Claim Missing Document
Check
Articles

Academic Self-Concept on Bully Victims in Early Adolescent Anne Cintya Afriliani; Aat Sriati; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.891 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.3.2020.247-254

Abstract

Bullying that occurs in schools have negative impacts on victims rather than perpetrators. Bullying has an influence on the social adjustment of the victims that affects school achievement. In education, academic self-concept has an important role in the achievement of student learning in school and help students respond to bullying behavior. The aim for this study was to identify the academic self-concept on bully victims in early adolescent that consist of academic, social, and self-regard. This research was a quantitative descriptive research. The population in this research were all bully victims from grade 7 and 8, the sample technique used was total sampling with 91 respondents. Data were taken by using academic self-concept instrument from Sriati which consist of 45 statements using likert scale with validity value 0,339-0,761 and reliability 0,952. The academic self-concept analyzed by mean of both total and each dimension. The results were shown by percentage. The results of this study indicated that some respondents i.e. 47 people (51,6%) had positive academic self-concept and about 44 people (48,4%) had negative academic self-concept. In academic dimension, 48 people (52,7%) had positive aspect, social dimension mostly 55 people (60,4%) had positive aspect, and self-regard most of 51 people (56%) had positive aspect. The positive academic self-concept and negative academic self-concept on bully victims in early adolescents were not much different.
Gambaran Akses Cyber Pornography pada Remaja Iwan Dasta; Maria Komariah; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.251-262

Abstract

Media informasi terbesar saat ini adalah internet, dalam internet terdapat sebuah konten berbahaya dan merugikan bagi penggunanya yaitu pornografi. Pornografi dunia maya atau cyber pornography adalah konten yang paling mempengaruhi perilaku seksual remaja, mudahnya aksesibilitas dalam mengakses pornografi di internet sering kali menjadi faktor terbesar perilaku seks pra-nikah pada sehingga menimbulkan sebuah dampak yang lebih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran aksesibilitas cyber pornography pada remaja di SMA Negeri Jatinangor, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total populasi 851 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Total responden penelitian ini adalah 203 orang, menggunakan instrumen berupa kuesioner Aksesibilitas Pornografi dengan nilai uji validitas 0,714 dan uji reliabilitas instrumen r alpha 0,764. Data dikategorikan menjadi aksesibilitas cyber pornography kurang, sedang dan tinggi, selanjutnya dihitung dengan distribusi frekuensi, kemudian dianalisis menggunakan nilai mean. Hasil dari penelitian ini didapatkan data lebih dari setengah responden yakni 148 orang (72,90%) aksesibilitas cyber pornography sedang, 47 orang (23,15%) aksesibilitas cyber pornography tinggi, dan 8 orang (3,94%) dengan aksesibilitas cyber pornography kurang. Dimensi aktivitas menjadi dimensi paling berpengaruh terhadap variabel aksesibilitas cyber pornography dengan nilai mean tertinggi (14,48), berikutnya di susul oleh dimensi rangsangan, kesenangan dan dimensi refleksi. 
GAMBARAN RESPON BERDUKA PADA ANAK REMAJA DENGAN ORANGTUA BERCERAI DI SMP NEGERI 1 JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Desi Purwanti; Helwiyah Ropi; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.532 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

Anak remaja yang mengalami perceraian orangtua merasakan kehilangan dan perasaan berduka yang sangat mendalam, sama berdukanya ketika kehilangan orangtua karena meninggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon berduka pada anak remaja yang mengalami perceraian orangtua di SMP Negeri 1 Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam dan tidak terstruktur. Informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Teknik analisa yang digunakan adalah dengan menggunakan konten analisa data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang orangtuanya mengalami perceraian merasa marah, takut, dan sedih, berfikir kasih sayang yang diberikan oleh orangtuanya tidak sama lagi seperti ketika masih bersama, menaruh harapan agar kedua orangtuanya bisa kembali bersama dan ketikateringat pada saat proses perceraian berlangsung anak sering menangis, sering melamun, mudah tersinggung, malu berinteraksi dengan teman sebaya, dan dengan orangtua yang bercerai anak menyatakan jarang berkomunikasi lagi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah respon berduka pada anakdengan orangtua yang bercerai mengalami respon kognitif, afektif, sosial dan perilaku. Rekomendasi penelitain ini adalah perawat komunitas hendaknya bekerjasama dengan bimbingan konseling dari sekolah dalam upaya memberikan konseling pada anak yang berduka karena perceraian orangtuanya sehingga anak dapat tetap menyelesaikan tugas perkembangannya dan berprestasi disekolah serta mencegah terjadinya masalah psikososial pada remaja
Adolescents' Attitude Towards Premarital Sex Violla Anggiani; Taty Hernawaty; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.411-420

