p-Index From 2021 - 2026
9.082
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) Wahana Didaktika Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Desimal: Jurnal Matematika Journal of Biology Education Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi Surya Abdimas JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Pelita Eksakta Journal of Elementary School (JOES) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Jurnal Abdidas BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Berdaya Jurnal Pengabdian Nasional Multicience International Journal of Business, Law, and Education Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat LINEAR: Journal of Mathematics Education Journal of Midwifery Care Nusantara Hasana Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Public Health Innovation (JPHI) Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika GREENOMIKA Bulletin of Science Education Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Smart Society: Community Service and Empowerment Journal Inovasi Matematika (Inomatika) Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyaraka Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Mamangan Social Science Journal JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Islamic Journal of Integrated Science Education PRIMARY EDUCATION JOURNAL SILAMPARI Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan RENATA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Journal of Islamic Education Students Compromise Journal : Community Proffesional Setawar Abdimas Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Baktimu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdi Mahosada Taawun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengolahan Limbah Tempe Menjadi Pupuk Cair Di Desa Payo Lebar Fitria Lestari; Ivoni Susanti; Ria Dwi Jayati
Surya Abdimas Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.vi.873

Abstract

Desa Payo Lebar merupakan desa yang terletak di Kabupaten Sarolangun Jambi Provinsi Jambi dimana salah satu mata pencaharian masyarakatnya adalah produksi Tempe. Proses produksi tempe memerlukan banyak air yang digunakan untuk perendaman, perebusan, pencucian, serta pengupasan kulit kedelai. Hasil akhir dari proses pengolahan tersebut berupa limbah yang menimbulkan bau tidak sedap sebagai hasil sampingan dari proses fermentasi limbah. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat di Desa Payo Lebar untuk mengolah limbah tempe menjadi pupuk cair. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, pemberian pengetahuan awal, dan tahap pemberian pelatihan kepada masayarakat tentang pengolahan limbah tempe menjadi pupuk cair. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa masyarakat dapat mengolah limbah tempe menjadi pupuk cair yang dibuktikan dengan 97% masyarakat mengetahui alat dan bahan serta prosedur kerja untuk mengolahnya. Simpulan dalam kegiatan ini adalah pengolahan limbah yang baik dan benar akan menghasilkan produk yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.
INVENTARISASI LUMUT DIKAWASAN AIR TERJUN SUNGAI NUMAN KECAMATAN PADANG ULAK TANDING KABUPATEN REJANG LEBONG Rismawati Rismawati; Yunita Wardianti; Fitria Lestari
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/bjbe.v4i2.2729

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lumut dan faktor abiotik di Kawasan Air Terjun Sungai Numan Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung dengan metode jelajah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 8 spesies lumut yaitu Marchantia polymorpha L., Dumortiera hirsuta, Riccia sorocarpa, Philonotis hastata, Phaeoceros leavis, Hyophila javanica, Jungermannia sp, dan Ectropothecium folciforme yang tergolong ke dalam 4 Kelas yaitu Marchantiopsida, Bryopsida, Anthocerotopsida, dan Jungermanniaopsida. Seluruhnya dari 6 Ordo yaitu Marchantiales, Bryales, Notothyladales, Pottiales, Jungermanniales, dan Hypnales,  8 Famili (Marchantiaceae, Dumortieraceae, Ricciaceae, Batramiaceae, Notothyladaceae, Pottiaceae, Jungermanniaceae, dan Hypnaceae), dan 8 Genus (Marchantia, Dumortiera, Riccia, Philonotis, Phaeoceros,  Hyophila, Jungermannia, dan Ectropothecium). Hasil pengukuran faktor abiotik, di bagian atas yaitu memiliki pH 4.5, suhu 31°C, dan kelembapan 40-60%, sedangkan bagian bawah memiliki pH 6.8, suhu 29°C, dan kelembapan 70-98%.
Pelatihan Pembuatan Puding Cokelat Lapis Daun Kelor Sebagai Hidangan Penutup (Dessert) Yang Sehat Yuli Febrianti; Reny Dwi Riastuti; Fitria Lestari; Juwati Juwati
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 1 No. 02 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.188 KB) | DOI: 10.46772/jamu.v1i02.345

