p-Index From 2021 - 2026
8.525
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Jurnal Pendidikan Indonesia Edulib Indonesian Journal of Science and Technology Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan REFLEKSI EDUKATIKA Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Jurnal Moral Kemasyarakatan SOSIOHUMANIKA EDUCARE PEDAGOGIA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PETIK Jurnal Basicedu Jurnal EDUTECH Undiksha Pustabiblia: Journal of Library and Information Science JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Sukma: Jurnal Pendidikan Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia Jurnal Pendidikan dan Konseling Journal of Elementary School (JOES) Jurnal Paedagogy Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Indonesian Journal of Social Sciences Inovasi Kurikulum LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Basicedu Curricula: Journal of Curriculum Development 12 Waiheru Eduvest - Journal of Universal Studies West Science Interdisciplinary Studies MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) West Science Interdisciplinary Studies West Science Social and Humanities Studies Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Sukma: Jurnal Pendidikan Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of e-learning implementation in adult learning (andragogy) Indah Namira Sari; Dinn Wahyudin; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66034

Abstract

E-learning has relevance to be applied to adult learning as independent learners. This research aims to analyze the effectiveness of e-learning in adult learning (andragogy). In the context of adult learning based on continuous e-learning, there are significant changes in the objectives and content of teaching, social roles, forms, and nature of communication between teachers and students, based on e-learning. The research method uses a literature study of 77 articles found and analyzed based on the steps used. The research results showed that articles regarding e-learning in adult learning were found on the topics "learning outcomes" in higher education, "implementation according to plan" in job training institutions, "application in work practice" in job training institutions, satisfaction, and efficiency. Based on these results, it can also be seen that measuring the effectiveness of e-learning in adult learning mostly uses quantitative and qualitative methods. Meanwhile, although the mixed method exists, it is not as big as the other two methods. Then, the factors supporting the effectiveness of e-learning in adult learning were found in the number of selected articles, namely those related to the quality of teachers/students/lecturers, infrastructure, quality of teaching materials, and quality of learning strategies. AbstrakE-learning memiliki relevansi untuk diterapkan pada pembelajaran orang dewasa sebagai pebelajar mandiri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam konteks pembelajaran orang dewasa pembelajaran berbasis e-learning secara berkelanjutan, maka terdapat perubahan signifikan dalam tujuan dan isi pengajaran, peran sosial, bentuk dan sifat komunikasi antara guru dan peserta didik, berbasis e-learning. Metode penelitian menggunakan studi literature terhadap 77 artikel yang ditemukan dan dilah berdasarkan langkah-langkah yang digunakan sebagai metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang mengenai e-learning dalam pembelajaran orang dewasa ditemukan pada topik “hasil pembelajaran” pada pendidikan tinggi, “pelaksanaan sesuai dengan rencana” pada lembaga pelatihan kerja, “aplikasi dalam praktik kerja” pada lembaga pelatihan kerja, kepuasan, dan efisiensi. Berdasarkan hasil tersebut juga dapat dilihat bahwa pengukuran efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa sebagian besar menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Sementara untuk metode campuran meskipun ada tetapi tidak sebesar kedua metode lainnya. Kemudian ditemukan faktor-faktor pendukung efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa dari jumlah artikel yang terseleksi yakni berkaitan dengan kualitas guru/pegajar/dosen, sarana prasarana, kualitas bahan ajar, dan kualitas strategi pembelajaran.Kata Kunci: andragogi; efektivitas e-learning; e-learning; studi literatur
The urgency of anti-corruption education as a local subject in secondary education in Lampung Province Aida Ratna Zulaiha; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71162

