Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI LUWU UTARA Rasriwani; Kaharuddin Arafah; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 20 No. 3 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v20i3.5304

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas belajar fisika, hasil belajar fisika, dan hubungan aktivitas belajar fisika dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri di Luwu Utara. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI MIPA di SMAN 3 Luwu Utara, SMAN 4 Luwu Utara, SMAN 8 Luwu Utara, dan SMAN 11 Luwu Utara. Sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Data hasil penelitian diperoleh dengan observasi untuk aktivitas belajar fisika dan tes untuk hasil belajar fisika berupa soal objektif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial yaitu korelasi product moment. Hasil penelitian diperoleh (1) aktivitas belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri di Luwu Utara berada pada kategori tinggi, (2) hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri di Luwu Utara berada pada kategori sedang, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara aktivitas belajar fisika dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri di Luwu Utara. Berdasarkan hasil analisis penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar fisika dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri di Luwu Utara memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar fisika, hubungan This research is a survey research that aims to describe physics learning activities, physics learning outcomes, and the relationship between physics learning activities and physics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri in Luwu Utara. The population in this study were students of class XI MIPA at SMAN 3 Luwu Utara, SMAN 4 Luwu Utara, SMAN 8 Luwu Utara, and SMAN 11 Luwu Utara. The sample was determined using proportional random sampling technique. The research data obtained by observation for physics learning activities and tests for physics learning outcomes in the form of objective questions. The data analysis technique used is descriptive analysis and inferential analysis, namely product moment correlation. Research result were obtained (1) the physics learning activities of class XI students of SMA Negeri Luwu Utara are in the high category, (2) the physics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri Luwu Utara are in the medium category, (3) there is a positive and significant relationship between physics learning activities and physics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri in Luwu Utara. Based on the results of the research analysis, it can be concluded that physics learning activities and physics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri in Luwu Utara have a positive and significant relationship Keywords : learning activities, physics learning outcomes, relationship
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 MAKASSAR Asiah Balqis; Nurhayati; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6051

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra-esperimen yang bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa di SMA Negeri 9 Makassar. Keterampilan proses sains merupakan salah satu ketermapilan penting bagi peserta didik khususnya pada pembelajaran saisn. Keterampilan ini menjadi landasan pembelajaran konstruktivis dalam bidang sains dan mampu membuat peserta didik mampau belajar sains secara mandiri. Subyek penelitian ini  adalah siswa kelas XI MIPA 4 yang terdiri dari 30 siswa. Indikator keterampilan proses sains yang diteliti meliputi mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan. Pembelajaran berbasis Inkuiri dilaksanakan dengan menggunakan 1) Orientasi; 2) Merumuskan masalah; 3) Merumuskan hipotesis; 4) Mengumpulkan data; 5) Uji hipotesis; dan 6) Menarik kesimpulan. Seluruh sintaks ini berkaitan erat dengan keterampilan proses sains sehingga penarapn Inkuiri akan berdampak positif terhadap keterampilan proses sains. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa indikator mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan masing-masing berturut-turut berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,3% kategori tinggi dengan persentase 62%, kategori tinggi dengan persentase 72,3%, kategori tinggi dengan persentase 79,5%, kategori sedang dengan persentase 45,7%, dan kategori sedang dengan persentase 55,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa secara rata-rata skor keterampilan proses sains siswa setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran fisika berbasis inkuiri ialah berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains A research with Pre-experiment design has been conducted to analyze the description of science process skills of SMA Negeri 9 Makassar students after being taught using inquiry-based learning. The inquiry-based learning used in this study is guided inquiry. The subjects of this study were students of class XI MIPA 4 consisting of 30 students. The indicators of science process skills studied include observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting. The results of descriptive analysis showed that the indicators of observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting each successively were in the high category with a percentage of 66.3%, high category with a percentage of 62%, high category with a percentage of 72.3%, high category with a percentage of 79.5%, medium category with a percentage of 45.7%, and medium category with a percentage of 55.3%. So it can be concluded that on average the score of students  science process skills after being taught using inquiry-based physics learning is in the high category. Keywords : Guided Inquiry-Based Learning,  Science Process Skills.
