting, hands-on practice of how to shoot with various strobe settings, and evaluation of each participant's work. Forty-three participants participated in mastering how to calculate the frequency and duration of exposure and synchronize the camera with flash lighting during shooting the dancers' movements. The result indicates that the participants achieve higher understanding of the process of shooting the dynamics of dance movements using the artificial light lighting method, which is able to display the dancer's movement photos clearly in 3-5 movement phases in one frame. The indicator of this understanding is being able to produce images using stroboscopic techniques presented at the time of the preview of the work. This activity is highly essential as it can increase each participant's understanding of motion photography technically and its application during the shooting process. Through this program, participants are able to improve their skills in visualizing traditional dance through photography. This stroboscopic photography technique can display a more attractiv two-dimensional visual form, maintain, and improve the image of Indonesian cultural art.
Apakah Kita Benar-benar Menghidupi Sila Kemanusiaan? Menafsir Nilai Humanis Ungkapan Tradisional Sunda Sudaryat, Yayat; Widyastuti, Temmy; Hernawan, Hernawan; Kosasih, Dede; Alamsyah, Zulfikar
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.91641

Abstract

Nilai kemanusiaan dalam budaya Sunda tidak hanya diwariskan melalui ajaran formal, tetapi juga melalui ungkapan tradisional yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat. Ungkapan-ungkapan tersebut merefleksikan nilai humanisme yang sejalan dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai humanisme serta kearifan lokal Sunda yang terkandung dalam ungkapan tradisional Sunda dengan merujuk pada nilai moral sila kedua Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data penelitian berupa ungkapan tradisional Sunda yang diperoleh dari sumber tertulis, seperti buku peribahasa Sunda, kamus budaya, dan naskah budaya, serta sumber lisan melalui wawancara dengan informan budayawan dan tokoh masyarakat Sunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan makna filosofis ungkapan. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional Sunda secara dominan merepresentasikan nilai kemanusiaan berupa keadilan sosial, kesetaraan martabat manusia, empati dan cinta kasih (silih asih), pengembangan potensi diri (silih asah), serta tanggung jawab sosial dan kepedulian (silih asuh), yang selaras dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Sunda berfungsi sebagai medium internalisasi nilai Pancasila yang kontekstual dan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya dalam pembelajaran Pancasila, bahasa, dan budaya Sunda, serta sebagai rujukan dalam pelestarian nilai-nilai humanisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Desain Model Asesmen Pembelajaran Dongeng Berbasis Tradisi Lisan Sunda Sabarudin, Yudistira Fitra Sabarudin; Usep Kuswari; Haris Santosa Nugraha; Nunuy Nurjanah; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7830

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah dan merancang sebuah model asesmen pembelajaran dongeng berbasis tradisi lisan Sunda, asesmen berfungsi sebagai pengukur, pengevaluasi, dan penelaahan kebutuhan suatu pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu perancangan model awal asesmen lisan berbasis tradisi dongeng Sunda untuk siswa pada tahapan Fase D. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sumber data meruapakan buku-buku, dokumen perencanaan asesmen fase D, dan validasi-validasi dari para ahli dan pengajar senior. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi kesimpulan. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah rancangan mode awal asesmen lisan berbasis tradisi dongeng Sunda di fase D, adapun bentuk dari rancangan modelnya adalah asesmen yang berupa praktik dengan keaktifan siswa, penelitian ini dapat digunakan untuk perancangan model asesmen atau model pembelajaran yang berbasis tradisi daerah.
Tindak Tutur Komisif dan Konstruksi Citra Politik dalam Spanduk Kampanye Berbahasa Sunda di Kota Bandung Tahun 2024 Ammirulhaz, Moch Dhymas; Sudaryat, Yayat; Widyastuti, Temmy
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v13i3.133761

Abstract

This study aims to describe the form and meaning of commissive speech acts in Sundanese political campaign banners during the 2024 general and regional elections in Bandung. A qualitative descriptive approach was used, employing data in the form of banner and billboard texts collected through documentation during the campaign period. The data were analyzed using Searle and Sudaryat's speech act framework, focusing on the types of commissives (promises, offers, commitments, and support) as well as direct–indirect and literal–nonliteral forms. The results show that the dominant commissive speech acts are direct literal forms used to convey political promises explicitly and in a way that is easily understood by voters. These findings confirm the role of banners as a strategic political communication medium in building the image of candidates and influencing voter perceptions, while also enriching the study of political pragmatics in the Sundanese cultural context. Unlike previous studies that generally highlight directive or expressive speech acts in campaign media, this study confirms the dominance of direct literal commissive strategies in Sundanese-language banners and shows that the choice of explicit speech acts plays an important role in building the candidate's image of honesty and cultural closeness in the eyes of voters.
Pelatihan Produksi Audio di Sekolah MI Asy Syifa Baleendah untuk Menunjang Kreativitas Anwar, Ardy Aprilian; Fiandra, Yosa; Sudaryat, Yayat
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i1.5683

