p-Index From 2021 - 2026
5.768
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Litera Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BASASTRA BAHASTRA Lingua Cultura Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Prosiding Ilmu Pendidikan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Sejarah dan Budaya Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Diglosia DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Metamorfosa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya International Journal of Pedagogy and Teacher Education Jurnal Madah PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra JUKANTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ittishal Educational Research Journal ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kode : Jurnal Bahasa IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Widyaparwa JGK (Jurnal Guru Kita) Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Prosiding Seminar Nasional Unimus SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sastra Indonesia Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Aksara

Tumpeng sebagai Simbol: Tinjuan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng Sarwiji Suwandi; Titi Setiyoningsih; Chafit Ulya; Ari Suryawati Secio Chaesar; Eko Setyawan; Sugit Zulianto
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4909.324-339

Abstract

Javanese people use food in various traditional rituals as symbols that represent certain meanings and philosophies, one of which is Tumpeng and is used in the Baritan tradition by people in Java. This research aims to reveal the meaning of food in the form of tumpeng in the Baritan tradition practiced by people in the Dieng Plateau, Central Java. This research uses a qualitative approach with ethnolinguistic methods to study and explain the meaning of food. Data and data sources include food used in the traditions held. Data collection techniques through field observations, interviews and documentation. The data was analyzed using meaning triangle analysis to decipher symbols through the stages of understanding concepts, signs and signifiers. The results of the research show that the food used in the Baritan tradition by the people of the Dieng Plateau includes tumpeng with various special colors which have meanings and philosophical elements which also come in various shapes accompanied by complementary foods such as ingkung chicken and apem. The use of this food has meaning and has philosophical value in the form of expressing gratitude to God, hope for abundant sustenance from nature, and apologizing to God and fellow humans. The Baritan tradition in the Dieng Plateau has the meaning of strengthening the relationship between humans, humans and nature, humans and their ancestors, and the relationship between humans and God. Thus, food, especially tumpeng, is not only used for tradition, but also has deep meaning and philosophy so that it represents people's beliefs. AbstrakMasyarakat Jawa menggunakan makanan dalam berbagai ritual tradisi sebagai simbol yang merepresentasikan makna dan filosifi tertentu salah satunya yakni Tumpeng dan digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna makanan berupa tumpeng pada tradisi Baritan yang dilakukan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnolinguistik untuk mengkaji dan menjabarkan makna makanan. Data dan sumber data berupa makanan yang digunakan dalam tradisi yang digelar. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis segitiga makna guna menguraikan simbol melalui tahapan pemahaman konsep, tanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng meliputi tumpeng dengan beragam warna khusus yang memiliki pemaknaan dan unsur filosofis yang juga beragam bentuknya disertai dengan makanan pelengkap seperti ayam ingkung dan apem. Penggunaan makanan tersebut memiliki makna dan memiliki nilai filosofos berupa ungkapan rasa syukur pada Tuhan, harapan akan rezeki yang melimpah dari alam, serta permohonan maaf pada Tuhan dan juga sesama manusia. Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng memiliki makna memperkuat hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, manusia dengan leluhur, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, makanan khususnya tumpeng tidak hanya dimanfaatkan untuk tradisi, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam sehingga merepresentasikan keyakinan masyarakat.
