p-Index From 2021 - 2026
4.718
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal KOMUNIKA Speed - Indonesian Journal on Computer Science Bimbingan dan Konseling ADDIN AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam Elementary: Islamic Teacher Journal FIKRAH KONSELING RELIGI ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Jurnal Riset Pendidikan Matematika ESOTERIK Jurnal Progres Kimia Sains SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Tawazun: Journal of Sharia Economic Law TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Technomedia Journal ALQALAM Jurnal Inventa Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmu Dakwah Journal of Law Science JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering Potret Pemikiran Jurnal Askopis Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Meyarsa:Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah SAMAWA : Jurnal Hukum Keluarga Islam Scientific BASHAIR Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi JUrnal Riset Ilmu Pendidikan Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah LEBAH YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Journal MISSY (Management and Business Strategy) Sewagati Jurnal Mahasiswa Entrepreneur An Nuqud: Journal of Islamic Economics Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Al-Bayyinah Al-Abshar: Journal of Islamic Education Management Kubis Journal of Law and Legal Reform Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Nyiur-Dimas) Scientific Journal of Informatics Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Jurnal Ngejha JIMEKA
Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN DAKWAH IKATAN REMAJA MASJID BAITURROHMAN (IRMABA) DI DESA PUCAKWANGI KECAMATAN PUCAKWANGI KABUPATEN PATI Zaini, Ahmad
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 2 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan: pertama, untuk mengetahui perencanaankegiatan pada Ikatan Remaja Masjid Baiturrohman (IRMABA),kedua, untuk mengetahui pengorganisasian kegiatan padaIkatan Remaja Masjid Baiturrohman (IRMABA), ketiga,untuk mengetahui penggerakkan kegiatan pada Ikatan RemajaMasjid Baiturrohman (IRMABA), keempat, untuk mengetahuipengawasan kegiatan pada Ikatan Remaja Masjid Baiturrohman(IRMABA) dan kelima, untuk mengetahui perilaku keberagamaandi Desa Pucakwangi Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.Adapun hasilnya: pertama, arti penting perencanaan bagikegiatan IRMABA supaya kegiatan yang akan dijalankan dapatberjalan sesuai dengan rencana. Kedua, pengorganisasian pentingdilakukan karena untuk memudahkan dalam menjalin komunikasiantar anggota, panitia, serta pengurus. Ketiga, IRMABA dalammenggerakan setiap koordinator di bawahnya melalui koordinasidengan anggota dan memberikan motivasi yang membangunterhadap anggota di setiap akhir kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk evaluasi. Keempat, arti penting pengawasan kegiatanIRMABA adalah supaya IRMABA berjalan sesuai visi, misi dan tujuan. Kelima, perilaku keberagamaan yang meliputi dimensi akidah, ibadah, dan akhlak masyarakat di Desa Pucakwangi secara umum sudah baik tetapi masih perlu pendampingan dari para tokoh agama, perlu adanya saling menghormati antara satu individu dengan individu lainnya serta harus ada peningkatan lagi supaya tidak terjadi hal-hal yang melenceng.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BAGI ORGANISASI DAKWAH Zaini, Ahmad
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 1 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan manajemen sumber daya manusia bagi organisasi dakwah, mengetahui manfaat manajemen sumber daya manusia, mengetahui pengembangan sumber daya manusia yang efektif, serta karakteristik individu da’i yang ideal dan profesional bagi organisasi dakwah. Untuk mengembangkan sumber daya yang efektif bagi organisasi dakwah maka pimpinan organisasi dakwah dapat melakukan kegiatan berikut: pelatihan/pendidikan, rotasi jabatan, delegasi, promosi, pemindahan, konseling, dan konferensi. Adapun ciri-ciri individu da’i yang ideal harus memiliki akidah yang benar, ibadah yang istikamah, berakhlakul karimah, memiliki kemampuan ilmiah, lancar berkomunikasi dan mujahadah. Adapun da’i yang profesional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:memiliki suatu keahlian khusus, merupakan suatu panggilan khusus, memiliki teori-teori yang baku secara universal, mengabdikan diri untuk masyarakat dan bukan untuk diri sendiri, dilengkapi dengan kecapakan yang diagnostik dan kompetensi yang aplikatif, memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaannya, memiliki kode etik serta memiliki organisasi profesi yang kuat.
URGENSI LEADERSHIP BAGI ORGANISASI DAKWAH Zaini, Ahmad
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas leadership, bagaimana karakteristik leadership bagi organisasi dakwah, bagaimana konsep Islam tentang leadership, serta urgensi leadership bagi organisasi dakwah. Studi ini menunjukkan bahwa leadership merupakan kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok/organisasi guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan. Karakteristik leadership bagi organisasi dakwah terutama dapat jadi teladan yang baik bagi yang dipimpinnya. Adapun konsep leadership dalam perpektif Islam dapat ditinjau dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan normatif, historis, dan teoretik. Sedang urgensi leadership bagi organisasi dakwah berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen dakwah. Seperti diketahui, setidaknya ada empat fungsi manajemen bagi organisasi dakwah, yaitu: takhthith (perencanaan dakwah), tanzhim (pengorganisasian dakwah), taujih (pelaksanaan dakwah) dan riqabah (pengendalian dakwah). 
TERAPI SUFISTIK UNTUK PENYEMBUHAN GANGGUAN MENTAL DAN MEWUJUDKAN PRIBADI YANG SEHAT Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2598

