p-Index From 2021 - 2026
8.442
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI) Kharisma Tech Siwayang Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Journal Transformation of Mandalika Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Ocean Engineering: Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Asghar: Journal of Children Studies Jurnal Pendidikan Kreatif Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Jurnal Media Akademik (JMA) Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Intelek Insan Cendikia Jurnal Bisnis Inovatif dan Digital Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan dan ekonomi (JUPEK) Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam QOUBA : Jurnal Pendidikan J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Ekoman: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen Aslama Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) International Journal on Educational Issues (IJEI) Journal of Social Humanities and Education: Scripta Humanika Prophetik : Jurnal Kajian Keislaman Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan: Tinjauan Sistematis Peran Kepuasan Kerja dalam Perspektif Psikologi Manajemen Moch. Wildani Dwi Sulaiman; Nur Khasanah; Faidhiyatul Muna Iza; Mu’alimin Mu’alimin
Jurnal Bisnis Inovatif dan Digital Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Bisnis Inovatif dan Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jubid.v3i2.1333

Abstract

Work motivation, job satisfaction, and employee performance are key aspects of management psychology that continue to evolve as organizational productivity demands increase. In an era of global competition, organizations are required to manage human resources effectively by enhancing work motivation and job satisfaction to achieve optimal performance. This study aims to examine the relationship between work motivation and employee performance, as well as to analyze the role of job satisfaction as a mediating variable in that relationship. The method used is a literature review with a qualitative approach. Data were collected through the Google Scholar and Publish or Perish databases using keywords related to work motivation, job satisfaction, and employee performance from a management psychology perspective. From 25 articles found between 2022 and 2026, 5 of the most relevant articles were selected for further analysis.The results of the study indicate that work motivation has a significant influence on employee performance, both directly and indirectly through job satisfaction as a mediating variable. Additionally, there is a growing trend toward the integration of management psychology approaches in efforts to enhance employee performance. Thus, it can be concluded that the simultaneous management of motivation and job satisfaction is a key factor in achieving optimal performance. Further research is recommended to develop a more comprehensive and integrative model.
Reaktualisasi Etika Profesi Guru untuk Kesehatan Mental Siswa di Era Tekanan Akademik Lestari, Indri; Al Fariz, Mar’atu Rosyada; Nastiti, Meilisa Fauziah; Nur Khasanah
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.08

Abstract

Tekanan akademik telah berkembang menjadi salah satu faktor risiko utama yang memengaruhi kesehatan mental siswa di berbagai jenjang pendidikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik berkorelasi dengan meningkatnya kecemasan, depresi, kelelahan emosional, penurunan kesejahteraan psikologis, bahkan perilaku melukai diri. Dalam situasi tersebut, guru tidak hanya memikul tanggung jawab pedagogis, tetapi juga tanggung jawab etis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis peran etika profesi guru dalam mendukung kesehatan mental siswa di era tekanan akademik. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan literatur teoretis yang relevan mengenai etika profesi guru, kesehatan mental siswa, tekanan akademik, teacher care, dan ethics of care. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika profesi guru memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme protektif terhadap dampak psikologis tekanan akademik melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman secara psikologis, deteksi dini distres psikologis, komunikasi empatik, advokasi keseimbangan akademik, serta kolaborasi dalam sistem dukungan kesehatan mental siswa. Kajian ini juga menunjukkan bahwa implementasi etika profesi guru masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan literasi kesehatan mental, tekanan struktural sistem pendidikan yang berorientasi pada performa akademik, stigma sosial terhadap kesehatan mental, keterbatasan sumber daya profesional, dan ambiguitas batas peran guru. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan etika profesi guru perlu diposisikan sebagai bagian integral dari strategi pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan peserta didik. Kontribusi artikel ini terletak pada sintesis konseptual yang menghubungkan etika profesi guru, teacher care, dan ethics of care sebagai kerangka untuk memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental siswa di tengah intensifikasi tekanan akademik.
Analisis Kualitatif Kendala Dan Potensi Penerapan Internet of Things Pada Budidaya Ikan Air Tawar Di Perairan Kolong Bekas Tambang Timah Dewi Tumatul Ainin; Nur Khasanah; Laily Muharani; Abang Naufal Faiz Fathurrahman
SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/siwayang.v5i1.1732

