p-Index From 2021 - 2026
9.018
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Agrikultura The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Produksi Tanaman Sinergi Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Plantropica: Journal of Agricultural Science AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Edu Komputika Journal JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Communication in Biomathematical Sciences Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Journal on Education Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Medica Hospitalia Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE Uniba) Jurnal Abdi Insani JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Tri Dharma Mandiri: Diseminasi dan Hilirisasi Riset Kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Journal of Law, Education and Business Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN JARING PADA TIGA VARIETAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Firdaus, Mohammad Nur; Hariyono, Didik; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya bawang merah bagi masyarakat tidak diimbangi dengan kemampuan produksi yang optimal. Sistem budidaya dan pemilihan varietas mempengaruhi hasil dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh jaring (net) dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan untuk memperoleh kombinasi jaring dan varietas yang tepat pada tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2015 di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot) dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan petak utama adalah jenis penggunaan warna dan perlakuan anak petak ialah varietas bawang merah. Perlakuan jaring secara mandiri tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Perlakuan varietas secara mandiri memberikan pengaruh pada panjang tanaman. Interaksi jaring dan varietas memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun. Penggunaan jaring putih dan jaring biru memberikan pertumbuhan vegetatif yang sama dan tidak menurunkan produktivitas bawang merah. Varietas Super Philip, Thailand, dan Biru Lancor rata-rata mampu menghasilkan produksi 11 – 12 ton per hektar.
METODE APLIKASI DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAMAN BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Huda, Mukhammad Robitul; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya bit merah yang kurang baik dan cara pemberian pupuk organik dengan cara disebar yang kurang efektif mengakibatnya  produksi yang didapatkan kurang optimal, jika cara budidaya tanamannya terutama pada pengelolahan lahan dan pemupukan dilakukan dengan benar. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode aplikasi pupuk kandang ayam dan tingkat pemberian dosis pada pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2015 di Kebun Percobaan Cangar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 kombinasi perlakuan yaitu metode aplikasi (M) dan pemberian dosis (D) yang diulang 3 kali. Pada metode aplikasi ada metode aplikasi disebar (M1), di alur (M2) dan ditugal (M3), dan pada pemberian dosis ada dosis 10 ton ha-1 (D1), dosis 20 ton ha-1 dan dosis 30 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi kombinasi pada parameter pertumbuhan bobot basah, bobot kering dan diameter umbi saat berusia 50 dan 70 hari setelah tanam. Pada parameter komponen tidak terjadi kombinasi tetapi menunjukan beda nyata pada pengamatan diameter umbi, bobot umbi dan hasil panen umbi bit merah. Penggunaan metode aplikasi pupuk kandang ditugal dan dosis 30 ton ha-1 menunjukan hasil panen bit mera lebih tinggi dari perlakuan yang lain.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN MULSA TERHADAP PRODUKSI WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Ferdian, Herman; Suryanto, Agus; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa kendala dalam budidaya wortel yaitu tidak tahan terhadap genangan air maupun kekeringan. Selain itu, erosi juga dapat terjadi  pada bedengan wortel sehing-ga mempengaruhi pembentukan umbi. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pemberian mulsa pada lahan wortel.  Mulsa yang digunakan pada penelitian adalah mulsa jerami. Pemberian mulsa yang terjadwal (pada taraf pertumbuhan dan sebelum panen) pada populasi tanaman budidaya akan memberikan efek yang nyata dalam mengendalikan gulma, sehingga dapat memaksimalkan hasil panen Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan mempelajari pengaruh dari waktu pembe-rian mulsa terhadap dua varietas wortel khususnya pada  hasil umbi yang diperoleh.  Penelitian dilaksanakan di Dusun Borah, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabu-paten Malang pada bulan Mei hingga Agustus 2015. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari  2 kombinasi perlakuan, yaitu perlakuan varietas wortel dan perlakuan waktu pemberian mulsa jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami pada waktu yang berbeda mempengaruhi  secara nyata  pada kedua varietas terhadap tinggi tanaman, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat kering umbi, tingkat populasi gulma dan berat kering gulma. Pemberian mulsa tidak berpengaruh terhadap hasil umbi pada varietas New Kuroda dan Lokal, namun jika dibandikan dengan varietas Lokal, New Kuroda menunjukkan hasil yang lebih tinggi.
