Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Fisiko Kimia Pelet Dedak Padi dengan Menggunakan Jenis Perekat yang Berbeda Dicky Virgianto Sewangi; La Malesi; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i2.35585

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Uji Fisiko Kimia Pelet Dedak Padi dengan Menggunakan Jenis Perekat yang Berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Masing-masing perlakuan menggunakan dedak padi sebanyak 4 kg. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P1 = dedak padi + 3% perekat komersial (LignoBond DD), P2 = dedak padi + 3% tepung tapioka, P3 = dedak padi + 3% tepung jagung, P4 = dedak padi + 3% tepung sagu. Variabel penelitian yang diamati adalah indeks durabilitas pelet, berat jenis pelet, densitas pelet, dan uji kimia pelet yang meliputi analisa kadar protein kasar (PK), bahan kering (BK), serta bahan organik (BO) pelet. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan berbagai jenis perekat pelet memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada uji durabilitas pelet dan protein kasar hal ini membuktikan penggunaan perekat lokal lebih baik apabila dibandingkan dengan penggunaan perekat komersial yang sulit ditemukan dengan harga yang cukup mahal. Kata Kunci: Dedak Padi, LignoBond DD, Tepung Tapioka, Tepung Jagung, Tepung Sagu
Evaluasi Komposisi Botani dan Kapasitas Penggembalaan Padang Mekar di Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana Wa Ode Winda Winda Nur Sabila; La Malesi; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 2 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i2.47170

Abstract

Kabupaten Bombana memiliki padang penggembalaan dengan luas ±3.167 ha dan memiliki potensi sumber daya alam untuk mendukung program pengembangan ternak potong.Kabupaten Bombana memiliki jumlah sapi potong yaitu 51. 067 ekor. Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana merupakan daerah pengembangan ternak sapi potong dengan luas padang penggembalaan ±150 ha.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi komposisi botani dan kapasitas tampung Penggembalaan Padang Mekar di Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dan pengukuran serta pengamatan langsung di lapangan. Pengukuran produksi hijauan menggunakan metode “Actual Weight Estimate” dengan menggunakan kuadran ukur 1 m x 1 m. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan metode deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggembalaan Padang Mekar memiliki presentase rumput 71,29%, leguminosa 3,24% dan gulma 25,48%. Kapasitas tampung Penggembalaan Padang Mekar yakni 0.58 ST/ha/tahun dengan produksi hijauan segar berupa rumput 1.058 kg/ha, leguminosa 51,5 kg/ha, dan gulma 534,5 kg/ha.
Penampilan Produksi Telur Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang Diberi Ekstrak Kulit Jengkol (Pitheecellobium jarigan (Jakc) prain) dalam Air Minum Suryadi Pinang; La Malesi; Achmad Selamet Aku
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 2 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i2.16860

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ektrak kulit jengkol pada level yang berbeda dalam air minum terhadap penampilan produksi telur burung puyuh. Penelitian ini menggunakan 80 ekor burung puyuh yang dibagi menjadi 4 perlakuan serta 4 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor burung puyuh yang dirancang menggunakan rancangan acak lengkap. Penelitian ini menggunakan ekstrak kulit jengkol dan burung puyuh yang di pelihara selama 30 hari. Parameter yang di ukur adalah konsumsi pakan, bobot telur, produksi telur, dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit jengkol tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, bobot telur, produksi telur, dan konversi pakan.
Respon Pertumbuhan Rumput Beha (Brachiaria humidicola) Yang Diberi Pupuk Kandang Asal Ternak Kambing Budiman Budiman; Natsir Sandiah; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kandang asal kotoran ternak kambing terhadap pertumbuhan rumput Beha (Brachiaria humidicola). Penelitian ini menggunakan 64 pols rumput Beha (Brachiaria humidicola) yang ditanam dalam polybag yang dibagi dalam 16 plot dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), P1 (10 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), P2 (15 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), dan P3 (20 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), dan 4 ulangan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, produksi segar, dan panjang akar. Analisis data menggunakan sidik ragam ANOVA dilanjutkan dengan uji Beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian adalah rataan tinggi tanaman (cm) yaitu (P0) 26, (P1) 50,5, (P2) 51,5, (P3) 52,75. Rataan jumlah daun (helai) yaitu (P0) 22, (P1) 110, (P2) 160, (P3) 165. Rataan jumlah anakan (batang) yaitu (P0) 7, (P1) 25, (P2) 37, (P3) 38. Rataan produksi segar (gr) yaitu (P0) 17,75, (P1) 123,5, (P2) 178, (P3) 192,25. Rataan panjang akar (cm) yaitu (P0) 37,8, (P1) 39,5, (P2) 41,775, (P3) 49,5. Pemberian pupuk kandang asal ternak kambing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, produksi segar dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang akar. Pemberian pupuk kandang asal ternak kambing dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput Beha (Brachiaria humidicola). Pemberian dosis pupuk kandang asal ternak kambing yang terbaik adalah 15 ton/ha.
Ampas Sagu Fermentasi sebagai Solusi Keterbatasan Pakan pada Kelompok Peternak Kambing Mendho Mulyo Joyo Desa Lambusa Firman Nasiu; Ali Bain; Rahman; La Malesi; Fadli Ma&#039;mun Pancar; Anindyaningrum Zainal Putri; Muh. Haidir Hakim; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Saujiman Okta Dewa; Desak Ayu Melita Ari Sintia; Putu Budi Sriastini
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i2.7670

