p-Index From 2021 - 2026
3.094
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Relations of Household Socio-Economic Condition with the Interest of Rural Youth in Agricultural Sector Melia Sari; Endriatmo Soetarto; Muhammad Shohibuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.523-536

Abstract

Agricultural activities work must be able to fulfill the economic needs and approved by the community as a decent job, so many people enthusiast. Nowadays, interested of youth from the family farmers is decreasing to work in agriculture. It shows from the socio-economic conditions of farm households. The purpose of this study is to analyze the relationship of land ownership, income, housing conditions and education to the interests of village youth in agriculture. This research uses quantitative data approach with survey method supported by qualitative data in the form of in-depth interview. Respondents consist of 54 youths of children of farmers and aged 16-30 years. The respondents selected by random sampling method. The results of this study indicate that there is a significant relationship between income and housing conditions with the interests of village youth in agriculture.Keywords: agricultural, youth interest, socio-economic conditions================================================ABSTRAKPekerjaan di bidang pertanian harus mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dan diakui oleh masyarakat sebagai pekerjaan yang layak sehingga banyak peminatnya. Saat ini minat pemuda desa untuk dapat bekerja di bidang pertanian semakin berkurang. Hal ini dapat dilihat dari keadaan kondisi-sosial ekonomi rumah tangga petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kepemilikan lahan, pendapatan, status-kondisi rumah tempat tinggal dan pendidikan dengan minat pemuda desa di bidang pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri dari 54 orang pemuda yang merupakan anak dari petani dan berumur 16-30 tahun. Pemilahan responden melalui metode pengambilan sampel acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan status-kondisi rumah tempat tinggal dengan minat pemuda desa di bidang pertanian.Kata kunci: pertanian, minat pemuda, kondisi sosial-ekonomi
Peran Organisasi Pembelajar dalam Gerakan Petani Fani Dwi Iswari; Endriatmo Soetarto; Mohammad Shohibuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.485-494

Abstract

Medalsari community had been enduring the casualties after the access of their arable lands disturbed. The access-losing caused by land deprivation as a result of Perum Perhutani’s officers moving the land boundaries. By that, peasants start self-organized and build collective acts to facing the conflict. The peasant's need in collecting the knowledge brings them to involved in a learning process that transformed the movement as a learning organization. This thesis aimed to analyze structure changing of land occupying that turns into an object of conflict and identify learning organization in the peasant’s movement. The research using the quantitative approach supported by qualitative data. Snowball method is used as the sampling method and taken by purpose. The result of the research shows that facilitating factors such as the open climate of openness and continuous education than learning orientation in the form of skill development have a strong relationship with the peasant movement dimension.Keywords: agrarian movement, collective awareness, organizational learning system ABSTRAK Masyarakat Desa Medalsari mengalami kerugian pasca terganggunya akses terhadap lahan garapan. Hilangnya lahan tersebut disebabkan oleh penyerobotan lahan yang dilakukan oleh oknum Perum Perhutani dengan cara memindahkan tapal batas lahan. Petani mulai mengorganisasikan diri dan membangun aksi kolektif dalam menghadapi sengketa. Kebutuhan petani akan peningkatan wawasan membawa mereka aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang mentransformasikan gerakan petani sebagai organisasi pembelajar. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa perubahan struktur penguasaan lahan yang menjadi objek sengketa dan mengidentifikasi organisasi pembelajar dalam gerakan petani. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode snowball sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fasilitas berupa iklim terbuka dan pendidikan berkelanjutan serta orientasi belajar berupa pengembangan keterampilan memiliki hubungan yang kuat dengan dimensi gerakan petani.Kata kunci: gerakan agraria, kesadaran kolektif, sistem belajar organisasi
DAMPAK PENETAPAN TAMAN NASIONAL TERHADAP STRUKTUR AGRARIA DAN HAK KELOLA LAHAN Layla Ekrep; Endriatmo Soetarto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.867