KAJIAN TANAMAN SISIPAN ANDEWI (Cichorium endivia) TERHADAP BAWANG DAUN (Allium porum L.) PADA MEDIA KARPET SISTEM VERTIKULTUR Dewi, Wening Tiara; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi dalam usaha tani, dari tahun ke tahun semakin berkurang karena digunakan untuk kegiatan pembangunan diluar sektor pertanian. Salah satu bentuk pemanfaatan ruang adalah sistem tanam secara vertikultur. Sistem vertikultur dapat dioptimalkan dengan menanam tanaman utama dan tanaman sisipan. Dengan demikian, selain didapatkan hasil tanaman utama, juga diperoleh keuntungan tambahan. Pada penelitian ini dilakukan penanaman tanaman bawang daun (Allium porum L.) secara vertikultur dengan tanaman sisipan andewi (Cichorium endivia) pada berbagai umur tanaman. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui produksi dan analisis usaha tani bawang daun tumpangsari andewi pada sistem vertikultur. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tumpangsari bawang daun dan andewi 50 dan 60 HST akan menurunkan komponen pertumbuhan bawang daun. Pada komponen hasil, tumpangsari bawang daun dan andewi 40 HST memberikan bobot segar yang sama dengan tumpangsari bawang daun dan andewi 30 HST serta monokultur, namun akan menurunkan hasil pada perlakuan tumpangsari bawang daun dan andewi 50 dan 60 HST. Perlakuan tumpangsari bawang daun dan andewi 40-60 HST memiliki nilai R/C di atas 1, sehingga usaha tani layak dilakukan dan dilanjutkan.
KAJIAN WAKTU DAN CARA PENYIMPANAN BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS PS 881 METODE BUD CHIP PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL Juprianto, Miki; Nugroho, Agung; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi tebu nasional yang masih rendah dapat diupayakan dengan penggunaan bibit yang berkualitas. Bibit yang berkualitas dapat diperoleh dari teknik bud chip. Akan tetapi, penyimpanan dan pembuatan bud chip yang tidak tepat dapat menurunkan daya perkecambahan yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan bud chip. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan bud chip tersebut ialah dengan memberikan waktu dan cara penyimpanan pada bud chip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian waktu dan cara penyimpanan pada bibit tebu dengan metode bud chip. Hipotesis yang diajukan ialah pertumbuhan terbaik pada perlakuan disimpan 7 hari menggunakan kotak tisu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2015, di CV. Joyo Rosan, Gurah, Kediri Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan : kotak penyim-panan, polybag, alat HWT, wadah seed treatment, tisu, sekam, penggaris, jangka sorong, kamera, bud chip varietas PS 881. Penelitian dirancang dengan menggunakan RAK dengan 13 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga didapat 39 petak perlakuan percobaan. Penga-matan pertumbuhan bud chip dilakukan dengan metode non destruktif dengan parameter pengamatan daya perkecam-bahan, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis (uji F) pada taraf 5%. Hasil yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyim-panan bibit bud chip yang disimpan dengan tisu selama 5 hari memberikan waktu tumbuh tunas yang cepat yaitu 4 hari dengan persentase 89,12 %, selain itu pertumbuhan jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang juga lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH KASCING TERHADAP TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) PADA SISTEM VERTIKULTUR Prastika, Angrenani Rindu; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi, industri serta pertambahan penduduk di daerah perkotaan hingga pedesaan yang semakin meningkat menyebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi komplek pemukiman dan lahan industri yang menyebabkan produktivitas di bidang pertanian semakin menurun. Mengatasi lahan produksi pertanian yang semakin berkurang, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan bercocok tanam secara vertikal yang dikenal dengan sistem vertikultur. Salah satu tanaman sayuran yang dapat dikembangkan pada sistem vertikultur ialah tanaman bawang daun. Permasalahan pada budidaya tanaman bawang daun ialah umur dan produksi tanaman sangat ditentukan oleh bibit. Upaya yang dapat dilakukan ialah dengan cara pemilihan penggunaan umur bibit dan penambahan bahan organik berupa kascing. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun yang paling baik pada sistem vertikultur dengan umur bibit dan jumlah kascing yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandanrejo, Kota Batu pada bulan Maret hingga Mei 2016 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara umur bibit dan kascing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun.  Perlakuan umur bibit tua mampu meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, bobot segar tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan bobot kering tanaman. Pemberian kascing 100 hingga 300 g.tanaman-1 tidak memberikan hasil yang berbeda nyata dengan perlakuan tanpa kascing, hal ini dikarenakan jenis tanah yang digunakan mengandung bahan organik tinggi sehingga tidak berpengaruh pada pemberian kascing.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI AB-MIX PADA TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var botrytis L.) SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Maitimu, Dyah Kartika; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tananan kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) ialah salah satu tanaman sayur yang banyak di budidayakan di Indonesia. Salah satu kendala dalam memproduksi tanaman kubis bunga ialah kurang tersedia lahan untuk budidaya. Salah satu alternatif budidaya yang dapat dilakukan akibat lahan sempit ialah budidaya tanaman kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Media tanam ialah salah satu hal utama yang harus diperhatikan dalam budidaya dengan sistem hidroponik substrat, karena media tanam yang berperan menyimpan nutrisi dan menyangga tanaman. Media tanam memerlukan konsentrasi nutrisi yang tepat agar tanaman tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) dan menentukan media tanam dan konsentrasi AB-Mix yang terbaik untuk budidaya tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) secara hidroponik substrat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga April 2016 di greenhouse Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, yang terletak di Jl. Ichman Ridwan Rais, Tanjung Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam campuran antara pasir dengan arang sekam dan konsentrasi AB-Mix sebesar 14 ml L-1 didapatkan pertumbuhan dan hasil yang tinggi pada tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.)
PEMANGKASAN PUCUK DAN PEWIWILAN TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) PADA SISTEM BUDIDAYA ROOF GARDEN Jatumara, Prawesty Dinnar; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ruang secara horizontal yang semakin luas mengakibatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin berkurang. Pemanfaatan roof garden sebagai lahan pertanian kini mulai dikembangkan. Tanaman terong merupakan salah satu tanaman yang dapat ditanam di roof garden dimana tanaman ini memiliki kanopi yang lebar. Hal tersebut akan bertolak belakang dengan kriteria tanaman untuk roof garden. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh saat pemangkasan pucuk dan pewiwilan tanaman yang sesuai pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong  (Solanum melongena L.) pada sistem roof garden. Penelitian dilaksanakan di Rooftop Gedung Sentral, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yakni waktu pemangkasan pucuk dan faktor kedua yakni pewiwilan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan 14 hst dan pewiwilan 2 kali memberikan tanaman yang relatif ringan yakni 66,05 g per tanaman namun menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi yakni 217,68 g berat segar per tanaman. Perlakuan tanpa pemangkasan dengan pewiwilan 1 kali, pemangkasan pucuk umur 14 hst tanpa pewiwilan dan pemangkasan pucuk umur 14 hst pewiwilan 2 kali dapat meningkatkan produktivitas terong berturut-turut 219,75 g per tanaman, 247,76 g per tanaman, dan 217,68 g per tanaman atau sekitar 13,73%, 28,23% dan 12,66%.