Abstract

Daun Kelor dapat dijadikan sebagai bahan makanan (pangan) fungsional. Pemanfaatan kelor sebagai bahan makanan hanya terbatas untuk diolah menjadi sayuran saja yang dapat membosankan bila terlalu sering dikonsumsi. hanya beberapa orang saja yang mau memanfaatkan tanaman Kelor sebagai bahan pangan fungsional. Warga masyarakat sebetulnya sudah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumahnya masing-masing untuk dimanfaatkan sebagai tanaman sayuran melalui polybag, namun hanya untuk jenis tanaman tertentu saja, sementara tanaman Kelor belum menjadi perhatian dan hanya dianggap sebagai tanaman pagar yang kurang dimanfaatkan sebagai tanaman pangan. Kegiatan pelatihan pembuatan puding cokelat lapis daun Kelor sebagai hidangan penutup (dessert) yang sehat ini untuk meningkatkan ketahanan pangan warga masyarakat sehingga tetap sehat, pendapatan keluarga bertambah, dan ekonomi masyarakat setempat akan meningkat, menjadikan warga masyarakat lebih sejahtera, terutama di masa sekarang dengan biaya kebutuhan hidup semakin meningkat tajam khususny RT 05 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Sasaran peserta pelatihan yaitu warga masyarakat sebanyak 27 orang dan teknik pengumpulan data melalui observasi dengan menggunakan lembar observasi. Peserta pelatihan telah mengalami peningkatan keterampilan secara bermakna yaitu dari 58,33 (keterampilan awal) menjadi 91,67 (keterampilan akhir). Hal ini terbukti dari kesungguhan warga masyarakat yang ditunjukkan dalam partisipasi yang sangat baik pada saat pelatihan
PENGEMBANGAN FLIPBOOK BERBASIS QR CODE JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) UNTUK MASYARAKAT KAWASAN GOA BATU Sinta Bella Lestari; Merti Triyanti; Fitria Lestari
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 Juni 2023
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i1.2390

Abstract

This study aims to find out the types of fern growth in the Batu Caves area and to develop a qr code based flipbook. Based on the results of research and data analysis, it was found that the developed QR Code-based Flipbook was suitable for use by the people of the Batu Caves area. In addition, it was concluded that the results of exploration of ferns (Pteridophyta) in the Batu Caves area of Taba Jemekeh Village found 22 species consisting of 12 families and 13 genera of ferns. Fern plants (Pteridophyta) which are commonly found in the Batu Caves area of Taba Jemekeh Village are the Dryopteridaceae family
PENERAPAN MODEL TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA RODA PUTAR PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 14 KOTA LUBUKLINGGAU Sindi Purnama Sari; Novianti Mandasari; Fitria Lestari
Primary Education Journal Silampari (PEJS) Vol 5 No 1 (2023): Primary Education Journal Silampari (PEJS)
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/pejs.v5i1.2456

Abstract

This study aims to determine the completeness of student learning outcomes after applying the Talking Stick learning model assisted by the Spinning Wheel media in science learning for fifth grade students at SD Negeri 14 Lubuklinggau City. The research method used is quasi-experimental. Data collection techniques in this study using tests. The test is in the form of multiple choice of 17 questions. Data analysis technique with steps: average score and standard deviation, normality test and z-test. The average score of the Pre-Test was 43.52 and the average value of the Post-Test was 76.72 with the percentage of students who completed 84%. Based on the z-test analysis, Zcount (3.48) and Ztable (1.64) are obtained when compared, Zcount > Ztable. For the final test at a significant level of α = 0.05, it can be concluded that the learning outcomes of the fifth grade students of SD Negeri 14 Lubuklinggau after the Talking Stick model with the aid of the Rotating Wheel media were significantly completed. Keywords: Encyclopedia, SBdP, Elementary School
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PEPAYA BERANEKA RASA (PIYA BERAS) KHAS DESA TRIKOYO KECAMATAN TUGUMULYO Yuli Febrianti; Dian Samitra; Fitria Lestari; Reny Dwi Riastuti; Nopa Nopiyanti; Endang Suswati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16399