Abstract

Setiap individu berharap memiliki kesehatan mental dan pribadi yang sehat. Ia ingin jasmani dan rohani dalam keadaan seimbang, tidak mengalami masalah yang berarti. Di era yang serba modern ini, muncul beragam masalah yang menghantui masing-masing individu, sehingga ia membutuhkan solusi atas masalah yang menimpanya. Terapi/konseling sufistik merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan mental dan pribadi yang sakit. Terapi sufistik meliputi tiga hal, yaitu: takhalli (mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela), tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan tajalli (kenyataan Tuhan). Ketiga tahapan terapi apabila dilalui dengan berkesinambungan diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap individu yang mengalami gangguan mental. 
SHALAT SEBAGAI TERAPI BAGI PENGIDAP GANGGUAN KECEMASAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOTERAPI ISLAM Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1029

Abstract

Manusia pada hakikatnya terdiri dari dua substansi, yaitu fisik dan psikis. Berdasarkan hal itu, manusia merupakan mahluk yang memiliki  kesadaran. Kesadaran manusia berpusat pada psikis atau jiwa, dan bersifat langsung. Tabiat jiwa adalah mengenal Allah swt.  dan senantiasa ingin mendekat kepada Allah swt. Melupakan  Allah swt. berarti penyimpangan dari tabiatnya, dan hal ini menjadi sumber gangguan jiwa (psikis). Oleh karena itu orang yang terganggu jiwanya perlu dibantu melalui  layanan psikoterapi Islam.  Layanan psikoterapi Islam dilakukan dengan mendudukkan semua persoalan yang dihadapinya pada tempatnya sehingga ia dapat mengukur dirinya dimana posisinya berada, dapat merencanakan sesuatu untuk meluruskan yang tidak benar, dan mengharapkan ampunan serta petunjuk Allah.  Salah satu terapi yang digunakan adalah terapi shalat. Ritual shalat memiliki faidah yang sangat besar. Ibadah tersebut mampu menciptakan rasa tenang dan tenteram dalam jiwa, menghilangkan  perasaan berdosa pada diri seseorang,  menyingkirkan perasaan takut, gelisah, dan cemas, memberikan kekuatan spiritual yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit fisik maupun psikis.THE PRAYER AS THERAPY FOR FOWL ANXIETY DISORDERS IN THE PSYCHOTHERAPY  PERSPECTIVE OF ISLAM. Men are  essentially  composed  of two substances, namely physical  and psychological. Accordingly, humans  are creatures who have awareness. Human consciousness is centered on psychic or soul, and direct. The character of the soul is knowing about God and always want to draw closer to Allah swt. Forget Allah mean deviation of its sort, and it is a source of mental disorder (psychic). Therefore, the mentally ill need to be helped through Islamic psychotherapy. Islamic psychotherapy is performed by putting all the problems it faces in place so that he can measure himself where the position is, can plan something for rectifying incorrect, and expect forgiveness and God’s instructions. One therapy that used is a Shalat. Shalat gives many advantages. It’s worship  is able to create a sense of calm and peace in the soul, eliminating the sense of sin in a person, get rid of feelings of fear, anxiety, and gives a spiritual power that can help the healing process of various physical ailments and psychological.
MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH MELALUI BIMBINGAN DAN KONSELING PERNIKAHAN Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1041

