p-Index From 2021 - 2026
8.447
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan Majalah Ilmiah Peternakan Jurnal Ilmu Ternak Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Social Economic of Agriculture Jurnal Sains Peternakan Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) Buletin Penelitian Sosek Gema Pendidikan Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) JURNAL PengaMAS Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Journal Publicuho Journal of Saintech Transfer JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Indonesian Journal of Animal Agricultural Science (IJAAS) Jurnal SUBLIMAPSI Journal of Science and Technology Jurnal Peternakan Lokal CALGOVS (LOCAL POLITIC AND GOVERNMENT ISSUES) Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Ilmiah AgriSains Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Joong-Ki Indonesian Journal of Community Services Jurnal Pengabdian Masyarakat Jakadimas Joong-Ki
Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Livestock Development Inhibiting Factors Bali Cattle Transmigration and Local Community in Konawe District La Ode Arsad Sani; Sutiana Sutiana; Deki Zulkarnain; Achmad Selamet Aku; La Ode Muh Munadi; Syamsuddin Syamsuddin
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.3665

Abstract

Bali cattle are an important component in the life of farmers in addition to farming or other livestock businesses. The advantages of Bali cattle can be used as labor and manure can be used as manure. This study aims to identify the inhibiting factors for the development of Bali cattle for transmigrant and local communities in Konawe Regency from June-August 2021 using a purposive sampling technique so that there are 6 villages as research samples. Each village was taken as many as 10 respondents at simple random so that a total of 60 respondents were obtained. The research results obtained were then analyzed descriptively into percentage values. The results of the analysis show that Konawe Regency in general has prospects and potential for the development of Bali cattle because of the availability of feed, livestock breeds, productive age of breeders, 66.7% male and 33.3% male workers, experience in raising livestock, and relatively livestock marketing easy but the identified inhibiting factors are limited working capital, relatively small land for farmers, relatively low formal education, the use of natural feed is still dominant (55%), livestock diseases, and limited field extension workers.
Edukasi Masyarakat Desa Kafoofoo di Kabupaten Muna Tentang Pencegahan Covid-19 Ida Usman; Mukhsar Mukhsar; Bahriddin Abapihi; Asrul Sani; Wa Ode Sunaria; Baharuddin Said
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 1 MARET 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.425 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i1.8782

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang dapat menginfeksi banyak orang apabila tidak menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Penyakit ini telah menyebar dengan cepat ke berbagai daerah termasuk ke desa-desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengedukasi masyarakat Desa Kafoofoo Kabupaten Muna dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Tahapan pengabdian meliputi: pembekalan tim pelaksana, koordinasi dengan aparat desa, pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat, dan edukasi pencegahan penyebaran COVID-19 melalui poster, alat peraga, dan penyuluhan kepada perwakilan warga. Hasil kegiatan edukasi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap COVID-19 telah meningkat, yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan masker di luar rumah.
PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA BURUNG PUYUH SEBAGAI SUMBER PENGHASILAN ALTERNATIF SELAMA PANDEMIK COVID- 19 DI KOTA KENDARI La Ode Arsad Sani; Muhamad Rusdin; Natsir Sandiah; rusli Badaruddin; Syamsuddin Syamsuddin; Amiludin Indi; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v4i1.2071

Abstract

ABSTRAK Kota Kendari sebagai ibukota provinsi memiliki angka kejadian kasus positif covid-19 tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tenggara, hingga 23 April 2020 tercatat 17 pasien positif covid-19 yang tengah menjalani perawatan. Salah satu himbauan pemerintah pusat dan daerah untuk memerangi pandemik covid-19 ini adalah dengan melakukan social distancing atau pembatasan sosial dengan membatasi jarak antar individu dan menghindari keramaian atau kerumunan. Kebijakan pemerintah yang lain dengan penerapan work from home (WFH) atau beraktivitas dari rumah saja untuk beberapa pegawai dan anak sekolah. Salah satu solusi yang kami tawarkan agar masyarakat Kota Kendari, tetap dapat memenuhi gizi terutama gizi dari protein hewani dan meningkatkan pendapatan rumah tangga yaitu dengan pemanfaatan pekarangan rumah mereka. Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi dan penambah income keluarga bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah menanami pekarangan dengan berbagai macam tanaman, baik tanaman pangan, tanaman obat maupun tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti buah, sayuran dan tanaman hias. Pekarangan juga dapat digunakan untuk memelihara ikan dan ternak diantaranya adalah ternak puyuh. KKN-TEMATIK ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang manajemen pemeliharaan burung puyuh dalam pekarangan serta pengolahan hasil ikutannya  kepada peternak. Metode yang digunakan merupakan metode partisipasif persiasif dengan kegiatan penyuluhan dan praktek secara langsung. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-TEMATIK ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak maupun masyarakat dalam mengembangkan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan pekarangan sebagai tempat untuk membudidayakan burung puyuh, serta pemanfaatan limbah kotoran pyuh menjadi pupuk kompos. Selain itu pula, telah terjadi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualan telur dan  kotoran puyuh. Kata kunci :Ternak puyuh, pakan ternak, pupuk, wabah Covid-19
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA TERNAK SAPI TERINTEGRASI DENGAN USAHA TANI PERKEBUNAN KELAPA DI DESA RAMBU-RAMBU KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN La Ode Arsad Sani; La Ode Saidi; Syamsuddin Syamsuddin; Firman Nasiu; Astriana Napirah
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1453

