p-Index From 2021 - 2026
8.765
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Cakrawala Pendidikan JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Agrikultura The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Abdimas Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Produksi Tanaman Sinergi Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Edu Komputika Journal JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL KAJIAN TEKNIK ELEKTRO JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Communication in Biomathematical Sciences Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Journal on Education Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Medica Hospitalia Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE Uniba) Jurnal Abdi Insani JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Tri Dharma Mandiri: Diseminasi dan Hilirisasi Riset Kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Journal of Law, Education and Business ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Limits: Journal of Mathematics and Its Applications
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Sistem Tanam dan Mulsa terhadap Efisiensi Konversi Radiasi Matahari pada Tanaman Jagung (Zea mays var. Identata) Varietas Pertiwi 3 Alislami, Tia Candra Khaula; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas tanaman tergantung pada kemampuan tanaman dalam menerima dan mengkonversi energi matahari menjadi biomasa tanaman Nilai konversi energi matahari yang umum pada tanaman hanya sebesar 2%, hal ini dipengaruhi oleh pemantulan dan penerusan energi matahari, transpirasi dan respirasi tanaman. Teknologi budidaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi konversi radiasi matahari pada tanaman jagung yaitu dengan melakukan sistem tanam dan penggunaan mulsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan metode dalam meningkatkan efisiensi konversi energi radiasi matahari dan produktivitas tanaman jagung pada sistem tanam dan mulsa yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2019 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan percobaan yaitu luas daun, bobot kering total tanaman, bobot kering 100 biji, bobot kering per tanaman, bobot kering per hektar, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman dan Efisiensi Konversi Energi (EKE). Kombinasi perlakuan double row dengan mulsa plastk hitam perak memiliki nilai Efisiensi Konversi Energi (EKE) tertinggi yaitu 11,7 % dan memliki produktivitas tertinggi yaitu 9,15 ton ha-1.
Intersepsi Radiasi Matahari pada Berbagai Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola Prayitno, Marco Ferrianto; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu komoditas pertanian yang berpotensi sebagai pengganti bahan pangan pokok dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Produksi tanaman kentang setiap tahunnya masih belum terpenuhi karena produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan permintaan pasar. Salah satu kendala budidaya kentang di dataran tinggi adalah intensitas cahaya matahari yang rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memodifikasi lingkungan yang ada, yaitu dengan menggunakan mulsa. Kegunaan mulsa adalah untuk memodifikasi lingkungan iklim mikro di mana hal tersebut dapat meningkatkan intersepsi cahaya dan mampu menstabilkan suhu serta kelembaban. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2019 di desa Junggo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik perak dan mulsa plastik hitam perak mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik terhadap luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, bobot segar umbi per tanaman, bobot segar umbi panen dan nilai intersepsi cahaya dibandingkan tanpa menggunakan mulsa. Perlakuan mulsa plastik perak mempunyai bobot segar umbi panen tertinggi sebesar 40,51 ton ha-1 atau 42,04% lebih besar dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
Pengaruh Sistem Tanam dan Mulsa terhadap Intersepsi Radiasi Matahari pada Tanaman Jagung (Zea mays L. var. indurata) Varietas BISI 18 A’yun, Norma Qurrota; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 6 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L. var. indurata) merupakan komoditas pangan terpenting kedua setelah padi, di Indonesia jagung digunakan sebagai makanan pokok di beberapa daerah. Jagung adalah komoditas multi fungsi, yakni untuk pangan (food), pakan (feed), bahan bakar (fuel) dan bahan baku industri (fiber). Seiring dengan perkembangan sektor peternakan dan industri pangan, maka kebutuhan jagung akan mengalami peningkatan. Intensitas radiasi matahari merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Jarak tanam yang kurang sesuai pada budidaya tanaman jagung menyebabkan intersepsi radiasi matahari tidak maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu pengaturan jarak tanam melalui sistem tanam untuk meningkatkan intersepsi radiasi matahari dan pemberian mulsa untuk memantulkan radiasi matahari yang lolos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara sistem tanam dan jenis mulsa terhadap intersepsi radiasi matahari pada tanaman jagung. penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2019, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Analisis data menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi sistem tanam dan mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, hasil dan intersepsi radiasi matahari. Kombinasi perlakuan double row + mulsa plastik hitam perak memliki produksi tertinggi, yakni 9,29 ton ha-1, intersepsi radiasi tertinggi sebesar 95,57% dan albedo tertinggi sebesar 47,82%.
