p-Index From 2021 - 2026
11.29
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Matematika (JUDIKA EDUCATION) Jambura Elementary Education Journal Jambura Journal of Educational Chemistry Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya PEDAGOGIKA Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Abdimas: Papua Journal Of Community Service Cokroaminoto Journal of Primary Education EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS) FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan International Education Trend Issues Science and Education Journal West Science Social and Humanities Studies Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Jurnal Riset Ilmiah Scientica Education Journal (SEJ) JOP Adidaya : Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya Edumaspul: Jurnal Pendidikan Journal of Pedagogi International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL) Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Program Riset Mini Kemaritiman Dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Laut Pada Siswa Mi Fathul Ma’arif Gamar Abdullah; Kudus; Sri Handayani
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1199

Abstract

Rendahnya literasi maritim dan kesadaran menjaga kebersihan pesisir pada generasi muda di wilayah berkembang menjadi tantangan utama ekosistem laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan karakter dan literasi maritim siswa sekolah dasar melalui pendekatan eksperiensial. Metode pelaksanaan melibatkan 30 siswa kelas IV dan V MI Fathul Ma’arif serta guru sebagai mitra pendamping, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam meliputi pre-test, pembelajaran interaktif berbasis lingkungan, diskusi, post-test, serta aksi bersih pantai. Evaluasi program diukur berdasarkan aspek pengetahuan dan partisipasi aktif siswa. Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan yang signifikan; rata-rata skor jawaban benar siswa meningkat dari 82,44% (12,37 soal) pada pre-test menjadi 83,22% (12,48 soal) pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan persentase siswa yang menjawab $\ge$ 13 soal benar secara merata dari 60% menjadi 72,44% serta terbentuknya perubahan perilaku nyata siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: kesadaran lingkungan, literasi maritim, pembelajaran eksperiensial, mi fathul ma'arif, bersih pantai.
Hubungan Pengetahuan Dasar Lingkungan Dan Empati Lingkungan Siswa Gamar Abdullah; Natasya Tobuhu; Nadia Rifai; Salva Maksum
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1205

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pengetahuan dasar lingkungan dan empati lingkungan pada siswa SD Negeri 06 Bulango Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan lingkungan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta didukung oleh temuan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 82,87 menjadi 87,16. Selain itu, observasi menunjukkan siswa mulai aktif menerapkan perilaku peduli lingkungan di sekolah. Wawancara dengan guru juga menguatkan bahwa siswa menunjukkan sikap peduli lingkungan dalam keseharian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dasar lingkungan berhubungan dengan berkembangnya empati lingkungan siswa. Dengan demikian, pendidikan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia sekolah dasar.   Kata Kunci: Pengetahuan Lingkungan, Empati Lingkungan, Pendidikan Lingkungan, Sekolah Dasar, Perilaku Peduli Lingkungan.
Problem-Based Learning Model Integrated with Metacognitive Approach Through Flipped Learning in Science Learning Lectures Gamar Abdullah; Abdul Haris Panal
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v7i22022p154