Abstract

Desa Rambu-Rambu merupakan salah satu desa di Kecamatan Kolono Timur yang masuk dalam daftar “Wilayah Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional” di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Lampiran Surat Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti Nomor: 2276/E3/LL/2018 tertanggal 24 Juli 2018. Kecamatan Kolono Timur merupakan wilayah pesisir yang potensial untuk pengembangan komoditas perkebunan kelapa dan peternakan sapi sehingga dipilih menjadi lokasi penempatan KKN PPM yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti pada tahun 2019. Jarak tempuh lokasi KKN-PPM di Desa Rambu-Rambu Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan sekitar 92 km, dan berjarak sekitar 74 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kendari.Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi adalah berkebuntanaman kelapa, jambu mete, kakao, cengkeh, kopi, lada, dan pala. Perkebunan kelapa paling luas, yaitu 323 Ha, sedangkan perkebunan dengan luas areal terkecil adalah tanaman cengkeh, yaitu 6 Ha. Kegiatan peternakan, khusunya ternak sapi dianggap sesuai dengan kondisi iklim setempat karena adanya dukungan ketersediaan hijauan pakan ternak, walaupun masih mengandalkan sumber pakan dari hijauan rumput alami. Ternak sapi oleh masyarakat sekitar telah diternakkan dalam waktu yang cukup lama, namun kegiatan ini secara umum masih berjalan secara tradisional dan belum berorientasi bisnis sebagai sumber pendapatan utama karena pengetahuan dan keterampilan peternak masih terbatas. Beberapa kendala yang menjadi keluhan peternak mitra dan berhasil diidentifikasi adalah: (1) organisasi kelompok belum berjalan baik, (2) pemahaman teknik budidaya ternak sapi belum optimal,(3) Feses ternak tidak diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik, (4) Kelompok peternak mitra belum melakukan upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan berbasis sumberdaya bahan pakan lokal,khususnya sisa usahatani hasil perkebunan.  Adanya program KKN PPM ini melalui penyuluhanserta praktek didampingi tim pengabdi maka peternak sudah lebih memahami pentingnya wadah kelompok ternak, peternak paham teknik membudidayakan ternak sapi yang terintegrasi tanaman perkebunan kelapa, terampilmembuat kandang ternak sapi, danmembuat pakan jerami fermentasi maupun dalam pengolahan pupuk organik berbasis feses sapi.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA TERNAK SAPI TERINTEGRASI DENGAN USAHA TANI PERKEBUNAN KELAPA DI DESA RAMBU-RAMBU KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN La Ode Arsad Sani; La Ode Saidi; Syamsuddin Syamsuddin; Firman Nasiu; Astriana Napirah
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1453

