Claim Missing Document
Check
Articles

THE STRATEGIES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN SHAPING STUDENTS RELIGIOUS CHARACTER AT SD NEGERI 168 REJANG LEBONG Sundari, Jerri; Utami, Feni Karya; Ilyas, M. Azimmullah; Nasution, Aida Rahmi; Daheri , Mirzon
FAJAR Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): FAJAR Jurnal Pendidikan Islam (Maret)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/fj.v6i1.5081

Abstract

Development character religious at the level school base own role important in form moral and religious behavior participant Educate . Islamic Religious Education (PAI) teachers are required to For implementing appropriate strategies to encourage internalization Islamic values in general effective . Research This aim For analyzing the strategies of Islamic Religious Education teachers in form character religiosity students at SD Negeri 168 Rejang Lebong . The method used is descriptive qualitative through interviews , observations , and documentation . Research results show that Islamic religious education teachers implement various strategies, including role models , habituation activity religious, integration cross- Islamic values eye lessons and work The same with parents . The strategy give impact positive in behavior religious student in life everyday . However Still there is constraint like lack of consistency home habits and influences​ environment outside school . Therefore that , synergy between schools , families and communities are very necessary For optimize education character religious.
Pemahaman pada Neurosains pada Pendidikan Islam dan Hubungannya dengan Perkembangan Karakter Sari, Novita; Purnama Sari, Dewi; sutarto, sutarto; Rahmi Nasution, Aida
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v2i2.301

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penggunaan neurosains dalam pembelajaran PAI, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan neurosains dalam pendidikan islam serta tantangan dan hambatan dalam perkemnagan karakter peranannya, sumber primer dan sumber sekunder, Sumber data primer dalam penelitian ini menggunakan jurnal mengenai neurosains dan data sekunder yang di gunakan jurnal dan buku buku yang relavan, hasil penelitian ini menunjukan Penelitian dalam neurosains memberikan wawasan berharga untuk praktek pendidikan dan parenting, terutama dalam membentuk kelompok sosial dan karakter. Khususnya, Pendidikan Islam berperan penting dalam mengembangkan kepribadian Muslim yang ideal, dengan fokus tidak hanya pada pengetahuan tetapi juga pada pembinaan karakter dan akhlak. Meski begitu, banyak studi cenderung berkonsentrasi pada aspek biologis atau neurologis tanpa mengkaji aplikasi praktisnya dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, masih diperlukan bukti ilmiah lebih lanjut untuk mendukung penggunaan teknik neurosains dalam pendidikan karakter, serta mengatasi masalah biaya dan aksesibilitas intervensi yang berbasis neurosains.
Aplikasi Neurosains dalam PAI Perencanaan dan Pelaksanaan Problem Based Learning untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis fitri, mega; Purnama Sari, Dewi; sutarto, sutarto; Rahmi Nasution, Aida
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 2 No. 3 (2024): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v2i3.309

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penerapan neurosains dalam pembelajaran PAI, tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menyusun strategi untuk mengatasi kendala dan hambatan dalam mengoptimalkan penggunaan aplikasi neurosains dalam pembelajaran PAI, sumber primer dan sumber sekunder, Sumber data primer dalam penelitian ini menggunakan jurnal mengenai neurosains dan Pembelajaran PAI dan data sekunder yang di gunakan jurnal dan buku buku yang relavan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pendekatan neurosains dan Problem-Based Learning (PBL) memiliki peran penting dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pendekatan neurosains memanfaatkan pengetahuan tentang sistem syaraf otak untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, sementara PBL menekankan pada pembelajaran aktif melalui pemecahan masalah kompleks. Saran yang dapat diterapkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan neurosains dan PBL dalam PAI. Dari menyusun capaian pembelajaran hingga memilih model, strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran yang tepat, setiap aspek perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran akan dibahas secara detail.
Utilization of Learning Resources in Islamic Religious Education at Junior High Schools in Rejang Lebong Regency Herwin Wijaya; Idi Warsah; Sutarto, Sutarto; Indrayanto, Indrayanto; Nasution, Aida Rahmi
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v7i1.2202