Abstract

Anti-corruption education is a mandatory local content subject in formal secondary schools in Lampung Province based on the Governor's Regulation. Implementing anti-corruption subjects is carried out by strengthening anti-corruption behavior through a cycle of knowledge, skills, and attitudes to form an anti-corruption attitude in each individual based on their understanding and awareness. This study aimed to determine the implementation process and output of anti-corruption education in senior high schools and vocational high schools in Lampung and to analyze the urgency of anti-corruption education as a local content subject in relation to the objectives of anti-corruption education that have been set. The method used is a combination of analysis of legal documents, modules, and strategies related to anti-corruption education, followed by a survey conducted on schools implementing the program. In most senior high schools and vocational high schools in Lampung that have implemented anti-corruption education as a local content subject, the most dominant aspects taught are attitudes and knowledge, but less for the skills aspect. Based on the objectives of the anti-corruption education set, implementing anti-corruption education only in the form of anti-corruption subjects in local content is not enough. The effectiveness of anti-corruption education in educational units will be achieved if anti-corruption education is implemented comprehensively through curriculum implementation, a conducive ecosystem that supports the internalization of anti-corruption values, and the governance of secondary education units with integrity. AbstrakPendidikan Antikorupsi merupakan mata pelajaran muatan lokal wajib pada sekolah menengah formal di Provinsi Lampung yang didasarkan pada Peraturan Gubernur. Implementasi mata pelajaran antikorupsi dilakukan dalam bentuk penguatan perilaku antikorupsi, melalui siklus pengetahuan, keterampilan dan sikap, dengan tujuan terbentuknya sikap antikorupsi pada setiap individu yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran yang dimiliki. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proses implementasi dan output dari pendidikan antikorupsi di SMA dan SMK di Lampung serta menganalisis urgensi pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal dikaitkan dengan tujuan pendidikan antikorupsi yang ditetapkan. Metode yang dilakukan merupakan kombinasi antara analisis terhadap dokumen hukum, modul dan strategi terkait pendidikan antikorupsi dengan survei yang dilakukan terhadap sekolah pelaksana program. Mayoritas SMA dan SMK di Lampung yang sudah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal, aspek yang paling dominan diajarkan adalah sikap dan pengetahuan, namun kurang untuk aspek keterampilan. Berdasarkan tujuan dari pendidikan antikorupsi yang ditetapkan, mengimplementasikan pendidikan antikorupsi hanya dalam bentuk mata pelajaran antikorupsi pada muatan lokal tidak cukup. Efektivitas pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan akan tercapai jika pendidikan antikorupsi dilaksanakan secara komprehensif melalui implementasi kurikulum, ekosistem kondusif yang mendukung internalisasi nilai antikorupsi, serta tatakelola satuan pendidikan menengah yang berintegritas.Kata Kunci: muatan lokal; pendidikan antikorupsi; peserta didik; sekolah menengah
School readiness analysis in implementing differentiated learning in Kurikulum Merdeka Sisworo Hadi; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68994

Abstract

The principle of differentiated learning is fundamental to the implementation of the Merdeka curriculum. Organizational readiness analysis became crucial before the implementation of differentiated instruction. This research aims to determine the school's readiness as an institution or organization to implement Differentiated Learning in Kurikulum Merdeka. This research was conducted at SMP Penggerak in Bogor City. The research is quantitative research with a survey method. The level of school readiness will be measured using the Readiness Framework Thinking Tool from Scaccia et al. R=MC2 readiness framework is the framework for the instrument adopted. (R: Readiness; C: Innovation Specific Capacity; C: General Capacity). Based on research on School Readiness Levels), the percentage of readiness levels for the three elements of readiness levels is 80.1 percent for motivation elements, 83.7 percent for general capacity elements, and 87.4 percent for particular capacity elements. Using an Interactive System Framework (ISF) and Quality Implementation Framework (QIF), the implementation is divided into 4 phases. In phase 1, all processes are related to internal preparation. In phase 2, schools can develop teams under learning committees. In phase 3, the development of a sustainable strategy, and in phase 4, it is necessary to develop a pattern for the future. AbstrakPrinsip pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting pada implementasi kurikulum merdeka. Sebelum implementasi sebuah inovasi seperti pembelajaran berdiferensiasi, sangat perlu dilakukan analisis bagaimana tingkat kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan sekolah sebagai lembaga atau organisasi dalam menerapkan Pembelajaran Diferensiasi di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menganalisis kesiapan SMP Penggerak di Kota Bogor dalam menerapkan pembelajaran Diferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Tingkat kesiapan sekolah akan diukur dengan menggunakan Readiness Framework Thinking Tool dari Scaccia, et. Kerangka kesiapan R=MC2 merupakan kerangka instrumen yang diadopsi. (R: Kesiapan; C: Kapasitas Khusus Inovasi; C: Kapasitas Umum). Berdasarkan hasil penelitian Tingkat Kesiapan Sekolah), persentase tingkat kesiapan ketiga unsur tingkat kesiapan adalah 80,1 persen unsur motivasi, 83,7 persen unsur kapasitas umum, dan 87,4 persen unsur kapasitas khusus. Dengan menggunakan Interactive System Framework (ISF) dan Quality Implementation Framework (QIF), proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SMP Penggerak Kota Bogor dapat dibagi menjadi 4 tahap. Pada tahap 1 semua proses yang berkaitan dengan persiapan internal harus dilakukan. Pada fase 2, sekolah dapat mengembangkan tim di bawah komite pembelajaran. Pada fase 3 pengembangan strategi berkelanjutan dan pada fase 4 perlu dikembangkan pola implementasi untuk masa depan.Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran berdiferensiasi; SMP penggerak
Peran Program Profesi Guru Pra-Jabatan (PPG Prajab) terhadap Kemampuan Menentukan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Pada Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Salsabila, Syifa; Wahyudin, Dinn
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i5.7195

