Claim Missing Document
Check
Articles

Rambusa (Passiflora foetida L) vs. Free Radicals: In Vitro Study with DPPH Method Dewi Sari Mulia; Evi Mulyani; Muhammad Ikhwan Rizki; Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7344

Abstract

ABSTRAK             Rambusa (Passiflora foetida L) adalah tumbuhan obat yang banyak terdapat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Beberapa bagian tumbuhan dari rambusa diketahui memiliki aktivitas antioksidan termasuk di bagian daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun rambusa yang berasal dari Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) yang diukur serapannya dengan Spektrofotometer UV Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak etanol daun rambusa senilai 93,269 μg/mL. Meskipun nilai IC50 yang diperoleh lebih rendah dibandingkan senyawa antioksidan standar seperti kuersetin, nilai IC50 dari ekstrak etanol daun rambusa asal Kalimantan Tengah masih lebih tinggi dibandingkan daun rambusa yang diperoleh dari daerah lain Kata Kunci—antioksidan, DPPH, Kalimantan Tengah, Passiflora foetida, rambusa  ABSTRACT Rambusa (Passiflora foetida L) is a medicinal plant that is widely found in various regions in Indonesia, including in Central Kalimantan. Some parts of the plant of rambusa are known to have antioxidant activities including in the leaves. This study aims to determine the antioxidant activity of rambusa leaves from Central Kalimantan. The method used was 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method which was measured by UV Vis spectrophotometer. The results obtained showed IC50 values of ethanol extract of rambusa leaves worth 93.269 μg/mL. Although the IC50 values obtained were lower than the standard antioxidant compounds such as quercetin, the IC50 value of the ethanol extract of the leaves of rambusa from Central Kalimantan was still higher than that of the rambusa leaves obtained from other regions or some other medicinal plant extracts. Keywords— antioxidants, DPPH, Central Kalimantan, Passiflora foetida, rambusa
FTIR and Chemometrics Application on Determination of Total Flavonoid Content of Pasak Bumi Root Extract (Eurycoma longifolia Jack.) Liling Triyasmono; Ana Ulfah; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar; Totok Wianto; Heri Budi Santoso
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.7923

Abstract

The combination of FTIR and chemometrics is an alternative method on determination of total flavonoid content of pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) root extract. This study aims to determine the method of FTIR and chemometrics can be used for determination of total flavonoid content and determine the total flavonoid content of E. longifolia root extract using FTIR and chemometrics. The samples from three growing area were determined their flavonoid content by colorimetric method and measured their absorbance by FTIR spectrophotometer. The analysis was done by PCA chemometrics to grouping IR spectra based on growing area and PLSR to determine prediction model of total flavonoid content of E. longifolia root extract. The best grouping and prediction model is shown by IR spectra in the range of wavenumbers 1800-1540 cm-1 with  total variation is 99%  and prediction model with equation y = 0.995x + 0.002 (R2 calibration = 0.995; R2 validation = 0.970; RMSEC = 0.008; RMSECV = 0.021). The total flavonoid content of E. longifolia root extract (% b/b ± SD) from Mandiangin, Condong, and Sabuai is 0.225 ± 0.009; 0.437 ± 0.007; and 0.466 ± 0.016 (R2 = 0.995 and RMSEP = 0.008). Based on this, the combination of FTIR and chemometrics can be used to predict the total flavonoid content of unknown E. longifolia root extract
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antitirosinase Fraksi n-Butanol Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) Secara Kualitatif Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Aditya Maulana Perdana Putra; Muhammad Ikhwan Rizki; Titin Nor
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.11160

