Claim Missing Document
Check
Articles

Paparan CO pada Lingkungan Kerja dan Dampak terhadap Kesehatan Izzati, Marwah Aulia; Soeprihatini, Retno Ariza; Komala, Ramadhana
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1364

Abstract

Air pollution is waste produced from human activities in meeting their needs can become air pollution that has an impact on disorders and diseases due to air pollution, especially in the respiratory tract due to long-term exposure. Carbon monoxide is one of the toxic substances resulting from the process of imperfect combustion and driving fumes. Exposure to carbon monoxide in the respiratory system results in the formation of a bond of carbon monoxide (CO) with hemoglobin to become COHb. Carbon monoxide (CO) and O2 compete to occupy the same binding site in Hb, but the affinity of Hb for CO is 240 times greater than for O2. Other factors that cause the formation of COHb in the blood besides exposure to CO pollution such as smoking habits. chemicals contained in each cigarette, some of which are toxic, including CO gas. A person who smokes one pack of cigarettes/day can have a COHb level of 3% to 6% in the blood, with two packs/day the level can be 6% to 10% and as much as 20% with three packs/day. The easiest effort to avoid risk is the use of proper personal protective equipment. In this case, the use of masks can be useful because the exposure process is through inhalation. This study is a literature review that collects and evaluates research using Google Scholar with the keywords "Carbon Monoxide, COHb, Carbon Monoxide, workers, pollution". The results of the article review obtained several data on CO levels in the bodies of workers caused by exposure to CO gas that occurs due to their work environment. This concludes that exposure to CO gas can increase CO levels in the human body which has an effect on a person's health, especially in their breathing.
Hubungan antara Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Kantoran : Literature Review Ramadhan, Yasmine Aulia; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Komala, Ramadhana; Berawi, Khairunnisa
Medula Vol 14 No 11 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i11.1442

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) are commonly experienced by office workers, particularly those who spend long hours working in front of computers with non-ergonomic postures. Frequent complaints such as pain in the neck, back, arms, and wrists are often caused by unsupported sitting positions or the use of work equipment that does not adhere to ergonomic principles. An evaluation to understand the relationship between work posture and musculoskeletal complaints among office workers is necessary to assess its risk level for MSDs.. One effective method to assess MSD risk is the Rapid Office Strain Assessment (ROSA). This method evaluates three key aspects of the work environment: chair design, monitor position, and the placement of the mouse and keyboard, all of which significantly impact worker comfort and health. The assessment assigns scores to each element to determine the level of risk. Studies reveal that many workers face high risks due to non-ergonomic working postures, which directly contribute to musculoskeletal complaints. Implementing ergonomic principles, such as using chairs that support proper posture, adjusting desk height to match the worker's stature, and optimizing computer device arrangements, is crucial to reducing these risks. Additionally, incorporating breaks for stretching into work schedules is strongly recommended. These measures not only alleviate MSD complaints but also enhance workplace comfort and overall productivity.
LATIHAN INTENSITAS SEDANG DAN BERAT MEMPERBAIKI VO2MAX, INDEKS MASSA TUBUH, DAN PERSEN LEMAK TUBUH REMAJA OBES Komala, Ramadhana; Riyadi, Hadi; Setiawan, Budi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 11 No. 3 (2016)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.393 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2016.11.3.%p

Abstract

The objective of this study was to analyze the effects of moderate and high exercise intensity on VO2max, body mass index (BMI), and percent of body fat in obese adolescents. Thirty obese adolescents were randomly assigned to control, moderate intensity training (MIT), and high intensity interval training (HIIT) groups. The MIT and HIIT groups exercised by using treadmill for 40 minutes, three times per week during six weeks of intervention. Exercise on the subject of MIT and HIIT groups began with a five minute warm up by running on treadmill at 50-55% HRmax. After warming up, the MIT group ran for 30 minutes at 65-70% HRmax. Meanwhile, HIIT group should run for two minutes at 90-95% HRmax with one minute active recovery at 55% HRmax between each interval for a total of 30 minutes. Exercise ended with five minutes of cooling down at 50-55% HRmax. The results showed that HIIT group significantly had higher VO2max than MIT group (p<0.05). A signification reduction in body mass index and percent of body fat was observed for MIT and HIIT groups in comparison to the control group after the intervention (p<0.05). In conclusion, HIIT over six weeks increased VO2max higher than MIT. HIIT and MIT are equally effective in reducing BMI and percent of body fat in obese adolescents.Keywords: exercise intensity, nutritional status, percent of body fat, VO2max 
Pemberdayaan Kader Kesehatan Cipadang Dalam Penilaian Status Gizi Ibu Dan Anak Serta Pencegahan Stunting Pada Komunitas Agromedicine Di Desa Cipadang Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Komala, Ramadhana; Nareswari, Shinta; Zuraida, Reni; Sari, Ratna Dewi Puspita; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3052

