p-Index From 2021 - 2026
9.018
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Agrikultura The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Produksi Tanaman Sinergi Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Plantropica: Journal of Agricultural Science AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Edu Komputika Journal JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Communication in Biomathematical Sciences Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Journal on Education Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Medica Hospitalia Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE Uniba) Jurnal Abdi Insani JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Tri Dharma Mandiri: Diseminasi dan Hilirisasi Riset Kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Journal of Law, Education and Business Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGATURAN WAKTU TANAM DAN JUMLAH BIBIT TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta) Cahyani, Agustina Rizky; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi dalam  usaha tani, dari tahun ke tahun semakin berkurang karena digunakan untuk kegiatan pembangunan diluar sektor pertanian. Solusi yang dapat kita lakukan yaitu dengan pola tanam tumpangsari. Budidaya ubi kayu (Manihot esculenta) sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan padi gogo (Oryza sativa L.) sebagai tanaman sela yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Ubi kayu  termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak berbatang bulat, berkayu bersih tidak berbulu,bercabang, dan sebagian akar berkembang menjadi tuber (Radjit, Budhi dan Prasetiaswati 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk memperoleh produksi ubi kayu dan padi gogo yang optimal dengan upaya memeperkecil kompetisi antar tanaman yakni dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit  padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dibandingkan dengan kontrol (Orthogonal Kontras) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. K = Tanaman Ubi Kayu monokultur, Faktor I  : Waktu Tanam (T1 = 1 minggu sebelum ubi kayu, T2 = 2 minggu sebelum ubi kayu, T3 = 3 minggu sebelum ubi kayu), Faktor II   : Jumlah Bibit (B1 = 1 bibit tanaman padi gogo, B2 = 3 bibit tanaman padi gogo, B3 = 5 bibit tanaman padi gogo). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan BNT 5%. Perlakuan yang paling tepat adalah 2 minggu sebelum ubi kayu dan 3 bibit tanaman padi gogo, sehingga menyebabkan rendahnya kompetisi antara tanaman ubi kayu dan padi gogo, sehingga hasil panen ubi kayu dan padi gogo akan tetap baik.
KAJIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) PADA BERBAGAI TINGKAT APLIKASI NITROGEN TERHADAP PADI GOGO (Oryza sativa L.) VARIETAS SITU BAGENDIT Nafiah, Vivi Imroatin; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pokok yang digunakan sebagai tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi adalah intensifikasi berupa usaha pemupukan. Namun, pemborosan dan pemakaian pupuk yang tidak bijaksana menyebabkan leveling off produksi.  Sehingga diperlukan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi padi dan mengefisien pupuk nitrogen, yaitu dengan penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai biofertilizer pada tanaman padi gogo.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh PGPR pada berbagai tingkat aplikasi nitrogen terhadap tanaman padi gogo varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kediri. Metode yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan petak utama adalah dosis nitrogen dan anak petak adalah konsentrasi PGPR. Hasil penelitian antara lain terdapat interaksi antara dosis nitrogen dan konsentrasi PGPR terhadap panjang tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, dan luas daun, jumlah malai per rumpun dan bobot gabah kering panen (ton ha-1). Penggunaan PGPR mulai konsentrasi 5, 10, dan 15 ml/l dapat menurunkan dosis pupuk nitrogen hingga 45 kg/ha dengan potensi bobot gabah kering panen yang sama dengan pemupukan nitrogen 90 dan 135 kg/ha.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) INBRIDA DAN HIBRIDA DENGAN PENGATURAN SISTEM TANAM Zuanita, Reni; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu kebutuhan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Di Indonesia jumlah penduduk mengalami peningkatan dan adanya perubahan pola konsumsi penduduk yang non beras ke beras menjadikan kebutuhan beras meningkat. Konsumsi beras rata-rata per kapita seminggu di Indonesia pada tahun 2014 adalah 1,626 kg atau 85 kg per tahun (BPS, 2014). Kebutuhan beras nasional adalah 20.203.451 ton/tahun. Sehingga, diperlukan teknologi baru dengan menggunakan varietas unggul dan sistem tanam yang sesuai. Menurut Ikhwan, Pratiwi, Paturohman dan Makarim (2013), mengemukakan bahwa sistem tanam dapat menentukan kualitas rumpun dan kuantitas rumpun tanaman padi, berpengaruh terhadap hasil. Tujuan penelitian adalah  untuk meningkatkan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) inbrida dan hibrida dengan pengaturan sistem tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di Desa Tambi Bendo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, dengan menggunakan rancangan petak terbagi (RPT), yaitu petak utama (PU) adalah sistem tanam dan anak petak (AP) adalah varietas. Data hasil diuji dengan analisis ragam (uji F) taraf 5 % yang diuji lanjut dengan BNT taraf 5 %.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan hibrida Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo 40 x 20 x 10 cm meningkatkan hasil yang lebih tinggi. Hasil analisis usaha tani hibrida varietas Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo lebih menguntungkan dari lainnya.
