Claim Missing Document
Check
Articles

Penyalahgunaan Media Sosial Dalam Perspektif Hukum Pidana (Penyuluhan Pada Siswa SMAN 1 Pemenang Kabupaten Lombok Utara ) Haslan, Muhammad Mabrur; Rispawati, Rispawati; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5809

Abstract

Pengguna media sosial pada umumnya kerap tidak menyadari adanya batasan normatif yang termuat dalam hukum pidana, yakni hukum pidana khusus yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hal ini dapar dicermati dari penggunanya yang seakan secara bebas tanpa melihat batasan yang mestinya tidak dilewati. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan sangat penting sebagai upaya mengedukasi masyarakat, khususnya kalanagan pelajar agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum, khususnya dalam bermedia sosial. Metode yang diguanakan adalah penyuluhan, dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi, (2) tanya kawab, dan (3) evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis hukum pidana yang mengatur tentang penyalahgunaan media sosial, (2) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis penyalahgunaan media sosial yang dilarang dalam hukum pidana, (3) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis sanksi pidana terhadap pelaku penyalahgunaan media sosial.
Pendampingan Pengembangan Materi Hak Asasi Manusia Bagi Guru PPKn di SMAN 9 Mataram Yuliatin, Yuliatin; Rispawati, Rispawati; Haslan, M. Mabrur
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/njkap492

Abstract

Materi Hak Asasi Manusia pada mata pelajaran PPKn di SMA menujukkan potensi pengembangan dengan mengintegrasikan berbagai isu kekinian dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian materi pembelajaran HAM menjadi kontekstual, dan peserta didik dapat merasakan bahwa materi yang dipelajari adalah sesuatu yang diperlukan dan sangat penting untuk kehidupannya. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian sangat penting dilakukan guna memberikan pendampingan pada guru PPKn, khususnya di SMAN 9 Mataram untuk mengembangkan materi Hak Asasi Manusia, agar kontekstual dan menarik. Kegiatan pengabdian bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn, khususnya terkait materi HAM. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode pendampingan dengan tahapan kegiatan: penyampaian materi dan diskusi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pengetahuan guru PPKn terkait esensi dan orientasi materi HAM di SMA, serta potensi dan cara pengembangan materi HAM, (2) tersusunnya materi HAM yang dikembangkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan peserta didik di SMAN 9 Mataram. Materi tersebut terintegrasi dalam satu materi pokok di kelas X, yaitu tentang “hak dan kewajiban warga sekolah, masyarakat dan negara”. Selain itu, juga terintegrasi dalam dua materi pokok di kelas XII, meliputi: (1) kesadaran warga negara dalam menghadapi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, (2) generasi solutif mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
Pendampingan Pengembangan Materi Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Pada Guru PPKN di Lombok Utara Rispawati, Rispawati; Haslan, M. Mabrur; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/xryq4a36

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru PPKn di SMP Negeri 2 Pemenang Kabupaten Lombok Utara dalam mengembangkan materi PPKn terkait dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Pengembangan materi tersebut sangat penting guna menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik sehingga materi tersebut lebih mudah dipahami, menarik, serta bermakna untuk kehidupan peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendampingan, dengan tahapan kegiatan meliputi: (1) persiapan, yang terdiri dari aktivitas analisis kebutuhan mitra (guru PPKn di SMAN 2 Pemenang), penyusunan rencana kegiatan pengabdian, persiapan media dan perangkat pembelajaran, (2) pelaksanaan, terdiri dari kegiatan penyampaian materi diskusi, pendampingan kepada Guru PPKn dalam menyusun materi ajar kontekstual sesuai kondisi dan kebutuhan peserta didik, (2) evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pemahaman khalayak sasaran terkait substansi, orientasi, potensi, serta cara pengembangan materi dinamika perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, (2) tersusunnya materi ajar dinamika perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di SMPN 2 Pemenang Lombok Utara.
PERNIKAHAN USIA ANAK DI DESA SETANGGOR KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Baiq Lisa Aprilia; Mohamad Mustari; Bagdawansyah Alqadri; Yuliatin, Yuliatin
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 02: September 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor penyebab pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur; (2) Dampak pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur adalah: (1) faktor individu, yaitu anak menikah di usia anak dikarenakan atas kemauannya sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun. (2) faktor pendidikan, yaitu rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua menyebabkan mereka cenderung menikahkan anaknya di usia anak. (3) faktor sosial budaya, yaitu lingkungan dan adat istiadat. Dampak pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur memiliki dua dampak, yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positif terdiri dari tiga dampak yakni: (1) menghindari zina, (2) mendewasakan diri, (3) belajar bertanggung jawab. Sedangkan dampak negatif meliputi: (1) dampak ekonomi, yaitu anak yang menikah di usia anak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan belum mapan secara finansial. (2) dampak kesehatan, yaitu anak yang menikah di usia anak mengalami gangguan kesehatan selama mengandung, hingga melahirkan sebelum waktunya yang menyebabkan anak terlahir prematur dan mengalami stunting.
Perbandingan Model Pendidikan Karakter Berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram Sumardi, Lalu; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin; Maulidiya, Baiq Fina; Basariah, Basariah; Edi, Maria Grace Putri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4045