Abstract

Desa Rambu-Rambu merupakan salah satu desa di Kecamatan Kolono Timur yang masuk dalam daftar “Wilayah Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional” di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Lampiran Surat Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti Nomor: 2276/E3/LL/2018 tertanggal 24 Juli 2018. Kecamatan Kolono Timur merupakan wilayah pesisir yang potensial untuk pengembangan komoditas perkebunan kelapa dan peternakan sapi sehingga dipilih menjadi lokasi penempatan KKN PPM yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti pada tahun 2019. Jarak tempuh lokasi KKN-PPM di Desa Rambu-Rambu Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan sekitar 92 km, dan berjarak sekitar 74 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kendari.Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi adalah berkebuntanaman kelapa, jambu mete, kakao, cengkeh, kopi, lada, dan pala. Perkebunan kelapa paling luas, yaitu 323 Ha, sedangkan perkebunan dengan luas areal terkecil adalah tanaman cengkeh, yaitu 6 Ha. Kegiatan peternakan, khusunya ternak sapi dianggap sesuai dengan kondisi iklim setempat karena adanya dukungan ketersediaan hijauan pakan ternak, walaupun masih mengandalkan sumber pakan dari hijauan rumput alami. Ternak sapi oleh masyarakat sekitar telah diternakkan dalam waktu yang cukup lama, namun kegiatan ini secara umum masih berjalan secara tradisional dan belum berorientasi bisnis sebagai sumber pendapatan utama karena pengetahuan dan keterampilan peternak masih terbatas. Beberapa kendala yang menjadi keluhan peternak mitra dan berhasil diidentifikasi adalah: (1) organisasi kelompok belum berjalan baik, (2) pemahaman teknik budidaya ternak sapi belum optimal,(3) Feses ternak tidak diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik, (4) Kelompok peternak mitra belum melakukan upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan berbasis sumberdaya bahan pakan lokal,khususnya sisa usahatani hasil perkebunan.  Adanya program KKN PPM ini melalui penyuluhanserta praktek didampingi tim pengabdi maka peternak sudah lebih memahami pentingnya wadah kelompok ternak, peternak paham teknik membudidayakan ternak sapi yang terintegrasi tanaman perkebunan kelapa, terampilmembuat kandang ternak sapi, danmembuat pakan jerami fermentasi maupun dalam pengolahan pupuk organik berbasis feses sapi.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA PETERNAKAN SAPI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS PAKAN DAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Rahim Aka; Arsad Sani; Musram Abadi; Rusli Badaruddin; Syamsudin Syamsudin; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Nuraini Nuraini
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.764

Abstract

Kecamatan Ladongi secara geografis terletak dibagian timur Ibu KotaKabupaten Kolaka Timur dan merupakan wilayah potensial sentra pengembangankomoditas pertanian dan peternakan. Jarak tempuh Kecamatan Landongi dengan IbuKota Kabupaten ±10 km, dan berjarak sekitar 110 km dari Kampus Universitas HaluOleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalahbertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Matapencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalah bertani palawija danhortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Masing-masing kelompoktani-ternak ini beranggotakan 5-7 orang yang bergerak di bidang usaha pertanian danpeternakan. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah iniuntuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan sapi potong. Selamatahun 2016 di Kecamatan Ladongi menunjukkan bahwa komoditas kakao dari sub sektorperkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 33.807,55 ton. Sedangkantanaman pangan untuk komoditas padi menempati posisi pertama dalam produksi, yaitu96.288 ton. Jenis ternak yang dikembangkan di Kecamatan Ladongi meliputi ternakbesar (sapi), ternak kecil (kambing dan babi), serta unggas. Jumlah ternak sapi diKecamatan Ladongi sebanyak 2.124 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-PPM ini, yaitu adanya peningkatanpengetahuan dan pemahaman kelompok mitra dalam mengembangkan keberlanjutanusahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput gajah danpakan limbah pertanian (jerami padi), peningkatan pengetahuan peternak tentang carapembuatan kandang yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang sertapemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompospada tanaman hortikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak sapiyang dilakukan melalui pembuatan demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu pula,telah teradi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualanpupuk kompos dan peningkatan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatanproduksi dari introduksi pupuk kompos yang telah dibuat.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) BERBASIS USAHA BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI HASIL PETERNAKAN DI FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALU OLEO Ali Bain; La Ode Arsad Sani; La Ode Syukur; Rusli Badaruddin; La Ode Muh. Safaat; I Putu Nara Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1457

