Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Kasus Tatalaksana Skabies Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Pada Pasien Anak Laki-Laki Usia 10 Tahun Noviana Zara; Zilva Hayati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i2.1836

Abstract

Scabies is a parasitic infectious disease (Sarcoptes scabiei var. hominis) which is still a public health problem in the world, including Indonesia. Scabies can be transmitted through direct and indirect contact with the greatest prevalence in children, densely populated populations, poor sanitation and hygiene. Symptoms and signs of scabies include papules, vesicles, pustules or nodules accompanied by itching at night with a predilection for a thin epidermal layer. This study is a case report that aims to examine the accuracy in diagnosing and providing pharmacological and non-pharmacological (communication, information and education) treatment of scabies patients. Primary data were obtained through anamnesis (by autoanamnesis and alloanamnesis with the patient's family members) and physical examination by conducting home visits, filling out the family folder, and filling out patient files. The assessment was carried out based on the initial holistic diagnosis, process and end of the visit both quantitatively and qualitatively. In the study, a 10-year-old boy patient was found at the Pediatric Polyclinic at the Dewantara Health Center with complaints of itching all over the body, especially between the fingers, since the last 8 months. Complaints of itching worsen at night so that it disturbs the patient's sleep. The patient has two siblings who live in Dayah with the same complaint and occasionally stay at home with the patient. The patient's mother also had the same complaint. On physical examination, HR: 88x/I, RR: 18x/I, temperature: 36.5°C and nodules were found in the left palmar region of the manus, and canaliculi in the form of white straight lines with papular tips. Management in the form of communication, information and education on environmental sanitation and hygiene as well as pharmacological treatment.
Gambaran Penyakit Demam Berdarah Dengue di Poliklinik Umum Puskesmas Muara Batu Aceh Utara Khaidir, Khaidir; Zara, Noviana; Ikhsan, Ridhalul
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 1 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2022
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i1.7909

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus Dengue ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes Spp. World Health Organization (WHO, 2011) melaporkan bahwa setiap tahunnya 50 juta penduduk dunia terinfeksi virus dengue dan 2,5% dari mereka meninggal dunia. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, WHO mencatat Negara Indonesia sebagai Negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (2017), kasus DBD berjumlah 68.407 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 493 orang. Tahun 2017 terdapat jumlah kasus DBD di Aceh sebanyak 2.950 kasus, meningkat dibandingkan jumlah kasus tahun 2016 (2.631 kasus). Penderita DBD di Kabupaten Aceh Utara mencapai 108 kasus pada tahun 2016. Kejadian DBD di puskesmas Muara Batu mencapai 30 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian demam berdarah dengue di Puskesmas Muara Batu tahun 2019 yang di lakukan menggunakan metode deskriptif. Sampel dalam penelitianya itu sebanyak 130 responden, yang diambil dengan metode total sampling. Hasil analisis univariat didapatkan kejadian demam tifoid tertinggi pada usia 17-25 tahun (40%), jenis kelamin perempuan (63,3%), berpendidikan rendah (93,3%), dan tidak bekerja (63,3%).
Analisis Faktor Risiko Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Dewantara Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Irbah, Hanadhia; Zara, Noviana; Ikhsan, Ridhalul
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 1 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2022
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i1.8030

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat insufisiensi fungsi insulin. Angka kesakitan Diabetes Mellitus semakin tahun semakin meningkat baik di dunia maupun di Provinsi Aceh. Pencegahan yang tepat perlu dilakukan untuk menekan kasus Diabetes Mellitus. Usaha pencegahan Diabetes Mellitus ini dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor risikonya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang bepengaruh terhadap kejadian Diabetes Mellitus pada Puskesmas Dewantara. Rancangan penelitian berupa case control yang dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2019. Sampel penelitian berjumlah 78 orang dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh usia dengan Diabetes Mellitus (p value = 1,000, OR=0,487), tidak ada pengaruh jenis kelamin dengan Diabetes Mellitus (p value = 0,821, OR=1,228, ada pengaruh pendidikan dengan Diabetes Mellitus (p value = 0,017, OR=0,272), tidak ada pengaruh pekerjaan dengan Diabetes Mellitus (p value = 0,649, OR=0,732), tidak ada pengaruh obesitas dengan Diabetes Mellitus (p value = 0,346, OR=2,258), ada pengaruh riwayat Diabetes Mellitus keluarga dengan Diabetes Mellitus (p value = 0,000, OR=67,587), tidak ada pengaruh riwayat olahraga dengan Diabetes Mellitus (p value = 0,810, OR=1,260). Penelitian ini menunjukkan bahwa adapengaruh antara pendidikan dan riwayat Diabetes Mellitus keluarga dengan kejadian Diabetes Mellitus.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Mengenai MP-ASI dengan Status Gizi Balita Usia 6 sampai 24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Syamtalira Bayu Zirva, Afdhilla; Zara, Noviana; Akbar, Muhammad Khalilul
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 1 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2022
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i1.8031

