p-Index From 2021 - 2026
9.018
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Agrikultura The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Produksi Tanaman Sinergi Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Plantropica: Journal of Agricultural Science AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Edu Komputika Journal JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Communication in Biomathematical Sciences Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Journal on Education Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Medica Hospitalia Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE Uniba) Jurnal Abdi Insani JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Tri Dharma Mandiri: Diseminasi dan Hilirisasi Riset Kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Journal of Law, Education and Business Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN UMUR KEPRAS DAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Firokhman, Alnguda; Suryanto, Agus; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 6 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi gula di Indonesia dari tahun 2009 sampai 2014 mengalami penurunan. Hal ini karena petani masih banyak melakukan budidaya tebu kepras karena faktor biaya semakin tinggi jika menerapkan tanam baru. Oleh karena itu, penambahan pupuk kandang kambing mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu kepras melalui perbaikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan awal tanaman sebagai indikator hasil dan pengaruh dosis pupuk kandang kambing yang terbaik pada  pertumbuhan awal tanaman tebu kepras.  Penelitian dimulai pada bulan Juni 2014 di Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang saat tebu 1 bulan setelah kepras. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan tiga ulangan. Faktor satu ialah berbagai umur kepras : (1) Kepras 2, (2) Kepras 4, (3) Kepras 6, (4) Kepras 11. Faktor kedua ialah dosis pupuk kandang kambing : (1) Tanpa pupuk kandang kambing, (2) Pupuk kandang kambing 14 ton ha-1, (3) Pupuk kandang kambing 28 ton ha-1, (4) Pupuk kandang kambing 42 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata Perlakuan pupuk kandang kambing 14, 28 dan 42 ton ha-1 terhadap semua parameter pertumbuhan yaitu jumlah anakan, jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, bobot basah daun, bobot basah batang, bobot kering daun dan bobot kering batang pada tanaman tebu kepras 2 sampai dengan 11 kali. Pemberian pupuk kandang kambing dosis 42 ton ha-1 pada kepras 2 sampai dengan 11 memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot kering tanaman 6 bsk dibandingkan tanpa pupuk kandang kambing.
KAJIAN ABU VULKANIK KELUD PADA BERBAGAI MEDIA TANAM TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Nakhmiidah, Nisa; Suryanto, Agus; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 menyebabkan hujan abu di beberapa daerah di Pulau Jawa. Kandungan unsur hara dalam abu vulkanik Kelud dapat dimanfaatkan sebagai media tanam bagi tanaman. Tujuan percobaan ini adalah mempelajari pengaruh kombinasi media tanam pada tanaman jagung manis dan menentukan kombinasi media tanam yang sesuai untuk tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan November 2014 di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Batu. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan abu vulkanik hingga dosis 30% dalam media tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Abu vulkanik yang dicampurkan dengan tanah, kompos seresah daun dan pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dibandingkan dengan media tanah.
KAJIAN IKLIM MIKRO TERHADAP BERBAGAI SISTEM TANAM DAN POPULASI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Indrawan, Rahadyan Rizki; Suryanto, Agus; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produk-tivitas tanaman. Faktor-faktor iklim yang sangat mempengaruhi pertumbuhan bagi tanaman adalah radiasi matahari, suhu dan curah hujan. Iklim mikro tanaman adalah kondisi disekitar tanaman mulai dari perakaran terdalam hingga tajuk teratas tanaman. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pola perubahan iklim mikro pada berbagai sistem tanam dan populasi pada tanaman jagung manis varietas Talenta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2014 di desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu  dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali pengulangan. Terdapat 6 perlakuan ialah P1 : Sistem Tanam jagung konvensional dengan 1 benih / lubang tanam, P2 : Sistem Tanam Jagung konvensional dengan 2 benih / lubang tanam, P3 : Sistem Tanam Jagung konvensional dengan 3 benih / lubang tanam, P4 : Sistem Tanam Jagung Jajar Legowo (2:1) dengan 1 benih / lubang tanam, P5 : Sistem Tanam Jagung Jajar Legowo (2:1) dengan 2 benih / lubang tanam dan P6 = Sistem Tanam Jagung Jajar Legowo (2:1) dengan 3 benih / lubang tanam. Pengamatan dilakukan dengan tiga cara yaitu pengamatan iklim, tanaman dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan kecuali jumlah daun. Dengan penggunaan sistem tanam jajar legowo mampu menciptakan kondisi iklim mikro yang mendekati syarat tumbuh tanaman. Penggunaan sistem tanam jajar leowo dengan 1 benih / lubang tanam menghasilkan bobot panen sebesar 12,08 ton ha-1.
PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS MULSA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BROKOLI (Brassica oleracea L.) Utomo, M. Dika Cahyo; Suryanto, Agus; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi brokoli Indonesia tidak dapat men-cukupi kebutuhan pasar lokal maupun pasar internasional. Penggunaan jenis mulsa untuk meningkatkan produksi tanaman.  Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman brokoli, serta mengetahui jenis mulsa yang mampu menekan pertumbuhan gulma secara optimal. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Cangar Universitas Brawijaya di Kec. Bumiaji, Kota Batu pada bulan April sampai bulan Juli 2014. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, cetok, meteran, penggaris, kamera, jangka sorong, Leaf Area Meter (LAM), oven, timbangan analitik, termometer dan alat tulis. Bahan yang digunakan ialah : benih brokoli varietas royal green, pupuk kandang ayam, pupuk kompos tanaman, mulsa jerami, mulsa paitan, mulsa alang-alang, mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik bening dan mulsa plastik perak grenjeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali ulangan yang terdiri dari 7 perlakuan, yaitu P0 (tanpa mulsa); P1 (mulsa jerami); P2 (mulsa paitan); P3 (mulsa alang-alang); P4 (mulsa plastik hitam perak); P5 (mulsa plastik bening) dan P6 (mulsa plastik perak grenjeng). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis mulsa tidak terdapat perbedaan nyata pada komponen pertumbuhan yaitu jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, dan indeks panen. Hasil penelitian bobot basah total tanaman, jumlah gulma, bobot basah gulma, bobot kering gulma, bobot segar bunga dan diameter bunga menunjukkan hasil yang berbeda nyata untuk semua perlakuan mulsa. Mulsa plastik perak grenjeng mempunyai komponen hasil bobot segar bunga tertinggi, yaitu 610,67 g/tanaman atau  55,38% lebih tinggi daripada bobot segar bunga perlakuan tanpa mulsa (kontrol).
KENDALA PRODUKSI APEL (Malus sylvestris Mill) Var. MANALAGI DI DESA PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Tia Anggara, Dewi Shinta; Suryanto, Agus; Ainurrasjid, Ainurrasjid
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel (Malus sylvestris) merupakan salah satu tanaman buah yang dapat dibudidayakan di Indonesia dan merupakan tanaman tahunan yang berasal dari daerah subtropics. Daerah yang menjadi sentra produksi apel di Indonesia salah satunya adalah Desa Poncokusumo, Malang. Produksi apel belakangan ini mengalami penurunan produksi. Dalam pemecahan masalah ini perlu adanya pemahaman jelas tentang faktor-faktor yang menyebabkan produksi dan kualitas apel rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor pembatas yang menyebabkan penurunan produksi dan kualitas apel Manalagi di Desa Poncokusumo yang dilaksanakan pada Agustus-Desember 2012 di Desa Poncokusumo, Malang. Penelitian menggunakan metode survei meliputi observasi lapang, wawancara (interview) dengan petani, dan pengambilan sampel. Parameter pengamatan meliputi Pengambilan sampel tanah untuk dianalisa kandungan N, P, K, Mg, Cu, Fe, dan Zn; produksi buah per tanaman, diameter buah, berat buah, kadar gula, tingkat kekerasan buah, pengamatan pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, tinggi tajuk, diameter tajuk, jumlah cabang primer, suhu, kelembaban, dan informasi manajemen budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang menjadi pembatas meliputi suhu, kelembaban, curah hujan, kandungan unsur hara tanah, sedangkan faktor manajemen yang menjadi faktor pembatas meliputi pemupukan, perompesan, pengendalian hama dan penyakit, penjarangan buah dan pembukusan buah.
PENGATURAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG PADA MESIN TANAM RICE TRANSPLANTER TERHADAP PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Fitriani, Riza; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan salah satu tanaman pokok warna Negara indonesia. Secara umum petani melakukan penanaman padi masih secara konvesional. Penggunaan bibit yang digunakan terlalu banyak dan jarak tanam yang digunakan tidak teratur. Kemudian pada saat waktu tanam padi tenaga kerja yang terserap sangat banyak.   Penanaman secara konvensional dapat mengurangi produksi tanaman padi sawah dan kurang efisien. Sehingga untuk meningkatkan produksi padi diperlukan proses budidaya menggunakan rice transplanter.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jarak tanam yang tepat dan jumlah bibit terbaik terhadap padi sawah (Oryza sativa L.) varietas ciherang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2015 di Desa Surat, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama adalah jarak tanam dan anak petak adala jumlah bibit.. Hasil penelitian antara lain tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan jumlah bibit Perlakuan Jarak tanam 30 x 22 cm mampu memberikan hasil yang terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Untuk perlakuan jumlah bibit mampu memberikan hasil terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang meliputi bobot kering total tanaman, jumlah malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan hasil GKP ton ha-1.
KAJIAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS LARUTAN NUTRISI DAN MEDIA TANAM SECARA HIDROPONIK SISTEM SUBSTRAT PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea L.) Wibowo, Ario Wahyu; Suryanto, Agus; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya tanaman secara hidroponik merupakan salah satu alternatif untuk menunjang produksi tanaman kailan dengan memanfaatkan keterbatasan lahan yang ada. Pemberian dosis larutan nutrisi dan media tanam yang ideal dengan menggunakan metode hidroponik sistem substrat dapat memberikan hasil yang produktif pada tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2015. Bertempat di Green House Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dengan ketinggian tempat lokasi penelitian ± 1650 m dpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari faktor pertama adalah dosis larutan nutrisi dan faktor kedua adalah media tanam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pemberian dosis larutan nutrisi 6 ml.l-1 air dengan media tanam arang sekam memberikan hasil yang terbaik jika dibandingkan dengan perlakuan lainya pada setiap parameter hasil tanaman kailan yang meliputi jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi tanaman, bobot kering akar tanaman dan bobot kering total tanaman.
PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA VARIETAS PP3 Kumalasari, Septi Nuning; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting  menjadi makanan pokok dari setengah penduduk Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi dan menentukan jarak tanam dan jumlah bibit penigkatan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) hibrida varietas PP3. Penelitian dilaksanakan di Desa Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 3 ulangan dan 12 perlakuan. P1M1 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P2M1 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P3M1 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 1/lubang, P1M2 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P2M2 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P3M2 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 2/lubang, P1M3 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P2M3 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P3M3 : Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 3/lubang, P1M4 : Jarak tanam 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit 4/lubang, P2M4 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 4/lubang, P3M4 : Jarak tanam 25 cm x 25 cm dan jumlah bibit 4/lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 cm x 30 cm dan jumlah bibit 1/lubang menghasilkan 9,92 ton/ha.
PENGATURAN JARAK TANAM PADA RICE TRANSPLANTER DAN DOSIS PUPUK MAJEMUK TERHADAP HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Ramadhan, Apianto Rizky; Wicaksono, Karuniawan Puji; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan jenis tanaman yang diusahakan di Indonesia sebagai sumber bahan pangan pokok bagi 90% penduduk Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2014) produksi padi Indonesia pada tahun 2014 adalah 69,87 juta ton, sedangkan pada  tahun 2013 sebesar 71,28 juta ton. Dapat dilihat bahwa terjadi penurunan produksi sebesar 1,98%.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah pengaruh dan interaksi pengaturan jarak tanam mesin penanam padi pada hasil padi varietas Ciherang dan mengetahui pengaruh dosis pemupukan pupuk majemuk padi pada hasil padi varietas Ciherang. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2015 sampai dengan juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan Petak Utama pengaturan jarak tanam menggunakan rice transplanter (30x22 cm dan 30x15 cm), dan Anak Petak  dosis pupuk majemuk (300 kg ha-1, 600 kg ha-1, 900 kg ha-1, dan 1.200 kg ha-1). Penelitian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 x 22 cm dan dosis pupuk majemuk 600 kg ha-1 adalah yang terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan anatara lain jumlah anakan, jumlah daun, luas daun bobot kering total tanaman dan komponen hasil yaitu bobot 1.000 butir, presentase gabah hampa, bobot gabah per malai dan bobot kering gabah.
