Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Jamu Ternak Terhadap Penampilan Produksi Ayam Kampung Umur 7 Sampai 12 Minggu Sufardiman Sufardiman; Nuraini Nuraini; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 2 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i2.18043

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama ± 2 bulan pada bulan Maret sampai bulanApril 2016. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jamu ternak terhadappenampilan produksi ayam kampung umur 7 sampai 12 minggu. Rancangan penelitianyang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) dengan4 (empat) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan dengan susunan perlakuan A0 = air minum tanpajamu (kontrol), A1 = air minum dengan jamu 1% (v/v), A2 = air minum dengan jamu 2%(v/v) dan A3 = air minum dengan jamu 3% (v/v). Variabel yang diamati yaitu konsumsipakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan bobot karkas ayam kampung umur 7-12 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisys of variance (ANOVA).Perlakuan yang berpengaruh nyata terhadap peubah diuji lanjut dengan menggunakan ujiBeda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan pemberian jamu ternak pada airminum berpengaruh nyata terhadap bobot karkas ayam kampung umur 7-12 minggu, tetapitidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan, PBB, dan konversi pakan dan pemberian jamuternak 3 % memberikan persentase karkas yang nyata lebih tinggi dibandingkan pemberian1 % dan 2 %.
Pengaruh Pemberian Enzim Fitase Terhadap Persentase Karkas, Giblet Dan Lemak Abdominal Ayam Broiler Irma Wati; La Malesi; Restu Libriani; Asma Bio Kimestri
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 4 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i4.28702

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian enzim fitase terhadap persentase karkas, giblet dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 = 0% ke dalam jagung giling (kontrol), P1 = enzim fitase 0,040% ke dalam jagung giling, P2 = enzim fitase 0,045% ke dalam jagung giling, P3 = enzim fitase 0,050% ke dalam jagung giling. Parameter yang diamati adalah persentase karkas, giblet dan lemak abdominal ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim fitase pada level berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, giblet dan lemak abdominal ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian enzim fitase pada level berbeda tidak berpengaruh terhadap persentase karkas, giblet dan lemak abdominal ayam broiler.Kata Kunci: Ayam broiler, Enzim Fitase, Giblet, Karkas, Lemak Abdominal.
Penampilan Produksi Burung Puyuh (Cortunix-cortunix japonica) Fase Layer yang Diberikan Tepung Tauge Kacang Hijau (Phaseolus padiatus L) pada Level yang Berbeda Sen Muliana; Natsir Sandiah; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 4 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i4.16917

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Unit Ilmu Ternak Unggas, FakultasPeternakan, Universitas Halu Oleo, Kendari selama 6 minggu pada April sampai bulan Mei2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan produksi burung puyuh(Cortunix-cortunix japonica) fase layer yang diberikan tepung tauge kacang hijau (Phaseolusradiatus L) pada level yang berbeda. Bahan penelitian yang digunakan adalah burung puyuh(Cortunix-cortunix japonica) fase layer berumur 6 bulan sebanyak 64 ekor yang diberipenambahan tepung tauge kacang hijau (Phaseolus radiatus L) dalam pakan. Rancagan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan.Perlakuan pada penelitian ini yaitu: pakan basal tanpa penambahan tepung tauge kacang hijau(P0), pakan basal + 3% tepung tauge kacang hijau (P1), pakan basal + 6% tepung tauge kacanghijau (P2) dan pakan basal + 9% tepung tauge kacang hijau (P3). Parameter yang diamati adalahkonsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian tepung tauge kacang hijau (Phaseolus radiatus L) hingga 9% dalam pakantidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, bobot telur dan konversi pakan.Sedangkan pemberian tepung tauge kacang hijau(Phaseolus radiatus L) berpengaruh sangatnyata (P<0,01) terhadap produksi telur. Kesimpulannya, pemberian tepung tauge kacang hijauhingga 9% tidak mempengaruhi performa burung puyuh.
Penampilan Produksi Ayam Broiler pada Pemberian Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica Less) pada Level yang Berbeda Melalui Air Minum. Salwati Salwati; Nuraini Nuraini; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 2 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i2.16858

