Claim Missing Document
Check
Articles

PIIL PESENGGIRI: FALSAFAH HIDUP MASYARAKAT LAMPUNG SEBAGAI BASIS KETAHANAN BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Utari, Marza Utari; Agustina , Dhita Aulia; Widodo, Mulyanto; Prayogi, Rahmat
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.1054

Abstract

Piil Pesenggiri is a philosophy of life that contains the values of local wisdom of the Lampung people, including moral, social, and cultural principles that regulate individual, family, and community relationships. In facing the currents of globalization that bring rapid change and the challenges of cultural homogenization, Piil Pesenggiri plays a role as a basis for cultural resilience by maintaining the identity, norms, and traditions typical of Lampung alive and passed down. This study explores the concept, function, and relevance of Piil Pesenggiri in maintaining social and cultural integrity amidst the dynamics of changing times. Qualitative methods with an ethnographic approach are used to examine the practice and meaning of Piil Pesenggiri among the Lampung people. The results of the study indicate that this philosophy strengthens social solidarity and becomes a mechanism for adaptation and protection of cultural values, thereby strengthening cultural resilience in facing the challenges of globalization.
BUHARAK LAMPUNG SAIBATIN SEBAGAI PELESTARIAN BUDAYA LAMPUNG PESISIR Salsabila, Atha Nabitha; Maharani, Serlia; Widodo, Mulyanto; Prayogi, Rahmat
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1056

Abstract

This study aims to describe and analyze the Buharak tradition among the Lampung Saibatin community as a form of cultural preservation in the Lampung Pesisir region. Buharak is a wedding procession held after the marriage ceremony with the aim of introducing the couple to the community while affirming the honor of the family and social status in the Saibatin customary system. This study uses a descriptive qualitative method with in-depth interview techniques, participatory observation, and documentation studies of traditional leaders, ritual performers, and coastal communities. Data analysis is carried out through a thematic approach with stages of reduction, categorization, and interpretation of meaning. The results show that Buharak has three main functions: as a social glue that strengthens community solidarity and mutual cooperation (sakai sambayan); as a marker of status and customary legitimacy that reflects the hierarchical social structure of the Saibatin community; and as an arena for negotiating modernity, where the younger generation and religious leaders adapt traditional practices to align with Islamic norms and current socio-economic conditions. This adaptation is evident in the simplification of the duration of the procession, reduction of costs, integration of religious elements, and digital documentation that expands the scope of cultural preservation.
Enhancing students' Lampung language pronunciation through audio-visual folk story media Ariyani, Farida; Widodo, Mulyanto; Yulianti, Dwi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 53, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lampung language is currently experiencing a decline in usage, increasingly being supplanted by other languages. This trend can be attributed to students' waning interest in learning Lampung, which is partly due to the lack of innovative teaching approaches. Additionally, the complexity of Lampung pronunciation, further complicated by the existence of Dialect A and Dialect O, presents another challenge. To address these issues, there is a need for accessible and easy-to-use audio-visual media, particularly those focused on folklore, which can be widely utilized by educators. This study employed a comparative descriptive approach to investigate the impact of folklore-based audio-visual media on students' proficiency in Lampung pronunciation. The research instruments included an observation sheet—designed by the researchers to assess students' pronunciation abilities—and an interview guide to gather insights into students' learning experiences and teachers' perspectives on the instructional process. The findings indicate that the implementation of folklore-based audio-visual media offers significant benefits in enhancing students' pronunciation skills in Lampung. This media aids students in understanding correct pronunciation, boosts learning motivation, increases self-confidence, and improves communication skills. Therefore, teachers are encouraged to select appropriate media tailored to students' proficiency levels and ensure that its use aligns with specific learning objectives to maximize educational outcomes.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS DALAM PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENSTIMULUS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA Jufri Saputra; Undang Rosidin; Mulyanto Widodo; Sulistiana Sulistiana
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dalam model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa sekolah dasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sepang Jaya dan Sekolah Dasar Negeri 3 Labuan Ratu di Bandar Lampung. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025 dengan fokus pada materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tentang peran gaya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba luas untuk memperoleh instrumen yang valid, praktis, dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen diagnostik yang dikembangkan mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa serta membantu guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21. Kesimpulannya, pengembangan instrumen asesmen diagnostik berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran berbasis masalah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar
KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM LEGENDA SERUNTING SAKTI Arini Wastiti; Munaris; Mulyanto Widodo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6yk79465