Abstract

Buah pepaya bisa langsung dimakan saat sudah matang. Masyarakat masih jarang sekali mengetahui cara membuat keripik pepaya dengan cara tradisional. Sangat jarang pepaya segar berubah tampilannya menjadi makanan ringan/cemilan keripik pepaya. Memang komposisi buah pepaya lebih banyak mengandung air, sehingga lebih nikmat dan menyegarkan jika dipadukan dengan minuman segar, seperti es campur, es buah, salad buah, manisan atau yang lainnya. Pengolahan buah pepaya menjadi makanan kuliner hanya dibatasi pada campuran rujak buah saja. Karena banyak orang yang tidak berpikir untuk mengolah buah berserat ini menjadi makanan baru, apalagi sebagai cemilan atau makanan ringan seperti keripik pepaya. Metode pelatihan dimulai dengan persiapan (survey awal, administrasi, dan koordinasi), persiapan kegiatan lapangan, pemberian materi pelatihan, praktik pembuatan PIYA BERAS (Keripik Pepaya Beraneka Rasa) sebagai cemilan sehat, observasi keterampilan pembuatan keripik pepaya, monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan PIYA BERAS (Keripik Pepaya Beraneka Rasa) khas Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo diperoleh bahwa Ibu PKK mengalami peningkatan keterampilan yaitu 58,33 (nilai keterampilan awal) menjadi 83,33 (nilai keterampilan akhir) dalam memanfaatkan buah pepaya menjadi keripik pepaya sebagai cemilan yang enak dan sehat. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah Ibu PKK mengetahui cara mengolah keripik pepaya sebagai cemilan yang enak dan sehat. Para peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan semangat dan motivasi yang tinggi, sehingga kegiatan berjalan baik dan lancar.
Pemberdayaan Masyarakat Pedalaman Melalui Tekonologi Akuaponik Untuk Meningkatkan Ekonomi Di Dusun III Sri Pengantin Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Nopriyeni Nopriyeni; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1452

Abstract

Dusun III Sri Pengantin merupakan salah satu desa terisolir dari desa lainnya yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas, dimana untuk mencapai dusun tersebut harus menggunakan transportasi khusus yang dikenal dengan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Dusun yang terisolir juga diperparah dengan ketiadaan sumber listrik, tingkat pendidikan yang minim, serta fasilitas sarana prasarana yang sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak pada ekonomi masyarakatnya yang hanya mengandalkan hasil kebun yang letaknya jauh dari rumah asli penduduk dan umumnya mendapatkan barang umumnya masyarakat saling menggunakan sistem barter. Padahal, dusun ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak, seperti sungai, bukit, ikan, dan lahan yang luas. Oleh karena itu, dengan daya dukung sumber daya alam yang ada, salah satu usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah dengan menerapkan teknologi akuaponik dimana hasil yang didapatkan tidak hanya ikan, tetapi juga sayur-sayuran.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDALAMAN MELALUI PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK DAUN BAMBOE DI DUSUN III SRI PENGANTIN KECAMATAN STL ULU TERAWAS Fitria Lestari; Yuli Febrianti; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Setawar Abdimas Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v2i1.4793