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dikarenakan kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan yang berdampak pada perkembangan otak, menurunkan produktivitas, dan lebih rentan terkena penyakit kronis ketika masa dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan sasaran  30 orang kader posyandu. Bentuk kegiatan yang dilakukan pada responden adalah bentuk penyuluhan/ ceramah.Evaluasi diberikan sebanyak sebanyak dua kali, yakni di awal sebelum kegiatan penyuluhan (pretest) dan di akhir  setelah kegiatan penyuluhan selesai (post test). Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif yang meliputi persentase peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 73% responden meningkat pengetahuannya tentang stunting dan penilaian status gizi. Rata-rata skor pengetahuan kader tentang stunting dan penilaian status gizi sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yakni 53,3 ± 17.6 poin dan meningkat setelah penyuluhan yakni 78,6 ± 15,4 poin. Rata-rata peningkatan skor kader dalam kegiatan penyuluhan cukup baik yakni  25,3 ± 2,37 poin. Kegiatan penyuluhan kepada kader perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kader memiliki pemahaman yang baik untuk dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting yang berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa depan.Keyword : Kader kesehatan, penilaian status gizi, penyuluhan, stunting
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu tentang Konsumsi Protein Hewani untuk Cegah Stunting melalui Penyuluhan dan Permainan Puzzle Isi Piringku Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Nurrahmawati, Ertha; Ariska, Karin
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3167

Abstract

Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Hasil data Survei Status Gizi Nasional tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu sebesar 16,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan gizi mengenai cegah stunting dengan konsumsi protein hewani dan permainan puzzle isi piringku (Perizaiku). Kegiatan ini dilakukan di TK Raudlatul Ulum Kresnomulyo dengan responden sebanyak 31 orang. Bentuk kegiatan yang dilakukan padaresponden berupa penyampaian materi melalui media power point presentation (PPT) dan booklet, serta Perizaiku. Evaluasi kegiatan diberikan melalui pre-test dan post-test. Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis  deskriptif dan analisis bivariat berupa paired sample t-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebanyak 87% ibumeningkat pengetahuannya. Rata-rata skor pengetahuan gizi ibu sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah, yaitu 54,3 ± 11.6  poin dan meningkat setelah penyuluhan sebesar 70,5 ± 14,0  poin. Rata-rata peningkatan skor ibu dalam kegiatan penyuluhan cukup baik, yaitu  16,2 ± 1,35  poin. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaanskor pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,05). Kegiatan penyuluhan gizi kepada ibu perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk penyegaran ilmu gizi dan perbaharuan informasi. Dengan demikian, diharapkan ibu dapat menjadi garda terdepan untuk pencegahan stunting di dalam keluarga.  Kata kunci: penyuluhan gizi, cegah stunting, protein hewani, puzzle isi piringku
Edukasi Bahaya Meal Skipping pada Remaja Putri di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan Wijaya, Sofyan Musyabiq; Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3225

Abstract

Meal skipping merupakan sebuah tindakan untuk melewatkan waktu makan, baik sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Jika kegiatan ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan berakibat pada status gizi seperti permasalahan Kurang Energi Kronis (KEK). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya meal skipping pada remaja putri di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan Remaja Putri di Karang Anyar Lampung Selatan. Kegiatan dilakukan di Balai Desa KarangAnyar, Lampung Selatan dengan sasaran adalah remaja putri. Evaluasi mnggunakan metode pre dan posttest selama kegiatan untuk melihat peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai meal skipping pada remaja putri (n = 25 orang, nilai p = 0,000) setelah dilakukan penyuluhan. Oleh karena itu, penting untuk memberikaninformasi dan penyuluhan mengenai hal-hal terkait meal skipping pada remaja putri untuk menghindarkan diri dari berbagai resiko dan bahaya yang mungkin timbul akibat kebiasaan makan tersebut khususnya untuk remaja putri.Kata Kunci: Edukasi, Meal Skipping, Remaja Putri
Pembentukan Peer Educator dalam Rangka Menurunkan Prevalensi Penyakit Skabies pada Pondok Pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Natar Zuraida, Reni; Susianti, Susianti; Komala, Ramadhana; Surriandari, Latifah Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3231

