p-Index From 2021 - 2026
8.171
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Materi Norma Bagi Guru PPKn SMP di Kabupaten Lombok Utara Yuliatin, Yuliatin; Rispawati, Rispawati; Haslan, Muhammad Mabrur; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5781

Abstract

Bahan ajar pada hakikatnya merupakan bahan/materi yang disiapkan oleh guru untuk kebutuhan pelaksanaan pembelajaran guna membangtu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan dalam menyusun berbagai jenis bahan ajar, yang tidak sekedar beorientasi pada upaya membangun pengetahuan, melainkan pencapaian seluruh aspek tujuan pembelajaran, baik aspek sikap seperitual, sikap sosial, pengetahuan, dan juga keterampilan. Tekait hal tersebut guru PPKn SMP di Kabupaten Lombok Utara masih mengalami kesulitan. Bahan ajar yang disusun, khususnya terkait norma, lebih berorientasi pada penguasaan konsep, kurang memperhatikan aspek sikap dan keterampilan sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna dalam menyiapkan siswa sebagai warga masyarakat yang menghargai dan mentaati norma. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian sangat penting dan mendesak dilakukan dengan tujuan agar guru PPKn SMP di Kabupaten Lombok Utara dapat mengembangkan bahan ajar materi norma yang tidak sekedar membangun pengetahuan namun memberi dampak pada pembentukan sikap dan perilaku. Luaran kegiatan pengabdian ini meliputi luaran wajib dan luaran tambahan. Luaran wajib yaitu artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN. Luaran tambahan yaitu pernyataan pemanfaatan hasil pengabdian oleh mitra. Pendekatan/metode yang diguanakan adalah pelatihan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Hasil pengabdian adalah tersusunya bahan ajar materi norma, meliputi: (1) modul ajar, (2) materi ajar, (3) LKPD, dan (4) media PowerPoint yang sesuai dengan kebutuhan pencapaian tujuan pembelajaran.
Penggunaan Aplikasi Kahoot Sebagai Media Pembelajaran PPKn Berbasis Teknologi (Pendampingan Pada Guru PPKn di SMPN 16 Mataram ) Rispawati, Rispawati; Haslan, Muhammad Mabrur; Kurniawansyah, Edy; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5808

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek Pendidikan. Dalam hal ini, guru ditutut memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran adalah aplikasi Kahoot. Aplikasi ini dapat menjadi pilihan media berbasis teknologi yang menarik karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun demikian di sisi lain, tidak semua guru PPKn memiliki kemampuan dalam menggunakan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran PPKn, termasuk di dalamnya adalah guru PPKn di SMPN 16 Mataram. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan sangatlah penting dan bermanfaat, yaitu dapat meningkatkan kemampuan guru PPKn di SMPN 16 Mataram dalam menggunakan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran berbasis teknologi. Luaran kegiatan pengabdian ini terdiri dari luaran wajib dan luaran tambahan. Luaran wajib yaitu artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN, mengikuti seminar Pepadu yang diselenggarakan oleh LPPM. Luaran tambahan yaitu peryataan pemanfaatan hasil pengabdian oleh mitra. Pendekatan/metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah: (1) terkontruksinya pemahaman khalayak sasaran tentang konsep, Aplikasi Kahoot, manfaat Aplikasi Kahoot dalam pembelajaran, peralatan yang harus disediakan, serta langkah-langkah pemanfataan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran, (2) tersusunnya produk media pembelajaran PPKn SMP Kelas VII materi norma dengan menggunakan aplikasi Kahoot.
Penyalahgunaan Media Sosial Dalam Perspektif Hukum Pidana (Penyuluhan Pada Siswa SMAN 1 Pemenang Kabupaten Lombok Utara ) Haslan, Muhammad Mabrur; Rispawati, Rispawati; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5809

