p-Index From 2021 - 2026
8.765
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Cakrawala Pendidikan JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Agrikultura The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Produksi Tanaman Sinergi Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Edu Komputika Journal JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Communication in Biomathematical Sciences Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Journal on Education Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Medica Hospitalia Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE Uniba) Jurnal Abdi Insani JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Tri Dharma Mandiri: Diseminasi dan Hilirisasi Riset Kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Journal of Law, Education and Business ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Limits: Journal of Mathematics and Its Applications
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANGKASAN PUCUK DAN PEWIWILAN TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) PADA SISTEM BUDIDAYA ROOF GARDEN Jatumara, Prawesty Dinnar; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ruang secara horizontal yang semakin luas mengakibatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin berkurang. Pemanfaatan roof garden sebagai lahan pertanian kini mulai dikembangkan. Tanaman terong merupakan salah satu tanaman yang dapat ditanam di roof garden dimana tanaman ini memiliki kanopi yang lebar. Hal tersebut akan bertolak belakang dengan kriteria tanaman untuk roof garden. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh saat pemangkasan pucuk dan pewiwilan tanaman yang sesuai pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong  (Solanum melongena L.) pada sistem roof garden. Penelitian dilaksanakan di Rooftop Gedung Sentral, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yakni waktu pemangkasan pucuk dan faktor kedua yakni pewiwilan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan 14 hst dan pewiwilan 2 kali memberikan tanaman yang relatif ringan yakni 66,05 g per tanaman namun menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi yakni 217,68 g berat segar per tanaman. Perlakuan tanpa pemangkasan dengan pewiwilan 1 kali, pemangkasan pucuk umur 14 hst tanpa pewiwilan dan pemangkasan pucuk umur 14 hst pewiwilan 2 kali dapat meningkatkan produktivitas terong berturut-turut 219,75 g per tanaman, 247,76 g per tanaman, dan 217,68 g per tanaman atau sekitar 13,73%, 28,23% dan 12,66%.
PENGARUH TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADA TANAMAN WORTEL (Daucus carota L. var. New Kuroda) DENGAN KETINGGIAN BERBEDA Rinata, Mar’atus Eski; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan konsumsi wortel dan persaingan hasil produksi tanaman sub tropis pada dataran tinggi menyebabkan harga wortel dapat meningkat pada suatu saat dan luas area pertanaman semakin berkurang. Salah satu cara untuk memperluas area pertanaman ialah dengan melakukan budidaya tanaman wortel didataran medium dimana di dataran tersebut memiliki suhu yang relatif tinggi. Cara yang dapat digunakan untuk menurunkan suhu ialah dengan memeberikan mulsa pada permukaan tanah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi tingkat ketebalan mulsa jerami dan ketinggian tempat pada pertumbuhan dan hasil tanaman wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2016 di dua lokasi yaitu dataran tinggi (1065 mdpl) di Desa Bremi dan dataran medium (579mdpl) di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa 4 dan 6 kg.m²  mampu meningkatkan bobot kering total tanaman wortel masing-masing 24,24 g.tanaman dan 27,66 g.tanaman sekitar 20,95% dan 38,02% dibanding tanpa menggunakan mulsa baik di dataran medium maupun dataran tinggi. Pada komponen hasil perlakuan ketebalan mulsa 6 kg.m² dengan ketinggian 1065 mdpl menghasilkan panjang umbi lebih panjang 23,93 cm sekitar 20,85%, diameter umbi lebih besar 5,20 sekitar 111,40%, bobot segar umbi konsumsi (kg.m²) lebih tinggi 3,31 cm sekitar 571,87%  dan bobot segar umbi konsumsi (ton.ha­¹) lebih tinggi 33,12 ton.ha‑¹ sekitar 72,14% dibandingkan dengan perlakuan ketebalan mulsa 0 kg.m² dengan ketinggian 579 mdpl.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PIPA PVC SISTEM VERTIKULTUR Damanik, Sariah Aprianti; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat menyebabkan kompetisi terhadap lahan pertanian sehingga banyak alih fungsi lahan. Salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan selain menggunakan teknik konvensional yaitu dengan menggunakan teknik budidaya sistem vertikultur. Vertikultur ialah teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan memanfaatkan media yang disusun secara vertikal. Media tanam pada sistem vertikultur menjadi kunci utama perakaran tanaman dalam menyerap unsur hara dari media tanam yang terbatas. Inokulasi mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ke dalam media tanam akan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta mampu meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap bobot umbi bawang merah yang dibudidayakan pada pipa PVC sistem vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2016 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizotobacter) mempengaruhi bobot segar umbi bawang merah, Penggunaan media tanam yang diberi bahan organik + mikoriza memiliki bobot segar umbi yang paling tinggi dibandingkan dengan media perlakuan lain. Hal tersebut diakibatkan karena mikoriza mengandung jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman dalam penyerapan unsur P.