Abstract

Skabies adalah penyakit infeksi kulit menular, yang sering ditemukan pada tempat yang ditinggali oleh banyak orang dengan sanitasi dan perilaku penghuninya yang buruk, salah satunya adalah pondok pesantren. Prevalensi kejadian skabies padakomunitas pondok pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Induk Natar adalah sebesar 48%. Meskipun kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan tentang penyakit skabies telah dilakukan, namun belum mampu menurunkan prevalensi penyakit skabies secara signifikan. Peer educator  merupakan metode pendidikan sebaya yang dilakukan oleh kelompok sebaya dengan didampingi fasilitator. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalahpembentukan peer educator santri dan sekaligus memberikan informasi tentang penyakit skabies, cara penanganan dan pencegahan skabies kepada para santri. Kegiatan pengabdian mencakup pembentukan peer educator santri denganmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan konseling calon peer educator, serta penyusunan media informasi tentang skabies, penanganan dan pencegahan skabies. Setelah mendapatkan materi tentang Skabies dan pembentukan ‘peer educator’ sebaya di pondok pesantren Al Fatah, maka pengetahuan ‘peer educator’ sebaya menjadi meningkat. dimana pada pre-test sekitar 22,1% peserta tidak paham, 73,7% cukup paham, 5,3% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, nilai hasil pengamatan meningkat, dimana sebanyak 40% dan yang sangat paham sebanyak 60%. Ratarata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56,3 menjadi bertambah pada post-test  menjadi 93,2. Kegiatan pembentukan ‘peer educator’ sebaya untuk pengentasan Skabies pada santri dan santriwati di lingkungan pondok pesantren perlu terus dilakukan dan diadaptasi di pondok-pondok pesantren lain di wilayah kerja puskesmas Natar kecamatan Natar. Kata Kunci : Peer educator, Pondok Pesantren, Santri, Skabies
Kunjungan dan Konsultasi pada Penderita TBC di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; ., Sutarto; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3240

Abstract

Perlu ditegaskan bahwa langkah-langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 harus diperkuat, mengingat bahwa TBC masih menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Desa Cipadang mencakup kekurangan pengetahuan mengenai Tuberkulosis, termasuk pemahaman tentang gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan. Dampak dari kurangnya pengetahuan ini menyebabkan sebagian besar masyarakat meremehkan seriusnya masalah TBC, sering kali mengabaikan gejala awal penyakit. Kelompok usia di atas 40 tahun mendominasi, dengan 32 peserta (64,0%) dari total 50 individu peserta. Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terkena TBC. Hasil kunungan dan konsultasi penderita TBC mencatat adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku konsumsi minum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter melalui kerabat keluarga sebagai pengawas minum obat.  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kujungan, konsulgtasi TBC, penderita
Komitmen Bersama dan Pelatihan Kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi Desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC) Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; Komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3241

Abstract

WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 didasarkan pada fakta bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Berdasarkan data angka penemuan kasus TBC (case detection rate = CDR) diketahui cakupan CDR Kabupaetn Pesawaran sebesar 35,3%, angka ini belum mencapai target sasaran 70%, rendahnya cakupan CDR ini memberi maksa masih banyak kasus TBC di massyarakat yang belum terdeteksi (ditemukan). Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dan faslitas pemeriksaan TBC yang masih terbatas.Demikian juga permasalahan secara di Kabupaten Pesawaran dan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, termasuk desa Cipadang yang masuk wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan terkait dengan penemuan dan hasil pengibatan TBC Paru. Mitra berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan membuat  komitmen bersama dan pelatihan kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi desa sehat bebas TBC (SAHABAT).  Komiten dicanangkan dihadiri oleh semua pamong desa dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan. Peserta pelatihan kader berdasarkan hasil nilai kuesioner post-test dan pre-test bahwa terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan kader TBC. Peningkatan ketrampilan / pengetahuan kader mengenai TBC dan penggalangan komitmen bersama diharapkan dapat mengurangi penderita TBC dan stigma negatif terhadap pasien TBC dan mempecepat eleminasi TBC di Desa Cipadang sehingga mewujudkan desa Cipadang menjadi desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC).  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kampaye, kader, komitmen
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA MENINGKATKAN CAKUPAN 90 TABLET TAMBAH DARAH DAN MENURUNKAN PREVALENSI ANEMIA IBU HAMIL Zuraida, Reni; Windarti, Indri; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Komala, Ramadhana
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3293