Abstract

Pangandaran is a tourism place given more impact on behavior sexuality among adolescents. One of the factors that most influence this behavior is attitude. The attitude becomes a stimulus for adolescents in reflecting premarital sexual behavior. This research aimed to find out the adolescent's attitudes towards premarital sexual behavior in SMA X Pangandaran. This research used a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach. The study population was adolescents at SMA X Pangandaran with a total of 842 people. The data collection used proportionate stratified random sampling, with the sample counted as 240 students. Data were collected within 2 weeks using BSAS which was distributed online and the validity test was carried out with a score of 0.896 and a reliability test with an Alpha value of 0.861. Data were analyzed by the mean and standard deviation formulas. In this study, adolescent attitudes toward premarital sexual behavior tend to be less accepting about sex (permissiveness) 43,40 ± 5,772, responsible for birth control 11,14 ± 2,820, do not tend to fuse with sex partners (communion) 14, 96 ± 4.892, and do not tend sexual orientation (instrumentality) 18.36 ± 4.007. The majority of students consider premarital sex is not allowed and is a taboo subject to talk about.
Faktor –Faktor yang Mempengaruhi terjadinya Salah Perlakuan terhadap Lansia Yori Yolanda; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.633 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.1.2020.103-108

Abstract

Salah perlakuan adalah suatutindakan disengaja yang menimbulkan bahaya atau suatu kegagalan caregiver dalam memenuhi kebutuhan dasar lansia. Pelaku salah perlakuan lansia yang ditemui di rumah biasanya dilakukan oleh anak laki-laki ataupun keluarga yang merawat lansia. Dampak negatif akibat dari salah perlakuan yaitu cemas dan depresi serta kematian setelah 7 sampai 8 tahun kemudian. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya salah perlakuan terhadap lansia. Pencarian literatur menggunakan elektronik database melalui Google Scholar, Proquest dan PubMed, menggunakan kata kunci faktor resiko, lansia dan salah perlakuan. Kriteria inklusi adalah:artikel fulltext yang diterbitkan antara 2008-2018, bahasa inggris dan bahasa indonesia, pencarian artikel yang relevan dengan tema yang akan diambil. Berdasarkan searching menggunakan kata kunci diperoleh 1100 artikel. Didapatkan 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya salah perlakuan terhadap lansia antara lain rendahnya dukungan sosial, beban stres dari caregiver, kerusakan kognitif lansia, tingkat ekonomi rendah dan ketergantungan fungsi fisik seperti lansia memerlukan bantuan dalam kegiatan sehari-hari. Faktor resiko sangat penting guna mencegah tindakan salah perlakuan pada lansia dan meningkatkan kualitas hidup lansia.Kata kunci: faktor resiko, lansia dan salah perlakuan FACTORS THAT AFFECT ELDERLY ABUSE: A LITERATURE REVIEW ABSTRACTElder abuse isan intentional act, which causes harms or failures by a caregiver to satisfy the elder's basic needs. Perpetrators of abuse are typically described as male or family members who are looking for elderly person. The negative effects of elderly abuse are anxiety and depressionas well as death after 7 to 8 years later.The objective of this study was to identify the risk factors contributing to elder abuse. Literature research in this study was conducted through three electronic databases namely Google Scholar, Proquest and PubMed, using the keywords elderly, abuse and risk factor.Inclusion criteria are: full-text articles published in English language between 2008-2018,and the search of articles which are relevant to the theme. Based on the literature search by using keywords that mentioned before, it was obtained 1100 articles. Among those articles, there were 11 articles that met the inclusion criteria. The risk factorscontributing to elder abuseare low of social supports, caregiver burden and stress, cognitive disorders, poor economic conditions, and functional dependence in the elderly like becoming dependent on others for help in performing daily living activities. The risk factors is very helpful in preventing abuse of the elderly and improving the quality of life for the elderly. Keywords: abuse, elderly abuse, elder misstreatment, risk factor
Intervensi pada Remaja dengan Gangguan Bipolar: Kajian Literatur Efri Widianti; Afriyanti Afriyanti; Ni Putu Santhi Dewi Saraswati; Asti Utami; Ladia Nursyamsiah; Vica Cahya Ningrum; Vadissa Nandia Putri; Lia Ustami
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.79-94