Abstract

Penetapan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dirangkum dalam SK Menteri Kehutanan No. 175/Kpts-II/2003 yakni perluasan wilayah kawasan konservasi menjadi ± 113.357 hektar yang menggabungkan hutan Gunung Halimun, hutan Koridor Halimun-Salak, dan hutan Gunung Salak. Masyarakat Dusun Cisarua sebagai masyarakat agraris tepian kawasan TNGHS melakukan kegiatan menggarap di wilayah Koridor sejak sebelum penetapan TNGHS. Penelitian ditujukan untuk menganalisis dampak penetapan kawasan taman nasional terhadap struktur agraria masyarakat dilihat dari sudut pandang pola penguasaan lahan dan pola hubungan agraria, serta dampak terhadap hak kelola atas lahan TNGHS bagi petani penggarap, sehingga menimbulkan adanya respon dari masyarakat tepian kawasan konservasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner dan dikuatkan data kualitatif. Jumlah responden 40 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola penguasaan lahan masyarakat dan memiliki hubungan kurang berarti dengan tingkat hak kelola lahan garapan oleh petani penggarap. Kata Kunci: Hak kelola lahan, Pola hubungan agraria, Pola penguasaan lahan, Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Disguised Resistance of Madurese Salt Farming Community Iskandar Dzulkarnain; Endriatmo Soetarto; Rilus A. Kinseng; Sofyan Sjaf
Agriekonomika Vol 9, No 1: April 2020
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.353 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v9i1.6221

Abstract

The problems of Madurese salt farmers, ranging from poverty, quality of production, low salt prices, to 'seizure' of the lands by Dutch Colonialism through the total reorganization program in 1936 as well as the project of modernization and renovation of the New Order regime in 1975 have become the triggers of the resistance put up by the salt farming community. The purpose of this article is to picture out the dynamics of the resistance by Madurese salt farming community through the theoretical analysis of James Scott, namely the daily resistance by Madurese salt farming community, which the writer -in other words-  say 'disguised resistance'. The method used is qualitative with an ethnographic approach. The result is that there are two forms of disguised resistance put up by the Madurese salt farming community i.e. the resistance against PT. Garam and the resistance against the land ownres.
MIGRASI INTERNASIONAL PEREMPUAN DAN PENGUASAAN LAHAN PEDESAAN DI JAWA BARAT Ekawati Sri Wahyuni; Lala M. Kolopaking; Endriatmo Soetarto
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 11 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 11 No. 2 April 2012
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v11i2.3895

Abstract

This paper is a result of a research on women in Panyingkiran Village (Karawang) and Ciherang Village (Purwakarta) of West Java-Indonesia who migrate internationally. Paradigm used in this research is Post-Positivism which integrates quantitative and qualitative methods. Primary data is collected through in depth interview and Focus Group Discussion. The result of the research shows that most of female migrants spend remittent from working in Saudi to buy land (dry land and paddy rice fields) of relatively small in size. Land is an interesting choice because: (1) female migrants come from poor families which are the lowest class in rural areas; (2) the livelihood of female migrants’ families are farm labors and landless farmers; (3) occupations of migrants before going abroad are farm labors, jobless and as house wife; (4) farm land is a social status symbol for rural communities; (5) land is a saving and land ownership is also a capital when one dies, and becomes a standard in the ritual of death ngamumule or mulasara.
KAUM INTELEKTUAL DALAM POLITIK PERTAMBANGAN Djaja Hendra; Endriatmo Soetarto; Arya H Dharmawan; Bambang Purwanto
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 11 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 11 No. 2 April 2012
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v11i2.6257

Abstract

This research about agrarian social change in Bangka. The method in this study uses structural Gramscian perspective and critical theory approach. The results of research has showed the role of intellectuals in the social change process. Its related to political dynamic in this area. After the new Order Era, the position of the intellectual very importance, especially in moving of mass aspiration. In this context, these change are realted to the role of the intellectual as a social entity forming the state and civil society well that the New Orde era and before the for the political leadership through organic intellectual actor. In the pos New Orde era more emphasizes the intellectual and moral leadership.
Pola Konversi Lahan dan Strategi Perlindungan Lahan Sawah di Kota Sukabumi Yuda Hidayat Mansur; Endriatmo Soetarto; Komarsa Gandasasmita
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v8n2.2014.%p