Abstract

Ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tanjung Sari Natar merupakan yang tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan, yaitu 258 orang dari 329 orang ibu hamil yang diperiksa (78,42%). Menurut data dari Puskesmas Rawat Inap Tanjung Sari, cakupan pemberian Tablet Tambah Darah pada tahun 2022 yaitu sebesar 81,7% dari target 98% dan belum ada kegiatan pemberdayaan kader posyandu untuk membantu menangani masalah ini. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki pengetahuan kader posyandu tentang anemia dan tablet tambah darah dalam upaya meningkatkan cakupan tablet tambah darah dan menurunkan prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kegiatan pengabdian mencakup Focus Group Discussion untuk mengetahui pengetahuan awal kader posyandu, penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang anemia dan kepatuhan minum tablet tambah darah ibu hamil. Setelah mendapatkan penyuluhan materi tentang definisi, faktor- faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil, tanda, gejala dan dampak anemia, upaya pencegahan anemia pada ibu hamil, makanan yang dianjurkan untuk mengatasi anemia ibu hamil dan Tablet Tambah Darah (isi, kegunaan, cara minum), maka pengetahuan ibu-ibu hamil, kader kesehatan dan bidan desa pembina menjadi meningkat. Hasil pengamatan pada pre-test, dimana 20% peserta tidak paham, 73,3% cukup paham, 6,7% paham mengenai materi yang disampaikan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Peserta yang paham sebanyak 33,3% dan yang sangat paham sebanyak 66,7%. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta pada pre-test adalah 56,7 menjadi bertambah pada post-test menjadi 94,0. Kata kunci: Anemia, Ibu Hamil, Kader Posyandu, Tablet Tambah Darah, Pengetahuan
Co-Authors - Abdullah AA Sudharmawan, AA Abdullah Abdullah Adistira, Ross Mellyana Afiska Prima Dewi Afiska Prima Dewi Agustina, Safitri Agustina, Safitri Akhmad Rizki Farhan Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Amali Rica Pratiwi Ananda Felicia Aziza Anggraini, Dian Isti Ari Wahyuni Azka, Laisa Bambang Sri Anggoro Bayu Anggileo Pramesona Budi Setiawan Cantika, Diana Helen Damayanti, Putri Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dewi Fortuna Saraswati Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dona Dinda Pratiwi Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eka Putri Rahmadhani Engkus Kusdinar Achmad, Engkus Kusdinar Erfha Nurrahmawati Ety Apriliana Febriani, Wiwi Febriani Febriyani, Wiwi Fidela Anindya Atha Fitri, Ayu Tiara Fitria Saftarina Gustianing, Defy Hadi Riyadi Happy, Terza Aflika Indri Windarti Indriyani Izzati, Marwah Aulia Jeri Kurniawan Jermsittiparsert, Kittisak Jhons Fatriyadi Suwandi Karin Ariska Khairun Nisa Kittisak Jermsittiparsert KOMARUDIN Komarudin Komarudin Kukuh Adelia Leni Ervina, Leni Marcelia, Selvi Novita Carolia Nurrahmawati, Ertha Nurul Puspita Nurul Puspita, Nurul Nurwijayanti Rafi Gustra Alam Rahman, Sugirah Nour Rahmasari, Fania Asfi Ramadhan, Yasmine Aulia Rany Widyastuti Rany Widyastuti Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Ratna, Maya Ganda Reni Zuraida Rica Pratiwi, Amali Rika Lisiswanti Rika Lisiswanti Riska Nur Suci Ayu Riska Nur Suci Ayu Safitri Agustina Safitri Agustina Safitri Agustina Santi Widyawati Sari, Artika Septia Kusyani Septiani, Linda Shinta Nareswari, Shinta Silaen, David Sinaga, Fransisca T.Y. Soeprihatini, Retno Ariza Sofyan Musyabiq Wijaya Soraya Rahmanisa Sormin, Merris Hartati Subardiman, Najla Fadiyah Surriandari, Latifah Dwi Susianti, Susianti Sutarto . Sutarto Sutarto Syahrul Hamidi Nasution Syahrul Hamidi Nasution Syazili Mustofa Triyandi, Ramadhan Wati, Desti Ambar Widya Fadila Widyastuti Widyastuti Widyastuti Widyastuti Wiwi Febriani Yulianti, Ari Yunianto, Andi Eka Zefanya Angie Zenith Puspitawati Zulfikar