Perbedaan Waktu Forcing dan Konsentrasi Ethephon Terhadap Pembungaan Tanaman Nanas (Ananas comosus L) cv. Queen Sidabutar, Malkia Hotman; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 10 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) merupakan salah satu buah tropika yang berpotensi menjadi komoditas ekspor. Produksi nanas di Jawa Timur dari tahun 2009 sampai 2014 meningkat dari 44.275 ton hingga 186.949 ton namun menurun dari tahun 2015 sampai 2017 sebesar 171.303 ton hingga 126.963 ton. Salah satu masalah yang dihadapi dalam budidaya nanas adalah membutuhkan waktu yang lama dalam pembungaan dan keseragaman pembungaan. Salah satu upaya perangsangan bunga terhadap tanaman nanas agar dapat berbunga serempak yaitu dengan cara Forcing. Forcing adalah teknik perangsangan pembungaan untuk mempercepat dan menyeragamkan pembungaan. Forcing secara efektif dapat dilakukan pada malam hari. Hipotesis dari penelitian ini adalah pengaplikasian Forcing di waktu malam hari dengan konsentrasi ethephon sebanyak 2000 ppm/liter. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2020, Di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan menggunakan 2 faktor dan diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama yaitu waktu Forcing dengan 2 taraf sebagai berikut Pagi Hari, Malam Hari. Pada faktor kedua yaitu konsentrasi etephon dengan empat taraf sebagai berikut 500 ppm , 1000 ppm , 1500 ppm, 2000 ppm. Pada pengamatan presentase tanaman berbunga perlakuan waktu Forcing malam hari dengan konsentrasi ethephon 2000 ppm menunjukkan hasil yang lebih baik daripada perlakuan lainnya yaitu 50,00 %. presentase pembungaan menunjukkan hasil 100 % ,variabel pengamatan jumlah daun dan berat kering tidak menunjukkan pengaruh nyata.
Aplikasi Beberapa Konsentrasi Ethrel dan Urea pada Pembungaan Nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen Matanari, Dimpo Cicio; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) merupakan komoditas buah ekspor unggulan Indonesia. Sentra produksi nanas di provinsi Jawa Timur terletak di Kabupaten Kediri. Waktu panen yang tidak serempak  akan merugikan dari segi efisiensi, efektivitas tenaga kerja, mesin panen, waktu dan biaya. Pembungaan yang serempak akan menyamakan waktu pematangan buah, sehingaa petani dapat memprediksi waktu panen dengan tepat. Solusi yang dapat digunakan untuk permasalahan pembungaan tanaman nanas ialah dengan menggunakan metode forcing. Forcing ialah upaya perangsangan pembungaan pada tanaman nanas. Bahan kimia yang digunakan dalam melakukan forcing ialah etilen dengan campuran  urea. Hal ini dikarenakan pemberian urea dapat meningkatkan efisiensi penyerapan ethephon saat penginduksian bunga, sehingga dapat meningkatkan etilen pada jaringan tanaman nanas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi urea yang tepat pada konsentrasi ethrel sehingga dapat mempercepat pembungaan pada tanaman nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2020, di desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Spli Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ethrel dengan 3 taraf perlakuan merupakan mainplot yaitu 0,5 ml.l-1 (E1), 1 ml.l-1 (E2), dan 1,5 ml.l-1 (E3). Faktor kedua adalah konsentrasi urea dengan 4 taraf perlakuan merupakan subplot yaitu o g.l-1 (R0), 5 g.l-1 (R1), 10 g.l-1 (R2), dan 15 g.l-1 (R3). Jumlah tanaman berbunga pada perlakuan konsentrasi ethrel 1,5 ml.l-1 dan penambahan konsentrasi urea 10 g.l-1 menunjukkan hasil yang terbaik.