Abstract

Problem-Based Learning model through a metacognitive approach is one thing that is assumed to be appropriate during the Covid-19 Pandemic. One of the online learning methods is flipped learning. In this study, the application of PBM through a metacognitive approach is integrated with the implementation of flipped learning. This study aims to describe the implementation of an integrated problem-based learning model with a metacognitive approach through flipped learning in science learning lectures. This research is a development research using the Borg and Gall model with the research subjects being PGSD students of the Faculty of Education, State University of Gorontalo who actively participate in science learning lectures. Based on the results of the study, it can be described that the PBL model integrated with the metacognitive approach through flipped learning can provide a new learning experience for students. Flipped learning requires students to study basic material before the lecture takes place so that during lectures, students can spend their time applying the material through active learning and problem solving. The integration of the problem-based learning model integrated with the metacognitive approach through flipped learning restructures the lecturer-centered learning approach and makes students the center of learning.
Meningkatkan Hasil Belajar Murid Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Mind Mapping Materi Bagian Tubuh Tumbuhan Pada Kelas IV SDN 01 Tapa Nurnaningsih Limuhu Irawan Limuhu; Irvin Novita Arifin; Rifda Mardian Arif; Gamar Abdullah; Kudus
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 7 No 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1, JUNI TAHUN 2026
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Discovery Learning Berbantuan Media Mind Mapping Materi Bagian Tubuh Tumbuhan Kelas IV SDN 01 Tapa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo, Pembimbing I, Dr.Irvin Novita Arifin, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II, Rifda Mardian Arif, S.Pd,. M.Pd. Rumusan Masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah model Discovery Learning berbantuan media Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar murid pada materi bagian tubuh tumbuhan kelas IV SDN 01 Tapa?”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid melalui model Discovery Learning berbatuan media Mind Mapping materi bagian tubuh tumbuhan di kelas IV SDN 01 Tapa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan teknik pengumpulan data Wawancara, Observasi, Tes dan dokumenasi dengan Subjek penelitian murid kelas IV di SDN 01 Tapa. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh hasil belajar murid dari 20 orang murid yang mecapai KKM hanya 5 orang murid atau 25% sedangkan 15 orang murid atau 75% belum mencapai KKM. Pada Siklus I meningkat menjadi 10 orang murid atau 50% yang dapat mencapai KKM sedangkan 4 orang murid atau 20% belum mencapai KKM. Pada Siklus II mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 16 murid atau 80% yang dapat mencapai KKM, Sedangkan 1 murid atau 0,05 belum mencapai KKM. Kesimpulkan dari penelitian ini bahwa menggunakan model Discovery Learning berbantuan medi Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar murid pada materi Bagian tubuh tumbuhan kelas IV di SDN 01 Tapa.
Pengembangan Media ENGKER (Engklek Kerja Sama) Berbasis model Game Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Pada Pembelajaran IPA Materi Pancaindra Manusia di Sekolah Dasar Al Hijra; Irvin Novita Arifin; Isnanto Isnanto; Gamar Abdullah; Rifda Mardian Arif
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media ENGKER (Engklek Kerja Sama) melalui model GBL untuk meningkatkan hasil belajar murid pada materi pancaindra manusia di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah murid kelas III SDN 2 Tabongo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli pengguna, lembar kepraktisan, serta soal pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ENGKER memperoleh persentase kelayakan sebesar 93% dengan kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 87,5% dengan kategori sangat praktis. Adapun hasil uji keefektifan menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 42,5% dan rata-rata nilai post-test sebesar 86%. Perhitungan N-Gain memperoleh nilai sebesar 0,74 dengan kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ENGKER dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran serta mampu meningkatkan hasil belajar murid pada materi pancaindra manusia di sekolah dasar.
Penggunaan Media Kotak Cahaya Berbantuan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran IPAS Dwi Aswiya Is. Ibrahim; Isnanto Isnanto; Irvin Novita Arifin; Nurfadliah Nurfadliah; Gamar Abdullah
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9139

Abstract

Rendahnya hasil belajar murid pada mata pelajaran IPAS khususnya materi cahaya dan sifat-sifatnya di kelas V SDN 2 Talaga Jaya menjadi permasalahan yang mendasari penelitian ini yang disebabkan antara lain oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret, model pembelajaran yang belum bervariasi, serta rendahnya partisipasi aktif murid selama proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN 2 Talaga Jaya melalui penerapan media pembelajaran kotak cahaya berbantuan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan dengan empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 murid, terdiri dari 12 laki-laki dan 5 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi guru dan lembar observasi murid untuk mengamati aktivitas pembelajaran, tes tertulis berupa 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian untuk mengukur hasil belajar murid, serta dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan penelitian. Pada siklus I, hanya 5 murid (29,41%) yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP ≥75), sementara 12 murid (70,58%) belum memenuhi ketuntasan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar murid meningkat signifikan, dengan 16 murid (94,11%) telah mencapai ketuntasan dan hanya 1 murid (5,88%) yang belum. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kotak cahaya berbantuan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar murid di kelas V SDN 2 Talaga Jaya. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya guru mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran konkret dan inovatif yang dipadukan dengan model pembelajaran yang relevan, khususnya PBL sebagai alternatif strategi pembelajaran IPAS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar murid sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam menyusun kebijakan terkait pengembangan media dan model pembelajaran yang inovatif.
Pengembangan E-LKM Berbasis PjBL Terintegrasi Joyfull Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Ni Ketut Anggi Sugiarti; Gamar Abdullah; Rifda Mardian Arif; Isnanto Isnanto; Kudus Kudus
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9271