Abstract

This study provides an in-depth analysis of the constraints and potential for implementing Internet of Things (IoT) technology in freshwater fish aquaculture within former tin mining ponds in Bangka Regency. Former mining ponds represent non-conventional waters with significant potential for aquaculture, yet they face challenges related to extreme water quality conditions and infrastructure limitations. This research employed a qualitative approach with an intrinsic case study design. Data were collected through semi-structured interviews with 14 participants, comprising 10 fish farmers, 2 fisheries extension officers from the Marine and Fisheries Service, and 2 IoT technology experts, supplemented by participant observation at 3 pond locations and regional policy document analysis. Data analysis was conducted using thematic analysis following the Miles, Huberman, and Saldaña model, with source and method triangulation to ensure data trustworthiness. The findings reveal that despite substantial potential for IoT implementation—including real-time remote monitoring, early detection of water quality changes, operational efficiency improvements, and historical databases for trend analysis—implementation remains hindered by five critical constraints: (1) unstable or unavailable internet connectivity (reported by 78.6% of participants), (2) high initial investment costs (complained by 64.3% of participants), (3) low farmer capacity in operating digital technologies (only 57% possess adequate digital literacy), (4) environmental conditions prone to theft risks (reported by 43% of participants), and (5) conventional culture and habits that are difficult to change (reported by 36% of participants). Farmers' perceptions of IoT varied: 60% positive (optimistic about benefits), 25% neutral (interested but hesitant), and 15% negative (distrustful or fearful of technology). Based on these findings, this study recommends an IoT system design with an "offline-first" architecture that integrates local storage (32GB MicroSD) for data retention during network outages, alternative connectivity via LoRa (5–15 km range) and SMS gateway (minimal 2G signal) for areas without 4G coverage. Additionally, IoT-as-a-Service or technology cooperative business models are recommended to reduce initial investment barriers for small-scale farmers. This research makes a significant contribution to sustainable aquaculture literature by introducing the context of non-conventional waters (former tin mining ponds) with unique characteristics distinct from conventional ponds or tanks, particularly environmental conditions that affect IoT sensor durability. The finding that infrastructure and environmental contexts serve as important moderating variables in technology adoption enriches the Technology Acceptance Model (TAM), which has previously insufficiently explored contextual factors in marginal regions. Practically, this study provides an empirical foundation for developing context-specific technology accompaniment policies and strategies for former mining lands in Bangka Belitung, while opening opportunities for interdisciplinary research integrating aquaculture, IoT technology, and sustainable development in post-mining regions.
STUDI PUSTAKA HUBUNGAN ETIKA PROFESI KEGURUAN DENGAN INTEGRITAS AKADEMIK GURU Muhamad Imam Ghozali; Wina Alya Ramadhani; Muhammad Muhaimin; Nur Khasanah
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Institut Sain dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21126442

Abstract

study is motivated by the importance of teachers’ professional ethics in strengthening teachers’ academic integrity amid the challenges of digital-era education and the development of Artificial Intelligence (AI). Low academic integrity, such as plagiarism, data manipulation, and misuse of technology, may reduce the quality of education and teachers’ professionalism. This study aims to describe the concept of teachers’ professional ethics, examine the nature of teachers’ academic integrity, analyze the relationship between the two, and identify efforts to strengthen professional ethics in developing an academic culture with integrity. The research employed a qualitative approach using a library research method through the review of books, scientific journal articles, and relevant previous studies. Data were analyzed using content analysis to systematically examine the main concepts. The findings reveal that teachers’ professional ethics are closely related to teachers’ academic integrity because professional ethics serve as a moral foundation in shaping honest, objective, disciplined, and responsible professional behavior. Furthermore, the development of digital technology and AI has created new challenges to academic integrity, making it necessary to strengthen professional ethics through training programs, implementation of ethical codes, improvement of digital literacy, and the establishment of a healthy academic culture. Therefore, strengthening teachers’ professional ethics is considered a strategic effort to create quality, humane, and integrity-based education.
PENGARUH SUMBER DAYA DAN DISPOSISI PELAKSANA TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG Nur Khasanah
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.334