PENGATURAN WAKTU TANAM DAN JUMLAH BIBIT TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta) Cahyani, Agustina Rizky; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi dalam  usaha tani, dari tahun ke tahun semakin berkurang karena digunakan untuk kegiatan pembangunan diluar sektor pertanian. Solusi yang dapat kita lakukan yaitu dengan pola tanam tumpangsari. Budidaya ubi kayu (Manihot esculenta) sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan padi gogo (Oryza sativa L.) sebagai tanaman sela yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Ubi kayu  termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak berbatang bulat, berkayu bersih tidak berbulu,bercabang, dan sebagian akar berkembang menjadi tuber (Radjit, Budhi dan Prasetiaswati 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk memperoleh produksi ubi kayu dan padi gogo yang optimal dengan upaya memeperkecil kompetisi antar tanaman yakni dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit  padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dibandingkan dengan kontrol (Orthogonal Kontras) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. K = Tanaman Ubi Kayu monokultur, Faktor I  : Waktu Tanam (T1 = 1 minggu sebelum ubi kayu, T2 = 2 minggu sebelum ubi kayu, T3 = 3 minggu sebelum ubi kayu), Faktor II   : Jumlah Bibit (B1 = 1 bibit tanaman padi gogo, B2 = 3 bibit tanaman padi gogo, B3 = 5 bibit tanaman padi gogo). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan BNT 5%. Perlakuan yang paling tepat adalah 2 minggu sebelum ubi kayu dan 3 bibit tanaman padi gogo, sehingga menyebabkan rendahnya kompetisi antara tanaman ubi kayu dan padi gogo, sehingga hasil panen ubi kayu dan padi gogo akan tetap baik.
KAJIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) PADA BERBAGAI TINGKAT APLIKASI NITROGEN TERHADAP PADI GOGO (Oryza sativa L.) VARIETAS SITU BAGENDIT Nafiah, Vivi Imroatin; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pokok yang digunakan sebagai tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi adalah intensifikasi berupa usaha pemupukan. Namun, pemborosan dan pemakaian pupuk yang tidak bijaksana menyebabkan leveling off produksi.  Sehingga diperlukan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi padi dan mengefisien pupuk nitrogen, yaitu dengan penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai biofertilizer pada tanaman padi gogo.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh PGPR pada berbagai tingkat aplikasi nitrogen terhadap tanaman padi gogo varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kediri. Metode yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan petak utama adalah dosis nitrogen dan anak petak adalah konsentrasi PGPR. Hasil penelitian antara lain terdapat interaksi antara dosis nitrogen dan konsentrasi PGPR terhadap panjang tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, dan luas daun, jumlah malai per rumpun dan bobot gabah kering panen (ton ha-1). Penggunaan PGPR mulai konsentrasi 5, 10, dan 15 ml/l dapat menurunkan dosis pupuk nitrogen hingga 45 kg/ha dengan potensi bobot gabah kering panen yang sama dengan pemupukan nitrogen 90 dan 135 kg/ha.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) INBRIDA DAN HIBRIDA DENGAN PENGATURAN SISTEM TANAM Zuanita, Reni; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu kebutuhan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Di Indonesia jumlah penduduk mengalami peningkatan dan adanya perubahan pola konsumsi penduduk yang non beras ke beras menjadikan kebutuhan beras meningkat. Konsumsi beras rata-rata per kapita seminggu di Indonesia pada tahun 2014 adalah 1,626 kg atau 85 kg per tahun (BPS, 2014). Kebutuhan beras nasional adalah 20.203.451 ton/tahun. Sehingga, diperlukan teknologi baru dengan menggunakan varietas unggul dan sistem tanam yang sesuai. Menurut Ikhwan, Pratiwi, Paturohman dan Makarim (2013), mengemukakan bahwa sistem tanam dapat menentukan kualitas rumpun dan kuantitas rumpun tanaman padi, berpengaruh terhadap hasil. Tujuan penelitian adalah  untuk meningkatkan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) inbrida dan hibrida dengan pengaturan sistem tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di Desa Tambi Bendo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, dengan menggunakan rancangan petak terbagi (RPT), yaitu petak utama (PU) adalah sistem tanam dan anak petak (AP) adalah varietas. Data hasil diuji dengan analisis ragam (uji F) taraf 5 % yang diuji lanjut dengan BNT taraf 5 %.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan hibrida Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo 40 x 20 x 10 cm meningkatkan hasil yang lebih tinggi. Hasil analisis usaha tani hibrida varietas Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo lebih menguntungkan dari lainnya.
