p-Index From 2021 - 2026
8.587
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Produksi Tanaman Rekayasa Mesin Jurnal Prima Edukasia Plantropica: Journal of Agricultural Science AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Prosiding Semnastek Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Penjaminan Mutu Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Preventif Journal Indonesian Food Science and TechnologyJournal Journal of Humanities and Social Studies Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of English Education and Teaching (JEET) Jurnal Agro Wiralodra International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) JPSI (Journal of Public Sector Innovations) JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Teknomekanik Spektrum Sipil Community Empowerment SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Mechanical Engineering for Society and Industry Automotive Experiences Insan Cendekia: Jurnal Pendidikan Urecol Journal. Part D: Applied Sciences Prosiding University Research Colloquium Borobudur Engineering Review Studies in English Language and Education Nanggroe: Journal Of Scholarly Service International Journal of Multidisciplinary Sciences Nanggroe: Journal of Scholarly Service Algebra Buitenzorg: Journal of Tropical Science Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET)
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Daya Hasil 30 Genotipe Terung (Solanum melongena L.) Chaniago, Della Amelinda; Waluyo, Budi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 7 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung adalah jenis sayuran yang populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Dalam kurun waktu tahun 2013-2014 hasil panen terung mengalami peningkatan. Namun akibat adanya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan pemenuhan kebutuhan terung untuk masyarakat masih belum tercukupi. Salah satu usaha yang  dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas terung  adalah  dengan perakitan varietas unggul hibrida yang mempunyai tingkat produktivitas tinggi. Perakitan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan metode persilangan double cross, yaitu persilangan yang melibatkan empat tetua galur murni yang tidak berhubungan satu sama lain. Guna mengetahui potensi dari hasil persilangan double cross, maka perlu dilakukan uji daya hasil. Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menguji daya hasil 30 genotipe terung, mendapatkan deskripsi tanaman untuk setiap genotipe, dan membandingkan daya hasil 30 genotipe terung dengan tetuanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019-September 2019 di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 30 genotipe terung hasil persilangan double cross dan 6 genotipe terung tetua sebagai pembanding. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar kanopi, panjang buah, diameter buah, rata-rata jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot per buah, dan potensi hasil. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Jika hasil yang didapatkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa genotipe terung yang memiliki rata-rata melebihi tetuanya diantaranya adalah Tangguh x Ratih hijau, Tangguh x Ratih hijau, Pontia x Ratih hijau dan Hijau jty x Kania, Kania x Ratih hijau dan Bruno x Hijau jty.
Pengaruh Perbedaan Genotipe pada Perkecambahan dan Pertumbuhan Kacang Ercis (Pisum sativum L.) sebagai Dasar Pemilihan Bahan Baku Microgreen Pambudi, Daffa Dzakwan; Saptadi, Darmawan; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 8 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lain untuk memanfaatkan kacang ercis guna mempertahankan dan meningkatkan nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah dengan cara mengkonsumsi tanaman muda (microgreen) dari kacang ercis. Manfaat dari mengkonsumsi microgreen salah satunya yaitu terdapat pada kandungan nutrisi, sayuran microgreen lebih tinggi dibandingkan sayuran yang sudah tumbuh dewasa. Kacang ercis yang berasal dari daerah yang berbeda dapat memiliki karakter perkecambahan yang berbeda. Begitu pula dengan karakter dan kualitas microgreen dari masing-masing genotipe kacang ercis yang dapat menunjukkan karakter morfologi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan genotipe pada perkecambahan dan pertumbuhan kacang ercis (Pisum sativum L.) sebagai dasar pemilihan bahan baku microgreen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Sumber Daya Lingkungan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu 9 genotipe kacang ercis yang terdiri dari benih yang berasal dari Berastagi (BTG-4), dari Garut (GRT-04(3)-1, GRT 04(3)-2, GRT PSO-2-1, 03-16-3-1, dan 05 (16) (2)-1), serta dari Semarang (SMG (C) (1), SMG (H)(05),dan SMG (H)(05)-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe 03-16-3-1, genotipe 05(16)(2)-1, dan genotipe SMG (H)(05)-1 merupakan genotipe yang memiliki keunggulan untuk dijadikan bahan baku microgreen lebih dibandingkan dengan genotipe lainya.
