p-Index From 2021 - 2026
7.671
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Al-'Adalah JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Empirika Demography Journal of Sriwijaya Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Analisa Sosiologi Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Jurnal Kreativitas PKM Seminar Nasional Lahan Suboptimal Bantenese Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education International Journal of Communication and Society Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Sosiologi Andalas Pelita Masyarakat Jurnal Media Sosiologi Community Empowerment JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Populika Journal of Social and Policy Issues Indonesian Gender and Society Journal Jurnal Studi Gender dan Anak EPIGRAM (e-journal) HUMANISMA : Journal of Gender Studies Media Bina Ilmiah SocioEdu: Sociological Education Saree : Research in Gender Studies Society Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan UMKM Tenun Songket Desa Kota Daro II Melalui Penguatan Kelembagaan, Heritage Branding, Dan Digital Marketing Taufiq Marwa; Riswan Jaenudin; Sri Andaiyani; Diana Dewi Sartika; Afriyadi Cahyadi
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3103

Abstract

UMKM tenun songket Desa Kota Daro II, Kabupaten Ogan Ilir, masih menghadapi tiga masalah utama yaitu kelembagaan yang lemah (belum ada wadah kolektif), tidak adanya identitas merek (heritage branding), dan pemasaran digital yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan UMKM melalui penguatan kelembagaan, penerapan heritage branding, serta digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) “Songket Daro Sriwijaya”, terciptanya logo dan kemasan premium (hard box, paper bag, hangtag), serta aktifnya akun Instagram dan marketplace. Dampak nyata terhadap masyarakat antara lain meningkatnya kepercayaan diri pengrajin, terbukanya akses pasar yang lebih luas, dan terjaganya nilai warisan budaya songket sebagai produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Peran Akun @Musuhwanita dalam Membentuk Persepsi Perempuan Di Platform Tiktok Muhammad Garib Ramadhan; Putri Fadyla; Diana Dewi Sartika; Ghina Reftantia; Erlisa Saraswati
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i1.96732

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya produksi konten di media sosial, khususnya TikTok, yang menyoroti perilaku dan penampilan perempuan secara moralistik serta membentuk persepsi publik terhadap peran gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi bagaimana akun TikTok @musuhwanita membingkai (framing) representasi moralitas perempuan. Subjek dan fokus penelitian dalam artikel ini adalah konten-konten di akun TikTok @musuhwanita. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan observasi digital, dengan instrumen berupa lembar analisis isi dan catatan observasi daring yang disusun berdasarkan kategori representasi gender dan moralitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun TikTok @musuhwanita secara konsisten menggunakan strategi framing moralitas untuk membentuk persepsi publik mengenai perempuan yang dianggap ideal, yang pada akhirnya memperkuat norma-norma patriarkal di ruang digital. Namun, sebagian audiens juga menafsirkan konten tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang dapat menjadi refleksi bagi perempuan dalam menyesuaikan penampilan dengan konteks dan kesadaran diri, bukan tekanan sosial. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan ganda sebagai cermin dan penguat konstruksi sosial tentang peran gender, di mana perempuan sering kali menjadi objek evaluasi moral publik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi media dan kesadaran kritis masyarakat agar mampu menafsirkan konten secara bijak serta tidak terjebak dalam bias gender yang direproduksi melalui media digital.
GERAKAN SOSIAL KELOMPOK PEREMPUAN PEJUANG SERIBANDUNG (KPPS) DALAM KONFLIK TENURIAL DI OGAN ILIR Yui Zahana; Dadang Hikmah Purnama; Diana Dewi Sartika
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v13i3.90816

Abstract

The Seribandung Women Fighters Group is a grassroots women's group that carries out a social movement to fight for community land which has been controlled for forty-two years by a state-owned company, PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis. This research aims to analyze the meaning of the social movement carried out by KPPS, especially since this conflict has been very long and has not yet been resolved. The method used in this research is qualitative with Alfred Schutz's phenomenological approach. The results of this study found that the experience, knowledge, awareness and motives of KPPS shape the meaning of social movements that have been carried out. KPPS has experience doing social movements from demonstrations to new social movements, namely campaigns through MSME products. This experience shapes KPPS knowledge in conducting social movements in the form of dialogue, advocacy, campaigning and organizing strategies. They get this knowledge because of continuous experience. This activity forms KPPS awareness to continue to carry out social movements supported by the land return motive. KPPS believes that farming is a hereditary legacy from ancestors and land is a source of livelihood for the community so that land conversion carried out by companies has an impact on the absence of productive land, changing the type of work of women from farmers to farm laborers, the high criminalization carried out by the authorities to the shrinking of village administrative areas. This is the basis of the social movement carried out by KPPS to this day. KPPS itself interprets land as a source of life, human life and death depend on land and the seizure of land rights by companies is a violation of human rights.
Aplikasi Bicara Pintar untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Tunarungu di Slb-B Ypac Palembang Anita Desiani; Lucky Indra Kesuma; Diana Dewi Sartika; Azmi Muhammad Padhil; Tyara Hestyani Putri; Pasma Azzahra; Ally Muchlas; Muhammad Yusuf Prabudifa; Ferdi Setiawan; Dicky Naturatama; Muhammad Iqbal Arsyad. H
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25071