Abstract

Penderita gangguan bipolar mengalami kondisi suasana hati yang berubah secara signifikan. Terdapat dua fase yang dialami oleh penderita gangguan bipolar, yaitu fase mania dengan perasaan gembira yang berlebihan, dan fase depresi dengan perasaan sedih yang juga berlebihan. Oleh karena itu diperlukan intervensi untuk mengatur perubahan suasana hati pada penderita gangguan bipolar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam - macam intervensi dalam pengelolaan perasaan pada remaja yang memiliki gangguan bipolar berdasarkan hasil kajian literatur. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif melalui Database PubMed dan Science Direct dengan kriteria inklusi artikel berbahasa inggris dengan dengan desain penelitian Experimental atau Randomized controlled Trials (RCT) yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015 – 2020, dengan keyword yang digunakan untuk pencarian artikel adalah "Bipolar" AND "Adolescents" AND "Therapy". Hasil dari pencarian yang dilakukan diperoleh 1.068 artikel dan setelah dilakukan skrining dari judul hingga abstrak diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan relevan dengan tujuan dan pertanyaan penelitian. 3 artikel membahas terkait intervensi Family Focused Therapy, 2 artikel membahas terkait intervensi Psychoeducational, 1 artikel membahas terkait Dialectical Behavior Therapy, 1 artikel membahas terkait Brief Motivational Intervention. Kesimpulan dari kajian literatur yang telah dilakukan diketahui bahwa intervensi psikososial yang dapat dilaksanakan pada remaja dengan gangguan bipolar dan juga kepada keluarga pendamping remaja dengan gangguan bipolar yaitu dengan memberikan psikoedukasi (Psychoeducational), cognitive behavioral therapy (CBT), family-focused therapy (FFT), Dialectical Behavior Therapy (DBT) Family Focused Therapy, Dialectical Behavior Therapy serta Brief Motivational Intervention. 
Gambaran Kecenderungan Cabin Fever pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Aulia Sugianti; Efri Widianti; Hendrawati Hendrawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.29-36

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan mahasiswa harus membatasi kegiatan di luar rumah dan melakukan pembelajaran secara daring. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya perasaan negatif karena terlalu lama berada di dalam bangunan yang disebut dengan cabin fever. Cabin fever dapat berakibat negatif pada tugas perkembangan dan peran mahasiswa saat ini yang nantinya akan menjadi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecenderungan cabin fever pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020 (N=850). Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dan response rate (70.35%). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Cabin Fever Scale yang terdiri dari 10 pertanyaan dan dibagikan secara online. Uji validitas telah dilakukan menggunakan face validity. Uji reliabilitas pada instrumen asli memiliki nilai Cronbach alpha 0.908 (gejala emosional) dan 0.768 (gejala perilaku). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan mencari nilai mean, minimum, maksimum, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor cabin fever scale pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran adalah (15±5.26453), yang artinya tingkat cabin fever Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran cenderung tinggi.
Psikoedukasi Menurunkan Tingkat Depresi, Stres dan Kecemasan pada Pasien Tuberkulosis Paru Suryani Suryani; Efri Widianti; Taty Hernawati; Aat Sriati
Jurnal Ners Vol. 11 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.308 KB) | DOI: 10.20473/jn.v11i1.1455