Keragaman Karakter Morfologi Dan Komponen Hasil Beberapa Klon F1 Hasil Seleksi Pendahuluan Tebu (Saccharum officinarum L.) Siahaan, Hanna Sinthia Wati; Sari, Alfarina Kardiana; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil bahan pangan dan bahan industri. Tebu di Indonesia merupakan tanaman yang difokuskan oleh pemerintah untuk mencapai swasembada gula. Maka, perakitan varietas unggul dengan cara persilangan tetua unggul untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman komponen hasil klon tebu melalui analisis morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2020. Bahan yang digunakan 2434 klon tebu  hasil persilangan tahun 2018 dengan 5 kombinasi persilangan dari 7 varietas tebu (PS 864, GMP 3, Cenning, SP 80-3280, PS 882, Polycross, dan VMC 71-238).  Keragaman komponen hasil 8 komponen utama dengan nilai keragaman total sebesar 73,55% dan karakter morfologi yang berpengaruh terhadap keragaman total. Hubungan filogenetik menunjukkan hasil jarak genetik yang menyebar antara 0–25 atau koefisien kemiripan 75%–100%. Klon yang jarak genetik terdekat yaitu klon 29 (F1 SP 80-3280 X Cenning)  dan klon 30 (F1 SP 80-3280 X Cenning) sebesar 1,7 dan jarak genetik terjauh adalah klon 8 (F1 PS 864 X GMP 3)  dan klon 18 (F1 PS 864 X Cenning) sebesar 33,66.  Sedangkan klon tebu yang memiliki komponen hasil tinggi berdasarkan produktivitas dan nilai brix yaitu  klon 13 (F1 PS 864 X Cenning) dan klon 27 (F1 SP 80-3280 X Cenning) merupakan klon tebu harapan yang memiliki produktivitas dan nilai brix tinggi
Keragaman Karakter Agronomi dan Morfologi Terung F1 (Solanum melongena L.) Double Cross Faidah, Ahmadah; Waluyo, Budi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah.Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan upaya pengembangan varietas unggul. Pengembangan varietas unggul dilakukan dari tahapan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik dan morfologi pada karakter komponen hasil persilangan 36 genotipe terung.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 36 genotipeterung sebagai perlakuan diulang tiga kali. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Juni - September 2019. Karakter pada tanaman terung ada yang mempunyai keragaman luas dan ada yang mempunyai keragaman sempit. Nilai heritabilitas pada sebagian karakter termasuk rendah hanya karakter diameter batang yang tinggi.
Identifikasi Duplikasi Aksesi Ciplukan (Physalis angulata L.) Koleksi Universitas Brawijaya Berdasarkan Karakter Morfologi Faronny, Danniary Ismail; Ardiarini, Noer Rahmi; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tumbuhan yang diidentifikasi menyebar di wilayah Indonesia. Ciplukan potensial dikembangkan sebagai bahan baku nutrasetikal dan farmasetikal karena memiliki kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang tinggi. Studi secara etofarmakologi menunjukkan tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk pengobatan beberapa penyakit klinis. Banyaknya koleksi yang dikumpulkan oleh Universitas Brawijaya dan tersebar dari berbagai daerah dan wilayah yang sama diduga memunculkan efek duplikasi pada aksesi ciplukan yang dikumpulkan. Aksesi yang berduplikat dapat menyebabkan tidak efisiensinya pengelolaan dan peningkatan biaya pemeliharaan plasma nutfah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keragaman ciplukan dan mengidentifikasi duplikasi aksesi ciplukan koleksi Universitas Brawijaya berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019 – September 2019 di Seed dan Nursery Industry Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Penelitian ini menggunakan bahan berupa 39 aksesi ciplukan (Physalis angulata L.) koleksi Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan metode observasi dimana aksesi ditanam dalam barisan tunggal dengan jumlah 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukan Karakter pada 39 aksesi ciplukan mempunyai keragaman yang bervariasi bedasarkan karakter morfologi. Terdapat 3 pasangan aksesi dengan jarak genetik sangat dekat yaitu KLT-KT(06) dengan MLG-TP(02), KLT-KT(04) dengan MNK(3), dan LPG-SA(01) dengan TSK-IH(B-01). Namun karena penampakan fenotip dari ketiga pasangan genotip tersebut tidak identik sehingga tidak ditemukan duplikasi aksesi pada 39 koleksi aksesi ciplukan Universitas Brawijaya berdasarkan karakter morfologi.