Abstract

Ketersediaan pakan hijauan, baik rumput maupun legum, yang terbatas pada musim kemarau menjadi kendala utama bagi Kelompok Peternak Kambing Mendho Mulyo Joyo di Desa Lambusa. Wilayah ini memiliki potensi hasil ikutan tanaman sagu yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penyediaan pakan alternatif melalui pemanfaatan ampas sagu fermentasi. Program dilaksanakan melalui penyuluhan, bimbingan teknis, dan demonstrasi plot (demplot) pengolahan ampas sagu fermentasi dengan dukungan kolaborator internasional dari National Chung Hsing University Taiwan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pemahaman peternak mengenai manajemen pakan, pentingnya kualitas nutrisi, serta langkah-langkah pembuatan ampas sagu feremntasi. Peternak mampu mempraktikan teknik fermentasi dengan baik, didukung oleh evaluasi lapangan yang menunjukkan efektivitas metode ceramah dan demplot. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas peternak dan membuka peluang pemanfaatan hasil ikutan tanaman sagu sebagai sumber pakan alternatif berkelanjutan.
The Effect of Variations in Sago Dregs Compost Dosage on the Growth and Productivity of Cucumber (Cucumis sativus L.) Plants on Marginal Land Musdalifah, Nurul; Rupang, Maya Sari; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Anwar; Mani Yusuf; Johana Anike Mendes; Rizki Al Khairi Barus
Journal of Biotechnology and Natural Science Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jbns.v5i2.14730

Abstract

This study aimed to determine the effect of applying sago waste compost on the growth and yield of cucumber (Cucumis sativus L.) cultivated in marginal land. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with one factor and five levels of compost dosage: B0 (0 tons/ha), B1 (5 tons/ha), B2 (10 tons/ha), B3 (15 tons/ha), and B4 (20 tons/ha), each replicated three times. Observed parameters included leaf number, stem diameter, plant dry weight, fruit number, fruit weight, and yield. Data were analyzed using ANOVA followed by the LSD test at a 5% significance level. The results showed that the application of sago waste compost had no significant effect on the number of leaves, stem diameter, and plant dry weight. However, the 20 tons/ha treatment (B4) significantly affected fruit weight and yield at 52 days after planting, producing the highest yield of 23.687 tons/ha. The effect was not significant at 45 and 59 days after planting. These results suggest that sago waste compost can enhance cucumber productivity during the fruit-filling phase, even though it has no significant effect on vegetative growth.).
Keanekaragaman Cendawan Pada Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis MULL. ARG.) Berdasarkan Pola Tanam Di Kabupaten Bulukumba Musdalifah, Nurul; Mukrimin, Mukrimin; Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Barus, Rizki Al Khairi; Endrawati, Tri; Yusuf, Mani
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1909

Abstract

Pohon karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) adalah tanaman yang telah berhasil dikembangkan, terutama di dunia industri. Kebun karet tersebar luas di berbagai provinsi di Indonesia, misalnya di Kabupaten Bulukumba, dengan pola tanam monokultur dan agroforestri. Pertumbuhan karet dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti air, iklim, tanah, hama, dan penyakit. Penyakit pada tanaman karet meliputi bintik-bintik hitam kecokelatan pada batang, jamur akar putih, dan gugur daun akibat jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genus jamur yang terkait dengan tanaman karet berdasarkan pola penanaman dan status pemanenan. Tahap isolasi pada jaringan tanaman menggunakan metode langsung (sterilisasi permukaan), sedangkan sampel tanah menggunakan pengenceran berlapis. Hasil isolasi menunjukkan perbedaan signifikan antara jumlah isolat berdasarkan pola penanaman, sementara berdasarkan status penyadapan, tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Keanekaragaman vegetasi dapat mempengaruhi jumlah isolat yang diisolasi. Indeks Keanekaragaman Jamur (H') pada tanaman karet menunjukkan nilai 1.97 dengan kriteria sedang. Jumlah koloni yang diisolasi sebanyak 101 isolat yang termasuk dalam 10 genus, yaitu Penicillium sp., Trichoderma sp., Aspergillus sp., Cunninghamella sp., Gliocladium sp., Gongronella sp., Paecilomyces sp., Cylindrocladiella sp., Rhizoctonia sp., dan Mucor sp.
Edukasi Tatalaksana Kesehatan Hewan Kepada Peternak Sapi di Desa Pombulaa Jaya Kecamatan Konda Harapin Hafid; Pancar, Fadli Ma'mun; La Malesi; Fadilla, Zahra Jinan
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1735