Abstract

Introduction: Pulmonery Tuberculosis is a chronic pulmonary disease that affects physicallly and psychosocially for the patients . Until now, the government’s programs in overcoming this disesase still focus on treatment and prevention of infection. The programs has not yet to lead to a psychosocial problem of the patients whereas the psychosocial impact has a big influence on treatment compliance and prognosis of patients with Pulmonery Tuberculosis.Methods: This study was quassy experiment to test the effect of psychoeducation on the level of stress, anxiety and depression of Patients with pulmonary tuberculosis. 74 patients with Pulmonery Tuberculosis involved in this study divided into two group (37 involved in intervention and 37 involved as control group). Results:  of the study showed that psychoeducation was effective in reducing stress, anxiety and depression of the patients with Pulmonery Tuberculosis.Conclusion: Psycho education should be provided for patients with pulmonary tuberculosis at the Community health Center. 
Cognitive Behavioral Therapy (Cbt) In Addressing Trauma On Children And Adolescents Who Became Victims Of Violence: A Literature Review Efri Widianti; Habsyah Saparidah Agustina
Journal of Nursing Care Vol 2, No 2 (2019): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.581 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v2i2.21378

Abstract

Trauma is a circumstance in which a person experiences or witnesses death, feels threatened or seriously injured or a threat of physical integrity to oneself or others. Children and adolescents often had violence (harassment, neglect, embezzlement, or kidnapping) that can bring into trauma. The traumatic occurrence can have a serious psychological impact on children. To deal with this psychological hazard could be assisted by Cognitive Behavioral Therapy. This literature review aimed to identify the effect of CBT in supervising trauma in children and adolescents who became victims of violence to reduce the impact of trauma. Articles collected by Google Scholar, Science Direct and Pubmed Health used some keywords such as children, adolescent, CBT, trauma, and violence. The inclusion criteria consisted of quantitative research, systematic review, original research, full text, and published in English during 2007-2017. It identified 6 articles with 5 articles that were specifically related to CBT to supervise trauma. The results of the review of the five articles noted that 4 articles indicated that CBT is very effective in dealing with trauma in children and adolescent as the victims of violence, while 1 article showed that CBT is less effective in dealing with violence in children and adolescents. Thus, CBT was a potential intervention in addressing trauma in children and adolescent who became victims of violence, especially in West Java.
Tingkat Kecanduan Game Online pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Ruby Anggara Pratama; Efri Widianti; Hendrawati Hendrawati
Journal of Nursing Care Vol 3, No 2 (2020): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.163 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v3i2.22850