Kodifikasi dan Deskripsi Tahapan Pertumbuhan Fenologi Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Menurut Skala BBCH Afina Reformasintansari, Afina Reformasintansari; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman merambat tahunan dari famili fabaceae yang diketahui memiliki banyak manfaat dan memiliki potensi besar untuk kalangan industri. Namun mengetahui manfaat serta potensi dari tanaman tersebut, informasi terkait siklus hidup atau fenologi bunga telang masih terbatas. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari tahap pertumbuhan fenologi tanaman bunga telang dan diharapkan dapat menjadi informasi dasar dalam perakitan varietas bagi pemulia tanaman dan praktik manajemen budidaya bunga telang. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan acuan dari skala BBCH (Biologische Bundesanstalt, Bundessortenamt and CHemical industry). Analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif yang diperoleh dari data observasi yang disajikan secara naratif deskriptif dan menggunakan skala BBCH dengan 3 digit nomor serta dokumentasi pada setiap fase yang diamati. Tahap pertumbuhan fenologi pada tanaman bunga telang meliputi seluruh siklus pertumbuhan, dimulai dari tahap perkecambahan hingga pematangan buah dan biji. Tahap pertumbuhan tanaman bunga telang dapat dideskripsikan menggunakan skala BBCH menjadi 8 dari 10 tahap pertumbuhan utama, yaitu tahap perkecambahan (tahap 0), penampakan daun (tahap 1), pemanjangan batang (tahap 3), munculnya perbungaan (tahap 5), berbunga (tahap 6), perkembangan buah dan biji (tahap 7), pematangan buah dan biji (tahap 8), dan penuaan (tahap 9). Masing-masing dari 8 tahap pertumbuhan utama dibagi menjadi beberapa tahap pertumbuhan sekunder yang dapat mendeskripsikan atau menggambarkan peristiwa yang lebih rinci dalam perkembangan fenologi tanaman bunga telang
Karakterisasi dan Penilaian Variabilitas Morfologi Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Asal Pulau Berbeda di Indonesia Firdausi, Firdausi; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tumbuhan liar yang termasuk dalam keluarga Fabaceae dengan nomor kromosom 2n=16, untuk merakit varietas bunga telang unggul langkah utama yang diperlukan adalah mengetahui keragaman karakter baik karakter pada morfologi maupun agronomi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2020 di Agrotechno Park Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kabupaten Malang menggunakan 41 genotipe bunga telang yang dikoleksi dari Pulau Jawa, Madura dan Ternate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman karakter dan mengetahui jarak genetik aksesi bunga telang. Penelitian dilakukan berdasarkan observasi terhadap genotipe bunga telang menggunakan deskriptor. Keragaman karakter dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA), pengelompokan dan jarak genetik dihitung dengan analisis kluster berdasarkan metode aglomerasi unweighed pair-group method average (UPGMA) berdasarkan similaritas menggunakan ukuran koefisien korelasi gower. Keragaman karakter 41 genotipe bunga telang berdasarkan analisis komponen utama terbagi menjadi 2 komponen utama. Kontribusi masing-masing komponen utama satu dan dua adalah 31,651% dan 21,253% dan didapatkan keragaman total sebanyak 52,94%. Hasil analisis jarak genetik pada 41 genotipe bunga telang menunjukkan bahwa bunga telang terbagi menjadi 4 kelompok, genotipe yang memiliki jarak genetik terjauh berada pada kelompok ke 2 yakni genotipe 69281-03 dengan nilai jarak genetik sebesar 0,45 atau koefisien kemiripan 55%, sedangkan genotipe yang memiliki jarak genetik terdekat berada pada kelompok 4 yang terdiri dari genotipe 69281-02, 69281-04 dan 69281-05 dengan nilai jarak genetik sebesar 0,0375 atau dengan nilai koefisien kemiripan sebesar 96,25%.