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-LKM berbasis Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi Joyfull Learning yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan pada pembelajaran IPAS materi Wujud Zat dan Perubahannya. Kebaruan produk terletak pada pemaduan sintaks PjBL dengan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan, seperti video pembelajaran, Joyfull Quiz, kegiatan proyek, dan refleksi murid, sehingga E-LKM tidak hanya berfungsi sebagai lembar kerja digital, tetapi juga sebagai bahan ajar interaktif yang mendorong keterlibatan aktif murid. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, tes, dokumentasi, dan lembar validasi. Validasi produk dilakukan oleh tiga validator, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna. Sementara itu, uji coba terbatas untuk menilai kepraktisan dan keefektifan melibatkan 21 murid kelas IV SD Negeri 2 Tilango. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa E-LKM memperoleh rata-rata persentase sebesar 97,71%, yang dihitung berdasarkan rata-rata persentase penilaian dari masing-masing validator, dan termasuk kategori “sangat layak”. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase respon guru sebesar 97,5% dan respon murid sebesar 97,85%, sehingga termasuk kategori “sangat praktis”. Hasil uji keefektifan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 46,38 menjadi 88,00 pada post-test, dengan selisih 41,62 poin. Skor N-Gain sebesar 0,77 termasuk kategori tinggi, sedangkan N-Gain persen sebesar 77,62% menunjukkan bahwa E-LKM berada pada kategori efektif. Dengan demikian, E-LKM berbasis PjBL terintegrasi Joyfull Learning dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Analysis of Elementary School Teacher Readiness in Implementing the Independent Curriculum in Gorontalo City Gamar Abdullah; Hendrayanto Hendrayanto
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Pedagogi-April
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/pz4snt49

Abstract

This research aims to find out how prepared teachers are in implementing the independent curriculum in elementary schools (SD) in Gorontalo City. The research method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in several elementary schools (SD) in Gorontalo City, including SDN 96 Kota Utara, SDN 29 Kota Selatan, SDN 75 Kota Tengah, SDN 02 Kota Barat, SDN 8 Kota Barat, SDN 42 Hulonthalangi and SDN No. 57 East City. The data collection technique used in this research was conducting in-depth interviews. The research analyzed the readiness of elementary school teachers in implementing the independent curriculum using 6 indicators, namely (1) understanding of the curriculum structure, (2) readiness of learning plans, (3) readiness of the learning process, (4) readiness of teaching material modules, (5) readiness of facilities and infrastructure, 6) readiness for learning assessment. Based on the results of the research that has been conducted, it can be concluded that the readiness of teachers in implementing the independent curriculum in elementary schools in Gorontalo City based on six indicators shows that teachers in Gorontalo City are still not fully ready to implement the independent curriculum. Some teachers still lack understanding regarding the structure of the independent curriculum and admit that they still need training, especially regarding the implementation of the independent curriculum in learning, such as developing teaching modules, learning assessments, implementing the Ancasila student profile program and utilizing PMM. Apart from that, teachers admit that they still have difficulty accessing textbooks used in implementing the independent curriculum. However, in general, school infrastructure, including the internet, is very adequate in supporting the implementation of the independent curriculum in elementary schools in Gorontalo City.
EDUKASI KEMARITIMAN SEJAK DINI MELALUI PENGENALAN HEWAN DAN TRANSPORTASI LAUT INDONESIA PADA SISWA MI FATHUL MA’ARIF DESA OLUHUTA KABUPATEN BONE BOLANGO Sri Handayani; Kudus; Gamar Abdullah
FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Vol 5 No 2 (2026): FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/faguru.v5i2.5487