Abstract

Pengguna media sosial pada umumnya kerap tidak menyadari adanya batasan normatif yang termuat dalam hukum pidana, yakni hukum pidana khusus yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hal ini dapar dicermati dari penggunanya yang seakan secara bebas tanpa melihat batasan yang mestinya tidak dilewati. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan sangat penting sebagai upaya mengedukasi masyarakat, khususnya kalanagan pelajar agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum, khususnya dalam bermedia sosial. Metode yang diguanakan adalah penyuluhan, dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi, (2) tanya kawab, dan (3) evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis hukum pidana yang mengatur tentang penyalahgunaan media sosial, (2) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis penyalahgunaan media sosial yang dilarang dalam hukum pidana, (3) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis sanksi pidana terhadap pelaku penyalahgunaan media sosial.
Pendampingan Pengembangan Materi Hak Asasi Manusia Bagi Guru PPKn di SMAN 9 Mataram Yuliatin, Yuliatin; Rispawati, Rispawati; Haslan, M. Mabrur
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/njkap492

Abstract

Materi Hak Asasi Manusia pada mata pelajaran PPKn di SMA menujukkan potensi pengembangan dengan mengintegrasikan berbagai isu kekinian dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian materi pembelajaran HAM menjadi kontekstual, dan peserta didik dapat merasakan bahwa materi yang dipelajari adalah sesuatu yang diperlukan dan sangat penting untuk kehidupannya. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian sangat penting dilakukan guna memberikan pendampingan pada guru PPKn, khususnya di SMAN 9 Mataram untuk mengembangkan materi Hak Asasi Manusia, agar kontekstual dan menarik. Kegiatan pengabdian bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn, khususnya terkait materi HAM. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode pendampingan dengan tahapan kegiatan: penyampaian materi dan diskusi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pengetahuan guru PPKn terkait esensi dan orientasi materi HAM di SMA, serta potensi dan cara pengembangan materi HAM, (2) tersusunnya materi HAM yang dikembangkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan peserta didik di SMAN 9 Mataram. Materi tersebut terintegrasi dalam satu materi pokok di kelas X, yaitu tentang “hak dan kewajiban warga sekolah, masyarakat dan negara”. Selain itu, juga terintegrasi dalam dua materi pokok di kelas XII, meliputi: (1) kesadaran warga negara dalam menghadapi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, (2) generasi solutif mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
Pendampingan Pengembangan Materi Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Pada Guru PPKN di Lombok Utara Rispawati, Rispawati; Haslan, M. Mabrur; Yuliatin, Yuliatin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/xryq4a36

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru PPKn di SMP Negeri 2 Pemenang Kabupaten Lombok Utara dalam mengembangkan materi PPKn terkait dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Pengembangan materi tersebut sangat penting guna menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik sehingga materi tersebut lebih mudah dipahami, menarik, serta bermakna untuk kehidupan peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendampingan, dengan tahapan kegiatan meliputi: (1) persiapan, yang terdiri dari aktivitas analisis kebutuhan mitra (guru PPKn di SMAN 2 Pemenang), penyusunan rencana kegiatan pengabdian, persiapan media dan perangkat pembelajaran, (2) pelaksanaan, terdiri dari kegiatan penyampaian materi diskusi, pendampingan kepada Guru PPKn dalam menyusun materi ajar kontekstual sesuai kondisi dan kebutuhan peserta didik, (2) evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pemahaman khalayak sasaran terkait substansi, orientasi, potensi, serta cara pengembangan materi dinamika perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, (2) tersusunnya materi ajar dinamika perwujudan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di SMPN 2 Pemenang Lombok Utara.
PERNIKAHAN USIA ANAK DI DESA SETANGGOR KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Baiq Lisa Aprilia; Mohamad Mustari; Bagdawansyah Alqadri; Yuliatin, Yuliatin
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 02: September 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor penyebab pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur; (2) Dampak pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur adalah: (1) faktor individu, yaitu anak menikah di usia anak dikarenakan atas kemauannya sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun. (2) faktor pendidikan, yaitu rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua menyebabkan mereka cenderung menikahkan anaknya di usia anak. (3) faktor sosial budaya, yaitu lingkungan dan adat istiadat. Dampak pernikahan usia anak di Desa Setanggor Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur memiliki dua dampak, yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positif terdiri dari tiga dampak yakni: (1) menghindari zina, (2) mendewasakan diri, (3) belajar bertanggung jawab. Sedangkan dampak negatif meliputi: (1) dampak ekonomi, yaitu anak yang menikah di usia anak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan belum mapan secara finansial. (2) dampak kesehatan, yaitu anak yang menikah di usia anak mengalami gangguan kesehatan selama mengandung, hingga melahirkan sebelum waktunya yang menyebabkan anak terlahir prematur dan mengalami stunting.
Perbandingan Model Pendidikan Karakter Berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram Sumardi, Lalu; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin; Maulidiya, Baiq Fina; Basariah, Basariah; Edi, Maria Grace Putri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4045