Analisis Keragaman Morfologi dan Filogenetik Ciplukan (Physalis sp.) Rohmatillah, Alfia Nurfajrin; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) tumbuh dan menyebar di wilayah Indonesia dengan nama lokal yang bervariasi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah 57 genotipe ciplukan koleksi Universitas Brawijaya yang terdiri dari spesies P. angulata, P. peruviana dan P. pubescens, media semai, plastik ukuran 25x20x10 cm, talang, pupuk kandang, pupuk anorganik, pestisida dan tali rafia. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap karakter pada setiap genotipe. Penelitian dilakukan observasi pada 37 karakter kualitatif dan pengukuran pada 17 karakter kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan deskriptor Manual Gráfico para la Descripción Varietal De Tomate de Cascara (Physalis ixocarpa Brot. ex Horm), keragaman dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson, sedangkan analisis filogenetik menggunakan analisis klaster dan index similarity Gower. Keragaman total yang diperoleh adalah sebesar 82,165% berdasarkan 13 komponen utama dan 22 karakter yang berpengaruh terhadap keragaman, hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa Physalis sp. terbagi menjadi 3 kelompok yang menunjukkan spesies berbeda, yaitu P. peruviana, P. angulata dan P. pubescens. Jarak genetik seluruh genotip menyebar antara 0,42 hingga 0,05 atau indeks similaritas sebesar 58% hingga 95%.. Jarak genetik terdekat ditunjukkan oleh genotip PAN-77211-02 dan PAN-78111-03, yaitu 0,05 atau 95%. Sementara untuk genotip yang memiliki jarak genetik terjauh adalah pada genotip PPB-68154-04-U, yaitu 0,28 atau 72%.
Analisis Keragaman dan Filogenetik Spesies Cabai (Capsicum sp) Berdasarkan Karakter Morfologi Ramadhanti, Salsabila; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa jenis cabai yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, hingga paprika. Capsicum annuum, Capsicum eximium dan Capsicum frutescens merupakan spesies yang banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Karakter yang dimiliki setiap jenis cabai dapat menunjukkan hubungan kekerabatan dari cabai tersebut. Informasi mengenai jarak genetik antara genotipe cabai sangatlah penting dalam pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman dan jarak genetik dari 5 spesies cabai. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya. Alat yang digunakan antara lain timbangan, jangka sorong, penggaris, roll meter, selang irigasi, cangkul, kamera, alat tulis dan deskriptor. Bahan yang digunakan adalah 84 genotipe cabai dari 5 spesies, media semai, mini bag, pupuk, pestisida, kertas label, alpha board dan form pengamatan. Penelitian ini bersifat non-experimental. Keragaman dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Metode analisis pengelompokan menggunakan UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic) pendekatan Gower’s Similarity Index dengan software PAST3. Hasil PCA menunjukkan keragaman total sebesar 79,71% dengan 10 komponen utama dan 26 karakter yang berkontribusi pada keragaman genotipe cabai. Terdapat 3 kelompok utama hasil analisis hubungan kekerabatan yang menyebar pada jarak genetik 0,00-0,45. Kelompok pertama terdiri dari genotipe spesies Capsicum baccatum dengan jarak genetik 0,10. Kelompok kedua memiliki jarak genetik 0,33 yang terdiri dari Capsicum annuum. Kelompok ketiga memiliki jarak genetik 0,22 yang terdiri dari Capsicum frutescens, Capsicum eximium, dan Capsicum chinense.