Abstract

The introduction of Indonesian marine animals and maritime transportation in elementary schools (Sekolah Dasar/SD and Madrasah Ibtidaiyah/MI) should be implemented from an early age to foster awareness of the preservation and sustainable management of Indonesia's marine natural resources. This study aimed to examine the understanding of lower-grade students regarding Indonesian marine animals and maritime transportation at MI Fathul Ma'arif, Oluhuta Village, Kabila Bone District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, before and after the implementation of an educational intervention introducing Indonesian marine animals and maritime transportation. This study employed a quantitative approach using a one-group experimental research design. The study population consisted of lower-grade students from Grades 1, 2, and 3. A total of 24 students were selected through random sampling, with eight students representing each grade. The findings indicate that early maritime education through the introduction of Indonesian marine animals and maritime transportation effectively improved students' understanding and learning outcomes. This was demonstrated by an increase in the average test score from 51.667 on the pretest to 83.542 on the posttest. Furthermore, the number of students who achieved learning mastery increased from 2 students (8.3%) to 21 students (87.5%). The calculated N-Gain score of 0.66 indicates that the educational intervention was effective.
EVALUASI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS HOTS DI SD LABORATORIUM UNG Gamar Abdullah; Isnanto Isnanto; Andi Marshanawiah; Muh. Sahman Rahman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6927