Abstract

Artikel ini membahas peran Program Profesi Guru Pra-jabatan dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa menentukan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pada proses penyusunan modul ajar berdasarkan Kurikulum Merdeka. PPG Prajab bertujuan untuk mempersiapkan calon guru dengan keterampilan praktis dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran yang efektif. Artikel ini menjelaskan pentingnya pemahaman akan taksonomi Bloom dan prinsip-prinsip penilaian pembelajaran yang mempengaruhi proses penyusunan IPK. Selain itu, artikel ini juga mengidentifikasi tantangan dalam proses penyusunan modul ajar, seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk menyesuaikan IPK dengan karakteristik siswa dan perkembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam peran PPG Prajab terhadap kemampuan menentukan IPK pada penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan, artikel ini menyoroti peran krusial PPG Prajab dalam mempersiapkan guru yang kompeten dalam menentukan IPK yang relevan dan efektif pada penyusunan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. PPG Prajab memfasilitasi mahasiswa calon guru untuk mampu menyusun modul ajar dengan baik dan benar beserta komponen di dalamnya, khususnya IPK yang disepakati sebagai komponen paling penting dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Melalui PPG Prajab, mahasiswa menjadi terlatih dalam menyusun IPK beserta keterampilan pemilihan KD dan KKO dalam teori Taksonomi Bloom. Maka artikel ini memberikan gambaran tentang pentingnya guru memiliki kualifikasi yang mumpuni sebagai bekal untuk mengajar. Kualifikasi tersebut perlu dibuktikan dengan dokumen resmi yang bisa ditunjukan dalam bentuk Sertifikat Pendidikan dan kemudian bisa diraih melalui PPG Pra-jabatan
Improving Higher Order Thinking Skills Through Multidimensional Curriculum Design at the High School Level Nirmalasari; Wahyudin, Dinn; Darmawan, Deni
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 13 No 4 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v13i4.84051