Co-Authors Abdullah Lathifudin Achmad Bashori Adenarsy Avereus Rahman Agita Dio Divanda Aida Azizah Aji Santoso Akbar Al Masjid Akhirul Insan Nurr Rokhmah Aldi Dwi Saputra Alivia Nadatul Aisyi Alvika Candra Puspita Amaylia Galuh Mitaviana Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andayani Andromeda Nova Hartavi Anggita Aprilliany Firdaus Ani Rakhmawati Ardhea Ayu Samhayatma Ari Suryawati Secio Chaesar Arief Setyawan Arief Setyawan Arifatul Hikmah Artono Dwijo Sutomo Asteka, Pipik Atikah Anindyarini Atikah Anindyarini Atikah Anindyarini Aulia Rahmanisa Bambang Kusharjanta Bebryana Ratri Bekty Tandaningtyas Sundoro Bekty Tandaningtyas Sundoro Bella Berliana Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setyawan Budi Legowoz Budiyono Budiyono Chafit Ulya Chafit Ulya Clarissa Nindytya Cahya Colin Widi Widawati Dara Panca Indra Dasa Oktaviani Br Ginting Deni Purwanti Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Dhelinta Fitri Pramadhanti Diki Wahyudi Dina Handayani Dwi Setiyawan Dwiana Nur Rizki Hanifah Edwin Sanditama Edy Suryanto Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Edy Tri Sulistyo Eko Setyawan Faizal Arvianto Fatma Kasim Firda Nurul Fauziah Firdaus Aritonang Firdaus, Anggita Aprilliany Fitriana Kartika Sari Gunta Wirawan Hani’ah Hani’ah Herman J Waluyo Herman J. Waluyo Herman J. Waluyo Hermanu jubagyo Heru Kurniawan Hidayat, Ryan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Inggrid Amanda Muharramah Inta Rachma Yuniarta Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz Joko Nurkamto Khusnul Khotimah Kundharu Saddhono Kundharu Shaddhono Kurnia Cahyaning Putri Laila Fitri Nur Hidayah Lerry Alfayanti Lerry Alfayanti Luvi Kurnia Permana M. Furqon Al Maarif Martanti Dwi Kristyanawati Martanti Dwi Kristyanawati Mega Puspitasari Memet Sudaryanto Mohammad Rohmadi Muhammad Aditya Wisnu Wardana Muhammad Alfian Hermawan Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Rohmadi Muhammad Wildan Sahidillah Muhlis Fajar Wicaksana Mulyaningsih, Indrya Nailil Haliza Sampurno Nanda Dewi Saputri Nazla Maharani Umaya Nesya Yanmas Yara NFN Andayani Ngadiso Ngadiso Nina Queena Hadi Putri Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardhani Nurnaningsih Nurnaningsih Pipit Dewi Puspitasari Prissilia Prahesta Waningyun Qonita Sumardani Raheni Suhita Rahma, Yadia Raiyan Armansa Putra Ramadhan Kusuma Yudha Rasyid Manshur Rasyid Manshur Rasyid Manshur Retno Winarni Retno Winarni Ria Dwi Pusita Sari Ria Dwi Puspita Sari Ririen Wardiani Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosinawati Dewi Rosita Rahma Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Sahid Teguh Widodo Salim Widono Santika Dewi Lestari Septi Yulisetiani Septian Refvinda Argiandini Setiyoningsih, Titi Setyo Sri Rahardjo Sidiq Aji Pamungkas Siprianus Nahak Siti Helmyati Slamet Mulyono Slamet Mulyono Slamet Subiyantoro Sri Marmoah St. Y Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet St. Y. Slamet Sugit Zulianto Sugit Zulianto Sugit Zuliyanto Sumarah - Suryaningrum Sumarlam Sumarlam Sumarwati Supana Supana Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Syahroni Syahroni Tari, Wahyu Fajar Lestari Tia Pratiwi Tifany Diahnisa Tika Tifani Tri Murwaningsi Anjar Sri Ciptorukmi N Veithzal Rivai Zainal Veronika Unun Pratiwi Vinsca Sabrina Claudia Vinsca Sabrina Claudia Wahid Ibnu Nugroho Wahidah Nasution Wahidah Nasution Widya Ristanti Wina Yunita Winarni, Retno Winda Dwi Hudhana Winda Dwi Lestari Yanuar Bagas Arwansyah Yanuar Bagas Arwansyah Yerry Mijianti Yeyen Purwiyanti Yeyen Purwiyanti Yudho Taruno Muryanto Yuliana Sari Yusuf Muflikh Raharjo