ANALISIS MINAT BELAJAR FISIKA SISWA SMAN 2 MAKASSAR Satria Wahyu Mesura; Usman; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/h8s7c483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait minat belajar fisika siswa di SMAN 2 Makassar yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran minat siswa yang memilih mata pelajaran fisika dikarenakan hasil dari observasi yang telah dilakukan di SMAN 2 Makassar diperoleh informasi bahwa 50% di antara mereka yang telah memilih mata pelajaran fisika karena dorongan faktor eksternal, seperti keluarga dan teman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMAN 2 Makassar dengan jumlah 50 orang. Minat belajar siswa diukur dengan menggunakan kuesioner berdasarkan indikator minat belajar yang diteliti, meliputi perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Adapun wawancara yang dilakukan untuk memperoleh informasi terkait minat belajar siswa yang ditemukan dari hasil kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata dari minat belajar fisika siswa SMAN 2 Makassar berada pada kategori tinggi yakni sejumlah 35 orang siswa dengan persentase 70,00%. Kata Kunci : Fisika, Minat Belajar, Metode Survei   This research aims to obtain information regarding the interest in studying physics of students at SMAN 2 Makassar who have implemented the Merdeka Curriculum. This research was conducted to find out what the interest of students who choose physics as a subject is because the results of observations carried out at SMAN 2 Makassar information was obtained that 50% of those who had chosen physics as a subject due to encouragement from external factors, sucs as family and friends. This research is quantitative descriptive research using survey methods. The research subjects were 50 students of class XII at SMAN 2 Makassar. Interest in Learning of students is seen using a questionnaire based on the indicators of interest in learning, including happy feeling, interest, attention, and involvement. The interviews were conducted to obtain information related to the interest in learning of student found from the results of the questionnaire. The result of descriptive analysis show that the average from score of the interest in learning physics of student at SMAN 2 Makassar is in the high category, namely 35 students with a percentage 70.00%. Keywords: Physics, Interest in Learning, Survey Method
ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS XI SMA NEGERI 1 GOWA La Barito; Muhammad Saleh; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 3 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i3.6667

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil belajar fisika peserta didik di kelas XI SMA Negeri 1 Gowa dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah di tahun ajaran 2024/2025. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI 1 SMA Negeri 1 Gowa yang berjumlah 36 orang. sebelum peneliti memberikan tes tertulis pada peserta didik, peneliti terlebih dulu melakukan wawancara kepada guru fisika di sekolah tersebut  dengan tujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang guru tersebut  gunakan pada saat pembelajaran di kelas, setelah memastikan guru tersebut menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, baru kemudian peneliti memberikan tes tertulis kepada peserta didik. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Gowa dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 50%. Hasil ini dapat membantu guru mengidentifikasi peserta didik yang mengalami kesulitan dan memberikan bimbingan lebih lanjut. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti aspek lain, seperti motivasi belajar dan  keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran berbasis masalah untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Kata Kunci : analisis, hasil belajar, fisika, pembelajaran berbasis masalah, peserta didik,   This study uses a descriptive method with a quantitative approach that aims to determine the picture of the physics learning outcomes of students in class XI of SMA Negeri 1 Gowa using problem-based learning in the 2024/2025 academic year. The subjects in this study were 36 students in class XI 1 of SMA Negeri 1 Gowa. Before the researcher gave a written test to the students, the researcher first interviewed the physics teacher at the school with the aim of finding out the learning model that the teacher used during class learning, after ensuring that the teacher used a problem-based learning model, then the researcher gave a written test to the students. Based on the descriptive analysis, it was obtained that the physics learning outcomes of class XI students at SMA Negeri 1 Gowa using problem-based learning were in the very high category with a percentage of 50%. These results can help teachers identify students who are experiencing difficulties and provide further guidance. Meanwhile, further researchers can examine other aspects, such as learning motivation and critical thinking skills in problem-based learning to obtain a more comprehensive picture. Keywords : analysis, learning outcomes, physics, problem-based learning, learners.