Abstract

This research is motivated by the importance of optimizing learning resources in Islamic Religious Education (PAI) learning. The aim is to describe the empowerment of PAI learning resources at the junior high school level, focusing on their availability, utilization, and empowerment strategies by teachers. The study employs a descriptive qualitative method, conducted in 24 State Junior High Schools in Rejang Lebong Regency. Data were collected through interviews and observations of teachers, students, and relevant stakeholders. The findings indicate that: (1) The availability of learning resources is generally adequate but uneven across regions, with technological access still dependent on infrastructure and teacher competency; (2) The dominant learning resources used are textbooks, while the utilization of alternative sources such as the local environment and digital resources is not yet optimal; (3) Teacher empowerment strategies include integrative and contextual approaches, although their application is still limited. It is concluded that the empowerment of PAI learning resources in Rejang Lebong Regency has been implemented with various strategies, but still requires improvements in equitable access, teacher training, and optimization of non-traditional learning resources to enhance the quality of learning.
Content Analysis of Higher Order Thinking Skills in Grade V Student Books Elementary School Aida Rahmi Nasution; Tika Meldina; Atikah Syamsi; Alzairi Hendrik
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.14213

Abstract

AbstractLearning outcomes in the learning independence curriculum is that students must have Higher-Order Thinking Skills (HOTS) including for grade V elementary school. So, books must contain HOTS content to support students' HOTS thinking skills. This research aims to analyse the HOTS content in theme 9 student books and describe the amount of HOTS content in theme 9 student books. The research approach used qualitative analysis. The analysis instrument used a checklist sheet according to HOTS indicators. The data analysis technique included 4 stages: data collection; data reduction; data presentation; and conclusion drawing. The results showed HOTS content in theme 9 student books contains HOTS cognitive level 4 (analyzing) containing conceptual and metacognitive knowledge; cognitive level 5 (evaluating) containing conceptual, procedural, and metacognitive knowledge; and cognitive level 6 (creating) containing procedural and metacognitive knowledge. The amount of HOTS content in theme 9 student books are cognitive dimension level C4 (analyzing) by 27.37%, level C5 (evaluating) by 22.11%, and level C6 (creating) by 26.32%. Based on this context, the absorption of all HOTS content in the fifth-grade student book theme 9 amounted to 75.78%.Keywords: higher order thinking skills, student books, elementary school. AbstrakCapaian pembelajaran dalam kurikulum merdeka belajar salah satunya adalah siswa harus memiliki keterampilan berpikir Higher-Order Thinking Skills (HOTS), termasuk untuk kelas V Sekolah Dasar. Maka perlu buku siswa memuat konten HOTS untuk menunjang kemampuan berpikir HOTS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten HOTS pada buku siswa tema 9 dan mendeskripsikan jumlah konten HOTS pada buku siswa tema 9. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif analisis isi (content analysis). Instrumen analisis menggunakan lembar cheklist sesuai indikator HOTS. Teknik analisis data mencakup 4 tahap yaitu pengumpulan data; reduksi data; penyajian data; dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan HOTS pada buku siswa tema 9 terdapat konten HOTS kognitif level 4 (analyzing) memuat pengetahuan konseptual dan metakognitif; kognitif level 5 (evaluating) memuat pengetahuan konseptual, prosedural, dan metakognitif; dan kognitif level 6 (creating) memuat pengetahuan prosedural dan metakognitif. 2) Jumlah konten HOTS pada buku siswa tema 9 terdapat dimensi kognitif level C4 (Menganalisis) sebesar 27.37%, level C5 (Mengevaluasi) sebesar 22.11%, level C6 (mencipta) sebesar 26.32%. Berdasarkan konteks ini keterserapan seluruh konten HOTS pada buku siswa kelas V tema 9 sebesar 75.78%.Kata kunci: keterampilan berpikir tingkat tinggi, buku siswa, sekolah dasar.
Integrasi Neurosains Dalam Pendidikan Agama Islam: Analisis Literatur Tentang Optimalisasi Pembentukan Karakter Religius Aniska Sabena; Ceshelya Astra; Aida Rahmi Nasution; Sutarto
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi neurosains dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam rangka mengoptimalkan pembentukan karakter religius peserta didik. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari jurnal dan publikasi akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang selama ini cenderung berfokus pada aspek kognitif belum efektif dalam membentuk karakter religius secara mendalam. Integrasi neurosains memberikan pemahaman baru tentang bagaimana nilai-nilai religius diproses melalui kerja otak, terutama melalui keterlibatan aspek kognitif, emosional, dan spiritual secara simultan. Selain itu, konsep dalam pendidikan Islam seperti ‘aql, nafs, dan qalb memiliki keterkaitan dengan temuan neurosains modern, sehingga mendukung pendekatan pembelajaran yang lebih holistik. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan berbasis neurosains mampu meningkatkan efektivitas internalisasi nilai melalui pengalaman belajar yang bermakna. Kesimpulannya, integrasi neurosains dalam PAI merupakan pendekatan yang relevan dan potensial dalam membentuk karakter religius peserta didik secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Implementasi Metode Discovery Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SDN 89 Rejang Lebong Mutiara Mahardika; Rana Meiyanda; Wahyu Asbabul Jannah; Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18390