Abstract

Islam menganjurkan umatnya untuk menikah karena memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai.  Dibalik anjuran yang diperintahkan kepada umat manusia, pasti ada hikmahnya. Salah satu tujuan pernikahan seperti termaktub dalam surat ar-Rum ayat 21 adalah untuk memperoleh kententeraman, kenyamanan, rasa kasih dan sayang. Prinsip-prinsip  dasar pernikahan Islam yang harus diketahui oleh konselor pernikahan dapat dirumuskan sebagai berikut: Dalam memilih calon suami/istri, faktor agama/ akhlak calon harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa dan harta. Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunah Rasul bagi yang sudah mampu.. Bagi yang belum mampu disuruh bersabar dan puasa, tetapi jika dorongan nikah sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah.  Layaknya pakaian, masing-masing suami dan istri harus bisa menjalankan  fungsinya sebagai (a) penutup aurat (sesuatu yang memalukan) dari pandangan orang lain,  (b)  pelindung  dari panas dinginnya kehidupan, dan (c) kebanggaan dan keindahan bagi pasangannya. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga ada kalanya diliputi  rasa senang maupun rasa duka. Untuk itu diperlukan bimbingan pernikahan sebagai tindakan preventif atau pencegahan supaya tidak terjadi perselisihan dalam rumah tangga. Namun, apabila sudah terjadi  perselisihan maka diperlukan konseling sebagai bentuk kuratif atau mencari solusi yang terbaik.  Karena itu bimbingan dan konseling pernikahan sangat diperlukan sebagai proses bantuan kepada para suami istri yang sedang mengalami permasalahan agar kehidupannya kembali normal seperti sediakala. kata kunci:  Keluarga Sakinah, Bimbingan Konseling, Pernikahan VEGAS FAMILY  FORMING THROUGH MARRIAGE GUIDANCE AND COUNSELING. Islam  recommends people to marry because it has the purpose of the goals to be achieved. Behind the disagreement is commanded  to mankind, there will be heedful. One of the goals of marriage as enshrined in Surat ar-Rum verse 21 is  to obtain kententeraman,  comfort,  compassion  and mercy. The basic principles of the marriage of Islam to be known by the marriage counselor can be formulated as follows: In selecting candidates for the husband/wife, the religious factor/morals  candidate must be the first consideration before the descendants of the appearance and wealth. That deed or live housekeeping it is an ordinance for which has been able to.. For those who have not been able to told to be patient and fasting , but if encouragement of marriage is not controlled when the economy  is not ready, while he was afraid to fall on adultery, then religion sent so that he married. Like clothes, each of the husband and wife must be able to perform its function as (a) the cover the nakedness of (something embarrassing) from the view of others, (b) from the heat cold life, and (c) pride and beauty for their husbands. In the live the life of housekeeping there are times covered the taste of pleasure and a sense of grief. For that needed the guidance of marriage as a preventive action or prevention that does not occur the dispute in the household. But when it happens the dispute then required counseling as a form of curative or search for the best solution. Therefore the guidance and counselling of marriage is very much needed as the process of aid to the husband and wife who is experiencing problems so that his life back to normal intact.Keywords: Family Sakinah, Guidance Counseling , Marriage.
URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI REMAJA (UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG) Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1012

Abstract

Dunia remaja adalah dunia yang penuh dengan dinamika yang menarik.Umumnya  mereka menginginkan hal-hal baru  yang belum pernah dicobanya selama ini. Sesuatu yang baru apabila berimplikasi kepada perbuatan yang positif tentu tidak masalah, namun apabila  mengarah kepada perbuatan yang negatif  ini akan menimbulkan masalah.  Remaja yang memiliki  masalah dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri maka hal tersebut bernilai positif. Namun, sebaliknya kalau memiliki masalah dan tidak dapat menyelesaikannya  sendiri serta melampiaskannya kepada perbuatan yang negatif ini berarti perlu bantuan orang lain. Secara sederhana dalam perspektif bimbingan dan konseling, orang yang membantu menyelesaikan permasalahan  orang lain disebut sebagai konselor. Konselor inilah yang diharapkan dapat membantu remaja yang bermasalah untuk dicarikan solusinya yang terbaik sesuai dengan ringan dan beratnya problematika yang dihadapi oleh remaja tersebut. Adapun upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang remaja yaitu menciptakan keluarga yang harmonis, tidak menyamaratakan antara remaja satu dengan lainnya, pengembangan  remaja melalui pendidikan, mendorong remaja agar aktif di organisasi, pengembangan  remaja melalui minat dan bakat. Dan selanjutnya teknik penanganan terhadap menyimpang remaja  yaitu:  pertama,   penanganan individual yang meliputi  pemberian petunjuk atau  nasihat, konseling, dan psikoterapi, kedua, penanganan  keluarga, ketiga, penanganan kelompok dan keempat penanganan pasangan.Kata Kunci:bimbingan konseling, remaja, perilaku menyimpangURGENCY OF GUIDANCE AND COUNSELING FOR TEENS. Adolescent  world  is a world full of interesting dynamic. Generally they want the new things that have never been tried during this time. Something  new if it has implications  for positive actions is certainly not a problem, but if it leads to negative acts that would cause problems. Teenagers who have a problem and can solve their own problems then it is positive. However, on the contrary that have a problem and can not solve it alone and take it to the negative acts that this means they need the help of others. Simply put in the perspective of guidance and counseling , the person who helped solve the problems of others is called as a counselor. The counselor is expected to help troubled teens to find a solution that best suits light and severity of the problems faced by the youth. Further technical handling  of juvenile deviant behavior are: first, individual  handling including giving instructions or advice, counseling , and psychotherapy, secondly, the handling of family, third, and fourth treatment group handling partner.Keywords:  Guidance and Counseling , Teenager, Deviant Behavior
Metode-metode Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini Zaini, Ahmad
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2014): THUFULA
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v2i1.1421