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH OLEH GURU FISIKA DI SMAN 5 BULUKUMBA Dian Islamiati; M. A. Martawijaya; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.6751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah oleh guru fisika di SMAN 5 Bulukumba. Penelitian ini dilakukan karena sering ditemukan kesenjangan antara teori Pembelajaran Berbasis Masalah dengan implementasi di lapangan, khususnya pada mata pelajaran fisika. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi berupa modul ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci dan mendalam keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah oleh guru fisika di SMA Negeri 5 Bulukumba termasuk dalam kategori “baik”, dengan rata-rata keterlaksanaan sebesar 75%. Pendidik berhasil melaksanakan sebagian tahapan pembelajaran dalam sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah. Namun, beberapa aspek, seperti pengelolaan waktu, bimbingan yang merata, dan motivasi peserta didik, masih perlu diperbaiki. Pendidik perlu lebih memperhatikan cara menghubungkan materi dengan kehidupan nyata peserta didik, memberikan penjelasan yang lebih rinci, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam refleksi pembelajaran. Kata Kunci: Fisika, Pembelajaran Berbasis Masalah, pendekatan deskriptif kualitatif Abstract – This research aims to determine the implementation of problem-based learning by physics teachers at SMAN 5 Bulukumba. This study was conducted because of the frequent gaps between the theory of Problem-Based Learning and its implementation in the field, especially in physics subjects. Data was collected through observation and documentation in the form of teaching modules. This study used a qualitative descriptive approach, which aims to describe in detail and in depth the implementation of Problem-Based Learning in physics learning. The results showed that the level of implementation of Problem-Based Learning by physics teachers at SMAN 5 Bulukumba was included in the "good" category, with an average implementation of 75%. Educators successfully implemented some of the learning stages in the syntax of Problem-Based Learning. However, several aspects, such as time management, equitable guidance, and student motivation, still need improvement. Educators need to pay more attention to how to connect material to students' real lives, provide more detailed explanations, and increase student involvement in learning reflection. Keywords: Physics, Problem Based Learning, qualitative descriptive approach
PERANAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI BESARAN DAN PENGUKURAN Edward Agustin Datuan; Pariabti Palloan; Mutahharah Hasyim; Nurhayati; Usman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7493

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian Intact-Group Comparison, yang bertujuan untuk melihat gambaran dan perbedaan hasil belajar fisika peserta didik pada kelas X MIPA 7 yang menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (kelas eksperimen) dan kelas X MIPA 4 yang menerapkan pembelajaran konvensional (model yang diterapkan oleh guru di sekolah). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 10 Makassar tahun ajaran 2022/2023 dengan materi besaran dan pengukuran. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah 12,49 dengan standar deviasi sebesar 0,57 pada kategori sangat tinggi sedangkan skor rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional adalah 10,22 dengan standar deviasi sebesar 0,54 pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann Whitney, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kedua kelas yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran konvensional, hasil belajar This research is a pre-experimental research with an Intact-Group Comparison research design, which aims to see the description and differences in physics learning outcomes of students in class X MIPA 7 who apply a problem-based learning model (experimental class) and class X MIPA 4 who apply conventional learning (the model applied by teachers in schools). This research was conducted at SMA Negeri 10 Makassar for the academic year 2022/2023 with the material on magnitude and measurement. The results of the descriptive analysis show that the average score for physics learning outcomes for students in the experimental class using a problem-based learning model is 12.49 with a standard deviation of 0.57 in the very high category, while the average score for physics learning outcomes for students in the control class uses conventional learning. is 10.22 with a standard deviation of 0.54 in the high category. Based on the results of hypothesis testing using the Mann Whitney test, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes in the two classes taught using problem-based learning models and those taught using conventional learning.  Keywords : problem based learning models, learning conventional, learning outcomes.