PENGARUH PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN DOSIS PUPUK UREA PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea var. Alboglabra) Chaerunnisa, Sita Sarah; Suryanto, Agus; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan termasuk sayuran daunyang memiliki kandungan gizi yang tinggi karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor dan zat besi yang bermanfaat bagi kesehatan.Pemberlakuan ISO 14000 tentang kesehatan pangan dan lingkungan pada era perdagangan bebas serta pertanian berkelanjutan memicu penerapan budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Kebutuhan sayuran yang semakin meningkat berdampak pada bertambahnya konsumsi pupuk nasional. Kebutuhan pupuk anorganik terbesar adalah urea sehingga pupuk urea sangat sensitif terhadap harga dan sering mengalami kelangkaan.PGPR merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman melalui efisiensi serapan hara oleh bakteri dan akar tanaman. Upaya pemanfaatan PGPR dilakukan untuk mempelajari efektivitas PGPR dalam rangka mengurangi penggunaan pupuk urea dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi yang dilaksanakan pada bulan September sampai November 2016 di Agro Techno Park Cangar Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Junggo, Kota Batu. Hasil percobaan menunjukkan interaksi nyata antara PGPR dan dosis pupuk urea pada laju pertumbuhan tanaman (Crop Growth Rate). Kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan PGPR dan urea 150 kg ha-1. Namun pemberian PGPR pada berbagai dosis pupuk urea tidak menunjukkan pengaruh nyata pada parameter indeks luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi tanaman dan indeks panen.
Sistem Agroforestri Pinus (Pinus merkusii) dan Jahe (Zingiber officinale L.) dengan Tumpangsari Tanaman Perkebunan dan Sayuran Yoom, Lilis Irjayanti; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur panen jahe yang cukup lama memungkinkan penanaman jahe di tumpangsarikan dengan tanaman semusim seperti sayuran yang berumur 2 sampai 3 bulan. Tujuan penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor lingkungan tumbuh dengan hasil tanaman jahe yang ditanam di bawah tegakan pinus pada berbagai sistem tumpangsari. Lokasi penelitian dikawasan hutan pendidikan dan penelitian Universitas Brawijaya di kaki lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Juli sampai 5 Agustus 2017. Alat yang digunakan: hygrometer, soil PH meter, lux meter. Bahan: rimpang jahe gajah (Zingiber officinaleL.). Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapang analisa dan interpretasi suhu udara rata-rata, maksimum dan minimum (ºC),  suhu tanah (ºC), kelembaban nisbi udara (RH) (%) dan intensitas radiasi matahari ( Lux meter ). Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 4  perlakuan, masing - masing perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan pola tanam yang digunakan: Pola tanam I: Pinus + jahe, Pola tanam II: Pinus + kopi + jahe, Pola tanam III: Pinus + talas + jahe, Pola tanam IV: Pinus + sayuran + jahe. Data analisis uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Agroforestri pinus (Pinus merkusii) dan Jahe (Zingiber oficinale L.) dengan tumpangsari tanaman sayuran dan perkebunan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel panen yaitu jumlah rimpang per rumpun tanaman (g/tan), bobot basah rimpang (g/m2) dan bobot kering rimpang (g/tan). Dan pada bobot basah rimpang (g/tan) dan bobo kering rimpang (g/m2) menunjukan pengaruh nyata.