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the discovery learning method in Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN 89 Rejang Lebong. The research employed a qualitative field research approach to obtain an in-depth understanding of the learning process carried out in the classroom. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Islamic Religious Education teachers and students as research subjects. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results showed that the implementation of discovery learning was carried out systematically through planning, implementation, and evaluation stages. The application of this method succeeded in increasing students’ learning motivation, activeness, critical thinking skills, collaboration, and self-confidence during the learning process. Teachers acted as facilitators who guided students in discovering concepts independently through discussions, observations, and problem-solving activities. The findings indicate that discovery learning creates a more interactive, student-centered, and meaningful learning environment in Islamic Religious Education. This study contributes theoretically to strengthening constructivist learning theory and practically provides an alternative innovative learning strategy for improving the quality of Islamic Religious Education learning in elementary schools.
Challenges Faced by Instructors in Implementing Non-Formal Islamic Religious Education Integrated with Religious Moderation in Suro Bali Village, Ujan Mas Sub-District, Kepahiang Regency Sibuan Sibuan; Hendra Harmi; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 7 No. 2 (2026): June (In Press)
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v7i2.2203

Abstract

This study investigates the challenges faced by non-formal Islamic education instructors in integrating religious moderation (moderasi beragama) values at the village level. Conducted in Suro Bali Village, Ujan Mas Sub-district, Kepahiang Regency — a unique community where Muslim and Hindu residents coexist harmoniously — this research employs a descriptive qualitative approach through observation, documentation, and in-depth interviews with 17 students and 3 instructors. The findings reveal that non-formal Islamic Education (PAI) in Suro Bali is implemented through a textual-contextual approach that connects Quranic teachings with local social realities. However, instructors face significant internal problems, including limited methodological competence in teaching moderation creatively, psychological burdens in maintaining narrative neutrality, and dual-role workloads as community figures. External challenges include a lack of contextual teaching modules relevant to the local multicultural setting, minimal digital infrastructure, and insufficient institutional support in the form of structured training for non-formal instructors. Despite these constraints, instructors independently improvise using local wisdom as instructional media, maintain personal dialogue with Hindu religious leaders, and develop digital literacy as a counter-narrative to intolerant content on social media. This study recommends structured capacity-building programs for non-formal Islamic education instructors in religiously diverse rural areas.
Pendekatan Brain-Based Learning dalam Pendidikan Abad 21: Perspektif Neuroscience dan Keterampilan 6C Rio Pujangga; Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1127

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 6C sebagai kompetensi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Brain-Based Learning dalam pendidikan abad ke-21 melalui perspektif educational neuroscience dan pengembangan keterampilan 6C. Penelitian menggunakan metode library research dengan teknik content analysis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Brain-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sesuai dengan cara kerja alami otak. Pendekatan ini berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kesadaran sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Perspektif neuroscience juga menunjukkan bahwa emosi, motivasi, perhatian, dan pengalaman belajar berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Namun, implementasi Brain-Based Learning masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman pendidik mengenai neuroscience pendidikan dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
STRUKTUR OTAK, TINGKAH LAKU MANUSIA, DAN PROSES BELAJAR DALAM PERSPEKTIF NEUROSAINS Revan Marhamah; Jerri Sundari; Feni Karya Utami; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1141