Abstract

Implementing science learning based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) is a strategic effort to improve the quality of education in elementary schools. HOTS itself refers to higher-order thinking skills that include analysis, evaluation, and creativity, which are crucial for equipping students to face the challenges of the 21st century. In the context of science learning, the application of HOTS not only requires teachers to deliver material factually but also develops students' abilities to connect concepts, solve problems, and examine scientific phenomena critically and creatively. The purpose of this study is to evaluate HOTS-based science learning in elementary schools (SD) based on Permendikbudristek No. 16 of 2022, which includes learning planning and implementation. This research is a descriptive study using a quantitative approach. The research was conducted at SD Laboratorium UNG in phases B and C, namely grades III, IV, V, and VI, consisting of 12 classes. Based on the research findings on the planning and implementation of HOTS-based science learning at UNG Laboratory Elementary School, it can be concluded that overall, HOTS implementation has been successful, although several aspects still require strengthening. Overall, HOTS-based learning at UNG Laboratory Elementary School has shown positive results, particularly in terms of learning media and student engagement strategies. However, several aspects that need strengthening include HOTS assessment and the integration of lesson plans to ensure better coordination between objectives and assessments, enabling students to maximize their higher-order thinking skills. ABSTRAKPelaksanaan pembelajaran IPA yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. HOTS sendiri merujuk pada kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi analisis, evaluasi, dan kreasi, yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam konteks pembelajaran IPA, penerapan HOTS tidak hanya menuntut guru untuk menyampaikan materi secara faktual, tetapi juga mengembangkan kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep, memecahkan masalah, serta mengkaji fenomena ilmiah secara kritis dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pembelajaran IPA berbasis HOTS di Sekolah Dasar (SD) berdasarkan Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Laboratorium UNG pada jenjang fase B dan C, yaitu kelas III, IV, V dan VI yang terdiri dari 12 kelas. Berdasarkan hasil penelitian mengenai perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran IPA berbasis HOTS di SD Laboratorium UNG, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, implementasi HOTS telah diterapkan dengan baik, meskipun terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis HOTS di SD Laboratorium UNG menunjukkan hasil yang positif, terutama dalam hal media pembelajaran dan strategi keterlibatan siswa. Namun, beberapa aspek a yang perlu diperkuat adalah penilaian HOTS dan keterpaduan rencana pembelajaran agar tujuan dan asesmen dapat lebih terkoordinasi dengan baik, sehingga siswa dapat berkembang dengan lebih maksimal dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Co-Authors Abdul Haris Pana Abdul Haris PanaI Abdul Haris Panal Abdul Haris Panasi Abdul Holik Kurniawan Wuwungan Ade Mahniar Adjim, Salwa Patrisia Ahmad, Nakir T ahmad, wahyuni Al Hijra Aldina, Fauzi Alif Lukmanul Hakim Alif Lukmanul Hakim Amanda Erika Pade Andi Marshanawiah Anggol, Zainab Anggreni, Yesa Apit Fathurohman Aprianti, Wa Ode Novi Arafat, Yasir Arif, R. Mardian Arif, Rifda Mardian Arif, Rifdah Mardian Arifin Arifin Arifin, Vicka Muniati Aryani, Miya Asmu, Anggie Libya Fatihah Asni Ilham Assel, Hadi Yamin Ayudia, Frizki Baraka, Faniramadani H. Basalamah, Nafilah Bima Sanjaya Putra Langkau Botutihe, Sahria Putri Candra Cuga Citron S Payu Dako, Fadhilatul Muna Darman, Nur Masita Darmawan Darmawan Dewa Gede Eka Setiawan Dewi Sri Wahyuni Dito Anurogo Dito Anurogo Doloan, Mutiara Damayanti Durand, Wofik Safitri Dwi Aswiya Is. Ibrahim Emdat Suprayitno Evi Hasim Farhan Abdullah Suwele Fauzi Aldina Fransiska Hasan Gita Sagita Nani Gobel, Agung R. Hajerina Hajerina Haleda, Hawadira Halid, Ulfaina Hamzah, Desiyanti Hamzah, Nurlaila Hendrayanto Hendrayanto Humola, Apriana Humolungo, Elsa Husain, Feby Angriani Husain, Marzexy G Insyira, Atthalla Rania Irvin Novita Arifin Isnanto Isnanto , Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto Kalui, Sapna Nursakia S. Karim, Melsi Alinda Khairunnisa, Siti Khumaira Kubillawati , Sri Kudus Kudus , Kudus Kudus, Kudus Lahay, Nurhayati lamada, herawati Lapananda, Eva Rivana Lasimpala, Aliya Ningsi Layli R, Nurul Liliernawati, Liliernawati Luawo, Sri Devi Lukman Samatowa Lumentut, Femmy Lunggela, Futriwin B. Majid, Majid Malihat, Siti Fauzia Maria Purnama Nduru Marshanawiyah, Andi Mayang Marta Diana Cofitalan Mey Vanny Mo'o Meylan Saleh Monoarfa, Fidyawati Muh. Safar Muh. Safar, Muh. Muh. Sahman Rahman Muhammad Arsyad Muhammad Sarlin Muhammad Syawal Rahman Mumu Muzayyin Maq Muniati Arifin, Vicka Musa, Nur Anisah S. Nabius, Riski Nadia Rifai Narayanti, Putu Satya Natasya Tamau Natasya Tobuhu Ngau, Akbar NI KADEK SRI UTARI Ni Ketut Anggi Sugiarti Nur Sakinah Aries Nur Sakinah Aries Nurainun Nurainun Nurfadliah Nurfadliah Nurfadliah, Nurfadliah Nurnaningsih Limuhu Irawan Limuhu Nyoman Ariani Oktavina, Vebri Olii, Annisa Fitriyani Pade, Amanda Erika Pasambuna, Sri Yunarni Pautina, Afifah Dwi Cahyani Pricilia Thaib, Cindi Puno, Stenly M. PUPUNG PUSPA ARDINI Putu Satya Narayanti Qomaria, Siti Rahman, Muh. Sahman Rahmatia Suleman Ridha Fitriani J. Ode Bau Rifda Mardian Arif Rifda Mardian Arif Rivai, Samsiar Rustam I. Husain Sabalius Uhai Sakinah Aries Salma Halidu Salva Maksum Samsi Pomalingo, Samsi Sari, Rani Puspita Saro’i, Mohammad Silvianingsih Abdulrahman Sri Handayani Sri Kubillawati, Sriyanti K. Umar Suciati, Indah Sugiarti, Ni Ketut Anggi Sukri Katili Sulasikin Sahdi Kadir Supu Idawati Suti, Intan Nuraini Syabrina Gobel Tiban, Sindi Pratiwi B. Ulin M.A. Hariah Uloli, Tri Mulyanny Usman, Sri Rahayu Wahid, Insiya Mulyani Wiwy Triyanty Pulukadang Yasmin Hapulu Yocki Yuanti Yuanti, Yocki Yusuf, Istivani