Abstract

This research is motivated by problems in the field which show that the curriculum in schools has not optimally honed students' high-level thinking abilities. This research aims to determine the effectiveness of a multidimensional curriculum in improving high school students' higher order thinking skills. The approach used in this research is a quantitative approach. The method used is quasi-experimental by testing a multidimensional curriculum model integrated with scientific, creative and future thinking competencies in the experimental group and comparing it with the control group. The participants involved were 300 high school students spread across 7 schools. The instrument used to measure students' thinking skills is a questionnaire that contains three dimensions, namely scientific, creative and future thinking. The scientific thinking dimension contains inquiry skills, the creative thinking dimension contains ways of solving problems, and the future thinking dimension contains individual views and time. The results of the study showed that the high-level thinking skills in the experimental group experienced more significant improvement compared to the control group. The dimensions of ability that experienced the most significant increase were future thinking skills and creative thinking skills. A multidimensional curriculum model must be accompanied by innovative and creative learning strategies or methods that encourage higher order thinking skills in students of various ages. The implication of this research is that the multidimensional curriculum model can be used at the secondary school level in order to improve higher order thinking skills.
Correction to “The national curriculum implementation into the operational curriculum based on multiple intelligences theory (Research dissemination before pandemic Covid-19)” Gandasari, Adriana; Wahyudin, Dinn; Abdulhak, Ishak; Djohar, As’ari
Indonesian Journal of Social Sciences Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This is a correction to the article “The national curriculum implementation into the operational curriculum based on multiple intelligences theory (Research dissemination before pandemic Covid-19).” The original article has been published in the Indonesian Journal of Social Sciences volume 14, issue 1, January-June 2022, pages 14-25.
Citizens in Hyperconnection: How to Civic Engagement Building through Character Education on Digital Platforms? Anggraeni, Leni; Wahyudin, Dinn; Azis, Abdul; Baeihaqi, Baeihaqi; Putra, Tarekh Febriana; Wadu, Ludovikus Bomans
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10225

Abstract

This study aims to investigate how to build civic engagement through character education on digital platforms. This research explores the influence of citizen attitudes and behaviors on digital platforms on the development of the characters of citizen awareness, participation and commitment. The method used is a quantitative approach. Data collection was conducted through a field survey using a validated and reliable questionnaire, designed according to quantitative research standards. The target population of this study were undergraduate students of Universitas Pendidikan Indonesia with a sample of 394 students selected through cluster sampling from 14 faculties, according to the Slovin formula. Data analysis used descriptive statistics, normality, and homogeneity tests. The results showed that in the attitude domain, citizens showed a good level of engagement, but their behavior showed a low level of engagement. Factors such as disinterest in sharing digital content related to character education, lack of skills in creating digital content, and infrequent preference to use social media are the main causes of this disparity. The implications of this study highlight the need for consistency in building commitment to civic action in citizen engagement in the digital era.
Digitalization of Private Islamic Universities in West Java: A Case Study of Leadership and Transformation Rosyad, Ramlan; Wahyudin, Dinn; Norman, Efrita; Karim, Abdul; Dewi, Maftuhah; Ropitasari, Anna
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i1.1408

Abstract

This research examines the role of transformational leadership in driving digitalization at Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) in West Java, Indonesia. Private islamic universities in indonesia face challenges in adopting digital technology due to limited resources and infrastructure. However, digitalization provides a great opportunity to improve education quality and administrative efficiency. UI BBC successfully transitioned from manual to digital systems thanks to the visionary leadership of the rector who was able to motivate the academic community. This research uses a qualitative approach with a case study, collecting data through in-depth interviews, observation, and documentation analysis. The findings show that transformational leadership plays an important role in developing digital infrastructure and improving digital literacy. Despite budget constraints, UI BBC successfully developed an integrated learning and administration platform. This research suggests that the transformational leadership model at UI BBC is a reference for other private Islamic universities and the importance of policy support from the government.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Media Articulate Storyline Nurdiansah, Yusup; Wahyudin, Dinn; Mulyasari, Effy
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 8 No. 1 (2025): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/gbf2v703

Abstract

Penelitiian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Dasar, sehingga pencapaian hasil belajar matematika siswa masih banyak yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh model problem based learning berbantuan media articulate storyline terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data yang dipakai berupa observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data yang yang dilakukan dengan menguji hipotesis memakai bantuan SPSS versi 27.0. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memakai model PBL berbantuan media articulate storyline dengan siswa yang memakai model direct instruction. Peningkatan kemampun pemecahan masalah matematis siswa dari hasil uji gain ternormalisasi yaitu sebesar 0,55 dengan kategori peningkatan sedang. Maka bisa ditarik kesimpulan model PBL berbantuan media articulate storyline bisa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V sdn 066 Halmun sebesar 55%.
Implementasi math games terhadap kemampuan numerasi melalui model Problem Based Learning Prisilia, Sindi Regina; Wahyudin, Dinn; Mulyasari, Effy
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jpse.v11i1.6371