Pengaruh Tata Letak dan Jumlah Biji Per Lubang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. convar. saccharata var. rugosa) Marsela, Marsela; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. convar. saccharata var.rugosa) ialah tanaman darifamili Graminaceae yang berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika yang  digemari masyarakat karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa.Semua bagian dari tanaman jagung manis memiliki nilai ekonomis. Tujuan untuk memperlajari dan mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan tata letak dan jumlah biji per lubang serta interaksi diantara kedua pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan November 2014 – Februari 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor yang disusun secara faktorial dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari J1:single row (70 x 25 cm) dan J2:double row (100/50 x 25 cm), faktor kedua terdiri dari 1 Biji per lubang, 2 Biji per lubang dan 3 biji per lubang. Parameter pengamatan terdiri dari pengamatan pertumbuhan(tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun), pengamatan hasil (panjang tongkol, bobot tongkol dengan klobot, tongkol tanpa klobot per tanaman, tongkol tanpa klobot per petak dan tongkol tanpa klobot per ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara kedua faktor pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun, sedangkan pada parameter hasil tidak terjadi interaksi. Terdapat pengaruh dari masing-masing faktor pada setiap parameter pengamatan. Pada parameter pertumbuhan, perlakuan single rowmenunjukkan hasil yang lebih tinggi, tetapi pada parameter hasil perlakuan double row menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Sedangkan pada faktor biji per lubang, perlakuan 1 biji per lubang menunjukkan hasil yang tinggi dibandingkan perlakuan lainnnya.
Kajian Berbagai Bahan dan Tingkat Susunan Modul Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dalam Pola Vertikultur Modul Bertingkat Akbar, Mohammad Fani; Sumarni, Titin; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman sayuran yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015), produksi cabai rawit di Jawa Timur pada tahun 2015 ialah 227.49 ribu ton yang mengalami penurunan sebesar 16.55 ribu ton atau -6,78% dibandingkan produksi 2012 yang mencapai 244.04 ribu ton. Menurut Susilawati dkk. (2012) tanaman cabai dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi cabai rawit adalah cara budidaya yang belum benar, kesuburan lahan maupun keterbatasan lahan pertanian. Semakin sempitnya lahan produktif khususnya didaerah perkotaan tentunya menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan sistem vertikultur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bahan dan tingkat susunan modul vertikultur yang efisien untuk mendapatkan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang telah dilakukan pengamatan jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan bobot segar memiliki pengaruh berbeda nyata. Pengamatan tinggi tanaman dan bobot kering petak utama memiliki pengaruh tidak berbeda nyata.
Uji Efektivitas Pupuk Hayati pada Pertumbuhan dan Produktifitas Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Erlambang, Rere; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman terung (Solanum melongena L.) mengalami penurunan produksi karena degradasi lahan akibat penggunaan pupuk anorganik secara intensif tanpa diimbangi dengan masukan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik N, P, K terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman terung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 hingga Februari 2017, di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian tempat 500 mdpl. Penelitian menggunaan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu: P0: kontrol, P1: NPK 100%, P2: pupuk hayati, P3: pupuk hayati + NPK 25%, P4: pupuk hayati + NPK 50%, P5: pupuk hayati + NPK 75%, P6: pupuk hayati + NPK 100%. Variabel yang diamati ialah pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah cabang) dan hasil panen (bobot kering tanaman, jumlah buah dan bobot segar buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuh hayati dan NPK mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, bobot kering tanaman, jumlah buah dan bobot segar buah. Pemberian pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK sebesar 25% dengan menghasilkan bobot segar buah 46,35 ton/ha dibandingkan dengan pupuk NPK 100% dengan nilai RAE> 100% dan R/C> 1.
Pengaruh Interval Waktu Pemberian Nutrisi Ab-Mix dan Metode Hidroponik pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Simbolon, Santri Novalina; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo L) merupakan tanaman semusim yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan salah satu produk hortikultura yang disukai oleh masyarakat. Berbagai kendala dalam peningkatan produksi tanaman telah banyak diteliti baik yang berkaitan dengan potensi produksi tanaman, manajemen budidaya terkait dengan faktor lingkungan yang tidak mudah dikontrol, maupun masalah kebutuhan unsur hara. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatan hasil tanaman melon yaitu dengan budidaya metodehidroponik.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh interval waktu pemberian nutrisi AB-Mix, penggunaan metode hidroponik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L).Berdasarkan penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara perlakuan metode hidroponik dan interval pemberian nutrisi terhadap parameter jumlah bunga, dan luas daun pada 45 hst. Secara terpisah, penggunaan metode hidroponik substrat memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul bunga, jumlah daun, luas daun, bobot buah, volume buah dan tebal daging buah, sedangkan interval pemberian nutrisi berpengaruh nyata terhadappersentase bunga menjadi buah,  bobot buah, volume buah dan tebal daging buah.Metode hidroponik substrat dapat meningkatkan bobot buah sebesar 25,83%, volume buah sebesar 23,20% dan tebal buah 11,28% dibandingkan dengan metode hidroponik dutch bucket.Interval pemberian nutrisi 2 jam dapat meningkatkan bobot buah sebesar 22,68%, volume buah sebesar 20,71% dan tebal buah 7,31% dibandingkan dengan interval pemberian nutrisi 3 jam.