Abstract

Kreativitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertunjukan seni. Secara garis besar, seni dibagi ke dalam rupa, musik, tari, dan drama. Saat melakukan perayaan, baik, kelulusan maupun kenaikan tingkat di sekolah, tidak jarang mereka mengadakan sebuah acara perayaan dalam satu hari. Berbagai jenis perlombaan diadakan dan dipertandingkan, serta berbagai pertunjukan kesenian dipertontonkan secara terbuka. Pertunjukan kesenian berupa penampilan grup musik, bernyanyi solo, tari-tarian, ansambel musik, drama musikal atau biasa disebut kabaret, dan lainnya. Untuk penampilan terbaik, tentunya mereka akan melakukan persiapan-persiapan khusus. Rangkaian persiapan terdiri dari menentukan jenis seni, menentukan para pelaku yang terlibat, menentukan konsep dan tema pertunjukan, produksi konten, latihan, hingga geladi resik. Namun, sayangnya masih ada beberapa penyelenggara yang masih menggunakan tenaga bantuan dari luar dengan alasan tidak memiliki pengetahuan pada bidang terkait. Misalnya saat membuat musik iringan nyanyi, musik iringan tari, hingga audio untuk pertunjukan kabaret dengan kerumitan yang lebih kompleks. Audio untuk pertunjukan kabaret memerlukan kecakapan dalam hal tata olah suara dengan perangkat yang tidak secara umum dimiliki pihak sekolah, terutama tingkat pendidikan dasar. Dalam program Pengabdian pada Masyarakat, kami berinisiatif untuk membagi pengalaman, memberikan pemahaman, dan melatih sumber daya manusia yang ada tentang produksi audio untuk kabaret. Capaiannya adalah guru-guru lebih produktif serta mandiri dalam mengolah bahan-bahan untuk pertunjukan kesenian yang mereka adakan di sekolah.
Co-Authors , R.Didi Djadjuli A Rustamsyah A Rustamsyah, A ADE SUTISNA, ADE Afifah Rahmawati Agus Suherman Ahmad Juliarso AI PARIDAH, AI Ainun Nadhifah, Ainun Alaida Maharani, Nazwa Alamsyah, Zulfikar Ammirulhaz, Moch Dhymas Andika Putra, Hanif Akbar Ardi Rustamsyah Ardi Rustamsyah Ardy Aprilian Anwar Ayu Puspitasari, Annisya Dyah Ayuni, Rhea A’dhawiah, Ira Robbaitul Baharsyah, Sang Balakosa, Zhafif Belliny Manullang, Tryastuti Irawati Citra Ratu Pelangi Citra Ratu Pelangi, Citra Ratu Dadan Rohdiana Dadang Sunendar Danan Darajat Dea Widiari, Ni Kadek Dede Farhan Mubarok Dede Kosasih Dedi Koswara Deni Abdul Ghoni Dhani Rahman, Mahendra Rama Dharmawan, Aliefki Pradithya Dicki Bakhtiar Purkon Dingding Haerudin Dwi Lisyana Aufa Rahmadhia Eet Saeful Hidayat Elvi Trinovani, Elvi Faizah Min Fadhlillah Fatimah, Cucu Fitriah, Nurul Aeni Ghoni, Deni Abdul Haq, Razzan Dhiya Ul Haris Santosa Nugraha Hendrayana, Dian Herawati, Auliana Herdiana, Irfan Herlina, Yeni Hermawan Hermawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hidayat, Neng Tanti Septiani Hotimah, Alni Khusnul I Gusti Bagus Wiksuana Imas Diana Aprilia Iskandar, Muhammad ISKANDARWASSID ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID Isti Agnia Lutfiah Isti Agnia Lutfiah, Isti Agnia Kusumah, Raden Minda Lavinia Marchela Prabawati Lina Marliani Maigoda, Tonny Cortis Maria Immaculata Iwo Maryanika, Leni Mimin Kusmiyati, Mimin Mohammad Roseno Mulyani, Noni Nainggolan, Aurelya Veny Kurnia Nia Kurniasih nia kurniasih Ningsih, Padmasari Diah Ayu Kumala Noni Mulyani Nonong Rowiyah Novelia, Chelsy Nugraha, Triya Nunuy Nurjanah Nurhadi, Jatmika Nurhuda, Denny Adrian Nursolah, Mila Nurwansah, Illam O. SOLEHUDIN, O. Pratama, Krisna Setya Prawira, Naufal Lukita Putra, Putu Raka Setya Putri Fathiyyah Firmanda Riza Putri, Shafa Shafira Adinda Rabiussani, Rani Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa Rahmah, Firda Aulia Rahman Rahmatuloh, Gani Raihan Akbar Raihan Fadhilah, Sania Rama Kurnia Santosa Retty Isnendes Rhamadianto, Muhamad Iqbal Riky Taufik Afif Rila Muspita Rizki Muhammad Nur Roseno, Mohammad Rostika Srihilmawati RUHALIAH Dr., RUHALIAH Rully Sumarlin Sabarudin, Yudistira Fitra Sabarudin Salma Atsriya Setiani Sandiansyah, Sandri Sandya, Cathleen Setiani, Puspa Endah Shakina, Intan Nazla SISKA PERTIWI, SISKA SITI MARYAM MAULIDA, SITI MARYAM Soemardji, Adreanus Andaja Sofia, Poppy Sofyan, I Wahyudi Sondari, Dea Srihilmawati, Rostika Srinati, Ine Sufa, Hafizah Ilmi Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Tanika Miatul Hadid Temmy Widyastuti Temmy Widyastuti TIANAWATI, YANTI Tri Agustini Gandaresmi Tri Indri Hardini Tri Widyastuti Tryastuti Irawati Belliny Manullang Usep Kuswari Usep Kuswari Wafi, Abdurrahman Widyastiwi Widyastiwi Wikramaditya, I Made Phalguna Winci Firdaus Wiwin Setiawati Wulandari, Sri Rizki YANTI TIANAWATI Yogi Yogaswara Yosa Fiandra Yulianeta Zahra Anggraeni Zaini Ramdhan Zuhdi, Hafidz Ali