Abstract

Latar belakang: Desa Pombulaa Jaya sebagai salah satu sentra produksi sapi pedaging yang ada di Sulawesi Tenggara. Permasalahan tatalaksana manajemen kesehatan ternak sangat penting dalam upaya mendukung produksi dan reproduksi pada ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peternak melalui edukasi tata laksana kesehatan ternak sehingga diharapkan peternak dapat mengambil tindakan preventif yang efektif dalam mencegah kejadian penyakit pada sapi. Metode: Metode yang digunakan dalam pengambilan sampling adalah purposive sampling dengan kriteria peternak memiliki sapi minimal 2 ekor dan telah beternak minimal lebih dari 1 tahun. Jumlah peternak dalam kegiatan ini adalah sebanyak 20 peserta. Sumber data berdasarkan diskusi dan wawancara kepada peternak. Desain kegiatan meliputi survei awal kondisi pemeliharaan dan kesehatan, penyuluhan berbasis materi biosekuriti, sanitasi, vaksinasi, pengendalian parasit, dan manajemen pakan, serta pelatihan praktik. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest berdasarkan hasil scoring dari kuisioner. Hasil: Hasil pemetaan menunjukkan 75 persen peternak menerapkan sistem intensif dan 25 persen semi intensif. Pola pakan mengandalkan hijauan cut and carry berbasis rumput gajah dan odot yang dilengkapi ampas tahu, dengan air minum ad libitum. Masalah kesehatan yang dominan mencakup gangguan reproduksi seperti kawin berulang dan kelahiran prematur, serta penyakit pencernaan akibat infestasi cacing, disertai laporan kasus klinis yang mengarah pada bovine ephemeral fever dan ancaman jembrana. Intervensi edukasi meningkatkan skor pengetahuan rata-rata dari 45,5 pada pretest menjadi 85,5 pada posttest. Kesenjangan pemahaman yang tersisa terkait program pencegahan penyakit, prosedur sanitasi kandang yang benar, dan langkah biosekuriti pintu masuk ternak. Kesimpulan: Edukasi tatalaksana manajemen kesehatan ternak sapi dapat meningkatkan pengetahuan peternak dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi di Desa Pombulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT ORANG ASLI PAPUA (OAP) MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Abdul Rizal; Mani Yusuf; Adrianus Adrianus; Anwar Anwar; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Nurcholis Nurcholis; Irine Ike Praptiwi; Yosehi Mekiuw; Johana Anike Mendes
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37281

Abstract

Yasa Mulya merupakan salah satu kampung di Distrik Tanah Miring yang sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak. Kampung Yasa Mulya memiliki masyarakat didominasi oleh masyarakat transmigrasi, namun terdapat dusun yang ditempati oleh Orang Asli Papua. Masyarakat lokal ini bekerja sebagai petani, tetapi pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pupuk organik masih rendah. Yasa Mulya memiliki banyak sumber daya yang digunakan sebagai pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat OAP di Kampung Yasa Mulya dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta mendukung ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan limbah organik yang ada di lingkungan sekitar sebagai pupuk organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Yasa Mulya Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke pada tanggal 4 Oktober 2024. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif aktif oleh Masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan yaitu sosialisasi awal, penyuluhan, demonstrasi dan monitorong dan evaluasi (Monev). Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian dari Universitas Musamus, Pemerintah Kampung, Dinas Peternakan dan kelompok tani OAP di Kampung Yasa Mulya. Hasil dari program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya lokal sebagai pupuk organik. Kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, di mana pupuk organik yang dihasilkan dapat dijual atau digunakan secara langsung serta mendorong terciptanya praktik pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Peningkatan Produktivitas Ternak Kambing Melalui Edukasi Manajemen Reproduksi di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Zahra Jinan Fadilla; La Malesi; Muh. Haidir Hakim; Meygi Caecarika Putri Ilahude; Syam Rahadi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7429