ANALISIS KESIAPAN SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA NEGERI DI KABUPATEN TANA TORAJA Cika Yohana Siregar; Pariabti Palloan; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.9854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan pengimplementasian Kurikulum Merdeka pada mata Pelajaran Fisika SMAN di Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian SMAN di Kabupaten Tana Toraja dengan jumlah 4 sekolah yaitu SMAN 1 Tana Toraja, SMAN 2 Tana Toraja, SMAN 3 Tana Toraja, SMAN 5 Tana Toraja. Teknik penelitian yang digunakan adalah non tes menggunakan kuesioner, observasi,dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah (1) kesiapan guru terdapat empat indikator yaitu pemahaman struktur dan karakteristik kurikulum merdeka, pengembangan diri (workshop), pemahaman proses pembelajaran kurikulum merdeka serta pemahaman penilaian kurikulum merdeka; (2) kesiapan modul ajar denngan indikator informasi umum,kompetensi inti, dan lampiran; (3) kesiapan sarana dan prasarana yang terdiri dari indikator infrastruktur fisik,teknologi dan akses internet serta bahan ajar dan sumber belajar Hasil penelitian menunjukkan kesiapan guru memperoleh rata-rata sebesar 78,37%, kesiapan modul ajar dengan rata-rata sebesar 90,00%,kesiapan sarana dan prasarana memperoleh rata-rata sebesar 90,15%. Indikator kesiapan guru sudah memenuhi kesiapan implementasi kurikulum merdeka dalam kategori siap, kesiapan modul ajar serta sarana dan prasarana sudah memenuhi dalam kategori sangat siap. Kata Kunci : Kesiapan, Kurikulum Merdeka, Modul ajar, Pembelajaran Fisika, Sarana dan Prasarana This reserarch aims to determine the readiness for the implementation of the Merdeka Curriculum in Physics lessons at public high schools in Tana Toraja Regency. This reserarch is a qualitative descriptive study with the research subjects being public high schools in Tana Toraja Regency, consisting of four schools, namely SMAN 1 Tana Toraja, SMAN 2 Tana Toraja, SMAN 3 Tana Toraja, and SMAN 5 Tana Toraja. The research technique used was non-test using questionnaires, observation, and documentation. The focus of the research was (1) teacher readiness, which consisted of four indicators, namely understanding the structure and characteristics of the independent curriculum, self-development (workshops), understanding the independent curriculum learning process, and understanding independent curriculum assessment; (2) teaching module readiness, with indicators of general information, core competencies, and attachments; (3) readiness of facilities and infrastructure consisting of indicators of physical infrastructure, technology and internet access, as well as teaching materials and learning resources. The results of the study show that teacher readiness obtained an average of 78.37%, teaching module readiness obtained an average of 90.00%, and facility and infrastructure readiness obtained an average of 90.15%. The teacher readiness indicator has met the readiness for the implementation of the independent curriculum in the ready category, while the readiness of teaching modules and facilities and infrastructure has met the very ready category. Keywords : Readiness, Independent Curriculum, Teaching Modules, Physics Learning, Facilities and Infrastructure
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WERBSITE PADA MATERI TERMODINAMIKA KELAS XI SMA Muhammad Alfian Amirullah; Nurhayati; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/k2yt8211

Abstract