PENGARUH PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN DOSIS PUPUK UREA PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea var. Alboglabra) Chaerunnisa, Sita Sarah; Suryanto, Agus; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan termasuk sayuran daunyang memiliki kandungan gizi yang tinggi karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor dan zat besi yang bermanfaat bagi kesehatan.Pemberlakuan ISO 14000 tentang kesehatan pangan dan lingkungan pada era perdagangan bebas serta pertanian berkelanjutan memicu penerapan budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Kebutuhan sayuran yang semakin meningkat berdampak pada bertambahnya konsumsi pupuk nasional. Kebutuhan pupuk anorganik terbesar adalah urea sehingga pupuk urea sangat sensitif terhadap harga dan sering mengalami kelangkaan.PGPR merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman melalui efisiensi serapan hara oleh bakteri dan akar tanaman. Upaya pemanfaatan PGPR dilakukan untuk mempelajari efektivitas PGPR dalam rangka mengurangi penggunaan pupuk urea dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi yang dilaksanakan pada bulan September sampai November 2016 di Agro Techno Park Cangar Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Junggo, Kota Batu. Hasil percobaan menunjukkan interaksi nyata antara PGPR dan dosis pupuk urea pada laju pertumbuhan tanaman (Crop Growth Rate). Kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan PGPR dan urea 150 kg ha-1. Namun pemberian PGPR pada berbagai dosis pupuk urea tidak menunjukkan pengaruh nyata pada parameter indeks luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi tanaman dan indeks panen.
Sistem Agroforestri Pinus (Pinus merkusii) dan Jahe (Zingiber officinale L.) dengan Tumpangsari Tanaman Perkebunan dan Sayuran Yoom, Lilis Irjayanti; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur panen jahe yang cukup lama memungkinkan penanaman jahe di tumpangsarikan dengan tanaman semusim seperti sayuran yang berumur 2 sampai 3 bulan. Tujuan penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor lingkungan tumbuh dengan hasil tanaman jahe yang ditanam di bawah tegakan pinus pada berbagai sistem tumpangsari. Lokasi penelitian dikawasan hutan pendidikan dan penelitian Universitas Brawijaya di kaki lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Juli sampai 5 Agustus 2017. Alat yang digunakan: hygrometer, soil PH meter, lux meter. Bahan: rimpang jahe gajah (Zingiber officinaleL.). Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapang analisa dan interpretasi suhu udara rata-rata, maksimum dan minimum (ºC),  suhu tanah (ºC), kelembaban nisbi udara (RH) (%) dan intensitas radiasi matahari ( Lux meter ). Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 4  perlakuan, masing - masing perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan pola tanam yang digunakan: Pola tanam I: Pinus + jahe, Pola tanam II: Pinus + kopi + jahe, Pola tanam III: Pinus + talas + jahe, Pola tanam IV: Pinus + sayuran + jahe. Data analisis uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Agroforestri pinus (Pinus merkusii) dan Jahe (Zingiber oficinale L.) dengan tumpangsari tanaman sayuran dan perkebunan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel panen yaitu jumlah rimpang per rumpun tanaman (g/tan), bobot basah rimpang (g/m2) dan bobot kering rimpang (g/tan). Dan pada bobot basah rimpang (g/tan) dan bobo kering rimpang (g/m2) menunjukan pengaruh nyata.