Abstract

Manajemen reproduksi yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kambing rakyat, namun praktik tradisional dan minimnya pencatatan menyebabkan rendahnya performa reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai manajemen reproduksi kambing melalui bimbingan teknis. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di Kelompok Ternak Mendho Kencono Lestari, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dengan 13 peternak sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup ceramah (40%), demonstrasi dan praktik lapang (30%), serta pendampingan teknis (30%) melalui kunjungan kandang dan konsultasi individual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta belum melakukan pencatatan reproduksi, yang berdampak pada sulitnya evaluasi performa ternak dan meningkatnya risiko inbreeding. Setelah pelatihan teknis, peternak mampu mendeteksi estrus lebih akurat, memahami manajemen kebuntingan, penanganan kelahiran, pemberian kolostrum dini, serta melakukan seleksi dan rotasi pejantan untuk mencegah inbreeding. Temuan ini sejalan dengan literatur internasional yang menunjukkan bahwa pelatihan teknis disertai pendampingan berkelanjutan dan community-based breeding programs meningkatkan keterampilan peternak, memperbaiki angka kebuntingan, menurunkan mortalitas anak, dan mempertahankan keragaman genetik. Kesimpulannya, pelatihan terstruktur melalui ceramah, praktik lapang, dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas peternak dalam manajemen reproduksi, mendorong penerapan pencatatan dan seleksi pejantan, serta mendukung keberlanjutan dan efisiensi usaha peternakan kambing skala masyarakat.
Co-Authors Abda Abda Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Achmad, Diska Bintayani Ade Ramadani Ade Yuni Sahruni Adrianus Adrianus Ahmad Basrun Ahmad Basrun Ali Bain Alvirna Wati Amiluddin Indi Ananda, Siti Hadrayanti Andi Khaeruni Andi Marwan Arianto Andi Murlina Tasse Anindyaningrum Zainal Putri Anwar Anwar Apriliyan Yusuf Ardiansyah Ardiansyah AS Aku, AS Asis Surajat Asma Bio Kimestri Astriana Napirah Barus, Rizki Al Khairi Budiman Budiman Deki Zulkarnain Denvy Meidian Daoed Desak Ayu Melita Ari Sintia Diana Sri Susanti Dicky Virgianto Sewangi Dicky Virgianto Sewangi Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Erfin Erfin Fachriza, Riza Fadilla, Zahra Jinan Fadli Ma&#039;mun Pancar Fahmi, Katren Tika Fazlur Ibnul Salam Fian Rahma Wati Firman Nasiu Fredy Fredy Fredy Fredy Fuji Astuty Auza Ginting, Nina Maksimiliana Hajar Hajar Hamdan Has Harapin Hafid H. Hasniar Hasniar Hasniar Hasniar, Hasniar Husna Husna I Kadek Jefri Ibrahim, Anita Mustika INDRAYANI INDRAYANI Irine Ike Praptiwi, Irine Ike Irma wati Iska Fariska Jamaludin . Jefri Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Kemistri, Asma Bio Kiki Asmaul Husnah Kiki R Hasana La Ode Arsad Sani La Ode Ba’a La Ode Ba’a La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahidin Mani Yusuf Maya Sari Rupang Maya Sari Rupang Rupang Mega Ayu Yusuf Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Meygi Caecarika Putri Ilahude Minayanti Minayanti Muh Ardiansyah Muh. Haidir Hakim Muh. Haidir Hakim Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala MUKRIMIN MUKRIMIN Murni Nia Musdalifah, Nurul Nanang Hardiana Natsir Sandiah Nongtit, Nikodemus Nur Santy Asminaya Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurcholis Nurcholis Nurhayu Nurhayu Nurhayu Nurhening Yuni Ekowati Nurlia, Sitti Pamungkas, Wiyan Afriyanto Pancar, Fadli Ma'mun PARJONO Parjono Parjono Passali, Daud A Peni Patriani Puput Sabrina Qalbi Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putra, Don Jaya Putu Budi Sriastini Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rachmawati Hasid Rahman Rahman Rahman Rahmanpiu, Rahmanpiu Restu Libriani Riez Kifli Kolewora Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul RR. Ella Evrita Hestiandari Rupang, Maya Sari Sabila, Wa Ode Winda Winda Nur Salam, Fazlur Ibnul Salomina sambolinggi, Salomina Salwati Salwati Samsida Samsida Samsul Alam Fyka Saujiman Okta Dewa Sen Muliana Suarni S Sufardiman Sufardiman Sulfiar, Ahmat Endang Two Surahmanto Suriani, Wa Ode Suryadi Pinang Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Tambing, Titin Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Tri Endrawati Vit Neru Satrah W. Kurniawan Wa Ode Mulyana Wa Ode Winda Winda Nur Sabila Wahida Wahida Wati, Alvirna Yesti Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus Zahra Jinan Fadilla