Pengembangan media pembelajaran berbasis website tentang termodinamika untuk siswa kelas XI SMA merupakan tujuan dari proyek ini. Kelayakan materi telah dievaluasi oleh ahli materi pelajaran, ahli media, praktisi pembelajaran, dan siswa. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian Research & Development (R&D). Pendekatan pengembangan yang digunakan untuk menciptakan media ini adalah Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi (ADDIE). Media yang dibuat mencakup konten termodinamika dengan elemen interaktif, termasuk simulasi konsep, tes penilaian, dan film instruksional. Lembar evaluasi dan kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengukur kelayakan media. Berdasarkan hasil validasi, evaluasi ahli 1 dan ahli 2 mendapatkan skor V 1, menempatkan bahan pembelajaran yang dibuat dalam kategori sangat layak. Selain itu, skor V 1 dari evaluasi praktisi menunjukkan bahwa media tersebut sangat layak digunakan dalam penelitian. Persentase respon siswa terhada media pembelajaran adalah 100%, masuk ke dalam kelompok “Sangat Setuju”. Oleh karena itu, sumber belajar berbasis website ini dapat digunakan sebagai pengganti untuk meningkatkan pemahaman tentang konten termodinamika, terutama untuk meningkatkan aktivitas siswa. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Termodinamika, Website   The development of web-based learning media on thermodynamics for eleventh-grade senior high school students is the objective of this project. The feasibility of the material has been evaluated by subject matter experts, media experts, learning practitioners, and students. This research uses the Research & Development (R&D) type of research. The development approach applied in creating this media follows the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) model. The media produced contains thermodynamics content with interactive elements, including concept simulations, assessment tests, and instructional videos. Evaluation sheets and validation questionnaires were employed as data collection instruments to measure the feasibility of the media. Based on the validation results, the evaluations from Expert 1 and Expert 2 obtained a V score of 1, categorizing the developed learning material as highly feasible. In addition, the V score of 1 from the practitioner’s evaluation also indicated that the media is highly feasible to be used in research. Furthermore, the percentage of student responses toward the learning media was 100%, which falls into the “Strongly Agree” category. Therefore, this web-based learning resource can be utilized as an alternative to enhance understanding of thermodynamics content, particularly in improving student learning activities. Keywords : Learning Media, Thermodynamics, Website
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN SIMULASI PhET TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XII SMAN 3 KOTA PAREPARE Nilam; Pariabti Palloan; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 3 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i3.10127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media pembelajaran simulasi PhET Colorado terhadap hasil belajar fisika peserta didik di kelas XII SMAN 3 Parepare. Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen One group pretest-postest dengan jumlah sampel sebanyak 40 peserta didik dari populasi kelas XII MIPA SMAN 3 Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam hasil belajar fisika peserta didik setelah penerapan pretest dan posttest di kelas XII MIPA 1 SMAN 3 Kota Parepare, dengan skor gain sebesar 0,32 yang menandakan adanya peningkatan kategori sedang pada hasil belajar fisika peserta didik. Hasil belajar peserta didik di Kelas XII MIPA 1 SMAN 3 Kota Parepare sebelum menggunakan media pembelajaran PhET Colorado berada pada kategori baik berdasarkan tabel frekuensi pada penyajian hasil data. Setelah menggunakan media pembelajaran PhET Colorado, hasil belajar peserta didik di Kelas XII MIPA 1 SMAN 3 Kota Parepare meningkat menjadi kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan penerapan media pembelajaran simulasi PhET Colorado dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemanfaatan media pembelajaran PhET Colorado dalam konteks pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci : Fisika, Hasil