Abstract

ABSTRAK Bicara Pintar merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang mendeteksi bahasa isyarat berdasarkan gambar, teks, dan suara yang diterapkan di SLB-B YPAC Palembang. Bicara Pintar mampu menerjemahkan dua arah antara bahasa isyarat SIBI dan BISINDO dengan bahasa Indonesia. Model YOLO yang digunakan pada aplikasi Bicara Pintar menunjukkan tingkat akurasi dan presisi mencapai 98,9%. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari survei ke lokasi, pengumpulan dataset, pengujian dan perbaikan, launching, sosialisasi, penerapan aplikasi dan evaluasi kegiatan. Penerapan aplikasi digunakan untuk pelatihan soft skill. Pengujian aplikasi dilakukan dengan melibatkan 15 siswa teman tuli dan teman dengar yang terdiri dari 5 guru dan peserta pengabdian. Hasil pengujian dari siswa tunarungu menunjukkan input gerakan ke teks akurasinya rata-rata 46,33% dan dari teks ke gerakan 92,66%. Hasil pengujian dari guru dan tim menunjukkan akurasi dari gerakan ke teks rata-rata 46% dan dari teks ke gerakan 95%. Selain itu dari angket kepuasan diperoleh 65% menyatakan aplikasi cukup membantu untuk pelatihan soft skill, 95% menilai sudah sangat baik dan mudah digunakan, dan 18% menyarankan penambahan kosakata. Hasil ini menunjukkan Bicara Pintar mampu meningkatkan kemampuan komunikasi teman tuli dengan teman dengar khususnya siswa tunarungu SLB-B YPAC. Kata kunci: Tunarungu, SLB, Bicara Pintar, Kesenjangan, Pendidikan.  ABSTRACT Bicara Pintar is an artificial intelligence application that detects sign language based on images, text, and sound, implemented in SLB-B YPAC Palembang. Bicara Pintar is capable of two-way translation between SIBI and BISINDO sign language and Indonesian. The YOLO model used in the application shows an accuracy and precision level of 98.9%. This activity consists of a site survey, data collection, testing and improvement, launching, socialization, implementation, and evaluation. The application is used for classroom learning and soft skills training. Application testing was carried out involving 15 deaf and hearing students, consisting of 5 teachers and a team. The results from deaf students showed an average accuracy of 46,33% from gesture to text and 92,66% vice versa. The results from teachers and the team showed an average accuracy of 46% from gesture to text and 95% vice versa. Furthermore, a satisfaction questionnaire showed that 95% stated that the application was helpful for teaching and learning, 65% stated that the application was helpful enough for soft skills training, 95% considered it excellent and easy to use, and 18% suggested adding vocabulary. These results indicate that the application can improve the communication of deaf friends with hearing friends, especially students at SLB-B YPAC. Keywords: Deaf, SLB, Bicara Pintar, Disparity, Education.
Fenomena Pekerja Seks Komersial dalam Perspektif Tindakan Sosial Max Weber Dedy Hariyanto; Diana Dewi Sartika; Gita Isyanawulan; Adetia Wulindari; Nabila Tahira; Yulasteriyani; Yosi Arianti; Elita Aidillah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 9 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v9i3.101004

Abstract

Fenomena prostitusi merupakan isu sosial yang kompleks, melibatkan interaksi berbagai pihak dan dipengaruhi oleh beragam faktor, khususnya ekonomi dan sosial. Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya praktik prostitusi yang sudah berjalan puluhan tahun, meskipun berdampingan dengan masyarakat umum tetapi praktik prostitusi ini tetap bisa bertahan sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tindakan sosial pekerja seks komersial dari perspektif Max Weber. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bisnis prostitusi di Desa akibat desakan ekonomi dan tujuannya adalah untuk mendapatkan uang dengan cara yang cukup mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Aktivitas sehari-hari PSK melibatkan berbagai tindakan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan bisnis. Dari keempat tindakan yang diungkapkan Weber, didapati tiga tindakan yang dilakukan oleh PSK yaitu Tindakan Instrumental (Zwerk Rational), tindakan efektif atau tindakan yang dipengaruhi emosi (Affectual Actioan) serta tindakan tradisional atau tindakan karena kebiasaan (Traditional Action). Secara umum implikasi dalam penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensi dalam menangani fenomena prostitusi, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya dan Kesehatan serta melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan.
Rasionalitas Orang Tua dalam Konteks Ekonomi Informal Perkotaan: Studi Kasus Pekerja Anak di Pasar 16 Ilir Kota Palembang Sri Wulandari; Diana Dewi Sartika; Aldri Oktanedi; Hayana Muslimah; Muhammad Fakhri Aziz; Maulida Masyitoh; Muhammad Rifai; Ilal Ilham
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.110145