Abstract

Pelaksanaan program Keluarga Harapan di berbagai daerah termasuk di Kecamatan Bandongan sering kali tidak sesuai tujuan yang diharapkan. Program PKH hanya menciptakan dependency (ketergantungan) sehingga the circle of poverty (lingkaran kemiskinan) mengakibatkan masyarakat tidak sejahtera. Berdasarkan teori Edward III bahwa terdapat empat variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi (kecenderungan sikap pelaksana), dan birokrasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung, mengkaji, dan menganalisis seberapa besar pengaruh sumber daya dan disposisi (kecenderungan sikap pelaksana) terhadap implementasi kebijakan program PKH (Program Keluarga Harapan) di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Metode penelitan yang digunakan berupa penelitian kuantitatif metode survei. Dimana informasi dan data didapat dari responden dengan penyebaran kuesioner, wawancara, observasi, serta dokumentasi. Kemudian masalah diungkapkan dengan jalan mengumpulkan data atau informasi, menyusun, menganalisa, dan menginterpretasikan data berupa angka dan skor terkait program PKH. Selain memperoleh informasi dan data dari lapangan, penelitian juga mengacu pada literasi pada buku-buku yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sumber daya dan disposisi memiliki pengaruh terhadap implementasi kebijakan publik. Namun sumber daya hanya menyumbang nilai sebesar 8 % lebih kecil dari disposisi yang menyumbang nilai sebesar 21,7 %. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber daya memiliki pengaruh yang lemah dan tidak signifikan terhadap implementasi kebijakan PKH, sedangkan disposisi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi kebijakan PKH. Sehingga pengaruh kedua variabel berjumlah 22,5 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yaitu komunikasi dan birokrasi.Keywords : kebijakan, sumber daya, disposisi, implementasi, kuantitatif
UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE DARI BAHAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK A DI RA MUSLIMAT NU PAKISPUTIH KEDUNGWUNI PEKALONGAN Nala Syafa Alfada; Nur Khasanah
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 13 No. 3 (2025): September-Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v13i3.8352

Abstract

Latar belakang penelitian ini berdasarkan dari kenyataan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan tangan dan jari saat melakukan aktivitas yang membutuhkan motorik halus seperti menggunting, menempel, maupun manipulasi objek kecil. Kegiatan kolase dengan bahan alam dipilih karena dinilai mampu memberikan stimulasi sensorik dan koordinasi mata dan tangan yang efektif sekaligus menumbuhkan kreativitas anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua hal, yaitu: (1) bagaimana upaya guru dalam menumbuhkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan kolase dari bahan alam pada anak kelompok A, dan (2) apa saja hambatan dan solusi upaya guru dalam menumbuhkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan kolase dari bahan alam pada anak kelompok A. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya guru dalam menumbuhkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan kolase dari bahan alam pada anak kelompok A, sekaligus mendeskripsikan hambatan yang muncul serta solusi yang diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer meliputi guru sentra bahan alam dan siswa kelompok A, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari profil sekolah dan berbagai dokumen pendukung. Analisi data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan upaya sistematis dalam menumbuhkan motorik halus anak melalui kegiatan kolase. Upaya tersebut mencakup penyusunan RPPM, pemilihan bahan alam yang aman dan variatif, serta penyediaan alat yang sesuai kemampuan anak. Guru juga memberikan pendampingan, contoh langkah kerja, dan penguatan positif. Hambatan yang muncul meliputi perbedaan kemampuan motorik, kurangnya konsentrasi, dan kesulitan koordinasi jari. Solusi dilakukan melalui pendampingan intensif, pemberian contoh bertahap, pengaturan waktu, serta penggunaan bahan yang lebih mudah digunakan. Dengan strategi tersebut, kegiatan kolase menjadi cara yang tepat dalam menstimulasi perkembangan keterampilan motorik halus anak kelompok A di RA Muslimat NU Pakisputih.
Penguatan Peran Asosiasi Profesi Guru dalam Menegakkan Etika Profesional di Era Digital M. Tsaqif Hanan; Nur Khasanah; Wafda Sabilla; Eka Faidah Khasanah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan peran dan tanggung jawab guru, termasuk dalam aspek etika profesional di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran asosiasi profesi guru dalam menegakkan etika profesi di era digital, dengan fokus pada kedudukan asosiasi, kebijakan etika, implementasi kode etik, kolaborasi dengan masyarakat, serta sistem monitoring dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif asosiasi profesi memiliki posisi yang kuat dalam menjaga etika dan profesionalisme guru, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kebijakan yang belum operasional, lemahnya pengawasan berbasis teknologi, serta kurang optimalnya kolaborasi dengan masyarakat. Selain itu, sistem monitoring dan evaluasi yang masih konvensional menjadi tantangan dalam merespons dinamika digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan transformasi strategis melalui penguatan literasi etika digital, pengembangan sistem pengawasan berbasis teknologi, serta peningkatan kolaborasi partisipatif agar asosiasi profesi mampu menjalankan perannya secara efektif dalam menjaga integritas dan profesionalisme guru di era digital
Public Interest in Islamic Equity Crowdfunding Kabul Trifiyanto; Nur Khasanah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v14i2.11536