Abstract

Man is a creature of God; This is one of the nature of human beings. Another is that the nature of human beings is creatures whose development is influenced by the nature and the environment. A human being is  very interesting. Therefore, he has been the target of studies since past, present, and future. Almost all higher education institutions assess the human, andthe impact of his work on his own, community and environment. One of the aims of man created by God is to be His vicegerent on earth. Therefore, peopleshould be educated from an early age even while still in his mother’s womb. Early childhood is a group of children who are in the process of growth and development that is unique, in the sense of having a pattern of growth and development, intelligence, social, emotional, language and communicationin accordance with the rate of growth and development of children. The importance of childhood and early childhood characteristics, demanding approach to be used in learning activities that will be used in the learning activities that focus on children. At the time of this early age, children need to be educated as well as possible, with methods appropriate to their circumstances. The educational methods that can be applied are such as, advice, stories, and customs. No “bad” or ‘good’method. Because it highly depends on many factors. The important thing taken into account teachers to set a method is knowing the limits of goodness and weakness methods that will be used, thus allowing it to formulate conclusions about the results/achievement of the objectives of the decision.
Bermain Sebagai Metode Pembelajaran Bagi Anak Usia Dini Zaini, Ahmad
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 3, No 1 (2015): ThufuLA
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v3i1.1432

Abstract

Every parent can certainly always look forward to the baby’s presence. The presence of children would add to the happiness in the household. For getting good education, children should start it at their early age even while still in the womb. Early childhood between 4 to 6 years known as pre-school age children are by the experts called them as the golden age, because the intellect in this period increased by 50%. There are so many methods that can be done to children aged prematurely. One of them is playing. Learning while playing or playing while learning can be fun and entertaining for children. Playing will improve aspects of physical, mental, intellectual and spiritual children. They will find new things that have not ever known before. The playing has benefits and influences for children, including strengthening the physical (body) through muscular movements, develop personality, improve communication, and so on. The types of play that can be done is through the method of social playing, playing with objects and as well as playing a role. Each of these methods has its advantages and disadvantages of each. However, the important thing is not to impose less favorable learning them, because basically the world is a world-age children play, playing while learning or learning through playing method.
Pemikiran Tasawuf Imam Al-Ghazali Zaini, Ahmad
ESOTERIK Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i1.1902