Abstract

Pendidikan karakter menjadi domain penting dalam dunia pendidikan yang posisinya sejajar dengan aspek pengetahuan dan keterampilan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai jalur pendidikan formal awal memiliki peran penting dalam menumbuhkembangkan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan karakter berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui praktik terbaik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model analisis interaktif (Miles, Huberman, & Saldana, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 efektif meningkatkan soft skills peserta didik seperti disiplin, kerja sama, kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian sosial. MTs Negeri 1 Mataram menekankan tema kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan, dan suara demokrasi, sementara SMP Negeri 2 Mataram fokus pada kewirausahaan, kebinekaan, dan kebugaran jasmani. Keterbatasan dana (MTs Negeri 1 Mataram) dan rendahnya partisipasi siswa akibat penjadwalan yang kurang tepat (SMP Negeri 2 Mataram) menjadi tantangan utama. Upaya perbaikan dilakukan melalui evaluasi reflektif, penyesuaian jadwal, dan rencana integrasi P5 secara berkelanjutan dalam kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan model pendidikan karakter berbasis P5 yang aplikatif dan adaptif terhadap konteks sekolah.
Sosialisasi Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 4 Satap Batulanteh Sumbawa Rispawati, Rispawati; Mustari, Mohamad; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Noviana, Hassa; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0btmtf82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kondisi perkembangan yang luar biasa salah satunya adalah program literasi dan numeras yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan Numerasi adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan simbol dalam matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. dengan karakteristik peserta didik abad 21 dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN SATAP Batulanteh Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kegiatan sosialiasasi ini diikuti oleh guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. Hal ini ditandai dengan guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa sudah memahami dan mengerti tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kemudian guru-guru tersebut membuat program yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswas, program tersebut seperti gerakan membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran pada setiap mata pelajaran sudah dilaksanakan oleh guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa dengan baik. Selain itu, hasil yang lainnya pada ini kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta serta komitmen kuat dari kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan program-program yang telah dirumuskan khususnya yang berkhubungan dengan literasi dan numerasi siswa.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Pengemis di Kota Mataram Lina Rahmayani; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3597

Abstract

Fenomena keberadaan pengemis di Kota Mataram masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Meskipun pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis, praktik mengemis masih sering dijumpai di berbagai titik strategis kota. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam implementasi kebijakan, baik dari sisi penegakan, pembinaan, maupun partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penanggulangan pengemis di Kota Mataram berdasarkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 serta dampaknya terhadap ketertiban sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri dari aparat pelaksana (Satpol PP dan Dinas Sosial), tokoh masyarakat, dan pengemis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dilaksanakan melalui penertiban dan razia rutin, pengembalian pengemis ke keluarga dan masyarakat, pemberian bantuan sosial dan pembinaan keterampilan, serta rehabilitasi sosial melalui penampungan sementara. Implementasi kebijakan ini berdampak pada berkurangnya jumlah pengemis di titik strategis, meningkatnya kesadaran masyarakat, dan adanya upaya pemulihan sosial, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulannya, kebijakan ini berkontribusi terhadap ketertiban umum dan kesejahteraan sosial, namun masih memerlukan optimalisasi.
BEYOND INFRASTRUCTURE: LITERASI DAN SIKAP SANTRI DALAM IMPLEMENTASI TRANSAKSI DIGITAL DI PESANTREN Thabita Nursyamsi, Calista; Galuh Wahono, Ghowina; Yuliatin, Yuliatin; Martavia As Shafira, Nabila; Dwi Handayani, Shinta; Rahman, Fadali
Jurnal Investasi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v6i2.1420