Abstract

Equity Crowdfunding is an alternative investment instrument, Indonesia with the largest Muslim population is a potential market for Islamic Equity Crowdfunding. The purpose of this study is to identify the motivation of investors to invest in this instrument. There are three subject sizes, namely; related to project funding (network externality and perceived informativeness), related to a platform (perceived accreditation, structural assurance, and third-party seal) related to fundraising (Islamic value congruence, social interaction ties). Belief perspective is divided into cognitive and affective. The sample used is 101 investors spread across Indonesia in a national equity crowdfunding company with Islamic-based management. The data was processed using the structural equation modeling technique using the WarpPLS 7.0 tool. The results of this study prove that investor interest is directly influenced by cognitive and affective beliefs and network externalities. Trust is proven to be able to mediate perceived informativeness on interest. The form of investor cognitive trust is perceived accreditation and third-party seal. The shapers of investor's affective trust are perceived informativeness, structural assurance, and Islamic value congruence. This finding can be used as the basis for how startup companies in sharia-based equity crowdfunding instruments build trust and interest.Keywords: Equity Crowdfunding, Trust, willingness to invest, project, platform, fundraiser.
TANGGUNG JAWAB GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI TENGAH ARUS DIGITALISASI Ayi Ali Hakim; Oktavia, Dita; Rahmasari, Anisa; Nur Khasanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47382

Abstract

Digitalization presents a major challenge for character education, as moral and ethical values are often eroded by the negative influence of digital information. This study aims to analyze the responsibilities, roles, and strategies of teachers in shaping students’ religious character amid the tide of digitalization. The research method employed is a qualitative approach using literature review (library research). Data were collected through systematic searches of academic databases and analyzed using qualitative content analysis techniques through the stages of data reduction, thematic coding, and synthesis. The research findings indicate that teachers bear a crucial responsibility encompassing six strategic roles: instilling moral values, teaching the positive use of technology, fostering discipline, serving as digital role models, encouraging social collaboration, and teaching responsibility in the digital world. The strategies implemented include integrating Islamic values into digital learning, strengthening digital literacy based on Islamic values, and fostering synergistic collaboration with parents. Despite facing infrastructure, pedagogical, and socio-cultural challenges such as cyberbullying, effective solutions can be achieved through structured teacher training and the strengthening of a three-pillar school culture. The conclusion of this study emphasizes that the successful development of religious character in the digital age requires a comprehensive approach that integrates technological proficiency with the cultivation of noble moral values.
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI KEGURUAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR Akbar M Farizi; Mulyadi, Aditama; Ahmad Sabila Rosyada; Nur Khasanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49122