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengeval_uasi implementasi math games terhadap kemampuan numerasi dengan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada siswa kelas I di SDN 128 Haurpancuh. Metode yang diterapkan yaitu kuasi eksperimen melalui desain non-equivalent group design. Dua kelas dipilih sebagai subjek penelitian, yakni kelas IA menjadi kelas eksperimen yang menerapkan PBL melalui bantuan math games serta kelas IB menjadi kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian memperlihatkan penerapan PBL dengan bantuan math games secara signifikan meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 81,10, sedangkan kelas kontrol adalah 38,33. Observasi terhadap aktivitas guru dan siswa juga menunjukkan peningkatan yang lebih baik di kelas eksperimen. Berdasarkan uji effect size, pengaruh model PBL dengan bantuan math games terhadap kemampuan numerasi tergolong sangat besar dengan nilai 3,991. Hasil ini memperlihatkan penerapan PBL dengan bantuan math games bisa menaikkan tingkat kemampuan numerasi siswa secara signifikan dibandingkan melalui model pembelajaran konvensional.
Co-Authors -, Matahari Abdul Azis Abdul Karim Adriana Gandasari Agustinus Tanggu Daga Aida Ratna Zulaiha Andi Suwirta, Andi Andri Suryadi Andri Suryadi Andri Suryadi, Andri Angga Hadiapurwa Anita Yosepha Aristo, Thomas Joni Verawanto Asep Herry Hernawan Asep Maosul As’ari Djohar Ayu Sukma Trisna Bachrudin Musthafa Bachrudin Mustofa Baeihaqi, Baeihaqi Bakri, Zainal Cantika, Varary Mechwafanitiara Cepi Riyana Cepi Riyana, Cepi Dadi Mulyadi Dani Gunawan Deni Darmawan Dewi, Laskmi Dewi, Maftuhah Dian Rahadian Dian Rahadian Dian Rahadian, Dian Dina Thaib, Dina Djohar, As’ari Donna Crosnoy Sinaga Dudun Najmudin E. Maryani Edi Setiadi Eero Ropo Effy Mulyasari Efrita Norman Evan Firdaus Fiony Fitri Novilia Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia Gandasari, Adriana Gunawan, Dani Gupi Rohman Nurmansyah GUSTI AYU PUTU SUKMA TRISNA . Hamdayani, Masitoh Hardiani, Santi Hasibuan, Jose Bonatua Herliani, An an Ikmal Redzuan Indah Namira Sari Ismayani, Ani Jayanti, Jayanti Johan, Riche Cyhntia Khairil Azhar Laksmi dewi Laksmi Dewi Laksmi Dewi, Laksmi Leni Anggraeni Lestari, Indah Beti Lia Susanti Maknun, Johar Mariana Widjaja Marpaung, Roberto W. Maryani, E. Mawardi Melkius Ayok Mochamad Sobari Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Kosim Gifari Mukhidin - Mustika Nuramalia Handayani Mustofa, Bachrudin Namira Sari, Indah Nasrulloh, iman Nirmalasari Norce Lenora Saleky Novilia, Fitri Nur Azmi Afifah Diens Nurdiansah, Yusup Nurihsan, Achmad Juntika Prisilia, Sindi Regina Putra, Tarekh Febriana R. Rahmat R. Rusman Rahmawari, Yulia Rifky Serva Tuju Rifky Serva Tuju Risda, Dianni Rohana, Rena Surya Ropitasari, Anna Rosyad, Ramlan Rosyanto, Rosyanto Rudi Susilana, Rudi Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Salsabila, Syifa Sandra Yusepana Saputra, Yori Andes Selvi, Anastasia Sisworo Hadi Suherman, Yuyus Sumadisastro, Witzir Sunarto Sunarto Supiandi, Markus Iyus Suryadi, Tatang Syafitri, Nanda Khaerunisa Syamsidah Lubis Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi Veithzal Rivai Zainal Veronika Meo Wadu, Ludovikus Bomans Widjaja, Mariana Widya Puji Astuti, Widya Puji Witzir Sumadisastro Witzir Sumadisastro Subran Yori Andes Saputra Yulia Rahmawati, Yulia Yusepana, Sandra Zonalia Fitriza