Analisis Keragaman Morfologi dan Filogenetik Ciplukan (Physalis sp.) Rohmatillah, Alfia Nurfajrin; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) tumbuh dan menyebar di wilayah Indonesia dengan nama lokal yang bervariasi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah 57 genotipe ciplukan koleksi Universitas Brawijaya yang terdiri dari spesies P. angulata, P. peruviana dan P. pubescens, media semai, plastik ukuran 25x20x10 cm, talang, pupuk kandang, pupuk anorganik, pestisida dan tali rafia. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap karakter pada setiap genotipe. Penelitian dilakukan observasi pada 37 karakter kualitatif dan pengukuran pada 17 karakter kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan deskriptor Manual Gráfico para la Descripción Varietal De Tomate de Cascara (Physalis ixocarpa Brot. ex Horm), keragaman dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson, sedangkan analisis filogenetik menggunakan analisis klaster dan index similarity Gower. Keragaman total yang diperoleh adalah sebesar 82,165% berdasarkan 13 komponen utama dan 22 karakter yang berpengaruh terhadap keragaman, hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa Physalis sp. terbagi menjadi 3 kelompok yang menunjukkan spesies berbeda, yaitu P. peruviana, P. angulata dan P. pubescens. Jarak genetik seluruh genotip menyebar antara 0,42 hingga 0,05 atau indeks similaritas sebesar 58% hingga 95%.. Jarak genetik terdekat ditunjukkan oleh genotip PAN-77211-02 dan PAN-78111-03, yaitu 0,05 atau 95%. Sementara untuk genotip yang memiliki jarak genetik terjauh adalah pada genotip PPB-68154-04-U, yaitu 0,28 atau 72%.
Co-Authors . Martinus, . Achmad Fuad, Erika Addion Nizori Ade Burhanudin Adiredjo, Afifuddin Latif Aditya Kolakoti Afina Reformasintansari, Afina Reformasintansari Agung Setyo Pambudi Agustiani, Nur Wulan Ahmad Arif Ahmad Irfan Ahmad Tresno Adi Aikmelisa, Rizka Akbar, Ilham Malik Akmal Rijal Aldri Frinaldi Alfannany, Ichsanuddin Noorsy Amali, Mukhlash Amalia, Suci Nugrah Anantama, Herlang Andrini , Anis Andy Soegianto Anindito, Dhimas Cahyo Anna Satyana Karyawati Annisa Farhah Resdiyanti Answary, Ayub An’nisa Solihah Ardhani, Dhiya Nabilla Arifin Noor Sugiharto Arina, Bendang Sari Arrohmatan, Arrohmatan Astiana Ajeng Rahadini Aswarliansyah, Aswarliansyah Atikah Anindyarini Attaufiqy, Wahyu Alvian Rizqy Ayuani, Kusmira Dwi Baginda Pangidoan Tanjung Bagiyo Condro Purnomo Bakoko, Rahmah Bakti, NH. Dias Prayudha Balbeid, Merlya Bambang Pujiarto Bambang Pujiarto Bambang Septian Bamratama, Muhammad Rafi Basri, Sairul Belaffif, Mohammad Bahrelfi Biantoro, Wahyu Bimantara, Yusuf Mufti Br Ginting, Jesika Ekarina Burhanudin, Ade Chaireni Martasari Chaniago, Della Amelinda Choirun, Annisa'u Damanhuri Damar Isti Pratiwi Damayanti, Amelia Darmawan Rois Darmawan Saptadi, Darmawan Debataraja, Raymon BT Dhimas Cahyo Anindito Dian Siswanto Dianwari, Frieska Mayang Didik Hariyono Dimas Riki Romadhon Djoko Sulaksono Dwi Restianto Emi Budiyati, Emi Faidah, Ahmadah Farhan Aulia Rahman, Muhammad Faronny, Danniary Ismail Febriyanti, Vera Firdausi Firdausi, Firdausi Fitriyanti, Ira