Abstract

Sebagai salah satu bagian sastra lama, Legenda Serunting Sakti banyak menyajikan konflik tokoh di dalamnya. Konflik menjadi salah satu bagian penting di dalam menciptakan keutuhan dan kepaduan makna cerita. Kajian ini bertujuan menggambarkan wujud konflik tokoh utama, faktor penyebab konflik tokoh utama, dan upaya penyelesaian konflik tokoh utama dalam Legenda Serunting Sakti. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam Legenda Serunting Sakti mengalami berbagai konflik yang sangat beragam. Wujud konflik yang dimaksud meliputi konflik internal dan konflik eksternal. Konflik tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan, perbedaan kebudayaan, dan perbedaan pola pikir antara individu-individu. Untuk menghilangkan atau setidaknya meredam konflik, Serunting Sakti selaku tokoh utama melakukan beberapa upaya, yaitu dengan cara mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain.
KEKERASAN DALAM NOVEL MASYITOH KARYA AJIP ROSIDI Deta Aulia; Mulyanto Widodo; Siti Samhati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kj691q44

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan memerikan bentuk dan faktor penyebab kekerasan yang tergambar dalam novel Masyitoh karya Ajip Rosidi. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini berwujud kutipan-kutipan kalimat yang merepresentasikan bentuk tindak kekerasan dan faktor yang melatarbelakanginya. Data yang dimaksud dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Kedua teknik pengumpulan data tersebut dilakukan secara bersama-sama dan terus-menerus. Setelah terkumpul, data dianalisis menggunakan teknik interaktif. Teknik interaktif dalam penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan, (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) interpretasi data, (4) simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Masyitoh karya Ajip Rosidi merepresentasikan bentuk dan faktor penyebab kekerasan yang beragam. Bentuk-bentuk kekerasan yang dimaksud terdiri atas kekerasan psikologis dan kekerasan fisik. Kekerasan psikologis meliputi tindakan perampasan hak, pemerasan, pembentakan, tertawa merendahkan, desakan, dan penghinaan. Kekerasan fisik meliputi tindakan penombakan dan pematahan, penyepakan, pengikatan dan pencambukan, penyeretan dan pencambukan, serta perebusan. Adapun faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan meliputi kediktatoran penguasa, perlawanan, kurangnya kehati-hatian, dan perbedaan cara pandang.
Efektivitas Penggunaan Canva Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Menulis Puisi Murid Kelas XI SMA Negeri 2 Gedong Tataan Tiara Nazila Dewi; Eka Sofia Agustina; Rahmat Prayogi; Mulyanto Widodo
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2026: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis puisi antara murid yang belajar menggunakan media Canva AI dan murid yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis puisi murid, khususnya dalam aspek diksi, imaji, gaya bahasa, struktur, tema, dan tipografi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas dan minat murid dalam menulis puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah murid kelas XI SMA Negeri 2 Gedong Tataan yang terdiri atas kelas XI.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI.2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis puisi yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar -9,926. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis puisi murid yang menggunakan Canva AI dan murid yang menggunakan metode konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Canva AI efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi murid kelas XI SMA Negeri 2 Gedong Tataan.
Pengembangan E-modul Menulis Teks Berita Berbasis Project Based Learning bagi Peserta Didik SMP Kelas VIII Siti Samhati; Muhammad Fuad; Sumarti; Mulyanto Widodo; Hana Riana; Dede Putri
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15338

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut adanya inovasi pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Salah satu tantangan yang dihadapi guru bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis teks berita peserta didik SMP yang disebabkan oleh rendahnya minat, kurangnya media pembelajaran menarik, serta metode pengajaran yang masih konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan e-modul interaktif berbasis project based learning (PjBL) terhadap peningkatan kompetensi menulis teks berita peserta didik SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan dua kelas (eksperimen dan kontrol) syang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen dan n-gain score untuk mengukur peningkatan hasil belajar secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar 27%, menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi, kreativitas, dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi e-modul berbasis projek dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran menulis yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya pengembangan e-modul yang lebih adaptif dan interaktif serta pelatihan guru dalam penerapan pembelajaran berbasis projek digital di sekolah.
PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA BAGI ANAK PANTI ASUHAN HARAPAN BARU BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Atik Kartika; Mulyanto Widodo; Febra Anjar Kusuma; Siska Meirita; Destiani; Rahmat Prayogi; Septia Uswatun Hasanah; Detia Aulia Oktarina; Sandika Ali
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2118