Abstract

Pendidikan karakter menjadi domain penting dalam dunia pendidikan yang posisinya sejajar dengan aspek pengetahuan dan keterampilan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai jalur pendidikan formal awal memiliki peran penting dalam menumbuhkembangkan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan karakter berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui praktik terbaik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model analisis interaktif (Miles, Huberman, & Saldana, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 efektif meningkatkan soft skills peserta didik seperti disiplin, kerja sama, kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian sosial. MTs Negeri 1 Mataram menekankan tema kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan, dan suara demokrasi, sementara SMP Negeri 2 Mataram fokus pada kewirausahaan, kebinekaan, dan kebugaran jasmani. Keterbatasan dana (MTs Negeri 1 Mataram) dan rendahnya partisipasi siswa akibat penjadwalan yang kurang tepat (SMP Negeri 2 Mataram) menjadi tantangan utama. Upaya perbaikan dilakukan melalui evaluasi reflektif, penyesuaian jadwal, dan rencana integrasi P5 secara berkelanjutan dalam kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan model pendidikan karakter berbasis P5 yang aplikatif dan adaptif terhadap konteks sekolah.
Sosialisasi Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 4 Satap Batulanteh Sumbawa Rispawati, Rispawati; Mustari, Mohamad; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Noviana, Hassa; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0btmtf82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kondisi perkembangan yang luar biasa salah satunya adalah program literasi dan numeras yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan Numerasi adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan simbol dalam matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. dengan karakteristik peserta didik abad 21 dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN SATAP Batulanteh Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kegiatan sosialiasasi ini diikuti oleh guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. Hal ini ditandai dengan guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa sudah memahami dan mengerti tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kemudian guru-guru tersebut membuat program yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswas, program tersebut seperti gerakan membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran pada setiap mata pelajaran sudah dilaksanakan oleh guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa dengan baik. Selain itu, hasil yang lainnya pada ini kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta serta komitmen kuat dari kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan program-program yang telah dirumuskan khususnya yang berkhubungan dengan literasi dan numerasi siswa.
BEYOND INFRASTRUCTURE: LITERASI DAN SIKAP SANTRI DALAM IMPLEMENTASI TRANSAKSI DIGITAL DI PESANTREN Thabita Nursyamsi, Calista; Galuh Wahono, Ghowina; Yuliatin, Yuliatin; Martavia As Shafira, Nabila; Dwi Handayani, Shinta; Rahman, Fadali
Jurnal Investasi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v6i2.1420