Abstract

Teacher professional ethics is closely related to the quality of teacher professionalism in elementary schools. Professional teachers are not only required to master learning materials and classroom strategies, but also to show responsibility, fairness, honesty, care, and respect for the dignity of students. This article aims to describe the implementation of teacher professional ethics in improving elementary school teacher professionalism. The study used a descriptive qualitative approach through library research. The data sources consisted of recent regulations, teacher professionalism literature, and scientific articles published within the last ten years. Data were analyzed using content analysis by identifying ethical values, grouping their implementation in school practices, and interpreting their contribution to teacher professionalism. The results show that teacher professional ethics can be implemented through responsible lesson planning, objective assessment, protection of students from violence and discrimination, polite communication, confidentiality of student information, collaboration with parents and colleagues, and continuous professional development. These practices contribute to pedagogical, personal, social, and professional competence. Strengthening ethics requires reflective supervision, school culture, teacher working groups, and professional development programs that are connected to real classroom problems.
Co-Authors Abang Naufal Faiz Fathurrahman Abdul Khobir Achmad Irwan Hamzani Ahmad Luqman Hakim Ahmad Makhasin Ma’arif Ahmad Sabila Rosyada Ahmad Tohir Akbar M Farizi Al Fariz, Mar’atu Rosyada Alin Nur Indahsari Alisa Qotrunnada Alisia Zahro’Atul Baroroh Alya Nadiastuti Amelia Gita Maharani Andung Dwi Haryanto Anindia Ameliani Fernanda Anita Liliana Aravik, Havis Arsya Ma’wa Ni’matul Izzati Ayi Ali Hakim Badrani Dhyal Haqqi Chusnul Adib Achmad Dewi Tumatul Ainin Dinar Pramudiya Wardani Dini Sekar Arum Dita Oktavia, Dita Divta Dwi Aprina Diyah Andini Kusumastuti Dwi Noviani Eka Faidah Khasanah Eriska Aprilia Erna Wijayanti Fadhilatul Fauziah Fadlilatul Amin Faidhiyatul Muna Iza Fajar Shidiq Pratama Farah Qotrun Nada Ferida Rahmawati Firma Linda Aida Hafidz Al Faqih Hakim Syah Halul Aliyah Harlan Iswanto Purnomo Herlina Riska Herpratiwi Herpratiw Hifni Laila Nashifah Hikma Fitriani Himatunnisa Hubbi Millatina Rohuma Husnul Fadlilah Inas Farrah Dina Noor I’anatul Ashriyah Kabul Trifiyanto Khalimatur Rosida Kholifah Nur Khasanah Kistanti Laelatul Fadilah Lailatus Syifa Azzahro Laily Muharani Lestari, Indri Lutfiyah, Rifqi Lutfiyanah, Lutfiyanah M. Irfansyah Afsalu Ramedhon M. Tsaqif Hanan M. Wildan Ahfadh Manziz, Ilham Maratus Shalihah Marlisa dwi wijaya gresiska Marshanda Sinta Devi Ma’mun Hanif Mifta Ayu Miftah, Wildan Khairil Anam Moch. Wildani Dwi Sulaiman Mohammad Syaifuddin Muhamad Aufa Firzatullah Muhamad Imam Ghozali Muhamad Naufal Aqil Muhamad Rizqi Zidan Muhammad Alam maulana Muhammad Fadlan Ramadhan Muhammad Faizal Amri Muhammad Hafizh Fikri Muhammad Muhaimin Muhammad Rio Ferdinand Mulyadi, Aditama Mustika Dahlia Mutammam Mu’alimin Mu’alimin Mu’allimin Mu’allimin Nafila Nur Afidah Naila Rizqi Salsabila Nailu Rakhmah, Zahrotun Nisa Najwa Kamila Zada Nala Syafa Alfada Nanang Ilham Fatih Nastiti, Meilisa Fauziah Nisa Rahimia Novita Barokah Novita Kristiani Nur Shania NURLIANA NURLIANA Ocid Abdul Rosyid Orance Debora Puput Rifani Rahma Nafalina Azzahra Rahmasari, Anisa Ria Ratna Ningtyas Riki Afriansyah Ris Dwi Yuliani Rivalina Sintia Rizki Diana Safira Tsaniyatur Rohaimi sarisawati Intishar Sikha Nur Inayah Silmi Afifah Siti Masykuroh Siti Nur Azizah Soedjono Sudirman Sudirman Syaikha, Rafa Zahra Syfa Maulidiyah Taufiq Kurniawan Tuffahati, Rafsya Shakilla Tumiyati Ulul Afni Ulva Milda Tisana Vina Mafaza Wafda Sabilla Widi Jauza Labilla Wina Alya Ramadhani Windi Nurrohmatul Azizah Ziyadah El Fadlillah Zulva Alwan Faozi