Kajian Jumlah Bibit Per Lubang Tanam Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Inbrida dan Hibrida Ismail, Moch. Taufiq; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman penghasil beras dan dibutuhkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi dapat dengan optimalisasi jumlah bibit dan pemilihan varietas unggul. Tujuan penelitian mengetahui jumlah bibit tepat pada padi inbrida dan hibrida. Tempat penelitian di Dusun Templek Desa Sumberduren Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian pada Februari sampai Juni 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama adalah varietas Ciherang, Inpari Sidenuk dan Sembada 168. Anak petak adalah jumlah bibit 1, 3 dan 5. Penelitian dengan 3 ulangan. Parameter pertumbuhan non destruktif 30, 44, 58, 72 dan 86 HST yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan dan jumlah anakan produktif. Parameter pertumbuhan destruktif 30 HST dan panen yaitu berat kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter pengamatan hasil panen yaitu jumlah malai, berat 1000 butir dan hasil gabah kering giling (GKG). Data diuji uji F taraf 5% dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian tidak terdapat interaksi antar perlakuan. Perlakuan varietas dan jumlah bibit berbeda nyata pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat kering total tanaman, jumlah malai, berat 1000 butir dan hasil GKG. Laju pertumbuhan tanaman berbeda nyata pada perlakuan jumlah bibit.
Co-Authors A Halim A.A. Ketut Agung Cahyawan W A’yun, Norma Qurrota Abdullah, Muhammad Isa Abrianti, Putri Achmadi, Taofan Ali Addieni, Mulia Addin, Muhammad Faqih Adenita Cynthia Affan, Banu Nur Agus Murnomo Agustina, Rohmatin Aini Nurul Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasyid Ainurrasyid Aji, Mukhammad Wildan Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Amellia Firdaus Zahra Anan Nugroho Andy Andy Angelia Norma Wulandari Anggraini Mulwinda Anggraini Mulwinda Apriyanto, Eko Bagus Arfriandi, Arief Ari Rahadini Arif Budi Prasetya Ashar, Fauzi Asriningati Asriningati Bahrul Maani Bambang Satrio Bangun, Kosa Otaka Cahyani, Agustina Rizky Cahyo Fajar Adhiningtyas Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Chatarina Umbul Wahyuni Daffa, Muhammad Abu Dalilo Yogi Essy Pratama Damaiyanti, D. R. R. Damaiyanti, D.R.R. Damanik, Jhones King Damanik, Sariah Aprianti Darmawan, Krisna Reza Darmoyo Darmoyo Delta Setiyarini Dendy Eta Mirlana Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Nur Afifah Dewi, Wening Tiara Dhea Puspitasari Dhidik Prastiyanto Diah Ayu Kusumawati Diah Ayu Kusumawati Didik Hariyono Diyoprakuso, First Djallalluddin Djallalluddin Dyah Erlina Sulistyaningrum EDI SARWONO Edy Prayitno Eko Supraptono Eko Widaryanto Eline, Merina Endang Wuryandini Erika Tinambunan Erlambang, Rere Erviani, Diah Erviani, Diah Farida Farida Febrianti, Annisa Fitri Feddy Setio Pribadi Ferdian, Herman Ferry Fauzi, Ferry Fery Widhiatmoko Fikrie Rizqy Juan Bismaditya Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fita Anggraini Friska Rizqi Pratiwi Gamaruddin, Gamaruddin Gestiyana Ayu Kurnia Puteri Girsang, Srimayanti Hadinata, Nadia Agus Hanang Wibisono, Banteng Handoyo, Thomas Hari Wibawanto Hasan S. Panigoro Hemida Kusumaningrum Heriana, Tutik Huda, Moh Nurul Huda, Mukhammad Robitul Hudallah, Nur