Abstract

Transformasi digital dalam sektor keuangan mendorong berbagai lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren, untuk mengadopsi sistem transaksi digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan. Namun, keberhasilan implementasi transaksi digital di lingkungan pesantren tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh tingkat literasi keuangan digital dan sikap pengguna, khususnya santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan digital dan sikap santri dalam implementasi transaksi digital di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, sebuah pesantren berskala besar dengan jumlah santri sekitar 20.000 orang yang berada di wilayah pelosok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap santri serta pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi transaksi keuangan digital menjadi faktor utama yang memengaruhi sikap kehati-hatian dan resistensi santri terhadap penggunaan sistem transaksi digital. Selain itu, keterbatasan akses internet dan ketidakstabilan jaringan listrik memperkuat persepsi risiko dan menghambat proses adopsi teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan digital dan pembentukan sikap positif santri merupakan prasyarat penting dalam membangun ekosistem transaksi digital di pesantren, bahkan sebelum infrastruktur sepenuhnya memadai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan digitalisasi keuangan berbasis pesantren yang inklusif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pengawasan Kinerja Kepala Desa (Studi di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah) Hidayat, Ahmad Wahyu; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qdtq8g65

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya  akuntabilitas dalam pelaksanaan program pembangunan desa agar sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan fungsi BPD dalam mengawasi kinerja kepala desa di Desa dan apa saja faktor yang mempengaruhi pengawasan BPD terhadap kinerja kepala desa yang ada di desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dimana pengawasan yang dilaksanakan oleh BPD Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. dari informan yang terdiri dari BPD, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD telah melaksanakan fungsi pengawasan dengan cukup baik dengan pemantauan secara langsung di lapangan, terutama pada aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Namun masih perlunya peningkatan pengawasan langsung pada aspek pembangunan desa yaitu pembangunan infrastruktur fisik desa. yang disebabkan oleh kurangnya partisipasi dari masyarakat dalam sama-sama mengawasi kinerja kepala desa dan juga integritas dari anggota BPD yang bervariasi sehingga menjadi sedikit kendala dalam mengawasi kinerja kepala desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dan BPD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan partisipatif. The Implementation of the Village Consultative Body's (BPD) Function in Supervising the Performance of the Village Head (A study in Jago Village, Praya District, Central Lombok Regency) Abstract The Village Consultative Body (BPD) has a strategic role as an institution that represents the community in the administration of village governance, particularly in supervising the performance of the village head. This research is motivated by the importance of accountability in the implementation of village development programs so that they align with community aspirations. The purpose of this study is to identify and analyze how the BPD carries out its supervisory function over the performance of the village head and to examine the factors that influence BPD supervision of the village head’s performance in Jago Village, Praya Subdistrict, Central Lombok Regency. The supervision conducted by the BPD covers the stages of planning, implementation, and reporting. This research is classified as qualitative research using a descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation from informants consisting of BPD members, the village head, and community leaders. The results of the study indicate that the BPD has carried out its supervisory function fairly well through direct monitoring in the field, particularly in aspects of village governance administration, community development, and community empowerment. However, there is still a need to improve direct supervision in the aspect of village development, especially physical infrastructure development. This condition is caused by the lack of community participation in jointly supervising the performance of the village head, as well as the varying levels of integrity among BPD members, which becomes an obstacle in supervising the village head’s performance. This research is expected to serve as an evaluation material for the village government and the BPD in realizing more accountable and participatory village governance.
Upaya Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Anak Penyandang Disabilitas di SLBN 1 Lombok Tengah Lestari, Nadila Risti Puji; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Sumardi, Lalu
Journal of Civic Education Vol 9 No 1 (2026): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v9i1.1227

Abstract

The purpose of this study is to describe efforts to fulfill the right to education for children with disabilities at SLBN 1 Central Lombok and to identify the challenges in fulfilling these rights. This study used a qualitative approach using a case study. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Efforts to fulfill the right to education for children with disabilities include the implementation of an adaptive and flexible Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), differentiated learning strategies, an emphasis on developing life skills, independence, and entrepreneurship, and providing opportunities to develop potential through academic, vocational, and personal development activities. Furthermore, the school provides facilities, learning equipment and aids, and supportive classroom environments, yet challenges remain, including a limited number of qualified educators for various types of disabilities, the diversity of student disabilities, and limitations in educational facilities and services, such as the lack of a LAS skills room and ongoing classroom renovations. Therefore, support from various parties is needed so that inclusive education at SLBN 1 Central Lombok runs optimally and sustainably.
Eksistensi Kawin Sumbong Masyarakat Baru Lempur Dalam Perspektif Hukum Islam Edi, Zalman; Halim, Abdul; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 4 № 01 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v4i01.2238