Abstract

Lulusan perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul, yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi kelak, tetapi juga akan turut mengembangkan potensi ekonomi daerah yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian negara. Program-program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dicanangkan oleh pemerintah, sehingga banyak mahasiswa memulai aktivitas usaha sejak masa perkuliahan. Hal ini juga terjadi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, yang banyak berusaha dibidang peternakan. Beberapa jenis usaha mahasiswa Fakultas Peternakan antara lain: usaha budidaya ternak terutama ternak unggas, usaha produksi hasil peternakan, dan usaha pengolahan limbah sisa hasil peternakan. Dalam menjalankan usaha, mahasiswa peeternakan banyak menghadapi kendala diantaranya adalah sebagai berikut: kurangnya keterampilan manajemen usaha dan manajemen keuangan, Kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran yang baik, kurangnya pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi informasi, tidak adanya jejaring usaha dan kurangnya permodalan. Dalam kegiatan program pengembangan kewirausahaan (PPK) ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan bimbingan wirausaha sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam berusaha. Program pengembangan kewirausahaan ini dilaksanakan selama 3 tahun. Pada tahun pertama kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam PPK ini adalah sebagai beriku: (a) pelatihan kewirausahaan dengan manteri diantaranya menitik beratkan pada  manajemen produksi; (b) magang kewirausahaan di perusahaan yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing; (c) busisness opportunity dengan perusahaan mitra; dan (d) pemberian bantuan dana bergulir. Tahun kedua kegiatan yang dilakukan sama dengan tahun pertama, namun dalam pelatihan kewirausahaan selain aspek produksi, juga lebih banyak pembahasan aspek pemasaran produk, aspek pembiayaan usaha, dan manajemen pembukuan usaha. Tahun ketiga, selain kegiatan yang dilaksanakan pada tahun pertama dan kedua, pada tahun ini juga kegiatan pelatihan dan pembimbingan diarahkan pada proses legalitas usaha dan upaya perluasan usaha. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat tercipta minimal 5 wirausahaan baru setiap tahun, yang mampu menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghasilkan: (a) jurnal nasional terakreditasi pada Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) setiap tahun; (b) artikel media cetak lokal pada Koran Kendari Pos dan publikasi media online pada OKESULTRA.COM setiap tahun; (c) artikel prosiding seminar nasional pada tahun kedua dan ketiga; (d) paten sederhana pada tahun ketuga; (e) Usulan merk dagang produk yang dijual pada tahun ke 3 kegiatan; (f) desain produk industri pada tahun ke dua; (g)  Draf buku ber ISBN pada tahun ke 3 kegiatan.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK DARI KOMBINASI USAHA TERNAK SAPI BALI DAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BUTON UTARA La Ode Arsad Sani; Natsir Sandiah; Laode Muh Munadi; Darmin Darmin
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 9, No 2 (2021): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v9i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan dan pendapatan usaha ternak sapi yang dikombinasikan dengan usahatani yakni, perkebunan kelapa dan jambu mete di Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kambowa, Kulisusu Barat, dan Wakorumba Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling), didasarkan atas pertimbangan bahwa ketiga kecamatan tersebut mempunyai populasi ternak sapi tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Selanjutnya untuk menunjukkan keterwakilan wilayah Utara, Barat dan Selatan Kabupaten Buton Utara dan Lokasi penelitian terdapat peternak sapi yang dikombinasikan dengan usahatani perkebunan. Responden diambil secara proporsional, yaitu sebanyak 15 orang di Kecamatan Kambowa, 25 orang di Kecamatan Kulisusu Barat dan 20 orang di Kecamatan Wakorumba sehingga total responden adalah sebanyak  60 orang. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sistem pemeliharaan sapi Bali di lokasi penelitian masih didominasi oleh sistem pemeliharan ekstensif dan pengelolaan usahatani masih didominasi oleh usahatani tanaman perkebunan kelapa dan jambu mete. Rata-rata pendapatan usaha ternak sapi bali sebesar Rp. 434.333 per bulan dan usaha tani sebesar Rp. 1.197.287 per bulan. Kemudian rata-rata pendapatan usaha ternak sapi Bali yang dikombinasikan dengan usaha tani perkebunan sebesar Rp. 1.631.621 per bulan.
LIBRARY SELF SERVICE SYSTEM USING NFC AND 2FA GOOGLE AUTHENTICATOR Mychael Maoeretz Engel; Henry David Lie
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 3 No. 3 (2022): JUTIF Volume 3, Number 3, June 2022
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jutif.2022.3.3.345

Abstract

The implementation of a self-service system is already used by many libraries, mainly on self-loan books. Self-service generally only uses RFID as a medium for identifying members and borrowed books, but using RFID alone as the head of the identification process may lead to many crimes such as using someone else's member card to borrow books, scam, and so on. This study aims to propose a new business process for self loan books from the library by combining NFC or RFID technology and 2FA (two-factor authentication) to minimize the crimes such as fraudulence, scams, and so on. The results showed that the system or prototype could work and function properly. The process of reading NFC tags and the use of 2F also runs quickly and safely.
Bimbingan Teknis Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi Dan Pupuk Organik Cair Berbasis Bahan Baku Lokal Di Desa Alebo Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Natsir Sandiah; La Ode Arsad Sani; Andi Murlina; Fuji Astuty Auza; Syamsuddin Syamsuddin; Rusli Badaruddin; Takdir Saili; La Ode Nafiu; Wa Laili Salido
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v4i1.26566