Abstract

Salah satu tokoh sufi dalam sejarah pemikiran Islam adalah Imam al-Ghazali.Beliau dikenal sebagai orang yang pada mulanya syakk (ragu-ragu) terhadap segala-galanya. Perasaan syakk ini kelihatannya timbul dalam dirinya dari pelajaran ilmu kalam atau teologi yang diperolehnya dari al-Juwaini. Setelah al-Ghazali, melalui pengembaraannya mencari kebenaran akhirnya memilih jalan tasawuf. Menurutnya, para sufilah pencari kebenaran yang paling hakiki. Lebih jauh lagi, menurutnya, jalan para sufi adalah paduan ilmu dengan amal, sementara sebagai buahnya adalah moralitas. Menurutnya, ada beberapa jenjang (maqamat) yang harus dilalui oleh seorang calon sufi, diantaranya: tobat, sabar, kefakiran, zuhud,  tawakal, dan  makrifat. Selanjutnya, ia membagi manusia ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut: pertama, kaum awam, yang cara berfikirnya sederhana sekali. Kedua, kaum pilihan (khawas; elect) yang akalnya tajam dan berfikir secara mendalam. Ketiga, kaum ahli debat (ahl al-jadl). Adapun tentang kebahagiaan, al-Ghazali berpendapat bahwa kebahagiaan adalah tujuan akhir jalan para sufi, sebagai buah pengenalan terhadap Allah. Melalui pemikiran tasawufnya, al-Ghazali telah mengubah atau paling tidak telah berusaha merubah istilah-istilah yang sulit menjadi mudah bagi pemahaman orang awam. Melalui pendekatan sufistik, al-Ghazali berupaya mengembalikan Islam kepada sumber fundamental dan historis serta memberikan suatu tempat kehidupan emosional keagamaan (esoterik) dalam sistemnya.
Co-Authors Abdul Hamid Afrizal Sano Al-Mubarak, M. Adi Riswan Alfian Noor Ambar Dwi Erawati Amrazi Zakso Anang Kukuh Adisusilo Anas, Ahmad Tarmidzi Anisa Syaputri Annisa Citra Fadillah AR, Samsul Arief Kurniawan Arif Rahman Aris Puji Widodo As-Syafe’i, Zakaria Asmaiwati Arief Asmaneli Asmaneli Azwir Agus Bambang Eka Purnama Bobby Guslianda Boedinoegroho, Hanny Boedinugroho, Hanny Boedinugroho, Hanny Budi Santoso Burhanuddin Burhanuddin Darma, Mospa Dedi Pinalusa Dedi Sunardi Desi Marlina Despi Lonawati DEWI RAHMAWATI Diah Puspito Wulandari Dina Dayu Sintia Ramadhany Dinar Mutiara Kusumo Nugraheni Dyah R., Okti Truhastuti Eka Puspita Sari Eko Mulyanto Yuniarno Elia Desnita Endang Surasetyo Ningsih Falah, Riza Zahriyal Fandiantoro, Dion Hayu Farodisa, Annida Miftakhul Fauzan . Fauziah Latif Fawwaz, Muhammad Febri Yadi Heri yanto, Heri Firsal Firsal Fitri Kasih Fitria Kasih Fitria Mai Hansari Haerudin, Rendi Hairit, Artamin Hajani, Hajani Hajatina, Hajatina Hallen Hallen Harahap, Faisal Sadat Soaduon Helma Helma I Ketut Eddy Purnama Ika WAHYUNI Iksannudin, M. Indra Ibrahim Ira Zilkifli Irfin, Zakijah Ishom, Muhammad Jamaluddin Jambunanda, Ahmad Jamaludin Juniastuti, Susi Karina Mia Berutu Khairaty Khairaty Khuzaemah, Siti Kirom, Muhammad Agorrul Lukman Hakim M. Syukri Malihah, Lola Mardini, Yulida Maria Ulfah Marsigit Marsigit Marwisni Hasan Mellyarti Syarif Minullah, Minullah Miswanti Miswanti Mita Fauzia Mochamad Hariadi Mori Dianto, Mori Muhammad Arief Budiman Muhammad Syaifuddin, Nur Muhtadin Muhtadin Muhtadin Mulyanto, Eko muyasarah, iin Nasihun Amin Natalia Fahmaidani Naufil Haumi Na’im, Khairun Nila Isdalia Nofriyani Nofriyani Noor, Wahyuddin Oknilia Ervin Patrajaya, Rafik Paulina Taba Poernamawati, Diana Eka Pramunanto, Eko Pramunanto, Eko Pudoli, Asep Puji Widodo, Aris Putra, Yanu Perwira Adi Putri, Dea Lisyana Qothrunnida, Ghina Fatin Rahmawati, Dwy Rahmawati, Novi Agung Randi Oktaviano raudatul jannah Ria Witri Astuti Ridho, Moh. Zainor Rita Novita Robi Syahputra Rokhmadi Rokhmadi Rumanah, Neno Rusli, Deni S. Suprapto Sabila, Puji Chairu Saefuddin ., Saefuddin Safitri Safitri Saiful Yahya Sam'ani, Sam'ani Santi Wulan Purnami Sarib, Suprijati Setha, Donny Setiawan, Rachmad Shofi Andari Sitepu, Karolina Sodik, Al Muzafar Sri Mulyanti Sri Rati Afdiwahyuni Suhartiningsih, Eka Sukadi . Sulistyono Sulistyono Supeno Mardi Susiki Nugroho, Supeno Mardi Suriansyah, Muhammad Suryo, Yoedo Ageng Tarihoran, Naf’an Tatis Febri Heni Tjodi Harlim Trilis Tiyaningsih Trisnawati Trisnawati Umam, Ahmad Hadiqul Umi Qodarsasi Velia Nesis Chia WahyunitaWahyunita Warni Warni Wilda Yanita Yoyon Kusnendar Suprapto Yulia Rahma Zarlina ., Zarlina Zulbaida Zulbaida Zuniana, Qory