ABSTRAK Pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat merupakan salah satu solusi strategis dalam mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kepada masyarakat Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dengan Yayasan Mujahidin Falah sebagai mitra kegiatan. Program ini melibatkan 27 orang peserta yang terdiri atas perwakilan warga dan pengelola lingkungan setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, survei lapangan, dan koordinasi dengan pemerintah desa serta mitra. Pada tahap pelaksanaan, peserta memperoleh penyuluhan, workshop praktik pembuatan pupuk kompos padat dan cair, serta pendampingan kelompok untuk mengaplikasikan keterampilan pengolahan sampah organik secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta dalam mengelola sampah organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep pengelolaan sampah organik serta keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi pupuk. Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dari membuang sampah secara langsung menjadi mengolahnya secara produktif. Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan produk pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa yang ramah lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Kata Kunci: Edukasi, Sampah Organik, Pupuk Organik, Pemberdayaan Masyarakat, Lombok Barat ABSTRACTCommunity-based organic waste management is one of the strategic solutions in reducing environmental problems while increasing economic added value. This community service activity aims to provide education and training on the use of organic waste as fertilizer to the community of Bajur Village, Labuapi District, West Lombok Regency, with the Mujahidin Falah Foundation as a partner in the activity. This program involves 27 participants consisting of representatives of residents and local environmental managers. The implementation method consists of three main stages: preparation, implementation, and evaluation and follow-up. The preparation stage involves problem identification, field surveys, and coordination with the village government and partners. During the implementation stage, participants received counseling, workshops on making solid and liquid compost, and group assistance to apply their skills in processing organic waste independently. Evaluation was carried out by monitoring improvements in participants' knowledge, attitudes, and practices in managing organic waste. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the concept of organic waste management and practical skills in processing it into fertilizer. In addition, there has been a change in people's behavior from directly disposing of waste to processing it productively. This program also encourages increased environmental awareness and opens up economic opportunities through the use of organic fertilizer products. Thus, this community service activity has the potential to become a model of sustainable education in supporting environmentally friendly and economically independent village development. Keywords: Education, Organic Waste, Organic Fertilizer, Community Empowerment, West Lombok