KAJIAN BEBERAPA MACAM SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM PADA PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) var. INPARI 30 Nararya, Mas Bagus Aulia; Santosa, Mudji; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mendukung program ketahanan pangan adalah dengan perbaikan sistem tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai macam sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam pada  produksi padi sawah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), Faktor yang diujikan adalah beberapa macam sistem tanam sebagai petak utama dan jumlah bibit per lubang tanam sebagai anak petak dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan di lahan pertanian di desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro pada bulan Februari−Mei 2015. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi pada parameter pengamatan jumlah malai per rumpun saat umur 65 hari setelah tanam. Dengan menggunakan sistem tanam Jajar legowo 2:1 memberikan rerata hasil yang rendah disemua parameter pengamatan saat fase vegetatif dibandingkan ketiga sistem tanam yang lain namun dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi sebesar 6,9 ton ha-1 atau meningkat (53%) jika dibandingkan dengan sistem tanam konvensional sebesar 4,5 ton ha-1.
Co-Authors A Halim A.A. Ketut Agung Cahyawan W A’yun, Norma Qurrota Abdullah, Muhammad Isa Abrianti, Putri Achmadi, Taofan Ali Addieni, Mulia Addin, Muhammad Faqih Adenita Cynthia Affan, Banu Nur Agus Murnomo Agustina, Rohmatin Aini Nurul Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasyid Ainurrasyid Aji, Mukhammad Wildan Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Amellia Firdaus Zahra Anan Nugroho Andy Andy Angelia Norma Wulandari Anggraini Mulwinda Anggraini Mulwinda Apriyanto, Eko Bagus Arfriandi, Arief Ari Rahadini Arif Budi Prasetya Ashar, Fauzi Asriningati Asriningati Bahrul Maani Bambang Satrio Bangun, Kosa Otaka Cahyani, Agustina Rizky Cahyo Fajar Adhiningtyas Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Chatarina Umbul Wahyuni Daffa, Muhammad Abu Dalilo Yogi Essy Pratama Damaiyanti, D. R. R. Damaiyanti, D.R.R. Damanik, Jhones King Damanik, Sariah Aprianti Darmawan, Krisna Reza Darmoyo Darmoyo Delta Setiyarini Dendy Eta Mirlana Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Nur Afifah Dewi, Wening Tiara Dhea Puspitasari Dhidik Prastiyanto Diah Ayu Kusumawati Diah Ayu Kusumawati Didik Hariyono Diyoprakuso, First Djallalluddin Djallalluddin Dyah Erlina Sulistyaningrum EDI SARWONO Edy Prayitno Eko Supraptono Eko Widaryanto Eline, Merina Endang Wuryandini Erika Tinambunan Erlambang, Rere Erviani, Diah Erviani, Diah Farida Farida Febrianti, Annisa Fitri Feddy Setio Pribadi Ferdian, Herman Ferry Fauzi, Ferry Fery Widhiatmoko Fikrie Rizqy Juan Bismaditya Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fita Anggraini Friska Rizqi Pratiwi Gamaruddin, Gamaruddin Gestiyana Ayu Kurnia Puteri Girsang, Srimayanti Hadinata, Nadia Agus Hanang Wibisono, Banteng Handoyo, Thomas Hari Wibawanto Hasan S. Panigoro Hemida Kusumaningrum Heriana, Tutik Huda, Moh Nurul Huda, Mukhammad Robitul Hudallah, Nur Ibrahim M. H. Sanhoury Ilmam, Hasbi Shidqi Indrawan, Rahadyan Rizki Indriyani, Triska Widya