Abstract

Status gizi ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk tertentu atau perwujudan dari nutriture (keadaan gizi) dalam bentuk variabel tertentu. Pada usia 6 sampai 24 bulan anak mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan atau yang biasa disebut dengan makanan pendamping ASI. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada balita salah satunya makanan pendamping ASI pendidikan dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan Ibu mengenai MP-ASI dengan status gizi pada balita usia 6 sampai 24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara tahun 2019. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 69 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang memiliki pendidikan tinggi mempunyai anak dengan status gizi baik sebanyak 97,7% dan ibu dengan pengetahuan baik memiliki anak dengan status gizi baik sebanyak 95,0%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pendidikan dan pengetahuan Ibu mengenai MP-ASI dengan status gizi pada balita usia 6 sampai 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara tahun 2019 (p=0,030) dan (p=0,001).
STUDI KASUS ANAK DENGAN GIZI BURUK DI DESA BLANG JRUEN PUSKESMAS TANAH LUAS TAHUN 2022 Rizki, Muhammad; Maulana, Mohd Agus; Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8090

Abstract

Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Di Indonesia, jumlah balita gizi buruk dan gizi buruk dengan stunting menurut Riskesdas 2018 masih sebesar 17.7%. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian gizi buruk dan Gizi Buruk + Stunting, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 35 bulan di desa Blang jruen tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 5 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi, pemberian makanan tambahan dari puskesmas dan dilakukan pengamatan pertumbuhannya serta dianalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 3,4 kg. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi buruk pada pasien usia 35 bulan diantaranya, ekonomi keluarga, pendidikan ibu, Infeksi, perilaku dan jumlah anggota keluarga.
Studi Kasus Stunting pada Usia 34 Bulan di Desa Cot Mee Puskesmas Nisam Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Apriani, Sri Reski; Aqsha, Radhika Kharisma Dwi; Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 2 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i2.8095

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi. Status gizi merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk tertentu atau perwujudan dari nutriture (keadaan gizi) dalam bentuk variabel tertentu. Status gizi yang bermasalah akan menghambat laju perkembangan yang dialami individu, akibatnya proporsi struktur tubuh menjadi tidak sesuai dengan usianya yang pada akhirnya akan berimplikasi pada perkembangan aspek lainnya. Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Global Nutrition Report menunjukkan Indonesia masukdalam 17 dari 117 negara, yang mempunyai tiga masalah gizi (Stunting, wasting dan overweight) pada balita. An. A, 34 bulan dengan tinggi badan yang sulit mengalami kenaikan sejak usia 12 bulan. Anak juga tampak lebih kecil dari teman seusianya. Temuan fisik didapatkan keadaan umum baik, composmentis, nadi 92x/menit, suhu 36,5oC, pernafasan 25x/menit, dan hasil pemeriksaan laboratorium normal. Status gizi An. A adalah stunting dan gizi kurang dimana berat pasien 9,6 kg dan tinggi badan 78 cm. Pasien didiagnosis dengan stunting dan gizi kurang. Kemudian diberikan tatalaksana pemberian makanan tambahan serta tatalaksana nonfarmakologi. Dilakukan pemantauan home visit sebanyak 3 kali kunjungan dari tanggal 13 Mei hingga  19 Mei 2022, dan diberikan pemberian F-75 serta edukasi terkait dengan menu makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang, menjaga personal hygiene, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Upaya Pengelolaan Skabies pada Anak 3 Tahun dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga Ayuna, Della Vega Nisha; Akbar, Muhammad Khalilul; Ikhsan, Maulana; Zara, Noviana; Dewi, Rahmia; Muna, Zurratul; Debbyousha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.9980