PENGARUH TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADA TANAMAN WORTEL (Daucus carota L. var. New Kuroda) DENGAN KETINGGIAN BERBEDA Rinata, Mar’atus Eski; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan konsumsi wortel dan persaingan hasil produksi tanaman sub tropis pada dataran tinggi menyebabkan harga wortel dapat meningkat pada suatu saat dan luas area pertanaman semakin berkurang. Salah satu cara untuk memperluas area pertanaman ialah dengan melakukan budidaya tanaman wortel didataran medium dimana di dataran tersebut memiliki suhu yang relatif tinggi. Cara yang dapat digunakan untuk menurunkan suhu ialah dengan memeberikan mulsa pada permukaan tanah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi tingkat ketebalan mulsa jerami dan ketinggian tempat pada pertumbuhan dan hasil tanaman wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2016 di dua lokasi yaitu dataran tinggi (1065 mdpl) di Desa Bremi dan dataran medium (579mdpl) di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa 4 dan 6 kg.m²  mampu meningkatkan bobot kering total tanaman wortel masing-masing 24,24 g.tanaman dan 27,66 g.tanaman sekitar 20,95% dan 38,02% dibanding tanpa menggunakan mulsa baik di dataran medium maupun dataran tinggi. Pada komponen hasil perlakuan ketebalan mulsa 6 kg.m² dengan ketinggian 1065 mdpl menghasilkan panjang umbi lebih panjang 23,93 cm sekitar 20,85%, diameter umbi lebih besar 5,20 sekitar 111,40%, bobot segar umbi konsumsi (kg.m²) lebih tinggi 3,31 cm sekitar 571,87%  dan bobot segar umbi konsumsi (ton.ha­¹) lebih tinggi 33,12 ton.ha‑¹ sekitar 72,14% dibandingkan dengan perlakuan ketebalan mulsa 0 kg.m² dengan ketinggian 579 mdpl.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PIPA PVC SISTEM VERTIKULTUR Damanik, Sariah Aprianti; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat menyebabkan kompetisi terhadap lahan pertanian sehingga banyak alih fungsi lahan. Salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan selain menggunakan teknik konvensional yaitu dengan menggunakan teknik budidaya sistem vertikultur. Vertikultur ialah teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan memanfaatkan media yang disusun secara vertikal. Media tanam pada sistem vertikultur menjadi kunci utama perakaran tanaman dalam menyerap unsur hara dari media tanam yang terbatas. Inokulasi mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ke dalam media tanam akan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta mampu meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap bobot umbi bawang merah yang dibudidayakan pada pipa PVC sistem vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2016 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizotobacter) mempengaruhi bobot segar umbi bawang merah, Penggunaan media tanam yang diberi bahan organik + mikoriza memiliki bobot segar umbi yang paling tinggi dibandingkan dengan media perlakuan lain. Hal tersebut diakibatkan karena mikoriza mengandung jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman dalam penyerapan unsur P.
Co-Authors A Halim A.A. Ketut Agung Cahyawan W A’yun, Norma Qurrota Abdullah, Muhammad Isa Abrianti, Putri Achmadi, Taofan Ali Addieni, Mulia Addin, Muhammad Faqih Adenita Cynthia Affan, Banu Nur Agus Murnomo Agustina, Rohmatin Aini Nurul Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasyid Ainurrasyid Aji, Mukhammad Wildan Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Amellia Firdaus Zahra Anan Nugroho Andy Andy Angelia Norma Wulandari Anggraini Mulwinda Anggraini Mulwinda Apriyanto, Eko Bagus Arfriandi, Arief Ari Rahadini Arif Budi Prasetya Ashar, Fauzi Asriningati Asriningati Bahrul Maani Bambang Satrio Bangun, Kosa Otaka Cahyani, Agustina Rizky Cahyo Fajar Adhiningtyas Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Chatarina Umbul Wahyuni Daffa, Muhammad Abu Dalilo Yogi Essy Pratama Damaiyanti, D. R. R. Damaiyanti, D.R.R. Damanik, Jhones King Damanik, Sariah Aprianti Darmawan, Krisna Reza Darmoyo Darmoyo Delta Setiyarini Dendy Eta Mirlana Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Nur Afifah Dewi, Wening Tiara Dhea