Abstract

Kerusakan oksidatif dalam tubuh manusia dapat disebabkan oleh radikal bebas, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan. Daun P. canescens memiliki kandungan senyawa fenolik, tanin, alkaloid, steroid, saponin dan flavonoid yang potensial sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan uji aktivitas antioksidan dan antitirosinase fraksi n-butanol daun sungkai secara kualittaif menggunakan kromatografi lapis tipis. Metode yang digunakan yaitu preparasi sampel dengan pembuatan simplisia yang kemudian diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil ekstrak kental kemudian difraksinasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan n-butanol. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan, dan antitirosinase secara kualitatif menggunakan kromatografi lapis tipis. Hasil rendemen ekstrak etanol daun P. canescens yaitu sebesar 7,28% sedangkan rendemen fraksi yaitu 24,8%. Skrining fitokimia ekstrak etanol P. canescens mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, tanin, saponin, dan fenol. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu fraksi n-butanol daun P. canscens berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang ditandai adanya noda kuning pucat setelah penyemprotan dengan reagen DPPH, serta berpotensi memiliki aktivitas antitirosinase secara kualitatif yang ditandai dengan adanya bercak putih pada plat KLT. Kata Kunci: DPPH, L-DOPA, Asam askorbat, Enzim  Oxidative damage in the human body can be caused by free radicals, causing various problems. P. canescens leaves contain phenolic compounds, tannins, alkaloids, steroids, saponins and flavonoids that have potential as antioxidants. The purpose of this study was to test the antioxidant and antityrosinase activity of the n-butanol fraction of sungkai leaves qualitatively using thin layer chromatography. The method used is sample preparation by making simplicia which is then extracted by maceration using 96% ethanol. The viscous extract was then fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol as solvents. Furthermore, phytochemical screening, antioxidant activity, and antityrosinase tests were carried out qualitatively using thin layer chromatography. The yield of P. canescens leaf ethanol extract was 7.28%, while the fraction yield was 24.8%. Phytochemical screening of P. canescens ethanol extract containing alkaloids, flavonoids, terpenoids, steroids, tannins, saponins, and phenols. The conclusion obtained from this study is that the n-butanol fraction of P. canscens leaves has the potential to have antioxidant activity which is indicated by a pale yellow stain after spraying with DPPH reagent, and has the potential to have qualitative antityrosinase activity which is indicated by the presence of white spots on the TLC plate.
Empowering Patients through Education on Medication Use during Fasting at Martapura 2 Community Health Center Cut Nadia Anne Sanha; Inatsa Dwi Tatsbita; Ira Qadariah; Dinna Fitria Kumala; Muhammad Ikhwan Rizki; Satrio Wibowo Rahmatullah; Anna Khumaira Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18382

Abstract

Bulan Ramadhan menyebabkan perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat yang berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat sehingga diperlukan edukasi yang tepat dari tenaga kefarmasian. Peran apoteker dalam kegiatan promotif dan preventif sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat secara rasional selama puasa. Keterbatasan pemahaman pasien di Puskesmas Martapura 2 mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan dan perizinan, dilanjutkan penyusunan materi serta pembuatan leaflet edukasi, kemudian pemilihan 20 responden dengan teknik accidental sampling pada 21 Februari 2026, pelaksanaan edukasi individual menggunakan metode one-on-one disertai pre-test dan post-test, serta evaluasi melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 20-40 tahun (50%), perempuan (70%), dan pendidikan SMA/sederajat (50%). Peningkatan pengetahuan tertinggi terdapat pada instruksi penggunaan obat selama puasa sebesar 89,47%, diikuti rute pemberian obat dan kepatuhan minum obat masing-masing 45%, sedangkan peningkatan terendah pada cara konsumsi obat sebesar 15% karena nilai awal sudah tinggi. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terkait pengelolaan obat selama puasa dan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dengan konseling berbasis brosur dan pelaksanaan berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Farmasi, Pemberdayaan Pasien, Penggunaan Obat, Puasa, Ramadhan Ramadan leads to changes in eating patterns and medication schedules that may increase the risk of medication use errors, thereby requiring appropriate pharmaceutical education. The role of pharmacists in promoting and preventing medication errors is essential to improving patients’ understanding of rational medication use during fasting. Limited patient knowledge at Puskesmas Martapura 2 encouraged the implementation of this health education program. The activity began with problem identification and obtaining administrative permission, followed by the development of educational materials and leaflet design, the selection of 20 respondents using accidental sampling on February 21, 2026, the implementation of individual one-on-one education accompanied by pre-test and post-test, and evaluation through comparison of scores before and after the intervention. The results showed that respondents were predominantly aged 20-40 years (50%), female (70%), and had a senior high school education (50%). The largest increase in knowledge was observed in medication use instructions during fasting (89,47%), followed by routes of administration and medication adherence (45% each), while the smallest increase was observed in medication consumption methods (15%) due to high baseline scores. This educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of medication management during fasting and has the potential to be implemented more broadly with leaflet-based counseling and sustainable programs.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Pengenalan Konsep Kefarmasian Pada Pelajar SDN Akar Bagantung Lukman Mahdi; Nashrul Wathan; Muhammad Ikhwan Rizki; Satrio Wibowo Rahmatullah; Novia Fahrina Purnama Sari; Hema Novita Rendati; Risa Susanti; Yuniarti Suryatinah; Nur Mahdi; Rina Astiyani Jennah; Dinna Fitria Kumala
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v11i1.397