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penampilan produksi ayam broiler pada pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) pada level yang berbeda melalui air minum. Materi yang penelitian ini terdiri atas 80 ekor ayam broiler yang diperoleh di PT Malindo dengan umur yang sama dan daun beluntas yang bisa diperoleh dari pinggiran bakau. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rataan konsumsi pakan yang diberikan ekstrak daun beluntas dalam air minum yaitu P0 = 80,90 g/ekor/hari, P1 = 79,11 g/ekor/ hari, P2 = 82,85 g/ekor/ hari, P3 = 82,22g/ekor/ hari. Hasil rataan konsumsi air minum yaitu P0 = 139,32 ml, P1 = 147,14 ml dan pada P2= 145,95 ml serta P3= 135,82 ml. Rataan pertambahan bobot badan ayam yaitu P0 = (48,02), P1= (43,59), P2= (49,78) dan P3= (45,85) g/ekor/hari. Konversi pakan yaitu P0 = 1,70, P1 = 1,82 (5%) dan pada P2= 1,67 (10%) serta P3= 1,79.(15%). Penelitian dengan penambahan ekstrak daun beluntas 5-15 ml kedalam air minum tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan.
Hubungan Antara Bobot Badan dan Ukuran-ukuran Dimensi Tubuh Kambing Kacang di Kabupaten Konawe Minayanti Minayanti; La Malesi; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 2 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i2.18033

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara bobotbadan dan ukuran-ukuran dimensi tubuh kambing Kacang di Kabupaten Konawe. Penelitian inidilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Materi penelitian sebanyak 287 ekor yang terdiri atas91ekor jantan dan 196 ekor betina, kemudian dikelompokkan berdasarkan umur ternak yaituumur 4-6 bulan, 7-12 bulan,13-24 bulan, 25-36 bulan, dan 37-48 bulan. Pengukuran variabelsampel penelitian meliputi bobot badan, panjang badan, lebar dada, lingkar dada, dan tinggipundak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan kambing Kacang jantan dan betinaumur 4-6 bulan berkorelasi sangat kuat dengan panjang badan (r = 0,786; dan r = 0,843),sedangkan kambing jantan dan betina umur 7-12 bulan berkorelasi sangat kuat dengan lingkardada dan tinggi pundak (r = 0,786; dan r = 0,724), kambing jantan dan betina umur 13-24bulan berkorelasi sangat kuat dengan lingkar dada dan lebar dada (r = 0,863; dan r = 0,490),kambing jantan dan betina umur 25-36 bulan berkorelasi sangat kuat dengan lebar dada dengannilai korelasi (r = 0,730; r = 0,739), kambing jantan dan betina umur 37-48 bulan berkorelasisangat kuat dengan panjang badan dan lebar dada (r = 0,978; danr = 0,584). Kesimpulan daripenelitian ini adalah panjang badan memiliki korelasi paling kuat dengan bobot badan.
Evaluasi Komposisi Botani dan Kapasitas Tampung Padang Penggembalaan Lemosangi di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana Fazlur Ibnul Salam; La Malesi; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 2 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i2.45340