Ibrahim M. H. Sanhoury Ilmam, Hasbi Shidqi Indrawan, Rahadyan Rizki Indriyani, Triska Widya Inovian Wahyuningsih, Inovian Ismail, Moch. Taufiq Isnani Darti Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Kartono , Karuniawan Puji Wicaksono Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khotimah , Khusnul Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Asrofiq Kurniawan, Berry Kusumaningtyas, Sa'aprita Kusumawinahyu, W. M. Lilik Setyobudi Lutfiyana, Lutfiyana M. Harlanu, M. Mai Puspadyna Bilyastuti Maitimu, Dyah Kartika Mario Norman Syah, Mario Norman Marsela, Marsela Marsudi Marsudi Matanari, Dimpo Cicio Medha Baskara Misromi, Misromi Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Samsul Arifin Mochammad Wildan Nugraha Moh. Amin Mohammad Ainun Multazam Mubarok, Ahnan Mudhofi Nurrohman Mudji Santosa Muhamad Firdaus Muhammad Akmal Muhtadi, Much Misbah Musafir, Raqqasyi Rahmatullah Nafiah, Vivi Imroatin Najma Aulia Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Nia Kurniawan Nindra, Daffa Ninuk Herlina Nirmalasari, Ririn Nobukazu Nakagoshi Noor Hidayat, Noor Noor Hudallah Noor Ramadhan, Akbar Noor, Arifin Nugraha, Alfikri Raihan Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugroho, Agung Nuri Aulya Nurkharisma, Aditya Nurkholis, Fathur Nurlaelih, Euis Ellih Nurul Imamah Octavianti Paramita Oscar Regazzoni Pambudi, Muhammad Ario Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pranata, Bayu Ari Pranata, Bayu Ari Prastika, Angrenani Rindu Pratama, Ardin Rakha Pratiwi, Rima Anissa Prayitno, Marco Ferrianto Prayoga, Kharisma Marta Prihatin, Lilik Purnomo, Anna Silvia Putri Andriani Putri, Fadhila Ravinda R Kartono, R Rahardian, Tantra Septa Rahmadi, Farrabilla Ayu Rahman, Antony Anwari Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Raunica, Elsha Afry Rayungsari, Maya Resmawan Resmawan Reza Ardian Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Riana Defi Mahadji Putri Ridwan, Dzaky Fakhriza Rinata, Mar’atus Eski Rio Satriyantara Riza Fitriani, Riza Rizky Rachmadi Utomo Roedy Soelistyono Ruslan Abdul Gani Saptariana Saptriana Suryanto, Saptriana Saputra, Handika Lintang Seftriana Anifa Khusniasari Setio, Pradipa Setyono Yudo Tyasmoro Setyono, Bagus Wahyu Shafakamila, Salsabila Nazla Shelvi Sellitasari Sholeh, Mohammad Hasyim Sianturi, Michael Fias Sidabutar, Malkia Hotman Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sitawati, . Soemarno Soemarno Sri Sartono, Sri Sri Sukamta Suchaida, Azziyaa Suci Surya Dewi Sudiarso Sudiarso Sugeng Sugeng Suhatman, Yan Sunaryo Sunaryo Suwasono Heddy Syahrul Ramadhan Syaiful Anam Tanamas, Jimmy Tarigan, Maulana Ikhsan Tatyantoro Andrasto Tia Anggara, Dewi Shinta Tindriyani, Niswatul Arifah Titin Sumarni Toto Himawan Tri Rahayuningsih Trisilowati Trisilowati, Trisilowati Tyary Airivia Udayana, Cicik Ulfah Mediaty Arief Uma Khumairoh Uswatun Hasanah Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Yosafat Rio Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Warma, Mohammad Perdana Prehatama Putra Wibowo, Ario Wahyu Wicaksono, Dwi Haryo Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dania Ayu Wulansari, Atikah Wuryasari Muharini Kusumawinahyu Yoga Oktavianto Yogi Sugito Yohanes Primadiyono, Yohanes Yoom, Lilis Irjayanti Yuniaratri, Riris Yuniaratri, Riris Yusuf, Dedi Yuwono, Amrih Zuanita, Reni