Puspitasari Dhidik Prastiyanto Diah Ayu Kusumawati Diah Ayu Kusumawati Didik Hariyono Diyoprakuso, First Djallalluddin Djallalluddin Dyah Erlina Sulistyaningrum EDI SARWONO Edy Prayitno Eko Supraptono Eko Widaryanto Eline, Merina Endang Wuryandini Erika Tinambunan Erlambang, Rere Erviani, Diah Erviani, Diah Farida Farida Febrianti, Annisa Fitri Feddy Setio Pribadi Ferdian, Herman Ferry Fauzi, Ferry Fery Widhiatmoko Fikrie Rizqy Juan Bismaditya Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fita Anggraini Friska Rizqi Pratiwi Gamaruddin, Gamaruddin Gestiyana Ayu Kurnia Puteri Girsang, Srimayanti Hadinata, Nadia Agus Hanang Wibisono, Banteng Handoyo, Thomas Hari Wibawanto Hasan S. Panigoro Hemida Kusumaningrum Heriana, Tutik Huda, Moh Nurul Huda, Mukhammad Robitul Hudallah, Nur Ibrahim M. H. Sanhoury Ilmam, Hasbi Shidqi Indrawan, Rahadyan Rizki Indriyani, Triska Widya Inovian Wahyuningsih, Inovian Ismail, Moch. Taufiq Isnani Darti Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Kartono , Karuniawan Puji Wicaksono Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khotimah , Khusnul Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Asrofiq Kurniawan, Berry Kusumaningtyas, Sa'aprita Kusumawinahyu, W. M. Lilik Setyobudi Lutfiyana, Lutfiyana M. Harlanu, M. Mai Puspadyna Bilyastuti Maitimu, Dyah Kartika Mario Norman Syah, Mario Norman Marsela, Marsela Marsudi Marsudi Matanari, Dimpo Cicio Medha Baskara Misromi, Misromi Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Samsul Arifin Mochammad Wildan Nugraha Moh. Amin Mohammad Ainun Multazam Mubarok, Ahnan Mudhofi Nurrohman Mudji Santosa Muhamad Firdaus Muhammad Akmal Muhtadi, Much Misbah Musafir, Raqqasyi Rahmatullah Nafiah, Vivi Imroatin Najma Aulia Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Nia Kurniawan Nindra, Daffa Ninuk Herlina Nirmalasari, Ririn Nobukazu Nakagoshi Noor Hidayat, Noor Noor Hudallah Noor Ramadhan, Akbar Noor, Arifin Nugraha, Alfikri Raihan Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugroho, Agung Nuri Aulya Nurkharisma, Aditya Nurkholis, Fathur Nurlaelih, Euis Ellih Nurul Imamah Octavianti Paramita Oscar Regazzoni Pambudi, Muhammad Ario Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pranata, Bayu Ari Pranata, Bayu Ari Prastika, Angrenani Rindu Pratama, Ardin Rakha Pratiwi, Rima Anissa Prayitno, Marco Ferrianto Prayoga, Kharisma Marta Prihatin, Lilik Purnomo, Anna Silvia Putri Andriani Putri, Fadhila Ravinda R Kartono, R Rahardian, Tantra Septa Rahmadi, Farrabilla Ayu Rahman, Antony Anwari Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Raunica, Elsha Afry Rayungsari, Maya Resmawan Resmawan Reza Ardian Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Riana Defi Mahadji Putri Ridwan, Dzaky Fakhriza Rinata, Mar’atus Eski Rio Satriyantara Riza Fitriani, Riza Rizky Rachmadi Utomo Roedy Soelistyono Ruslan Abdul Gani Saptariana Saptriana Suryanto, Saptriana Saputra, Handika Lintang Seftriana Anifa Khusniasari Setio, Pradipa Setyono Yudo Tyasmoro Setyono, Bagus Wahyu Shafakamila, Salsabila Nazla Shelvi Sellitasari Sholeh, Mohammad Hasyim Sianturi, Michael Fias Sidabutar, Malkia Hotman Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sitawati, . Soemarno Soemarno Sri Sartono, Sri Sri Sukamta Suchaida, Azziyaa Suci Surya Dewi Sudiarso Sudiarso Sugeng Sugeng Suhatman, Yan Sunaryo Sunaryo Suwasono Heddy Syahrul Ramadhan Syaiful Anam Tanamas, Jimmy Tarigan, Maulana Ikhsan Tatyantoro Andrasto Tia Anggara, Dewi Shinta Tindriyani, Niswatul Arifah Titin Sumarni Toto Himawan Tri Rahayuningsih Trisilowati Trisilowati, Trisilowati Tyary Airivia Udayana, Cicik Ulfah Mediaty Arief Uma Khumairoh Uswatun Hasanah Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Yosafat Rio Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Warma, Mohammad Perdana Prehatama Putra Wibowo, Ario Wahyu Wicaksono, Dwi Haryo Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dania Ayu Wulansari, Atikah Wuryasari Muharini Kusumawinahyu Yoga Oktavianto Yogi Sugito Yohanes Primadiyono, Yohanes Yoom, Lilis Irjayanti Yuniaratri, Riris Yuniaratri, Riris Yusuf, Dedi Yuwono, Amrih Zuanita, Reni