Abstract

Abstrak. Kajian pola konversi lahan dan strategi perlindungan lahan sawah di daerah Sukabumi secara kualitatif dan kuantitatif diindikasikan bahwa lahan sawah mengalami penyusutan sebesar 2,23% sedangkan lahan berkembang telah meningkat sebesar 3,35% dalam waktu 10 tahun (2002-2012). Perubahan penggunaan lahan dipengaruhi oleh tenaga kerja, petani regenerasi, dan fragmentasi kepemilikan lahan. Secara fisik, konversi lahan dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, panjang jalan dan lereng. Strategi yang dapat diimplementasikan untuk melindungi sawah di Sukabumi, antara lain: (1) peningkatan kapasitas agribisnis petani, (2) merumuskan rencana aksi untuk regenerasi petani muda, (3) mengendalikan perizinan penggunaan lahan, dan (4) pemerintah Kota Sukabumi membeli sawah produktif. Upaya lebih lanjut dilakukan kajian tentang Agropolis dan Agroedutourism di Sukabumi.Abstract. The assessment for protecting paddy fields by identifying land coversion pattern in Sukabumi city by qualitative and quantitative approach, it is indicated that paddy fields has decreased by 2.23 percent while developed-land has increased by 3.35 percent within 10 years (from 2002 to 2012). The landuse change was influenced by labor, farmers regeneration, and land tenure fragmentation. Physically, it was influenced by population density, the length of the road and slope. The strategies can be implemented to protect paddy fields in Sukabumi, namely: (1) by increasing the farmer’s agribusiness capacity, (2) formulating the action plan for regenerating young farmers, (3) by controlling the permission regarded to land coversion, and (4) Sukabumi municipal city should buys the productive paddy fields. For further, it seems that municipal city government should conduct an assessment on studying the agropolis and agroedutourism concept in Sukabumi.
Interaksi Politik Jawara dalam Pembangunan Perspektif Tindakan Komunikatif Neka Fitriyah; Sarwititi Sarwoprasodjo; Sofyan Sjaf; Endriatmo Soetarto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 2, No 02 (2019)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.25008/wartaiski.v2i02.40

Abstract

Jawara sebagai elite lokal di Pandeglang merupakan kekuatan kultural yang memiliki otoritas dalam menentukan sikap dan perilaku politik masyarakat. Aktivitas komunikasi Jawara dalam politik mengarah pada upaya-upaya dalam membangun konsensus politik. Karena kepentingan ini, tidak sedikit Jawara terjebak pada persoalan-persoalan pragmatis. Permasalahan ini kemudian menjadi krusial karena kesahihan dan validitas pesan yang disampaikan Jawara dalam membangun konsesnus politik memberi corak tersendiri dan dampak bagi pembangunan. Pendekatan teknokrasi, paternalistik dan clientism di Pandeglang mengakibatkan kesahihan dan validitas pesan yang disamapaikan sulit terwujud karena cenderung dipenuhi oleh praktik marginalisasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkonstruksi interaksi politik Jawara dalam pembangunan; (2) mendekatkan persoalan interaksi politik Jawara dalam perspektif teori tindakan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Pengamatan dilakukan pada level makro dan mikro, interaksi politik diamati baik dalam aktvitas politik informal maupun aktivitas politik formal yang didominasi oleh Jawara. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) konstruksi dari interaksi politik Jawara dalam pembangunan belum memberikan manfaat sepenuhnya terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Banten; (2) teori tindakan komunikatif dalam penelitian ini tidak bisa secara an sich melihat pembangunan dalam konteks tujuan dari tindakan komunikatif itu sendiri tetapi perlu juga disandingkan dengan realitas struktur dan kultur masyarakat.
Potret Budaya Lokal Masyarakat Tanjung Raya, Kabupaten Agam - Sumatera Barat di Era Digital Dwi Rini Sovia Firdaus; Djuara Lubis; Endriatmo Soetarto; Djoko Susanto
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 16 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.585 KB)

Abstract

The people of West Sumatra, who have been adhering to the Minangkabau matrilineal cultural tradition, are currently experiencing cultural decay. Many studies speculate that the unique Minangkabau culture will not be too much disturbed by the influx of globalization because in essence the only part that will be eroded is the peripheral part, while the core will remain preserved for all time. This study photographed the people of Tanjung Raya District based on existing family typologies, then saw a shift in norms passed on to teenagers using the six Hofstede cultural dimensions. This study surveyed five types of families with calculations using a simple addition operation. The results of the questionnaire were made high and low criteria, then presented in cobweb graphical form. The assessment indicators are based on the six dimensions of Hofstede's culture. Shifting the teachings of exemplary teachings from Minangkabau culture is determined using the ANOVA test. The results of this study are to map the portrait of Minangkabau culture according to Hofstede and a portrait of each of Hofstede's dimensions in each type of family in Tanjung Raya District. From there, it can be seen how far away the approach of the values taught by the family towards Minangkabau culture is approaching.
KETIMPANGAN PEMBANGUNAN WILAYAH DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH (KAJIAN PADA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR DAN PEMEKARANNYA) Luthfian Riza Sanjaya; Endriatmo Soetarto; Andrea Emma Pravitasari
TATALOKA Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.752 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.21.2.253-266