Pengaruh Tata Letak dan Jumlah Biji Per Lubang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. convar. saccharata var. rugosa) Marsela, Marsela; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. convar. saccharata var.rugosa) ialah tanaman darifamili Graminaceae yang berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika yang  digemari masyarakat karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa.Semua bagian dari tanaman jagung manis memiliki nilai ekonomis. Tujuan untuk memperlajari dan mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan tata letak dan jumlah biji per lubang serta interaksi diantara kedua pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan November 2014 – Februari 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor yang disusun secara faktorial dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari J1:single row (70 x 25 cm) dan J2:double row (100/50 x 25 cm), faktor kedua terdiri dari 1 Biji per lubang, 2 Biji per lubang dan 3 biji per lubang. Parameter pengamatan terdiri dari pengamatan pertumbuhan(tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun), pengamatan hasil (panjang tongkol, bobot tongkol dengan klobot, tongkol tanpa klobot per tanaman, tongkol tanpa klobot per petak dan tongkol tanpa klobot per ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara kedua faktor pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun, sedangkan pada parameter hasil tidak terjadi interaksi. Terdapat pengaruh dari masing-masing faktor pada setiap parameter pengamatan. Pada parameter pertumbuhan, perlakuan single rowmenunjukkan hasil yang lebih tinggi, tetapi pada parameter hasil perlakuan double row menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Sedangkan pada faktor biji per lubang, perlakuan 1 biji per lubang menunjukkan hasil yang tinggi dibandingkan perlakuan lainnnya.
Kajian Berbagai Bahan dan Tingkat Susunan Modul Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dalam Pola Vertikultur Modul Bertingkat Akbar, Mohammad Fani; Sumarni, Titin; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman sayuran yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015), produksi cabai rawit di Jawa Timur pada tahun 2015 ialah 227.49 ribu ton yang mengalami penurunan sebesar 16.55 ribu ton atau -6,78% dibandingkan produksi 2012 yang mencapai 244.04 ribu ton. Menurut Susilawati dkk. (2012) tanaman cabai dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi cabai rawit adalah cara budidaya yang belum benar, kesuburan lahan maupun keterbatasan lahan pertanian. Semakin sempitnya lahan produktif khususnya didaerah perkotaan tentunya menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan sistem vertikultur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bahan dan tingkat susunan modul vertikultur yang efisien untuk mendapatkan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang telah dilakukan pengamatan jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan bobot segar memiliki pengaruh berbeda nyata. Pengamatan tinggi tanaman dan bobot kering petak utama memiliki pengaruh tidak berbeda nyata.
Co-Authors A Halim A.A. Ketut Agung Cahyawan W A’yun, Norma Qurrota Abdullah, Muhammad Isa Abrianti, Putri Achmadi, Taofan Ali Addieni, Mulia Addin, Muhammad Faqih Adenita Cynthia Affan, Banu Nur Agus Murnomo Aini Nurul Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasyid Ainurrasyid Aji, Mukhammad Wildan Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Amellia Firdaus Zahra Anan Nugroho Andy Andy Angelia Norma Wulandari Anggraini Mulwinda Anggraini Mulwinda Apriyanto, Eko Bagus Arfriandi, Arief Arif Budi Prasetya Ashar, Fauzi Asriningati Asriningati Bahrul Maani Bangun, Kosa Otaka Cahyani, Agustina Rizky Cahyo Fajar Adhiningtyas Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Chatarina Umbul Wahyuni Daffa, Muhammad Abu Damaiyanti, D. R. R. Damaiyanti, D.R.R. Damanik, Jhones King Damanik, Sariah Aprianti Darmawan, Krisna Reza Darmoyo Darmoyo Dendy Eta Mirlana Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Nur Afifah Dewi, Wening Tiara Dhidik Prastiyanto Diah Ayu