Kombinasi Pemberian Pupuk Urea dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen Bangun, Kosa Otaka; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial di Indonesia. Dalam melakukan budidaya nanas salah satu hal yang penting yaitu proses pemupukan. Di Kabupaten Kediri, petani dalam proses pemupukan tanaman nanas menggunakan pupuk sipramin dalam mendukung pertumbuhan. Penggunaan pupuk sipramin menyebabkan penurunan pH tanah dan meningkatkan kandungan cd dalam tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Solusi dari permasalahan tersebut dilakukan pemupukan dengan pupuk jenis lain yaitu pupuk urea dan SP-36. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dosis pupuk urea dan SP-36 yang tepat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman nanas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2020 di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis pupuk SP-36 sebesar 150 kg.ha-1 meningkatkan panjang tanaman hingga 15,7% dibandingkan perlakuan tanpa pupuk SP-36, namun untuk jumlah daun dan luas daun, pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 75 kg.ha-1 sudah mampu meningkatkan jumlah daun hingga 9,3% dan luas daun 18,2% dari perlakuan tanpa pupuk SP-36. Dosis pupuk urea sebesar 300 kg. ha-1 meningkatkan panjang tanaman hingga 18,8% dan jumlah daun 23,8% dibandingkan dengan perlakuan pupuk urea sebesar 100 kg.ha-1, namun untuk luas daun tanaman, pemberian pupuk urea dengan dosis 200 kg.ha-1 sudah mampu meningkatkan luas daun tanaman hingga 22,6% dari perlakuan pupuk urea 100 kg.ha-1. Pemberian SP-36 dengan dosis 150 kg.ha-1 menurunkan kebutuhan urea hingga 200 kg.ha-1 tampak pada peubah berat kering total tanaman sebesar 188,72 g-1.tanaman-1 yang sama dengan perlakuan 75 dan 150 kg.ha-1 SP-36+300 kg.ha-1 Urea.
Pengaruh Kepadatan dan Penggunaan Mulsa pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Damanik, Jhones King; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 8 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu sumber penghasil karbohidrat setelah gandum dan padi yang termasuk tanaman pangan semusim (annual). Jarak tanam yang terlalu kecil mengakibatkan terjadinya persaingan tanaman untuk mendapatkan nutrisi, cahaya matahari, dan ruang/tempat sehingga penting melakukan pengaturan jarak tanam yang tepat. Penggunaan mulsa juga membantu mempertahankan suhu dalam tanah, kelembaban tanah, mengurangi intensitas erosi, serta menghambat pertumbuhan tanaman yang tidak dikehendaki yang akan menguntungkan tanaman budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perlakuan jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami padi dan mulsa plastik hitam perak) serta pengaturan kepadatan tanaman pada pertumbuhan, hasil tanaman jagung manis dan faktor lingkungan serta interaksi antara perlakuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2020 dan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang berada di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah jenis mulsa yaitu M0= Tanpa mulsa; M1= Jerami PADI; M2= Mulsa PHP dan faktor kedua adalah kepadatan tanaman yaitu P1= Kepadatan 80 tanaman; P2= Kepadatan 52 tanaman; P3= Kepadatan 40 tanaman. Hasil penelitian menunjukan hasil yang berbeda nyata serta adanya interaksi pada perlakuan jenis mulsa dan kepadatan tanaman.
Kajian Konsentrasi dan Waktu Aplikasi PGPR pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays var. saccharata) Sianturi, Michael Fias; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 8 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata) merupakan tanaman hortikultura yang sangat sering dijumpai oleh masyarakat dunia. Banyak petani tidak mengetahui ataupun ada yang tidak perduli dengan keadaan tanah dengan menggunakan pupuk kimia atau pupuk anorganik secara berlebihan. Ketika menggunakan pupuk kimia tanaman hanya akan menyerap kandungan yang dibutuhkan tanaman. Pengembalian unsur hara atau mikroorganisme tanah yang telah hilang harus dikembalikan ke dalam tanah agar keadaan tanah dapat menjadi baik dan dapat memberikan unsur hara atau mikroorganisme yang dibutuhkan oleh tanaman budidaya selanjutnya. Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dapat membantu tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan suatu tanaman dan juga dapat melindungi tanaman dari patogen patogen tertentu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Oktober 2020. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari petak utama dan anak petak dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan W0 : Bersamaan dengan tanam, W1 : 1 minggu sebelum tanam, W2 : 2 minggu sebelum tanam, D0 : 0 ml/liter air, D1 : 10 ml/liter air, D2 : 20 ml/liter air. Perlakuan waktu aplikasi PGPR dan perlakuan konsentrasi PGPR menunjukkan pengaruh nyata pada parameter berat kering total tanaman dan crop growth rate. Perlakuan konsentrasi PGPR menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter hasil bobot segar tongkol dengan kelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot dan hasil panen dengan hasil terbaik pada perlakuan konsentrasi PGPR 10ml/liter air.