Abstract

This community service program aims to strengthen Pancasila values and improve Indonesian language skills among children at Harapan Baru Orphanage in Bandar Lampung as an effort to foster national character development. The program was implemented through educational activities, training, and mentoring that included understanding Pancasila values, practicing polite communication, developing public speaking skills, and engaging in reading and writing literacy activities. The participants were orphanage children at elementary and secondary education levels. The results showed an increase in participants’ understanding of Pancasila values, such as tolerance, mutual cooperation, responsibility, and patriotism. In addition, the participants’ Indonesian language skills improved, particularly in the proper use of the language, the ability to express opinions, and self-confidence in communication. This program made a positive contribution to shaping a young generation with strong moral values, national insight, and language skills that support their social interactions and educational development in the future. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi anak-anak Panti Asuhan Harapan Baru Bandar Lampung sebagai upaya pembentukan karakter bangsa. Program dilaksanakan melalui metode edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, praktik komunikasi santun, keterampilan berbicara di depan umum, serta kegiatan literasi membaca dan menulis. Peserta kegiatan adalah anak-anak panti asuhan yang berada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, seperti sikap toleransi, gotong royong, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air. Selain itu, kemampuan berbahasa Indonesia peserta juga mengalami peningkatan, terutama dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, kemampuan menyampaikan pendapat, serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berwawasan kebangsaan, dan memiliki keterampilan berbahasa yang mendukung kehidupan sosial serta pendidikan mereka di masa depan.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI ERA KURIKULUM MERDEKA SMP I Wayan Ardi Sumarta; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Rahmat Prayogi; Siska Meirita; Sandika Ali; Andriansyah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2134