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini berkembang dengan pesat salah satu jenisnya berupa game online, semakin sering seseorang memainkannya dapat menjadi kecanduan dan pada dewasa awal respon emosi sering menghindar dari masalah dengan cara bermain game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecanduan game online pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran PSDKU. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan Teknik total sampling pada130 orang mahasiswa. Alat ukur menggunakan GAIA terdiri dari 23 item dengan skala Likert. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tidak kecanduan 62 mahasiswa (47,7%), kecanduan ringansedang 34 mahasiswa (26,2%), dan kecanduan berat 34 mahasiswa (26,2%). Jika kecanduan tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan tidak terkontrolnya diri karena tidak mampu mengurangi waktu bermain sehingga hubungan sosial dan tugas menjadi terhambat. Saran kepada institusi pendidikan agar mengurangi pembelajaran kelas besar karena dapat di contoh dari angkatan sebelumnya. untuk dilakukanya seminar atau pendidikan kesehatan tentang bahaya dan masalah apa yang akan muncul dari kecanduan game, dikarenakan ingkat kecanduan pada mahasiswa masih dalam kategori tidak kecanduan namun hal itu bisa menyebabkan peningkatan kecanduan game online, untuk dosen wali agar memberi arahan kepada mahasiswanya terhadap pemanfaatan waktu khusunya dalam bermain game online pada saat perwalian di awal semester.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Nuraeni Aat Sriati Aat Sriati Aat Sriati Afif Amir Amrullah Afriliani, Anne Cintya Afriyanti Afriyanti Afriyanti Afriyanti Agung Waluyo Agustina, Habsyah Safaridah Ahdiany, Gina Nur Ahmad Yamin Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Alawiyah, Siti Haiva Alpiani, Delta Amalina Fildzah Fujilestari Amelia, Gina Sri Anita Setyawati Anjani Mumtazhas Anne Cintya Afriliani Annisa Susanti Karmansyah Aprilia Aulia Ardianti Aprilia, Nike Arisandi, Toni Aryani, Yulyani Asri Asti Utami Asti Utami Astuti, Cici Siti Widya Asy Syafa Mahfuzhah Aulia Nurhanifa Aulia Sugianti Aziza, Aurelia Karla Budi Anna Keliat Cahyani, Eka Maulidya Chaimira, Sausandha Yasma Chandra Kirana K Desi Purwanti Desi Purwanti Desy Indra Yani Dwi Handayani Elfani, Karisha Citra Elsa Nur Laela Sari Emma Aprilia Hastuti Ermiati E Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fatima, Azrania Firda Intan Nursyifa Fitiani, Nurlaila Fitri Aprianti Fredinan Yulianda Gita Septyana Glory Grifith. B Saragih Habsyah Safaridah Agustina Habsyah Saparidah Agustina Hadi Suprapto Arifin Hanifah Hasanah Hardiyati Hardiyati Hartiningsih, Siti Sugih Haryati, Evi Annisa Hastuti, Emma Aprilia Helwiyah Ropi Helwiyah Ropi Hendrawati H Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hikmat, Rohman Iceu Amira D.A Idhfi marpatmawati Ilia Alkatiri Imas Rafiah Imas Rafiyah Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Irfan I Irman Somantri Iskandarsyah, Aulia Islamiati, Restu Iwan Dasta Iyus Yosep J, Ridillah Vani Karwati Karwati Khoirunnisa, K Komalasari, Masriyah Kosim Kosim Kurnia, Ihsan Kurniawan, K Kusumah, Indra Ladia Nursyamsiah Ladia Nursyamsiah Laili Rahyuwati Lia Ramadanti Lia Ustami Lia Yuliana Rachman Mamat Lukman Maria Komariah Marshanda Syaharani Putri Mega Septania, Salma Meila Sabridatia Putri Muhamad, Sahrul Nur Muhammad Iqbal Martani Muhammad Mulyadi Mulyani, Tita Mustikasari - Nabilah Nabilah Nazriah, Ai Indah Nenden Nur Asriyani Maryam Neni Rochmayati Satuhu Neti Juniarti Ni Putu Santhi Dewi Saraswati Ni Putu Santhi Dewi Saraswati Ni Putu Suryani Nimas Safitri Ati Nina Sumarni Nisa Meina Nirmala Nita Fitria Norma Norma Nova Mardiana Nova Mardiana, Nova Novi Yulianti Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhalimah Tri Handayani Nurislami, Alfina Nursiswati Pratiwi, Siti Rahmiati Prawitasari, Nita Priambodo, Ayu Prawesti Prihartono, Maulidya Ninda Puput Nur Azizah Putri Yani Lubis Raini Diah Susanti Rani Arinda Retno Wahyuningsih Rida Rosi Nur Asifa Rida Rosi Nur Asifa Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Muliani Rohman Hikmat Roni Apriyana Ruby Anggara Pratama Salma Hanifah Salsabila, Yosalia Mahirah Salwa Az-zahra Nurazizah Hendiana Sari, Citra Windani Mambang Sellyan Septiani Berly Septianah, Tri Indah Septriyani, Diah Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Shinta Galih Shofura Kamil Pasya Siagian, Indah Mentari Siti Yuyun Rahayu Fitri Sitorus, Sarah Angelique Mutiaraku Solly Aryza SRI RAHAYU Suhendar, Iwan Sukma Senjaya Supiatun Supiatun Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syafira Dewi Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati, Taty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tresnala, Rahmah Ujang Khaerullah Ujang Vadissa Nandia Putri Vanessa Zian Mentari Vica Cahya Ningrum Vina Nurdianasari Violla Anggiani Wardhani, Ice Yulia Yanitawati Yanitawati, Yanitawati Yelsi Wanti Yori Yolanda Yuliani, Silvia Yusshy Kurnia Herliani