Abstract

Pasien An. S dibawa oleh orangtuanya datang ke Poli Anak Puskesmas Lhoksukon dengan keluhan gatal di seluruh tubuh sejak 1 bulan terakhir. Keluhan terutama di daerah sela-sela jari tangan, jari kaki serta di daerah selangkangan. Ibu Pasien menyampaikan anaknya mengeluh gatal yang dirasakan memberat saat dimalam hari. Ibu pasien mengatakan keluhan ini pertama kali muncul saat anak pertamanya pulang dari dayah saat libur sekolah. 2 minggu yang lalu pasien membawa anak pertamanya berobat ke puskesmas dengan keluhan yang sama sebelum ia balik ke Dayah (Pesantren). Saat ini pasien baru saja membawa An. S untuk berobat dengan keluhan yang juga sama. Hasil pemeriksaaan didapatkan HR : 87 x/i, RR : 18 x/i, Suhu: 36,5ï‚°C. Data primer diperoleh melalui alloanamnesa dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Intervensi yang dilakukan diantaranya adalah edukasi tentang penyebab skabies kepada keluarganya, edukasi sanitasi lingkungan dan kebersihan serta tatalaksana penyakit tersebut serta menjelaskan komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit pasien agar pasien keluarga pasien lebih menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan.
Upaya Pengelolaan Skabies dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga pada Anak Usia 9 Tahun Wahyuni, Hendra; Zara, Noviana; Syafridah, Anita; Zahara, Cut Ita; Namira, Isra
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.10023

Abstract

Tingginya prevalensi skabies dapat disebabkan oleh kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, higienitas yang buruk, ketersediaan air bersih serta kepadatan penghuni rumah. Skabies di Indonesia menduduki urutan ke tiga dari dua belas penyakit kulit tersering. Pasien An. P usia 9 tahun dengan jenis kelamin perempuan, mengeluhkan gatal pada sela jari tangan yang dirasakan sejak dua bulan yang lalu, dan memberat dalam 2 hari ini. Namun pasien masih memiliki derajat fungsional 1 dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Faktor internal pada pasien yaitu higienitas pribadi yang buruk seperti handuk diunakan bersama dan tidur bersama dengan anggota keluarga yang lain. Faktor eksternal pada pasien yaitu lingkungan rumah yang tidak bersih, rendahnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakit skabies. Upaya penatalaksanaan secara holistik dan komprehensif menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berupa edukasi mengenai penyebab, penularan, pengobatan serta pencegahan penyakit. Penyakit skabies sulit diberantas bila tidak disertai dengan perubahan pola hidup bersih dan sehat
Upaya Pengelolaan Tinea Corporis pada Anak Usia 3 Tahun dan Underweight dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga Gusfanny, Dio; Surayya, Rahmi; Ikhsan, Maulana; Zara, Noviana; Debbyousha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10024

Abstract

Pasien laki-laki berusia 3 tahun 6 bulan mengeluhkan bercak kemerahan disertai gatal sejak 5 hari yang lalu. Pasien baru kali ini berobat di Puskemas terkait keluhan tersebut. Pasien di diagnosis sebagai Tinea Corporis. Terapi yang digunakan pada pasien yaitu cetirizine sirup 2x2,5 mg dan Miconazole cream yang dioleskan 2 kali sehari. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk mencegah perparahan Tinea corporis yang dapat meluas ke area tubuh yang lain serta menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat
Studi Kasus Gizi Buruk pada Anak Usia 35 Bulan di Desa Keude Krueng Puskesmas Kuta Makmur Tahun 2023 Siregar, Wina Yunida M; Putri, Narisha Amelia; Septina, Viola; Zara, Noviana; Fardian, Nur; Mardiati, Mardiati; Fitriani, Julia; Maulina, Meutia; Husna, Cut Asmaul; Debbyosha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.10052