Produksi Dan Efisiensi Konversi Energi Matahari Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Kultivar Mc. Russet Pada Berbagai Macam Mulsa Aji, Mukhammad Wildan; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 10 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu jenis umbi yang banyak digunakan sebagai makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Dalam proses budidaya kentang di dataran tinggi hingga saat ini masih terdapat kendala, yakni intensitas matahari yang rendah. Memodifikasi lingkungan dengan menggunakan mulsa dapat mengoptimalkan intensitas cahaya matahari yang diterima oleh kentang. Cahaya yang mengenai permukaan mulsa dapat diteruskan, diserap dan dipantulkan kembali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2019 di Dusun Puncak Brakseng, Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini yaitu luas daun, Laju pertumbuhan tanaman, Berat kering tanaman, Jumlah daun pertanaman, kadar klorofil, berat segar umbi pertanaman, jumlah umbi pertanaman, Bobot umbi panen, produksi per ha-, pengamatan effisiensi konversi energi matahari dan pengamatan cahaya pantul. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata, maka dilakukan uji beda nyata jujur dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunukan pertumbuhan dan hasil tanaman yang relatif sama pada parameter pengamatan luas daun, jumlah daun dan laju pertumbuhan tanaman, efisiensi konversi energi dan albedo dimana perlakuan mulsa plastik perak menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan mulsa plastik perak meningkatkan bobot segar umbi panen hingga 70 % lebih besar dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan 11,11 % lebih besar dibandingkan mulsa plastik hitam. Jadi secara keseluruhan mulsa plastik perak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tertinggi dibandingkan semua perlakuan pada tanaman kentang.
Kajian Media Tanam dan Konsentrasi Larutan Nutrisi Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) Pada Tanaman Kailan (Brassica oleracea sp.) Darmawan, Krisna Reza; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.02.06

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae sp.) merupakan sayuran yang berasal dari Negara Cina yang mirip dengan tanaman sawi dan kembang kol. Kailan mempunyai gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Kebutuhan kailan bagi masyarakat semakin meningkat seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepadatan penduduk khususnya di daerah perkotaan. Sedangkan luas lahan di perkotaan semakin sedikit untuk dilakukannya kegiatan budidaya kailan. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah melakukan teknik budidaya hidroponik. Selain larutan nutrisi, faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu media tanam. Kekurangan rockwool adalah harganya yang masih terbilang mahal karena masih impor. Penggunaan media tanam dari limbah rumah tangga seperti spons dapat menjadi alternatif dalam mengganti rockwool yang memiliki harga relatif mahal. Selain spons, pecahan batu bata dapat digunakan sebagai media tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2021. Perlakuan pemberian konsentrasi nutrisi 6 ml.l-1 dengan media tanam rockwool memberikan hasil tertinggi pada pengamatan parameter pertumbuhan. Perlakuan pemberian konsentrasi nutrisi memiliki hasil yang berbeda nyata pada parameter hasil. Sedangkan perlakuan penggunaan jenis media tanam memiliki hasil yang tidak berbeda nyata pada parameter hasil.
Co-Authors A Halim A.A. Ketut Agung Cahyawan W A’yun, Norma Qurrota Abdullah, Muhammad Isa Abrianti, Putri Achmadi, Taofan Ali Addieni, Mulia Addin, Muhammad Faqih Adenita Cynthia Affan, Banu Nur Agus Murnomo Aini Nurul Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasyid Ainurrasyid Aji, Mukhammad Wildan Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Amellia Firdaus Zahra Anan Nugroho Andy Andy Angelia Norma Wulandari Anggraini Mulwinda Anggraini Mulwinda Apriyanto, Eko Bagus Arfriandi, Arief Arif Budi Prasetya Ashar, Fauzi Asriningati Asriningati Bahrul Maani Bangun, Kosa Otaka Cahyani, Agustina Rizky Cahyo Fajar Adhiningtyas Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Chatarina Umbul Wahyuni Daffa, Muhammad Abu Damaiyanti, D. R. R. Damaiyanti, D.R.R. Damanik, Jhones King