Abstract

Dusun Sri Pengantin merupakan dusun dengan julukan “Kampung Bambu” oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Julukan itu diberikan dikarenakan keberlimpahan tumbuhan bambu didusun tersebut. Selain kehidupannya, ekonomi didusun ini juga masih jauh cukup rendah dengan mata pencaharian hanya mengandalkan kebun kopi. Padahal, dengan banyaknya bambu hendaknya dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat didusun tersebut. Permasalahan dalam mengolah bambu menjadi produk bernilai jual ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat didusun tersebut. Adapun produk yang dapat dihasilkan dari bambu adalah pupuk organik. Pengolahan ini berdasarkan pertimbangan kebermanfaatannya bagi kehidupan, seperti membantu dalam perkebunan kopi yang memang menjadi mata pencaharian utama masyarakat di dusun Sri Pengantin, ramah lingkungan, dan umumnya diminati oleh masyarakat. Selain itu, pengolahan bambu menjadi produk yang bernilai jual juga diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk menjadikan dusun ini sebagai dusun wisata yang nantinya banyak dikunjungi wisatawan sehingga dapat membuka peluang uasaha, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menjadi ciri khas dari dusun Sri Pengantin. Adapun rencana kegiatan yang akan kami lalukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan metode observasi, sosialisasi, pelatihan dan dilanjutkan praktik langsung pembuatan pupuk organik daun bambu, serta melakukan pendampingan dalam produksi, manajemen usaha, dan cara memasarkan produk pupuk organik daun bambu. Target luaran dalam kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan pengetahuan tentang pengolahan pupuk organik daun bamboe; 2) peningkatan keterampilan tentang pengolahan pupuk organik daun bamboe; 3) Publikasi artikel di Jurnal Madani; 4) Publikasi Media Massa di Koran Linggau Pos. Kata Kunci: Daun Bamboe, Pupuk Organik, Sri Pengantin
IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT PEDALAMAN DUSUN III SRI PENGANTIN KECAMATAN STL ULU TERAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS Fitria Lestari; Ria Dwi Jayanti; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v2i1.4742