Abstract

Neurosains merupakan ilmu yang mempelajari sistem saraf dan otak manusia serta hubungannya dengan tingkah laku dan proses belajar. Kajian neurosains dalam pendidikan menjadi penting karena proses belajar berkaitan langsung dengan cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur otak manusia, tingkah laku manusia, dan proses belajar dalam perspektif neurosains. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dari berbagai buku dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur otak terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu cerebrum, cerebellum, batang otak, dan sistem limbik yang memiliki fungsi berbeda namun saling berkaitan. Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh aktivitas sistem saraf, pengalaman, lingkungan, serta kondisi emosional individu. Selain itu, proses belajar terjadi melalui pembentukan koneksi antarneuron di dalam otak yang dipengaruhi oleh perhatian, motivasi, pengulangan, dan suasana belajar. Dengan demikian, pendekatan neurosains dapat membantu pendidik memahami cara kerja otak sehingga proses pembelajaran dapat dirancang lebih efektif, aktif, dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Co-Authors Abdiyantoro, Restu Adeko, Uun Aini, Jannatun Akbar Wirawan, Pandy Alzairi Hendrik Amanisa, Rabbyatul Andi Irma Sarjani Andika, Joko Aniska Sabena Astra, Ceshelya Atikah Syamsi Atin Supriatin Atin Supriatin, Atin Aulia, Fairus Aziz, Toher Azwar, Beni Ceshelya Astra Daheri , Mirzon Daheri, Mirzon Dewanti, Asri Hajar Dewi Pernama Sari Dewi Purnama Dewi Purnama Sari Dewi Purnama Sari Dewi Purnama Sari Dewi Purnamasari Diah Yupita Sari Diana Sari, Novita Dina Hajja Ristianti, Dina Hajja Epa Kristanti Epa Kristina Erwanto Erwanto Feni Karya Utami Fitri, Mega Fitriyani, Desti Gunawan Gunawan Hafizah, Tamama Hajja Ristianti, Dina Hanila, Sasi Hati, Lisa Hendra Harmi Hendrik, Alzairi Herwin Wijaya Hidayatullah, Hafidz Idi Warsah Ilyas, M. Azimmullah Indrayanto, Indrayanto Irama, Debi Irama Jerri Sundari Jumiatun Jumiatun, Jumiatun Jumira Warlizasusi Khoirun Nisa Kristanti, Epa Kristina, Epa Kusen Kusen Larasi Watia M. Azimmullah Ilyas M. Yogi Riyantama Isjoni Marhama, Revan Marinda, Aflia Bela Mega Fitri Meldiana, Tika Meldina, Tika Meldina, Tika Muhammad Husein Muhammad Husein Mutiara Mahardika Nafaisul Mustajada Nafaisul Mustajadah Nofita Sari Novita Diana Sari Novita Sari Nurwijayanti Perawati Perawati, Perawati Pransiska, Selvi Putri, Feby Lestari Rajab Martadi Tanjung Rana Meiyanda Ratnawati Ratnawati Reki Tri Andriani Reni Dianti Rukmini Restu Abdiyantoro Revan Marhamah Rio Pujangga riskan junaidi Roja Saputra Rukmini, Reni Dianti Sabena, Aniska septi Sari, Dewi Purnma Sasi Hanila Setiawan, Jamil Sibuan Sibuan Solina Balqis Sundari, Jerri Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syamsi, Atikah Syamsul Rizal Syarfuni Syarfuni Tiara, Meza Tika Meldina Tri Wulandari Utami, Feni Karya Wahyu Asbabul Jannah Wijaya, Sukma Eka Wiranata, Erik Wirawan, Pandy Akbar Wiwik Damayanti Wiwik Damayanti, Wiwik Wiwik Handayani Yonita, Wezi Yusefri, Yusefri