Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Modul Ajar Materi Bangun Ruang Berbasis 4C di Kelas V SD GMIM Pinaras Thania C Bawole; Widdy H. F. Rorimpandey; Juliana M. Sumilat
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi September 2026
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/justikpen.v6i1.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis 4C (Critical Thinking, Communication, Creativity, dan Collaborative) pada materi bangun ruang kelas V SD GMIM Pinaras. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 16 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4-D yang pada penelitian ini dibatasi pada 3D yaitu define, design, dan development. Modul ajar dikembangkan berdasarkan karakteristik materi dan siswa yang diperoleh dari tes diagnostik. Selanjutnya, didesain dan dikembangkan peneliti berdasarkan keterampilan 4C. Uji validasi modul ajar dilakukan dengan hasil validasi modul ajar yang sangat layak oleh ahli media dan layak berdasarkan penilaian 2 ahli materi, serta mendapatkan respon dari guru sangat baik, sedangkan respon siswa ada pada kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar materi bangun ruang berbasis 4C layak digunakan.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres 4/82 Walian Lewis Organda Pasaribu; Supit Pusung; Widdy H.F. Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning dilakukan melalui Orientasi peserta didik pada masalah, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Ketuntasan belajar meningkat dari 60,86% dengan rata-rata nilai 68,69 pada siklus I menjadi 86,95% dengan rata-rata nilai 80 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari kategori cukup menjadi baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres 4/82 Walian.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan Kezia L. Oroh; Widdy H. F. Rorimpandey; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan melalui penerapan model pembelajaran inquiry. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 68,61% dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 61,11%. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran masih perlu diperbaiki agar hasil belajar siswa dapat mencapai target yang ditetapkan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,5% dan telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres 4/82 Walian Lewis Organda Pasaribu; Supit Pusung; Widdy H.F. Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning dilakukan melalui Orientasi peserta didik pada masalah, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Ketuntasan belajar meningkat dari 60,86% dengan rata-rata nilai 68,69 pada siklus I menjadi 86,95% dengan rata-rata nilai 80 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari kategori cukup menjadi baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres 4/82 Walian.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan Kezia L. Oroh; Widdy H. F. Rorimpandey; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan melalui penerapan model pembelajaran inquiry. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 68,61% dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 61,11%. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran masih perlu diperbaiki agar hasil belajar siswa dapat mencapai target yang ditetapkan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,5% dan telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Afriani Putri Timbowo; Widdy H. F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15838

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pada penelitian ini terdapat faktor yang menyebabkan haisl belajar siswa rendah yaitu Metode pengajaran yang monoton dan didominasi dengan pendekatan konvensional, dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan motede studi literatur dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil kajian literatur dari 5 artikel diatas terkait Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif membuat pembelajaran efektif dan efisiesn, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Penggunaan media pembelajaran interaktif juga berguna untuk siswa dalma menyelesaikan masalah di dalam kehidupan nyata secaara kritis.
Co-Authors Afriani Putri Timbowo Afrilia Asari Lengkong Agnes Maria Goni Alvrin Kadore Amiana M. Mogot Apeles Lexi Lonto Aryadana, I Kadek Asari Lengkong, Afrilia Atalya Cherin Dwi Hamber Aurike Aneke Novita Korua Ayomi Fatwa Buniahe, Ridwain Stepi Caroles, Denisa Carolina Dien, Jini Chabelita Kaat Chelsea Angela Worung Chintia Mariani Ngala Chrisnanda Y.Y. Kasenda Christy Marchella Deting Damopolii, Janet Kezia Danny A. Masinambow Deane Umboh Deddy F. Kumolontang Deddy F. Kumolontang Deitje Adolfien Katuuk Denysa Anthonia Caroles Deysti Trifena Tarusu Elma Sandodo Ester, Kartini Falda Freiti Kapahang Ferawati Maaluas Fientje J.A. Oentoe Fonny Katili Fransisca G. Palendeng Glendra Robot Greyti Oktafia Sulangi Hadi Suryanto Hadi Suryanto Hans Gregor Lesseng Hetty J Tumurang Hetty J. Tumurang I Made Gabriel Sirman Imanuel W. E. Taroreh Inriani Toding Iryanti Sili Isabela Maranatha Gosal Jamalri Pajow jeane kalengkongan Jeane Mangangantung Jeanne M. Mangangantung Jeffry Sony Junus Lengkong Jesita Evani Pinu Johanes D.C Karundeng Joulanda A. M. Rawis Jovanka M. Wua Julduz Ruland Paus Julia Tangkilisan Juliana Margareta Sumilat Juliana Tagupia Junita Christi Makawawa Kaesang, Anastasia I. Kamasaan, Asmaul Husna U. Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou Kezia L. Oroh Kolopita, Riksan Komedien, Brianne E.J. Lahiang, Elfin Legi, Moses Y. Legi, Mozes Lengkong, Gloria Leonita Horman, Meisara Lewis Organda Pasaribu Liando, Maxie Albert Jacob Liode, Lily Lolombulan, Gloria Lompoliuw, Boby A. Longkutoy, Novita Lowai, Fera Lumapow, Harol R Magdalena J. Kaunang Mahagia, Febriany A. Mamonto, Wiwin Herswinda Mangantes , Meisie L Manggribeth, Stacy N. Margareta Oktavia Sumilat Maria I. Warangkiran Mariyanti Toya Mascarinhas Marsel Bonifasius Mamahit Marsel Mamahit Martinus M Krowin Mayske Rinny Liando Mentiani, Ni Nyoman Mersty Rindengan Modeong, Irshandy Mongdong, Romi J. Mongdong, Romi Junior Moningka, Marcellah Olviana Montori, Selfia Mozes M. Wullur Ni Dewi Eka Suwaryaningrat Non Norma Monigir Norma Monigir Norma N. Monigir Novita Longkutoy Palendeng, Francisca G. Pangkey, Celline Philotheus E. A. Tuerah Pinu, Jesita Evani Pongayow, Paulina Ester Posumah, Putri Wulan Teresa Pricilian Lumintang Rafly Muhammad Nur Rawis, Ivijinia Linmey Tigaulin Richard Daniel Herdy Pangkey Ridwain S. Buniah Ridwain Stepi Buniahe RISAL M. MERENTEK Romi J. Mongdong Rr Sri Kartikowati Rumintjap, Feronika Giofana Sagita Healthy Mongkol Sarah Warring Selti Wentian Siruru Siruru Siruru, Siruru Solagratia A Rumimper Solagratia Aprili Rumimper Soputan, Clara Cindy Stelly Viane Manawan SULASTRI Sulastri Supit Pusung Susan N.H. Jacobus Susan Wanda Ticoalu Susan Wanda Ticoalu Tamboto, Aristo Y Tambunan, Emi Napita Tandayu, Megita Prity Tempay, Tiara Junistri Katrin Tesa, Mokoginta Fili Thania C Bawole Toisi, Dyah Putri Cahyani Trinny Meifira Kalalo Trinny Meifira Kalalo Vebrianty Mokoagow Wanda Natalin Saldrak Wawan Gunawan Wilar, Feibe Imelda Wiwin Herswinda Mamonto Wua, Telly Yarona, Sarah Miryam Yusak ratunguri ZOYA F. SUMAMPOW Zoya F. Sumampow