Abstract

Pengembangan sistem pakan berbasis sumberdaya lokal menjadi pilar yang mendukung perkembangan produksi peternakan di Indonesia yang berkelanjutan, efisien dan kompetitif. Hasil sisa, hasil samping dan limbah berbagai jenis tanaman merupakan sumber bahan baku pakan alternatif yang potensial. Limbah pertanian seperti jerami banyak digunakan sebagai pakan ternak tetapi belum melalui teknologi pengolahan pakan, sedangkan limbah ternak berupa feses digunakan sebagai pupuk tanpa proses pengolahan serta urin hanya dibuang. Dengan demikian diperlukan konsep integrasi pertanian dan peternakan dalam rangka pelaksanaan zero waste farming. Program bina desa ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat tani-ternak dalam pembuatan pakan ternak dan pupuk organik cair biokultur dan biourin menggunakan feses dan urin sapi dalam mewujudkan zero waste farming sistem. Penggunaan bahan baku limbah dan bahan baku lokal yang telah diolah terlebih dahulu menggunakan teknik pengolahan memadai serta analisis kandungan nutrien pakan, diharapkan dapat meningkatkan utilitas dari limbah itu sendiri dan dapat menjadi solusi program pemanfaatan limbah dan pengembangan pakan. K
Co-Authors . Rahman . Rahman Abd. Rasyid Syamsuri Abdin Abdul Haadii Abdul Halim Momo Abdul Rizal Ade Ratna Sari Adrian Tawai Ahmad Fajar Alberth, Alberth Alfat, Sayahdin Alfiansyah Alfiansyah Ali Imran Amba, Dian Amiluddin Indi Amiludin Indi Amiruddin Amiruddin Ananda, S.H. Andi Murlina Andi Murlina Tasse Andini Sulfitrana Andri Ananta Andris Surahman ANSARUDDIN . AS Aku, AS Asiz N. Asma Bio Kimestri Asrifal Asrifal Asrudin, Muhamad Astriana Napirah Azwanda Azwanda Baharuddin Bahriddin Abapihi Bahtiar, . Basri, Sulaiman Danang prasetyo Darmin Darmin Deki Zulkarnain Dewi S, Rachmita Eka Suaib Era Maryanti Erna Erna, Erna Erna Sari Eva Herik Fanny Yulia Irawan Febiang Lopulalan Firman Nasiu Firman Nasiu Firman Nasiu Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuti Auza Fuji Astuty Auza Gazali Gazali Gregoria Ilyani Gunawan, Rifaldi Hafiludin Samparadja Hairil Adzulyatno Hadini Hakim, Muh Haidir Hamdan Has Harapin Hafid H. Helpi Pebriani Herman, Sriyana Hermanto T. Joewono Herwan Herwan Hidjaya, Lona I Putu Nara Prasanjaya I Wayam Sura Ibrahim, Aris Ida Sriwaty Sunarjo Ida Usman Inderawati, Inderawati Ismawati Ismawati Jabuddin, La Ode Jafar Jafar Jafriati Jaya Jaya Jubirman, Jubirman Jumareng, Hasanuddin Junaid Junaid Kasmar Kasmar Kemistri, Asma Bio Khaerudin Khaerudin Krishna Agung Santosa La Aso La Malesi La Ode Baa La Ode Hermawan La Ode Muh. Safaat La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahaba LA ODE SYUKUR, LA ODE M.R. Yosmi Antus Misran Safar Momo, Abdul Halim Muh Haidir Hakim Muh Nasir Muh. Rusdin Muh. Yasin, Muh. Muh. Yusuf Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Diwan Muhammad Diwan Muhammad Kabil Djafar Mukhsar . Munadi Munadi Musram Abadi Mustamin Anggo Mychael Maoeretz Engel Natsir Sandiah Neli, Neli Ningsih, Sitti Rahmiati Nita Nita Nono Ngadiyono Nur Santy Asminaya Nur, Rifai Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurdian, Nurdian Nurhayu Nuriadin Nuriadin Nurjani Nurjani Putra Wiadnyana Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahman Rahmat Alimuddin Rahmat Rahmat Reni, Wa Restu Libriani Rina Astarika, Rina Rinawanti, Rinawanti Rusli Badaruddin Sabay Parda, Ahmad Fainal Sahara Sahara Salsabila, Unik Hanifah Samiruddin, Samiruddin Sartina, Sartina Sediyaningsih, Sri Silondae, Ratna Sitti Sarina Sri, Helmina Surahmanto Sutiana Sutiana Syahri Nehru Husain, Syahri Nehru Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsudin Syamsudin Syukur Syukur TAKDIR SAILI Titi Titi Usman Rianse Utari, Komang Karisma Vanny Inessary W. Kurniawan Wa Fiana, Wa Fiana Wa Laili Salido Wa Ode Sunaria Wati, Dwi Asridha William Adri Sigarlaki Yaddi, Yafsin Yulistia, Iin Yuni Lestari Yuni Lestari Yusuf, La Ode Muh