Belajar, Media Simulasi PhET   This research aims to apply the PhET Colorado simulation learning media to the physics learning outcomes of students in class XII at SMAN 3 Parepare. The research design used was pre eksperimen One group pretest-postest with a total sample of 40 students from all of students at class XII MIPA SMAN 3 Parepare as population. The results showed that there was an increase in students' physics learning outcomes after the application of the pretest and posttest in class XII MIPA 1 SMAN 3 Parepare City, with a gain score of 0.32 indicating a moderate increase in students' physics learning outcomes. The learning outcomes of students in Class XII MIPA 1 SMAN 3 Kota Parepare before using the PhET Colorado learning media were in the good category. After using the PhET Colorado learning media, the learning outcomes of students in Class XII MIPA 1 SMAN 3 Kota Parepare increased to a very good category. This shows that the application of PhET Colorado simulation learning media can improve student learning outcomes. The implication of this research is the importance of using PhET Colorado learning media in the educational context to improve student learning outcomes. Keywords : Physics, Learning Outcome, PhET Simulation Media
Co-Authors A. Irma Suryani A. Momang Yusuf A. Nurul Ishlah Aisyah Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Addas, Arniati Agus Wartawijaya Ahmad Dahlan Ahmad Swandi ahmad yani Ahmad Yani Ahmad Yani Ahmad Yani Ahmad Yani Alivka, Grivthy Andi Alya Putri Saifuddin Andi Taskirah Anita Wulandari* Anwar Anwar Arifa, Muh Fajrin Asiah Balqis Asri Asviranti Aulia Rahman Aulia Rahman Ayu Safitri Bayu Setiaji Benovia Tuanakotta Besse Nadifa Zalzabila Besse Nadifa Zalzabila Cika Yohana Siregar Darmawati darus, mazlina mat Dian Islamiati Dirga Kaso Sanusi Dodi Saputra Edward Agustin Datuan Eka Fitriana Hamsyah Eko Hadi Sujiono Farida Agus Setiawati Fathur Rakhman Lukman Fatmawaty Fatmawaty Fatmawaty Fitria, Trisonia Gustina Halim, Anis Diyana Halwiah Halwiah Hartati, Hartati Hasan, Muh Iqbal Hasanuddin, Rosita Hasbiyah H Hasrah, Hasrah Herman Herman Herman, Nurul Muthmainnah Hj. Jumriani Husain Husain Imam Ramadhan imami, Muh Khairul Wajedi Irfa Erfianah Izzatul Fadillah Jamaluddin, Nur Alam Jasruddin Daud Malago Jumadi Jumadi Kaharuddin Arafah Khaerati, Khaerati Khaeruddin Khaeruddin, Khaeruddin La Barito Lewikinta, Yustin M Yunus M. A. Martawijaya M. A. Martawijaya M. A. Martawijaya MA Martawijaya Ma'ruf Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir Mahir, Mahir Martawija, M. A. Martawijaya, M. Agus Martawijaya, M.A. Muh. Mahfud Muh. Saleh Muh. Saleh, Muh. Muh. Syech Yusuf Muhammad Alfian Amirullah Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Taqwin Muhammad Taqwin Muhammad Taqwin Muliana Razaq Muliana Razaq Muris Muris Muris, Muris Mutmainna, Mutmainna Nia Anriyani Nilam Nova Dwi Pratiwi Sulastri Nur Aisyah Nur Fadhilah Nur Hijrah Muthmainnah Nurhayati Nurhayati - Nurhayati - Nurhayati Nurhayati Nurhikmah Hasan Nurhilaliyah Nurhilaliyah Nurlina Nurlina Nurlinda Nompo Nurul Arsyi Nurul Hidayah Nurul Ikra Nurul Muthmainnah Herman Nurul Mutmainnah Herman Nurul Ulfiah Nurul Wahdah Nurul Wahdah, Nurul Pariabti Palloan Qurnia S Rahmadhanningsih, Sri Ramadhan, Imam Rapiuddin, Rapiuddin Rasriwani Ridwansyah Ridwansyah Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati, Riskawati Risky Setiawan Rosdiana Rosdiana Rosita Hasanuddin Saleh, Muh Sanusi, Dirga Kaso Satria Wahyu Mesura Sidin Ali Sidin Ali Sparisoma Viridi Subaer Subaer Sulaeman Sulaeman sulis, sulistiawaty - Suriati Eka Putri Syamsul Wahid Syamsul Wahid Syamsuriwal, Syamsuriwal Taqwin, Muhammad Teguh Wibawa Tenri Allung Trisno Setiawan, Trisno Tuti Widayana Ummul Khaeri Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman Usman, U. Usman, Usman Wahyuni, Andi Sri Astika William Immanuel Martin Yani, Ahmad Zain, Zahida Aliatu