Abstract

Penelitian ini mengkaji rasionalitas orang tua dalam melibatkan anak sebagai penjual kantong plastik di Pasar 16 Ilir, Kota Palembang, melalui lensa Rasional Choice Theory James S. Coleman. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis keputusan orang tua melalui tiga dimensi yang saling berkelindan: sosial, ekonomi, dan kultural. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kalkulasi rasional dalam konteks sumber daya dan tekanan struktural. Pasar dipandang sebagai ruang belajar (sosial), kontribusi anak-anak terhadap penghasilan merupakan strategi bertahan hidup (ekonomi), dan nilai-nilai budaya Melayu tentang kerja keras juga membentuk keputusan tersebut. Secara teoretis, studi ini memperluas diskursus child labor yang cenderung didominasi perspektif normatif-legal atau eksploitasi struktural dengan menunjukkan bahwa praktik kerja anak juga dapat dipahami sebagai tindakan rasional dalam kerangka pilihan terbatas (bounded choice) di tingkat keluarga. Dengan demikian, fenomena ini tidak semata-mata merepresentasikan eksploitasi, tetapi juga respons adaptif terhadap kondisi sosial-ekonomi yang membatasi. Meski demikian, potensi dampak terhadap pendidikan dan perkembangan anak tetap menjadi isu krusial. Implikasi kebijakan yang diusulkan adalah pendekatan multidimensional yang tidak hanya menekankan pelarangan, tetapi juga intervensi ekonomi keluarga, peningkatan akses pendidikan yang kontekstual, serta penguatan perlindungan hak anak secara berkelanjutan.
Maqashid Syariah-Based Religious Coping Strategies in Matrifocal Families: Enhancing Family Resilience among Indonesian Migrant Workers Muna Yastuti Madrah; Muchamad Coirun Nizar; Suyanto; Setiowati, Erni Agustina; Sartika, Diana Dewi; Fiddini, Sukna; Saleh, Muhammad Aunurrochim Mas'ad
al-'adalah Vol 23 No 1 (2026): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v231.29348

Abstract

Indonesian migrant worker matrifocal families face significant pressures, including emotional strain, shifting gender roles, and economic uncertainty. This study investigates the influence of maqāṣid al-sharī‘ah-based religious coping strategies on family resilience within matrifocal families in Jambearum Village, Kendal, Central Java. Utilizing a qualitative methodology, data were gathered through in-depth interviews, observation, and document analysis with ten couples and thirty community members. The results reveal that matrifocal families employ two interrelated dimensions of religious coping: Problem-Focused Coping (PFC), demonstrated through children's religious education (hifdz al-nasl) and prudent asset management (hifdz al-māl); and EmotionFocused Coping (EFC), manifested in worship, prayer, dhikr, sabr, and tawakkul (hifdz al-nafs, hifdz al-‘aql, and hifdz al-dīn). Integratingmaqāṣid al-sharī‘ahinto both PFC and EFC produces a distinctively Islamic model of family resilience, addressing both material and spiritual challenges. This approach, which has been largely overlooked in previous research on matrifocal migrant worker families, provides practical implications for policymakers and religious communities supporting these families.
Making Responsibility Visible, Leaving Authority Opaque: Gendered Subject Positions In Documentary Accounts Of Community Child Marriage Advocacy In South Sumatra Viona Yolanda; Diana Dewi Sartika; Rudy Kurniawan
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 10 No. 02 (2026): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies) (SI)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v10i02.400