Damanik, Sariah Aprianti Darmawan, Krisna Reza Darmoyo Darmoyo Dendy Eta Mirlana Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Nur Afifah Dewi, Wening Tiara Dhidik Prastiyanto Diah Ayu Kusumawati Diah Ayu Kusumawati Didik Hariyono Diyoprakuso, First Djallalluddin Djallalluddin Dyah Erlina Sulistyaningrum EDI SARWONO Edy Prayitno Eko Supraptono Eko Widaryanto Eline, Merina Endang Wuryandini Erika Tinambunan Erlambang, Rere Erviani, Diah Erviani, Diah Fahrurrozy, Mohammad Farida Farida Febrianti, Annisa Fitri Feddy Setio Pribadi Ferdian, Herman Ferry Fauzi, Ferry Fery Widhiatmoko Fikrie Rizqy Juan Bismaditya Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fita Anggraini Friska Rizqi Pratiwi Gestiyana Ayu Kurnia Puteri Girsang, Srimayanti Hadinata, Nadia Agus Hanang Wibisono, Banteng Handoyo, Thomas Hari Wibawanto Hasan S. Panigoro Hemida Kusumaningrum Heriana, Tutik Hirlan Hirlan Huda, Mukhammad Robitul Hudallah, Nur Husni Thamrin Sebayang Ibrahim M. H. Sanhoury Ilmam, Hasbi Shidqi Indrawan, Rahadyan Rizki Indriyani, Triska Widya Inovian Wahyuningsih, Inovian Ismail, Moch. Taufiq Isnani Darti Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Kartono , Karuniawan Puji Wicaksono Khoiril Anam, Khoiril Khoirudin Fathoni, Khoirudin Khotimah , Khusnul Koesriharti Koesriharti Krisnawati, Vira Hari Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Asrofiq Kurniawan, Berry Kusumaningtyas, Sa'aprita Kusumawinahyu, W. M. Lilik Setyobudi Lutfiyana, Lutfiyana M. Harlanu, M. Mai Puspadyna Bilyastuti Maitimu, Dyah Kartika Mario Norman Syah, Mario Norman Marsela, Marsela Marsudi Marsudi Matanari, Dimpo Cicio Matatula, Denis Andre Medha Baskara Misromi, Misromi Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Samsul Arifin Mochammad Wildan Nugraha Moh. Amin Mohammad Ainun Multazam Mubarok, Ahnan Mudhofi Nurrohman Mudji Santosa Muhammad Akmal Muhtadi, Much Misbah Musafir, Raqqasyi Rahmatullah Nafiah, Vivi Imroatin Najma Aulia Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Nia Kurniawan Nindra, Daffa Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Noor Hudallah Noor Ramadhan, Akbar Noor, Arifin Nugraha, Alfikri Raihan Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugroho, Agung Nur Hidayat Nuri Aulya Nurkhanifah, Nia Nurkharisma, Aditya Nurkholis, Fathur Nurlaelih, Euis Ellih Nurul Imamah Octavianti Paramita Oscar Regazzoni Pambudi, Muhammad Ario Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pranata, Bayu Ari Pranata, Bayu Ari Prastika, Angrenani Rindu Prayitno, Marco Ferrianto Prayoga, Kharisma Marta Prihatin, Lilik Purnomo, Anna Silvia Putri Andriani Putri, Fadhila Ravinda R Kartono, R Rahman, Antony Anwari Rahmawati, Anindya Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Raunica, Elsha Afry Rayungsari, Maya Resmawan Resmawan Reza Ardian Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Riana Defi Mahadji Putri Ridwan, Dzaky Fakhriza Rinata, Mar’atus Eski Riza Fitriani, Riza Rizky Rachmadi Utomo Roedy Soelistyono Ruslan Abdul Gani Saptariana - Saptriana Suryanto, Saptriana Saputra, Handika Lintang Seftriana Anifa Khusniasari Setio, Pradipa Setyono Yudo Tyasmoro Setyono, Bagus Wahyu Setyowati Pertiwi, Indah Shafakamila, Salsabila Nazla Shelvi Sellitasari Sholeh, Mohammad Hasyim Sianturi, Michael Fias Sidabutar, Malkia Hotman Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Sitawati, . Sri Puji Lestari Sri Sartono, Sri Sri Sukamta Suchaida, Azziyaa Suci Surya Dewi Sudiarso Sudiarso Sugeng Sugeng Suhatman, Yan Sunaryo Sunaryo Suwasono Heddy Syahrul Ramadhan Tanamas, Jimmy Tarigan, Maulana Ikhsan Tatyantoro Andrasto Tia Anggara, Dewi Shinta Tindriyani, Niswatul Arifah Titin Sumarni Toto Himawan Tri Rahayuningsih Trisilowati Trisilowati, Trisilowati Tristi Indah Dwi Kurnia Tyary Airivia Udayana, Cicik Ulfah Mediaty Arief Uswatun Hasanah Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Yosafat Rio Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Warma, Mohammad Perdana Prehatama Putra Wibowo, Ario Wahyu Wicaksono, Dwi Haryo Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dania Ayu Wulansari, Atikah Wuryasari Muharini Kusumawinahyu Yoga Oktavianto Yogi Sugito Yohanes Primadiyono, Yohanes Yoom, Lilis Irjayanti Yuniaratri, Riris Yuniaratri, Riris Yusuf, Dedi Yuwono, Amrih Zuanita, Reni