Abstract

Inequality of regional development is a common problem faced by all provinces in Indonesia, not least the Province of Central Kalimantan. Regional inequality stems from factors that should be minimized. The aims of this research were  1)to tanalyze the trend of regional development inequality in Central Kalimantan Province and the factors that influence it 2) to analyze the hierarchy of regional development in Kotawaringin Timur (Kotim) Regency and developing area  3) to analyze regional development inequality and influenced factors using Geographical Weighted Regression (GWR).4) to prepare regional directives and policy development plans. The method used are Williamson's Index, Multiple Regression with Unbalanced Panel, weighted Skalogram, and GWR. The results of this study indicated  that the level of inequality in Central Kalimantan Province tends to decrease with RHGU as the most dominant factor. The regional development of the area at the sub-district level showed spatial patterns which indicated an imbalance between the northern and southern regions. The GWR resulted also shows that RHGU is still the dominant factor with the same influence throughout the research area. Thus, the urgency of agrarian reform in plantation areas is important to be implemented immediately.
Co-Authors ., Fahrunnisa AA Sudharmawan, AA Abbas, Ria Renita Abdulkadir Sunito, Melani Abeng, Andi Tenri Agus Heri Purnomo Ahmad Choibar Tridakusumah Alinda F. M. Zain Aminah Swarnawati Amiruddin Saleh Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Angga Prasetyo Adi Anggraini Sukmawati Anton Supriyadi Aprilianti Pratiwi Arif Satria Arya H Dharmawan Arya H Dharmawan Arya H. Dharmawan Arya Hadi Dharmawan Asep Muslim Baba Barus Baekhaki, Khamid Bambang Purwanto Basita Ginting Bayu Eka Yulian Bimbi Irawan Bimbi Irawan, Bimbi Dalu Agung Darmawan Dalu Agung Darmawan Didik Suharjito Dinna Amalia Rahmah Djaja Hendra Djoko Susanto Djoko Susanto Djuara P Lubis DONY SAPUTRA Dudung Darusman DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Rini Sovia Firdaus Dwi Wulan Pujiriyani Dzulkarnain, Iskandar E. Gumbira Sa’id Ekawati Sri Wahyuni Ernan Rustiadi Fairuz Nabila Fani Dwi Iswari Foley, Sean Fredian Tonny Nasdian Galih Andreanto Hadi Syamsul Hadi Syamsul, Hadi Hariadi Kartodiharjo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartrisari Hardjomidjojo Hermanto Siregar Heru P Ichsan, Aulia Ichwal Moidady, Nuzulul Indah Islami Ritonga Iskandar Dzulkarnain Iswari, Fani Dwi Ivanovich Agusta Jamaluddin Mahasari Joyo Winoto, Joyo Komarsa Gandasasmita Kukuh Murtilaksono Kusdiane, Susvia Delta Laksono Trisnantoro Lala M Kolopaking Layla Ekrep Lepi Ali Firmansyah, Lepi Ali Leti Sundawati Lindiya Apsari Lukman Muhammad Baga Luky Adrianto Luthfian Riza Sanjaya Mahasari, Jamaluddin Marthina Tjoa Martua Sihaloho Melia Sari Melia Sari, Melia Meti Ekayani Mohamad Shohibuddin MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Obie Mukhlas Ansori Musfingatun Sa’diyah Muthohharoh, Nur Hannah Neka Fitriyah Nilasari, Afrisna Nonon Saribanon Nunung Kusnadi Nurlaila Nurlaila Nurmala Katrina Pandjaitan Oktaviani, Ananda Diah P Purwanto Pacheco, Pablo Pakniany, Yamres Pratiwi, Aprilianti Rai Sita Retno Hapsari, Dwi Rilus Kinseng Rina Mardiana Rini Ariani Amir Rinto Taib Robert M.Z Lawang Robert M.Z Lawang, Robert M.Z Saharuddin Saizen, Izuru Salsiah, Siti Sari, Embun Sarwititi Sarwoprasojdo, Sarwititi Satyawan Sunito Satyawan Sunito Siti Hajar Suryawati Sitti Hadijah Sitti Hadijah, Sitti Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Sophia, Uly Sugiyanto Sugiyanto Sulthan Zainudin Sumardjo Surjono H. Sutjahjo Syamsul Hadi Tamaulina Br Sembiring Titik Soemarti Titik Sumarti Valentina Sokoastri Viktor Amrifo Yofita Sandra Yuda Hidayat Mansur Yudha Heryawan Asnawi Yuliana, Dhina Zain, Alinda F.M. Zenal Asikin