Abstract

Dusun III Sri Pengantin adalah salah satu dusun yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas yang berada dipedalaman. Dikatakan pedalaman dikarenakan aksesnya yang terisolir dan hanya dapat ditempuh dengan menggunakan alat air yang dikenal dengan “ketek”. Dusun yang terisolir dan akses yang sulit juga menjadi penyebab tingkat ekonomi masyarakatnya yang masih rendah. Selain itu, akses yang sulit juga menyebabkan fasilitas dan petugas kesehatan tidak tersedia di dusun ini dan jikalapun tersedia hanya datang 1 (satu) bulan sekali, sehingga kebanyakan untuk masalah kesehatan, masyarakat lebih mengandalkan dukun. Selain mengandalkan dukun, sebagai pengganti penggunaan obat kimia, masyarakat lebih memanfaatkan tumbuhan di sekitar yang memiliki potensi sebagai obat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat pedalaman untuk mendata jenis, cara pengolahan, dan organ tumbuhan yang digunakan oleh masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat dusun III Sri Pengantin terdiri dari 63 jenis dan 39 famili dengan bagian tumbuhan yang digunakan sebanyak 11 bagian, yaitu akar, batang, biji, buah, bunga, daun, getah, kulit buah, rimpang, umbi, dan lendir serta cara pengolahan tumbuhan yaitu direbus, ditumbuk, tanpa diramu, diparut, dioles, ditempel, diasap, dijemur, diseduh, dikukus, dan diperas. Disimpulkan bahwa tumbuhan obat dapat dijadikan alternatif pengganti penggunaan bahan kimia. Kata kunci : Masyarakat Pedalaman, Tumbuhan Obat, Sri Pengantin
INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT BERPOTENSI ANTIDIABETES DI KECAMATAN LUBUKLINGGAU UTARA Ivoni Susanti; Fitria Lestari; Nadia Sah Putri; Puja Ayu Intan Asmara
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 8 (2023): Nusantara Hasana Journal, January 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes is one of the killer diseases caused either by lifestyle or heredity. Generally, the treatment of diabetes uses synthetic drugs, but long-term use will have an impact on damage to other organs in the body. Therefore, one way to minimize the side effects of synthetic drugs is to use plants with anti-diabetic potential. One of the sub-districts in the city of Lubuklinggau which still has land potential and the presence of abundant plants is North Lubuklinggau sub-district. The method used in this research is roaming with observation, interview, and documentation techniques. Based on the research results, it was found that the number of plants found in Lubuklinggau Utara District was 37 species from 28 families of antidiabetic medicinal plants. The parts of the medicinal plants used by the people of North Lubuklinggau District are 9 parts consisting of roots, stems, leaves, fruit, fruit peels, fruit flesh, seeds, flowers, and rhizomes, as well as ways of processing plants by the people of North Lubuklinggau District totaling 12 ways. consisting of boiled, grated, sliced, crushed, pounded, brewed, baked, dried, squeezed, blended, without processing, and roasted.
Co-Authors Aas Sutiawati Abdul Basith Ade Fitriani, Ade Adinda Ristra Agus Andriansah Alfurosi, Wahyu Amanda, Tria Amir Machmud, Amir Andika Eko Prasetiyo, Andika Eko Andriana Sofiarini Andriani, Silva Angela, Sherlyn Anggun Anggun Anita Sari Antonio, Joemar P Apriliani, Berliana Aprilliani, Amelia Ariandini, Shanti Asep Sukenda Egok Asmiati Asmiati Bambang Hariyadi Cahyani, Jeshinta Dwi Chesa Alyaina Dara, Triyana Dardiri, Dardiri Dedy Firduansyah Deni Efendi Deni Efendi Desmayanasari, Dwi Desmi Viana Putri Desrina Hardianti Dhea A Dina Nur Septiyanti Dinissjah, Yupita Anjelica Diva F Dopy Rizko Dumila, Retno Dwi Desmayanasari Elsa Kurnia Endang Sariu Endang Suswati Endang Widi Winarni Euis Nur Af'idah Farid, Fajri Fazia Della Octavi Febrianti, Yuli Fitriana, Tina Nur Fraydha D, Rifa Fredi Ganda Putra Frengky Alexander Pratama Fungky Marian Gusti Aldo Wijaya Harmoko Harmoko, Harmoko Haryanto Haryanto Heni Agustina Herlyana, Azahra Iklimah, Iik Indah Meilanda Indah Meilanda Ivoni Susanti ivoni susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Jauhariyah, Durrul Joko Wiyono Julia Nur Fadilah Julia Nur Fadilah Juwati Juwati Kalyca, Argya Kesi Anggraini Khoirunnisa Khoirunnisa Kholisoh, Siti Nurul Kusmiati, Iis Lela Zakiah Leni Marlina Lintang Fitra Utami Lisa Fatma Sari Mareta Widiya Maulidi, Ikhsan Meiki Shindi Merti Triyanti Meti Kusmiati Meti Kusmiati, Meti Milda Maulida Muhamad Syazali Muhammad Kristiawan Muhammad Luthfi Muhammad, Agiel Munir, Rindasari Mutia A N. Nurjanah Nadia Sah Putri Nadia, Malacca Nazila Aliya Zahraa Nazwa D, Shiva Nindia Saputri Nopa Nopiyanti Noprisa, Noprisa Nopriyeni Nopriyeni Novianti Mandasari NUR HOLIFAH Nur Nisai Muslihah Nurjanah, Imas Nurul Azmi Fauziah Ovilia Putri Utami Gumay Parida, Epa Puja Ayu Intan Asmara Puput Puput putri, amanda Putri, Angelika Rahmadini, Annisa Fitri Rahmawati, Laily Isnaini Rahmi Ramadhani Rambat Nur Sasongko Rayandra Asyhar Reni Betharia Reny Dwi Riastuti Rezeki, Desi Tri Ria Dwi Jayanti Ria Dwi Jayati Ridwanulloh, M. Ubaidillah Rika Rahmawati Rindasari Munir Rindasari Munir Rini Asnawati Riyan Sisiawan Putra Rofiqul Umam Ruri Handayani Salsabila, Shafa Samitra, Dian Sandy Aulia Saputra, Rama Selvi Anggraeni Sindi Purnama Sari Sinta Bella Lestari Sri Hastuti Noer Sriyakul, Thanaporn Suci Ramadhan, Bulan Suci Ramadhania Sunarti Sunarti Suryatul Aini Asyhara Susanti, Ivoni Sutduean, Jutamat Triayomi, Ria Ulandari, Sefti Ulandari, Wida Vina Apriliani Wardianti, Yunita Wibowo, Deni Sapto Wulandari, Ayu Fransiska Yeni, Endri Yuli Febrianti Yulianti Yusal, Yulianti Yumna Razak, Khairunnisa Yunita Yunita Yusfan Imansyah Yusfan Imansyah Yusnia, Nina Yustria, Rista Zahra, Nanda Az Zurweni Zurweni