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi botani dan kapasitas tampung pada padang penggembalaan Lemosangi di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dimulai pada bulan Oktober sampai November 2022 yang bertempat di Padang Penggembalaan Lemosangi Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hijauan rumput, leguminosa dan gulma dengan luas padan penggembalaan 34 hektar. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah menghitung kapasitas tampung dan komposisi botani. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi botani yang terdapat di padang penggembalaan Lemosangi didominasi oleh rumput dengan presentase (91,15%), leguminosa (1,99%) dan gulma (6,86%) dengan kapasitas tampung di padang penggembalaan Lemosangi tergolong rendah yaitu 0,03 UT/ha/tahun. Kata kunci: Kapasitas Tampung, Komposisi Botani, Padang Penggembalaan
Performa Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Fase Grower yang diberi Kombinasi Herbal (Jahe, Kunyit dan Daun Sirih) Melalui Air Minum dengan Dosis Berbeda. Ahmad Basrun; Hamdan Has; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 3 (2021): JIPHO (JURNAL ILMIAH PETERNAKAN HALU OLEO)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i3.19690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performa Puyuh (Coturnix CoturnixJaponica) Fase Grower yang diberi Kombinasi Herbal (Jahe, Kunyit, dan Daun Sirih) MelaluiAir Minum dengan Dosis Berbeda.Materi penelitian yang digunakan yaitu burung puyuh(coturnix coturnix japonica) yang berumur 14 hari dengan jumlah total puyuh 100 ekor denganjenis kelamin jantan dan betina. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalahkonsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan analisis sidik ragam akan dilakukan uji lanjut dengan uji duncan.Hasil penelitianpemberian ramuan herbal menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsiransum dengan nilai 17,040 g, 15,811 g, 15,886 g, dan 16,279 g. Pertambahan bobot badanberpengaruh tidak nyata (P>0,05) dengan nilai 3,35 g, 3,49 g, 3,42 g, dan 3,46 g. Konversipakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) dengan nilai 5,11, 4,59, 4,68, dan 4,71.Kesimpulanbahwa pemberian ramuan herbal melalui air minum dengan dosis berbeda hingga taraf 15%belum mampu meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversipakan.
Penampilan Produksi Ayam Broiler yang Diberi Gula Aren pada Air Minum. La Ode Sahidin; La Malesi; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 4 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i4.16932