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang berkaitan dengan minat baca siswa di era Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah ceramah , pemodelan, dan diskusi. Kegiatan dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan GLS melalui kegiatan perpustakaan sekolah, literasi rutin, dan pemanfaatan media digital dapat meningkatkan minat baca siswa. Siswa menjadi lebih antusias, terlibat aktif, dan memiliki kebiasaan membaca yang lebih baik. Penguatan GLS terbukti efektif dalam mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan membentuk budaya literasi di sekolah.   This community service program aims to increase the effectiveness of strengthening the School Literacy Movement (GLS) related to student reading interest in the Merdeka Curriculum era. The methods used were lectures, modeling, and discussions. Activities were conducted through observation, questionnaires, and documentation. The results of the community service program indicate that implementing GLS through school library activities, routine literacy activities, and the use of digital media can increase student reading interest. Students become more enthusiastic, actively involved, and develop better reading habits. Strengthening GLS has proven effective in supporting the goals of the Merdeka Curriculum and fostering a culture of literacy in schools.
Co-Authors Abdan Syakur Febrianjaya Ade Frimayanti Adelina Harry Santi Ag Bambang Setiyadi Agung Agung Agustina , Dhita Aulia Agustinus Bambang Setiyadi Aji Marhaban Bidzikrillah MSK Albet Maydiantoro Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Alpionita, Dela Amelia Saputri Amy Sabila Andriansyah Anggraini, Tia Anista, Eka Anita Febriani Arham Habibi Arini Wastiti Asmaul Husna, Siti Atik Kartika Atik Kartika Ayu Setiyo Putri Bambang Riadi Bayu Andi Mardlona Bina Rosdanti Sahdan Bryan Tioro Gisri chelistya eryesma anwar cici widiawati Cicili Arici Rafistri Cindi Yolanda Citra Winda Ulvia Dede Putri Dedi Febriyanto Deni Yuniardi Deris Astriawan Desi Indah Lestari Desti Setia Herawati Destiani , Destiani Destiani Destiani Deta Aulia Detia Aulia Oktarina Devi Novitasari Devi Rosfantina Devitalisa M, Wulan Dhini, Maudy Sukma Dian Azmiyati Diana Rosita Dinda Ayu Annisa Diyah Berta Alpina Dwi Suciani Alkafisa DWI YULIANTI Dwi Yulianti Edi Saputro Edi Suyanto Eka Putri Rahayu Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eka Susanti Eko Rusminto, Nurlaksana Elsa Oktavia Emi Rismawati ENDANG PURWANINGSIH Endang Sumarsih Engrid Septa Reni Fadira, Laudya Fajar Aprian, Figo Farida Ariyani Farida Ariyani Fatia Maulina Faturrohman, Aji Febra Anjar Kusuma, Febra Anjar Febriyanto, Dedi Fena Audy Yena Freskela Feni Setianingsih Firman Septihadi Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Kurnia Fitria Asmawati Flora Flora, Flora Hana Riana Hanna Wahyu Aruming Tyas Hanny Hafiar Hardiyanti Hardiyanti Hasan Hariri Heny Hartawati Herga , Rafa Maritza Heri Prihartono Heriza Nevisi Yanda Putri Herlambang, Agung Putra Heru Prasetyo Heryanti Heryanti Hesti Irmasari I Wayan Ardi I Wayan Ardi Sumarta Ibnu Hajar Icha Meyrinda Ika Agustina Pratiwi Ikhtiarti, Endang Indra Prapto Nugroho Iqbal Hilal Ishariyanti Ishariyanti Istiqomah Nurzafira Jauza Najla Naufalia Jimny, Zahra Adellia Dewi Joni Putra Jufri Saputra Juniar, Elda Juwairiyah Juwairiyah K Sugeng Prijono Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Kartika Rahayu Effendi Khoerotun Nisa Liswati Klara Ken Laras Kusuma, Nirma Fadia Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Fitriyah Laudya Fadira Lilis Sholihah Linda Permasih Lyoni Elvandari Maharani, Serlia Mat Desman Maya Oktavia Mega Noviana Mei Fatmila Sari Meirita, Siska Meliza Meliza Mery Elisabet Turnip Miko Hidayat Mira Salviani Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Iman Jauhari Munaris . Mutiara Dini Naila Agustin Nazimah Nazimah Nesiana Imania Neti Herawati ni made mulyasari Ni Nyoman Wetty Suliani Nidia Oktarisa Nikmatul Hasanah Nindy Eka Putri Nur Azizah Agustina Nur Fasila Nur, Kiki Zakiah Nuraeni, Intan Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurwijayanti okta muhlis putra Oktaviana, Irma Bela Oriza Pratiwi Pangestika, Zola Nurmadya Pertiwi, Nidia Harum Piani, Ririn Tria Pony Tikny Swisty Putri Shima Arifani Rafistri, Cicili Arici Rahmat Prayogi, Rahmat Ratin Supriadi Ratu Farry Alifia Azka Rengga Purna Yuda Restu Eka Mariyana Retika Cahya Karnastuti Reza Febriantika Ria Apriyanti Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Ribut Wibowo Ridha Adilla AR Ririn Riana Sari Rischa Dewi Riwanti Manik Rizki Dilla Sintia RR. Ella Evrita Hestiandari Saadah Saadah Sabrina Aulia Rahma Safitri, Dwi Rahma Salsabila, Atha Nabitha Salwa Pramesti Maharani Sandika Ali santi noviyana Septi Ria Ariani Septia Uswatun Hasanah Septia Uswatun Hasanah Septiana Ningsih Shely Nasya Putri Siska Meirita Siska Meirita Siti Murdiyati Siti Romlah Siti Samhati Sitohang, Anania Eviyana Luxerima Soca Anggraini Solly Aryza Sulistiana Sulistiana Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Surasa Surasa Syelly Eka Permatasari Tiara Nazila Dewi TRI WULANDARI Try Wahyuni Undang Rosidin Utari, Marya Utari, Marza Utari Windu Patria Hutama Wini Tarmini Yanti Jelita Yemi Valentini Yinda Dwi Gustira Yoga Fernando Rizqi Yona Lenora Loretta Yosefina Eva Marini Yuli Yanti Yulia Kartikasari Yulia Patumaya Yulianita, Dea Yulita Anlisia Yuni Setiawati Yunisa, Aulia ZR, Mutiara Ananda