Abstract

Community advocacy against child marriage does more than communicate risk or link residents to services. It also makes social positions recognisable and distributes preventive work. This secondary qualitative analysis examines nine adult interview documents associated with Women’s Crisis Center Palembang in South Sumatra, Indonesia. Because the analysis was restricted to the approved adult corpus, girlhood is examined through adult- and programme-mediated representations. A critical interpretivist single-case design combined framework analysis with scholarship on subject formation, recognition, responsibilisation, gendered community labour, and participation. The records depict recurring dialogue, accompaniment, women’s cadres, material activities, referral, and institutional relationships. They offer three interconnected subject positions: the future-oriented girl, the preventive female caregiver, and the relational woman intermediary. These positions articulate education, employment, preparation, and delayed marriage as legitimate futures, while making women’s local knowledge and community proximity organisationally useful. Yet the records document preventive labour and recognition much more clearly than resource control, agenda-setting, household decision authority, or enforceable institutional obligations. The article proposes responsibility-authority asymmetry as a diagnostic concept for this uneven evidentiary visibility. It does not establish that authority was absent or unchanged in practice. The corpus supports reported changes in understanding, caregiving orientation, and future planning, but not behavioural change, reduced child-marriage incidence, programme effectiveness, or causal impact. The contribution is to connect social-identity formation with the allocation of preventive labour while specifying the evidentiary limits of claims about power.
Co-Authors - Suharko Adetia Wulindari Adetia Wulindari Afriyadi Cahyadi, Afriyadi AGUS AGUS AGUS Aidillah, Elita Aisyah Anggun Lestari Alfairusy, Muhajir Alfitri Alfitri Alfitri Ally Muchlas Amalia, Ridha Ambarwati Anang Dwi Santoso Anastasya Christine Andy Alfatih Anita Desiani Anita Rahmiwati Ariendra Jamine Prameswari Asri Maharani Azhar Azhar Aziz, Muhammad Fakhri Azmi Muhammad Padhil Azzahri, Rizka Baehaqi Bagaskara Sagita Wijaya Christine, Anastasya Dadang Hikmah Purnama Dadang Hikmah Purnama Dadang Purnama Dedy Hariyanto Depy Amelia Deska Fitriyani Dicky Naturatama Djunaidi Djunaidi Dwi Pusparini Dyah Hapsari Dyah Hapsari Eko Nueraheni Dyah Hapsari Eko Nugraheni Elita Aidillah Elvi Sunarsih Erlisa Saraswati Erlisa Saraswati Erni Agustina Setiowati, Erni Agustina Eva Lidya Eva Lidya Eva Rahmawati Febrimarani Malinda Ferdi Setiawan Fibiolaa, Khofifah Irya Fiddini, Sukna Ghina Reftantia Gita Isyanawulan Gita Isyanawulan Gita Isyanawulan Gita Isyanawulan Gita Isyanawulan Gunawan, Gunawan Hapsari, Yuanita Dwi Hayana Muslimah Hendarso, Yoyok Ilal Ilham Istiqoma, Istiqoma Istiqomah Istiqomah Isyanawulan, Gita Kenithasia Tyas Tiffany Lecia, Khessi Novika Legiran Legiran Lidya, Eva Lucky Indra Kesuma M Fajar Ganta M Supriyadi Madrah, Muna Yastuti Marwa, Taufiq Maulana Maulana, Maulana Maulida Masyitoh Merry Yanti Mery Yanti Misnaniarti Misnaniarti Muchamad Coirun Nizar Muhammad Fakhri Aziz Muhammad Garib Ramadhan Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Arsyad. H Muhammad Luthfi Muhammad Rifai Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Prabudifa Muna Yastuti Madrah Muna Yastuti Madrah Nabila Tahira Nugraheni, Dyah Hapsari Eko Oktanedi, Aldri Pasma Azzahra Patresia, Retta Pratitis Offi Agnes Prengki Prengki Puteri, Ayu Afifah Putra, Decka Pratama Putri Fadyla Putri, Cynthia Azhara Randi Randi Randi Randi Randi, Randi Randi, Randi Randy William Rico Januar Sitorus Ridhah Taqwa Riswan Jaenudin Rizki Goffar Ismail Rizma Adlia Syakurah Rudy Kurniawan Saleh, Muhammad Aunurrochim Mas'ad Salsabila, Miranda Dyah Saputri, Mimi Wita Saraswati, Erlisa Saraswati, Erlisa Sari, Rama Dian Sofyan Effendi Soraida, Safira Soraida, Safira Sri Andaiyani Sri Wulandari Supraja, Muhammad Suyanto Syafe'i, Akhmad Syuryansyah Tiffany, Kenithasia Tyas Tri Agus Susanto Tyara Hestyani Putri Vieronica Varbi Sununianti Vieronica Varbi Sununianti, Vieronica Varbi Viona Yolanda Waspodo, Waspodo Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yosi Arianti Yosi Arianti Yosi Arianti Yuanita Dwi Hapsari Yui Zahana yulasteriyani Yulasteriyani Yulasteriyani Yulasteriyani Yunindyawati Yunindyawati Yurismasari, Heidi Yusda, Ihsanul Fuadi