Abstract

Gizi buruk pada balita adalah keadaan darurat medis dengan risiko terganggunya pertumbuhan dan perkembangan pada anak, bahkan kematian. Anak-anak berpotensi menderita gangguan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Di Indonesia, gizi buruk masih menjadi beban tersendiri, dengan jumlah balita dengan Z-score <2 SD masih sebesar 17.7%, menurut data Riskesdas 2018. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian gizi buruk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 29 bulan di desa Keude Krueng tahun 2023. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 4 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi, pemberian makanan F100  dan dilakukan pengamatan pertumbuhannya serta dianalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 8,5 kg. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi buruk pada pasien usia 35 bulan diantaranya, ekonomi keluarga, pendidikan ibu, Infeksi, perilaku dan jumlah anggota keluarga.
Co-Authors Aditya Fajar Perkasa Agiara, Lisna Ahmad Fauzan Ajeng Dwi Syafira Akbar, Muhammad Khalilul Al Muqsith, Al Muqsith Albin, Iskandar Alya Fadila Husna Ami, Ghisca Chairiyah Andi Saputra Angie Delashynta Rianda Anita Aris Anna Millizia Anna Millizia Apriani, Sri Reski Aqsha, Radhika Kharisma Dwi Aragibinafika, Aragibinafika Ardiansyah, Tgk. Fikri Ariba Nadiva Ayk, Dara Arif, Muhammad Fathul Ayuna, Della Vega Nisha Azari, Ayu Pramita Azman Bripo Balqis, Aisyah Br Tarigan, Ayu Permata Sari Chairina, Nanda Cut Asmaul Husna, Cut Asmaul Cut Ita Zahara, Cut Ita Cut Khairunnisa Danisa Indira Fatma Debbyosha, Maulina Dira Putri Nabila Fauzan, Rivhan Fitriani, Julia Fona, Tischa Rahayu Gusfanny, Dio Haifa Ayu Dinarsono Putri Harahap, Dwi Agustian Hasibuan, Aulia Arista Henny Putri Wahyuni Humairah, Helma Ikhsan, Maulana Ikhsan, Ridhalul Ilhami Surya Akbar , Teuku Imanda, Fetty Indira Fatma, Danisa Intan Zuryani Irbah, Hanadhia Ita Zahara, Cut Jannah, Jauza Raudhatul Jarita Jarita Julia Fitriany Julia Fitriany, Julia Julistia, Rini Juwita Sahputri Khaidir Khaidir, Khaidir Khairatunnisa Khairatunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Kharimah, Akhlakul Kholilullah, Vina Zaynah Lubis, Aisyah Nita Yasmin Lubis, Dzakwan Hakim M. Hafizd Fadhri Mailyn, Yaiza Aynaya Mardiati Mardiati Mardiati Mardiati Mardiati Mardiati Maulana Arya Jimbaran Maulana, Mohd Agus Maulina Debbyousha Maulina, Mutia Mauliza Mauliza Mauliza, Ade Mauliza, Mauliza Meutia Maulina, Meutia Meutia, Zahra Muhammad Alief Hawari Muhammad Arvin Harwansya Muhammad Bayu Rizaldy Muhammad Daniyal Muhammad Iqbal Muhammad Rizki Muhammad Syifa Albi Nasution Muhammad Yasir Muhammad Yasir Mulyati Sri Rahayu Mumtaz Alvira Muna, Zurratul Munthe , Kania Wiritanaya Mutia, Cut Mulya Muzainy, Nurhafizah Nabiilah, Anis En Nadia Alkhalifa Nadia Karimah Nadira , Cut Sidrah Nadira, Cut Sidrah Namira, Isra Narisha Amelia Putri Nashirah, Arini Nasution, Muhammad Husni Fansury Nina Herlina Nora Maulina Nora Maulina, Nora novalia, vera Nur Fardian Nur Fardian, Nur Nurul Afni Pohan, Adli Kurniawan Puan Nassya Amalia Islamy Puan Nassya Amalia Islmay Putri, Baluqia Iskandar Putri, Narisha Amelia Rahmi Surayya Rahmia Dewi, Rahmia Raudah Novita Putri Ridhalul Ikhsan Rinawati Rinawati Rizaldi, Muhammad Bayu Rizka, Adi Rozi, Dwi Novlita Sahputri, Juwita Saiful Ramadhan Sarah Rahmayani Siregar Sari, Bungsu Keumala Savitri, Dhannisa Ika Sawitri, Harvina Sayuti, Muhammad Septina, Viola Siratul Wahyuni Siregar, Anisah Nazrah Siregar, Dita Adhyaksa Siregar, Wina Yunida M Sri Yulianti Syafridah, Anita Teuku Ilhami Surya Akbar Teuku Yudhi Iqbal Tyahnandari, Febby Ulfa Zahara Uljannah, Annisa Utariningsih, Wheny Wahyuni, Hendra Wahyuni, Siratul Yolanda Restiani Yuziani, Yuziani Zahrawanda Ashfarina Muslim Zakiyya, Sarah Zikra Ihtasya Annabila Zilva Hayati Zirva, Afdhilla Zubir, Zubir Zuryani, Ulfa