Abstract

Kesehatan menjadi fondasi penting bagi anak untuk merespons tantangan berbagai penyakit di era ini. Anak perlu distimulasi sedini mungkin untuk membangun karakter peduli kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Meskipun saat ini informasi mudah diakses, kemampuan anak dalam menyaring informasi masih kurang sehingga perlu edukasi secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar SDN Akar Bagantung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kefarmasian. Sebanyak 32 pelajar menjadi responden. Teknik edukasi menggunakan pembelajaran aktif yakni ceramah interaktif, video pembelajaran, dan simulasi. Tingkat pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan setelah pembelajaran (posttest). Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 68,75% siswa SDN Akar Bagantung menunjukkan peningkatan pengetahuan terkait PHBS dan kefarmasian. Nilai rata-rata gabungan pelajar setelah diberi edukasi adalah 95,31. Edukasi menggunakan pembelajaran aktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan pelajar SDN Akar Bagantung mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta kefarmasian.
Co-Authors Abda Abda Aghna Mafruha Zahrah, Aghna Mafruha Agung Nugroho Agustina, Ni Kadek Ayu Akbar, Nabila Hadiah Akhmad Nabil Akhmad Nabil, Akhmad Akhsanul Rahmatullah Alfandani, Gina Alifni Adha Bakti Amali, Dzikra Aulia Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa, Amalia Amalia Khirunnisa Ana Ulfah Anna Humaira Anna Khumaira Sari Anna Khumaira Sari Aprianto . Arnida Arnida Arnida Arnida Aulea Rahmawati Ayulia Dwi Sandi, Dita Azhara, Desiya Damayanti Baharuddin Yusuf Baharudin Yusuf Barkinah, Tut Beny Rahmanto Beny Rahmanto Beny Rahmanto Buih, Putri Helena Junjung Cut Nadia Anne Sanha Devi Eka Pratama Dewi Kartika Dewi Sari Mulia Dewi, Anita Ratna Difa Intannia Dinna Fitria Kumala Dinna Fitria Kumala Dyah Anggraeni Effendi, Ibrahim Rully Evi Mintowati Evi Mintowati, Evi Evi Mulyani Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fadlillaturahmah Fadlillaturahmah Fajar Lestari Fajar Lestari Fajar Lestari Fariz, Abshar Fauzi, Rakhmat Gina Alfandani Hayatun Izma Helmina Wati Hema Novita Rendati Heri Budi Santoso Herningtyas Nautika Lingga Hilneser Simamora Humaidy, Mizan Inatsa Dwi Tatsbita Ira Qadariah Izma, Hayatun Khalifah, Sefa Nur Khoerul Anwar Khoerul Anwar Khoerul Anwar Khumaira Sari, Anna Kirana, Rita Laura Sarwo Liling Triyasmono Lukman Mahdi Lutfi Chabib, Lutfi Madani, Al Malahayati, Siti Maman Turjaman Maman Turjaman Ma’shumah Ma’shumah Metty Amperawati Mia Fitriana Mohammad Rizki Fadhil Pratama Muhammad Rusydi Taufik Mutia Mawaddah Naning Kisworo Utami Nashrul Wathan Nazhipah Isnani Normaidah, Normaidah Novia Fahrina Purnama Sari Nur Mahdi Nurlely, Nurlely Okta Muthia Sari Oktavia Indrati, Oktavia Putra, Aditya Maulana Perdana Rabiatul Adawiyah Rahma, Salsabila Fadiya Rahmanto, Beny Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Aulea Ramadhan, Fery Ramadhani , Syahrizal Ratnapuri, Prima Happy Redanti, Hema Novita Rina Astiyani Jennah Risa Susanti Rorry Adivrio Rizky Salamiah . Salamiah Salamiah Samsul Hadi Saragih, Triando Hamonangan Sari , Anna Khumaira Sari, Fitri Novita Sholihin, Muhammad Aditya Silviana, Mega Siswadi Siswadi Sofia Suratno Suratno Surya Wahyudi Susiani, Eka Fitri Susy Andriani Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Syifa Auliani Syifa Auliani Titin Nor Tjitradi, Sukhito Yohanes Totok Wianto Valentina Meta Srikartika Vonny Khresna Agung Suhadi Mohammad Hakimi Dewi Wawan Halwany Wawan Halwany Wawan Halwany Wawan Halwany, Wawan Yuni Kartika Yuniarti Suryatinah