Flour Nadhif, Iftikar Fungky Dyan Pertiwi Fungky Dyan Pertiwi Ginting, Jesika Ekarina Br Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hamid Saifudin Hanif, Zainuri Hanim, Faridha Harmen Burhanuddin, Harmen Heri Sulistiyono, Heri hidayat, iqbal Husni Rakhmawan Fatoni Ilham Habibi Ilham Habibi, Ilham Ilham_Prawira_Hasbi Islahuddin, Islahuddin Jati Batoro Jerry Chih Tsong Su Kenfitria Diah Wijayanti Khairiyah, Lulu Lazimatul Khoiriyah, Lulu Lazimatul Khoirul Fa’i Kirana, Indah Ratna Kivevele, Thomas Kolakoti, Aditya Krismadinata Krismadinata Kumar, Ajay Goel Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kuswanto Kuswanto Lalank Samudra Mukti Hidayat Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lestari, Winda Dwi Lilik Budiyarto Makarim, Nabil Maradheta, Amartya Afra Masykuri, Hafid Insan Melati Julia Rahma Merlya, Merlya Mertasari, Chaerani Mia Kosmiatin Mienanti, Devi Miftachul, Arif Nur Mirjam Anugerahwati Moch. Dawam Maghfoer Mubarok, Amrul Muhammad Iqbal Al-Fikri Muhammad Latifur Rochman Muhammad Mauludin Kharim Muji Setiyo Ni'amul Albab, Muhammad Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofa Ardana Noto Widodo Novita, Silvia Rizky Nunung Harijati Nurhasanah, Fadila Pambudi, Daffa Dzakwan Pamulatsih, Dila Pangestu, Hafidh Rian Panjaitan, Rido Parulian Permatasari, Lalita Pirouzfar, Vahid Prameswari, Rosabela Sayu Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prasasti Bayu Aji Pramono Prasetyo Adi, Dwi Prima Veronika Purnomo, Bagiyo Condro Purnomo Condro Purwanto, Wawan Puspita, Kezia Ayuni Putri, Fitri Desmarianita Putri, Galuh Rahma Prandiny Putri, Nanditya Vianti Putri, Restu Gista Putro, Agung Nugroho Rachma, Izza Azkiya Rahmadhani, Fitria Suci Rahmat Raja, Thirunavukkarasu Ramadhan Tosepu Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Refaldy Pristiwantoro Respatijarti Respatijarti Ridlo, Mahmuddin Rifky Ismail Riyan Adhy Pratama Riyan Tri Aditya Pamungkas Rochiyati Murniningsih, Rochiyati Rochman, Muhamad Latifur Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rosy Tristanti Rukmi, Kirana Rusdjijati, Retno Sahrial Sahrial Said, Dewi Pangestu Saifudin Saifudin Saifudin Saifudin Saputra, Yusuf Surya Sari, Alfarina Kardiana Septian, Bambang Setiawan, Indra Karra Setyawan, Hendrix Yulis Setyo Widiantoro Setyo, Muji Shandila, Puji Siahaan, Hanna Sinthia Wati Sisca Fajriani Siti Nurul Hikmah SK Rizky Wibowo Sofyan Kurniawan Songkhai, Kritsadee Sri Lestari Purnamaningsih Sri Rachmajanti Sugiri, Dani Sumeru Ashari Sunaryo Sunaryo Suniah, Siti Surbakti, Eryck Azwary Abraham Suroto Munahar Suryawan Murtiadi, Suryawan Susilo, Anggun Trisnanto Hari Susinggih Wijana Sutianingsih, Sutianingsih Syairofi, Ahmad Tama, Pasya Yauga Danial Eka Tatik Wardiyati Thirunavukkarasu Raja Thomas Kivevele Tina , Siti Agus Tri Wintolo Apoko Triwiratno, Anang TYA RESTA FITRIANA Utama, Sunu Setiawan Utami Widiati Utami, Putri Sri Vahid Pirouzfar Wahyu Danu Romadlon Wahyu Widoretno Widha Bagus Fahriansyah Widyaelina, Ermila Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Yanuar Danaatmadja, Yanuar Yulianti, Novi Dwi Yun Arifatul Fatimah Yunus, Toni Zamzami, Ahmad Nabiel