Inovian Wahyuningsih, Inovian Ismail, Moch. Taufiq Isnani Darti Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Kartono , Karuniawan Puji Wicaksono Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khotimah , Khusnul Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Asrofiq Kurniawan, Berry Kusumaningtyas, Sa'aprita Kusumawinahyu, W. M. Lilik Setyobudi Lutfiyana, Lutfiyana M. Harlanu, M. Mai Puspadyna Bilyastuti Maitimu, Dyah Kartika Mario Norman Syah, Mario Norman Marsela, Marsela Marsudi Marsudi Matanari, Dimpo Cicio Medha Baskara Misromi, Misromi Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Samsul Arifin Mochammad Wildan Nugraha Moh. Amin Mohammad Ainun Multazam Mubarok, Ahnan Mudhofi Nurrohman Mudji Santosa Muhamad Firdaus Muhammad Akmal Muhtadi, Much Misbah Musafir, Raqqasyi Rahmatullah Nafiah, Vivi Imroatin Najma Aulia Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Nia Kurniawan Nindra, Daffa Ninuk Herlina Nirmalasari, Ririn Nobukazu Nakagoshi Noor Hidayat, Noor Noor Hudallah Noor Ramadhan, Akbar Noor, Arifin Nugraha, Alfikri Raihan Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugroho, Agung Nuri Aulya Nurkharisma, Aditya Nurkholis, Fathur Nurlaelih, Euis Ellih Nurul Imamah Octavianti Paramita Oscar Regazzoni Pambudi, Muhammad Ario Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pranata, Bayu Ari Pranata, Bayu Ari Prastika, Angrenani Rindu Pratama, Ardin Rakha Pratiwi, Rima Anissa Prayitno, Marco Ferrianto Prayoga, Kharisma Marta Prihatin, Lilik Purnomo, Anna Silvia Putri Andriani Putri, Fadhila Ravinda R Kartono, R Rahardian, Tantra Septa Rahmadi, Farrabilla Ayu Rahman, Antony Anwari Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Raunica, Elsha Afry Rayungsari, Maya Resmawan Resmawan Reza Ardian Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Riana Defi Mahadji Putri Ridwan, Dzaky Fakhriza Rinata, Mar’atus Eski Rio Satriyantara Riza Fitriani, Riza Rizky Rachmadi Utomo Roedy Soelistyono Ruslan Abdul Gani Saptariana Saptriana Suryanto, Saptriana Saputra, Handika Lintang Seftriana Anifa Khusniasari Setio, Pradipa Setyono Yudo Tyasmoro Setyono, Bagus Wahyu Shafakamila, Salsabila Nazla Shelvi Sellitasari Sholeh, Mohammad Hasyim Sianturi, Michael Fias Sidabutar, Malkia Hotman Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sitawati, . Soemarno Soemarno Sri Sartono, Sri Sri Sukamta Suchaida, Azziyaa Suci Surya Dewi Sudiarso Sudiarso Sugeng Sugeng Suhatman, Yan Sunaryo Sunaryo Suwasono Heddy Syahrul Ramadhan Syaiful Anam Tanamas, Jimmy Tarigan, Maulana Ikhsan Tatyantoro Andrasto Tia Anggara, Dewi Shinta Tindriyani, Niswatul Arifah Titin Sumarni Toto Himawan Tri Rahayuningsih Trisilowati Trisilowati, Trisilowati Tyary Airivia Udayana, Cicik Ulfah Mediaty Arief Uma Khumairoh Uswatun Hasanah Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Yosafat Rio Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Warma, Mohammad Perdana Prehatama Putra Wibowo, Ario Wahyu Wicaksono, Dwi Haryo Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dania Ayu Wulansari, Atikah Wuryasari Muharini Kusumawinahyu Yoga Oktavianto Yogi Sugito Yohanes Primadiyono, Yohanes Yoom, Lilis Irjayanti Yuniaratri, Riris Yuniaratri, Riris Yusuf, Dedi Yuwono, Amrih Zuanita, Reni