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penampilan produksi ayam broiler yangdiberi gula aren pada air minum. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari mulai dari bulanJanuari sampai Februari 2019 yang bertempat di Herman Farm, Jalan Lepo-lepo Indah,Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Rancanganpenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL),dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0 = Air minum tanpa perlakuan, P1 2% = 20 gram gulaaren + 980 gram air, P2 4% = 40 gram gula aren + 960 gram air, P3 6% = 60 gram gula aren +940 gram air. Variabel dalam penelitian yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dankonversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ragam (ANOVA) Jika perlakuanmenunjukan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji (Duncan). Rataan konsumsi pakanayam broiler umur 35 hari adalah berada pada kisaran (P2) 137.74 ± 6.49 g/ekor/hari. (P0)148.82 ± 3.02 Rataan pertambahan bobot badan berada pada kisaran (P2) 75.45 ± 3.42g/ekor/hari - (P1) 78.89 ± 1.79. Rataan konversi pakan berada pada kisaran (P3) 1.76 ± 0.03 -(P0) 1.90 ± 0.13. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian gula aren pada air minumberpengaruh nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05)terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan.
Evaluasi Kualitas Nutrien Hidroponic Green Fodder Jagung Kuning (Zea mays L.) sebagai Pakan Ternak Ruminansia pada Umur Panen yang Berbeda Iska Fariska; Ali Bain; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 2 (2022): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i2.25071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrien tanaman hidroponik green fodder jagung kuning pada umur panen yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 pengulangan. Sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P1 = Umur panen 8 hari, P2 = Umur panen 10 hari, P3 = Umur panen 12 hari, P4 = Umur panen 14 hari. Parameter yang diukur yaitu kadar bahan kering (BK), kadar bahan organik (BO), kadar protein kasar (PK) dan kadar serat kasar (SK). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidroponik green fodder jagung kuning dengan umur panen yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar green fodder jagung kuning. Pemanenan yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 yaitu pada umur panen 8 hari mampu menghasilkan kandungan protein kasar 17 %. Umur panen yang paling lama (14 hari) menghasilkan kadar bahan kering, bahan organik dan protein kasar yang paling rendah dan kadar serat kasar yang paling tinggi.
Pengaruh Pemberian Sari Daun Kelor Melalui Air Minum Terhadap Bobot Potong, Persentae Karkas, Giblet dan Lemak Abdominal Ayam Broiler Umur 5 Minggu I Kadek Jefri; Hamdan Has; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 3 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i3.16878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhp emberian sari daun kelormelalui air minum terhadap bobot potong, persentase karkas, persentase giblet danpersentase lemak abdominal ayam broiler umur 5 minggu. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan, setiap unit perlakuanterdiridari 5 ekor ayam. Variabel dalam penelitian ini yaitu bobot potong, persentase karkas,persentase giblet dan persentase lemak abdominal. Data penelitian yang diperolehkemudian dianalisis secara sidik ragam dari RAL yang menunjukan bahwa pemberian saridaun kelor melalui air minum ayam broiler umur 5 minggu tidak memberikan pengaruh(P>0,05) terhadap bobot potong, persentas
Co-Authors Abda Abda Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Achmad, Diska Bintayani Ade Ramadani Ade Yuni Sahruni Adrianus Adrianus Ahmad Basrun Ahmad Basrun Ali Bain Alvirna Wati Amiluddin Indi Ananda, Siti Hadrayanti Andi Khaeruni Andi Marwan Arianto Andi Murlina Tasse Anindyaningrum Zainal Putri Anwar Anwar Apriliyan Yusuf Ardiansyah Ardiansyah AS Aku, AS Asis Surajat Asma Bio Kimestri Astriana Napirah Barus, Rizki Al Khairi Budiman Budiman Deki Zulkarnain Denvy Meidian Daoed Desak Ayu Melita Ari Sintia Diana Sri Susanti Dicky Virgianto Sewangi Dicky Virgianto Sewangi Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Erfin Erfin Fachriza, Riza Fadilla, Zahra Jinan Fadli Ma&#039;mun Pancar Fahmi, Katren Tika Fazlur Ibnul Salam Fian Rahma Wati Firman Nasiu Fredy Fredy Fredy Fredy Fuji Astuty Auza Ginting, Nina Maksimiliana Hajar Hajar Hamdan Has Harapin Hafid H. Hasniar Hasniar Hasniar Hasniar, Hasniar Husna Husna I Kadek Jefri Ibrahim, Anita Mustika INDRAYANI INDRAYANI Irine Ike Praptiwi, Irine Ike Irma wati Iska Fariska Jamaludin . Jefri Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Kemistri, Asma Bio Kiki Asmaul Husnah Kiki R Hasana La Ode Arsad Sani La Ode Ba’a La Ode Ba’a La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahidin Mani Yusuf Maya Sari Rupang Maya Sari Rupang Rupang Mega Ayu Yusuf Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Meygi Caecarika Putri Ilahude Minayanti Minayanti Muh Ardiansyah Muh. Haidir Hakim Muh. Haidir Hakim Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala MUKRIMIN MUKRIMIN Murni Nia Musdalifah, Nurul Nanang Hardiana Natsir Sandiah Nongtit, Nikodemus Nur Santy Asminaya Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurcholis Nurcholis Nurhayu Nurhayu Nurhayu Nurhening Yuni Ekowati Nurlia, Sitti Pamungkas, Wiyan Afriyanto Pancar, Fadli Ma'mun PARJONO Parjono Parjono Passali, Daud A Peni Patriani Puput Sabrina Qalbi Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putra, Don Jaya Putu Budi Sriastini Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rachmawati Hasid Rahman Rahman Rahman Rahmanpiu, Rahmanpiu Restu Libriani Riez Kifli Kolewora Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul RR. Ella Evrita Hestiandari Rupang, Maya Sari Sabila, Wa Ode Winda Winda Nur Salam, Fazlur Ibnul Salomina sambolinggi, Salomina Salwati Salwati Samsida Samsida Samsul Alam Fyka Saujiman Okta Dewa Sen Muliana Suarni S Sufardiman Sufardiman Sulfiar, Ahmat Endang Two Surahmanto Suriani, Wa Ode Suryadi Pinang Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Tambing, Titin Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Tri Endrawati Vit Neru Satrah W. Kurniawan Wa Ode Mulyana Wa Ode Winda Winda Nur Sabila Wahida Wahida Wati, Alvirna Yesti Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus Zahra Jinan Fadilla