Abstract

Transformasi digital dalam sektor keuangan mendorong berbagai lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren, untuk mengadopsi sistem transaksi digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan. Namun, keberhasilan implementasi transaksi digital di lingkungan pesantren tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh tingkat literasi keuangan digital dan sikap pengguna, khususnya santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan digital dan sikap santri dalam implementasi transaksi digital di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, sebuah pesantren berskala besar dengan jumlah santri sekitar 20.000 orang yang berada di wilayah pelosok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap santri serta pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi transaksi keuangan digital menjadi faktor utama yang memengaruhi sikap kehati-hatian dan resistensi santri terhadap penggunaan sistem transaksi digital. Selain itu, keterbatasan akses internet dan ketidakstabilan jaringan listrik memperkuat persepsi risiko dan menghambat proses adopsi teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan digital dan pembentukan sikap positif santri merupakan prasyarat penting dalam membangun ekosistem transaksi digital di pesantren, bahkan sebelum infrastruktur sepenuhnya memadai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan digitalisasi keuangan berbasis pesantren yang inklusif dan berkelanjutan.
Co-Authors A Halim A.A. Miftah AA Sudharmawan, AA Aandriami, Baiq Abidin, Sholihul Adawiyah, Robi'Atul Agus Suprijono Ahmad Fauzan Alamsyah - Algadri, Bagdawansyah Alqadari, Bagdawansyah Alqadri, Bagdawansyah Ananda W, Nadia APRIYANTI, WATUL ARDINA Ardhiyanto, Rise Vivid Bagdawansyah Alqadri Baiq Lisa Aprilia Basariah Basariah Basariah, Basariah Bilal, Bilal Chatarina Umbul Wahyuni Dewi Puspito Sari, Dewi Puspito dita, misriani Diva Rahman Dwi Handayani, Shinta Edi, Maria Grace Putri Edi, Zalman Edy Herianto Effendi, Ghina Nabilah Faldam, Razin Fiqi Nurbaya Fuzan, Ahmad Galuh Wahono, Ghowina Habib Shulton Asnawi Hadi, M. Samsul Haris Mubarak Haslan, M. Mabrur Haslan, Muhammad Mabrur Hasyim Sofyan Lahilote Hayani, Yuma Hermanto Harun Hidayat, Ahmad Wahyu Hidayatullah, Muhammad Bagas Hikmah, Ulya Hudaidah Hudaidah Illy Yanti Indra Wahyu, Indra Juningtias, Karmila Rahma Karmilatul, Dessy Kholil Syu'aib Kurniawansyah, Edy Kusumaningpanglipur, Syallom Lalu Sumardi Larasati, Yuniar Galuh Lestari, Nadila Risti Puji Lina Rahmayani Linda Firdawaty Mabrur Haslan Maharani Maharani, Maharani Maharani, Nine Elissa Mahendra, Wisnu Mahluddin Mahluddin Martavia As Shafira, Nabila Maulana, Rifki Maulidiya, Baiq Fina Maylani, Annisa Misriani, Dita Mohamad Mustari Muh. Zubair, Muh. Zubair Muhammad Mabrur Haslan Muhammad Turhan Yani Muhammad Zubair Mustari, Mohamad Mustiah, Mustiah RH Nabilah, Alvina nadia, ghina Naziro, Naziro Noviana, Hassa Pratama, M. Bimo Putra Putra, D I Ansusa Qadri, Bagdawansyah Al Rahman, Fadali Rani Oktapiani Rasito Rasito Regina, Putri Rispawati Rispawati, Rispawati Robiatul Adawiyah Rozali, M. Ruliati, Ruliati Saffanah, Thariani Sahrul, Adhi Samsul Hadi Santri, Diah Dwi Sawaludin, Sawaludin Septia Utami, Henny Sibawaihi, Muhammad Sibawaihi, Muhammad Sibawaihi SITI MAHMUDAH Siti Shofiyah Suci Cahyati Sumardi, Lalu Sustia Ningsih Syarifuddin Thabita Nursyamsi, Calista Thabita, Calistha Usniati, Baiq Yogi, Muhammad Yogi Sandra Yuliatin Yunisca Nurmalisa Zakhira, Dina Zubair , Muh. Zubair, Moh Zubair, Muh.