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of kawin sumbong in Desa Baru Lempur, Gunung Raya District, Kerinci Regency, focusing on its implementation, existence, and its review from the perspective of Islamic law. Although considered a violation of customary norms, this tradition is not intended to prevent marriage but to enforce moral responsibility and maintain social harmony. This research employs Spradley’s ethnographic approach using qualitative methods through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, reduction, display, and conclusion drawing until saturation was achieved. The findings reveal that kawin sumbong requires a customary fine in the form of one goat and the ulu nasi ritual as a symbolic act of atonement. After fulfilling the customary requirements, the marriage proceeds and the couple is socially accepted. Despite modernization, this tradition continues to exist. From an Islamic legal perspective, the practice does not invalidate the marriage because it does not contradict syariah provisions regarding permissible kinship. The customary fine functions as a moral symbol to preserve peace, prevent family conflict, and strengthen kinship ties.
Co-Authors A.A. Miftah AA Sudharmawan, AA Aandriami, Baiq Abidin, Sholihul Adawiyah, Robi'Atul Agus Suprijono Ahmad Fauzan Alamsyah - Algadri, Bagdawansyah Alqadri, Bagdawansyah Ananda W, Nadia APRIYANTI, WATUL ARDINA Ardhiyanto, Rise Vivid Bagdawansyah Alqadri Baiq Lisa Aprilia Basariah Basariah Basariah, Basariah Bilal, Bilal Chatarina Umbul Wahyuni Dewi Puspito Sari, Dewi Puspito Diva Rahman Dwi Handayani, Shinta Edi, Maria Grace Putri Edi, Zalman Edy Herianto Effendi, Ghina Nabilah Fiqi Nurbaya Fuzan, Ahmad Galuh Wahono, Ghowina Habib Shulton Asnawi Hadi, M. Samsul Haris Mubarak Haslan, M. Mabrur Haslan, Muhammad Mabrur Hasyim Sofyan Lahilote Hayani, Yuma Hermanto Harun Hidayat, Ahmad Wahyu Hidayatullah, Muhammad Bagas Hikmah, Ulya Hudaidah Hudaidah Illy Yanti Indra Wahyu, Indra Juningtias, Karmila Rahma Karmilatul, Dessy Kholil Syu'aib Kurniawansyah, Edy Kusumaningpanglipur, Syallom Lalu Sumardi Larasati, Yuniar Galuh Lestari, Nadila Risti Puji Linda Firdawaty M. Rozali Mabrur Haslan Maharani Maharani, Maharani Maharani, Nine Elissa Mahendra, Wisnu Mahluddin Mahluddin Martavia As Shafira, Nabila Maulana, Rifki Maulidiya, Baiq Fina Maylani, Annisa Misriani, Dita Mohamad Mustari Muh. Zubair, Muh. Zubair Muhammad Mabrur Haslan Muhammad Sibawaihi Muhammad Turhan Yani Muhammad Zubair Mustari, Mohamad Mustiah, Mustiah RH Nabilah, Alvina nadia, ghina Naziro, Naziro Noviana, Hassa Putra, D I Ansusa Qadri, Bagdawansyah Al Rahman, Fadali Rasito Rasito Rispawati Rispawati, Rispawati Robiatul Adawiyah Ruliati, Ruliati Saffanah, Thariani Sahrul, Adhi Samsul Hadi Santri, Diah Dwi Sawaludin, Sawaludin Septia Utami, Henny Sibawaihi, Muhammad Sibawaihi, Muhammad Sibawaihi SITI MAHMUDAH Siti Shofiyah Sumardi, Lalu Sustia Ningsih Thabita Nursyamsi, Calista Thabita, Calistha Usniati, Baiq Yogi, Muhammad Yogi Sandra Yuliatin Yunisca M.Pd S.Pd Nurmalisa Zakhira, Dina Zubair , Muh. Zubair, Muh.