Kusumawati Diah Ayu Kusumawati Didik Hariyono Diyoprakuso, First Djallalluddin Djallalluddin Dyah Erlina Sulistyaningrum EDI SARWONO Edy Prayitno Eko Supraptono Eko Widaryanto Eline, Merina Endang Wuryandini Erika Tinambunan Erlambang, Rere Erviani, Diah Erviani, Diah Fahrurrozy, Mohammad Farida Farida Febrianti, Annisa Fitri Feddy Setio Pribadi Ferdian, Herman Ferry Fauzi, Ferry Fery Widhiatmoko Fikrie Rizqy Juan Bismaditya Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fita Anggraini Friska Rizqi Pratiwi Gestiyana Ayu Kurnia Puteri Girsang, Srimayanti Hadinata, Nadia Agus Hanang Wibisono, Banteng Handoyo, Thomas Hari Wibawanto Hasan S. Panigoro Hemida Kusumaningrum Heriana, Tutik Hirlan Hirlan Huda, Mukhammad Robitul Hudallah, Nur Husni Thamrin Sebayang Ibrahim M. H. Sanhoury Ilmam, Hasbi Shidqi Indrawan, Rahadyan Rizki Indriyani, Triska Widya Inovian Wahyuningsih, Inovian Ismail, Moch. Taufiq Isnani Darti Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Kartono , Karuniawan Puji Wicaksono Khoiril Anam, Khoiril Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khotimah , Khusnul Koesriharti Koesriharti Krisnawati, Vira Hari Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Asrofiq Kurniawan, Berry Kusumaningtyas, Sa'aprita Kusumawinahyu, W. M. Lilik Setyobudi Lutfiyana, Lutfiyana M. Harlanu, M. Mai Puspadyna Bilyastuti Maitimu, Dyah Kartika Mario Norman Syah, Mario Norman Marsela, Marsela Marsudi Marsudi Matanari, Dimpo Cicio Matatula, Denis Andre Medha Baskara Misromi, Misromi Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Samsul Arifin Mochammad Wildan Nugraha Moh. Amin Mohammad Ainun Multazam Mubarok, Ahnan Mudhofi Nurrohman Mudji Santosa Muhammad Akmal Muhtadi, Much Misbah Musafir, Raqqasyi Rahmatullah Nafiah, Vivi Imroatin Najma Aulia Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Nia Kurniawan Nindra, Daffa Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Noor Hudallah Noor Ramadhan, Akbar Noor, Arifin Nugraha, Alfikri Raihan Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugroho, Agung Nur Hidayat Nuri Aulya Nurkhanifah, Nia Nurkharisma, Aditya Nurkholis, Fathur Nurlaelih, Euis Ellih Nurul Imamah Octavianti Paramita Oscar Regazzoni Pambudi, Muhammad Ario Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pranata, Bayu Ari Pranata, Bayu Ari Prastika, Angrenani Rindu Prayitno, Marco Ferrianto Prayoga, Kharisma Marta Prihatin, Lilik Purnomo, Anna Silvia Putri Andriani Putri, Fadhila Ravinda R Kartono, R Rahman, Antony Anwari Rahmawati, Anindya Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Raunica, Elsha Afry Rayungsari, Maya Resmawan Resmawan Reza Ardian Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Riana Defi Mahadji Putri Ridwan, Dzaky Fakhriza Rinata, Mar’atus Eski Riza Fitriani, Riza Rizky Rachmadi Utomo Roedy Soelistyono Ruslan Abdul Gani Saptariana - Saptriana Suryanto, Saptriana Saputra, Handika Lintang Seftriana Anifa Khusniasari Setio, Pradipa Setyono Yudo Tyasmoro Setyono, Bagus Wahyu Setyowati Pertiwi, Indah Shafakamila, Salsabila Nazla Shelvi Sellitasari Sholeh, Mohammad Hasyim Sianturi, Michael Fias Sidabutar, Malkia Hotman Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sitawati, . Sri Puji Lestari Sri Sartono, Sri Sri Sukamta Suchaida, Azziyaa Suci Surya Dewi Sudiarso Sudiarso Sugeng Sugeng Suhatman, Yan Sunaryo Sunaryo Suwasono Heddy Syahrul Ramadhan Tanamas, Jimmy Tarigan, Maulana Ikhsan Tatyantoro Andrasto Tia Anggara, Dewi Shinta Tindriyani, Niswatul Arifah Titin Sumarni Toto Himawan Tri Rahayuningsih Trisilowati Trisilowati, Trisilowati Tristi Indah Dwi Kurnia Tyary Airivia Udayana, Cicik Ulfah Mediaty Arief Uswatun Hasanah Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Yosafat Rio Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Warma, Mohammad Perdana Prehatama Putra Wibowo, Ario Wahyu Wicaksono, Dwi Haryo Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dania Ayu Wulansari, Atikah Wuryasari Muharini Kusumawinahyu Yoga Oktavianto Yogi Sugito Yohanes Primadiyono, Yohanes Yoom, Lilis Irjayanti Yuniaratri, Riris Yuniaratri, Riris Yusuf, Dedi Yuwono, Amrih Zuanita, Reni